THE STORY ABOUT YIXING LIFE
Author -Takii_yuuki-
Genre [ angst, drama, hurt/comfort, yaoi,family, friendship, romance]
Main cast :
Zhang Yixing/Lay,
Wu Yifan/Kris
Xi Luhan
Oh Sehun
Kim Junmyeon
and Other Character...
Rating : M
Length : Chaptered
Dislaimer : mereka milik orang tua mereka dan SMent, saya hanya pinjam nama.
Pin bb saya, siapa tau ingin berteman dengan saya : 5189737F
Warning : cerita ini mengandung unsur boys x boys,M-PREG! DON'T LIKE DON'T READ, Shonen-Ai, BL, Typo(s), typo bertebaran, ooc, author masih amatiran, tulisan bercetak miring itu tanda flashback dll
Mohon maaf. #deepbow kalau tidak suka silahkan di[x] ya, jangan bash author ya, saling menghargai. author menulis juga gak mudah. terima kasih pengertiannya.
Terinspirasi drama ICE ADONIS, dengan sedikit perubahan alur cerita, cerita ini menjadi versi Yixing.
Happy reading...
CHAPTER 2
Previous Chapter :
"Yixing, mulai besok kau akan bekerjasama dengan Sekretaris Kang YooRa untuk mengerjakan konsep konser band TRAX."
"Nde Direktur Jun..- kemudian beralih ke YooRa,-..Mohon kerjasamanya Sekretaris Kang." Ucap Yixing sambil menatap YooRa dengan tatapan misteriusnya. YooRa mendadak speechless. Tubuhnya sedikit terhuyung kebelakang. Yifan tak kalah terkejutnya begitu juga dengan para dewan direksi.
'Y-Yixing..' bathin YooRa ketakutan.
.
.
Yixing tersenyum kepada semua orang yang ada di ruangan itu termasuk pada Yifan dan Yoora.
"Bagaimana bisa anda memilihnya Direktur Jun, anda tahu dia mantan narapidana, kita bisa memilih konsep yang lain daripada konsep buatannya." Yoora mencoba membatalkan penunjukkan Yixing sebagai creative designer yang baru. "Maaf Jay (vokali Trax), tapi kita akan mencarikan konsep design yang baru. Maafkan kami."
Yixing hanya diam, ia masih dengan posisinya berdiri di tengah sambil mengulas senyum.
"Apa maksudmu? Mengganti konsep design yang sudah terpilih hanya karena dia mantan narapidana? Cih, kalian ini perusahaan besar bagaimana bisa kalian membatalkan konsep yang sudah kami pilih dan kalian pilih sendiri hanya karena statusnya sebagai mantan narapidana, aku juga pernah di penjara karena kasus mengemudi karena mabuk. Kalau begitu kalian juga meremehkanku, baiklah jika itu mau kalian, kita batalkan kontrak kita tapi creative designer yang kau tolak ini ikut bersama kami, kami akan carikan perusahaan yang mau mempekerjakan-nya karena kemampuannya dan tidak diremehkan karena statusnya sebagai mantan narapidana." Ucap Jay panjang lebar.
Para dewan direksi terkejut dengan keputusan Jay, mereka tidak mungkin melepas begitu saja proyek yang nilainya milyaran Won.
"Come on guys, kita pergi dari sini. Perusahaan ini tidak memiliki kompetensi." Jay mengajak member band-nya yang lain untuk meninggalkan XOXO namun ditahan oleh Suho.
"Tunggu-tunggu sebentar, jangan pergi. kami tidak akan mengganti konsep yang telah kalian pilih. Lay tetap menjadi konseptor kalian di promo tour dan konser kalian nanti, kalian tidak usah khawatir."
"Suho, kau tidak berhak melakukan itu." Sanggah Yifan.
"Oh ya, aku bisa Wu Yifan. Kita akan bicara tapi aku akan mengantar Jay dan teman-teman-nya ke ruanganku dulu. Mari ikut ke ruanganku, kita akan membicarakan konsep tour-mu tapi aku harus menyelesaikan urusan ini sebentar." Suho mengantar Jay dan teman-teman-nya ke ruangannya.
Yoora menatap Yixing dnegan tatapan tidak percaya. Ia mengepalkan tangannya erat. begitu juga dengan Yifan yang tak percaya Yixing bisa masuk perusahaan-nya dengan mudah.
Beberapa saat kemudian, CKLEK! Suho masuk kembali ke ruangan rapat. "Kalian tidak mempersilahkan Yixing duduk."
"Tidak perlu." Tolak Yoora, "Dia harusnya tidak menginjakkan kakinya disini, beraninya dia masuk kemari."
"Aku yang mengundangnya. Dan dia berhasil mengalahkan kandidat lain, dengan penjurian buta."
"Tapi dia terlambat. Dia tidak mengikuti seleksi seperti yang lain dan kau pasti sudah bicara dengan dewan direksi lain untuk memasukkan mantan napi itu kemari."
"AKu bertemu Yixing kemarin, dan aku langsung memintanya membuat design, dia baru menyerahkannya tadi saat aku terlambat ikut rapat. Rapat dewan direksi hari ini dan kemarin aku di ruanganku tidak keluar sama sekali, tanyakan pada sekretarisku Kang Yoora."
"Dia memakai nama palsu."
"Itu bukan masalah yang penting dia memenuhi criteria dan lolos seleksi. Dewan Direksi yang terhormat, apa kalian rela kehilangan proyek milyaran Won hanya karena status Yixing yang mantan napi? Kalian rela di cap jelek oleh klien kita yang lain hanya karena seperti ini. Kalian tahu TRAX band yang sedang naik daun saat ini, mereka mempersiapkan tour terbesar mereka dan perusahaan lain berebut untuk menjadi konseptor Tour mereka, akhirnya mereka memilih kita dan memilih konsep kita, konsep dari Yixing tapi masalah pribadi Kang Yoora membuat TRAX hampir membatalkan kontrak dengan kita. Perusahaan DaeJun saingan kita siap untuk menerima TRAX dan mempekerjaan Yixing disana, bahkan Daejun akan menawarkan sesuatu yang lebih baik dari kita. Kalau bukan karena aku yang me-lobby TRAX, mereka akan memilih Daejun, aku akan menawarkan Yixing pada Daejun. Mereka akan menerima Yixing dengan senang hati."
"Direktur Jun benar, kami tidak akan mempermasalahkan status saudara Yixing. Kami tidak mauu ambil resiko kehilangan klien milyaran Won hanya karena masalah Pribadi sekretaris Kang dan Presdir Yifan." Ujar salah satu dewan direksi.
"Ya kami setuju, kami tetap akan menerima saudara Yixing sebagai creative designer yang baru. Kalau sekretaris Kang keberatan anda bisa mengundurkan diri dari perusahaan ini." Mata Yoora terbelalak, ia tak percaya salah satu dewan direksi menyuruhnya mundur hanya karena Zhang Yixing. ia mengepalkan tangannya erat.
Yixing semakin menyeringai, ia diam tapi menyimpan rasa bahagia yang membuncah karena ia didukung 100% oleh para dewan direksi.
Akhirnya Yifan angkat bicara, "Baiklah, mulai besok Zhang Yixing adalah creative designer kita yang baru. Direktur Jun, tolong pertahankan TRAX agar mereka tidak membatalkan kerjasamanya dengan kita."
"Oke, bisa diatur." Jawab Suho santai. Yixing membungkuk pada Yifan, "Terima kasih Presdir Yifan atas kesempatan yang sudah diberikan kepada saya." Ucapnya sambil menatap Yifan dengan tatapan misteriusnya.
Yifan menghela nafas, ia sebenarnya juga tidak mau Yixing kembali ke XOXO tapi mengingat perusahaannya sedang mengalami kesulitan dan TRAX adalah klien besar, ia tidak bisa melepas TRAX begitu saja.
Suho mengacungkan jempol pada Yixing dan Yixing mengangguk pelan sebagai balasannya.
.
.
.
Setelah perdebatan cukup sengit akhirnya Yixing diterima di XOXO dan akan mulai bekerja besok. Ia berjalan keluar dari lift namun tiba-tiba tubuhnya di dorong hingga menabrak tembok.
"Akhh…" rintih Yixing. Lehernya di tekan lengan Yoora.
"Zhang Yixing apa maksudmu mendaftar kemari? Apa yang kau inginkan?" Tanya si pelaku yang ternyata adalah Kang Yoora.
"Apa maksudmu Kang Yoora aku tidak mengerti?" Tanya Yixing santai sambil menahan sakit.
"Apa tujuanmu masuk kemari? Membalas dendam padaku? Merebut Yifan kembali dariku."
"AKu bukan namja yang suka merebut kekasih orang lain. Apalagi statusnya adalah suamimu. Itu bukan aku, beda lagi kalau itu dirimu Kang Yoora."
"Kurang ajar.." Yoora mengangkat tangannya dan akan menampar Yixing tapi ditahan oleh Suho. bersamaan dengan itu Yifan, para dewan direksi dan Band TRAX keluar untuk makan siang, mereka terkejut melihat sikap Yoora yang menurut mereka sangat kasar.
"Apa-apaan kau ini? Kau ingin menampar Yixing? apa salahnya? Kau tidak malu dilihat dewan direksi dan yang lain, termasuk suamimu sendiri?" Yoora terkejut, ia menghempas tangan Suho dan berbalik, ia melihat para dewan direksi yang sedang berbisik dan juga Yifan yang menatapnya dengan tatapan malu.
"Y-Yifan, i-i-ini bisa-bisa aku jelaskan. Aku-aku.." ucapnya terbata-bata.
"MEmalukan! istri presdir melakukan perbuatan seperti itu hanya karena masalah pribadi. Mereka tidak bisa membedakan antara urusan pribadi dan kantor."
"Yixing kau tidak apa-apa?" Tanya Suho, Yixing menggeleng, "Aku antar pulang ya.."
"Tidak usah, aku bisa sendiri, terima kasih Direktur Jun."
"Sudah tidak apa-apa, ayo aku antar pulang." Ucap Suho langsung menarik tangan Yixing dan mereka pun melenggang pergi meninggalkan Yoora dan semuanya.
Yifan menghela nafas kecewa, kemudian ia memisahkan diri dan kembali ke ruangannya. "Y-Yifan-Yifan.." panggil Yoora namun Yifan hanya berlalu kemudian Yoora mengejarnya.
BRAK! Yifan membanting pintu ruang kerjanya. Ia menggebrak meja hingga air minumnya tumpah.
CKLEK! Yoora masuk. "Yifan aku minta maaf, itu tidak seperti yang kau lihat."
"AKu tidak mengerti apa yang kau lakukan? Kau membuat aku malu Yoora. Para dewan direksi menganggapmu buruk saat ini, apa kau ingin menambahnya lagi."
"AKu tidak suka Yixing disini."
"Kau kira aku suka, kau kira aku mau satu perusahaan dengan pembunuh adikku, tentu saja tidak tapi coba kau pikirkan sekarang, perusahaan kita sedang kesulitan uang dan TRAX satu-satunya Klien yang menginvestasikan uangnya hampir 4 milyar Won pada kita. Aku tidak mau kehilangan satu-satunya klien yang bisa menyelamatkan perusahaan kita. Mengertilah, aku juga tidak mau."
"Yifan.."
"Aku sedang tidak mau berdebat Yoora, kembalilah ke ruanganmu. Kepalaku sakit."
"Baiklah, tapi kalau kau butuh aku, kau bisa memanggilku." Yifan mengangguk, akhirnya Yoora pun keluar dari ruangan Yifan. Di luar Yoora menggeram marah, 'Aku tidak akan membiarkanmu tenang disini Zhang Yixing.'
.
.
"Kau cukup tenang saat menghadapi Yoora tadi." Suho memulai pembicaraan di dalam mobil aat mengantar Yixing pulang ke rumahnya.
"Aku sudah kebal dengan orang-orang seperti dia."
"Ya, mulai besok, kau akan sering mendengar dia mengomel, kau tahu dia seperti ahjumma kehabisan diskon."
"Yoora memang seperti itu, sejak dulu dia tidak menyukaiku, bahkan saat kami masih sekolah, dia sering membully-ku bersama geng-nya."
"Kau sudah siapkan konsep untuk besok."og
"Semua sudah ada di otakku."
"Kalahkan dia, aku yakin kau pasti bisa."
"AKu sudah merencanakan semuanya, kau tenang saja."
.
.
Yixing pun sampai di rumahnya. Saat sampai di rumah ia terkejut karena ada tamu yang dia tidak kenal duduk di ruang tamu sedangkan Baekhyun tidak ada.
"Maaf anda siapa?" Tanya Yixing waspada. Tamu itu berdiri dan memperkenalkan dirinya.
"Perkenalkan namaku Chen Xue Dong. Aku teman Baekhyun." Ucap Chen sambil membungkukkan badannya."
"Kau sudah pulang Xing?" Tanya Baekhyun yang baru saja keluar dari dapur sambil membawa minuman.
"Baek, dia temanmu?"
"Kalian sudah berkenalan? Ya dia temanku. Chen adalah wartawan."
"Wartawan?" Tanya Yixing bingung. Chen hanya tersenyum sebagai jawabannya.
.
Akhirnya mereka duduk bertiga, Baekhyun memberikan alasan dia mengajak Chen ke rumahnya adalah untuk membantu Yixing menemukan Taeyong dan bukti-bukti bahwa ia (Yixing) tak bersalah.
"Jadi begitu Xing maksudku membawa Chen kemari." Ujar Baekhyun.
"Kau benar-benar bisa membantuku menemukan putraku Taeyong dan bukti-bukti bahwa bukan aku pelaku tabrak lari itu dan pelaku yang menjual hasil rancangan design XOXO ke Jegguk?"
"Ya tentu saja tapi aku juga minta bantuanmu, aku tidak bisa sendiri melakukannya."
"Ya, aku juga akan membantumu. Apa yang bisa aku bantu?" Tanya Yixing antusias.
"AKu butuh akses penuh ke mainserver perusahaanmu dan CCTV jalan saat terjadi kecelakaan itu."
"Kenapa kau butuh itu? Bukankah rekamana itu terjadi 5 tahun lalu. pasti sudah dihapus." Chen menggeleng.
"Tidak Xing, rekaman itu pasti disimpan di hard drive yang ada di mainserver perusahaanmu dan aku akan memeriksanya, meskipun butuh waktu yang tidak sebentar tapi aku akan menemukannya."
"Baiklah, lalu CCTV jalan saat kecelakaan itu?" Yixing dalam mode berpikir, "Ada kantor polisi dekat jalan itu, mungkin mereka menyimpan-nya, tapi mungkin mereka tidak akan memberikannya dengan mudah."
"Itu gampang, itu urusanku. Kau hanya mengalihkan perhatian mereka saja."
"Mengalihkan perhatian? Maksudmu?"
"Aku akan jelaskan rencananya. Dengarkan baik-baik." Dan Chen mulai bercerita tentang rencananya, Yixing dan Baekhyun mengangguk mengerti.
"Kau ini benar-benar wartawan atau penjahat sih? Kenapa rencanamu begitu wow menurutku, apa kau pernah melakukan ini sebelumnya?"
"KAu bukan wartawan biasa. Aku biasa membongkar kasus besar dengan caraku tapi suatu hari aku dipecat karena sesuatu alasan yang tidak masuk akal. Semua media memblack list ku, hingga aku tidak diterima dimanapun. "
"Tapi Baekhyun bilang kau wartawan?"
"Lebih tepatnya mantan wartawan. Ah sudahlah, tidak udah kau tanyakan status pekerjaan ku apa sekarang, yang penting adalah aku akan membantumu."
"Lalu bagaimana aku akan membayarmu? Aku baru mulai bekerja."
"Kau tenang Xing, aku sudah memberi uang muka pada Chen, kau tidak usah khawatir."
"Baekhyun, tapi.."
"Besok kalau kau sudah sukses kembalikan uangku beserta bunganya."
"Nde, nde Baek. Pasti aku kembalikan 3 kali lipat."
"Iya Xing…" Baekhyun tersenyum pada Yixing.
"Lalu bagaimana dengan Taeyong? bagaimana caramu menemukan dia?"
"Aku akan mencari tahu ke panti asuhan tempat terakhir dia dititipkan."
"MEreka tidak akan menjawabnya, aku sudah kesana Chen."
"Jangan sebut namaku kalau aku tidak bisa mendapat informasi Xing." Ucap Chen bangga.
"TErima kasih Chen, terima kasih Baekhyun, entah bagaimana aku bisa membalas kalian."
"Kau harus mengalahkah Yoora dan merebut apa yang menjadi hakmu Xing."
"Nde, nde aku akan melakukan itu. Aku akan melakukannya." Ucap Yixing dengan mata berair karena terharu.
.
.
.
Hari ini adalah hari pertama Yixing bekerja. Ia menghela nafas panjang, menetralkan degub jantungnya. Ia bukan takut pada Yoora tapi ia gugup akan memulai kerja. "Semangat Zhang Yixing!" ucapanya sambil mengepalkan tangannya ke udara.
.
"Halo, namaku Zhang Yixing, creative designer yang baru. Mohon bantuannya." Ucap Yixing sambil membungkuk ke rekan kerjanya. Mereka balas membungkuk dan memperkenalkan dirinya satu persatu.
"Aku Tao, dia Kai dan satunya Minseok." Tao memperkenalkan dirinya dan teman-temannya.
"Halo Tao, Kai, Minseok. Salam kenal." Ucap Yixing hangat.
"Salam kenal juga Yixing." balas Minseok.
"Sudah basa-basinya." Sela Yoora yang tiba-tiba masuk ke ruang kerja Yixing dan rekan. Mereka membungkuk memberi hormat pada Yoora begitu juga dengan Yixing.
"Kau, kerja di sini." Tunjuk Yoora di meja depan meja kerja Kai. Mereka bertiga terkejut, bukankah Creative designer sudah ada ruangan tersendiri. Kai pun melontarkan pertanyaan pada Yoora.
"Ta-tapi Sekretaris Kang, bukankah Creative designer sudah ada ruangan sendiri, kenapa Yixing disini?"
"kalian hanya bawahan disini, kalian tidak boleh protes dengan apapun keputusanku. Kalau dia disini ya berarti dia disini. cepat kerja kita di kejar deadline." Yixing hanya diam, ia tahu kalau Yoora sedang menguji kesabarannya namun dia menanggapinya santai.
"Tidak apa-apa Kai, aku duduk dimana saja juga tidak masalah asal aku bisa mengerjakan design ku."
"LIhat, dia saja tidak protes. Cepat kerja, kalian dibayar bukan untuk berdiri saja." perintah Yoora dan mereka pun kembali ke tempat duduknya untuk mulai bekerja sedangkan masih di posisinya, berdiri di dekat mereka untuk mengawai mereka.
CKLEK! Pintu ruang kerja Yixing dan rekan terbuka. Suho masuk dan ia terkejut melihat Yixing dduduk bersama Kai dan rekan-rekan-nya.
"Direktur Jun." sapa Yoora.
"Loh kenapa Yixing disini? bukankah tempatmu di dalam Xing?" Tanya Suho bingung, ia tak membalas sapaan Yoora. Yixing berdiri memberi hormat. "Maaf Direktur Jun, tapi sekretaris Kang memberitahu saya kalau tempatnya disini."
"Apa? Yoora, tempat Yixing di dalam. Dia pengganti Min Young sekarang."
"Tapi dia pegawai baru Suho,dia pantas disini dan belum pantas menggantikan Min Young." Kilah Yoora.
"Pantas atau tidak akan dibuktikan nanti. Yixing kemasi barangmu, masuk ke ruangan itu. Dan kerjakan designmu setelah itu berikan padaku nanti. Kai-Tao-Minseok bantu Yixing."
"Nde Direktur." Jawab Kai mewakili Tao dan Minseok juga. Yixing mengangguk dan segera memberekan barangnya kemudian pindah ke ruangan yang dimaksud. Yoora menggeram marah.
"Kang Yoora, jangan melewati batas atau aku tidak akan segan-segan memecatmu. Ingat aku memiliki hak memecatmu. Yixing berada di bawah perintahku bukan perintahmu. Berani kau memerintah dia, kau akan berhadapan denganku." Ucap Suho tegas, "Kalian kembali bekerja, dan kau juga Yoora. Perusahaan membayarmu bukan untuk berdiri saja." kemudian Suho meninggalkan ruang kerja Yixing.
BRAk! Pintu ditutup agak kasar. "Arrgghhh…" jerit Yoora marah. "Apa-apaan ini? Dia berani membentakku gara-gara seorang Zhang Yixing. awas saja kau Xing. Kalian, jangan membantu Yixing."
"T-tapi Sekretaris.."
"Tidak ada tapi-tapian.. berikan cetak birunya padaku."
"Sekretaris, saya mohon.." tolak Minseok.
"Berikan!" Yoora mengambil cetak biru yang akan diberikan kepada Yixing dari tangan Minseok. "Tanpa ini dia tidak bisa mengerjakannya." Ucap Yoora kemudian berlalu.
"Aduh bagaimana ini? Cetak biru itu konsep untuk denah panggungnya kalau itu tidak ada bagaimana Yixing mengerjakannya." Ucap Minseok bingung.
"Aku tidak punya kopiannya tapi hanya sketsa awal sebelum di kerjakan di cetak biru itu." Balas Kai.
"Apa itu bisa?" Tanya Tao ragu.
CKLEK! Pintu ruang kerja Yixing terbuka. "Maaf Minseok, apa kau punya cetak biru untuk denah panggungnya, kau butuh itu untuk mengerjakan designya."
"M-Maaf Xing, cetak birunya diambil Sekretaris Kang." Jawab Minseok menyesal. Sudah Yixing duga, Yoora pasti berulah. Ia mengambil nafas dan menghembuskannya pelan, "Tapi aku punya sketsa awalnya, apa itu bisa membantu?" saran Kai.
"Benarkah? ya itu akan sangat membantu, itu sudah cukup Kai. Berikan sekarang. Aku akan mengerjakannya meskipun agak lama tapi itu sudah cukup, kalian menghitung cost dan menyiapkan list untuk property yang akan dipakai."
"Siap Xing." Yixing mengambil sketsa yang disodorkan Kai padanya, "Maaf bukan bermaksud memerintah tapi.."
"Ya kami tahu Xing, ini memang tugas kami. Kau tenang saja." ucap tao menenangkan. Yixing tersenyum kemudian kembali ke ruangannya.
.
.
Jam makan siang,
Tok-tok-tok! "masuk!" ucap Yixing dari dalam. Tao pun masuk, "Xing kau tidak makan siang?"
"Kalian duluan saja, aku masih ada pekerjaan." Jawabnya tanpa melihat Tao, ia masih focus dengan komputernya.
"Tapi Xing.."
"Tao, jangan khawatirkan aku. Aku sudah biasa tidak makan siang. Lagipula aku juga belum lapar."
"Apa kau mau aku bawakan roti sekembalinya aku dari makan siang."
"Itu juga boleh jika tidak merepotkanmu."
"Tidak, tentu saja tidak. Kalau begitu aku dan yang lain makan siang dulu." Ucap Tao kemudian meninggalkan Yixing, Yixing mempersilahkannya.
.
Tao bersama Kai dan Minseok pergi bersama ke kantin, ditengah perjalanan mereka bertemu dengan Suho.
"Selamat Siang Direktur Jun."
"Eh kalian, selamat siang. Loh dimana Yixing? apa dia tidak ikut makan siang?" Tanya Suho celingukan mencari Yixing.
"Yixing bilang dia masih mengerjakan designya, karena cetak birunya diambil Sekretaris Kang jadi Yixing harus membuatnya dari awal." Jawab Minseok.
"Apa? Cetak birunya diambil Yoora? Apa lagi yang dia lakukan?" Suho terlihat marah, ia langsung meninggalkan mereka bertiga dan pergi ke ruangan Yifan.
.
CKLEk! BRAK! Suho membuka pintunya kasar. Hal itu membuat Yoora dan Yifan terkejut, apalagi mereka berdua sedang menyiapkan makan siang.
"Su-suho apa yang kau lakukan? Bisakah kau masuk dengan lebih sopan?" Tanya Yifan marah.
"Yoora, apa yang kau lakukan? Kenapa kau membuat masalah lagi?"
"Masalah? Masalah apa?" Tanya Yoora bingung.
"Iya Suho, ada apa? Apa yang terjadi?" Tanya Yfan tak kalah bingung.
"Tadi kau menyuruh Yixing duduk di tempat yang bukan seharusnya dia tempati sekarang kau mengambil cetak biru panggung TRAX untuk mengacaukan pekerjaan Yixing. sebenarnya maumu apa?" Tanya Suho dengan nada tinggi. Yoora terkejut, darimana Suho tahu tentang cetak biru itu.
"Apa?" Tanya Yifan terkejut. Suho berjalan menuju meja Yoora dan mencari cetak biru yang dimaksud dan akhirnya ketemu. "Ini, ini cetak biru yang ku maksud tadi. Aku tidak habis pikir, kenapa kau begitu ingin menyingkirkan Yixing padahal ini baru hari pertama dia kerja. Yifan, beritahu istirmu agar dia lebih dewasa. Kejadian itu sudah berlalu 5 tahun lalu, apa kalian tidak bisa memaafkannya? Atau ada motif lain yang membuatmu enggan memaafkannya? Dia sudah mendekam di penjara, dia sudah mendapat hukumannya? Dendam mu tidak akan mengembalikan Kyungsoo." Ujar Suho kemudian ia meninggalkan ruangan Yifan.
"Apa lagi ini? Yoora, kumohon jangan berulah dengan Yixing. untuk saat ini biarkan dia bekerja menyelesaikan konsep design konser TRAX, kalau sampai dia keluar sekarang, maka TRAX juga ikut keluar dan siap-siap kita menutup perusahaan ini karena pailit."
"Y-Yifan aku tidak berbuat apa-apa. Aku-aku.."
"Sudah cukup, keluarlah, kau membuatku pusing. Kumohon.."
"Yifan…"
"AKu tidak akan meminta 2 kali Yoora."
"Tapi kau jangan lupa makan." Yifan hanya berdeham sebagai balasan. Dengan berat hati Yoora pun keluar. Ia marah, kesal dan semakin membenci Yixing. ia akan mencari cara untuk membalas Yixing.
.
.
Di dalam ruang kerjanya, Yixing mencari info tentang lokasi mainserver di perusahaan XOXO, setelah mencari beberapa menit akhirnya dia menemukannya.
'Kau cukup memasang alat ini seperti USB di main server. Setelah semua lampu indicator berwarna merah, berarti sudah tersambung dengan milikku, kemudian cabut drive ini tinggalkan usbnya.' Perintah Chen.
'Tapi bagaimana kalau ada yang melihatku lewat CCTV?"
'Pergilah ke ruang keamanan, pura-puralah meminta rekaman hari itu, bilang kau kehlangan sesuatu, buang alat ini ke sembarang tempat, benda sekecil itu pasti mereka tidak akan memperdulikannya.'
'Memang ini apa?'
'Pengganggu sinyal. Tapi aku hanya bisa menolongmu beberapa menit saja.'
'Nde, aku akan berusaha.' Yixing mempersiapkan diri, ia akan ke ruang mainserver setelah pulang kerja.
CKLEK! Yixing segera menyimpan alat milik Chen setelah mendengar pintu terbuka. Ia melihat Suho masuk. "Xing.." panggil Suho.
"Suho, ada apa?" Tanya Yixing ramah.
"Kau tidak makan siang?" Suho berjalan menghampiri Yixing.
"Aku hampir selesai mengerjakan ini, aku juga tidak lapar."
"Aku tahu kita di kejar deadline tapi.."
"Suho, aku tidak apa-apa. Kau tenang saja. lebih baik kau yang pergi makan siang, Tao akan membawakan makanan untukku nanti."
"Benar kau tidak apa-apa?"
"Benar Suho."
"Baiklah, tapi jangan terlalu memaksa, nanti kau bisa sakit."
"TErima kasih." Akhirnya Suho menyerah ia pun berbalik dan akan meninggalkan Yixing, namun ia berhenti dan berbalik lagi. "Eh Xing apa kau masih butuh ini?" Suho menunjukkan cetak biru yang baru saja dia ambil dari ruang kerja Yoora.
"Itu? Tidak, aku sudah selesai dengan denap panggungnya." Suho menggedikan bahunya, "oke, aku pergi dulu." Kemudian ia berbalik dan pergi.
'Lakukan apa yang bisa kau lakukan Yoora, karena sebentar lagi kau tidak akan berkutik lagi di tanganku.' Bathin Yixing.
.
.
Pulang kerja, Yixing pergi ke ruang keamanan, ia berpura-pura kehilangan kunci di loby jadi ia meminta rekaman saat ia memasuki loby.
"Jam berapa anda ke loby tuan?"
"Jam 8, ahjussi."
"Tunggu sebentar." Selagi petugas itu mengecek, Yixing mengambil alat Chen dan ia berpura-pura terjatuh sambil melempar alat itu jauh di bawah meja monitor. "Aduh maaf, aku sedikit tidak focus."
"Anda tidak apa-apa Tuan." Yixing menggeleng.
"Ahjussi teruskan saja mencarinya." Petugas itu melanjutkkan mencarinya dan Yixing mengambil ponsel kemudian mengirim pesan kepada Chen.
Tak berapa lama kemudian, tiba-tiba monitor berkedip kemudian mati. "Loh kenapa ini? Kenapa ini?"
"Ada apa ahjussi? Ada yang salah?" Tanya Yixing pura-pura panic.
"Tiba-tiba monitor mati Tuan?"
"Benarkah?"
"Benar Tuan, maaf tuan tapi sepertinya aku harus memperbaikinya dulu sebelum membantumu mencari rekamanmu."
"Oh begitu, ya sudah ahjussi kalau begitu besok saja, kalau begitu aku permisi. Maaf sudah mengganggumu." Yixing membungkuk dan pergi meninggalkan ruang keamanan menuju ruang server.
Yixing masuk pelan-pelan ke ruang server dan mencari mainserver yang dimaksud, setelah menemukannya, ia memasang alat itu dan menunggu hingga lampu indikatornya menyala semua, setelah semua menyala, Yixing segera mencabutnya dan pergi meninggalkan ruang server dan membiarkan salah satu USB terpasang disana.
Yixing berjalan dengan yakin dan mantap, 'Akan kubuktikan kalau aku tidak bersalah, aku akan membuatmu mengakui semua kesalahanmu Yoora.' Ucapnya sambil mengeratkan pegangannya pada selempang tasnya.
.
.
"Yak berhasil, aku sudah masuk Xing!" ucap Chen sambil makan ramen di depan laptop Apple kesayangannya.
"…"
"Kerja yang bagus, kita bisa menjadi partner in crime Xing."
"…"
"Ok, aku akan mulai bekerja sekarang. Tinggal satu lagi, dan kita akan mencari kebenaran atas dirimu Xing" Kemudian dengan semangat Chen mengotak-atik laptopnya.
.
.
.
.
.
TBC
Terinspirasi drama Ice Adonis. Dengan sedikit perubahan dan alur cerita tapi intinya sama. Kisah awal Yixing saya Skip, initnya dia pernah dipenjara karena difitnah dan sekarang focus ke Yixing yang ingin mencari pembuktian bahwa dia tidak bersalah.
Butuh saran untuk perbaikan. Maaf banyak Typo, maklum edit cepet. Review please, kalau kalian review ceritanya aku lanjutkan, kalau nggak ada yan sudah cerita ini sampai disini saja.
