Title : Angel (Into Your World)

Author : Raichi Lee SangJin ELF

Rated : T

Pairing : SuLay

Genre : Romance, drama and fantasy

DISC : para cast hanyalah milik tuhan YME, orang tua, dan SM Ent. Saya hanya pinjam mereka untuk membuat fantasy saya menjadi terwujud di FF ini.

Summary : aku mengendarai awan lembut untuk memasuki duniamu, aku berdiri didepanmu dan tersenyum. Kau bertanya aku berasal darimana. Kau bertanya dengan sangat polos, jadi aku menjawab itu adalah rahasia.IT'S YAOI! KRISTAO AND OTHER COUPLE IS HERE! DON'T LIKE, DON'T READ :)

Let's check it out, Chingudeul and Yeorebeun~!

Warning : BL/ BoysLove/Shonen Ai. Miss typo(s), alur terlalu dipaksakan, gaje, bikin mual, EYD yang ngasal. I told you before, if you hate YAOI or IF You HATE me, better if you don't read my fanfic, okay?

Author's note : annyeong ^^. Kembali lagi dengan saya, Rai.

Hohoho, ternyata banyak yang req SuLay XD

Okelah, saya kabulkan, gak ada yang req ChenMin, nih? Berarti di chap depan dong ya -_-a

Okelah, langsung saja.

NO FLAME, NO BASH CHARA, NO PLAGIAT, NO SILENT READERS XD

Nah, mari kita langsung saja mulai FFnya ^^

tolong tetap beri saya review anda *bow*

.

.

Oke, tanpa banyak bacot, mari kita langsung saja.

.

.

.

.

DON'T LIKE, DON'T READ!

.

.

I TOLD YOU BEFORE!

.

.

IF YOU HATE YAOI, BETTER IF U NOT READ MY FIC!

.

.

RAICHI

.

.

Seorang namja terlihat sedang berlari dipagi hari ini. Namja manis dengan dimple di pipinya, dan wajah stoicnya itu mengucurkan keringatnya di minggu ini. Hari ini, saatnya dia bersantai setelah dia melakukan pekerjaan sampingannya.

Namja ini bernama Zhang Yi Xing. Namja yang cukup manis dengan wajah stoicnya. Dia adalah seorang pelatih dancer di klub dancer. Gajinya cukup untuk dia memenuhi kebutuhan. Umurnya baru saja menginjak 21 tahun. Dia dan keluarganyanya pindah ke Seoul 2 tahun yang lalu.

Yi Xing terlalu susah dilafalkan, oleh karena itu, dia memiliki nama lain, yaitu Lay. Aslinya, namja ini dari Changsa. Dia masih tinggal bersama dengan orang tuanya. Ini dikarenakan Lay menjadi anak tunggal setelah kematian saudara perempuannya 4 tahun silam.

Lay terlihat terus berlari, jogging di pagi hari lebih tepatnya. Setelah merasa cukup lelah, Lay membeli sebotol air mineral dan menatap jalanan. Lay tersenyum.

"Aku akan menggapai cita-citaku! Ah, hari ini, jam 17:00 PM ada les dance lagi, ternyata. Ah, baiklah. Aku bisa santai dulu." Ungkapnya lalu kembali berlari. Stamina dan bentuk tubuh Lay harus tetap terjaga, karenanya dia akan terus menjaga bentuk tubuhnya.

Lay memiliki sebuah cita-cita, yaitu menjadi dancer pro. Atau paling tidak, dia akan menjadi koreografer handal.

Dan belakangan, beberapa agensi terkenal mengajaknya bekerja sama untuk membuat koreografer dengannya. Dan bayarannya sangat memuaskan dirinya.

.

.

.

Lay tengah memperhatikan murid-murid prianya yang rata-rata berumur 14 sampai 18 tahun. Jumlah muridnya hari ini ada sekitar 16 orang. Tidak seperti hari biasanya yang mencapai 20 orang atau kadang 30 orang.

Lay mematikan musiknya.

"Apa kalian sedang mengantuk? Kenapa musik yang seperti ini membuat kalian seperti malas bergerak?" tanya Lay heran. Seluruh muridnya langsung terduduk.

"Lay seseongmin, kami terlalu lelah. Kau tahu? Kau menyuruh kami latihan pembentukan tubuh, jadinya kami kelelahan." Ucap salah satu dari mereka. Mereka langsung mengistirahatkan tubuh mereka. Beberapa mengambil air minum yang mereka bawa.

Lay duduk disalah satu sofa dan memperhatikan sekelilingnya.

"Baiklah, istirahat, nanti kalian lanjut lagi." ucap Lay. Lay memainkan ponselnya. Dan beberapa saat kemudian, sebuah telepon masuk ke dalam ponsel Lay. Lay segera mengangkat teleponnya.

"Yeoboseyo?" tanya Lay sopan.

"Yeoboseyo, ah, apa betul ini saudara Lay?" tanya suara itu sopan. Lay heran mendengarnya.

"Ya, betul. Nugu?" tanya Lay kemudian.

"Ani, kami dari BlueEnt. Kami akan mengajak kerja sama untuk anda. Salah satu Boyband asuhan kami akan comeback beberapa bulan lagi. Kami sudah selesai dengan rekaman suara, jadi kami harus membuat coreonya. Kami juga bekerja sama dengan beberapa coreo lain, jadi tolong kerja samanya, Lay-ssi." Ucapnya. Lay tersenyum.

"Tentu, kalau begitu, kapan kita bisa bertemu?" tanya Lay dengan senyum lebarnya.

.

.

.

Lay tengah membuat gerakan dirumahnya kali ini. Dia sudah bertemu dengan 2 orang coreo lain dan dia sudah mendengarkan musiknya.

Musiknya menyenangkan, namun liriknya sedih.

"Uhm, mungkin gerakan seperti ini akan bagus." Ucap Lay yang terus bergerak didepan cermin besarnya. Liukan gerakan tubuhnya terlihat lembut, indah dan tegas.

Tiba-tiba, Lay merasakan kakinya terasa sakit. Lay terduduk.

"Aish, dasar sial. Kenapa sakit lagi sih? Tempo hari juga kedua kakiku sakit." Ucap Lay. Lay memutuskan beristirahat dulu dengan tiduran disofanya.

Matanya menatap langit-langit. "Aku hanya diberi waktu seminggu untuk membuat coreonya. Aigo, sembuhlah. Aku harus menyelesaikannya.." bisik Lay berharap kakinya segera tidak sakit lagi dan dia bisa menari.

Dipojok ruangan, terlihat Suho menatap miris pada Lay.

"Sulit dipercaya, namja manis sepertinya akan terkena kanker sistem Saraf. Hidupnya hanya beberapa lama lagi." bisik Suho miris dengan buku yang dia pegang sekarang. Suho menutup buku itu, menghembuskan nafasnya. Suho tersenyum lalu menghilang.

.

.

.

Malam ini terlihat Lay yang sedang makan malam, masih mendengarkan music pemberian BlueEnt. Lay akan memutuskan setelah makan, dia akn berusaha santai sambil memikirkan gerakan dance.

Dan dia akan merangkai dancenya besok. Ide bagus. Kakinya masih agak sakit, jadi sepertinya tidak apa-apa kalau dia santai dulu.

"Ugh..perutku sakit.." bisik Lay. Lay menghentikan makan malamnya yang baru dia masukan ke dalam perutnya sebanyak 2 sendok kecil.

Lay segera pergi ke kamar untuk tidur. Sepertinya dia benar-benar tidak sehat.

.

.

.

Pagi ini begitu mendung, terlihat Lay sedang duduk di ujung tempat tidur dengan tubuh bergetar, dan dengan darah yang mengalir deras dari hidungnya hingga tidak terbendung dan membasahi dada dan wajahnya.

"A..aku..aku..aku kenapa..kenapa bisa mimisan sebanyak ini..ya tuhan…" bisik Lay dengan suara gemetarnya. Kakinya terasa sakit sekali kalau bergerak.

"Hiks…seseorang..tolong aku..hiks..tolong…aku kenapa.." tangis Lay.

Dipojok ruangan, Suho terlihat teriris menatap Lay yang gemetar. Suho menghela nafas. Suho tahu, Lay baru pertama kali mengalami ini, dan dia tidak tahu apa yang dia alami, menjadi shock.

Lay memutuskan untuk istirahat sebentar, mandi, lalu pergi ke rumah sakit.

.

.

.

Lay terlihat murung kali ini, wajahnya terlihat gelap. Matanya habis menangis menatap selembar kertas yang mengatakan, dia positif kanker saraf, dan kanker itu mengenai kakinya.

Pukulan mematikan untuk Lay. Bahkan sang dokter mengatakan aka nada saraf dikepala yang akanj dimakan oleh kankernya.

Lay terduduk disebuah taman rumah sakit itu. matanya menatap lurus kedepan dan airmata mengalir.

"Aku…aku salah apa tuhan…kenapa..hiks..kau ambil kakiku? Aku tidak mau. Aku ingin menari..hiks.." tangis Lay. Tubuhnya bergetra. Shock.

Bagaimana rasanya bila kalian seperti ini? Terkena penyakit secara tiba-tiba, dan rasanya kau tidak lagi memiliki gairah hidup.

"Kau menangisi keputusan tuhan." Ucap sebuah suara. Lay mendongak dan menatap kesampingnya.

Sesosok pria tampan, berwajah angelic, memiliki kulit putih bersih, rambut coklat gelap ikal, dan mata yang indah menurut Lay.

"Siapa kau? Kenapa bisa duduk disampingku? Aku tidak merasakan kehadiranmu." Ucap Lay kaget. Namja disampingnya ini tersenyum.

"Rahasia." Ucapnya. Lay tidak memperdulikan ucapan namja itu. namja itu menatap Lay.

"Tuhan menyayangimu, makanya dia menurunkan penyakit ini untukmu." Lay menangis. Kali ini, terdengar putus asa.

"Kalau memang tuhan menyayangiku, dia tidak akan memberiku penyakit ini disaat aku memiliki mimpi.." ucap Lay. Namja itu mengelus puncak kepala Lay. Lay merasa nyaman dielus seperti itu. bisakah lebih lama? Lay merasa beban pikirannya menghilang.

"Namaku Kim Joonmyun. Panggil saja Suho. Aku akan menemanimu selama yang aku bisa. Salam kenal Zhang Yi Xing." Ucap Suho. Lay diam.

"Bagaimana kau bisa tahu namaku, dan menenangkanku? Kenapa kau bisa begitu? Siapa kau sebenarnya? Darimana kau berasal?" tanya Lay dengan airmata terharu mungkin yang menggenang dipelupuk matanya.

Suho memeluk Lay. Dan Lay bisa merasakan sejuta kali perasaan nyaman yang dia rindukan.

Nyaman sekali. Seolah kehangatan dan cahaya lembut memelukmu lembut. Perasaan sedih, kecewa, marah hilang entah kemana. Kekuatan pelukan yang sangat hebat.

"Aku datang dengan untukmu, aku akan merahasiakannya hingga hanya waktu yang menyuruhku bicara." Bisik Suho. Lay memejamkan matanya dan menikmati saat nyaman itu.

.

.

.

Lay tengah membuat tarian untuk BoyBand yang akan dia berikan dancenya. Walau sakit, Lay tidak ingin memberikan kesan tidak menyenangkan.

Tariannya sudah jadi, tinggal merapihkan sedikit saja. Lay tengah melatih dirinya menari di studio miliknya ini.

Saat sedang menari, tubuh Lay ambruk karena kakinya mulai terasa begitu sakit.

Lay menangis dan memukul kedua kakinya.

"Aku mohon, jangan sakit. Aku ingin menari..hiks…" ucap Lay. Gawat, kenapa kakinya mulai mati rasa? Lay berbaring di studio dance miliknya dan memejamkan matanya. Airmata mengalir dipipinya.

Ingatannya tentang kemarin mengalir. Ya, vonis dokter mengatakan dia akan mati. Kankernya sudah akan menjalar ke lidahnya. Dia harus kemoterapi. Operasi belum tentu sukses.

Suho duduk disampingnya dan mengelus tangan Lay.

"Sabarlah, nanti kau tidak akan merasakan penderitaan ini lagi." ucapnya dan tersenyum menatap wajah Lay yang polos dan damai ketika tertidur ketika lelah menyelimutinya.

.

.

.

.

Lay tengah bertemu dengan 5 orang namja dari BoyBan naungan BlueEnt. Dengan kekuatan sisanya, dia tersenyum dan mengatakan akan mendemonstrasikan tarian buatannya selama 3 hari ini.

"Lay-ssi, silakan." Ucap pria yang ternyata adalah leader dari BoyBand itu. Lay mengangguk dan mulai menari.

liukan manly dan tegas yang begitu sempurna. Semua orang disana terkagum.

Di akhir lagu, Lay tersenyum dan menyudahi dancenya.

"Bagus sekali. Ini uangnya, Lay-ssi. Terima kasih kerja samanya." Ucap namja dari BlueEnt. Lay mengangguk. Lay sudah memberikan rekaman untuk mereka latihan.

Lay menatap kepintu dan menemukan Suho yang tersenyum. Bagi Lay, sosok Suho bagaikan malaikat ditengah sakitnya ia merasakan penyakit ini.

"Yixing, ayo pergi. Kau harus kembali kerumah. Naiklah mobil duluan, aku ingin bicara dengan atasan BlueEnt.

Suho mendekati namja yang sedang menatap CD yang ditangannya, dan bersiap untuk memutarnya.

Matanya menatap Suho dan tersenyum.

"Ada yang bisa aku bantu?" tanyanya. Suho mengeluarkan angelic facenya. Membuat BoyBand asuhannya diam menatap kaget Suho. Siapa namja tampan luar biasa ini?

"Tuan, nama saya Kim Joon Myeon. Panggil saja Suho. Ada yang ingin saya sampaikan tentang Yixing-ah." Ucap Suho dengan senyum dan aura Angelicnya. Namja cantik salah satu member dari BoyBand BlueEnt tersenyum.

"Ada apa Suho hyung?" tanyanya dengan wajah manisnya. Suho tersenyum.

"Yixing mengalami kanker saraf yang cukup parah. Aku harap, kalian bisa mengenang dance pemberiannya ini sebagai kenangan terakhir. Belum tentu dia akan selamat." Ucap Suho. Semuanya diam.

"Kami menyesal sekali atas kondisinya. Kami akan menjadikan ini kenangan berharga untuk kami, Suho-ssi!" ucap sang leader. Suho tersenyum. dia berdiri lalu menunduk sopan.

"Terima kasih atas pengertiannya." Ucapnya lalu pergi meninggalkan tempat itu.

"Dia namja yang luar biasa." Ucap manejer BoyBand itu.

"Ya, dia memiliki aura angel yang luar biasa. Namja bernama Yixing itu juga luarbiasa, dia mengorbankan waktunya yang pasti harusnya digunakan untuk dia berobat, namun malah untuk dance comeback kita…" ucapnya leader itu. semuanya tersenyum.

"Aku punya cara sendiri untuk membuatnya merasakan kesenangan ketika karyanya dipuji." Ucap sang leader.

.

.

.

Lay tengah terdiam. lidahnya kelu. Dia kini ada dirumah sakit. Dia kini tahu, kalau kankernya menyerang lidahnya hingga dia tidak bisa bicara. Pipinyapun tidak terasa biarpun dia menusuknya menggunakan jarum.

Dia tahu, ajalnya mungkin akan dekat. Karenanya, dokter yang putus asa menyarankan dia masuk Hospis.

Lay tidak bisa bicara, dia seperti orang yang bisu, namun bisa mengeluarkan suara tak jelas.

Lay diam, dia tak bisa mengatakan dengan Suho bahwa dia begitu menyukai sosok Suho. Padahal, Lay bertekad memberitahukannya pada Suho setelah dia memberikan hasil dancenya.

Namun tuhan berkata lain, dia pingsan dijalan ketika menuju rumah sakit bersama Suho. Dan saat sadar, dia tak bisa bicara.

Dokter mengatakan, dia kankernya yang membuat lidahnya kelu. Ternyata, yang ada di otak Lay bukanlah kanker, melainkan cairan dengan jumlah melebihi batas.

Cairan dengan jumlah banyak itu sudah menghimpit saraf telinga, mata dan menyerang lidahnya hingga kelu. Sebagian wajahnya sudah dibekukan dengan ciaran itu.

Itu sebabnya, meskipun Lay memukul, menampar, dan menusuk pipi kirinya, dia tak merasakan apapun.

Mata sebelah kirinyapun terasa berkunang-kunang dan seperti gelap sekali. Namun sesekali terang. Telinganya yang sebelah kiri juga sudah agak tuli.

"Tamatlah hidupku didunia ini…" itulah bisik batin Lay.

Tak lama, sosok namja bernama Suho datang kesana dengan setangkai lily putih.

Lay membuang mukanya. Namun Suho tetap tersenyum.

"Hahu aha hau hehihi?" tanya Lay yang berbicara seolah tanpa lidah. Suho tersenyum dan mengecup dahi Lay. Membuat debaran manis untuk Lay.

"Aku kesini untuk menyatakan cintaku. Maukah kau bersamaku? Aku mencintaimu." ucap Suho lembut dan langsung kesasaran. Lay menangis. Kini, dia hanyalah namja siap mati. Dia tidak pantas untuk namja seperti Suho.

"Kau sangat pantas untukku. Meski kau bisu sekalipun, aku akan menjadi suaramu." Ucap Suho lalu mengecup bibir Lay. Lay menangis dalam tangisnya dan menikmati ciuman itu.

.

.

.

Lay tengah duduk disebuah stasiun televise. Sudah 2 minggu sejak pengakuan Suho, Lay terkena vonis kakinya sudha tak berfungsi lagi. Suaranya menghilang. Yang berfungsi hanyalah mata dan telinga kanannya saja.

Lay duduk dikursi roda, matanya menatap televise yang menayangkan konser Boyband yang dulu memintanya untuk membuatkan koreo mereka.

Hari ini, adalah Showcase setelah seminggu mereka comeback. Terlihat banyak fans yang datang dan mengantri.

Lay merasakan kursi rodanya bergerak, dan dia menatap Suho yang membawanya keluar rumah sakit.

"Ayo kita menonton showcase. Ada kejutan untukmu." Ucap Suho dengan senyum manisnya.

.

.

.

Lay tersenyum menatap BoyBand dari Blue Ent bernama Sky ini menarikan koreo mereka. Alat bantu dengar ditelinga kirinya membuatnya bisa mendengar dengan baik music didepannya ini.

"Annyeong haseyo, uri neun SKY imnida!" ucap mereka berlima. Teriakan fans membahana distadium ini.

Tangan Lay menggenggam tangan Suho.

"Hari ini, adalah hari kami melanksanakan Showcase. Kami sangat berterima kasih pada semua orang yang membantu. Namun, ada satu orang yang membuat kami kagum." Ucap seorang namja. Seorang namja manis tersenyum.

"Namanya adalah Zhang Yi Xing."

Lay terkejut. Dadanya bergemuruh. Suho tersenyum.

"Dia adalah pembuat koregrafer kami yang sangat handal. Dia bekerja sama dengan kami. Dia terkena sebuah penyakit yang membuatnya susah untuk menari. Dia hadir diantara kita semua. Suho-sshi, silahkan." Ucap namja yang berstatus leader itu.

Suho berdiri dan menyeret kursi roda Lay menuju panggung. Lay kaget. Airmatanya menggenang dipelupuk mata. Penonton riuh. Beberapa ada yang menangis menatap Lay.

Lay ada diatas panggung bersama Suho. Lampu menerangi semua yang ada dipanggung.

"Sebelumnya, aku adalah namjachingu Lay. Mohon maaf, karena masalah pada penyakitnya, dia tidak bisa lagi berbicara, jadi, aku akan mengatakan apa yang dia katakan." Ucap Suho dengan senyum angelnya.

"Aku, sebagai leader dari SKY, menyiapkan ini untukmu." Ucapnya. Mereka menatap layar besar dibelakang.

Disana, Lay yang masih cukup sehat, dan belum seperti sekarang. Menari dengan lincah, dan indah. Music yang menyayat bermain disana.

Lay menangis. Disana, dia yang sehat, kini tubuhnya sudah hancur. Dia tak bisa lagi menari.

"Ketika kau sehat, lakukanlah apa yang kau sukai, ketika kau sakit, lakukanlah apa yang kau bisa hingga membuatmu berkesan. Sebagai teman, lakukan yang termain." Ucap sang leader. Lay menangis sesunggukkan meski tak bersuara.

Suho tersenyum dan bersujud dihadapan Lay.

"Aku mencintaimu, Zhang Yi Xing." Ucap Suho. Lay mengangguk dan memeluk Suho.

Tepuk tangan riuh dari seluruh penonton yang menangis disana.

Tuhan..terima kasih sudah mengirim Suho untukku..

Itulah batin Lay berucap.

.

.

.

Lay ada dimobil sekarang. Sopir taksi sedang membawa keduanya menuju rumah sakit.

Kepala Lay bersandar pada bahu Suho.

Mata Lay terbuka kecil, dibangku kosong disamping tempat duduk supir, ada seseorang dgn jubah hitam, namun dia terlihat manis. Dia membawa kantung hitam. Ah, apakah dia malaikat pencabut nyawa?

Lay menatap Suho.

"Suho, aku akan kerumah tuhan, selamat tinggal." Bisik Lay didalam hatinya. Dia tersenyum dan memejamkan matanya.

"Tuan-tuan, kita sudah sampa- eh? Mana yang satu lagi?" tanya sopir itu. sopir itu menggoyang tubuh Lay, namun tubuh itu ambruk tanpa nafas. Sedangkan tubuh Suho hilang.

Sang sopir langsung saja meminta bantuan rumah sakit.

.

.

.

Terlihat Lay sedang duduk disebuah taman yang luar biasa indah. Semilir angin memainkan tubuhnya yang terbalut pakaian putih polos.

Suho memeluknya dari belakang.

"Welcome to Heaven.." bisiknya. Dan Lay tersenyum.

.

.

.

.

TBC

.

.

Next chap is ChenMin. Last chap no bacot.

Just review. No flame, no bash, no SILENT READERS and no plagiat ^^