Title : Angel (Into Your World)
Author : Raichi Lee SangJin ELF
Rated : T
Pairing : KaiSoo (for this chap)
Genre : Romance, drama and fantasy
DISC : para cast hanyalah milik tuhan YME, orang tua, dan SM Ent. Saya hanya pinjam mereka untuk membuat fantasy saya menjadi terwujud di FF ini.
Summary : aku mengendarai awan lembut untuk memasuki duniamu, aku berdiri didepanmu dan tersenyum. Kau bertanya aku berasal darimana. Kau bertanya dengan sangat polos, jadi aku menjawab itu adalah rahasia.IT'S YAOI! KRISTAO AND OTHER COUPLE IS HERE! DON'T LIKE, DON'T READ :)
Let's check it out, Chingudeul and Yeorebeun~!
Warning : BL/ BoysLove/Shonen Ai. Miss typo(s), alur terlalu dipaksakan, gaje, bikin mual, EYD yang ngasal. I told you before, if you hate YAOI or IF You HATE me, better if you don't read my fanfic, okay?
Author's note : annyeong ^^. Kembali lagi dengan saya, Rai.
GYAAA~!
WOY~! I am back woy~! *dilemparsbaru*
Ada kabar baik nih, menurut hasil voting~
Jeng jeng jeng jeng~~~
TAORIS FOR THIS CHAP XDD
Kris : akhirnya w sama my baby bisa maen juga XD
Me : iyolah, wong kemaren banyak yang req XD
Hayo, mana yang req? ini TaoRis.
Kalo gak review, padahal udah req, keterlaluan =,='v
NO FLAME, NO BASH CHARA, NO PLAGIAT, NO SILENT READERS XD
Nah, mari kita langsung saja mulai FFnya ^^
tolong tetap beri saya review anda *bow*
.
.
Oke, tanpa banyak bacot, mari kita langsung saja.
.
.
.
.
DON'T LIKE, DON'T READ!
.
.
I TOLD YOU BEFORE!
.
.
IF YOU HATE YAOI, BETTER IF U NOT READ MY FIC!
.
.
RAICHI
.
.
Terlihat Kris sedang mengendarai awan lembut berwarna putih. dia tersenyum menatapi seorang namja manis disebuah jendela rumah.
Kris menatapi buku yang ada ditangannya. Senyum miris terukir diwajahnya ketika membaca buku itu.
.
Huang Zi Tao, namja yang biasa dipanggil Tao. Keturunan China asli.
Sekarang sudah tinggal di Korea selama 2 bulan. Pindah ke Korea karena orangtuanya dipindah tugaskan di Korea. Sekarang bersekolah di SM International High School.
Sering di bully oleh seluruh teman kelasnya dan sering disiksa hingga terluka penuh di seluruh tubuh, terkecuali wajah. Menurut cerita, dia disiksa dan dibully akibat hanya dia sendiri yang orang China dan tidak bisa berbahasa Korea dengan lancar. Sering dianggap dengan orangtuanya sering berkelahi dan berbuat onar akibat cerita keisengan dari seluruh teman sekelasnya.
Tidak bisa berkata yang sebenarnya dengan keluarganya karena menyayangi keluarganya dan tidak mau terikat dengan polisi. Lebih memilih diam ketika disiksa.
1 minggu sebelumnya nyaris bunuh diri namun dihentikan oleh adiknya.
.
Kris memejamkan matanya. Hatinya sesak mendengar cerita namja manis ini.
Kris melihat namja manis itu berjalan pelan menuju mobilnya untuk diantar lagi. sepertinya satu hari ini, Kris akan mengikutinya tanpa terlihat untuk melihat keadaannya yang sebenarnya. Dan seperti apa kejahatan teman-teman kelas Tao yang terdengar..begitu keji.
.
.
.
"Heh sampah! Belikan aku roti!"
BUK!
Kini, Tao sedang dihajar oleh seorang namja bertubuh gembul. Tao terlihat menahan perih.
"Bodoh kau , mana bisa sampah seperti ini berbahasa Korea! Hahaha!" ucap temannya yang lain menyahuti.
Seorang wanita dengan gerik centil mendekati Tao.
"Ck ck ck, lihatlah namja ini.." ujar yeoja centil berambut coklat pendek itu lalu menampar wajah Tao dengan sangat keras lalu yeoja itu langsung meludahi wajah Tao.
Tao menangis pelan.
"Hei! Ada guru datang! Sembunyikan binatang ini!" ujar temannya yang membawa stik golf lalu memukul punggung Tao. Tao menangis lalu didorong menuju bangkunya untuk duduk.
Kris terlihat dipojok ruangan. Matanya terlihat kesal. Nafasnya memburu. Begitu kesal Kris melihat mereka menjahati Tao. Tao dipanggil binatang, dipukul, diludahi, dipanggil sampah.
"Omona, Tao kau kenapa?" tanya guru perempuan yang mendekati Tao. Kris bisa melihat tag name yang tertulis Nari.
"Dia berkelahi tadi dengan orang dari sekolah lain. Padahal kami sudah bilang agar jangan berkelahi." Ujar yeoja yang tadi meludahi Tao. Kris membelak kaget. Amarahnya memuncak. Sebagai seorang malaikat guardian yang di anugerahi hati oleh tuhan, dia bisa merasakan kesal membakar hatinya.
"Omona, apa itu benar Tao?" tanya Nari lembut sambil mengelus kepala Tao. Nada cemasnya terdengar mengkhawatirkan Tao.
Tao mengangguk pelan.
"Kalian belajarlah sendiri, Seseongmin akan membawanya ke UKS dulu. Buka halaman 150, dan ringkas halaman itu." ujar Nari. Nari mengangkat tubuh Tao perlahan. Tao tidak memberontak karena merasa pusing.
Kris mengikuti keduanya.
.
.
.
"Tao-ssi, bukankah seseongmin sudah menegurmu agar tidak berkelahi lagi. Kau itu pemuda manis dan lumayan pintar. Sayang kalau kau harus berkelahi dimasa muda." Ujar Nari yang mengobati lebam wajah Tao. Nari mendapati keganjilan.
"Tao, apakah kau berkelahi dengan wanita? Kenapa ada bekas kuteks wanita dipipimu?" tanya Nari pelan agar Tao bsia mentranslatekan ucapannya.
"Aku….berkelahi…tidak..yeoja..dengan.." ucap Tao dengan bahasanya yang memang hancur. Namun Nari bisa mengerti.
"Baiklah, istirahatlah disini." ujar Nari. Tao mengangguk. Tao bersyukur ada guru yang peduli dan menyayanginya.
Setidaknya walau hanya satu dari 40 guru, Tao tetap bersyukur. Karena inilah yang dia cari, kasih sayang. Tao tidak pernah diperhatikan dengan kedua orangtuanya. Orangtuanya sibuk bekerja. Bila ibunya melihatnya, dia selalu dituduh berkelahi dan selalu dimarahi. Terkadang, ibunya tak jarang memukulnya, menamparnya, atau bahkan meneriakinya agar tidak berkelahi.
Tapi Tao tetap menyayangi ibu dan ayahnya. Dia tidak mengatakan apa yang sebenarnya terjadi, karena tidak ingin ibu dan ayahnya stress memikirkan sekolah Tao yang menjahatinya, dan tidak ingin berurusan dengan polisi.
Disisi lain, Kris membuka bukunya. Disana, dia temukan sesuatu yang menarik.
Nari, guru Sejarah dan seorang guru Biologi.
Menyayangi Tao karena Tao mirip dengan adiknya yang meninggal akibat kecelakaan 4 tahun silam. Selalu berusaha melindungi Tao ditengah kesibukannya mengajar. Dan selalu mengobati luka Tao dan memberikan Tao kasih sayang disekolahnya.
Kris menutup bukunya dan tersenyum.
"Aku tahu bagaimana caranya melindunginya dari semua keturunan setan itu." ujar Kris lalu menghilang.
Aku mengendarai awan lembut untuk memasuki duniamu, aku berdiri didepanmu dan tersenyum. Kau bertanya aku berasal darimana. Kau bertanya dengan sangat polos, jadi aku menjawab itu adalah rahasia~
.
.
Terlihat kelas sedang heboh pagi ini. Tao terlihat merangkak dengan tidak menggunakan pakaian atasan dan tubuhnya sudah penuh lebam. Sebuah rantai anjing mengikat lehernya dan seorang yeoja menyeretnya layaknya binatang.
"Hahahaha! Hanna, peliharaanmu terlihat menjijikan!" ujar seorang namja lalu menendang perut Tao. Tao meringis kesakitan dan sekali lagi menangis. Yeoja bernama Hanna itu tersenyum pura-pura sedih.
"Iya! Hewan peliharaanku ini menjijikan!" ujar Hanna lalu menginjak kepala Tao dan menendang dada Tao berulang kali.
Tao menangis.
"Lebih baik, bunuh aku.." bisik Tao dibatinnya sendiri.
"Hei! Sebentar lagi akan bel! Cepat bereskan kekacauan ini!" ujar temannya. Seluruh manusia yang ada disana segera. Tao berdiri dengan kaki yang gemetar. Tao mengenakan kembali pakaiannya dengan airmatanya yang sudah dihapus.
Tepat setelah bel berhenti berbunyi, seorang namja yang diyakini adalah kepala sekolah masuk bersama seorang namja dengan rambut pirang oranye.
Seluruh yeoja yang ada disana memekik riang melihat namja yang terlihat sempurna itu. sedangkan semua pria hanya berdecih kecil merasa iri melihat sang guru baru, namun apa boleh dikata? Dia begitu tampan dan berkharisma. Kecuali Tao yang terlihat menunduk.
"Baiklah anak-anak, Seseongmin akan mengenalkan guru baru. Silahkan Mr Wu." Ujar guru bertagname Zhoumi itu.
"Nama saja Wu Yi Fan, panggil saja saya Kris. Saya adalah guru bahasa asing kalian yang baru untuk menggantikan Nona Anna yang dipindah tugaskan ke Amerika. Saya pindahan Dari China, jadi hormati saya." Ujar namja yang ternyata adalah sang Guardian Angel yang menyamar menjadi manusia.
"Baiklah, saya permisi dulu, Mr Wu." Ujar Zhoumi lalu melangkah pergi. Kris memperhatikan Tao sekilas lalu tersenyum palsu ke penjuru kelas.
Zhoumi adalah seorang malaikat Guardian. Levelnya sama dengan Chen. Dia menyamar menjadi kepala sekolah selama 4 tahun untuk mengatur sekolah ini, dan melindungi seorang anak. Minggu depan genap 4 tahun, dan dia akan pulang ke surga lagi dengan membawa anak yang dia jaga.
"Ada yang ingin ditanyakan?" tanya Kris lalu memperhatikan buku-buku dihadapannya. Senyum yang tampannya kini menghilang, dan berubah tegas. Seorang yeoja mengangkat tangannya. Ck, wanita yang meludahi Tao kemarin.
"Apa Seseongmin punya pacar?" tanyanya. Kris menyeringai kecil.
"Seseongmin tidak punya pacar." Jawab Kris cepat. "Dan seseongmin tidak mau dan tidak sudi jadi pacarmu." Ujar Kris lagi dengan nada kejam menusuk. Wanita itu kaget karena Kris tahu apa pertanyaannya selanjutnya dan malu juga kesal karena Kris mengatakan tidak sudi.
"Sebelumnya, saya akan bacakan peraturan dikelas saya. Saya tidak suka dengan belajar yang tidak serius. Wanita harus rapi, tidak boleh berkuteks. Tidak boleh merokok, seragam harus rapi dan rok harus panjang hingga ke lutut. Tidan boleh ber make-up berlebih, dan tidak boleh berbicara. Untuk pria, saya tidak suka melihat kalian tidak rapi. Rambut tidak boleh dicat berlebihan, boleh dicat, tapi harus warna soft dan tidak mencolok. Tidak boleh berwarna terang mencolok, tidak boleh merokok, dan tidak boleh berbicara. Bila ada yang ketahuan, maka saya akan bertindak, dan kalian tidak akan pernah bisa membayangkan apa hukuman dari saya, paham?" tanya Kris yang nadanya mengerikan. Semuanya mengangguk.
"Baiklah, perkenalkan diri kalian." Ujar Kris.
Semuanya sudah memperkenalkan diri dengan baik, dan kini giliran Tao. Tao terlihat gemetar didepan kelas.
"Tao, perkenalkan dirimu dengan bahasa China dengan Seseongmin. 'Teman' sekelasmu sudah tahu kau, kau saya tidak tahu. Mereka tidak menghargai bahasamu, bukan?" tanya Kris sambil tersenyum. Seluruh kelas Tao heboh, Tao gemetar namun mengangguk.
"Wo Jiao Tao." Ujar Tao. Kris tersenyum.
"Baiklah, kau boleh kembali kebangkumu." Ujar Kris. Tao mengangguk dengan senyumnya. Ada perasaan hangat ketika melihat senyum Kris untuk dirinya.
"Baiklah, kita akan belajar bahasa Korea." Ujar Kris. Kris tersenyum melihat Tao. "Tao, kalau kau tidak mengerti, bertanyalah." Lanjut Kris dengan bahasa Chinanya. Tao mengangguk.
Kris mulai mengajari kelas itu, dan mengajari Tao dengan perlahan. Tao mulai merasa rileks setiap melihat senyum Kris.
Terlihat seluruh wanita disana iri, dan seluruh pria dikelas itu menggeram kesal karena tingkah Kris.
Ketika Kris sedang menulis dipapan tulis, salah seorang pria melempar bola besi kearah kepala Kris.
Namun Kris menangkapnya dengan lihai tanpa melihat. Seluruh orang yang ada disana kaget.
Kris berbalik dan meletakkan bola besi seberat setengah kilo itu dimejanya. Kris tersenyum dan mengambil sesuatu ditas miliknya.
"Lee Jyun Ki, anda masuk buku hitam. Silahkan anda keluar dari sekolah ini besok." Ujar Kris lalu menulis nama itu dibuku hitam itu. Namja bernama Jyun Ki itu shock.
"Jangan main-main dengan saya, saya adalah calon wakil kepala sekolah." Ujar Kris. Jyun Ki mengeram kesal lalu mengambil tasnya dan pergi dari kelas itu.
.
.
.
Pagi hari yang terlihat mendung, Tao terlihat sedang dihajar oleh seluruh yeoja yang ada disana.
"Hihihi! Ini balasan karena Jyun Ki keluar! Dasar sampah!" ujar Hanna yang menampar wajah Tao. Tao diborgol. Hanna langsung meludahi Tao.
"Aku benci denganmu karena kau lebih didukung dengan Kris seseongmin! Dia milik kami, tahu!" ujar yeoja bernama Ammy lalu menendang perut Tao. Tao meringis hingga menangis.
"Hei! Ada Kris seseongmin!" jerit temannya yang lain. Mereka segera melepas borgol Tao dan segera meninggalkan Tao. Tao menunduk dan menangis perlahan.
Kris masuk dengan langkah yang terlihat kesal. Dia membanting seluruh bukunya.
"Seluruh wanita dikelas ini saya skors selama 3 hari karena menyiksa Tao, kalian akan masuk zona merah, terancam tidak naik kelas. Silahkan bereskan buku kalian." Ucap Kris. Seluruh kelas kaget. Kenapa Kris bisa tahu..kalau..
"Ini tidak bisa seseongmin! Anda punya bukti apa?! Anda tidak berhak menskors kami!" jerit Ammy ketakutan karena diancam tidak naik kelas. Kris mengambil salah satu buku dan melempar 3 carik kertas yang ternyata berupa foto dari kamera Polaroid. Semua wanita kaget.
"Silahkan keluar." Ujar Kris. Seluruh wanita disana terpaksa membereskan buku dan pergi keluar hingga ada yang menangis. Setelah semuanya keluar, Kris menyeringai.
"Kalian juga akan di skors bila sama seperti mereka. Baiklah, kita mulai pelajaran pagi ini." Ujar Kris.
Semenjak kehadiran Kris, Tao mulai terlindungi dan tidak ada yang berani menyentuh Tao. Tao merasa nyaman.
Tao terlihat lebih sering tersenyum. Dan diam-diam, Tao menyukai sosok guru yang melindunginya ini. Sangat suka, atau bahkan cinta.
Namun…
"Aku kesal dengan Kris itu." ujar namja bernama Kei.
"Aku ada ide…" ujar Hanna.
.
.
"Dimana Tao?" tanya Kris. Semuanya menggeleng tidak tahu.
Kris menajamkan instingnya, hm, Tao terlambat dan sedang berlari kesini, ternyata. Kris sudah cemas karena tidak melihat Tao.
Kris mengedarkan pandangannya keseluruh kelas. Dan merasakan keganjilan. Entahlah, hawa panas ini…panas sekali. Tapi Kris tidak tahu hawa panas ini datang darimana. Hari ini akan masuk musim dingin, harusnya sudah mulai dingin.
Tapi kenapa hawa kelas ini panas sekali? Seperti air mendidih.
Cklek..
"Maaf Seseongmin aku terlam-"
"Tao awas!" pekik Kris.
Kris berlari menuju arah pintu dan langsung memeluk Tao.
Kris refleks nmengeluarkan sayapnya yang besar dan berwarna putih untuk melindungi keduanya layaknya payung. Kris langsung membuat seluruh teman-teman Tao diam layaknya patung dan tidak melihat kejadian ini.
Sayap putih raksasa layaknya sayap merpati itu melindungi keduanya dari siraman air panas yang baru saja mendidih dan matang.
Ternyata inilah kejahatan sebenarnya.
Seluruh teman kelas Tao menyiapkan 1 ember besar air panas mendidih yang bila Tao buka pintunya, dan senar piano ditarik oleh Hanna, maka akan menghujani Tao dan akan membakar tubuh Tao.
Didalam sayap itu, Kris memeluk Tao erat.
"Hahah..mana mungkin aku mati karena merasakan air panas didunia.." bisik Kris sambil tersenyum. "Kau baik-baik saja?" tanya Kris lembut. Tao menangis.
"Kau ini sebenarnya apa, Kris seseongmin? Kau berasal darimana?" tanya Tao dengan airmatanya yang mengalir. Dia bisa merasakan hawa airpanas menerpa sayap gurunya ini. Kris tersenyum.
Kris melepaskan pelukannya dari Tao. Tao terpanah melihat Kris dengan sayapnya.
"Apa kau malaikat..?" tanya Tao. Kris tersenyum.
"Aku adalah malaikat pelindung, aku datang untuk membawamu kesurga." Ujar Kris. "Apa kau ingin ikut denganku kesurga?" tanya Kris sambil tersenyum.
Tao tersenyum lalu mengangguk. Dia mendekati Kris dan memeluknya.
"Welcome to Heaven.." bisik Kris.
.
.
.
.
"Tao, apa kau suka disini?" tanya Kris. Keduanya kini sedang berjalan-jalan ditaman surga. Kris menggenggam tangan Tao.
Sang bijak begitu baik hati, dia merubah Tao menjadi malaikat layaknya Kris. Dan Tao ditugaskan dengan sang bijak untuk selalu bersama Kris.
"Sangat.." bisik Tao. Kris tersenyum.
"Ni ru ci wan mei, Tao" ujar Kris sambil tersenyum dan mengeratkan genggaman tangannya pada Tao.
Terima kasih untuk sang bijak yang telah memberikan Tao dalam hidupnya selama 10000 tahun ini.
"Qing ni gao su wo, ru guo zhe yang jiu shi ai, Ge" ujar Tao sambil tersenyum. Kris mengangguk.
"Memang.. ini memang cinta, Tao." Ujar Kris. "Cong jin yi hou, wei ni fu chu, wei ni xin teng." Ujar Kris. Tao hanya tersenyum.
"Wo Ai Ni.." bisik Kris lalu mengecup bibir Tao. Tao memeluk Kris.
"Wo ye ai ni." Balas Tao.
.
.
.
.
TBC
.
.
Ket :
Ni ru ci wan mei : kau sangat sempurna
Qing ni gao su wo, ru guo zhe yang jiu shi ai : katakan denganku, kalau ini memang cinta.
Cong jin yi hou, wei ni fu chu, wei ni xin teng. : mulai dari sekarang, aku akan memberikanmu segala yang aku punya, termasuk mencintaimu dengan segenap hidup dan hatiku.
Gkgkgkgkgkgkgk XDD
Omona, kenapa aku jadi kesel sama cerita yang aku bikin T.T
Oke, lets voting again.
HunHan
BaekYeol
SuLay
ChenMin
Ayo, vote XD
Please review. No flame, no bash, no siders, no plagiat XD
