THE STORY ABOUT YIXING LIFE
Author -Takii_yuuki-
Genre [ angst, drama, hurt/comfort, yaoi,family, friendship, romance]
Main cast :
Zhang Yixing/Lay,
Wu Yifan/Kris
Xi Luhan
Oh Sehun
Kim Junmyeon
and Other Character...
Rating : T to M
(untuk saat ini T dulu lah, maaf berubah)
Length : Chaptered
Dislaimer : mereka milik orang tua mereka dan SMent, saya hanya pinjam nama.
Pin bb saya, siapa tau ingin berteman dengan saya : 5189737F
Warning : cerita ini mengandung unsur boys x boys,M-PREG! DON'T LIKE DON'T READ, Shonen-Ai, BL, Typo(s), typo bertebaran, ooc, author masih amatiran. Mohon maaf. #deepbow kalau tidak suka silahkan di[x] ya, jangan bash author ya, saling menghargai. author menulis juga gak mudah. terima kasih pengertiannya.
Terinspirasi drama ICE ADONIS, dengan sedikit perubahan alur cerita, cerita ini menjadi versi Yixing.
#Kemarin saya menulis Yoora itu namja tapi seteah dipikir2 dia lebih cocok jadi Yeoja. maaf kan saya.
Happy reading...
CHAPTER 6
.
.
"Ada apa kau menemuiku Sekretaris Kang?" tanya Heenim saat Yoora berkunjung ke hotel tempat Heenim menginap.
"Maafkan atas kelancanganku Komisaris, aku ingin membicarakan tentang Zhang Yixing pada anda."
"Yixing? creative designer-mu yang baru itu?" Yoora mengangguk. "Ada apa dengannya?"
"Aku ingin memberitahu anda untuk berhati-hati padanya."
"Memang ada apa dengannya? Ya kudengar dia mantan napi karena menabrak hingga tewas adik Presdir Wu Yifan. Memang ada hal lain lagi tentang dia yang tidak aku ketahui?"
"Dia menjual hasil design kami pada Jegguk Grup dan membuat kami kehilangan proyek milyaran Won, bahkan dia juga menjual design lain ke Cube, dia pengkhianat yang membuat kami rugi dan hampir pailit."
"Benarkah itu?" tanya Heenim tidak percaya.
"Nde, aku punya bukti, bahwa dia menerima uang 1 Milyar Won dari salah satu pegawai Jegguk dan Cube dan kesaksian dari pegawai Jegguk tentang perbuatan Yixing."
"Oh, aku tidak tahu Yixing berani melakukan itu."
"Ne, dia melakukannya demi uang, jadi kumohon komisaris, anda lebih berhati-hati pada Yixing saat ini."
"Terima kasih atas infomu Yoora." Yoora menyeringai tipis, 'Kau kira bisa merebut Komisaris Heenim dariku, itu hanya dalam mimpimu Zhang Yixing."
.
.
.
Chen pergi ke panti asuhan tempat Taeyong dititipkan dulu. Ia pun menemui pemilik panti, Suster Eun Suh dan mencari tahu tentang anak Yixing."Maafkan aku, aku adalah pemilik baru panti ini setelah suster Mido memutuskan untuk pergi ke Amerika."
"Apa anda tidak mengetahui sama sekali tentang pengadopsian Taeyong?"
"Aku baru bekerja disini selama 2 tahun. Aku tidak pernah membuka data tentang anak yang di adopsi meskipun aku tahu tapi data itu rahasia, kami tidak bisa memberitahukannya padamu."
"Kumohon, ibu dari Taeyong sekarat dan ingin bertemu dengan putranya meskipun Cuma sekali." Mohon Chen sedikit memelas. Suster Eun Suh menghela nafas, "Tapi.."
"Suster, disana ada ibu sedang sekarat, dia mencari anaknya dan ingin bertemu sebelum dia meninggal. Anaknya dititipkan di panti asuhan ini juga bukan karena kehendaknya, ia tak menginginkan itu tapi keadaan memaksanya, dia dipenjara karena fitnah, suaminya pergi meninggalkannya, dia dipisahkan dari putra kandungnya, keluarganya pun entah kemana, dia sendirian dan sekarang saat-saat terakhir, dia hanya ingin bertemu dengan putranya, sekali saja. apa itu salah? iTu permohonan terakhirnya suster." Ujar Chen panjang lebar dan dengan mata berkaca-kaca. -King of drama-
"Hah, baiklah, tunggu sebentar, aku ambilkan datanya tapi ini hanya untukmu saja."
"Ne, terima kasih suster." Ucap Chen dengan mata yang berkaca-kaca. Setelah suster Eun Suh pergi, Chen mengusap airmatanya, "Maafkan aku Xing, tapi hanya dengan cara ini aku bisa menemukan Taeyong." bathinnya.
Tak berapa lama kemudian suster Eun Suh datang dengan membawa map berisi data orang tua adopsi."Ini data yang kau butuhkan. Aku ada urusan sebentar, ku tinggal kau sendiri, 15 menit lagi aku kembali." Ucap Suster Eun Suh sambil menyodorkan map itu pada Chen.
"Ne, Terima kasih suster." Chen menerima map itu dan mencari nama Taeyong. ia mencari data-data yang ia butuhkan. Data itu terdiri dari 2 lembar sertifikat, satu untuk arsip panti dan satu untuk orang tua adopsi.
Chen tidak mau menghabiskan waktu lama untuk membaca satu persatu data itu, ia mengambil ponselnya dan mengambil fotonya.15 menit kemudian, Suster Eun Suh kembali. Chen pun juga telah selesai mengambil gambarnya.
"Apa sudah kau temukan?"
"Aku tidak yakin tapi sepertinya sudah. Terima kasih suster sudah membantu. Maaf merepotkanmu." Chen pun segera berpamitan dengan suster Eun Suh dan pergi meninggalkan panti.
Sampai di rumah, Chen mulai memilah datanya. "Putra Yixing, namja. Disini ada 11 anak yang berjenis kelamin namja dan diadopsi pada tahun ini. Heum.. aku harus menghubungi mereka satu persatu."
.
.
.
"Umma, besok lusa kita akan pergi kerumah sakit, Umma akan mendapat perawatan dan fisioterapi untuk pemulihan kesehatanmu. Umma harus sembuh, Umma harus membantuku menemukan keadilan." Ujar Yixing saat ia sedang memijat ibunya, Liyin hanya mengangguk sambil meneteskan airmata. "Umma jangan menangis, sebentar lagi keadilan akan berpihak pada kita."
"Yixing ada telepon untukmu."panggil Baekhyun dari luar. Yixing menoleh ke belakang,"Iya sebentar."kemudian berpaling pada Umma-nya,"Umma, aku keluar dulu."Yixing meninggalkan Umma-nya dan menjawab telepon untuknya.
"Yeoboseyo.. Jay? Ada apa menelponku?" Yixing cukup terkejut Jay menelponnya.
"…"
"Malam ini?"
"…"
"Maaf aku…"kata-kata Yixing terputus.
"…"
"Kau sudah di depan?"
"…"
"Ah baiklah, tunggu sebentar. Aku ganti baju dulu. Ne." PIP! Yixing menutup teleponnya.
"Dari siapa?" tanya Baekhyun dari dapur.
"Jay." Jawab Yixing singkat.
"Jay siapa?" tanya Baekhyun penasaran.
"Klienku."
"Untuk apa dia menelponmu malam-malam begini?" tanya Baekhyun penuh selidik.
"Dia mengajakku makan malam, katanya untuk merayakan keberhasilan konsernya."
"Hati-hati Xing, perasaanku tidak enak kali ini."
"Tentu, kau tenang saja." Setelah selesai Yixing berpamitan pada Baekhyun dan menemui Jay.
.
"Sudah lama menungguku?"
"Baru 15 menit." jawab Jay sambil melihat arloji-nya.
"Maaf tadi ada urusan sebentar."
"Iya tenang saja. aku sudah menyiapkan tempat untuk makan malam kita. Sebagai ucapan terima kasih karena konserku sukses."
"Kau berlebihan Jay, kesuksesan itu kan karena kau dan band mu bukan karena aku."
"Tapi karena design-mu yang luar biasa itu, mereka memuji konserku."
"Sudah jangan berlebihan, nanti aku besar kepala."Jay membukakan pintu mobil untuk Yixing, "Silahkan masuk tuan Zhang."
"Terima kasih." Ucap Yixing. kemudian mereka pergi ke restaurant yang dimaksud.
.
Jay memesan restaurant VIP dan khusus hanya untuk mereka berdua. Yixing terkejut dengan apa yang dipersiapkan oleh Jay. "Jay, kau? Bagaimana bisa kau mendapatkan meja disini? aku saja yang ingin memesan untuk Tuan Han butuh waktu satu minggu baru bisa mendapat meja disini."
"Sebenarnya, aku menyewa restaurant ini." Jawab Jay santai.
"Mwo? Kau bercanda."
"Nope, aku serius tapi sudahlah lebih baik kita makan, ada 17 hidangan yang menunggu kita."
"MWO! 17?"seru Yixing terkejut. Jay tak menjawab tapi ia mendorong Yixing untuk segera duduk dan hidangan-pun datang.
"Makan, sebelum aku marah." Ultimatum Jay. Yixing hanya bisa menelan ludah, ia pun menuruti Jay dan memakan hidangannya.
Ternyata hidangan-nya tidak sampai 17 menu, hanya beberapa menu istimewa saja. Terakhir hidangan pencuci mulut dan segelas wine. Saat ia meneguk beberapa kali tiba-tiba kepalanya merasa pusing.
"Kepalaku.."
"Ada apa Xing? Hei kau kenapa?" tanya Jay panic.
"Tidak tahu, kepalaku.. ahh.." Yixing memegang kepalanya yang berdenyut. Jay menghampiri Yixing yang tiba-tiba pingsan. Jay berhasil memegang tubuh Yixing sebelum ia terjatuh, Jay tersenyum menyeringai.
.
.
At Morning
Yixing membuka matanya setelah ia terkena pantulan sinar matahari yang masuk dari jendela. Ia membuka matanya perlahan sambil memegang kepalanya dan tiba-tiba ia terkejut dengan keadaannya yang telanjang dan tubuhnya ditutup selimut setinggi pinggangnya. Yixing melihat ke dalam dan betapa terkejutnya dia melihat ada cairan yang tertinggal di daerah selatannya.
Yixing mencoba mengingat kejadian semalam, ia makan bersama Jay dan kepalanya pusing, dia langsung pingsan dan bangun-bangun dia sudah berada di hotel.
'Jay, ya orang itu Jay, dimana dia?' Yixing celingukan mencari Jay dan tiba-tiba CKLEK! Pintu sebelah terbuka, muncullah namja yang dicari-cari Yixing, ia baru saja selesai mandi dilihat dari penampilannya memakai handuk dari pinggang dan menutupi area bawah sampai lutut dan satu handuk yang berada di kepala.
"Hei Xing, kau sudah bangun bagaimana tidurmu nyenyak?" tanya Jay santai seolah tidak terjadi apa-apa.
"A-apa yang kau lakukan?a-apa yang terjadi?" tanya Yixing emosi. Ia pun duduk di samping ranjang dekat Yixing.
"Kau lupa apa yang baru saja terjadi dengan kita semalam? Kita menghabiskan malam yang luar biasa. Dan aku tidak akan pernah melupakannya seumur hidupku." Jawab Jay dengan kerlingan nakal.
"A-ap-apa? Tidak mungkin? Tidak Mungkin.. Andwee…" seru Yixing tak percaya.
"Kau tidak percaya? Kau bisa lihat sisa-sisa cinta kita semalam masih ada Xing."
PLAK! Yixing menampar Jay, sedangkan Jay hanya menyeringai meskipun pipinya sakit. "K-Kau, kurang ajar. Aku sangat mempercayaimu Jay, sekarang ini balasanmu padaku."
"Maaf, tapi kau begitu menggoda Xing. Bahkan milikmu masih sangat sempit, aku yakin kau tidak pernah disentuh siapapun." Yixing menggeleng tak percaya, ia segera meninggalkan bed dan menutupi tubuhnya dengan selimut. Mengambil pakaiannya yang berceceran dan memakainya.
"Jangan pernah menemuiku lagi…" ucap Yixing sebelum dia keluar . BLAM! Yixing membanting pintu kamar itu. Lagi-lagi Jay hanya menyeringai puas.
.
.
Yixing pulang dengan menangis, ia tak menyangka Jay akan berbuat seperti itu padanya. Dia kelihatan agak mengenaskan dengan rambut berantakan dan mata bengkak karena menangis.
CKLEK! Yixing masuk kerumah dengan keadaan lemas. Meskipun sudah tidak menangis tapi matanya bengkak. Baekhyun yang kebetulan sedang membersihkan rumah, melihat Yixing pulang dengan keadaan tertunduk.
"Yixing, kau darimana? Kenapa semalam tidak pulang?" Yixing berhenti namun ia tidak menjawab malah menangis. Baekhyun pun segera menghampirinya, "Hei kau kenapa? kenapa menangis?" Yixing hanya menggeleng dan kemudian memeluk Baekhyun.
"Ada apa Xing? Cerita padaku. Kenapa kau menangis? Ayo kita duduk. Ceritakan apa yang terjadi?"
Yixing melepas pelukannya dan mengikuti Baekhyun untuk duduk. Dengan keadaan terisak Yixing pun menceritakan kejadian itu. Baekhyun terkejut dengan cerita Yixing, ia mengepalkan tangannya marah.
Baekhyun pun hanya bisa menenangkan Yixing dengan memeluknya. "Sabar Xing, semua pasti akan segera berlalu. Sekarang kau istirahat saja. mintalah cuti beberapa hari sampai kau siap." Yixing hanya mengangguk lemah.
.
.
3 hari kemudian
Setelah kejadian itu Yixing meminta cuti selama 3 hari dan hari ini hari pertama dia masuk. Saat ia memasuki lobby, banyak orang menatapnya sinis. Saat di lift juga begitu banyak yang menjauhinya. Yixing pun semakin bingung.
Saat ia masuk ruang kerjanya, rekan kerjanya tidak bicara dengannya. Yixing semakin bingung. "Minseok ada apa? Kenapa hari ini semua pegawai menatapku dengan tatapan aneh?" tanya Yixing.
Minseok tidak menjawab, dia hanya menyodorkan laptop pada Yixing. Yixing mengerutkan dahinya dan melihatnya.
'SKANDAL VIDEO PORNO DESIGNER XOXO ENT, ZHANG YIXING'
Yixing terkejut dengan berita itu. Ia membaca berita itu dan meng-klik link video yang ada di berita itu. Dan benar, itu adalah video dirinya dengan Jay namun wajah Jay itu di-blur dan hanya dirinya yang terlihat jelas.
"A-apaan ini?" Tanya Yixing bergetar.
"Maaf Xing.." ucap Minseok. BRAK! Pintu ruang kerja Yixing di buka secara kasar dan pelakunya adalah Yoora.
"Yixing. Rapat darurat dewan direksi sekarang. Mereka sudah menunggumu!" Ucap Yoora tanpa basa-basi.
"Apa?"
"Zhang Yixing, kupastikan hari ini hari terakhirmu di XOXO." Kemudian ia keluar meninggalkan ruang kerja Yixing. Yixing mengusap wajahnya kasar. "Sabar Xing." Ucap Kai. Yixing hanya mengangguk, kemudian ia mengikuti Yoora.
.
Di ruang rapat, semua dewan direksi, termasuk Suho, Heenim, Yifan dan Yoora sudah menunggu. Yixing duduk di tengah-tengah seperti seorang tersangka di persidangan.
"ZHANG YIXING, KAU SUDAH MEMBUAT MALU PERUSAHAAN. SKANDAL VIDEO PORNO? KAMI SUDAH MEMBERI KERINGANAN SEORANG MANTAN NAPI UNTUK MASUK KEMARI DAN BEKERJA DISINI, TAPI LIHAT SEKARANG, KAU BERULAH. BISA KAU JELASKAN MASALAH INI?"
Salah satu petinggi di XOXO membentak Yixing dan melemparkan kertas berisi berita tentang Yixing. Yixing hanya bisa tertunduk, ia tak bisa menjawab, orang di video itu adalah dirinya tapi itu bukan maunya. Yixing melihat Suho yang terlihat kecewa.
"Maaf…" hanya itu yang keluar dari mulut Yixing.
"MAAF?APA KAU TAHU GARA-GARA SKANDALMU ITU SEKARANG SAHAM KITA ANJLOK, BEBERAPA KLIEN MEMBATALKAN KERJA SAMA DENGAN KITA DAN REPUTASI PERUSAHAAN KITA HANCUR? ITU SEMUA KARENA PERBUATANMU."
"Maafkan saya." Ucap Yixing lemah. Yoora menyeringai tipis. Sedangkan Yifan ia tak berkata apa-apa, begitu juga dengan Suho yang terlihat terpukul karena skandal video melihat Yixing dengan tatapan yang sulit diartikan.
"MULAI HARI INI KAU DIPECAT! SILAHKAN BERESKAN BARANGMU DAN KELUAR DARI KANTOR INI." Yixing tak bisa berbuat banyak. Ia berdiri dan membungkuk. Kemudian ia meninggalkan ruang rapat itu.
.
Yixing membereskan barang-barangnya. Dengan perasaan sedih, kacau dan tidak bisa berbuat banyak, ia pun pasrah."Xing, tolong bersabar. Semua pasti ada jalan keluarnya." Minseok mencoba menenangkan Yixing. Yixing hanya mengangguk sambil tersenyum tipis, kemudian dia keluar meninggalkan ruang kerjanya.
Di tengah perjalanan dia melihat Suho berjalan pelan menuju ruang kerjanya. "Suho." Panggil Yixing. Suho berhenti dan berbalik, ia melihat Yixing berlari ke arahnya.
"Maafkan aku, sungguh aku tidak bermaksud mengecewakanmu. Percayalah padaku,aku tidak tahu kenapa semua ini bisa terjadi. Aku dijebak"
"Semua sudah terjadi Xing, mungkin memang aku salah telah memasukkanmu kemari."
"Suho…"
"Terima kasih, beberapa bulan ini kau sudah memajukan perusahaan ini." Suho mengulurkan tangan pada Yixing untuk mengucapkan perpisahan. Yixing menangis, Suho tak percaya padanya. Ia tak membalas uluran tangan Suho dan segera pergi meninggalkannya.
Yixing buru-buru memasuki lift dan tak sengaja ia bertemu dengan Yifan di dalam lift. Yixing tak menghiraukannya dan tetap masuk ke dalam lift meskipun ada mengusap airmatanya dan memilih berada di depan Yifan, menghindari kontak mata dengan Yifan. Setelah sekian lama diam, Yifan pun membuka suara,"Xing…" panggil Yifan.
"Kau tidak usah khawatir, kau tidak akan melihatku lagi."balas Yixing.
"Aku.." belum sempat ia bicara pintu lift terbuka.
"Aku pergi. Selamat tinggal Wu Yifan." Pamit Yixing. Yixing pun keluar lebih dulu tanpa melihat Yifan.
"AKu percaya padamu Xing." Ucapnya saat Yixing menjauh.
Yixing melangkah keluar dari kantor dengan menahan marah, sedih dan kecewa. Ia dijebak tapi tak ada yang bisa membuktikan bahwa dia dijebak dan ia yakin bahwa pelakunya adalah Yoora, masih teringat dalam otaknya saat Yoora bicara padanya sebelum ia keluar dari kantor,
"Kau tidak akan pernah menang melawanku, sekuat apapun kau berusaha, kau tidak akan menang. Cih, jangan harap kau bisa mendapatkan semua yang kau mau dengan mudah."
Yixing menatap XOXO Ent sebelum dia benar-benar pergi. Ia akan mencari bukti, ia akan mencari keadilan. Ia tidak boleh menyerah.
.
.
At Other Side
"Yeoboseyo Nyonya Seo. Selamat siang, ini dari panti asuhan Heaven."
"Ya saya Nyonya Seo, ada yang bisa aku bantu?"
"Ah sebenarnya ini hanya kegiatan rutin yang dilakukan Heaven untuk mengetahui kabar anak-anak yang diadopsi dari Heaven. Maafkan aku jika mengganggu." Chen membohongi Ny. Seo.
"KEnapa aku baru dengar ada kegiatan seperti ini, beberapa tahun ini tidak ada hal seperti ini?" tanyanya sedikit curiga
"Karena hal ini memang baru dilakukan belum lama ini. Pergantian pimpinan membuat kami merombak semua system di panti asuhan. Hal itu untuk melindungi anak-anak."
"Oh begitu, ya bisa dimengerti."
"Nyonya Seo, bagaimana kabar Taeyong kami? Apa dia sudah sekolah?" tanya Chen hati-hati.
"Taeyong? Taeyong siapa? Anak yang aku adopsi itu Chanyeol bukan Taeyong."
"A-apa? C-Chanyeol? T-tapi di sertifikat ini tertulis bahwa anda mengadopsi Taeyong." tanya Chen terkejut.
"Di sertifikat yang aku bawa, aku mengadopsi anak bernama Chanyeol, jika anda ingin bukti nanti aku kirimkan." Chen berpikir keras, karena keterangan adopsi dari panti berbeda dengan milik Nyonya Seo..
"Ah-ah, mungkin terjadi sedikit miss disini, maklum, aku adalah pengurus baru jadi tidak tahu apa yang terjadi sebelumnya. Kalau tidak keberatan, tidak apa-apa anda mengirimkan gambarnya."
"BAiklah, nanti aku kirim buktinya."
"Terima kasih Nyonya. Tunggu sebentar Nyonya, apa saat anda mengadopsi Chanyeol, ada yang datang bersama anda? Maksudnya ada yang mengadopsi anak lain di hari yang sama dengan anda?"
"Ada, tapi aku lupa ya? P-park Yo-.."
"Park Yongju?"
"Ya itu dia. dia juga mengadopsi anak dari heaven bersama seorang wanita muda dan seorang lelaki paruh baya, mungkin ayahnya."
"Terima kasih atas waktunya, maaf jika menganggu anda. Tolong jaga Chanyeol kami." PIP! Chen menutup teleponnya. Dia sudah menghubungi semua yang ada di daftar itu dan yang belum dia hubungi adalah Park Yongju.
Sertifikat yang tertukar adalah milik Nyonya Seo dan Park Yongju. Panti asuhan itu memiliki salinan sertifikat adopsi sedangkan Sertifikat asli dibawa oleh orang tua adopsi.
Di sertifikat asli yang dibawa Nyonya Seo tertulis anak adopsinya adalah Chanyeol sedangkan salinan arsip milik Panti, Nyonya Seo mengadopsi Taeyong.
Salinan Arsip panti, Park Yongju mengadopsi Chanyeol itu berarti sertifikat asli yang dibawa Yongju, adalah atas nama Taeyong.
Chen memeriksa database Park Yongju dan menemukan info bahwa Yongju tiba di Korea beberapa hari yang lalu. ia memeriksa CCTV bandara dan mencari Yongju. Beberapa saat kemudian ia menemukannya dan melihat Yongju datang bersama anak kecil. 'Taeyong..' bathin Chen sambil tersenyum.
Tiba-tiba kepalanya terasa berdenyut dan tes-tes-tes darah keluar dari hidungnya. Chen mengambil tissue dan mengusapnya. Ia mendongak agar darahnya tidak mengalir lagi.
Setelah ia rasa darahnya berhenti, Chen kembali menatap layar komputernya. Ia menghela nafas panjang.
.
'Dari hasil pemeriksaan, kau menderita kanker otak stadium 3 dan sudah tahap lanjut.'
'Berapa bulan lagi hidupku Dokter?'
'Aku tidak bisa memperkirakan berapa lama lagi kau hidup, asal kau mau ikut Kemo dan…'
'Berapa lama dokter? Berapa lama aku bertahan?'
'Mungkin 3-6 bulan.'
.
Chen mengusap wajahnya dan mencoba berpikir tenang. PING! Sebuah email masuk. Chen membukanya dan terkejut dengan isinya. Ia mengambil ponselnya dan menghubungi Yixing.
"Kita harus bertemu sekarang." PIP! Chen menutup ponselnya.
.
.
Chen menunggu di taman dekat rumah Baekhyun. Ia menunggu Yixing dengan setia. Beberapa saat kemudian, seseorang yang Chen tunggu datang. Yixing berjalan pelan menghampiri Chen, dengan wajah sembab dan mata bengkak.
"Yixing.." panggil Chen. Yixing menatap Chen dengan tatapan sedih, Chen menghampiri Yixing dan memeluknya. "Sudah, semua akan segera berlalu. Aku akan membantumu. Kita akan melalui ini bersama." Chen menenangkan Yixing, Yixing mengangguk pelan dan terisak dalam pelukan Chen. 'Aku akan membantumu sampai akhir hidupku Xing, aku akan menemanimu melewati semua ini.'
.
.
Tok-tok-tok. CKLEK! Yixing membukakan pintu dan ternyata tamu-nya adalah Sehun. "Sehun-ssi."
"Kita harus bicara."
"Kalau kau ingin membahas berita itu aku tidak mau. Aku tidak melakukannya, itupun jika kau mau percaya jika tidak keluarlah."
"Aku tidak peduli masalah itu. Aku ingin bicara hal lain. Sesuatu yang baru saja aku temukan dan ini mengenai Yoora."
"Ne? Yoora?" Sehun mengeluarkan sesuatu dari jasnya yaitu sebuah foto. "Foto apa ini?"
"Ini dari mobil Yoora yang ia gunakan untuk menabrak Kyungsoo."
"Darimana kau dapat ini?" tanya Yixing bingung. Sehun hanya tersenyum.
.
.
.
At Office
Yifan merenungkan sesuatu di kantornya, ia mengabaikan berkas yang menumpuk di meja kerjanya. Yifan membuka file yang dikirim seseorang untuknya. Sebuah foto mobil yang terdapat noda percikan darah dan lecet di bagian depan seperti bekas menabrak orang. Ada juga sobekan kain yang menempel di plat mobil itu. Yifan hafal nomor plat itu. Dia menggusap wajahnya kasar dan menghela nafas panjang.
"Sebenarnya apa yang terjadi? Siapa yang membunuh Kyungsoo, siapa?"
.
'Malam sebelum Kyungsoo meninggal, dia bertengkar dengan Yoora. Yoora memperebutkan sesuatu dari Kyungsoo.'
'Apa maksudmu? Kau menuduh Yoora membunuh Kyungsoo?'
'Semarah-marahnya Yixing karena dia dipecat oleh Kyungsoo, dia tidak akan membunuh Kyungsoo. Yixing sangat menyayangi Kyungsoo, dia sudah menganggap Kyungsoo seperti adiknya sendiri. Bagaimana mungkin dia tega membunuh Kyungsoo hanya karena dipecat. Yixing tidak setega itu.'
'Kau membelanya?'
'Aku membela yang benar Yifan. Dan aku percaya Yixing tidak bersalah dalam hal ini.'
.
"Arrrghhh…!" Yifan menggeram, karena penat, ia pun memutuskan untuk keluar dan menenangkan diri.
.
.
.
At Hospital
Luhan memberesi pakaian milik ibunya, saat ini ibunya sudah dibawa ke rumah sakit atas saran Sehun. Sudah banyak kemajuan yang dialami oleh Liyin namun ia tidak mengetahui apa yang terjadi dengan Yixing. Baekhyun sudah memberi tahu suster yang berjaga dan siapapun yang merawat Liyin untuk tidak membahas masalah Yixing. ia pun tidak mengunjungi ibunya dengan alasan keluar kota.
Liyin tertidur setelah meminum obatnya. Luhan tersenyum melihat ibunya yang terlihat nyenyak setelah bertahun-tahun menderita. CKLEK! Pintu terbuka pelan,Luhan menoleh dan melihat siapa yang datang. "Tu-tuan Tampan." Seru Luhan. ia pun menghampiri Sehun.
"Hai LUhan." sapa Sehun.
"Tu-tuan Tampan kemari. Yixing hyung tidak-tidak ikut?"
"Yixing hyung masih ada urusan di luar kota. Panggil aku hyung saja ya."
"Oooo.. be-begitu. A-aku rindu-rindu Yixing hyung."
"Yixing pasti merindukanmu. Bibi sedang tidur rupanya. Apa bibi sudah sembuh?"
"EUmm.." Luhan mengangguk lucu. "Ayo-ayo duduk Hyung." Luhan menggandeng tangan Sehun dan mengajaknya duduk. "Aku-aku buat kimbab. H-hyung mau coba?"
"Boleh."
"Tu-tunggu hyung. Tunggu." Luhan mengambil kimbab buatannya dan menyiapkannya untuk Sehun. "Silahkan hyung." Sehun memakan satu dan dia kagum dengan masakan Luhan.
"Heum enak, kau pintar memasak Lu."
"Terima ka-kasih hyung." Luhan tersenyum puas. Saat mereka sedang menikmati kimbab tiba-tiba Liyin terusik dan ia bicara untuk yang pertama kalinya.
"Yixing, Yixing.." ia pun membuka matanya.
"Um-ummaa.." seru Luhan.
"Bibi.." Sehun dan Luhan menghampiri Liyin. "Bibi, Bibi ada apa?" tanya Sehun sedikit panic.
"Yixing, dimana Yixing?"
"Yi-Yixing di luar kota. Nanti aku akan menghubunginya." jawab Sehun bohong.
"Cucuku, cucuku.."
"Ada apa dengan cucumu Bi? kenapa?"
"Masih hidup, dia masih hidup. Jaehyun, Yongju."
"Siapa Jaehyun Bi, siapa juga Yongju?"
"Cucuku Jaehyun."
"Cucu anda bernama Jaehyun dan orang tua adopsinya Yongju?"tebak Sehun. Liyin mengangguk.
"Yoora-Yoora.. Kang Yoora.." LIyin menyebut-nyebut nama Yoora.
"Yoora kenapa lagi Bi?"
"Dia membunuh Kyungsoo." DEG! Mata Sehun membulat mendengar kata-kata Liyin.
.
.
Chen merasa kepalanya berdenyut sangat sakit saat sedang berkutat di depan koputernya, ia mengambil obat pereda rasa sakit dan meminumnya namun tetap terasa nyeri. Mendadak darahpun mengucur dari hidungnya. Chen sudah kesakitan namun ia tetap bertahan di meja komputernya dan ternyata penantiannya tidak sia-sia, akhirnya ia menemukan rekaman yang dia cari selama ini bersama Yixing dengan sisa-sisa tenaganya, ia pun menyimpan data itu.
Setelah data tersimpan, BRUK! ia pun jatuh tak sadarkan diri.
.
.
TBC
HEI I'M BACK! MAAF KALO LAMA, AUTHOR PERGI KE LUAR KOTA DAN BEBERAPA HARI INI BLANK IDE, JADI KALAU CERITANYA SEMAKIN GAJE MOHON MAAF, TERIMA KASIH SUDAH MAU MENUNGGU AKU KEMBALI.
REVIEW PLEASE, NO BASH YA PLEASEEE...!
TERIMA KASIH BUAT SEMUA YA
