THE STORY ABOUT YIXING LIFE
Author -Takii_yuuki-
Genre [ angst, drama, hurt/comfort, yaoi,family, friendship, romance]
Main cast :
Zhang Yixing/Lay,
Wu Yifan/Kris
Xi Luhan
Oh Sehun
Kim Junmyeon
and Other Character...
Rating : T to M
(untuk saat ini T dulu lah, maaf berubah)
Length : Chaptered
Dislaimer : mereka milik orang tua mereka dan SMent, saya hanya pinjam nama.
Pin bb saya, siapa tau ingin berteman dengan saya : 5189737F
Warning : cerita ini mengandung unsur boys x boys,M-PREG! DON'T LIKE DON'T READ, Shonen-Ai, BL, Typo(s), typo bertebaran, ooc, author masih amatiran. Mohon maaf. #deepbow kalau tidak suka silahkan di[x] ya, jangan bash author ya, saling menghargai. author menulis juga gak mudah. terima kasih pengertiannya.
Terinspirasi drama ICE ADONIS, dengan sedikit perubahan alur cerita, cerita ini menjadi versi Yixing.
#Kemarin saya menulis Yoora itu namja tapi seteah dipikir2 dia lebih cocok jadi Yeoja. maaf kan saya.
Happy reading...
CHAPTER 5
.
.
Siang itu Suho bersama Yixing menjemput Komisaris Heenim di Bandara. "Selamat datang Heenim." Sambut Suho sambil memeluk Heenim.
"Kim Junmyeon, bagaimana kabarmu? Sudah lama kita tidak bertemu, sudah hampir 5 tahun ini sejak terakhir kita bertemu di Milan." Balas Heenim.
"Nde, kau masih terlihat 'cantik', seperti biasa." Puji Suho.
"Aku namja paboo. Jangan sebut aku cantik."
"Tapi kau memang benar-benar cantik Heenim."
"Hidup sehat dan makan-makanan yang bergizi, akan membuatmu awet muda sepertiku."
"Akan ku ikuti saranmu. Ah perkenalkan,creative designer ku yang baru, Zhang Yixing." Suho mengenalkan Yixing. "Yixing, kenalkan, dia komisaris Kim Heechul, tapi dia lebih suka dipanggil Heenim." Yixing membungkuk memberi hormat dan memperkenalkan dirinya.
"Selamat Siang Komisaris, perkenalkan namaku Zhang Yixing, creative designer baru XOXO Ent."
"Kau mantan napi itu kan?" Yixing hanya mengangguk pelan. "Hebat sekali kau bisa masuk XOXO padahal kau hanya seorang mantan napi." Sindir Heenim, Yixing hanya diam saja. Kemudian beralih ke Suho. "Junmyeon, berani sekali kau memasukkan mantan napi ke perusahaanmu? Kau tidak takut citra perusahaan XOXO tercemar karena statusnya?"
"Orang yang kau sebut mantan napi ini, satu-satunya orang yang berhasil mendapatkan kontrak eksklusif selama 5 tahun dari Yejin industry, hal yang belum pernah XOXO dapatkan selama 10 tahun ini."
"Benarkah itu?" Heenim melirik Yixing kemudian tersenyum sinis, "Baiklah, kita lihat seberapa hebat kemampuanmu dihadapanku. Jika kau bisa membuatku terkesan, aku akan pertimbangkan posisi menarik di perusahaanku." Ucap Heenim kemudian berlalu. Yixing masih dalam posisi menunduk. Suho menepuk bahunya dan kemudian mereka berjalan mengikuti Heenim.
.
.
Luhan membersihkan rumah dengan riang, meskipun rumah Baekhyun kecil tapi dia bahagia karena tidak mendapat tekanan dari Yoora, Kang Maru ayah tirinya dan Soo Ah nenek Yoora. Luhan bersenandung kecil sambil menge-lap kaca, tiba-tiba PRANG! Ia mendengar suara. Luhan pun menghentikan kegiatannya dan berbalik, ia melihat Umma-nya bergerak. "U-u-ummaaa…" ia pun segera berlari mendekati Umma-nya.
.
.
Di waktu yang hampir bersamaan, seorang Yeoja baru saja keluar dari ruang checking bersama seorang anak kecil berumur sekitar 5 tahun. Mereka baru saja tiba dari Inggris dan saat ini menunggu bagasi mereka.
"Jaehyun sayang, nanti kita akan tinggal dirumah nenek." Ucap Yeoja itu.
"Nde Umma." Jawab anak kecil yang bernama Jaehyun tadi sambil mengemut permen lollipop kesukaannya. Yeoja itu mengambil ponselnya dan kemudian menghubungi seseorang.
Tut-tut-tut! Pip! "Yeoboseyo Yoora, ini aku YongJu, Park Yongju."
"…"
"Aku sudah tiba di Korea, aku akan ke Ilsan, jika kau ingin bertemu denganku, temui aku di rumah ibuku."
"…"
"Nde, terima kasih. Bye."Pip! Yeoja yang bernama Yongju itu menutup ponselnya dan setelah itu mengambil kopernya yang lewat dihadapannya. "Ayo kita pergi sayang." Ajak Yongju pada Jaehyun, kemudian mereka pun meninggalkan bandara.
.
.
At XOXO Ent
Acara penyambutan komisaris Heenim dilaksanakan secara meriah, mereka menyiapkan pesta yang cukup mewah. Suho memberi pidato pembuka dan dilanjutkan Yifan dan beberapa dewan komisaris yang lain.
Tiba saatnya Yixing mempresentasikan design-nya pada Heenim. "Selamat siang semua. Dalam kesempatan ini, saya selaku creative designer XOXO Ent, ingin mempresentasikan hasil design yang akan digunakan oleh Hyewon Group dengan tema Spring Flower." Yixing mulai menjelaskan design-nya.
Heenim mendengarkan dengan seksama, ia terkesan dengan hasil presentasi Yixing. Dengan menyunggingkan seringainya dalam hati ia memuji kemampuan Yixing. 'Aku butuh orang sepertimu Zhang Yixing.' bathinnya.
.
Akhirnya acarapun selesai, Suho mengajak Heenim untuk makan di restaurant yang sudah mereka pesan, bersama jajaran dewan direksi yang lain, mereka bersama-sama menuju restaurant yang dimaksud termasuk Yixing.
Ponsel Yixing berdering, kemudian ia menjauh untuk mengangkatnya. PIP! "Yeoboseyo Lu, ada apa? Hyung masih di kantor."
"H-H-Hyung, umma-umma.."
"Umma, Umma kenapa? apa yang terjadi?" tanya Yixing panic.
"U-umma-umma bergerak hyung. Umma me-me-mecahkan ge-gelas."
"Jinjjayo? Syukurlah kalau begitu, setelah selesai acara hyung akan segera pulang, tunggu hyung ya. Tunggu."
"Nde hyung." PIP! Yixing menutup ponselnya, ia begitu bahagia mendengar ibunya mengalami kemajuan, ia menghapus airmata bahagia yang mengalir di pipinya kemudian menyusul Suho.
At Restaurant
"Tadi siapa yang menelpon Xing?" tanya Suho saat mereka berada di Restaurant.
"Luhan menelpon."
"Ada apa?"
"Umma-ku sudah bisa bergerak dan itu suatu kemajuan, mengingat selama di rumah Yoora, Umma-ku tidak kunjung ada perubahan." Heenim yang juga mendengar percakapan Suho dan Yixing akhirnya mengeluarkan suaranya.
"Ada apa? Yixing terlihat senang sekali." Tanya Heenim pada Suho.
"Ibunya Yixing sadar dari koma-nya setelah sekian lama."
"Benarkah itu?" tanya Heenim beralih ke Yixing.
"Nde Komisaris, suatu kemajuan ibuku bergerak setelah 5 tahun tak bisa berbuat apa-apa. Padahal ibuku belum ada 1 bulan pindah ke rumahku."
"Memang selama ini ibu dan adikmu tinggal dimana?"
"Mereka tinggal di rumah Kang Yoora. Yoora adalah saudara tiri Yixing." jawab Suho. Heenim hanya ber-oh ria.
"Mungkin kondisi psikologis yang membuat ibumu tak sadar selama 5 tahun dan saat dia sudah tidak mendapat tekanan, kondisi psikologisnya lebih baik dan dia pun sadar. Memang apa yang keluarga Yoora lakukan pada ibu dan adikmu?"
"Saya tidak tahu, saya di penjara selama waktu itu." Jawab Yixing pelan.
"Tanpa kau jelaskan pun aku mengerti apa yang mereka lakukan." Ucap Heenim. Yixing hanya bisa menghela nafas.
"Yifan dulu adalah calon suami Yixing sebelum kecelakaan itu terjadi."
"Suho…" Yixing mencoba menghentikan Suho.
"Dan sekarang menjadi suami Yoora, saudara tirimu? Ironis sekali nasibmu. Pernikahanmu batal, calon suamimu direbut saudaramu dan kau masuk penjara."
"Aku sudah tidak memikirkan hal itu Komisaris, saat ini aku hanya ingin ibuku sembuh dan mencari keadilan untukku. Aku ingin mereka tahu kalau aku bukan pembunuh seperti yang mereka tuduhkan padaku."
Heenim menatap Yixing dengan seksama, ia melihat dari mata Yixing ada pancaran luka yang begitu mendalam, tidak terlihat Yixing seperti sseorang pembunuh tapi Heenim tak bisa menerima penjelasan itu dari Yixing saja, dia juga akan mencari tahu hal yang sebenarnya.
.
.
Yixing berlari masuk kedalam rumah, ia tak sabar menemui ibunya. BRAK! Yixing membuka pintu. "Ummaa…" panggil Yixing. Yixing segera masuk ke kamar. Ia melihat Luhan menyuapi ibunya. "Umma…" panggil Yixing.
"H-Hyung…" balas Luhan. Yixing mendekati ibunya dan memeluknya.
"Umma, akhirnya Umma kembali, aku merindukanmu Umma." Liyin mengangguk pelan, ia belum bisa bergerak banyak dan bicara tapi untuk Yixing itu lebih baik.
"Hyung-hyung.." panggil Luhan.
"Ada apa Lu?"
"Ta-tadi, Tu-tuan tampan kemari."
"Tuan tampan? Siapa?" tanya Yixing bingung.
"Tuan-tuan Oh-Oh Sehun. Tuan Oh Se-sehun."
"Sehun kemari, ada apa?" Luhan mengambil sesuatu dari laci meja dan menyerahkan pada Yixing.
"Dia-dia bilang, itu untukmu hyung. Tu-tuan tampan j-juga bi-bilang ka-kalau dia i-ingin membawa um-ma ke rumah-rumah sakit."
"Rumah sakit? untuk apa?" Luhan menggeleng. "Ya sudah nanti hyung akan menelponnya. Kau sudah makan? Dimana Baekhyun?"
"Aku-aku sudah makan hyung. B-baekhyun hyung be-belum pulang."
"Oh begitu, kalau begitu hyung mandi dulu, jaga Umma sebentar nanti hyung yang gantian menjaga Umma."
"Nde.." Yixing mengacak rambut Luhan, "Umma, nanti aku yag akan menjaga Umma, aku merindukanmu Umma." Liyin mengangguk pelan. Yixing mencium pipi Liyin dan pergi ke kamarnya untuk membersihkan diri.
.
Yixing membuka map yang diberikan Sehun padanya, ia membaca dengan seksama isi map itu. Yixing terbelalak melihat isi dokumen itu.
"Jadi benar Yoora yang menjual hasil designku saat itu dan menuduhku hingga aku dipecat?" Yixing buru-buru mengambil ponselnya dan menelpon Sehun.
Tut-tut-tut! PIP! "Yeoboseyo Sehun-ah, darimana kau dapat data-data ini?"
"Aku memiliki informan yang bisa dipercaya. Data-data itu akurat Xing."
"Jinjja, lalu USB yang direbut Yoora dari Kyungsoo, apakah Suho berhasil mendapatkannya? Dia tidak bilang apapun padaku."
"Dia sudah mendapatkannya dan memberikannya padaku."
"Sudah ada ditanganmu? Syukurlah, lalu apa yang akan kau lakukan dengan hal itu?"
"Aku akan mengurusnya, kau tinggal tunggu kabar dariku, tolong hubungi Chen, apa ada perkembangan dari pencariannya."
"Nde, aku akan menunggu kabar darimu. Nanti aku akan menelpon Chen, mungkin dia sudah mendapatkan rekaman-nya. oh ya tadi kau bilang pada Luhan kalau kau ingin membawa ibuku ke rumah sakit."
"Ya tadi aku melihat ibumu sudah ada perkembangan, kalau beliau dibawa ke rumah sakit dan mendapat perawatan, mungkin beliau akan cepat pulih."
"Iya tapi aku tidak memiliki uang sekarang."
"Aku akan membantumu, bawa ibumu ke rumah sakit agar beliau mendapat perawatan yang layak. Masalah uang, kau bisa mengembalikannya semampumu. Rumah sakit yang aku rekomendasikan padamu adalah milik temanku. Besok kita kesana dan membawa ibumu. Aku yakin ibumu akan cepat pulih."
"Terima kasih Sehun-ah. Maaf merepotkanmu."
"Aku juga berterima kasih, setidaknya besok kalau pelaku sebenarnya ditemukan, Kyungsoo pasti akan lebih tenang di alam sana."
"Nde, kita akan membuat Kyungsoo tenang di sana setelah kami berdua mendapat keadilan." Tak lama kemudian, Yixing menutup ponselnya. "Kyungiee, kita akan segera mengetahui kebenarannya."
.
.
Tok-tok-tok! Yoora mengetuk pintu sebuah rumah mewah. Setelah pulang kerja ia pergi ke rumah itu tanpa memberitahu Yifan. CKLEK! Pintu terbuka, seorang yeoja paruh terlihat memakai celemek menyambut Yoora.
"Yoora, kau kemari?"
"Setelah pulang kerja aku langsung kemari, dimana Jaehyun?"
"Dia didalam, masuklah." Yoora pun masuk dan pergi ke ruang TV, ia melihat Jaehyun sedang bermain robot gundam.
"Jaehyun…" panggil Yoora. Jaehyun menoleh dan melihat Yoora berdiri tak jauh darinya membawa tas besar.
"Nugu?" tanya-nya polos.
"Ini bibi Yoora sayang. Saudara Umma." Jawab Yongju.
"Bibi?"
"Iya sayang, aku bibi mu, kemari, bibi membawa mainan untukmu." Jaehyun berdiri dan berlari menghampiri Yoora. Yoora merentangkan tangannya dan menyambut Jaehyun kemudian memeluknya. "Kau sudah besar rupanya." Yoora melepas pelukannya dan memberikan hadiah pada Jaehyun. "Ini untuk Hyunie."
"Terima kasih bibi." Ucap Jaehyun setelah menerima hadiah dari Yoora, kemudian ia kembali ke tempat semula.
"Kita bicara di ruang tamu." Ajak Yoora, Yongju hanya mengangguk dan mengikuti Yoora ke ruang tamu.
.
"Tidak ada yang curiga kan mengenai Jaehyun?"
"Tidak ada, kau tenang saja. kau jangan khawatir, aku merawat Jaehyun dengan sangat baik. Aku sudah menganggap dia seperti anakku sendiri."
"Jangan sampai ada yang tahu tentang Jaehyun, siapapun. Ingat hanya kau, aku dan ayahku yang mengetahui masalah ini."
"Nde, aku akan jaga rahasiamu. Kau tahu, dia mirip dengan ibunya. Dia tampan."
"Bagiku Yixing adalah masalah untukku." Ucapnya dengan nada benci.
.
.
.
"Chen…" panggil Yixing. Chen menoleh dan tersenyum saat melihat Yixing berjalan ke arahnya.
"Kau sudah datang?"
"Ada apa kau mengajakku bertemu? Kebetulan, aku baru saja akan menelponmu."
"Duduk dulu." Chen menunjuk bangku sebelahnya. Yixing tersenyum kemudian duduk disebelah Chen. "Maaf, malam-malam mengajakmu bertemu."
"Tidak apa-apa, memangnya apa yang ingin kau bicarakan? Apa kau sudah menemukan rekaman itu?" Chen menggeleng.
"Belum Xing, masih dalam pencarian. Maaf, aku sudah berusaha semampuku."
"Tidak apa-apa,kau tenang saja. lalu apa yang ingin kau bicarakan?"
"Apa kau kenal Park Si Hoon?"
"Park Si Hoon?" Yixing mengerutkan dahinya. "Aku tidak tahu. Memang kenapa?"
"Aku menemukan rekaman CCTV seminggu sebelum kecelakaan Kyungsoo. Yoora mengajak Sihoon bertemu di Restaurant Perancis pukul 8 malam."
"Tunggu sebentar.." Yixing mengambil ponselnya dan mencari nama Park Sihoon. "Dia.."
"Ada apa Xing?"
"Park Sihoon, Direktur Perencanaan di Jeguk. Jangan-jangan…"
"Yoora menjual hasil design-mu ke Sihoon dan mereka berkomplot dengan menuduhmu yang menjualnya." Yixing hanya mengangguk, ia tak menyangka Yoora melakukan hal keji seperti itu. Yixing mengusap wajahnya pelan.
"Yixing…"panggil Chen.
"Nde…"
"Setelah semua ini sudah berakhir, Yoora mendapat hukumannya, anakmu ditemukan, namamu dbersihkan? Apa yang akan kau lakukan?"
"Aku ingin hidup tenang dengan anakku, ibuku dan adikku Luhan. itu saja."
"Lalu mengenai pendamping?"
"Pendamping? Aku tidak memikirkan hal itu, aku belum siap mencari pendamping dan ayah untuk Taeyong."
"Apa kau akan membuka hatimu jika aku ingin mengenalmu lebih dekat lagi?" Yixing menatap Chen dengan serius, "Aku tahu ini terburu-buru, kita juga baru mengenal belum lama tapi aku menyukaimu."
"Chen.."
"AKu tidak memintamu menjawab sekarang tapi setidaknya kau tahu bagaimana perasaanku saat ini."
"Terima kasih Chen, tapi maaf untuk saat ini aku ingin focus pada masalahku dan setelah semua selesai, aku akan mempertimbangkannya."
"Kau masih mencintai Yifan?"
"MWO! A-apa maksudmu? A-aku t-tidak mencintainya." Jawab Yixing bohong.
"Jangan bohong, aku tahu kau masih mencintainya, apalagi dia ayah dari anakmu. Aku mengerti, posisi Yifan tidak akan terganti oleh siapapun."
"Chen, kuharap kau mengerti posisiku."
"Aku mengerti Xing. Kau tenang saja. aku akan menunggumu sampai kau siap." Yixing tersenyum. "Kalau begitu aku pulang dulu, Umma dan Luhan menungguku." Chen mengangguk.
Yixing pun berdiri dan diikuti Chen, tapi saat akan pergi tapi tiba-tiba tangannya ditarik Chen dan Chen memeluknya erat.
"Chen…" Yixing terlihat kebingungan tapi Chen menahannya. "Biarkan seperti ini Xing, kumohon." Yixing hanya bisa menurut.
Tak berapa lama kemudian Chen melepas pelukannya dan mencium Yixing tepat di bibirnya. Hal itu membuat Yixing terbelalak tapi tubuhnya serasa lemah dan tak berdaya, ia membiarkan Chen menciumnya.
Dari kejauhan seorang namja melihat kemesraan mereka dari dalam mobil, ia mengeratkan pegangan-nya di stir mobilnya. Nafasnya sedikit memburu, tapi ia tak bisa berbuat apa-apa.
Flashback On
Yifan begitu gugup saat ia akan menghampiri Yixing di kantin. Ia melihat Yixing duduk bersama teman-temannya. Yifan benar-benar gugup, biasanya tidak seperti ini, hal ini terjadi karena Yixing sedang marah.
Saat Yifan akan menghampiri Yixing,tiba-tiba temannya-Jungsik menghentikan Yifan, "Wae?"
Jungsik memberikan bunga pada Yifan, "Ini, kau harus berterima kasih pada klub kebun nanti." Yifan mengambil bunga itu, ia menghela nafas sebentar dan kemudian berjalan menghampiri Yixing.
"Xing..Yixing." panggil Yifan pelan. Yixing tak mendengar atau pura-pura tak mendengar, ia terus berbincang dengan temannya.
"Xing, hei.." kemudian Yixing pun menoleh, "Oh Hai Fan, mau ikut makan siang dengan kami? Kau tahu Tacco ini lezat sekali." Ujar Yixing tidak nyambung samil memakan tacco-nya.
"Hei, Xing.. hei maaf kan, maukah kau menjadi pacarku."
"Maaf, kau bicara apa? Aku tidak dengar, terlalu ramai disini."
"Hei-hei…" Yifan terus mencoba tapi gagal hingga Jungsik jengah.
"Hai semuanya, Yifan akan bicara." Ucap Jungsik pada seluruh penghuni kantin tapi tidak ada yang memperhatikan.
"Hei apa yang kau lakukan?" tanya Yifan pada Jungsik.
"HEIII…YOOOOO…!" Mereka kemudian terdiam, Yifan malah semakin gugup. Mereka memperhatikan Yifan dan Jungsik. "Temanku akan bicara." Sudah kepalang basah, Yifan memberanikan diri naik ke meja dan merentangkan tangannya di hadapan Yixing. Yixing mengerutkan dahinya bingung.
"ZHANG YIXING…!" Ucap Yifan keras-keras.
"Yifan apa yang kau lakukan?" tanya Yixing.
"MAUKAH KAU MENJADI PACARKU DAN PERGI KE PROOM NIGHT BERSAMAKU?" Yixing terbelakak mendapat pertanyaan frontal dari Yifan.
"PLEASE…!" mohon Yifan.
"A-apa yang kau lakukan?" tanya Yixing masih bingung.
"Jungsik ambilkan jolokia." Pinta Yifan
"Jolokia? what? Apa yang…" Yixing menggeleng melihat kelakuan Yifan. Jungsik berlari dan meminta cabe jolokia dari dapur dan memberikannya pada Yifan.
"Kau tahu ini cabe jolokia adalah cabe terpedas di dunia, aku akan memakan ini dan membuktikan bahwa aku serius padamu."
"Yifan..!" seru Yixing.
CRAK! Yifan memakannya dan menguyahnya, matanya mulai memerah karena pedas, "Yifan cukup, Nde aku mau, aku mau Yifan." Yixing mengambil air minum dan memberikannya pada Yifan yang mulai menangis. "Iya aku mau, aku mau.. aku mau jadi pacarmu. Aku mau pergi dneganmu." Yifan menangis tapi ia tersenyum, "Minum dan jangan berbuat hal bodoh lagi." Yifan segera meminum air yang diberikan Yixing padanya.
"I Love you Zhang Yixing."
"I love you too Wu Yifan paboo.." balas Yixing kemudian memeluknya.
"WHOAAAA!" mereka semua berteriak senang melihat Yixing menerima cinta Yifan, Yifan juga membalas pelukan Yixing erat, meskipun masih menangis karena pedas yang ia rasakan.
Flashback off
"Harusnya aku membencimu Xing, tapi hatiku tidak bisa."Gumam Yifan.
.
.
TBC
HEI I'M BACK! MAAF KALO LAMA, AUTHOR PERGI KE LUAR KOTA DAN BEBERAPA HARI INI BLANK IDE, JADI KALAU CERITANYA SEMAKIN GAJE MOHON MAAF, TERIMA KASIH SUDAH MAU MENUNGGU AKU KEMBALI.
REVIEW PLEASE, NO BASH YA PLEASEEE...!
TERIMA KASIH BUAT SEMUA YA
