THE STORY ABOUT YIXING LIFE
Author -Takii_yuuki-
Genre [ angst, drama, hurt/comfort, yaoi,family, friendship, romance]
Main cast :
Zhang Yixing/Lay,
Wu Yifan/Kris
Xi Luhan
Oh Sehun
Kim Junmyeon
and Other Character...
Rating : M (Naik Level)
Length : Chaptered
Dislaimer : mereka milik orang tua mereka dan SMent, saya hanya pinjam nama.
Warning : cerita ini mengandung unsur boys x boys,M-PREG! DON'T LIKE DON'T READ, Shonen-Ai, BL, Typo(s), typo bertebaran, ooc, author masih amatiran. Mohon maaf. #deepbow kalau tidak suka silahkan di[x] ya, jangan bash author ya, saling menghargai. author menulis juga gak mudah. terima kasih pengertiannya.
Terinspirasi drama ICE ADONIS, dengan sedikit perubahan alur cerita, cerita ini menjadi versi Yixing.
#Kemarin saya menulis Yoora itu namja tapi seteah dipikir2 dia lebih cocok jadi Yeoja. maaf kan saya.
Happy reading...
CHAPTER 8
.
.
RAPE SCENE!
KALAU TIDAK SUKA SILAHKAN DI SKIP SAJA ATAU X
.
.
"A-andwae! And—mmph!"Yongguk segera menyumpal bibir Yixing dengan bibirnya. Melumatnya kasar dan penuh nafsu. Tangannya memberi isyarat pada Daehyun yang sejak tadi menunggu untuk mendekat. Bermaksud menyuruhnya ikut serta. Daehyun dengan senang hati mengikuti. Tangan Yongguk dengan cepat melucuti pakaian Yixing sementara bibirnya masih melumat brutal bibir namja dimple itu.
Yixing berontak dengan kencang hingga menendang - nendang, namun kakinya ditahan oleh Daehyun. Kedua tangannya tak tinggal diam,ia memukuli Yongguk.
"Hah! Hah! Hah! Lepasss—kan aku! Argh!"Yixing menjerit saat tangan Yongguk dengan lancang meremas juniornya kencang. Ini sungguh sakit. Yongguk beralih mencumbu leher jenjang Yixing yang terlihat menggiurkan. Sementara Daehyun melepas celana jeansnya dengan gerakan kilat, lalu mengocok juniornya yang cukup besar itu dengan cepat. Ia merangkak mendekati Yixing dari sisi kanan. Menjambak rambutnya dan melumat bibir menggoda Yixing. Tak kalah kasar dengan Yongguk.
Wajah Yixing yang manis juga bodynya yang putih, ramping dan sedikit berisi, membuat dua orang yang akan menggaulinya makin bersemangat, terangsang dan tentu bergairah.
"Kau pasti sangat nikmat sayang~"gumam Yongguk senang. Ia melepas baju dan celananya lalu kembali mencumbu tubuh Yixing.
Yixing masih berusaha memberontak meski ia sudah tahu tidak akan berhasil. Namja yang sedang melumat bibirnya ini menahan tangannya. Sedangkan namja dibawah sana menahan kakinya. Akhirnya Yixing hanya bisa pasrah. Ia bersumpah akan menghabisi Yoora jika ini sudah selesai, jika ia bisa selamat.
Yongguk membuka paksa paha Yixing lalu menyerang selangkangan juga paha dalam. Ia nampak begitu menikmati membuat hickey di paha dalam Yixing, tangan kanannya ia gunakan untuk mengocok junior kecil Yixing.
"Ahh! Tid—ah! Andwae..sshh.. Berhenhhtimmhh..."Daehyun melepas ciumannya lalu fokus mengocok juniornya sebelum mengarahkan ke mulut Yixing. Memaksa Yixing untuk membuka mulut dan mengulum juniornya. Yixing tentu saja tidak mau. Namun Daehyun mencengkram rahangnya keras dan itu sakit. Yixing mengalah dan terpaksa membuka mulut, menerima keberadaan junior Daehyun dimulutnya.
"Ahh... Ya begitu sayangh... Kulum lagi, ayo.." Yixing menggelengkan kepala, rasanya ia ingin muntah."Mwo!? Ku bilang kulum ya kulum!"SPLASH! Pipi kanannya terasa perih dan panas menerima tamparan Daehyun. Karena tidak mau kena tampar lagi, Yixing dengan terpaksa mengikuti kemauan Daehyun.
"Ohh...ya ya seperti itu sayang~"Yixing menutup matanya, tidak ingin melihat.
Sementara dibawah sana, Yongguk telah puas memberikan banyak hickey diselangkangan dan paha dalam Yixing. Kini tatapannya berhenti pada hole itu. Hole yang terlihat sempit dan rapat, sekaligus nikmat. Yongguk mengulum bibir atasnya. Ia mengusap pintu hole itu dengan Yixing menggeliat tak nyaman merasakannya.
"Hhggh!"Yixing tersentak, Yongguk memasukan jari tengahnya. Mengeluar masukan dengan cepat dan seolah mengoyak dalam sana. Kaki Yixing menendang - nendang tak tentu arah hingga Yongguk menahan kedua kaki itu. Melebarkannya seperti ibu melahirkan.
"Kau ini tidak bisa diam ya.. Akan kubuat kau semakin tak bisa diam!"Yongguk mengeluarkan jarinya lalu mengocok junior supernya. Ia memposisikan dirinya di antara paha Yixing, bersiap membobol holenya.
"Mmph! A—AAKHH!" Yixing tersentak tiba-tiba dan melepas paksa junior Daehyun dari mulutnya. Mengeluarkan rintihan sebagai bukti sakit diholenya yang dibobol paksa. Kasar sekali.
"Auhh... K-kau ah sungguh sempithh..mmhh.. Oh..aku tak tahan.."Yongguk menggenjot tubuhnya maju mundur dengan cepat. Hole Yixing sangat sempit, seolah - olah baru pertama kali. Padahal tak ada darah yang keluar, menandakan dia sudah tidak perawan.
Tubuh Yixing terhentak hentak kencang."AKH! Andwae! Ahh...aniyaahh.. Hajimhahh..engh appo... AKH!"Yixing terus menjerit sakit. Sungguh sakit, hingga air matanya menetes. Yongguk sangat kasar.
"Hhh...hhh...hhh... Daehyun-ah, ayo kita bersama.."Gerakan Yongguk berhenti, membuat Yixing sedikit bernafas lega. Namun kedua tangannya ditarik Yongguk hingga ia terduduk, junior Yongguk masih menancap diholenya. Terasa seketika melebar melihat Daehyun yang berpindah duduk dibelakangnya dan memangku tubuhnya di atas perut namja itu. Sehingga ia bersandar pada Daehyun.
"Andwae! Jebal...aniya!" Yixing memohon sambil menggelengkan kepalanya.
"Ssttt... Ini akan enak sayang~"Daehyun mengocok sebentar juniornya lalu mengarahkan pada hole Yixing yang masih terisi junior Yongguk. Three some.
"A—AAKHH! APPO! Hiks...hiks...HAJIMA HH!"Yixing menjerit sejadinya. Junior Daehyun sedikit demi sedikit masuk ke dalam hole Yixing. Darah mengalir dari sela dua junior itu. Yixing merasa holenya seperti dibelah dengan pisau daging.
Sakit sekali! Tangan Yixing meremas kencang lengan Daehyun yang memeluk perutnya, hingga kukunya menancap dikulit. Kepalanya terkulai dibahu Daehyun.
"Astagah! Ohh...sempith sekali! Fuck fuck fuck!"Yongguk mengeluarkan kata kasarnya dan makin terangsang melihat wajah kesakitan Yixing.
"Omona! Ahh...jinjja engh..nikmat sekalihh ohh ohh sshh..."Daehyun memeluk perut Yixing dengan kedua tangannya. Sementara pinggulnya mulai bergerak naik turun. Yongguk juga mengikuti.
"Aniya...hiks..appoy o~ Akhh.. Jinjja appo! Mmhh..!"Kedua namja yang menggagahinya bergerak makin cepat. Daehyun memaksa Yixing untuk berciuman dengannya, sementara sebelah tangannya menggenggam tangan Yixing dan menempatkannya dijunior namja manis itu sendiri. Mengocoknya.
Yongguk dengan nafas yang tak beraturan, mengulum nipple Yixing yang terpampang didepannya. Mengulum, menghisap seperti bayi kehausan hingga nipple Yixing memerah.
"Hiks...hajimahh..ap po hiks.."Yixing merasa menjadi lelaki paling lemah saat ini. Namun itulah kenyataannya. Melawan dua lelaki bertubuh kekar tak mudah bagi lelaki bertubuh kecil sepertinya.
"Ah! Aku akan keluar..s-sedikit lagihh ahh.."
"Nehh...aku jugahh hyungh engh ohh!"Keduanya makin brutal menggenjot hole Yixing, sementara empunya kembali menjerit sakit.
"AARGH! APPOYO! ANIYAH! Hiks..appoo.. AKH!"
"AHH~"
"OHH~" Yongguk dan Daehyun memelankan tempo genjotannya saat orgasme menjemput. Menumpahkan air mani mereka ke dalam hole Yixing hingga tak cukup dan menetes keluar. Yixing sama sekali tak orgasme, memang kedua junior itu selalu menabrak prostatnya tapi rasa sakit sangat mendominasi dibanding rasa nikmat.
"Hiks..."
"Ah..kau sungguh nikmat sayang~ Aku tak akan cukup sekali.."Daehyun mengecupi bahunya. Sementara Yongguk masih menikmati euforia orgasme tadi.
"Aku mau lagi."Ucapan Yongguk membuat Yixing kaget dan refleks menggeleng cepat.
"Aniya, jangan lagi. Ku mohon. Lepaskan aku..hiks.."
"Sayang sekali, aku masih ketagihan holemu sayang~"Yixing kembali menangis. Daehyun mencabut perlahan juniornya dan merebahkan Yixing kembali. Membiarkan Yongguk memakainya lagi.
Begitu seterusnya hingga tiga jam kemudian. Yixing dipakai bergilir maupun bersamaan. Dan ia hanya bisa merintih dan menangis. Ia lemah saat ini.
"Akkhh..ohh-ohhh nikmat.." Yongguk klimaks untuk yang kelima kalinya, ia membiarkan sejenak miliknya di dalam hole Yixing untuk mengeluarkan semua. Daehyun sudah lebih dulu tertidur pulas di sofa setelah dia berhasil klimaks 4 kali.
Akhirnya Yongguk mencabut miliknya, cairan miliknya keluar bercampur darah dari hole Yixing yang sudah lecet karena terlalu lama di genjot Yongguk dan Daehyun. Dengan nafas terengah-engah,Yongguk merebahkan dirinya di samping Yixing dan tak lama kemudian dia tertidur.
Yixing hanya terisak, tidak menangis seperti sebelumnya, ia merasa airmatanya telah habis karena terlalu banyak menangis, suaranya pun hilang karena sedari tadi menjerit, meronta dan memohon untuk dilepaskan tapi usahanya sia-sia, kedua orang itu malah semakin membabi buta mengerjainya.
Yixing mencoba menggerakkan badannya, meskipun terasa sakit tapi dia berusaha untuk pergi dari tempat laknat itu. Dengan hati-hati Yixing mencoba bangun dan berusaha tidak membuat suara.
"Akkhh.." rintih Yixing, ia cukup kesulitan untuk berdiri namun akhirnya dia bisa dan mencoba berjalan. Meskipun dengan terseok-seok tapi ia bisa. Yixing memungut mantel milik Yongguk untuk menutupi tubuhnya karena pakaiannya sudah robek dan tak bisa dipakai lagi.
Butuh beberapa menit untuk Yixing menggapai pintu. KLEK-KLEK! Yixing mencoba membuka pintu itu namun terkunci. "K-Kenapa terkunci?" Yixing mulai ketakutan, KLEK-KLEK-KLEK! Namun pintu tak terbuka juga. "Wae-wae?kumohon, terbukalah.."
"Eumm…" Yixing mendengar Yongguk menggeliat, ia mulai ketakutan.
"Jangan bangun-jangan.." mohon Yixing. tiba-tiba KLIK! Yixing mendengar seseorang membuka kunci pintu itu, ia senang akhirnya ada yang menolong-nya. "To-tolong aku.."
CKLEK! Pintu pun terbuka, ia melihat 3 orang namja yang kelihatan seperti berandalan berdiri di depannya, tak jauh darinya. "Kau siapa?" namja yang berdiri di tengah itu – sebut saja Jihoon- melihat Yixing dari atas sampai bawah. Ia menyeringai, "Mainan baru Yongguk hyung." Yixing menggeleng, harapannya pun sirna setelah melihat ketiga namja itu tak akan menolongnya.
"Hyung…" panggil Jihoon.
"Eumm.." Yongguk menggeliat dan kemudian terbangun. Begitu juga Daehyun yang terusik karena mendengar suara Jihoon. "Hai Jihoon-ah.. hoam.." sapa Daehyun sambil menguap karena ia masih mengantuk.
"Hoon-ah, hei sudah datang?" tanya Yongguk tanpa bangun dari tempat tidurnya, "Hei kau, kenapa kau disitu? Mau kabur?" tanya Yongguk pada Yixing. Yixing menggeleng. Daehyun pun ikut-ikutan melihat Yixing yang ternyata berdiri di depan pintu.
"Hyung, dia akan kabur.." seru Daehyun.
"Jihoon-ah, bawa dia kemari, kau bisa bermain dengannya dan kau bisa ajak teman-temanmu." Yixing terbelalak, ia menggeleng keras. Yongguk pindah ke sofa dan memberikan tempat untuk Jihoon dan teman-temannya.
"Okey hyung… Woosik,Hyosuk kita dapat mainan baru." Teman-teman Jihoon, Woosik dan Hyosuk menyeringai lebar.
"A-andwae-andwae.."teriak Yixing namun tak terdengar karena tenggorokannya sakit. Jihoon menyeret Yixing dan melemparnya ke bed. Mereka berlima tertawa melihat Yixing yang ketakutan.
"Let's play guys.." ajak Jihoon.
"Andweeeee…..!"Teriakan terakhir Yixing sebelum dia diperkosa lagi oleh teman-teman Yongguk. Dan sepertinya Yongguk juga Daehyun ikut terangsang sehingga mereka ikut bergabung bersama Jihoon.
.
.
.
Sehun benar-benar panic saat ini, ponsel Yixing tak bisa dihubungi, ia sempat bertanya pada Baekhyun namun Baekhyun bilang Yixing tidak pulang. Ia pun segera meminta bantuan anak buahnya untuk mencari Yixing namun masih nihil. Sudah hampir pagi tapi tanda-tanda keberadaan Yixing tak ada sama sekali.
Tut-tut-tut-tut! PIP! "Yeoboseyo.."
"…"
"AKu butuh bantuanmu Yifan."
"…"
"Yixing hilang tak ada kabar sama sekali. Aku sudah menelponnya tapi ponselnya tidak aktif."
"…"
"Chen ada di IGD sekarang, masih belum keluar. Dia mengalami pendarahan hebat. Aku sudah menyuruh anak buahku mencari Yixing tapi belum ada hasilnya."
"…"
"Baiklah aku tunggu di rumah sakit. Tolong cepat, perasaanku tidak enak pada Yixing."
"…"
"Ne."PIP! Sehun menutup ponselnya. Ia mengusap wajahnya kasar. Ia mendengar pintu terbuka dan itu dari ruang IGD, seorang suster berlari mencari sesuatu dan diikuti suster kedua. Mereka seperti di kejar waktu dan sesuatu untuk menyelamatkan Chen.
Sehun semakin bingung saat ini, 2 orang sahabatnya saat ini dalam keadaan yang bisa dikatakan tidak baik, dia benar-benar bingung dan mulai putus asa. Sehun menatap pintu IGD cukup lama dan sebuah anggukan membuatkan tersadar dan ia pun mencoba menelpon Yixing kembali.
Tut-tut-tut! PIP!
"Yeoboseyo Xing, kau.. / Halo.. / Kau siapa?" tanya Sehun saat ia menyadari bahwa itu bukan suara Yixing.
"Aku Suukyi, kau siapa?" jawab Yeoja itu.
"Kau yang siapa? Ini ponsel temanku bagaimana kau bisa mendapatkan ponsel ini?" tanya Sehun dengan nada agak keras.
"Aku menemukannya dijalan." Jawabnya santai.
"Kau dimana sekarang?"
"Jalan tak jauh dari rumah sakit."
"Kenapa kau malam-malam disana?"
"Aku membeli makanan karena aku lapar, aku kerja di rumah sakit juga tapi hari ini jadwal malamku."
"Kembali ke rumah sakit sekarang, aku tunggu di lobby." Perintah Sehun.
"Iya sabar." PIP! Yeoja yang menemukan ponsel Yixing itu mematikan ponselnya dan ia kembali ke rumah sakit. Sehun pun berlari ke lobby menunggu Suukyi.
5 menit kemudian setelah menunggu di lobby, Sehun mendapat telepon dari Suukyi. "Kau dimana? Aku di lobby." Tanya Sehun tanpa menyapa Suukyi.
"Aku juga sudah di lobby, aku memakai jaket warna merah." Sehun mencari yeoja memakai jaket warna merah, saat ia berbalik ia melihat seorang yeoja memakai jaket sambil memegang ponsel tak jauh darinya dan memunggunginya. Sehun mematikan ponselnya dan berlari kearahnya.
PUK! Sehun menepuk pundak yeoja itu, "Suukyi." Suukyi menoleh dan mematikan ponselnya, "Ya, itu aku." Jawab Suukyi.
"Kau yang menemukan ponsel temanku?"tanya Sehun sedikit ragu.
"Ini maksudmu." Suukyi menyodorkan ponsel Yixing.
Sehun mengambilnya."Ya benar, dimana kau menemukannya?" tanya Sehun saat memeriksa ponsel itu dan benar itu milik Yixing.
"Aku menemukannya terjatuh dijalan dekat rumah sakit."
"Apa tidak ada orang disitu? Atau sesuatu?"
"Tidak ada." Jawabnya singkat.
"Benar tidak ada?"
"Benar, untuk apa aku berbohong, tapi dijalan itu ada CCTV, pemiliknya adalah ahjussi penjual baju."
"B-benarkah hal itu?"
"Tentu saja. coba tanyakan pada ahjussi itu, mungkin di CCTV itu ada rekaman mengenai temanmu."
"Terima kasih Suukyi, terima kasih."
"Ne, aku harus kembali. Semoga kau cepat menemukan temanmu." Suukyi membungkuk sebentar dan kemudian pergi meninggalkan Sehun. Sehun mencoba mencari tahu tentang Yixing di ponsel milik Yixing namun nihil hanya panggilan terakhir yang ada di ponsel Yixing adalah dirinya. Malam saat Yixing menghilang. Sehun menebak pasti sebelum hilang, Yixing mencoba menelponnya tapi gagal.
"Sehun…" panggil seseorang tak asing bagi Sehun dan itu adalah Yifan.
"Yifan.."
"Bagaimana? Ada perkembangan?" tanya Yifan menghampiri Sehun, Sehun menggeleng. "Lalu bagaimana lagi? Itu ponsel Yixing, dimana kau menemukannya?"
"Seseorang menemukan ponsel ini, tapi Yixing tidak ada. Hanya ada satu petunjuk, ada CCTV di jalan dekat rumah sakit tampat ponsel ini ditemukan, itu berarti tempat itu juga dimana Yixing menghilang. Kita akan kesana untuk mencari tahu."
"Bagaimana dengan Chen?"
"Dia masih kritis, jangan melibatkan dia dalam hal ini. Lebih baik kita segera mencari tahu rekaman itu, sebelum terjadi hal yang lebih buruk pada Yixing." Yifan mengangguk. Mereka pun akhirnya pergi ke tempat yang dimaksud Suukyi. Meskipun dengan sedikit perdebatan sengit, akhirnya ahjussi itu mengizinkan Sehun dan Yifan mencari rekaman video itu.
.
.
.
Yixing terus berontak seperti orang kesetanan. Karena pantatnya mulai mengering, Jihoon kembali membasahi pantatnya dan juniornya sendiri dengan lotion agar licin. Yongguk memperkosa Yixing untuk kesekian kalinya. ia semakin bernafsu menghancurkan hole Yixing.
Kemudian mereka kembali menelentangkan Yixing di bed, lalu mereka maju semua mencari bagian-bagian tubuh Yixing yang bisa di gunakan untuk memuaskan junior mereka. Woosik memasukkan juniornya ke dalam mulut Yixing dan memaksa mengulumnya. Yongguk menyarangkan juniornya ke dalam hole Yixing, double penetration, yang berdarah-darah. Jihoon melesakkan juniornyanya yang super besar dan panjang itu ke dalam hole Yixing yang sudah dimasuki junior-nya Yongguk.
Akhirnya Yixing yang sudah tidak kuatpun pingsan, dengan hole yang dalam keadaan lecet parah, dan terus mengeluarkan darah dan sisa sperma. Darah dan sperma berceceran dimana-mana. Sudah puas para preman tersebut, mereka membersihkan diri lalu meninggalkan tubuh Yixing yang bugil dan berlepotan darah dan sperma dalam keadaan pingsan.
.
.
.
Yifan, Sehun dan beberapa anak buahnya berhenti di depan sebuah hotel di pinggir jalan. Hotel itu bukan hotel mewah, hanya hotel kelas teri menurut Sehun saat pertama kali melihatnya.
"Kau yakin Yixing dibawa kemari?" tanya Yifan ragu.
"Anak buahku melacak nomor plat polisi yang terekam di CCTV itu dan mencocokkan dengan setiap kendaraan yang melintas dan terekam di CCTV jalan. Mobil dengan nomor plat ini, jenisnya SUV dan beberapa CCTV berhasil merekamnya. Anak buahku melacaknya sampai kemari." Jawab Sehun sambil menyiapkan senjata di pinggang-nya.
"Apa yang kau bawa?"
"Senjata."
"Untuk apa?" tanya Yifan terkejut.
"Untuk jaga-jaga. Sudah, lebih baik kita masuk. Beberapa anak buahku sudah mengamankan resepsionis dan penjaganya." Mereka mulai masuk ke dalam.
"Kita mencari di setiap kamar?"
"Ya, resepsionis tidak tahu dimana kamar Yixing. dia hanya bilang, pemilik hotel ini membawa seorang namja. Beruntung bagi kita, karena pemiliknya pergi sekitar 1 jam yang lalu bersama teman-temannya."
"Pasti itu Yixing. Apa yang mereka lakukan pada Yixing?"
"Aku tidak tahu. Lebih baik kita cari saja sebelum mereka kembali." Yifan mengangguk dan mereka pun mulai mencari di satu persatu kamar hotel itu. Beberapa orang sempat marah karena Sehun dan anak buahnya dianggap mengganggu privasi mereka namun setelah melihat senjata yang mereka bawa, akhirnya para tamu hanya menurut.
Setelah 30 menit mencari, akhirnya mereka sampai di lantai 3 dan mereka menemukan kamar VIP yang belum mereka periksa. "Tinggal satu kamar VIP." Sehun menyiapkan senjatanya, ia juga memberi isyarat pada anak buahnya untuk bersiap.
"Semua kamar sudah kita cek, tapi tidak ada Yixing. semoga Yixing ada di kamar itu." Mereka mendekati kamar itu dengan langkah pelan. Tok-tok-tok! "Room Servis!" ucap Sehun. Namun tak ada jawaban. Sehun mencoba sekali lagi tapi tak ada jawaban juga. Sehun mencoba membuka pintunya tapi terkunci.
"Kita akan buka paksa pintu ini." Ucap Sehun. Yifan mengangguk menurut."Kim.." panggil Sehun pada salah satu anak buahnya yang bertubuh agak besar.
"Siap Tuan." Kim mengambil ancang-ancang dan menendang pintu itu. BRAK! Pintu terbuka paksa. Sehun dan Yifan diikuti beberapa anak buahnya masuk, di ruang tamu ia melihat baju berserakan, "Apa yang terjadi?" Sehun jongkok untuk melihat kemeja itu, "Seperti milik Yixing. Yifan, apa kau menemukan sesuatu?" tanya Sehun pada Yifan tapi tak ada jawaban. "Yifan.." panggil Sehun sekali lagi namun tak juga di jawab. Akhirnya Sehun bangkit dengan kemeja yang masih ia genggam hingga ia tak melihat kedepan,baru akan melangkah tiba-tiba ia menabrak Yifan yang berdiri di depannya.
"Hei ada apa?" Sehun melihat Yifan berdiri mematung bersama anak buahnya, Sehun pun akhirnya melihat apa yang dilihat Yifan hingga Yifan membatu. Matanya terbelalak melihat pemandangan yang menyayat hati. "YIXING!" jerit Sehun.
.
.
.
Beberapa orang tenaga medis mendorong bed yang ditempati Yixing buru-buru ke ruang IGD. Sehun ikut mendorong bersama Yifan, mereka sangat panic dan takut jika terjadi hal yang lebih buruk pada Yixing karena Yixing tak menunjukan tanda-tanda kesadarannya sejak ia dibawa keluar dari hotel itu.
Sampai di depan ruang IGD, Sehun dan Yifan tidak di perkenankan masuk, jadi mereka menunggu diluar. Yifan mengusap wajahnya kasar. Tangannya berlumuran darah begitu juga dengan Sehun.
"Mereka harus mendapatkan balasannya." Sehun mengepalkan tangannya erat.
"Ne, tentu saja. mereka harus mendapatkan balasan yang lebih kejam dari yang mereka lakukan pada Yixing, termasuk Yoora, jika dia memang terlibat dalam hal ini." Geram Yifan. Ia meninju tembok rumah sakit sebagai pelampiasan. Ia sangat marah saat ini, jika benar Yoora yang melakukan ini, Yifan akan membunuhnya saat itu juga.
"Anak buahku akan menangkap mereka dan membuat mereka mengaku, siapa yang menyuruh mereka. Yifan, tolong bilang pada bibi Liyin dan Luhan kalau Yixing pergi keluar kota karena urusan pekerjaan, Luhan pasti masih menangis saat ini. Buat alasan semasuk akal mungkin, jangan membuat bibi Liyin down karena mendengar keadaan Yixing telepon Baekhyun. Minta dia menjaga Luhan dan bibi Liyin. Kau bisa jelaskan pada Baekhyun secara diam-diam agar dia merahasiakan keadaan Yixing."
"Ne.."
"Tapi, ganti dulu bajumu, bibi Liyin akan curiga jika kau memakai baju berlumuran darah seperti itu. Di mobilku ada paper bag berisi pakaian, ambillah dan ganti bajumu."
"Baiklah, tolong jaga Yixing. beritahu aku jika terjadi sesuatu pada Yixing." Sehun mengangguk, dan kemudian Yifan pergi untuk menemui ibunya Yixing.
.
30 menit kemudian Dokter Lee keluar, "Keluarga pasien Yixing." panggilnya pada Sehun.
"S-saya keluarganya. Saya Sehun." Jawab Sehun.
"Pasien mengalami kerusakan hati sepertinya hal itu terjadi karena benturan keras di perutnya. saat ini pasien membutuhkan donor hati."
"Donor hati?"
"Benar tuan, kalau bisa secepatnya, keadaannya sangat Kritis saat ini jika dia tidak mendapat donor hati maka..." belum sempat Dokter Lee menyelesaikan kata-katanya,"Dokter Lee, pasien Chen mengalami kejang." Panggil suster Nam dari ruang IGD sebelah yang ditempati Chen.
"Pasien Chen, baiklah aku akan segera kesana." saat Dokter akan pergi tiba-tiba, BRAK! "Dokter Lee, pasien Yixing mengalami pendarahan." Panggil suster Kim dari ruang IGD yang ditempati Yixing."
"Apa? Suster Nam panggilkan Dokter Jin dan Dokter Han, untuk menangani pasien Chen, aku akan menangani pasien Yixing bersama Dokter Kang." perintah Dokter Lee pada Suster Nam, Suster Nam mengangguk dan segera memanggil dokter Jin dan Dokter Han sedangkan dokter Lee akan menangani Yixing bersama rekannya dokter Kang.
"Maaf Tuan Sehun, saya akan menangani pasien Yixing lebih dulu, tolong segera carikan donor hati untuk pasien Yixing."
"Iya dokter, saya akan cari, saya akan mendapatkan secepatnya." Kemudian dokter Lee masuk lagi ke ruang IGD. Sehun mengusap wajahnya kasar, sekarang 2 sahabatnya kritis dan dia harus mencari donor hati untuk Yixing.
.
.
At ICCU Room
"Dokter,denyut nadi pasien melambat."
"Epinefrin!" Suster Hong menyuntikkan obat lewat selang infus Chen sedangkan Suster Nam terus memompa tabung oksigen itu pada Chen. Dokter Jin melakukan resusitasi jantung pada Chen tapi tidak ada perubahan. ECG tetap flat line.
"Pasien mengalami V-fib dokter." ucap Suster Hong, Dokter Jin terus memompa dada Chen dengan kedua tangannya..
"Siapkan defibrilator! Cepat!" perintah Dokter Jin. Suster Hong segera menyiapkan defibrillator dan tak lupa mengoleskan gel pada alat itu.
"100 Joule!"Dokter Jin menempelkan defibrilator di dada Chen sepersekian detik kemudian dilepaskan kembali namun tidak ada respon. Dokter Han membantu melakukan resusitasi pada Chen sedangkan suster Hong kembali mengoleskan gel pada alat itu sebelum memulai. Dokter Jin kembali menempelkan defibrillator di dada Chen, hasilnya tetap nihil. Dokter Han kembali melakukan resusitasi tapi tetap tidak ada respon dan perkembangan.
"Dokter Jin, Pasien…" Dokter Han menatap Dokter Jin dan menggeleng.
"Biar aku saja." Dokter Jin mengambil alih kali ini ia yang melakukan resusitasi. "Kau harus bertahan Chen." Dokter Jin terus menerus memberikan resusitasi.
.
.
Other Room.
"Dokter Lee, terjadi sesuatu." Ucap dokter Kang, partner Dokter Lee. Dokter Kang melihat monitor yang memantau Yixing."Terjadi pendarahan lagi."
"Kita harus menghentikan pendarahan itu jika tidak Yixing mungkin tidak akan bangun lagi." Dokter Lee memeriksa keadaan Yixing yang semakin menurun.
"Kita butuh darah yang cocok dengan Yixing." ucap Dokter Kang.
"Ne..Suster Kim, ambilkan darah yang cocok dengan golongan darah Pasien Yixing di ruang penyimpanan." perintah Dokter Lee.
"Baik Dokter Lee." Suster Kim bergegas keluar dan mengambil darah sesuai golongan darah Yixing, beruntung di ruang penyimpanan, darah dengan golongan O masih ada jadi mereka tidak perlu mencari donor sementara ini.
Setelah dilakukan transfusi dan menunggu beberapa saat, keadaan Yixing belum bisa dikatakan stabil, tekanan darahnya terlalu rendah. Grafik terus menurun, ECG masih bergerak namun sangat lemah, bisa dikatakan mendekati lurus.
"Obat biusnya sudah melewati waktu yang seharusnya tapi kondisi pasien Yixing tidak ada perubahan." Dokter Kang menyerahkan laporan pada Dokter Lee, "Pasien mengalami koma,Dokter Lee."
"Kita harus cepat menemukan donor hati untuk Pasien Yixing, sebelum terlambat." Dokter Kang mengangguk. Jujur ia juga frustasi melihat keadaan Yixing. Wajah Yixing lebam-lebam, bagian pelipisnya terluka dan bagian rektumnya robek. Dokter Kang juga melihat ada luka memar di perut Yixing yang menyebabkan hatinya mengalami kerusakan. ia berharap yixing segera mendapat Donor hati.
.
.
.
"Bagaimana keadaan Yixing, apa dia masih belum keluar?" tanya Suho saat ia datang ke rumah sakit setelah di telepon oleh Sehun. Baekhyun menyusul tak lama setelahnya.
"Yixing butuh donor hati. Keadaannya kritis. Sekarang dia koma dan menunggu donor." jawab Sehun lemas.
"Aku mau mendonorkan hatiku untuk Yixing, silahkan ambil milikku." Suho menawarkan diri.
"Aku juga, aku mau. Asal Yixing selamat." Baekhyun tak kalah bersemangat untuk menawarkan diri.
"Kita akan cek, apakah hati kita cocok dengan Yixing. jika ada yang cocok, kita bisa mendonorkannya. Yifan juga akan memeriksakan hatinya. Bagaimana dengan Yoora? Apa dia sudah tahu keadaan Yixing?"
"Belum, dia tadi memang mencari Yifan tapi tidak aku pedulikan dan malah dimarahi ibuku."
"Lebih baik kalian segera periksa agar Yixing cepat di operasi."
"Apa perlu aku telepon Heenim? Siapa tahu dia bisa membantu?"
"Untuk saat ini, tidak usah dulu. Kita tunggu hasil lab kalian." Mereka berdua mengangguk dan kemudian pergi untuk memeriksakan diri.
.
Drt-drt-drt… ponsel Sehun bergetar, ia membuat ponselnya Silent karena berada di rumah sakit. Ia melihat ID Caller-nya dan kemudian mengangkatnya. "Bagaimana?"
"…" mendadak rautnya berubah, tangan yang tidak menggenggam ponsel, mengepal erat.
"Buat mereka mengakui perbuatan mereka, hajar mereka dan bawa ke gudang, jangan sampai mereka kabur, jika mereka kabur, kalian akan tahu akibatnya.
"…" PIP! Sehun menutup ponselnya dengan keadaan kesal. "Aku benar-benar akan membunuhmu Kang Yoora." Desis Sehun dengan mata berkilat penuh dendam.
.
.
Baekhyun dan Suho telah menyelesaikan pemeriksaannya dan tingga menunggu hasilnya. Sehun dan Yifan menyusul beberapa jam kemudian. Sehun menceritakan apa yang terjadi pada Suho dan Baekhyun juga siapa otak dari semua kejadian yang menimpa Yixing. Tangis Baekhyun pecah, Suho menggeleng tak percaya, sedangkan Yifan, ia sudah menduga dari awal bahwa Yoora dibalik semua ini. Sehun juga menyuruh anak buahnya untuk menjaga pemerkosa Yixing dan meminta mereka untuk berbohong pada Yoora kalau Yixing sudah dihabisi.
Sehun, Suho, dan Yifan akan berpura-pura di depan Yoora dan menyiapkan kejutan untuk Yoora, sedangkan Baekhyun, saat ini dia akan menjaga Luhan dan Liyin. Hati seorang ibu tak bisa dibohongi, ia merasa terjadi sesuatu yang buruk pada Yixing tapi Baekhyun mencoba menenangkannya meskipun sedikit sulit tapi setidaknya membuat Liyin tidak terlalu khawatir pada Yixing.
Sedangkan Yoora, saat ini ia berada di atas angin. Setelah menelpon anak buahnya dan mendapat laporan bahwa Yixing telah tewas, ia sangat bahagia padahal semua itu bohong. Menurutnya satu penghalang telah pergi. Yifan menahan amarahnya mati-matian di depan Yoora, ingin sekali ia membunuhnya tapi dia tidak boleh gegabah, salah sedikit saja, semua rencana akan gagal. Begitu juga dengan Suho, tapi Suho lebih tenang dibanding Yifan, ia juga memberi tahu Heenim mengenai Yixing dan semua perbuatan Yoora. Heenim sempat emosi tapi kemudian ia mengatakan pada Suho akan membantunya.
.
.
Dua jari itu bergerak pelan, setelah itu diikuti yang lainnya. Mata itu perlahan terbuka, dengan masker oksigen yang masih menempel untuk membantunya bernafas dan beberapa alat bantu lain, ia mencoba untuk sadar. Bibirnya bergerak, seolah ingin mengatakan sesuatu dan terdengar suara lirih yang terucap dari bibirnya.
"Yi-yi-xing.."
.
.
TBC
MAAF KALO LAMA DAN CERITANYA SEMAKIN GAJE MOHON MAAF, TERIMA KASIH SUDAH MAU MENUNGGU AKU KEMBALI.
REVIEW PLEASE, NO BASH YA PLEASEEE...!
TERIMA KASIH BUAT SEMUA YA
BEBERAPA CHAP LAGI END. TERIMA KASIHHHH...
