THE STORY ABOUT YIXING LIFE
Author -Takii_yuuki-
Genre [ angst, drama, hurt/comfort, yaoi,family, friendship, romance]
Main cast :
Zhang Yixing/Lay,
Wu Yifan/Kris
Xi Luhan
Oh Sehun
Kim Junmyeon
and Other Character...
Rating : M
Length : Chaptered
Dislaimer : mereka milik orang tua mereka dan SMent, saya hanya pinjam nama.
Pin bb saya, siapa tau ingin berteman dengan saya : 5189737F
Warning : cerita ini mengandung unsur boys x boys,M-PREG! DON'T LIKE DON'T READ, Shonen-Ai, BL, Typo(s), typo bertebaran, ooc, author masih amatiran, tulisan bercetak miring itu tanda flashback dll
Mohon maaf. #deepbow kalau tidak suka silahkan di[x] ya, jangan bash author ya, saling menghargai. author menulis juga gak mudah. terima kasih pengertiannya.
Terinspirasi drama ICE ADONIS, dengan sedikit perubahan alur cerita, cerita ini menjadi versi Yixing.
Happy reading...
CHAPTER 1
Seoul, Today…
"Hah…" Bruk! Yixing menjatuhkan tubuhnya di lantai sambil menyeka keringatnya, seharian ini ia telah berkeliling Seoul untuk mencari pekerjaan tapi tidak ada hasil, cukup sulit memang bagi mantan napi untuk mencari pekerjaan kantoran meskipun ia lulusan sarjana, tapi Yixing pantang menyerah, ia akan berusaha lagi esok hari.
"Baru pulang?" sapa Baekhyun yang datang dari dapur.
"Ne, aku lelah sekali Baek." Keluh Yixing.
Baekhyun pun duduk di hadapan Yixing."Apa kau mendapat hasil?"
Yixing menggeleng. "Sulit mencari pekerjaan bagi seorang mantan napi, tapi aku akan mencari lagi besok."
"Eum Xing, se-sebenarnya aku ada sesuatu untukmu."ucap Baekhyun sedikit ragu.
Yixing mengeryitkan dahinya. "Ada apa Baek?"
Baekhyun bangkit dan mengambil sesuatu dari lemari. "Ini.." Baekhyun menyerahkan kartu nama pada Yixing.
"Kim Junmyeon, Direktur Perencanaan XOXO Ent. Apa ini Baek? Darimana kau mendapat kartu nama ini?"
"Direktur Jun, memintaku untuk menyuruhmu datang ke XOXO. Disana ada lowongan pekerjaan untukmu."
"XOXO Ent, itu adalah perusahaan Yifan. Junmyeon pernah menolak membantuku dan tidak percaya padaku kenapa sekarang dia menolongku? AKu tidak mau Baek." Tolak Yixing.
"Dia-dia ingin meminta maaf padamu. Dia hanya ingin membantumu Xing. Ayolah, kau sudah mencari pekerjaan selama beberapa bulan tapi hasilnya mana? Sekuat apapun, kau mantan napi Xing, sulit mencari pekerjaan yang cocok dengan bidangmu dan mendapat gaji besar. Ini kesempatanmu Xing, kau bilang kau akan mengeluarkan ibu dan adikmu dari rumah YooRa, kau juga bilang kau akan mencari Taeyong, kalau kau mengandalkan kerja di kedai, sampai mati kau tidak akan bisa melakukan kedua hal itu, ini kesempatan bagus Xing, apalagi dengan ini kau bisa membuktikan pada Yifan kalau kau bisa dan kau tidak akan diremehkan oleh Yifan dan YooRa." Yixing mencerna kata-kata Baekhyun. Ia memikirkan selama ini ia sudah melamar pekerjaan di berbagai kantor tapi hasilnya nol besar.
Flashback on
"Namaku Zhang Yixing, aku lulusan Sungkyungwan jurusan Design Grafis.." Yixing mengenalkan diri pada para pewawancara. Mereka melihat Surat Lamaran Yixing dan CV-nya, saat membaca bahwa Yixing adalah bekas napi mereka langsung menolaknya. "Saya akan membuat…" / "Selanjutnya…"ucap si pewawancara tanpa menghiraukan Yixing, Yixing pun terdiam.
Next Day..
"Konsep dari iklan ini adalah Go Green.." / "Tunggu, kau Zhang Yixing mantan napi yang pernah dipenjara karena kasus pembunuhan itu kan?" Tanya salah satu pewawancara di perusahan Hwaming. Yixing menghentikan presentasinya dan mengangguk, "Nde, tapi sungguh, aku bukan pembunuh."
"Berani-nya kau melamar disini. Keluar kau! Keamanan.. bawa namja ini keluar!" usir namja yang mewawancarainya barusan. 2 orang petugas keamanan datang dan menyeret Yixing keluar.
"Tidak, aku mohon, aku bukan pembunuh. Aku bisa memberikan yang terbaik untuk kalian. Kumohon.." pinta Yixing namun tidak di dengar oleh mereka.
Next day, again…
"Tunggu, sebelumnya aku ingin mengatakan pada kalian, aku bukan pembunuh. Aku memang pernah di penjara tapi aku di fitnah. Aku bukan pembunuh."
"Sebenarnya, aku tertarik dengan CV dan semua pengalaman kerjamu tapi kami mempertimbangkan bagaimana pendapat pegawai yang lain jika kami menerima mantan napi seperti dirimu, sungguh orang sepertimu yang kami butuhkan tapi kami tidak bisa mengorbankan semua pegawai kami hanya untukmu, maafkan kami saudara Zhang Yixing."
Begitu seterusnya, hanya penolakan yang Yixing terima.
Flashback off
Yixing menghela nafas, sepertinya tidak ada salahnya menerima tawaran dari Junmyeon, lagipula ia bisa membuktikan bahwa ia bisa melakukan yang lebih baik dari YooRa.
"Baiklah, aku akan mendaftar besok." Ucap Yixing pada AKhirnya.
"Nah begitu kan enak. Kau hanya perlu membuktikan pada mereka kalau kau lebih baik dari mereka." Yixing mengangguk, ia kembali melihat kartu nama Junmyeon.
Flashback on
"Suho, Suho kumohon tolong aku, aku tidak melakukannya, aku tidak menjual data kita ke Cube. Aku bersumpah Suho, kau juga tahu kan saat kejadian itu aku dimana, aku minta tolong, tolong kau ambil rekaman CCTV saat kejadian itu. Rekaman itu akan membuktikan kalau aku tidak bersalah." Mohon Yixing memelas.
"Untuk apa membantumu? Jelas-jelas kau mengirim file itu dari alamat email-mu, kau masih mengelak juga." Suho menyeringai tipis. Yixing menggeleng keras.
"Kumohon, Suho tolong aku. Suho-Suho.." Suho meninggalkan Yixing dan tak mengubris panggilan Yixing, ia terus berjalan, tak peduli saat Yixing ditangkap pihak keamanan.
Flashback off
.
.
.
Yixing berhenti di depan gedung perkantoran yang cukup megah, ia menatap gedung itu dari pintu masuk sampai keatas. Ia menghembuskan nafas panjang kemudian berjalan dengan percaya diri masuk ke XOXO Ent.
"Ada yang bisa saya bantu?" Tanya resepsionis yang bertag name DokMi.
"Aku ingin bertemu dengan Direktur Jun, Kim Junmyeon." Jawab Yixing mantap.
"Apa sudah ada janji dengan Direktur sebelumnya?"
"Ah itu, aku sudah menelpon-nya kemarin, memang sudah janji bertemu tapi tidak resmi." Jawab Yixing bohong, dia memang belum pernah menelpon Suho sampai saat ini.
"Maaf, siapakah nama anda?"
"Zhang Yixing."
"Baik Tuan Zhang, mari ikut saya." DokMi mengantar Yixing ke ruang kerja Junmyeon di lantai 5.
TING! Lift berhenti di lantai 5. DokMi berjalan lebih dulu dan diikuti Yixing dibelakangnya. "Tolong tunggu sebentar." DokMi meminta Yixing menunggu.
TOK-TOK-TOK! "Masuk.." ucap suara dari dalam. CKLEK! DokMi masuk lebih dulu. "Maaf Direktur, ada yang ingin bertemu dengan anda."
"Siapa?" Tanya Junmyeon menghentikan pekerjaan-nya.
"Tuan Zhang Yixing." Suho terkejut, "Suruh masuk." Perintah Suho.
"Baik Direktur." DokMi keluar dan menyuruh Yixing masuk.
.
"Yixing, akhirnya kau datang." sapa Suho dengan wajah berseri. Yixing hanya menatapnya datar. Ia masih mengingat perlakuan Suho padanya dulu. "Duduklah." Suho menyuruh Yixing duduk di sofa yang ada di kantornya. Tanpa berkata banyak Yixing duduk diikuti Suho.
"Kau mau minum apa? Aku akan memanggil OB untuk membuatnya."
"Tidak usah basa-basi denganku. Pekerjaan apa yang kau tawarkan padaku? Kau bilang kau akan membalas semua yang kau lakukan padaku? Kau bilang kau akan menolongku?"
"Tidakkah kau beristirahat dulu, kau terlihat lelah."
"Aku berjalan sejauh 5 km dari stasiun menuju karena aku tidak memiliki cukup uang untuk naik Taksi. Kalaupun naik bis, harus 3 kali dan menghabiskan lebih dari 10rb Won sedangkan Uangku hanya tinggal 10rb won, Itupun untuk makan sampai besok. Untukku berjalan 5 km tidaklah membuatku mati."
"Ma-maaf aku tidak tahu."
"Sekarang katakan, pekerjaan apa yang kau tawarkan padaku? Aku ingin cepat bekerja, aku ingin cepat mengeluarkan ibu dan adikku dari rumah neraka itu dan mencari anakku yang hilang."
"Baiklah,langsung saja, perusahaan ini membutuhkan designer grafis untuk menggantikan park Min Young dan kau adalah seorang design grafis yang hebat. Kau bisa menjadi kandidat yang kuat untuk mengalahkan ketiga kandidat yang lain. Kalau kau berhasil, design mu akan digunakan untuk Promosi Tour Konser Band TRAX"
"Kapan aku bisa bekerja disini?"
"Segera serahkan Serahkan CV-mu, dan contoh design-mu padaku. Besok ada penjurian untuk ketiga kandidat terpilih, aku bisa memasukkanmu sebagai kandidat ke-empat. Berikan design terbaikmu sebelum pukul 10 padaku."
"Baiklah."
"Ok. Tema-nya 'The Future, Start Here.'"
"Baiklah, aku mengerti. Apa hanya itu atau ada yang lain?"
"I-Itu saja. kenapa Xing?"
"Kalau begitu aku akan pulang." Yixing bangkit namun tangannya ditahan Suho.
"Tunggu, aku akan mengantarmu."
"Tidak usah, aku harus bekerja di kedai setelah dari sini. Terima kasih." Yixing melepas tangan Suho dan berjalan menuju pintu.
"Yixing.." panggil Suho lagi.
"Ada apa lagi?" Yixing berbalik, Suho menghampirinya. Ia mengambil dompet dari sakunya dan mengambil beberapa lembar uang ratusan ribu Won kemudian ia sodorkan pada Yixing.
"Apa ini?" Yixing mengerutkan dahinya bingung.
"Untukmu."
"Apa maksudmu?" Tanya Yixing marah.
"Aku meminjami-mu uang untuk membeli pakaian baru. Kau harus tampil menarik besok. Kau bisa mengembalikan uang ini setelah kau mendapat gaji pertama-mu, tanpa bunga." Yixing terdiam, ia melihat uang yang disodorkan Suho untuknya. "Kau harus membuat mereka terkesan dengan penampilanmu. Buktikan kalau kau bukan Zhang Yixing yang dulu lagi. Ambilah." Yixing menghela nafas, akhirnya ia mengambil uang itu.
"Aku akan kembalikan setelah aku mendapat gaji pertamaku. Kalaupun ada bunga dari pinjaman ini, aku akan menghitungnya juga sesuai dengan suku bunga bank saat ini. Dan besok aku akan kembalikan bersama bunga-nya." Suho tersenyum. Yixing pun kemudian berlalu.
.
.
BRUK! Yixing tak sengaja bertabrakan dengan seorang namja. Ia tak jatuh hanya sedikit terhuyung di belakang.
"Aw.." rintih Yixing memegang bahunya yang sedikit nyeri. Sedangkan Namja yang ditabrak itu tak berkata apa-apa. Ia terdiam setelah melihat siapa yang dia tabrak. Yixing menegakkan kepalanya dan melihat namja yang dia tabrak ternyata Yifan.
"Yifan.."sapa Yixing.
"Sedang apa kau disini? Bagaimana kau bisa masuk kemari tanpa ada pengawalan?"Tanya Yifan dengan tatapan benci.
"Kenapa kau ini?Sebegitu bencinya kah dirimu padaku sampai kau begitu jijik saat melihatku?"
"Tentu saja aku sangat membencimu, aku sangat membenci orang yang telah membunuh adikku."
"Berapa kali harus aku bilang padamu kalau aku tidak membunuh Kyungsoo, aku menolongnya bukan membunuhnya."
"Mana mungkin ada pembunuh yang mengakui perbuatannya." Ucap Yifan sarkastis.
"Terserah apa katamu, tapi aku kesini bukan untuk menemuimu jadi kau tidak perlu menghabiskan tenagamu untuk memaki-ku. Permisi Tuan Wu Yifan." Yixing melenggang pergi meninggalkan Yifan.
Yifan mengepalkan tangan-nya dan menggeram. Ia tak percaya bisa bertemu lagi dengan Yixing dikantornya.
.
.
Sepulang dari kantor Yifan, ia kembali bekerja di kedai. Yixing membersihkan meja dan mengambil piring kotor untuk dicuci. Saat akan menuju dapur ia melihat seorang anak kecil berdiri sambil memakan lollipop di depannya, tiba-tiba ia teringat akan putranya Taeyong.
"Taeyong-Taeyong.." panggil Yixing, ia menjatuhkan piring yang dia bawa, kemudian berlari menghampiri anak kecil itu dan memeluknya.
"Taeyong, Taeyong putraku." Yixing terus memeluk anak itu. Anak itu menangis ketakutan. "Umma.." panggil anak kecil itu pada Umma-nya. Yixing melepaskan pelukannya dan menggulung kemeja lengan anak itu, ia ingin mencari tanda lahir yang ada di tangan Taeyong.
Saat akan membuka lengan kemeja anak itu, sang ibu dari anak itu datang dan merebut anaknya dari Yixing, begitu juga dengan teman Yixing yang memisahkan Yixing dari anak tersebut.
"Anakku.." ibu itu memeluk anaknya dan membawa pergi anaknya dari kedai itu.
"Taeyong, dia Taeyong putraku.. jangan pergi." Yixing meronta hebat dipelukan temannya.
"Yixing sadar, dia bukan Taeyong, dia orang lain Xing."
"Myungsoo, dia anakku, dia Taeyong." kekeh Yixing.
"Yixing dengarkan aku, dia bukan Taeyong, percaya padaku Xing, dia bukan Taeyong. bukan anakmu." Myungsoo memeluk erat Yixing hingga ia merasa Yixing tidak meronta lagi. "Tenangkan dirimu, aku disini. Aku bersamamu. Dia bukan putramuu Xing."
"Taeyong.. Taeyong anakku.." ucap Yixing lemah.
.
.
"Bagaimana hasil wawancaramu? Apa kau berhasil masuk?" Tanya Baekhyun setelah melihat Yixing masuk.
"AKu akan menyerahkan CV dan contoh design-ku pada Suho besok."
"Aku yakin kau pasti bisa." Yixing mendudukkan dirinya di lantai dan bersandar lemah di tembok, "Kau kenapa? kenapa wajahmu pucat sekali?"
"Aku melihat Taeyong.."ucapnya sambil menerawang langit.
"Taeyong? kau melihatnya? Dimana?"Tanya Baekhyun tak percaya.
"Tadi di kedai. Aku melihatnya, aku yakin dia Taeyong tapi Myungsoo bilang dia bukan Taeyong, bukan anakku." Ucap Yixing kemudian menangis. Baekhyun yang iba segera menghampirinya dan memeluknya.
"Bersabarlah, aku yakin Taeyong akan segera ditemukan. Sebentar lagi."
"Aku merindukan Taeyong, aku sangat merindukannya Baek.."
"Iya aku tahu. Kita juga sedang mencarinya Xing, tenangkan dirimu. Sekarang lebih baik kau focus dan berusaha mendapatkan posisi di perusahaan itu dan mengambil semua yang telah mereka renggut darimu. Kalau kau berhasil, kau akan dengan mudah mencari Taeyong dan membawa pergi ibu dan adikmu dari rumah itu." Yixing mengangguk, ia mengangguk pelan dalam pelukan Baekhyun.
.
Malam harinya Yixing membuat contoh design yang akan dia berikan pada Suho esok. Ia bekerja semalaman untuk membuat design tersebut.
'Aku akan mengambil semua yang sudah kalian rebut dariku. Kang YooRa.' Bathin Yixing.
.
'Selama ini aku selalu kalian bodohi, aku memang bodoh tapi sekarang aku bukan Yixing yang bisa kau bodohi lagi. Aku bukan Yixing yang dulu, bukan Yixing yang lemah dan mengiba pada keluarga Kang dan padamu Yifan. Aku akan buktikan pada kalian, siapa Zhang Yixing yang sebenarnya.'
.
'Terlalu banyak ide yang terpendam lama diotakku, ide ini sudah lama ingin membebaskan dirinya dari kungkungan dan sekarang inilah saatnya. Kalian akan mengemis padaku. Aku bersumpah akan membalas perbuatan kalian padaku.'
.
.
.
Keesokan harinya Yixing bersiap-siap untuk pergi ke kantor XOXO Ent. Ia menyiapkan dirinya sesempurna mungkin. Uang dari Suho belum ia gunakan sama sekali. Ia akan menggunakannya saat ia benar-benar membutuhkannya.
1 jam perjalanan ke kantor XOXO Ent, Yixing akhirnya sampai. Menemui Dokmi dan meminta untuk bertemu Suho. Dokmi mengantar Yixing ke ruang kerja Suho.
"Terima kasih sudah datang kembali. Akhirnya kau menerima tawaranku."
"Aku tidak akan menolak tawaran untuk kembali kemari."
"Kau tenang saja, ku pastikan kau masuk kembali ke XOXO. Kalaupun kau gagal kau tetap akan bekerja disini."
"Terima kasih Suho."
"Baiklah, aku akan memeriksa contoh design-mu." Yixing mengangguk, ia menunggu Suho memeriksa contoh design-nya. "Berapa lama kau menyelesaikan design ini?"
"Semalaman."
"Semalaman?"Tanya Suho menyakinkan kalau pendengarannya tidak salah.
"Nde, kenapa? ada yang salah?" Suho menggelengkan kepalanya tak percaya.
"Apa kau tahu, designeer kami butuh waktu 1 minggu untuk menyelesaikan design seperti ini."
"Itu design sederhana, kalau design yang lebih komplek, setidaknya butuh waktu 2 hari."
"MWO!" Suho terkejut, ia benar-benar tak menyangka dengan kemampuan Yixing yang jauh berkembang 100x lipat menurutnya.
"Ada apa? Apa butuh revisi? Kalau memang butuh revisi serahkan padaku, aku akan mengubahnya." Suho menggeleng.
"Ini sempurna Xing, design-nya akan ku bawa rapat. Kau tunggu disini. Aku pastikan design-mu-lah yang diterima disini."Suho menyiapkan bahan untuk rapat."Apa kau punya nickname?"
"Nickname? Um dipenjara mereka sering memanggilku Lay."
"Lay, baiklah, tunggu sebentar, nanti aku akan meminta OB membawakan kopi untukmu. Aku pergi dulu." Suho pun meninggalkan Yixing di ruangannya dan pergi rapat.
.
.
Di ruang rapat.
"Sesuai dengan konsep kita 'The Future Start Here', kompetisi buta Kali ini kami sudah menjaring 3 kandidat untuk mengisi posisi design grafis di XOXO Ent. Direktur Suho baru saja mengajukan satu kandidat lagi dan setelah diperiksa, design-nya lulus criteria. Jadi terpilihlah 4 kandidat untuk mengisi posisi design grafis di XOXO. Selanjutnya mari kita sama-sama menyaksikan contoh design yang dibuat masing-masing kandidat dan kita akan mengadakan pemungutan suara untuk menentukan kandidat yang terpilih."
Sekretaris Nam memulai presentasi dari masing-masing kandidat. Para ahli teknologi, para dewan direksi, direktur perencanaan, President Direktur serta wakil-nya, dan juga Band TRAX yang bekerja sama dengan XOXO, mereka mengamati presentasi dari masing-masing kandidat.
Mereka saling berunding untuk menentukan kandidat yang terpilih hingga akhirnya selesailah presentasi dari masing-masing dewan direksi beserta jajaran-nya sudah menentukan pilihan-nya dan sekretaris Nam memulai menghitung perolehan suara-nya.
.
Di dalam ruang kerja Suho, Yixing menunggu dengan cemas, ia berdoa dan berharap miliknya lah yang terpilih.
.
"Sudah dihitung jumlah suara yang masuk dan terpilihlah kandidat untuk mengisi posisi Design Grafis di XOXO Ent menggantikan Nona Park Min Young. Dan terpilihlah kandidat nomor 4, Tuan Lay."
"Yes!" seru Suho pelan. Mereka bertepuk tangan atas terpilihnya Lay. "Konsep design dari Tuan Lay akan digunakan untuk promosi konser Grup Band TRAX yang akan digelar 2 bulan lagi. Selanjutnya jajak pendapat, bagi yang keberatan mohon segera disampaikan untuk di evaluasi."
Mereka tak memberikan komplain, justru pujian lah yang mereka katakan.
"Design-nya bagus, aku suka sekali. Aku tidak mau yang lain." Ujar Gitaris TRAX.
"Ya, design-nya kreatif, aku tidak sabar bertemu dengan designer-nya dan membicarakan konsep kami nanti." Sambung sang vokalis.
"Suho, kau kan yang memasukkan kandidat ke-empat ini? Pilihanmu sungguh tepat, aku ingin sekali bekerja sama dengan orang ini, dia pasti akan memberikan kontribusi untuk perusahaan dan aku yakin XOXO akan lebih berkembang." Puji YooRa.
Suho tersenyum tipis, 'Setelah kau tahu siapa orang ini, apa kau akan memujinya lagi?'bathin Suho.
"… dia sangat berbakat, XOXO membutuhkan orang seperti ini. Benarkan Pres-Dir Yifan?" sambung YooRa.
"Nde, aku setuju. Sekretaris Nam, buatkan surat kontrak untuk Tuan Lay segera. Telepon dia sekarang, suruh dia untuk kemari."
"Baik Pres-Dir."ucap Sekretaris Nam.
"Tidak usah di telepon, dia sudah disini. Aku akan panggilkan. Ah iya, sekretaris Nam, tolong surat kontraknya. Aku pastikan dia akan membubuhkan tanda tangan-nya disini. Kalian tahu dia agak sedikit rumit."
"Baik Direktur Jun." Sekretaris Nam mengambil kontrak kerja yang telah disiapkan dan diberikan pada Suho.
"Ok, bagus. Tunggu sebentar, aku akan memanggilnya dan kalian bisa membicarakan tentang konsep design dengan TRAX. Permisi." Suho meninggalkan ruang rapat dengan senyum lebar, ia tak sabar melihat reaksi Yifan dan YooRa kalau mereka tahu siapa yang memenangkan kompetisi ini.
.
.
CKLEK! Pintu ruang Suho terbuka. Yixing menoleh dan melihat Suho masuk dengan wajah sedih.
"Bagaimana? Apa yang terjadi? Apa aku gagal? Siapa yang menang?" Yixing memberondong pertanyaan pada Suho.
Suho menghela nafas, "Maafkan aku Xing…" Yixing membekap mulutnya.
.
.
"Konsep untuk konser kalian nanti 'The Future Start Here' kami akan mendirikan 4 kaki raksasa yang terbuat dari baja setinggi sekitar 50 meter yang mengelilingi sekitar panggung. Kaki-kaki itu akan bergaya futuristic dengan … " YooRa menjelaskan konsep itupada Grup Band TRAX. Kata-katanya terhenti saat pintu ruang rapat terbuka. Suho masuk lebih dulu.
"Direktur Jun, DiMana calon Design Grafis kita yang baru, aku sudah tidak sabar melihatnya." Ucap YooRa penuh semangat.
"Sebentar, dia ada dibelakang." YooRa ber-oh ria, kemudian ia mengambil minumnya karena kehausan.
CKLEK! Pintu ruang rapat terbuka, semua mata tertuju pada seseorang yang masuk. "Nah itu dia, yang terpilih." Tunjuk Suho. Yixing melangkah masuk dengan percaya diri.
"Selamat Siang, perkenalkan namaku Zhang Yixing, Creative Designer yang baru. Mohon bantuannya." Yixing membungkuk memberi terbelalak,ia menjatuhkan gelasnya saking kagetnya.
"Yixing, mulai besok kau akan bekerjasama dengan Sekretaris Kang YooRa untuk mengerjakan konsep konser band TRAX."
"Nde Direktur Jun..- kemudian beralih ke YooRa,-..Mohon kerjasamanya Sekretaris Kang." Ucap Yixing sambil menatap YooRa dengan tatapan misteriusnya. YooRa mendadak speechless. Tubuhnya sedikit terhuyung kebelakang. Yifan tak kalah terkejutnya begitu juga dengan para dewan direksi.
'Y-Yixing..' bathin YooRa ketakutan.
.
.
.
TBC
Terinspirasi drama Ice Adonis. Dengan sedikit perubahan dan alur cerita tapi intinya sama. Kisah awal Yixing saya Skip, initnya dia pernah dipenjara karena difitnah dan sekarang focus ke Yixing yang ingin mencari pembuktian bahwa dia tidak bersalah.
Butuh saran untuk perbaikan. Maaf banyak Typo, maklum edit cepet. Review please, kalau kalian review ceritanya aku lanjutkan, kalau nggak ada yan sudah cerita ini sampai disini saja.
Bagi yang menunggu kelanjutan Love Dunk, When Uri Changmn Jealous, sabar ya, sedang diketik.
