Title : Angel (Into Your World)
Author : Raichi Lee SangJin ELF
Rated : T
Pairing : KaiSoo (for this chap)
Genre : Romance, drama and fantasy
DISC : para cast hanyalah milik tuhan YME, orang tua, dan SM Ent. Saya hanya pinjam mereka untuk membuat fantasy saya menjadi terwujud di FF ini.
Summary : aku mengendarai awan lembut untuk memasuki duniamu, aku berdiri didepanmu dan tersenyum. Kau bertanya aku berasal darimana. Kau bertanya dengan sangat polos, jadi aku menjawab itu adalah rahasia.IT'S YAOI! KRISTAO AND OTHER COUPLE IS HERE! DON'T LIKE, DON'T READ :)
Let's check it out, Chingudeul and Yeorebeun~!
Warning : BL/ BoysLove/Shonen Ai. Miss typo(s), alur terlalu dipaksakan, gaje, bikin mual, EYD yang ngasal. I told you before, if you hate YAOI or IF You HATE me, better if you don't read my fanfic, okay?
Author's note : annyeong ^^. Kembali lagi dengan saya, Rai.
GYAAA~!
WOY~! I am back woy~! *dilemparsepeda*
Ada kabar baik nih, menurut hasil voting~
Jeng jeng jeng jeng~~~
KAISOO FOR THIS CHAP!
Yeay! Ini salah satu couple ngegemesin XD. ayo KaiSoo Shipper, tunjukkin gigimu (?) #plakk
NO FLAME, NO BASH CHARA, NO PLAGIAT, NO SILENT READERS XD
Nah, mari kita langsung saja mulai FFnya ^^
tolong tetap beri saya review anda *bow*
.
.
Oke, tanpa banyak bacot, mari kita langsung saja.
.
.
.
.
DON'T LIKE, DON'T READ!
.
.
I TOLD YOU BEFORE!
.
.
IF YOU HATE YAOI, BETTER IF U NOT READ MY FIC!
.
.
RAICHI
.
.
Seorang namja manis dengan mata bulat dan besar menatap langit. Dirinya ada disebuah rumah.
"Semangatlah, setidaknya aku sudah berusaha.." bisiknya sambil menghela nafas panjang.
Namja itu bernama Do Kyungsoo atau biasa dipanggil Kyungsoo atau kadang DO.
DO adalah namja manis dengan tubuh mungil dan ramping. Serta dengan mata bulat dan esarnya menambah keimutan namja itu.
Namja berumur 16 tahun itu sedang diantar oleh keluarganya menuju sebuah sekolah.
Kai terlihat duduk diatas sebuah awan lembut menatap mobil DO.
"Wah, namja yang manis sekali." Ujar Kai sambil tersenyum. Kai mulai mengendalikan awannya agar mengikuti mobil DO.
~Aku mengendarai awan lembut untuk memasuki duniamu, aku berdiri didepanmu dan tersenyum. Kau bertanya aku berasal darimana. Kau bertanya dengan sangat polos, jadi aku menjawab itu adalah rahasia~
.
.
.
.
DO terlihat sedang menulis sebuah catatan sambil tiduran disalah satu tempat tidur diruangan itu.
Jangan kaget. DO ada disekolah rumah sakit.
Sebuah sekolah yang dikhususkan untuk pengidap kanker.
DO adalah salah satu namja kurang beruntung karena mengidap kanker stadium 3. Sel syarar atau yang disebut Neuroblastoma.
DO sudah berusaha agar sembuh, namun percuma. Sekarang, DO hanya bisa menghabiskan waktu hidupnya untuk belajar dan terus berdoa.
"Hari ini pelajaran kita sudahi. Terima kasih, dan selamat menjalankan aktifitas." Ujar seorang namja dengan wajah yang menaungi bernama Jungsoo atau Leeteuk dan tersenyum menatapi 5 orang muridnya disebuah ruangan yang dipenuhi infuse, tempat tidur, oksigen dan obat-obatan.
"Kyungie oppa, kau mengerti pelajaran ini? Bisa ajarkan aku?" tanya seorang yeoja manis dengan rambutnya yang menipis. Kulitnya sepucat mayat namuan manis wajahnya membuatnya enak dilihat. Namanya adalah Krystal. DO tersenyum.
"Sini, biar aku ajarkan. Kau selalu lemah di Biologi." Ujarnya lalu mengajari Krystal.
Kai terlihat tersenyum disudut ruangan menatapi kebaikan DO.
"Sosok yang hangat.." itulah pikiran Kai. Kai membuka sebuah buku yang ada ditangannya.
Do Kyungsoo. Seorang namja berumur 16 tahun. Namja manis dengan suara indah, dan bercita-cita menjadi penyanyi, namun impiannya harus dia buang dikarenakan dia mengidap kanker dan itu sangat tidak mungkin. Mengidap kanker sel syaraf stadium akhir dan diperkirakan akan meninggal di umur 17 tahun yang kurang lebih 2 minggu lagi.
Kai menatap miris buku catatan pemberian Suho kepadanya ini. Seorang namja manis dengan suara indah, harus menderita kanker?
Membuang impian dan harapannya. Kai sedikit sedih juga.
"Kyungie oppa! Kau kambuh lagi!" Kai menoleh melihat Kyungsoo yang wajahnya sudah membiru dan terlihat kesakitan. Tubuh Kai yang tidak terlihat mengikuti dokter-dokter membawa keruangan perawatan untuk merawatnya.
.
.
.
Malam hari yang begitu dingin. Rintik hujan mewarnai keadaan Seoul kala itu. disebuah ruangan dengan cahaya yang minim memperlihatkan seorang namja manis yang menatap kosong langit-langit ruangannya kala itu. matanya kosong menatapinya.
Ingatannya mengingat pada percakapannya pada sang dokter.
.
.
FLASHBACK
.
.
"Kankernya semakin parah…" ujar sang dokter. Kyungsoo pura-pura tertidur. Sang dokter sedang berbicara dengan orangtuanya.
"Jadi bagaimana..? kami sudah berusaha…apa tidak bisa kau angkat kankernya?" tanya ibu Kyungsoo yang sedang menangis dipelukan ayahnya. Kyungsoo merasakan sakit pada hatinya.
"Terlalu beresiko. Kemungkinan berhasil hanya 20%. Kalaupun berhasil, dia akan kehilangan pengelihatannya…dan tidak bisa berjalan lagi…" ujar sang dokter. Ibu Kyungsoo terus menangis.
Kyungsoo memejamkan matanya.
.
.
.
Air mata mengalir dari matanya.
Kyungsoo menarik nafasnya dan mulai bernyanyi pelan. Suara indahnya , dia melantunkan sebuah lagu indah penuh makna, namun tersirat nada pedih disana.
Noye sesanguro..yorin baramul tago ( aku mengendarai awan lembut untuk memasuki duniamu)
Salah satu lirim lagu itu terlantun. Kyungsoo terus menyanyikannya walaupun airmatanya mengalir.
Dipojok ruangan, Kai tersenyum pedih.
"Sungguh disayangkan, dia terkena penyakit seperti itu, padahal suaranya begitu indah..membuatku ingin menari.." ujar Kai menikmati suara Kyungsoo.
.
.
.
Pagi yang mendung. Terlihat Kyungsoo yang sedang mengurung diri dikamarnya. Besok dia akan mencoba untuk melakukan pengobatan dan kemoterapi lagi. matanya sendu.
Dia ingat bagaimana sang dokter membawakan kabar menyedihkan untuknya.
.
.
FLASHBACK
.
"Kyungsoo..menurut kami..kau.."
"Ada apa dokter? Kenapa kalian seperti ini? Eomma..appa..kalian kenapa? Kenapa diam?" tanya Kyungsoo cemas.
"Hidupmu..sudah..tidak akan lama lagi.." ujar dokter itu. Kyungsoo terkejut mendengarnya.
"Ke..kenapa bisa begitu…a..aku..aku kan sudah ikut pengobatannya, aku juga sudah ikut akupuntur..kenapa..?" tanya Kyungsoo. Kyungsoo sudah menangis.
"Maafkan kami…maaf..kami tidak bisa menyembuhkanmu. Tetapi…kami akan terus mencoba banyak pengobatan. Menurut riset, ada salah satu kemoterapi yang mungkin bisa melawan kankermu, namun…pengobatannya berlangsung lama dan obatnya lebih kuat lagi." ujar sang dokter.
"Aku tidak mau! Aku tidak mau! Obat itu rasanya membuatku mati!" pekik Kyungsoo. Kedua orangtuanya mulai menenangkannya.
.
.
END OF FLASHBACK
.
.
"Ya tuhan..aku salah apa.." tanya Kyungsoo pelan. Kyungsoo memijat kepalanya dan melihatnya. "Hiks..rambutku rontok lagi…padahal sudah susah payah aku menumbuhkannya..hiks.." tangisan Kyungsoo pecah disana. Tidak bisa terbendung lagi. "Aku takut mati…aku masih banyak impian…hiks..hiks.." tangisan Kyungsoo terus mengalir.
"Hei, jangan menangis.." ujar sebuah suara. Kyungsoo melihat kesamping dan menemukan seorang namja tampan dengan kulit tan tersenyum padanya.
"Kau siapa..?" dia tidak menjawab. Dia memeluk Kyungsoo lembut.
"Bernyanyilah untukku…aku mohon.." bisik namja tampan itu. Kyungsoo mengangguk lalu Kyungsoo mulai bernyanyi pelan.
Namja itu menari dengan lembut. Liukan tubuhnya membuat Kyungsoo relaks dan terus bernyanyi. Seolah, dia lupa kalau dia memiliki penyakit. Kyungsoo terasa hidup kembali dengan liukan gerakan indah dari namja tampan dengan kulit tan, tubuh proporsional dan lumayan berotot, mata hitam dan tinggi itu.
Diakhir lagu, dia mendekati Kyungsoo dan tersenyum. Tangannya yang besar terasa menaungi dan begitu lembut ketika menyentuh wajahnya. Ibu jari namja itu menghapus airmata Kyungsoo yang masih sedikit mengalir. Kyungsoo bisa merasakan debaran aneh namun menyenangkan menghinggapi dadanya
"Kau siapa..?" tanya Kyungsoo. Namja tampan itu tersenyum.
"Namaku Kim Jongin. Kau bisa memanggilku cukup Kai saja, Kyungsoo." Ujarnya sambil tersenyum. Kyungsoo merasa dirinya begitu nyaman melihat senyuman lembut itu.
"Kau berasal darimana..?" tanya Kyungsoo dengan wajah polosnya. Namja tampan bernama Kai itu meletakkan jari telunjuk kanannya dibibirnya dan tersenyum dengan penuh pesona.
"Itu adalah rahasia.." jawabnya.
.
.
Sejak pertemuannya dengan Kai, Kyungsoo terasa bersemangat untuk melawan penyakitnya.
Kyungsoo bersemangat mengikuti akupuntur dan juga kemoterapi. Obat-obatan yang terasa membunuhpun dia kuat meminumnya, demi kesembuhannya.
.
"Kai…kenapa kau tidak mengatakan padaku kalau kau itu berasal darimana…? Dan kenapa nyaris setiap waktu, kau selalu menemaniku?" tanya Kyungsoo. Kai tersenyum.
"Karena aku sudah diciptakan tuhan untuk melindungi, dan menjagamu." Jawab Kai. Kyungsoo menghela nafas.
"Selalau menjawab seperti itu…" Kyungsoo melihat Kai menari dengan lembut dan Kyungsoo hanya tersenyum melihatnya. "Aku curiga kalau kau ini malaikat, Kai." Ucap Kyungsoo. Kai melihat Kyungsoo dan tersenyum lembut.
"Kenapa bisa?"
"Karena kau selalu membuatku tenang dan nyaman. Auramu begitu indah dan hangat. Kau juga selalu menemani dan menjagaku kalau orangtuaku pergi." Jawab Kyungsoo. Kai tersenyum. Kai mendekati Kyungsoo dan memeluknya.
"Saranghae.." bisik Kai. Kyungsoo terkejut. Wajahnya bersemu dan debaran dadanya semakin kuat.
"Eh? Kenapa bisa..kau berkata begitu?"
"Apa kau juga mencintaiku..?" tanya Kai berbisik. Kyungsoo terdiam dan memeluk erat Kai. Jauh dilubuk hatinya. Dia menyukai sosok ini. Sosok hangat yang membuatnya bersemangat mengikuti kemoterapi yang menyiksa dan mengikuti akupuntur yang menyakitkan.
"Aku mencintaimu.." jawab Kyungsoo. Kai tersenyum.
"Cepatlah sembuh. Dan kita akan pergi keruangan dansa, lalu aku akan mengajakmu berdansa.." ujar Kai lembut. Kyungsoo menangis. Kai menatap mata Kyungsoo yang mengalirkan cairannya.
"Kenapa..?"
"Aku begitu bahagia memilikimu..berjanjilah walaupun aku mati suatu hari nanti, kau akan tetap mencintaiku…hiks..hiks.." ujar Kyungsoo. Kai tersenyum lalu memeluknya kembali. Kali ini jauh lebih erat dan semakin membuat tubuh Kyungsoo hangat.
"Tidak..kau salah. Kita akan selalu bersama..selamanya.." bisik Kai. Kyungsoo semakin merasa begitu bahagia mendengarnya.
.
.
.
Kyungsoo sedang ada diruangan perawatan sekarang. Matanya menatap jendela. Pandangan matanya kosong.
Matanya terpejam mengingat ucapan sang dokter beberapa jam tadi.
.
.
FLASHBACK
.
"Do Kyungsoo..maafkan kami.." ujar sang dokter. Kyungsoo semakin cemas. Melihat ibu dan ayahnya sudah menunduk karena menangis terus menerus.
"Kankermu semakin menyebar..dan menggerogoti sendi kaki dan mulai akan menyerang paru-parumu…kemungkinan sembuh..sudah 0%" ujar sang dokter. Kyungsoo menatap tidak percaya sementara ibunya semakin menangis.
.
.
END OF FLASHBACK
.
"Haha..pantas saja aku merasa kakiku sakit dan nafasku mulai tersengal..ternyata.." bisik Kyungsoo. Aimatanya mengalir namun dia tersenyum pedih.
"Kyungsoo-hyung.."
Kyungsoo menoleh dan mendapati Kai yang tersenyum padanya.
"Tersenyumlah, hyung..dan bernyanyilah untukku.." bisik Kai. Airmata Kyungsoo mengalir menatap namja yang membuatnya tiba-tiba tenang ini.
Kyungsoo mulai bernyanyi dengan senyumannya.
Haruga machi ilbunchorom neukkyojige mandeulji
nomanisseumyon yonghwasoge juin-gong
nol borodallyoganeun eksyonsinirado jjigeulgot chorom nan machi yongungi dwen gotchorom
neon nege wanbyok sangsanghebwasso
hamkkeramyon ottolkka yeah
nan noman gwenchantago malhejumyon modu wanbyokhe oh baby
I lost my mind noreul choeummannasseultte
no hanappego modeun-goseun get in slow motion
nege mar-hejwo ige sarangiramyon
meil geudewa sumaneun gamjongdeureul-lanwojugo bewogamyo
ssaugo ulgo anajugo
nege mar-hejwo ige sarangiramyon
sesangnamjadeul modu nalburowohe
noreul gajin nega jiltuna jukgennabwa
hega gado dari gado jolde anbyonhe
nan bogiboda ujikhage mideullamjaraneun-gol
non algedweltenikka
I don't know why joldejogin igamjong
nega senggakjocha hesseulkka
ne gyote isseultte nan jomjom dedanhan namjaga dwedo bitnaneun gol
I lost my mind noreul choeummannasseultte
no hanappego modeun-goseun get in slow motion
nege mar-hejwo ige sarangiramyon
meil geudewa sumaneun gamjongdeureul-lanwojugo bewogamyo
ssaugo ulgo anajugo
nege mar-hejwo ige sarangiramyon
ganjor-hi barago barandamyon
i-rwojilkka donghwayegichorom
yongwonhan dulmane happy ending happily ever after
namaneun nol midojugo jikyojugo dallejulkke
nipyoni dwelkke
nigyoteso jolde anttona
I lost my mind noreul choeummannasseultte
no hanappego modeun-goseun get in slow motion
nege mar-hejwo ige sarangiramyon
meil geudewa sumaneun gamjongdeureul-lanwojugo bewogamyo
ssaugo ulgo anajugo
nege mar-hejwo ige sarangiramyon
sesangnamjadeul modu nalburowohe
noreul gajin nega jiltuna jukgennabwa
My babe, baby babe, baby baby
nolaraboneun-gol ige sarangin-gol
aichorom nol jaju utgemandeulgo
chingguchorom nol gajang pyonhage mandeulkkoya
My babe, baby babe, baby baby
mar-hejwo nege what is love
Kai telah selesai menari dan perasaan sedih Kyungsoo mulai hilang. Kai mendekati Kyungsoo dan tersenyum.
"Inilah hyung tercintaku. Hyung yang selalu tersenyum membuatku semakin jatuh cinta pada pesonamu.." bisik Kai lalu mengecup bibir mungil Kyungsoo.
.
.
.
Kyungsoo terlihat berada diruang khusus kali ini. Tubuhnya sudah lemah dan oksigen sudah diletakkan dimulut dna hidungnya.
Kyungsoo terus tersenyum.
"Kyungsoo, kau tunggulah disini. Ayah akan datang dengan adikmu." Ujar ibunya. Kyungsoo mengangguk. Tak lama, ayah dan seorang adik Kyungsoo, serta 2 orang dokter dan 3 orang suster memasuki ruangan khusus Kyungsoo ini. Teman-teman seperjuangan dirumah sakit ini masuk. Dan tentu saja Krystal juga ada disana.
"Ayo ganti posisi." Ujar ayahnya Kyungsoo tersenyum. semua yang ada disana mulai membantu Kyungsoo untuk merubah posisi duduknya agar lebih nyaman. Salah seorang suster sudah menyakalan penghangat ruangan.
"Khamsahamnida.." bisik Kyungsoo.
"Oppa~ apa kau ingin aku bernyanyi?" tanya Krystal dengan wajah manisnya.
"Terima kasih..bernyanyilah.."
Krystal bernyanyi perlahan, sementara seluruh orang yang ada disana mulai menangis menatap Kyungsoo. Kyungsoo melihat kepojok ruangan. Disana, terlihat Kai tersenyum. tubuhnya..entah kenapa terbalur cahaya?
"Oppa, aku dinyatakan akan segera sembuh..karenanya, kau juga harus sembuh." Ujar Krystal sambil tersenyum memberikan semangat, walau sebulir airmatanya mengalir.
"Khamsahamnida..jeongmal khamsahamnida.." bisik Kyungsoo sambil tersenyum.
"Apa kau haus?" tanya ibu Kyungsoo. Kyungsoo mengangguk.
Ibu Kyungsoo mulai mengambil Stroberry milk shake kesukaan Kyungsoo. Kyungsoo meminumnya perlahan lalu tersenyum riang.
"Khamsahamnida.." ujar Kyungsoo sambil tersenyum.
Semua dokter dan suster mereka, serta teman-teman dan keluarga Kyungsoo menangis. Kyungsoo menatap dipojok ruangan. Kai terus terenyum dan tiba-tiba, terlihat sepasang sayap lebar nan kokoh ada dipunggung Kai. Kai terlihat bercahaya.
"Aku mohon, nyanyikanlah sebuah lagu lagi untukku, Krystal." Ujar Kyungsoo dengan senyum lemahnya. Krystal mulai menyanyikan sebuah lagu lembut yang terasa menaungi.
Kyungsoo bisa melihat Kai mendekati dan tersenyum. Tubuh Kai terlihat menembus semua orang yang ada disana. Dia tersenyum.
"Ah…ternyata dia memang malaikat.." bisik Kyungsoo didalam dirinya sendiri.
Diakhir lagu Krystal, Kyungsoo kembali tersenyum manis dan terlihat cerah sekali.
"Terima kasih, semuanya.." ucapnya.
.
.
.
Kia terlihat sedang tidur dipangkuan Kyungsoo.
Kini, mereka ada diatas langit. Berada disurga.
"Kau harusnya bilang denganku dari awal kalau kau Malaikat, Kai." Ujar Kyungsoo sambil mengelus kepala Kai. Kai semakin manja dengan Kyungsoo.
"Biar saja. Kau tetap suka, kan?" ujar Kai. Kyungsoo tersenyum.
Ya, dia tetap menyukai Kia dan merasa bahagia sekali.
Matanya mengadah keatas sambil berdoa agar dia terus bersama Kai dan terus berdoa agar keluarga dan teman-temannya tetap mengingat mereka.
"Khamsahamnida, Kai.."
"Cheonmaneyo.."
"Saranghae.."
"Nado.."
.
.
.
END for KaiSoo.
Sumpah, nangis sendiri ngebayanginnya T.T
Otte? Gimana? Jelekkah? Gajekah?
Need review. Need saran, no bash ,no plagiat, no FLAME, no SIDERS!
Next chap :
TaoRis
SuLay
BaekYeol
HunHan
ChenMin
Ayo~! Vote~ XDD
