Title : Angel (Into Your World)
Author : Raichi Lee SangJin ELF
Rated : T
Pairing : BaekYeol
Genre : Romance, drama and fantasy
DISC : para cast hanyalah milik tuhan YME, orang tua, dan SM Ent. Saya hanya pinjam mereka untuk membuat fantasy saya menjadi terwujud di FF ini.
Summary : aku mengendarai awan lembut untuk memasuki duniamu, aku berdiri didepanmu dan tersenyum. Kau bertanya aku berasal darimana. Kau bertanya dengan sangat polos, jadi aku menjawab itu adalah rahasia.IT'S YAOI! KRISTAO AND OTHER COUPLE IS HERE! DON'T LIKE, DON'T READ :)
Let's check it out, Chingudeul and Yeorebeun~!
Warning : BL/ BoysLove/Shonen Ai. Miss typo(s), alur terlalu dipaksakan, gaje, bikin mual, EYD yang ngasal. I told you before, if you hate YAOI or IF You HATE me, better if you don't read my fanfic, okay?
Author's note : annyeong ^^. Kembali lagi dengan saya, Rai.
GYAAA~!
WOY~! I am back woy~! *dilemparsepeda*
Menurut hasil vote….
BaekYeolfor this chap! XD
Ayo mana, yang req BaekYeol, merapat! XD
NO FLAME, NO BASH CHARA, NO PLAGIAT, NO SILENT READERS XD
Nah, mari kita langsung saja mulai FFnya ^^
tolong tetap beri saya review anda *bow*
.
.
Oke, tanpa banyak bacot, mari kita langsung saja.
.
DON'T LIKE, DON'T READ!
.
.
I TOLD YOU BEFORE!
.
.
IF YOU HATE YAOI, BETTER IF U NOT READ MY FIC!
.
.
RAICHI
.
Seorang namja manis terlihat berjalan menyusuri jalanan didalam cuaca mendung, dan udara yang dingin. Namja itu sudah memegang payung bening di tangannya. Sepertinya, dia tahu kalau mungkin sebentar lagi akan hujan.
Namja manis bernama Byun Baekhyun atau Baekhyun itu menatap langit.
"Hei lihat, anak ibu-ibu gila itu ada disini." bisik seorang yeoja. Baekhyun hanya melupakannya dan terus berjalan menuju rumahnya. Mencoba membuat hatinya tidak hancur.
"Ibuku tidak gila…dia hanya stress sedikit..dia sudah beristirahat..jangan diganggu lagi..aku mohon.." bisik hati Baekhyun yang mulai menangis. Namun berusaha dia seka dan ditahan olehnya.
Baekhyun kurang beruntung sebenarnya. Dia memiliki keluarga yang hancur berantakan akibat ayahnya. Ayahnya berselingkuh dan pergi kabur dengan yeoja simpanannya dengan membawa hartanya. Dan ibu Baekhyun dan juga dirinya hanya ditinggalkan sedikit.
Ibunya merasa dihianati dan stress akibat ayahnya, hingga akhirnya terkena gangguan mental.
Orang-orang disekitar tidak mengerti, tapi malah menyudutkan dirinya dan ibunya. Mereka seolah menganggap, mereka adalah tikus atau mungkin hama penyakit berbahaya dan harus disingkirkan.
Baekhyun benci pada sekitarnya. Ketika mereka kaya, mereka menatap penuh hormat keluarganya dan juga dirinya.
Sekarang, mereka menganggap dirinya adalah tikus jalanan yang membawa hama dan harus di basmi.
Ibunya meninggal akibat menebas urat lehernya sendiri. kejadiannya adalah Baekhyun sedang pergi untuk membeli makanan untuk ibunya, ketika kembali, ibunya sudah meninggal. Kejadian itu sudah agak lama. Ibunya meninggal 2 bulan yang lalu. Sedangkan ayahnya sudah 1 tahun meninggalkan mereka berdua kala itu.
Untungnya sekarang, Baekhyun bekerja paruh waktu sebagai pelayan restoran cepat saji dan beruntungnya dia karena dia juga mendapat beasiswa di SM University di bagian Art and Music. Beruntung sekali dikarenakan dia memiliki kemampuan vocal yang bagus dan berciri khas. Yang bisa masuk disana hanya beberapa orang saja di Asia, dan tidak bisa sembarangan.
Baekhyun membuka rumah sederhana, namun tidak terlalu sederhana ini. Rumah berlantai 2 dan bergaya minimalis.
Baekhyun membuka sepatu dan meletakkan payungnya didekat rak sepatu. Matanya menatap foto ibunya dan kembali, air mata mengalir.
"Tidak, aku tidak akan menangis. Aku tidak akan menangis. Aku tidak mau mengganggu istirahat ibuku. Ne! tidak menangis akan membuatku kuat!" ucap Baekhyun pada dirinya sendiri yang menganggap, bila dia menangis, artinya dia bukan orang lemah. Baekhyun menghapus airmatanya dan tersenyum menatap foto ibunya.
Seorang wanita cantik yang mirip dengannya. Seorang wanita yang sudah merawatnya, dan bertarung nyawa untuk melahirkannya.
Baekhyun menuju dapur dan mulai memasak. Dikarenakan dia sudah mulai lapar.
Baekhyun mulai memasak nasi di Rice Cooker. Sambil menunggu nasinya akan masak, Baekhyun berlari untuk mandi.
.
.
.
Baekhyun sedang makan sekarang. Hujan deras mengguyur Korea dengan cukup deras. Baekhyun yang sedang menonton sedikit terganggu juga dengan suara petir. Baekhyun memutuskan untuk mematikan telivisinya dan makan tanpa menonton telivisi.
Tidak mewah, hanya nasi, kimchi dan sup rumput laut. Sup rumput laut ini sebenarnya adalah makanan kesukaan ibunya.
Karenanya, Baekhyun suka sekali ketika harus makan sup ini. Karena dia seperti merasa ibunya sedang bersamanya.
Dipojok ruangan, Chanyeol mengawasi Baekhyun yang sedang makan.
Chanyeol tersenyum menatap namja manis itu. Rambut coklat gelapnya, tubuh mungilnya yang berwarna putih bersih, jemarinya yang indah dan lentik.
Sepertinya sang malaikat menyukai orang yang harus dia lindungi kali ini.
Chanyeol mengambil buku catatannya dan membacanya. Sedikit menatap miris mendapat cerita dari buku catatannya.
"Aku akan hadir kehidupanmu sebentar lagi, aku akan bersamamu, melindungimu, hingga temanku dari surga akan mencabut nyawamu, dan kau nanti akan ikut bersamaku." Ucap Chanyeol sambil tersenyum. Setelah berucap begitu, tubuh Chanyeol menghilang.
.
.
.
Selesai dengan makan malamnya, Baekhyun terlihat sibuk mengerjakan tugasnya, yaitu melengkapi nada lagu. Dan sudah akan selesai. Besok hari libur, dan dia bisa pergi bekerja. Lagi pula, besok saatnya dia gajian. Mengingat kalau akan gajian, berarti dia bisa membayar tagihan listrik dan mengisi sedikit kulkasnya.
Baekhyun adalah anak yang pintar dan lumayan perhitungan. Dia menabung, dan uang hasil tabungannya selama 5 bulan sudah lumayan banyak. Baekhyun berpendapat, uang itu akan berguna suatu hari nanti untuknya.
Soal cinta..dia belum mau memikirkannya. Karena, dia cukup tahu diri. Tidak mungkin akan ada orang yang mau membaginya cinta lagi kali ini.
Lagipula, bila dia berpacaran dan salah dengan pilihannya, maka tamatlah riwayat tabungannya.
Maksud Baekhyun, coba saja. Seandainya dia jatuh cinta pada seorang wanita, tetapi pilihannya salah dan wanita itu malah mempermainkan dan tidak mengerti dirinya. Uangnya tentu bisa habis untuk memenuhi keinginan si wanita.
Lebih baik, sekarang sendiri dulu dan bekerja. Baekhyun ingin menjadi seorang pengusaha didunia hiburan, atau paling tidak, dia ingin menjadi penyanyi terkenal. Itu memang cita-citanya dan ibunya, karenanya, demi ibunya apapun akan dia lakukan.
Selesai dengan tugasnya, Baekhyun mulai membereskan sedikit rumah peninggalan ibunya yang dibeli ibunya itu. Setelah selesai, Baekhyun mulai menuju kamarnya untuk menikmati surga kapuk.
.
.
.
Baekhyun terlihat berjalan dipagi hari. wajahnya yang lembut tersenyum manis menatapi langit yang cerah, tapi tidak panas. Udara juga sejuk dengan angin sepoi-sepoi itu.
Baekhyun berjalan cukup cepat. Memang, 1 jam lagi tokonya akan buka, dan dia harus ada disana 15 menit sebelum buka. Paling tidak untuk ganti baju seragam.
Untung saja hari ini bukan gilirannya menyiapkan toko tapi hari ini gilirannya untuk beres-beres toko sebelum tutup.
Baekhyun berjalan sambil memperhatikan jalanan, tanpa dia sadari sosok namja yang berjalan ada didepannya dan..
BRUK
Keduanya bertabrakan.
"Aigo, mianhamnida." Ucap Baekhyun kalang kabut karena menabrak namja itu. Baekhyun membantu membereskan kertas yang dia pegang.
"Ah, Gwaenchanayo. Aku yang salah. Aku terburu-buru untuk mengantar surat ini. Jadi sedikit kalang kabut." Ungkap namja berambut coklat gelap didepan Baekhyun. Baekhyun menatap namja ini dan sedikit kaget. Mata keduanya bertemu.
Dan kembali, Baekhyun kaget, tetapi kagum pada sosok didepannya.
Wajahnya tampan, matanya agak besar, matanya berwarna dark black, rambutnya coklat gelap, kulitnya pun berwarna putih bersih. Tubuhnya tinggi sekali.
"Tampan" bisik hati Baekhyun kagum dengan ciptaan tuhan didepannya ini. Nampak begitu sempurna, berbeda dengan dirinya yang bagaikan bebek buruk rupa yang menatapi seekor angsa anggun.
Baekhyun merona menatap namja ini.
"Hey, Gwaenchanayo?" tanya namja didepannya itu sambil melambaikan tangannya didepan wajah Baekhyun bermaksud membuat Baekhyun sadar dari lamunannnya. Baekhyun menggelengkan sedikit kepalanya untuk menyadarkannya dari lamunan.
"A..ah..ne. nan gwaenchana." Jawab Baekhyun. Namja itu tersenyum. senyumnya membuat wajahnya semakin tampan.
"Baguslah, maaf tadi menabrakmu." Ungkap namja itu. Baekhyun mengangguk. Dia melirik jam tangan dan kaget sekali.
"Ah, mianhamnida. Aku sedang terburu-buru, annyeong." Ucap Baekhyun lalu berlari kalang kabut. Dia harus sampai di tempat kerja segera, atau tidak, dia akan dimarahi oleh bosnya.
.
.
.
"Baekkie-ah, tolong antarkan pesanan ini ke meja nomor 12." Ungkap teman kerja Baekhyun. Namanya Kim RyeoWook. Namja manis bersuara emas yang juga sama seperti Baekhyun. Dia adalah senior Baekhyun yang bersekolah di jurusan Art And Music di SM University. Dia juga beasiswa. Bedanya, dia sedikit beruntung. Paling tidak, keluarganya harmonis dan masih lengkap. Berbeda dengan dirinya.
"Ne, hyung." Ucap Baekhyun dengan senyumnya menerima masakan yang dibuat oleh koki mereka, Ryeowook dan Hankyung. Pengunjung cukup ramai hari ini. Restoran cepat saji tempat Baekhyun bekerja memang cukup terkenal dengan pelayannya yang berwajah manis, ramah dan menyenangkan. Masakannya juga tidak kalah, itulah mengapa restoran mereka tidak pernah sepi. Seharipun.
Pemilik restoran ini bernama Ren. Dia adalah namja yang sangat cantik. Namja itu akan berkeluarga 5 bulan lagi. Dan dia sedang belajar mengurus restoran keluarganya ini.
Ren adalah namja yang sangat gemas dengan Baekhyun, Ryeowook, Taemin, Key, dan masih banyak lagi. semuanya adalah pelayan disini. Terkadang, Baekhyun bersyukur karena bos mereka sangat menyayangi mereka.
Selesai mengantar pesanan, Baekhyun istirahat makan siang. Baekhyun dibawakan makanan dengan Ryeowook. Bagi Ryeowook, Baekhyun sudah dianggap adiknya. Terkadang membuat namjachingunya cemburu. Namjachingu Ryeowook bernama Kim Jong Woon atau Yesung. Namja yang sebenarnya adalah seorang artis trainee yang akan debut 3 bulan lagi.
"Aigo, Baekkie-ah! Aku tahu kau ini akan ada ujian musik, paling tidak makanlah. Apa makanan buatanku kurang enak sehingga kau makan sambil membaca buku itu?" ungkap RyeoWook dengan poutnya yang membuat wajah imut itu semakin menggemaskan. Tidak salah Yesung suka sekali menggodanya. Dia begitu menggemaskan.
"Aigo hyung, bukan begitu. Aku takut nilaiku jelek. Masakanmu begitu enak, hyung. Mian, ne?" ungkap Baekhyun yang menutup bukunya lalu langsung makan bekal yang sudah dibuatkan Wookie hyungnya ini. Wookie hanya mengusap kepala Baekhyun.
"Jangan terlalu keras. Kau sudah cukup bagus. Aku pergi dulu ne? sebentar lagi Yesung hyung akan kesini. Dia akan meraung-raung kalau tidak melihatku dikasir." Ucap Wookie lalu pergi meninggalkan Baekhyun yang sedang makan. Baekhyun tersenyum.
Beruntung sekali, dia sudah punya orang yang dia sayangi. Sedang Baekhyun belum. Ada rasa iri memang. Iri melihat kebahagiaan sebuah pasangan, tapi Baekhyun ingin menahan hasratnya.
Tiba-tiba, ingatannya teringat pada sosok seorang namja. Namja yang dia tabrak.
BLUSH
"Ah! Kenapa aku merona?! AIGO!" pekik Baekhyun heboh. Dia menepuk-nepuk sedikit wajahnya lalu kembali melanjutkan makannya, meskipun dia masih teringat terus dengan wajah namja tampan itu.
.
.
.
"Baekhyun-ah, kau bisa pulang. Hati-hati dijalan, ne?" ungkap Ren sambil tersenyum manis. Baekhyun tersenyum lalu menunduk sedikit.
Baekhyun menatap jalan. Sudah sepi. Jam sudah menunjukkan pukul 21:22 PM waktu setempat.
Baekhyun berjalan menyusuri jalanan yang diterangi lampu. Cuaca sedikit dingin. Baekhyun sedang lega karena dia baru saja gajian.
Belum lama dia berjalan, ada 3 orang pria didepan yang terlihat sedang menatapinya. Baekhyun mulai merasakan ada yang tidak beres.
"Hei manis, sendirian? Hik…bergabunglah dengan kami..hik." ungkap seorang namja bertubuh agak tinggi dari Baekhyun. Baekhyun mundur sedikit. Ah, menyebrang saja. Baekhyun menyebrang jalan agar tidak berpapasan dengan namja itu.
"Ahahhaa, lihat, dia menghindarimu, hik. Hey, kenapa menyebrang, manis? Kemarilah, hik." Sepertinya mereka mabuk. Baekhyun terus mempercepat jalannya.
"Manis, kau tidak akan bisa lari. SHIT, bokongmu sexy juga." Pekik seorang lagi temannya. Baekhyun semakin cemas. Baekhyun berlari sekuat tenaga. Airmata sudah mengalir antara cemas dan takut.
"AHAHHA, kau tidak akan bisa lari, MANIS." Ungkap temannya yang lain.
Baekhyun semakin kuat berlari, untungnya mereka sedikit mabuk, jadilah Baekhyun bisa berlari kencang.
BRUK.
Baekhyun jatuh pada sebuah pelukan namja. Baekhyun menatap keatas dan menemukan namja yang dia tabrak tadi pagi dan diam-diam, dia sukai. Tapi sedikit ragu, memang.
Namja itu menatap garang 3 orang didepannya.
"Tenang, aku akan melindungimu." Ungkap namja tampan yang dia tabrak tadi pagi itu. Baekhyun mengangguk dan menyembunyikan wajah takutnya didada bidang namja tampan itu.
"Hey Man, kami lihat kau memeluk namja kami. Lepaskan dia, berikan pada kami. Maka tidak akan ada yang terluka disini, hik." Ucap seorang namja itu. namja yang memeluk Baekhyun menyeringai.
"Sepertinya kalianlah yang pargi, dia ini namjachinguku yang aku lupa jemput tadi." Ungkapnya sambil tersenyum mengerikan. 3 namja itu sedikit takut. Ada aura tidak enak yang dipancarkan namja yang memeluk Baekhyun itu. Baekhyun sudah merona sempurna. Matanya mengedip bingung sambil menatap namja ini dan sesekali menatap 3 orang didepannya.
"Mana buktimu, Man?" tanya namja yang satunya lagi. Namja yang memeluk Baekhyun itu menyeringai sedikit. Ibu jarinya mengangkat dagu Baekhyun dan menatapnya. Tatapannya teduh dan menenagkan. Oke, sekarang Baekhyun menyukai namja ini. Tapi…apa namja ini..juga sama halnya?
"Chagiya, kau mau kita buktikan dengan mereka?" tanya namja itu. Baekhyun mengangguk sedikit ragu. Namja itu langsung menyambar bibir Baekhyun. Namja itu melumatnya sedikit. Baekhyun kaget juga. Wajahnya langsung merona. Baekhyun tidak bisa bergerak, dan dia hanya bisa diam. Ada rasa nyaman diulu hatinya. Namja itu lalu melepaskan ciumannya.
"Aku sudah buktikan, bukan? Atau kalian ingin berkelahi denganku?" tanya namja itu sambil menatap tajam mereka bertiga. Seseorang di tengah mereka berdecih kesal.
"Cih, memang benar rupanya. Ayo pergi kawab-kawan." Ajak temannya lalu meninggalkan Baekhyun dan namja itu. Setelah pergi, Baekhyun lalu melepaskan pelukannya. Agak kecewa memang, pelukan namja itu begitu hangat.
"Terima kasih sudah menyelamatkanku." Ungkap Baekhyun sambil membungkuk hormat beberapa kali. Namja itu tersenyum.
"Tidak masalah. Ma..maaf sudah menciummu." Ucap namja itu. Baekhyun merona. Manis sekali.
"A..ah..ne..tidak apa-apa." Ungkap Baekhyun. Namja didepannya tersenyum.
"Namaku Park Chanyeol, kau bisa memanggilku Chanyeol. Kau?" tanya namja bernama Chanyeol. Baekhyun merona manis.
"A..aku Baekhyun. Salam kenal, Chanyeol-ssi." Ucap Baekhyun. Keduanya saling bertatapan dan tersenyum.
.
.
.
2 minggu setelah kejadian itu, seminggu kemudian, keduanya resmi berpacaran.
Chanyeol, yang sebenarnya sang malaikat pelindung Baekhyun tak pernah absen dari sisi Baekhyun. Dia begitu menyayangi manusia yang menjadi candu baginya ini.
Seperti saat ini, keduanya sedang ada di sebuah Supermarket. Chanyeol memutuskan menginap dengan Baekhyun dirumah Baekhyun.
Keduanya ingin memasak makanan dengan jumlah banyak, dan hanya mereka yang akan menikmati. Chanyeol sedang mentraktir Baekhyun sekarang, mereka ingin merayakan kesuksesan Baekhyun yang mendapatkan hadiah menyanyi di ajang Nasional. Dan kabarnya, ada pihak Entertaiment yang tertarik untuk menjadikan Baekhyun Trainee mereka, tapi mereka masih merundingkan segalanya.
Setelah berbelanja, keduanya bergandengan pulang untuk menuju rumah Baekhyun.
Keduanya bercanda dengan riang, Chanyeol sesekali mencium pipi Baekhyun di depan umum tanpa rasa ragu. Membuat Baekhyun merona dan membuat semua wanita disekitar mereka mendesah iri namun berteriak senang. Chanyeol merangkul bahu Baekhyun.
"Yeollie, stop it. Mereka melihat kita." Ungkap Baekhyun dengan rona manisnya. Chanyeol tersenyum.
"Mereka melihat karena iri dengan betapa manisnya dirimu, sayang." Bisik Chanyeol yang berbisik lalu mengecup kembali pipi itu.
.
.
"Ya! Yeollie, berhenti mengecupi leherku, bagaimana aku mau memasak untuk kita, eoh?" tanya Baekhyun. Baekhyun sedang memaska sup kimchi sekarang ini. Chanyeol ingin makan sup kimchi, karenanya Baekhyun akan membuatnya.
"Ayolah, chagiya. Aku sedang ingin bersamamu, aku mencintaimu." bisik Chanyeol. Chanyeol memeluk pinggang ramping Baekhyun, dan mengistirahatkan kepalanya dibahu Baekhyun.
"Hm, Nado. Tapi, bagaimana kita akan mulai makan kalau kau terus mengecupi leherku." Ucap Baekhyun sambil tersenyum dengan hiasan wajah merona miliknya. Kekasih yang dia sayangi memang agak manja dengannya.
Baekhyun tahu, Chanyeol adalah orang yang penyayang. Dan Baekhyun sangat menyukai setiap bisikan lembut dan perlakuan Chanyeol. Ya, dia orang yang romantis dan pengertian. Dan Baekhyun bersyukur karenanya.
.
.
.
Setelah makan, keduanya menonton film. Baekhyun masih dipeluk oleh Chanyeol dari belakang. Baekhyun dengan nyaman menyandarkan tubuhnya dengan Chanyeol. Sesekali, Chanyeol menyuapi Baekhyun snack yang mereka beli. Begitu pula Baekhyun yang juga menyuapi Chanyeol.
Film yang ditonton keduanya cukup membuat keduanya nyaman.
"Yeollie, Aaam." Ucap Baekhyun yang menyuapi Baekhyun sosis goreng yang sudah dipotong kecil-kecil. Chanyeol membuka mulutnya dan menerima suapan dari Baekhyun.
Keduanya memang sedang asyik menonton, tapi tanpa Baekhyun sadari, Chanyeol membagi dua fokusnya. Satu untuk Baekhyun, dan satunya, dia sedang berbicara lewat pikiran dengan seorang malaikat, bernama Kris.
"Aku lihat dari sini, kau manja sekali dengannya? Am I right?" tanya Kris. Chanyeol tersenyum mendapati pernyataan dari teman sesame malaikatnya ini.
"Hum, aku suka sekali seperti ini. Aku mencintainya, dan aku akan pulang membawanya sesuai tugas." Ujar Chanyeol yakin tanpa keraguan. Inilah Chanyeol dia tidak akan ragu ketika menyukai atau mencintai sesuatu. Dan dia akan melindunginya segenap jiwanya.
"Sebentar lagi..yah, sebentar lagi skenariomu akan berjalan. Aku tunggu. Sudah dulu, ne? aku harus melayani Baby Pandaku." Ucap Kris di pikiran Chanyeol.
"Yeollie, kau ingin aku ambilkan minum?" tanya Baekhyun. Chanyeol mengangguk.
Baekhyun melepaskan pelukan Chanyeol dan kedapur untuk mengambil minum.
.
.
Keduanya sedang tertidur lelap kali ini, Chanyeol mengatakan kalau hari ini agak panas walau sudah menyalakan pendingin ruangan. Chanyeol melepaskan pakaiannya dan tidur sambil memeluk Baekhyun.
Itu membuat Baekhyun sedikit merona malu.
"Hey, belum tidur, manis?" tanya Chanyeol yang memeluk Baekhyun. Baekhyun tersenyum dan semakin mengeratkan pelukannya.
"Hum, aku sudah agak mengantuk." Ungkapnya. "Agak dingin hari ini.." bisiknya. Berbanding terbalik dengan Chanyeol yang agak kepanasan hingga melepaskan pakaian atasnya. Chanyeol menyeringai.
"Mau aku hangatkan? Aku jamin rasanya akan nikmat." Bisik Chanyeol. Dan membuat rona wajah di wajah Baekhyun, tapi maaf. Baekhyun sudah lelah hari ini. Besok minggu, jadi dia bisa santai bersama Chanyeol.
"Andwaeyo, aku sudah lelah Yeollie-ya~" bisik Baekhyun ditelinga Chanyeol. Chanyeol tersenyum maklum. Chanyeol mengusap rambut Baekhyun dan menepuk-nepuknya pelan.
"Hum, tidurlah manis. Saranghae." Bisik Chanyeol lembut dan penuh suara cinta.
"Nado." Balas Baekhyun yang mengecup pipi Chanyeol lalu tertidur.
.
.
.
Pagi hari di Korea Selatan. Cuaca sedikit cerah, tidak panas dan udara sejuk.
Baekhyun sedang memasak sarapan untuk keduanya, sementara Chanyeol sedang mandi. Tak lama, Chanyeol keluar dengan celana pendek selutut berwarna coklat tanpa atasan.
Baekhyun yang melihatnya hanya merona merah menatap Chanyeol dan kembali fokus pada Myeok Guk buatannya.
"Aigo, Baekkie. Kau akan aku makan~!"
"KYAAA! Yeollie! Apa maksudmu, KYAAA!"
TING TONG
Bel rumah Baekhyun berbunyi, menghentikan kegiatan Chanyeol. Padahal, Chanyeol sudah memeluk Baekhyun.
"Aigo, siapa yang bertamu di hari Minggu dan menggangguku, eoh?" tanya Chanyeol kesal. Chanyeol melepaskan pelukannya dari Baekhyun dan berjalan menuju pintu itu. Baekhyun menghela nafas lega dan kembali melanjutkan acara memasaknya.
Ting TONG…! TING TONG..!
"Ne, sabar." Ucap Chanyeol yang memasang pakaian atasnya. Chanyeol membuka pintu itu. Wajahnya sedikit masam karena kesal kegiatannya diganggu.
Matanya bertatapan dengan mata sosok namja. Chanyeol kaget, dia kenal orang ini. Orang yang sudah membuat Baekhyun tercintanya menderita.
"Nugusindeyo?" tanya namja itu pada Chanyeol yang menatapnya murka.
"Yeollie, siapa yang berta-" Baekhyun menatap tidak percaya pada apa yang dia lihat. Amarah langsung datang memeluk hatinya.
Namja yang sudah berani membuat ibunya menderita hingga meninggal, namja yang sudah membuang ibunya yang cantik. Namja yang membuatnya hidup sengsara.
"Mau apa kau datang kesini, HUH?! apa kau tidak cukup membuat ibuku gila, lalu membuat hidup kami sengsara, HUH?!" pekik Baekhyun penuh amarah. Chanyeol menahan Baekhyun sedikit. Dia bisa merasakan emosi orang yang dia sayangi meluap-luap.
Namja yang ternyata adalah ayah biologis Baekhyun menunduk.
"Maafkan aku…aku sudah berbuat kesalahan besar.." ungkapnya. Baekhyun menahan gemertaknya karena kesal.
"Hentikan, Baekkie. Ahjussi, lebih baik kita masuk dan rundingkan ini secara baik-baik." Ucap Chanyeol yang menatap tajam appa Baekhyun. Namja itu mengangguk.
.
.
.
"Wanita simpananku dulu…hanya ingin balas dendam karena waktu itu perusahaan kita mengalahkan perusahaan suaminya. Kini, keadaan sudah tidak seperti dulu lagu, Baekhyunnie. Appa akan berubah. Kembalilah. Appa akan menyekolahkanmu setinggi yang kau mau. Kembalilah pada appa. Kau satu-satunya keluarga appa." Mohon ayah Baekhyun. Baekhyun gemertak kesal.
"Aku menolak dengan keras! Kau bisa menikah lagi lalu memiliki anak yang baru! Aku tidak butuh bantuanmu! Aku akan bekerja keras! Setelah kau puas bermain dengan yeoja itu, setelah kau membunuh eommaku, setelah kau puas melihat kami sengsara, kau ingin aku kembali semudah itu! HELL NO! lupakan saja! Pergi saja kau!" ucap Baekhyun. Airmata menghiasi wajah manisnya.
Chanyeol memeluk Baekhyun dan menenangkannya. Chanyeol hanya bisa membisikkan kata-kata penenang untuk Baekhyun yang dilingkupi amarah besar dan rasa sakit dihatinya terbuka lagi.
"Ahjussi, kau sudah dengar sekarang. Lebih baik anda pergi sekarang." Ucap Chanyeol. Namja itu menunduk lalu pergi keluar.
Baekhyun menangis. Dia sayang ayahnya, tapi luka dan dendam telah membuatnya buta. Dia begitu sakit hati. Dan hanya bisa menangis terus menerus.
.
.
.
Seminggu setelah kejadian itu, Baekhyun hanya terus bersama dengan Chanyeol. Baekhyun mendapatkan kerja sambilan baru, yaitu sebagai pemain piano di sebuah restoran mewah, juga sebagai penyanyi disana. Gajinya lumayan.
Baekhyun akan wisuda 2 bulan lagi.
Pagi ini, Baekhyun terlihat sedang berjalan-jalan. Chanyeol mengiriminya pesan kalau dia akan berkunjung kerumah Baekhyun nanti malam. Dan Baekhyun berinisiatif membeli Fruit Cake karena Chanyeol suka sekali dengan Fruit Cake.
Baekhyun bersenandung sambil menatap sekelilingnya. Baekhyun tengah duduk disebuah bangku kota dengan tulisan BUS STOP.
Didepan bangku itu ada beberapa orang anak yang bermain bola. Baekhyun tersenyum menatapinya.
Tiba-tiba, bola itu menggelinding ke jalan. Seorang anak laki-laki berkisar 5 tahun berlari mengejar bola itu.
Bola itu berhenti ditengah jalan, anak itu berlari ke tengah jalan. Baekhyun kaget melihatnya. Dikejauhan, dia menatap sebuah mobil berwarna merah melaju dengan cukup cepat. Anak itu tidak sadar dan malah sibuk mengambil bolanya dan bersiap menendangnya.
Baekhyun berlari ke tengah jalan itu.
"AWAS…!" pekik Baekhyun.
"KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA !"
BRAAAAAAKKKKKKKKKKK!
Tubuh Baekhyun terpental jauh sekali dan kepalanya menghantam tiang besi jalan. Tubuhnya bermandikan darah. Matanya mengadah ke atas.
"Hei! Cepat panggil ambulans!"
Anak yang diselamatkan Baekhyun hanya mengalami luka gores di tangannya dan itu kecil sekali.
Anak itu berlari ke arah Baekhyun yang tengah dikerumuni oleh orang lain.
"HUWAAA…! Maafkan aku ahjussi, jeongmal mianhamnida." Anak itu menangis. Baekhyun tersengal-sengal dan tersenyum menatap anak itu. Matanya terpejam perlahan.
.
.
.
Tubuh Baekhyun yang bermandikan darah dibawa ke ruang UGD. Nafas Baekhyun sudah terputus-putus. Sulit sekali bernafas. Matanya mengadah ke atas. Satu pertanyaannya, apa dia akan mati?
"Bertahanlah tuan!" pekik seorang dokter. Tempat tidur dorong it uterus berjalan dan masuk ke sebuah ruangan. Baekhyun hanya bisa tersenyum lemah. Sulit bernafas, pusing, sakit sekali. Sekujur tubuhnya tidak bisa dia rasakan.
Saat akan masuk keruangan itu, Baekhyun bisa melihat ayahnya yang baru sampai dengan wajah cemas.
"Appa…" bisiknya lemah nyaris tak terdengar.
.
.
.
Dokter-dokter itu terlihat serius sekali mengoperasi Baekhyun. Tulang rusuknya patah, otaknya mengalami pendarahan serius. Jantungnya tertusuk dengan tulang rusuk, tangan dan kakinya patah, Baekhyun juga mulai kehabisan darah. Untungnya, dia sudah dipasok darah sedikit. Paling tidak, itu sudah sedikit menolongnya.
Dokter-dokter bedah sudah selesai menangani operasinya. Untungnya jantungnya masih selamat walau sudah tertusuk oleh tulang rusuknya.
Baekhyun terlelap akibat morfin dengan dosis tinggi.
Kini, dia hanya membutuhkan sebuah mukjizat, untuk selamat.
.
.
Sesosok namja yang tak kasat mata, duduk disampingnya. Dia tersenyum.
"Kau akan kesurga bersamaku, sayang. Sebentar lagi, salah satu temanku akan datang untuk mengangkatmu dari tubuhmu. Bersabarlah sedikit, ne? kau tidak akan merasakan sakit lagi, kau akan merasakan keindahan bersamaku. Hanya bersamaku." bisiknya penuh kelembutan. Namja itu adalah Chanyeol. Chanyeol menatap penuh cinta kepada Baekhyun.
Tak lama, sesosok tubuh namja masuk kesana. Dia adalah ayah Baekhyun.
Dia menangis sesunggukkan menatapi putra semata wayangnya disini, bertarung dengan waktu dan nyawanya.
Mata Baekhyun terbuka perlahan. Nyeri dan perih sekali diseluruh tubuhnya. Matanya menatap ayahnya yang menangis bahagia menatap anaknya sudah terbangun.
"Appa…"
"Jangan bicara, kau akan sembuh. Jangan tinggalkan appa..appa meyayangimu." Setitik airmata lolos pada Baekhyun.
"Mianhamnida…aku..sudah…"
Tak lama, Baekhyun menatap kesampingnya dan menemukan Chanyeol disamping sedang tersenyum. Tubuhnya sedikit transparan dan ada sepasang sayap dipunggungnya. Baekhyun tersenyum. Dia adalah malaikat, rupanya.
Chanyeol menggenggam tangannya. Tangan Chanyeol yang kasat mata hanya bisa ditatap oleh Baekhyun.
"Appa…aku..minta ma…maaf..aku sayang appa…selalu…" bisik Baekhyun. Senyum terus terukir diwajahnya. Matanya menutup perlahan, ah, ada seorang yeoja yang masuk keruangannya dan membawa kantung hitam dengan wajahnya yang tak terlihat.
Dia akan mati sebentar lagi.
"Appa memaafkanmu! Appa memaafkan segala salahmu! Karenanya, kembalilah! Kaulah satu-satunya keluarga appa! Appa menyayangimu Baekkie!" pekik ayahnya yang semakin menjadi-jadi menangis.
Nit…Nit…Nit..NIIIIITTTTT..!
"BAEKHHYUN! ANDWAE…!"
.
.
.
Baekhyun ada disebuah tempat dibumi bersama Chanyeol. Keduanya sedang menatapi ayah Baekhyun yang membawa rangkaian lily putih untuk Baekhyun. Setelah mendoakan Baekhyun, appanya pergi.
"Yeollie, bolehkah aku membawa satu tangkai?" tanya Baekhyun dengan senyum lembutnya. Chanyeol tersenyum. Setelah mengambil satu tangkai lily dari ayahnya yang diletakkan di nisan Baekhyun, keduanya berjalan.
"Aku mencintaimu." bisik Chanyeol lalu mengecup pipi Baekhyun. Baekhyun juga melakukan hal yang sama.
"Aku juga mencintaimu, Yeollie." Balas Baekhyun sambil tersenyum.
Keduanya berjalan, menuju sebuah jalan setapak menuju langit, menuju rumah Chanyeol dan rumah baru Baekhyun.
.
.
.
TBC
.
.
Hiksu, gaje sekali.
Super panjang XD
Oke, Review please? No flame, no bash, no siders, no plagiat. Gak review, gak lanjut XD
