THE STORY ABOUT YIXING LIFE
Author -Takii_yuuki-
Genre [ angst, drama, hurt/comfort, yaoi,family, friendship, romance]
Main cast :
Zhang Yixing/Lay,
Wu Yifan/Kris
Xi Luhan
Oh Sehun
Kim Junmyeon
and Other Character...
Rating : T to M
(untuk saat ini T dulu lah, maaf berubah)
Length : Chaptered
Dislaimer : mereka milik orang tua mereka dan SMent, saya hanya pinjam nama.
Pin bb saya, siapa tau ingin berteman dengan saya : 5189737F
Warning : cerita ini mengandung unsur boys x boys,M-PREG! DON'T LIKE DON'T READ, Shonen-Ai, BL, Typo(s), typo bertebaran, ooc, author masih amatiran. Mohon maaf. #deepbow kalau tidak suka silahkan di[x] ya, jangan bash author ya, saling menghargai. author menulis juga gak mudah. terima kasih pengertiannya.
Terinspirasi drama ICE ADONIS, dengan sedikit perubahan alur cerita, cerita ini menjadi versi Yixing.
#Kemarin saya menulis Yoora itu namja tapi seteah dipikir2 dia lebih cocok jadi Yeoja. maaf kan saya.
Happy reading...
CHAPTER 4
.
.
Previous Chapter :
"Kang Yoora, benarkah itu design aslimu? Design milikmu?"
"I-It-itu.. a-aku.." jawab Yoora tergagap.
"Sekretaris Kang Yoora, KAU DIPECAT!"
"MWO!" seru Yoora terbelalak. Yixing menyeringai tipis.
.
.
"Jelaskan padaku, apa yang sebenarnya terjadi? Sekretaris Kang Yoora mencuri design dari seorang Zhang Yixing? lelucon macam apa ini? Memalukan? Bagaimana bisa kau melakukan hal memalukan ini? Beruntung tidak ada klien yang ikut rapat bersama kita, bagaimana jika ada klien yang tahu, bisa hancur reputasi perusahaan kita." Ujar Dewan Direksi Seo Minho dengan amarah yang tidak bisa ia tahan. Yoora hanya bisa tertunduk ketakutan sedangkan Yixing, ia terlihat santai meskipun ia juga sama menundukan kepalanya.
"Zhang Yixing berbaik hati memberikanmu kesempatan agar kau tetap bekerja disini. kalau aku jadi dia, aku sudah melaporkanmu ke polisi. Lebih dari sekedar pemecatan tapi kau juga akan masuk penjara." Yoora terbelalak, dengan mata memerah karena menangis ia menegakkan kepalanya dan memohon pada Dewan Direksi Seo.
"Aku mohon jangan laporkan aku ke polisi, aku mohon." Yoora memohon sambil menggeleng keras, ia tak mau masuk penjara.
"Kau beruntung, Zhang Yixing tidak melaporkanmu dan juga memohon pada kami agar kau tetap bekerja disini. Kau harus berterima kasih padanya." Yoora mengangguk pelan, ia menoleh kearah Yixing. dengan terpaksa ia mengucapkan terima kasih pada Yixing.
"Te-te-terima k-kasih. X-Xing" Ucap Yoora sambil menatap nyalang Yixing, sedangkan Yixing ia hanya tersenyum tipis.
.
Flashback on
"Aku tidak akan membiarkanmu dipecat dari sini begitu saja."ucap Yixing santai.
"Aku tidak butuh bantuanmu." Tolak Yoora mentah-mentah.
"Ok, aku bisa menyerahkan hasil rekaman CCTV ini pada polisi, setidaknya kau akan mendekam di penjara 1-2 …"ancam Yixing halus.
"Apa maumu? Apa yang kau inginkan?"tanya Yoora mulai tak sabar
"Aku ingin Luhan dan Ibuku kembali padaku."
"Apa?!"seru Yoora, "Aku tidak akan…"
"Kalau begitu sampai bertemu di kepolisian, Kang Yoora." Ucap Yixing sambil berlalu.
Baru beberapa langkah Yoora memanggilnya,"Baiklah, kau bisa membawa Luhan dan ibumu tapi kau harus menepati janjimu untuk tidak melaporkanku ke polisi dan mempertahankanku disini."
Yixing menyeringai, kemudian ia menoleh ke belakang, "Kau tenang saja Kang Yoora,aku bukan orang yang suka ingkar janji sepertimu. Pulang kerja, aku akan menjemput Luhan dan ibuku, jika kau mengingkarinya, kau akan mendekam di penjara lebih lama dari yang kau kira." Ucapnya kemudian berlalu.
Flashback off
.
"Puas kau sekarang? Puas kau mempermalukanku di depan Dewan Direksi Seo?"
"Siapa yang mempermalukanmu? Kau yang mempermalukan dirimu sendiri dengan mencuri designku."
"K-k-kau…"
"E-em, jika kau berani melanggar janjimu, kau akan mendapatkan hal yang lebih menyakitkan dari ini Kang Yoora. Ingat, siapkan pakaian Luhan dan ibuku, aku tidak ingin saat menjemput mereka, aku harus menunggu mereka berkemas." Ucap Yixing sambil meninggalkan Yoora. Yoora mengepal marah, ia harus bertindak, ia tidak ingin menjadi budak Yixing untuk selamanya.
.
Cklek! Yoora masuk ke ruang kerja Yifan. "Suamiku.." panggil Yoora namun Yifan tak bergeming, ia melanjutkan pekerjaannya. "Sayang, kau tidak ingin makan siang? Ini sudah saatnya makan siang." Ajak Yoora dengan nada manja.
"Aku tidak lapar."
"Sayang…"
"Keluar!" ujar Yifan tiba-tiba. Yoora terkejut dengan bentakan Yifan, "Y-Yifan k-kenapa k-kau membentakku?" Tanya Yoora ketakutan. Yifan menghentikan pekerjaannya.
"Kau membuatku malu di depan Dewan Direksi dan sekarang karena pengampunan Yixing kau tetap bekerja disini. Kau membuatku benar-benar malu Kang Yoora. Beruntung Dewan Direksi tidak ikut memecatku gara-gara aku tidak becus menjadi benar-benar.."
"Yifan maafkan aku."
"Keluar sekarang, melihatmu membuatku semakin pusing." Yoora menangis, ia mengambil tasnya dan keluar dari ruangan Yifan. 'Aku tidak akan membiarkanmu menang Zhang Yixing.' bathinnya marah.
.
.
"Yeoboseyo Baek…"
"…"
"Tolong siapkan kamar, kamarku saja tidak apa-apa."
"…"
"Luhan dan ibuku, aku akan membawanya."
"…"
"Iya Baek, nanti aku akan menjemputnya saat pulang kerja."
"…"
"Terima kasih Baek.." Pip! Yixing menutup teleponnya sambil tersenyum.
"Ada apa Xing? Sepertinya kau senang sekali?" Tanya Minseok saat ia melihat Yixing tersenyum-senyum sendiri.
"Tidak-tidak ada apa-apa. Bagaimana? Kau sudah buat revisi dananya?"
"Baru aku mau serahkan padamu." Minseok menyerahkan datanya pada Yixing.
"Oh maaf ku kira belum, terima kasih ya." Ucap Yixing sambil menerima data itu dari Minseok.
"Oh iya Xing, nanti kami akan mengadakan makan malam untuk merayakan keberhasilan kita, ya walaupun ada insiden kemarin tapi kita sukses. Kau ikut ya.." ajak Minseok.
"Maaf, tapi aku harus menjemput ibu dan adikku. Aku sudah lama tidak bertemu mereka. Maaf, lain waktu saja ya." Tolak Yixing halus.
"Oh ya sudah, kalau begitu, lain kali kau harus ikut ya."
"Beres.." kemudian Minseok pun keluar. Yixing kembali berkutat pada komputernya.
.
.
Kang's House
"Halmeoni… halmeoni…" panggil Yoora.
"Yoora, kenapa kau kemari?" Tanya Nenek Yora, Soo Ah yang saat itu sedang menonton tv di ruang tamu. "Bukankah ini masih jam kerja?"
"Halmeoni, dimana Luhan dan ibunya?"
"Mereka dikamar."
"Tunggu sebentar." Yoora pergi ke kamar Luhan dan ibunya. Cklek! Yoora membuka pintu kamar mereka berdua dan terlihat Luhan sedang merajut syal, mendengar pintu terbuka dan melihat kedatangan Yoora, Luhan menghentikan kegiatannya dan menyembunyikan hasil rajutannya. Ia terlihat sedikit ketakutan sedangkan ibunya hanya terdiam karena memang Nyonya Zhang tidak bisa melakukan apa-apa karena kecelakaan yang dia alami.
"N-Noona…" cicit Luhan.
"Kau, bereskan pakaianmu dan juga ibumu."
"M-m-mwo-mwo? No-noona akan mengusirku dan i-ibuku, n-nanti k-kami ti-tinggal dimana?" tanya Luhan ketakutan.
"Kakakmu akan menjemputmu."
"H-hyung. Yi-yixing hyung akan menjemput kami?" Tanya Luhan dengan mata berbinar.
"Sudah jangan banyak tanya, bereskan pakaianmu." Yoora mengambil koper agak besar dan menjatuhkannya di hadapan Luhan. "Masukkan bajumu ke dalam koper ini, semuanya tanpa tersisa termasuk pakaian ibumu. Ppali.." Luhan bangkit dan menyeret koper itu. Yoora meninggalkan Luhan yang berkemas dan kembali ke ruang tamu.
"Ada apa Yoora? Kenapa kau menyuruh Luhan berkemas?" tanya Soo Ah.
"Yixing akan menjemput mereka."
"Apa? Kenapa kau mengizinkannya? Apa yang terjadi?" tanya Soo Ah terkejut.
"Dia mengancamku Halmeoni, kalau aku tidak membiarkannya mengambil Luhan dan ibunya, dia akan melaporkanku ke polisi."
"Apa? Melaporkanmu ke polisi? Apa maksudnya?" Yoora hanya menggeleng, ia tidak akan menceritakan kejadian itu pada neneknya.
"Ceritanya panjang Halmeoni, yang penting setelah aku melepaskan Luhan dan ibunya, dia akan melepaskanku."
"Ya sudah, itu terserah padamu. Oh iya Yoora tadi ada yang menelpon, dia dari Inggris, namanya Park Yongju. Apa kau kenal dia?"
"Siapa Halmeoni? Park Yongju?"tanya Yoora terkejut.
"Iya, namanya Park Yongju, apa kau kenal dia?"
"Dia dari Inggris? A-ada apa dia menelpon kemari?"
"Dia bilang, dia akan pulang bersama Jaehyun."
"Apa? Dia akan pulang bersama Jaehyun. Kapan?" tanya Yoora sedikit panic.
"Dia tidak bilang kapan dia akan pulang, tapi dia bilang mungkin dalam bulan ini. Memangnya siapa Yongju dan Jaehyun? Apa kau mengenal mereka?"
"Halmeoni, berjanjilah padaku kau tidak akan mengatakan hal ini pada siapapun." Yoora mendekati Soo Ah.
"Apa maksudmu?"
"Yongju adalah orang yang mengadopsi Jaehyun."
"Lalu siapa Jaehyun?"
"Jaehyun…-" Yoora memberi jeda untuk dia bernafas, "J-jaehyun adalah putra Yixing."
"Apa? Putra Yixing? kau bilang putra Yixing diadopsi keluarga yang sekarang tinggal di Afrika." Yoora menggeleng, "Tidak Halmeoni, putra Yixing tidak pernah diadopsi mereka, tidak pernah. Aku dan Ayah menukar datanya dan membuat putra Yixing diadopsi Yongju dan sekarang mereka di Inggris, Yixing hanya tahu putranya diadopsi tapi tidak tahu siapa yang mengadopsinya, kalau ia mencari tahu di panti asuhan, dia akan menemukan data kalau putranya diadopsi dan dibawa ke Afrika."
"Yoora, kenapa kau lakukan ini? Kenapa kau memisahkan Yixing dan putranya dengan membohongi Yixing seperti itu?"
"Karena Yixing, aku tidak bisa memiliki anak Halmeoni, karena Yixing aku tidak bisa mengandung lagi. Kalau aku tidak bisa memiliki anak, maka Yixing juga tidak boleh memiliki putranya."
"Yoora… "
"Halmeoni, halmeoni menyayangiku kan? Halmeoni mendukungku kan? Kalau begitu tolong rahasiakan hal ini, jangan pernah mengatakan apapun pada Yixing tentang putranya dan keterlibatanku juga Ayah dalam hal ini." Soo Ah hanya bisa menghela nafas, tapi ternyata pembicaraan itu tidak hanya mereka berdua yang tahu tapi ada orang lain yang mendengarnya.
.
.
Sore harinya, sepulang kerja Yixing mendatangi rumah Yoora. Kebetulan yang membuka pintu adalah Yoora sendiri.
"Dimana Luhan?" tanya Yixing menerobos masuk tanpa dipersilahkan Yoora. "Luhan..Luhan.." panggil Yixing.
"Bisakah kau masuk dengan lebih sopan.." sindir Yoora.
"Aku tidak ingin lama-lama dirumahmu, dimana Luhan?" Yixing mencari Luhan.
"Kau kira aku ingin berlama-lama denganmu." Balas Yoora.
"Kalau begitu katakan dimana Luhan dan ibuku?"
"Dikamar." Yixing menyenggol bahu Yoora dan pergi ke kamar Luhan. "Luhan…"
"Hei bisakah kau lebih menghormatiku sebagai pemilik rumah, kalau kau tidak mau menjaga sikapmu akan melaporkanmu ke polisi."
"Bukan aku yang akan masuk penjara tapi kau. Ingat, kalau kau menghalangiku mengambil Luhan dan ibuku, kau yang akan masuk penjara."
"Mereka masih bagian keluarga ini. Ibumu masih istri ayahku."
"Pernahkan kau, nenekmu dan ayahmu menganggap ibuku bagian keluarga ini, begitu juga dengan Luhan, apa kau pernah menganggapnya adik?"
Drap-drap-drap! "Hyung…" Luhan berlari kearah Yixing dan memeluknya. "Hyung aku-aku merindukanmu." Yoora menatap mereka jengah.
"Luhan…! hyung juga merindukanmu. Bagaimana kabarmu? Kau baik-baik saja." Luhan mengangguk lucu. "Umma dimana?" tanya Yixing lembut. Luhan melepaskan pelukannya dan menarik Yixing ke kamar. Airmata Yixing mengalir melihat ibunya dalam kondisi yang tidak baik menurutnya, ibunya tidak bisa bergerak tapi ia masih sadar dan mengetahui kedatangan Yixing. "Umma…" panggil Yixing.
Yixing berlari menghampiri ibunya dan duduk disamping ibunya. "Umma, umma baik-baik saja? apa yang sakit Umma? Katakan padaku?" tanya Yixing dengan tangis, ibunya hanya berkedip untuk membalas pertanyaan Yixing. Yixing semakin menangis tersedu, "Maafkan aku Umma, maafkan aku." Yixing memegang erat tangan ibunya. "Kita akan pergi dari sini, kita akan tinggal di rumah Baekhyun." Ibunya berkedip 2 kali, "Luhan, bawa kopermu keluar dan aku akan membawa Umma."
"N-nde-nde hyung." Luhan menyeret kopernya keluar, sedangkan Yixing, ia menggendong ibunya melewati Yoora yang masih menatap mereka dengan tatapan malas.
"Jangan ganggu hidupku lagi." Ucap Yoora sebelum Yixing keluar.
"Itu tergantung kelakuanmu nanti Yoora." Balas Yixing kemudian benar-benar keluar.
"Mereka sudah keluar?" tanya Soo Ah dari kamarnya.
"Ne.." jawa Yoora datar.
"Yoora, sejak tadi Halmeoni masih memikirkan tentang putra Yixing, apa kau tidak keterlaluan memisahkan Jaehyun dari Yixing? aku merasa kau sedikit keterlaluan. Sudah cukup kau membuatnya dipecat dan masuk penjara sekarang kau memisahkan dia dari putranya."
"Halmeoni.. aku melakukan ini demi kebahagiaanku dan Yifan. Kalau Yifan tahu, Yixing pernah memiliki anak dengannya, maka Yifan akan menceraikanku dan kembali pada Yixing. Halmeoni tenang saja, Jaehyun diadopsi keluarga yang baik, dia juga tumbuh dengan baik."
"Tapi Yoora…"
"Halmeoni, apa Halmeoni ingin merenggut kebahagiaanku? Apa Halmeoni ingin sesuatu yang aku pertahankan selama ini hilang begitu saja?" lagi-lagi Soo Ah tak bisa menjawab, ia terlalu menyayangi Yoora meskipun ia tahu kalau Yoora melakukan kesalahan fatal.
.
.
"Luhannn…" Baekhyun menyambut kedatangan Luhan. Luhan berlari kearah Baekhyun dan memeluknya.
"Baek hyung…"
"Aku merindukanmu Luhan, mana Yixing dan ibumu?" tanya Baekhyun melepaskan pelukan Luhan.
"M-Mereka diluar.."
"Baekhyun tolong aku…" terdengar suara minta tolong dari luar, "Sebentar ya, aku tolong kakakmu dulu." Luhan mengangguk. Baekhyun pun segera keluar dan menolong Yixing membawa ibunya ke dalam.
Setelah menyelimuti ibunya dan membiarkan ibunya tidur, Yixing keluar bersama Baekhyun.
"Bagaimana kau bisa membawa Luhan dan bibi Zhang keluar?" tanya Baekhyun penasaran.
"Sedikit ancaman dan Yoora pun menyerahkan Luhan."
"Kau memang hebat Xing."
"H-Hyung, aku lapar." Rengek Luhan.
"Ah sebentar Lu, hyung akan belikan makanan. Kau tunggu disini dengan Baek hyung dulu ya." Luhan mengangguk. Yixing meninggalkan Luhan dan Baekhyun untuk membeli makan, saat ia membuka pintu, Sehun sudah ada di depannya sepertinya ia akan mengetuk tapi Yixing sudah terlanjur membukanya. "Sehun?"
"Apa kau sibuk? Aku ingin membicarakan tentang rencana kita."
"Tidak-tidak, aku tidak sibuk tapi aku ingin membeli makanan sebentar."
Sehun menunjukkan kotak yang ia bawa, "Apa ini cukup?" tanya Sehun.
"K-kau sengaja membelikannya untuk kami?"
"Kebetulan tadi aku ada rapat di Hotel World, jadi aku pesankan makanan dari sana. Aku memang ingin kemari sejak tadi siang tapi baru bisa sekarang. Aku tidak mengganggu kan?"
"Tidak, Masuklah.." ajak Yixing. Sehun mengikuti Yixing yang kembali masuk.
"Loh kau sudah pulang Xing? Bukankah kau baru keluar?" tanya Baekhyun yang saat itu sedang bermain dengan Luhan.
"Ada tamu, dia juga membawakan makanan ini." Yixing menunjukkan kotak yang dia bawa.
"Siapa?" tanya Baekhyun penasaran. Yixing memberi isyarat dan tak lama kemudian Sehun muncul.
"Tuan Sehun." Sapa Baekhyun.
"Hai Baekhyun,..-" sapa Sehun, "-.. eum ini siapa? Sepertinya kita belum pernah bertemu. Apa kau adiknya Yixing?" Luhan mengangguk.
"Iya, dia adikku, Luhan. Luhan kenalkan dia teman hyung. namanya Tuan Sehun." Sehun mengulurkan tangan dan dibalas oleh Luhan. "Lu-Luhan…"
"Sehun, Oh Sehun." Luhan tersenyum lebar.
"Eum aku siapkan makanannya biar kita bisa makan bersama." Baekhyun menawarkan diri.
"Aku saja-aku saja hyung." Ucap Luhan tiba-tiba.
"Ya sudah terserah kau saja, piringnya ada di dapur." Jawab Yixing lembut.
"Baik hyung." Luhan pun bangkit dan bergegas ke dapur, "Aku akan membantunya." Baekhyun menyusul Luhan dan tinggalah Sehun dan Yixing di ruangan itu.
"Kau membawa Luhan dan ibumu keluar dari rumah Yoora, bagaimana caranya? Dan Kudengar kemarin terjadi sesuatu di kantor? Ada apa?"
"Yoora mencuri designku dan aku punya bukti jadi aku memanfaatkan itu untuk mengeluarkan Luhan dan ibuku dari rumah itu. Bagaimana flashdisk itu? Apa ada perkembangan?" Sehun menggeleng, "Belum di temukan ya?"
"Suho sedang berusaha mencarinya, Yoora selalu dirumah, jadi Suho belum ada kesempatan untuk mencarinya."
"Aku harap segera di temukan sehingga kita bisa tahu apa yang terjadi."
"Apa Chen sudah menemukan rekaman itu?"
"Belum, dia masih harus memilah satu persatu."
"Setidaknya dia sudah berhasil masuk ke database kepolisian."
"Nde.." ucap Yixing sambil mengangguk.
"Xing.."
"Nde? Ada apa?"
"Kudengar bulan depan, Komisaris Heenim, investor terbesar di XOXO akan kembali kemari. Kalau kau bisa menjadi orang kepercayaannya, kau akan dengan leluasa mengatur XOXO dan mencari bukti."
"Komisaris Heenim?"
"Iya Komisaris Heenim. Selama ini dia hanya mempercayakan semua urusan di XOXO pada orang kepercayaannya, tapi dia belum pernah pulang ke Korea selama 20 tahun ini, tapi yang aku dengar, dia pulang ke Korea untuk membuka perusahaan cabang di Ilsan. Dia kunci untuk mengendalikan XOXO. Aku akan meminta tolong pada Suho untuk melobby Komisaris Heenim agar kau bisa mendekatinya. Apalagi performa-mu di perusahaan selama beberapa bulan ini menunjukkan grafik yang luar biasa, aku yakin Komisaris Heenim pasti menyukaimu, dia adalah orang yang ambisius sepertimu dan juga orang yang keras, pantang menyerah. Kalian cocok jika disatukan."
"Apa tidak merepotkan? Suho sudah banyak membantu kita."
"Suho adalah sahabat komisaris Heenim, kau tenang saja."
"Terima kasih Sehun, terima kasih sudah percaya padaku."
"Kau harus membuktikan pada semua orang kalau kau bukan pembunuh Kyungsoo."
"Nde, aku akan terus berjuang."
.
.
Victoria, ibu tiri Yifan sedang asyik membaca majalah fashion, tiba-tiba ponselnya berbunyi menandakan ada pesan masuk. Ia menghentikan kegiatannya dan membaca pesan yang masuk.
"OMO! Yoora mencuri design dari bawahannya dan mengakuinya sebagai miliknya. Apa-apaan ini? Menantu memalukan. Dia diampuni dan tetap bekerja di XOXO. Hah,masih punya muka dia tetap bekerja di XOXO, aku harus bicara dengan Suho."
Cklek! "Aku pulang." Sapa Yoora, "Umma, kau disini, maaf aku tidak tahu." Ucap Yoora sambil menunduk.
"Heh Kang Yoora, apa benar kau mencuri design bawahanmu dan mengakuinya sebagai milikmu?" tanya Victoria to the point.
"U-Umma, Umma tahu darimana?" tanya Yoora sedikit ketakutan
"Tidak penting aku tahu darimana, tapi kau benar-benar memalukan, menantu macam apa kau ini? Kau mempermalukan Yifan dan Suho. Apa kau tidak pernah diajari berperilaku baik oleh keluargamu?" Yoora terdiam, ia meremas tali selempang tas-nya, "Ah iya, dulu kau kan yang merebut Yifan dari Yixing."
"Maaf Umma, aku ke kamar dulu." Ucapanya sambil berlalu.
"Hei Kang Yoora, hei.." namun Yoora tak bergeming, ia terus masuk ke kamar, "Dasar menantu tidak sopan." Victoria melanjutkan membaca majalahnya.
Cklek! Kali ini Yifan yang pulang tapi tak memberi salam seperti Yoora.
"Kau sudah pulang?" sapa Victoria.
"Nde.." jawabnya singkat.
"Hei Yifan, benarkah kalau istrimu mencuri design bawahanmu dan mengakuinya sebagai miliknya."
"Sudah jangan bahas lagi, aku lelah. Aku ingin istirahat."
"Kau sudah makan? Aku siapkan?"Victoria menawarkan.
"Tidak usah, terima kasih." Ucapnya sambil berlalu.
"Mereka kenapa sih? Suami istri sama-sama aneh." Victoria geleng-geleng melihat kelakuan Yifan dan Yoora tapi kemudian mengabaikannya dan kembali membaca majalahnya.
.
Yifan masuk ke kamar dengan lesu, ia tak menyapa Yoora yang sedang menunggunya. "Suamiku, kau sudah pulang? Aku sudah siapkan air panas untuk kau mandi." Yifan tak menjawab, ia langsung masuk kamar mandi. "Maafkan aku, aku tidak bermaksud seperti itu." Ucap Yoora dari kamar mandi tapi tak ada jawaban. Yoora ingin menangis tapi ia tahan, "Sayang, maafkan aku. Kumohon.." tetap tak ada respon. Yoora pun menyerah, ia memilih menjauhi kamar mandi dan menyiapkan pakaian untuk Yifan sebelum ia memilih tidur.
30menit kemudian, Yifan keluar dan berganti pakaian dengan pakaian yang disiapkan Yoora. Ia melihat Yoora telah tertidur. Yifan memutuskan untuk tidur di sofa karena dia sedang malas tidur bersama Yoora.
In Yifan's Dream
'Yixing,kau rajin sekali, istirahatlah, nanti kau bisa sakit.'Yifan duduk disamping Yixing yang saat itu sedang mngerjakan tugas.
'Sebentar lagi aku selesai Yifan.' Ucap Yixing sambil meneruskan gambarnya. 'Gambar ini harus selesai sebelum pelajaran , kau tahu kan dia sangat teliti.'
'Untuk apa kau repot-repot mengerjakan itu? kau lupa, kau memiliki pacar yang memiliki masa depan cerah, tanpa bekerjapun kau akan hidup layak. Kau cukup menjadi istriku, melayaniku dan melahirkan anakku.'
'Memang siapa yang mau jadi istrimu?' goda Yixing.
'Jadi kau tidak mau? Sungguh kau tidak mau?' tanya Yifan mendelik tak percaya.
'Aku mencari suami yang suka bekerja keras, tidak malas dan keren. Memiliki masa depan cerah karena usahanya sendiri bukan karena warisan.'
'Aku suka bekerja keras, aku tidak malas dan aku juga keren. Hei aku adalah pewaris XOXO, aku anak sulung keluaga Wu, wajar jika aku akan mewarisinya.'
'Kalau aku memintamu melepaskan statusmu sebagai pewaris XOXO dan memulai dari awal denganku, apa kau mau?' Yixing menghentikan kegiatannya dan beralih ke Yifan, ia menatap Yifan dengan intens. 'Apa kau bersedia melakukan itu demi aku?'
Yifan tersenyum, 'Apapun akan aku lakukan untukmu, termasuk melepaskan statusku sebagai pewaris XOXO.'
'Benarkah? kau mau melakukannya?'
'Tentu saja.'
'Kalau begitu, aku mau menikah denganmu.' Ucap Yixing dengan senyum mengembang. Yifan juga ikut tersenyum. Ia menggenggam tangan Yixing, 'Aku akan buktikan, kalau aku bisa menjadi namja yang kau harapkan.' Yixing mengangguk. Yifan pun mencium bibir Yixing lembut.
SPLASH! Yifan terbangun, tubuhnya sedikit berkeringat. 'Yixing!'
.
Disisi lain, Yixing juga bermimpi namun yang ia impikan adalah mimpi buruk.
'Kau pembunuh, kau pembunuh, kau membunuh Kyungsoo, kau membunuhnya.'seru Yifan keras pada Yixing, Yixing menggeleng keras.
'Aku tidak membunuh Kyungsoo, Fan. Sungguh aku tidak membunuhnya.'bantah Yixing keras.
'Bagaimana aku bisa percaya dengan ucapanmu ketika semua bukti menunjukkan bahwa kau pembunuhnya. Kyungsoo, adikku tercinta merenggang nyawa karena kau dendam padanya. Kau dendam pada Kyungsoo karena dia memecatmu.'
'Andwe Fan, andwe, aku tidak pernah menaruh dendam pada Kyungsoo, aku sangat menyayanginya, dia sudah ku anggap sebagai adikku seperti Luhan. aku tidak pernah menaruh dendam padanya meskipun dia sudah memecatku.'
'Pembohong, kau pembohong, aku tidak sudi melihatmu lagi Zhang Yixing, kau tak lebih dari seorang pembunuh untukku, aku tidak sudi melihatmu lagi. Sipir bawa dia pergi dari hadapanku, aku sudah muak melihat wajahnya.'
'Yifan percaya padaku, Yifan..Yifan..' dan Yixing pun diseret masuk tahanan oleh Sipir, ia sempat meronta tapi tak dipedulikan Yifan yang terlanjur sakit hati padanya.
Yixing kemudian terbangun, ia menangis tapi ia membekap mulutnya agar suara tangisnya tak terdengar Luhan dan ibunya.
"Aku tidak membunuh Kyungsoo, aku bukan pembunuh." Ucapnya pelan. Ternyata ibunya belum sepenuhnya tidur,ia mendengar rintihan anakknya, 'Adeul, kau memang bukan pembunuhnya, bukan kau.'
"Taeyong anakku, kau dimana sayang? Umma merindukanmu sayang."
'Dia akan kembali kemari Xing, dia akan kembali, putramu akan kembali. Andai saja ibu bisa bicara, ibu akan memberitahu semua padamu. Maafkan ibu tak bisa berbuat apa-apa.' Liyin hanya bisa meneteskan airmata mendengar rintihan Yixing.
.
.
"Komisaris, saya sudah memesan tiket untuk perjalanan anda ke Korea bulan depan." Lapor seorang sekretaris yang bertag name Hyukjae.
"Terima kasih. Ah setelah 20 tahun tidak kembali ke Korea, akhirnya aku pulang juga."
"Apa anda senang Komisaris?"
"Aku tidak tahu, rasanya ada yang memanggilku untuk pulang kesana. Bagaimana laporan yang kuminta tentang XOXO ent, apa kau sudah mendapatkannya?"
"Sudah Komisaris,ini laporan yang anda minta." Hyukjae menyerahkan map pada namja yang dia panggil Komisaris itu.
"Mereka menunjukkan grafik yang signifikan hanya dalam waktu 3 bulan, apa kau tahu apa yang terjadi?"
"Ada seorang creative designer baru yang menggantikan Park Minyoung, kemampuannya luar biasa tapi…" Hyukjae menghentikan kata-katanya.
"Tapi apa?" tanya Komisaris itu penasaran.
"Dia mantan napi, dituduh membunuh adik dari Presdir XOXO, Wu Kyungsoo. Dihukum 5 tahun penjara, berhasil menamatkan pendidikan S2 nya di penjara."
"Benarkah? aku jadi penasaran dengan orang ini. Bisakah kau mencari data creative designer itu?"
"Baik Komisaris." Hyukjae membungkuk dan kemudian keluar. Namja itu melepas kacamatanya dan memijat pelipisnya yang sedikit pusing, ia menutup map-nya dan memejamkan matanya sebentar. 'Wu Yifan, Wu Kyungsoo, kenapa nama itu tak asing untukku? Kenapa aku merasa aku memiliki hubungan dengan mereka.' bathinnya.
.
.
TBC
Maaf kalau ceritanya semakin gaje. terima kasih buat semua yang review dan menunggu kelanjutan FF ini, sekali lagi terima kasih banyak.
