Story By: Alza Saiko-Yoochi
Disclaimer: Masashi Kishimoto
Rate: M (for action)
Genre: Adventure, Fantasy, Action, Sci-Fi, Humor.
Warning: Typo, some mistakes EYD, OOC, beberapa kalimat frontal, Fanon, AU.
xXx
Rusionette
xXx
Chapter 1
xXx
.
.
.
JRAT!
Seorang pemuda bertopeng terlihat mengayunkan katana-nya dengan membabi-buta, namun orang yang menjadi targetnya dengan mudah menghindari serangan bertubi-tubi yang dilancarkan padanya. Berkali-kali, serangan pemuda bertopeng meleset dan justru mengenai pepohonan di sekeliling mereka.
"Jangan hanya menghindar, brengsek!" Seru sang pemuda bertopeng sembari berdecak kesal, ia kembali menghunuskan katana-nya pada musuh di hadapannya.
Yang ditargetkan justru tertawa mengejek, seolah hanya sedang menghindari serangan anak kecil. Dengan santainya, ia bersalto menghindari semua serangan dengan tangan yang terlipat di belakang kepalanya.
"Hei, ayolah. Apa hanya itu serangan andalanmu?" tantangnya.
"Akan kubuat kau menyesal." Sang pemuda bertopeng menyeringai kecil, ia memutar tubuhnya seperti gasing dan mengayunkan katanya-nya tepat ke arah perut samping targetnya.
"Lucky!"
"Eh?"
Dengan cepat, sang target menunduk dan mengayunkan kaki kanannya pada lutut lawannya. Sebelum sang pemuda menyadari serangan balasan lawannya, ia sudah terpelanting.
Bruk!
"Aahkk!"
"Aku yang menang~" ucap sang target dengan riangnya, dia berputar-putar sambil mengepakkan tangannya layaknya bocah kecil. Kegembiraan terlihat jelas pada wajahnya, seolah baru saja memenangkan game.
"Selamat, Naruto. Kau memang hebat," puji sang pemuda, dia melepaskan topengnya, lalu bangkit sambil menopang tubuhnya dengan sebelah tangan. Sang target, Naruto, tertawa bangga dan bergaya seperti pemenang Olimpiade Champion.
"Ah~ tidak juga, kau juga hebat. Lagipula aku tak mungkin bisa selincah ini tanpa ajaranmu, Gaara."
"Hn." Gaara menepuk-nepuk pakaiannya yang kotor terkena debu.
"Oh, ya. Gaara, kau sudah kerjakan PR Kimia?" tanya Naruto, Gaara mengangguk pelan.
"Sudah dari siang tadi. Kalau mau meng-hard copy, sebaiknya lakukan sekarang, kau bisa tidur kemalaman nanti," sahut Gaara sembari melirik Naruto yang cengengesan sendiri.
"Ehehe~ aku nyontek, ya~"
BRAK!
"PAGI, BROOOOOOHH~!" Teriak Naruto sambil mendobrak pintu kelasnya dengan seenak jidatnya, tak peduli dengan keadaan pintu kelasnya yang hampir jebol dikarenakan sudah ribuan kali didobrak oleh Naruto. Entah apa yang membuat engsel pintunya bisa tetap bertahan hidup(?) oleh serangan brutal Naruto.
"Naruto, jangan berteriak. Aku jadi tidak bisa tidur," tegur Shikamaru sambil menguap lebar, pemuda yang rambutnya dikuncir itu kembali merebahkan kepalanya di atas meja. Naruto hanya nyengir melihatnya.
"Kau bisa dibantai Kakashi-sensei jika pintu kelas hancur dioperasi …," keluh Kankurou, tangan kanannya asyik memainkan ponselnya.
"Iya, iya. Sorry, deh." Naruto mengerucutkan bibirnya dan melangkahkan kakinya menuju tempat duduknya.
"Tunggu, Gaara mana?" tanya Kankurou.
"OSIS, bro. Gak tau ngapain," jawab Naruto seraya duduk di kursinya. /Lebih tepatnya, bertemu dengan salah satu Petinggi klan. Merepotkan … latihan saja harus lapor. Dasar Kakek-Kakek Tua Bangka yang sudah karatan …/ Ejek Naruto melalui batinnya, sementara keduanya tangannya sibuk mengeluarkan beberapa buku tulis dan peralatan tulisnya.
"Naruto, apa yang kau lakukan?" tanya Kankurou heran.
Naruto mengangkat sebelah alisnya, "menyiapkan buku, memang kau kira aku sedang makan?" balas Naruto.
Kankurou memutar kedua bola matanya, benar-benar butuh kesabaran ekstra dalam menghadapi teman sekelasnya yang satu ini. "Aku tahu, tapi bukannya hari ini tak ada pelajaran?"
Sontan, kedua tangan Naruto berhenti bergerak. Kedua permata Sapphire-nya menatap Kankurou dengan tatapan shock. "Apa …?"
"Yup. Gu. Ru. Ra. Pat. Na. Ru. To." Kankurou bersiap memasang Earphone dan menyetel sebuah lagu dengan volume yang tinggi. Melihat itu, Shikamaru menghela nafas panjang dan menutup kedua telinganya dengan jari telunjuknya.
"KENAPAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA?! KENAPA AKU TIDAK DIBERITAHU?! TEGANYA KALIAN PADA COWOK GANTENG SEPERTIKU!"
"Uzumaki Naruto?"
"Hai, Sasuke-sama."
Pemuda yang bernama Sasuke tersebut memicingkan matanya melihat foto wajah seorang pemuda berambut pirang, kedua permata hitam kelamnya menatap tajam melihat beberapa helai rambut yang berwarna perak diantara sekian banyaknya rambut pirangnya.
"Kau yakin dia termasuk dari klan yang hilang?" tanya Sasuke seraya melirik pengawal pribadinya.
"Hai. Dia sudah diperiksa oleh Shion, sudah terbukti bahwa anak itu termasuk anggota dari klan yang hilang. Selain itu, sejak berumur 15 tahun, dia sudah mengaku dengan terang-terangan bahwa dirinya termasuk anggota murni dari klan yang hilang. Akan tetapi, stamina, tehnik memakai senjata dan IQ di bawah rata-rata. Bahkan dia mendapat posisi terbawah diantara seluruh anggota klannya," jelas sang pengawal.
"Ahahahaha! Bodoh! Benar-benar, terlalu percaya diri. Apa setiap boneka selalu seperti itu?" ejek Sasuke sambil melempar foto di tangannya sembarangan.
"Sasuke-sama, mohon jangan dianggap remeh. Walau lemah, sejak adanya anak itu, klan tersebut telah berhasil merebut kembali daerah yang sudah kita ambil beratus-ratus tahun yang lalu dari mereka."
Sasuke berhenti tertawa, pemuda itu menatap tajam pengawalnya. "Apa maksudmu?! Bagaimana bisa gerombolan boneka itu merebut kembali wilayah mereka, HAH?!" Bentak Sasuke.
"Ma-maafkan Hamba, Hamba hanya ingin Anda berhati-hati. Menurut informasi terbaru yang baru saja sampai, dia ditemani oleh salah satu anggotanya klan yang juga menjadi saudara angkatnya. Dan saudaranya itu adalah Onyx."
"Onyx …? Heh, pantas saja mereka bisa menang."
"Jadi … Sasuke-sama?"
"Pergilah, informasinya cukup."
"Hai!" Sang pengawal berdiri dan melangkahkan kakinya keluar dari ruangan majikannya. Sekarang, hanya Sasuke sendiri yang berada di ruangan itu.
"Hm …" Sasuke memungut kembali foto yang sempat dibuangnya, lalu berjalan kembali ke singgasananya, yakni sebuah sofa empuk yang terbuat dari kulit yang mahal dan tentunya mewah. Setelah menyamankan diri, ia kembali memperhatikan dengan seksama pemuda yang ada di dalam foto tersebut.
"Boneka seperti kalian, memang membingungkan …," gumam Sasuke pelan, kedua matanya tak lepas dari helaian rambut berwarna perak yang tersembunyi dari rambut pirang pemuda yang ada di dalam foto tersebut.
"Sebagai Werewolf … aku tak akan membiarkan kalian kabur, lagi." Sasuke menggeram, "Rusionette …"
TBC
