THE STORY ABOUT YIXING LIFE
Author -Takii_yuuki-
Genre [ angst, drama, hurt/comfort, yaoi,family, friendship, romance]
Main cast :
Zhang Yixing/Lay,
Wu Yifan/Kris
Xi Luhan
Oh Sehun
Kim Junmyeon
and Other Character...
Rating : M (Naik Level)
Length : Chaptered
Dislaimer : mereka milik orang tua mereka dan SMent, saya hanya pinjam nama.
Warning : cerita ini mengandung unsur boys x boys,M-PREG! DON'T LIKE DON'T READ, Shonen-Ai, BL, Typo(s), typo bertebaran, ooc, author masih amatiran. Mohon maaf. #deepbow kalau tidak suka silahkan di[x] ya, jangan bash author ya, saling menghargai. author menulis juga gak mudah. terima kasih pengertiannya.
Terinspirasi drama ICE ADONIS, dengan sedikit perubahan alur cerita, cerita ini menjadi versi Yixing.
#Kemarin saya menulis Yoora itu namja tapi seteah dipikir2 dia lebih cocok jadi Yeoja. maaf kan saya.
Happy reading...
CHAPTER 9
.
.
"Apa? Hasil pemeriksaan kami berempat tidak cocok." Seru Sehun, dia cukup terkejut mendengar hasil pemeriksaan bahwa tidak ada satupun yang cocok untuk Yixing.
"Benar Tuan Sehun. Bahkan dari hasil pemeriksaan tersebut,Tuan Suho menderita penyakit Lever. Tapi sepertinya Tuan Suho belum tahu."
"Suho terkena penyakit Lever, bagaimana bisa?" tanya Sehun bingung.
"Apa Tuan Suho merokok?" Sehun menggeleng. "Apa dia juga sering minum kopi?" tanyaDokter Lee.
"Mungkin juga, tapi dia meminum kopi dalam kadar normal. Lalu jika dia bukan perokok dan coffe-holic lalu darimana dia bisa mendapat penyakit itu?"
"Mungkin karena kesibukan, pola makan dan lingkungan. Tapi masih bisa disembuhkan. Kami akan menelpon Tuan Suho untuk memberitahukan hasil pemeriksaan ini padanya." Sehun hanya mengangguk.
"Lalu bagaimana dengan Yixing jika tidak ada donor yang cocok untuknya?"
"Pasien Yixing mungkin tidak akan selamat. Bagaimana dengan keluarganya? Bukankah orang tua pasien juga sedang dirawat disini? Kemungkinan besar jika dia masih memiiki keluarga, keluarganya bisa mendonorkan hatinya."
"Bibi Liyin memiliki penyakit jantung dokter, dan juga dia baru saja sadar dari koma. AKu khawatir jika dia mengetahui keadaan Yixing saat ini, keadaannya bukan semakin membaik tapi malah tambah buruk. Anda pasti tahu perkembangan Bibi Liyin, dia sedikit demi sedikit mulai membaik, saat ini saja kami menyembunyikan keadaan Yixing."
"Tapi jika pasien tidak segera mendapat donor, pasien tidak akan selamat. Pasien tidak bisa menunggu lebih lama lagi." Sehun mengusap wajahnya, ia stress memikirkan keadaan Yixing dan beberapa masalah lainnya hingga, Tok-tok-tok! Terdengar suara ketukan pintu dari luar.
"Masuk!" dokter Lee menyuruh masuk. CKLEK! Suster Kim masuk kemudian membungkuk memberi hormat. "Ada apa Suster Kim?"
"Permisi dokter, ada sesuatu yang ingin saya sampaikan."
"Ya, katakanlah."
"Ada seseorang yang ingin mendonorkan hatinya untuk pasien Yixing." Sehun terkejut, ia pun langsung bertanya pada suster Kim, "Siapa suster? Bagaimana dia tahu tentang masalah Yixing?" tanya Sehun penuh harap.
"Dia…-"
.
.
.
In the Operating room
Tangan itu menggenggam tangan Yixing saat akan operasi. Sebuah selang pernafasan yang tersambung pada ventilator dimasukkan melalui tenggorokan ke paru-paru untuk membantunya selama operasi. Lampu operasi dinyalakan, ia menutup matanya dan tanpa sengaja airmatanya lolos membasahi pipinya.
Operasi pun dimulai dengan penorehan pada bagian atas tulang dada dan meluas kebawah sebelah kanan dan kiri bagian bawah tulang rusuk. Penorehan berbentuk seperti "Y" terbalik. Operasi memerlukan waktu penyelesaian enam hingga delapan jam, mulai dari pemotongan pertama hingga penutupan bedah benar-benar berhati-hati untuk operasi kali ini. Mereka selalu memantau tekanan darah, jantung, tetesan dan selang transfusi darah milik keduanya.
Saat operasi hampir selesai, tiba-tiba saja ia mengalami serangan jantung. Semuanya panik, Dokter Kang segera melakukan CPR untuk mencoba mengembalikan detak jantungnya. "Pasien tidak menunjukan respon sebagaimana mestinya." Kata Dokter Kang cemas.
"Suster Kim, siapkan obat dan ala pacu jantung." Perintah Dokter Lee. Dokter Kang terus melakukan CPR tapi tetap tidak ada respon.
"Tidak ada respon dokter." Dokter Kang berpaling pada Dokter Lee. Dokter Lee mengangguk dan menyiapkan alat pacu jantung.
Setelah Suster Kim menyuntikan obat, Dokter Lee memulai dengan 50joule, tapi tidak ada reaksi, kemudian di tingkatkan menjadi 100joule, detak jantungnya kembali beberapa detik tapi lemah kemudian Dokter Lee melakukannya lagi tapi tidak ada reaksi, detak jantungnya sudah tidak ada lagi.
Ia pun meletakkan alat pacu jantungnya dan beralih melakukan CPR sekali lagi. "Dokter Lee sudah, semua sudah berakhir." Dokter Kang sudah menyerah karena ECG tak bergerak sama sekali. Dokter Lee masih berusaha melakukan CPR namun tak ada perkembangan yang Dokter Lee perlahan-lahan berangsur pelan dan akhirnya berhenti.
Dokter Lee menghela nafas. "Laporkan kematian pasien pukul 19.05." ucap Dokter Lee pada suster Kim. Suster Kim mengangguk kemudian ia menulis laporan kematiannya.
Suster Jang membereskan peralatan yang digunakan untuk operasi dan beberapa alat yang terpasang untuk menopang kehidupannya. Setelah semua selesai, suster membawanya keluar dan akhirnya genggaman itu terlepas, terlepas untuk selamanya.
.
CKLEK! Pintu ruang operasi terbuka, Sehun pun berdiri. Ia melihat Suster Jang mendorong keluar bed, Sehun terkejut melihat hal itu. Matanya berkaca-kaca dan kemudian ia memeluknya erat. Tangisnya pun pecah seketika.
.
.
.
Beberapa hari kemudian setelah operasi, Yixing pun mulai sadar, tangannya bergerak perlahan. Meskipun kepalanya masih berdenyut nyeri tapi akhirnya ia bisa membuka matanya. Yixing melihat bahwa dirinya ada di rumah sakit dan disampingnya seseorang tertidur pulas. Tangan Yixing bergerak pelan mengusap kepala namja yang berbalut beanie hat ala rumah sakit. (sudah tahu bentuknya kan, yang dipakai pasien rumah sakit Korea), namja itu terusik dan tak lama kemudian ia terbangun.
"Yixing, kau sudah sadar?" tanya namja itu. Yixing tersenyum.
"Chen.." panggil Yixing pelan. Mendadak wajah Yixing berubah dan kemudian ia menangis mengingat apa yang terjadi sebelumnya.
"Hei-hei ada apa sayang?kenapa kau menangis?" tanya Chen bingung setelah melihat Yixing menangis.
"Aku-aku, aku kotor Chen, aku tidak pantas untukmu." Chen menggeleng, Ia pun memeluk Yixing dan menenangkannya.
"Ssstt… Hei kau bicara apa? Hei kau tidak boleh bicara seperti itu, kau tetap suci di mataku, selamanya. Sehun sudah mengurus semuanya. Sekarang kau harus tenangkan dirimu,kau harus cepat sembuh, kembali seperti dulu. Ibumu dan Luhan merindukanmu, mereka ingin bertemu denganmu. Sehun tak bisa berbohong lebih lama lagi pada mereka." Yixing mengangguk pelan.
"Lalu bagaimana denganmu?Bagaimana dengan Kankermu?" Chen melepaskan pelukannya dan kemudian tersenyum, ia menggenggam erat tangan Yixing.
"Sebuah keajaiban datang padaku, aku sempat koma. Aku tidak tahu apa yang terjadi setelah aku pingsan malam itu, Sehun bilang, aku segera dilarikan ke ruang IGD dan menjalani operasi. Saat aku membuka mata, kau orang pertama yang aku cari. Sehun menceritakan semua padaku dan…"
"Chen maafkan aku.." potong Yixing, "Andai saja aku bisa melawan."
"Maaf, apa maksudmu? Kau tidak bersalah apa-apa. Yang salah adalah Yoora. Sebentar lagi dia akan mendapat akan menerima balasan atas semua perbuatannya padamu."
"Kau tidak akan pergi meninggalkanku kan? kau akan tetap bersama ku kan?"
"Tentu saja, aku akan selalu ada disisimu. Aku akan berobat lebih serius lagi dan aku akan sembuh." Yixing mengangguk, ia meneteskan airmata haru ternyata Chen tidak meninggalkannya.
.
Sehun memilih duduk diluar menunggu Chen keluar, ia tidak mau menganggu mereka berdua melepas rindu. Sehun sangat senang akhirnya Yixing sadar. Beberapa saat kemudian Chen keluar setelah Yixing tertidur, diluar ia melihat Sehun duduk sambil memainkan ponselnya.
"Sehun.." panggil Chen, Sehun pun mendongak dan menghentikan kegiatannya. "Apa yang kau lakukan disini? kenapa kau tidak masuk?" Sehun menggeleng kemudian tersenyum. "Tidak, aku tidak mau menganggu kalian, nanti saja aku masuknya. Bagaimana keadaan Yixing?"
"Dia baik, syukur dia tidak mengalami trauma seperti kebanyakan korban pemerkosaan, meskipun kadang menangis karena teringat kejadian itu tapi dia baik-baik saja. kau sendiri, bagaimana rencanamu? Apa seperti yang kau ceritakan padaku kemarin?"
"Sudah tapi sebenarnya aku butuh sesuatu yang lebih jelas."
"HD version maksudmu?"
"Ya begitulah. Tapi sebenarnya itu sudah membantu karena itu sudah jelas siapa pelakunya."
"Aku memiliki program, 'Eagle Eye' hasil pengembanganku beberapa minggu saat aku di Vancouver tapi belum ada yang mengetahuinya karena masalah teknis. Jika program ini jatuh ke tangan yang salah, bisa sangat berbahaya."
"Apa yang bisa dilakukan program itu?" Chen tersenyum dan kemudian menjelaskan panjang lebar tentang fungsi alat itu. Sehun mendengarkan dengan seksama dan sesekali mengangguk mengerti. Ia menyerahkan masalah teknis pada Chen.
.
.
.
At XOXO Ent
"Selamat Nona Kang Yoora, berkat kerja keras anda, kita mendapat proyek dari Kimhee Grup. Dan dengan ini anda kami selaku dewan direksi memutuskan untuk menaikkan jabatan anda menjadi Wakil Direktur Perencanaan menggantikan Tuan Hong yang mengundurkan diri, awal bulan lalu."
Yoora tersenyum senang, ia membungkuk dan berterima kasih pada para dewan."Terima kasih sudah memberikan kepercayaan ini kepada saya. Saya akan berusaha keras untuk memajukan perusahaan ini." Ucap Yoora dengan wajah berseri. Suho dan Yifan menatapnya dengan jengah, mereka menatap Yoora malas saat Yoora bicara di tengah ruang rapat."
"Kami akan mengumumkan tentang pengangkatan wakil direktur perencanaan yang baru saat perayaan ulang tahun perusahaan, minggu depan."
"Terima kasih Ketua Nam." Yoora membungkuk sekali lagi dan kembali ke tempat duduknya bersebelahan dengan Yifan. Raut wajah Yifan dan Yoora begitu kontras, Yifan enggan menatap Yoora lama-lama sedangkan Yoora kelihatan sangat berseri setelah mendapat kenaikan jabatan.
.
Selesai rapat Yoora ingin mengajak Yifan makan siang namun dengan malas Yifan menolaknya, "Sayang, bagaimana kalau sekarang kita makan siang di restaurant favorit kita?" ajak Yoora dengan nada manjanya.
"Aku sedang malas, kau pergi saja sendiri." Tolak Yifan.
"Sayang, kau ini kenapa? beberapa hari ini kau dingin padaku? Apa karena aku belum minta maaf pada Yixing? Sayang, Aku bersumpah aku sudah menelpon Yixing tapi nomornya tidak aktif, aku tidak tahu apa yang terjadi padanya, aku juga tidak tahu alamatnya dimana? Aku mencari di file lamaran pekerjaannya, tapi tetangga mereka bilang Yixing sudah pindah." Yoora menggelayut di lengan Yifan.
"Aku sedang malas,bukan karena Yixing. sungguh aku sedang tidak ingin kemana-mana. Aku capek." Yifan menyingkirkan tangan Yoora dan meninggalkannya. Yoora tidak tahu apa yang terjadi pada Yifan, beberapa hari ini Yifan begitu dingin padanya.
"Bagaimana bisa ketemu kalau Yixing-nya sudah mati." Yoora terkekeh pelan. Ia pun memutuskan untuk kembali ke ruangannya dan membatalkan makan siangnya.
.
.
.
At Hospital
Pulang kerja Suho pergi kerumah sakit untuk menjenguk Yixing dan konsultasi dengan dokter mengenai penyakitnya. Sampai di depan kamar Yixing, ia melihat Yixing dari kaca, Chen sedang menyuapi Yixing sambil bercanda. Suho senang akhirnya Yixing sudah lebih sehat dari sebelumya.
Tok-tok-tok! "Masuk!" ucap Chen dari dalam dan Suho pun masuk.
"Suho.." sapa Yixing.
"Suho-ssi. " sapa Chen juga.
"Hei Xing, hei Chen. Bagaimana keadaan kalian berdua?"
"Kami baik-baik saja. Kau kemari sendirian?" tanya Yixing. Suho mengangguk, "Aku mendapat telepon dari dokter Lee untuk pemeriksaan lebih lanjut. Aku di diagnose kena penyakit Lever jadi aku kemari untuk test seberapa parah penyakitku ini."
"Suho, maaf aku tidak tahu." ucap Yixing sedih.
"Tidak apa-apa, kau tidak usah khawatir, Dokter Lee bilang penyakitku bisa sembuh."
"Semoga saja kau cepat sembuh Suho." Ucap Chen.
"Teima kasih Chen." Tak berapa lama kemudian Sehun datang dengan membawa buah dan makanan. "Wah Direktur Jun datang, kebetulan sekali, aku ingin membicarakan sesuatu padamu." Sapa Sehun sambil menghampiri mereka.
"Sehun, kau baru datang, kenapa tidak menyapa Yixing dan Chen malah langsung mengajakku bicara." Dengus Suho.
"Maaf-maaf.. hei Xing, hei Chen." Sapa Sehun kemudian.
"Sehun, kalau kau sibuk kau tidak perlu datang setiap hari kemari." Ucap Yixing.
"Yixing, aku kemari bukan hanya ingin bertemu denganmu tapi juga dengan Chen. Kau sudah lebih sehat sekarang, Chen juga." Chen mengangguk.
"Aku ingin segera menemui ibuku. Aku merindukan dia. Sehun, apa yang kau katakan pada ibuku?" tanya Yixing.
"Kau dapat tugas mendadak keluar kota, Yifan mengusulkan begitu tapi ibumu tahu kalau itu bohong jadi Baekhyun menjelaskan kalau kau ingin menenangkan diri selama beberapa hari di Jeju karena kau hampir diculik dan kau tidak aman di Seoul . Dia meminta ibumu untuk tenang dan tidak khawatir dan menjelaskan kau baik-baik saja. kau tidak bisa dihubungi karena mencegah penculik itu menyadap teleponmu dan melacaknya."
"Maafkan aku merepotkan kalian terutama kau Sehun. Aku dengar dari Chen, kau berhari-hari menungguku dan juga menenangkan ibuku dan Luhan."
"Disini aku hanya sendiri, tidak ada keluarga dan saudara. Sejak orang tuaku meninggal, aku hidup sendiri dan sejak mengenal kalian, aku merasa memiliki keluarga lagi. Kyungsoo yang aku harapkan menjadi pendampingku dia telah pergi dan pembunuhnya masih berkeliaran disini. Aku ingin Kyungsoo mendapatkan keadilan dan pembunuhnya mendapat balasan yang setimpal."
"Sehun.." Yixing menatap Sehun sendu, Chen menggenggam erat tangan Yixing, mencoba menguatkannya.
"Dia juga sudah membuatmu seperti ini, kau hampir meregang nyawa karenanya Xing, aku tidak mau kehilangan keluarga lagi, aku akan menjaga kalian. menjagamu, ibumu dan Luhan, menjaga keluargaku."
"Terima kasih Sehun. Terima kasih." Yixing meneteskan airmata haru.
"Lalu bagaimana rencanamu besok Hun? Tetap pada rencana awal?" tanya Suho. Sehun tersenyum tipis dan kemudian menjelaskankan rencananya pada Chen-Yixing dan Suho.
.
.
Beberapa hari kemudian Yixing memutuskan untuk bertemu dengan ibu dan adiknya Luhan. ia sudah memantapkan tekad dan tidak akan berbohong lagi. Chen setia menemaninya dan mendukungnya.
Chen mendorong kursi roda yang ditempati Yixing ke kamar ibunya. Sampailah mereka di depan kamar ibunya. Yixing menghela nafas panjang, "Kau sudah siap?" tanya Chen. Yixing mengangguk mantap. "Baiklah." Chen membuka pintu kamar Liyin dan mendorong Yixing masuk.
Liyin, Luhan dan Baekhyun menoleh kearah pintu. Mereka melihat Yixing duduk di kursi roda dengan senyum mengembang di bibirnya.
"Yixing sayang.." panggil Liyin. Airmata Yixing lolos begitu saja saat mendengar suara ibunya. "Eomma.."balas Yixing.
.
Di pertemuan itu, Yixing menceritakan kalau dirinya mengalami kecelakaan, ia meminta Sehun, Baekhyun dan Yifan untuk menyembunyikan hal itu karena tidak mau membuat mereka khawatir. Luhan menangis tersedu di pelukan sang kakak, ia merasa bersalah karena malam itu dia meminta kakaknya untuk membelikan coklat hingga terjadilah kecelakaan itu. Yixing menenangkan Luhan dan mengatakan bahwa itu sepenuhnya bukan salah Luhan. Akhirnya keluarga itu berkumpul lagi. Chen dan Baekhyun tersenyum melihat kebersamaan Yixing dengan adik dan ibunya.
.
.
.
Yoora sibuk menyiapkan ulang tahun perusahaan XOXO. Dia begitu sibuk mengatur acara dan juga dekorasi aula. Dia dipercaya oleh dewan direksi untuk menyiapkan semuanya hingga detail terkecilnya. Hal itu juga dimanfaatkan Yifan untuk merencanakan kejutan bagi Yoora. Ia memiliki waktu yang lebih banyak karena Yoora sibuk di kantor.
.
"Kau sudah menyiapkan semua?" tanya Yifan pada Suho dan Sehun. Saat ini mereka bertiga bertemu di tempat rahasia yang hanya diketahui 3 orang itu.
"Sudah, aku juga minta tolong Chen untuk masalah rekamannya." Sehun menambahkan.
"Aku sudah menyiapkan berkas sebagai barang bukti, cukup banyak untuk membuat dia mendekam 20thn lebih di penjara. Apa kau rela, istrimu masuk penjara?"
"Entah kenapa aku sudah tidak ada rasa lagi padanya, hatiku sudah mati untuknya." Jawabnya kemudian Yifan menyesap kopi hitamnya.
"Kalau kau sudah rela, baiklah. Maaf jika nanti Yoora mendapat hukuman maksimal…" kata-kata Suho terputus.
"Hukuman mati." Lanjut Sehun. Suho hanya mengangguk.
"Jika adikku dan Yixing bisa mendapat keadilan atas hal itu, aku rela. Perbuatan Yoora sudah melampaui batas, aku tidak mau dia berbuat lebih jauh lagi. Cukup sampai disini saja." ucap Yifan mantap.
Sehun menatap Yifan dengan seksama, 'Apa kau tahu? Yoora juga memisahkan anakmu dengan ibunya, Fan. Bagaimana reaksimu kalau kau tahu bahwa kau punya putra dengan Yixing dan sekarang anak itu dijual Yoora?' bathin Sehun.
.
.
.
D-Day – XOXO Ent Birthday Celebration
Yifan, Suho, Yoora dan beberapa staff menyambut tamu undangan di pintu masuk. Banyak karangan bunga yang dikirm dari berbagai perusahaan sebagai ucapan selamat untuk XOXO.
"Selamat datang Direktur Jung, terima kasih sudah menyempatkan waktunya untuk datang kemari bersama istri anda." Sambut Yifan pada Direktur Jung Yunho dari Jung Construction bersama istrinya, Kim Jaejoong. Yunho tersenyum sambil membalas jabatan tangan Yifan.
"Kebetulan nanti malam, kami juga menghadiri peluncuran produk terbaru Moldir yang dimana istriku menjadi designer-nya." ucap Yunho.
"Ah Selamat atas peluncuran produk terbaru Moldir, Designer Kim." Yifan juga mengucapakan selamat pada Jaejoong.
"Terima kasih Direktur Wu." Balas Jaejoong
"Mari saya antar. Saya sudah menyiapkan tempat khusus untuk anda berdua. mari" Yifan menawarkan diri untuk mengantar Yunho dan Jaejoong ke dalam. Yunho dan Jaejoong duduk bersama Heenim. Mereka sempat melepas rindu setelah beberapa tahun berpisah.
.
"Kau sudah siap?" tanya Chen saat melihat Yixing mematut dirinya di depan cermin. Ia memakai setelan jas tapi tidak terlalu resmi, namun ia masih terlihat tampan. "Ne, aku sudah siap." Jawabnya mantap. Chen juga bersiap-siap, selain untuk menemani Yixing, dia juga membantu Sehun dalam menjalankan rencananya. "Kita berangkat sekarang." Ajak chen. Yixing pun mengangguk dan mereka pun berangkat ke XOXO.
.
.
.
Acarapun di mulai, VCR tentang perusahaan XOXO di putar sebagai pembukaan. MC membacakan narasi tentang perusahaan. Yoora terlihat gugup karena nanti dia akan pidato di depan semua tamu dan juga karena hari ini dia diangkat menjadi Wakil Direktur.
Yifan berkali-kali melihat jam tangannya. Ia berulang kali melihat Sehun dan Sehun hanya mengangguk seolah-olah menyuruhnya tenang. Setelah MC membacakan susunan acaranya, Suho wakil pertama dari XOXO yang memberikan sambutan, dia juga membacakan visi misi perusahaan.
Setelah Suho selesai memberikan sambutan, berikutnya waktu yang ditunggu-tunggu oleh Yoora. Karena dia adalah perwakilan berikutnya dari XOXO.
"Mari kita sambut, Wakil Direktur Perencanaan XOXO Ent yang baru, Nona Kang Yoora." MC mempersilahkan Yoora untuk naik ke panggung. Yoora dengan wajah senang berdiri dan berbalik kemudian membungkuk sebentar ke tamu lalu dia berjalan ke panggung untuk memberi sambutan.
"Terima kasih atas kesempatan yang telah diberikan kepada saya untuk mewakili XOXO memberi sambutan kepada para tamu yang hadir. Terima kasih atas kedatangannya." Yoora menundukkan kepalanya sekali lagi sebagai tanda hormat. "Sebagai Wakil Direktur yang baru, saya akan berusaha sebaik-baiknya untuk memajukan perusahaan. Berikut ini akan saya tampilkan rencana program kerja satu tahun kedepan XOXO Ent."
Yoora beralih ke layar besar di belakangnya, VCR pun mulai di putar, saat opening semua berjalan lancar hingga saat akan masuk halaman utama tiba-tiba berubah gelap. Beberapa tamu terkejut dan juga ada yang bingung, begitu juga dengan Yoora. Mereka saling berbisik menanyakan apa yang terjadi.
"Ada apa ini?" tanya Yoora bingung dan beberapa detik kemudian. CTAK! Layar monitor hidup kembali tapi bukan video milik Yoora tapi video lain. Yoora terbelalak melihat video itu. Wajahnya terpampang jelas disitu bersama Kyungsoo.
.
'Aku tahu bukan Yixing yang menjual design kita ke Cube dan Jeguk tapi kau Yoora, kau pelakunya.' Terlihat Kyungsoo berdebat dengan Yoora di parkiran.
'Kyungsoo, bukan aku pelakunya tapi Yixing.' elak Yoora.
'Yixing? awalnya aku kira dia yang menjadi pengkhianat tapi setelah aku melihat rekaman ini, kaulah pelakunya dan kau meminta staff itu untuk mengatasnamakan Yixing yang menjual design itu. ' Kyungsoo menunjukkan sebuah flashdisk pada Yoora.
'Kyungsoo..'
'Aku akan melaporkanmu ke polisi dan mengembalikan posisi Yixing, dia tidak bersalah atas hal ini.' Kyungsoo masuk ke mobil dan meninggalkan Yoora. Yoora berusaha mengejarnya tapi mobil Kyungsoo sudah pergi menjauh.
'Aku tidak akan biarkan ini terjadi.' Yoora pun terlihat masuk ke mobil dan pergi.
.
Keringat Yoora mulai bercucuran. "Apa-apaan ini?" lanjut kemudian ke video ke-2.
.
Terlihat Kyungsoo menunggu di pinggir jalan, karena jalanan itu sepi dia terlihat mondar-mandir dan posisinya agak ke tengah. Menit ke 20.01 masih biasa dan saat masuk menit ke 21.05 tiba-tiba ada mobil menabrak Kyungsoo hingga ia terpental ke atas kap dan kemudian jatuh menggelinding, mantelnya tak sengaja menyangkut plat dan sobek sebelum kepalanya menghantam aspal. Darahpun mengucur dari kepalanya.
.
Para tamu terkejut melihat adegan itu, ada yang menjerit, ada yang menutup mata. Mereka benar-benar shock dengan apa yang baru saja mereka lihat. Begitu juga dengan Yoora. Yifan tak tahan melihat hal itu tapi dia tak bisa gegabah, Sehun menahan tangisnya melihat kekasihnya meregang nyawa.
.
Mobil itu berhenti, dan keluarlah seorang yeoja yang tak lain dan tak bukan adalah Yoora. Ia berjalan menghampiri Kyungsoo yang tergeletak tak berdaya di jalan. Tubuh Kyungsoo bergetar dan ia sudah mulai kejang-kejang, telinga, hidung dan bibirnya mulai mengeluarkan darah. Yoora memeriksa keadaan Kyungsoo dan kemudian ia mencari sesuatu di saku Kyungsoo dan menemukannya. Flashdisk, ya sebuah flashdisk yang menjadi barang bukti kejahatannya.
'Lebih baik kau mati Wu Kyungsoo. Siapapun yang menghalangi jalanku akan ku singkirkan termasuk dirimu, calon adik ipar.' Yoora menyeringai, ia sempat menendang Kyungsoo dan kemudian pergi meninggalkan jalan itu.
Menit 25.15, sebuah mobil berhenti di dekat Kyungsoo. Dan keluarlah seorang namja, yaitu Yixing. Yixing buru-buru menghampiri Kyungsoo yang sudah sekarat Yixing mendekapnya.
'Kyungsoo bertahan-Kyungsoo lihat aku, Kyungsoo. Tolong, siapapun tolong.' Yixing meminta tolong, dan tak lama kepala Kyungsoo terkulai lemas tak berdaya. Kyungsoo meninggal. 'Kyungsoo bangun-Kyungsoo-Kyungsoo..' Yixing mengguncang-guncang tubuh Kyungsoo namun terlambat Kyungsoo sudah meninggal.
Beberapa menit kemudian polisi berdatangan dan langsung menangkap Yixing tanpa bertanya, Yixing sempat meronta bahwa dia tidak bersalah,'Bukan aku yang melakukan itu, bukan aku yang menabrak Kyungsoo, tolong dengarkan aku.' tapi tidak digubris ia tetap di gelandang polisi masuk mobil dan disitu juga terlihat seorang polisi mengambil ponsel Yixing dan menyembunyikannya di dalam sakunya.
.
Yoora gemetar ketakutan, para tamu semakin terkejut ternyata yang menabrak adik Direktur Wu Yifan adalah istrinya sendiri. Badan Yoora mulai lemas.
"Apa? Jadi pembunuh sebenarnya itu Yoora? / Ada apa ini? / Apa yang terjadi? / Kenapa bisa terjadi?" mereka saling bertanya satu sama lain.
"Andwae-andwae.." Yoora menggeleng keras. Video ketiga diputar.
.
'Terima kasih atas kerjasamanya Jay, kau memang sahabat terbaikku. Temanmu pintar juga dalam mengedit video itu jadi wajahmu disamarkan. Setidaknya sekarang reputasi Yixing sudah hancur, dia dipecat secara tidak terhormat dan tanpa gaji.'
'Namja seperti itu berani menolakku, belum pernah ada yang menolakku dan sekarang rasakan akibatnya. Aku dapat menikmati tubuhnya dan terima kasih bayarannya.'
'Tentu saja, setelah aku memegang posisi penting di XOXO, aku bisa mendapatkan apapun yang aku inginkan.'
'
"Jadi Yixing dijebak dalam skandal video porno itu? / "Pemeran prianya, Jay vokalis TRAX? / "Jay? Tidak mungkin." Yoora mulai mundur perlahan, dia harus pergi dari tempat itu secepatnya.
.
'Kami hanya disuruh Nona Kang Yoora, kami dibayar 500 juta Won. Perintah awalnya kami disuruh untuk membunuh Yixing tapi aku berubah pikiran. Aku tidak membunuhnya tapi membawanya ke hotelku dan memperkosanya. Aku ingin menjadikan dia,sex slaveku. Kami merasa, sayang sekali jika namja secantik Yixing harus mati, ada untungnya jika aku jadikan dia sex slave-ku jadi aku tidak membunuhnya. Noona Yoora tidak tahu tentang hal ini.'
.
"Ja-jadi Y-Yixing be-belum ..-" CKLEK! Pintu aula terbuka, Yoora menoleh dan melihat sosok yang berdiri di depan. Matanya terbelalak, ia melihat Yixing belum mati seperti perkiraannya. Yixing berjalan masuk dan berhenti di tengah-tengah. Ia sempat membungkuk sebelum menyapa para tamu.
"Maaf, aku terlambat. Apa aku melewatkan sesuatu?" tanya Yixing sambil menatap Yoora yang gemetar ketakutan.
.
.
TBC
MAAF KALO LAMA DAN CERITANYA SEMAKIN GAJE MOHON MAAF, TERIMA KASIH SUDAH MAU MENUNGGU AKU KEMBALI.
REVIEW PLEASE, NO BASH YA PLEASEEE...!
TERIMA KASIH BUAT SEMUA YA
BEBERAPA CHAP LAGI END. TERIMA KASIHHHH...
