Asuka terbangun pada suatu pagi dan dia tidak tahu mengapa dia merasa bahwa dia harus berada didekat ayahnya yang sedang terbaring lemah dirumah sakit "ayah" dia kemudian berlari menuju kekamar mandi lalu berangkat menuju kerumah sakit saat dia membuka pintu rumahnya dia terkejut melihat jalanan yang hancur dan rumput-rumput yang terbakar "apa yang terjadi?" dia berjalan perlahan menuju kesepedanya dan dia mengendarai sepedanya dengan penuh rasa bingung. Jin melihat jalanan yang hancur dan dia mengetahui penyebab dari semua kejadian itu "semua energy kuat telah menjadi tidak stabil disini anehnya hanya ada didekat rumah Asuka" dia kemudian memejamkan matanya dan dia membuka matanya dia melihat Asuka yang mengendarai sepedanya.

"Hey itu dia!" teriak Jin sambil keluar dari mobil dia mencari kendaraan terdekata akan tetapi dia tidak berhasil menemukannya dia berlari mengejar Asuka yang sedang mengendarai sepedanya sambil meneteskan air mata.

Asuka memikirkan keadaan ayahnya yang sedang terbaring sakit dirumah sakit dia sudah mengetahui semua kebenaran yang ada didalam mimpinya akan tetapi dia selalu menganggapnya sebagai mimpi biasa "jika benar aku bagian dari keluarga seperti itu lalu kenapa nasibku dibuang seperti ini?!" Tanya Asuka pada dirinya sendiri. Jin mengejarnya dan berteriak "Asuka!" dia mencoba untuk menggapainya akan tetapi dia sangat cepat Karena dia merasa sedih dia tidak sadar jika tepat didepannya ada sebuah mobil yang berjalan dia tertabrak mobil akan tetapi keadaan tiba-tiba menjadi putih dan silau Asuka terbangun disuatu tempat yang lain.

"Dimana aku?" Tanya Asuka

Seorang wanita berpakaian putih hitam mendekatinya Asuka sempat merasa ketakutan akan tetap dia tetap berdiri ditempatnya.

"Kau pasti Asuka Kazama…."

"Ya, s-siapa kau?!" Tanya Asuka dengan nada ketakutan.

"Aku Jun Kazama orang yang mempunyai gene yang sama denganmu…" wanita itu memperkenalkan dirinya

Asuka berkata "gene? Aku tidak menyukai apapun yang terjadi pada kalian itu sangat kejam dan tidak berperi kemanusiaan!"

Jun kemudian tersenyum dan dia mengelus kepala Asuka "jangan marah begitu, Jika kau tidak suka lalu kenapa kau biarkan?"

Asuka kemudian berkata "Ya karena aku tidak suka!"

Jun kemudian berkata "kau tahu selama ini aku selalu memerhatikanmu….."

Asuka kemudian mulai menengok kearah Jun dengan tatapan penasaran "kenapa? Apa yang menarik bukankah kalian sudah punya urusan?"

Jun kemudian berkata "meskipun begitu tapi, ada satu hal yang kau tidak ketahui sayang…."

Asuka berkata "ya aku memang selalu tidak tahu aku hanyalah anak yang pemarah dan bodoh aku idiot mengalahkan musuh ayahku saja aku tidak bias iya kan? Sudah kubilang kau lebih baik….."

Jun kemudian menyela "kau melebihi semuanya"

Asuka kemudian berhenti memaki dia bertanya "lebih?"

Jun berkata "ya apa harus aku kasih contoh?"

Asuka kemudian memalingkan pandanganya.

Jun mendekatinya dan dia berkata "saat Jin dan Kazuya menguasai semuanya mereka melupakanmu akan tetapi aku masih saja mendengar kata Asuka dimanapun itu walau sebenarnya kau sudah hancur tapi kau masih bertahan disana kau tetap berada pada penderianmu saat semua orang sudah berubah Asuka masih saja sama aku tidak pernah kaget pada kenyataan bahwa anakku dan suamiku berubah menjadi orang jahat tapi aku kaget saat Asuka sendiri bahkan masih berdiri untuk mendukung kemauanku dan semangatku…"

Asuka kemudian tersenyum dan dia berkata "lalu aku harus apa? Heh? Apa maumu?"

Jun berkata "lakukan apa yang sering kau lakukan pada keluarga besarmu tunjukkan keadilan"

Asuka kemudian terdiam karena dia tidak yakin bahwa dia bisa mengubah mereka.

Jun kemudian menghiburnya "apa? Jin kekuatanya sama denganmu kalian bisa menjadi kelompok yang bagus, Kazuya? Dia bahkan tidak bisa menyentuhmu jika kau berani seperti biasa aku juga akan menunggu saat dimana kau akan berdiri dihadapan kakekmu dan menunjuknya dengan marah…. Kau marah kan? Sekarang lampiaskan semuanya murkalah! Dapatkan keadilan dan hakmu… Dan tetaplah menjadi Asuka"

Tiba-tiba Asuka terbangun disebuah rumah sakit bersama Jin dan tubuhnya penuh dengan luka akan tetapi dia hanya tersenyum dan berkata "hey Jin Kazama…" Jin kemudian melihat kearah matanya dan dia berkata "apa?" Asuka membersihkan wajahnya dari rambut yang menutupi matanya dan dia berkata "katakana pada kakek… Asuka akan datang dan menghancurkan tindakan bodohnya beserta tubuhnya….." Jin kemudian tersenyum dan berkata "tapi kau sedang terluka…" Asuka tersenyum dan tangan kirinya memegangi tanda yang ada ditangan kanannya.

"Tidak lagi…" ujar Asuka sambil memegangi tanda itu tubuhnya perlahan-lahan sembuh padahal kepalanya terluka dan bocor akan tetapi lukanya kembali menutupnya dan dia tersenyum dan berkata "bukan hanya kau saja yang mempunyai energy luar biasa didalam dirimu…" ujar Asuka.

Dia berdiri dari tempat tidur rumah sakit dan semua perawat sangat kaget berbeda dengan Jin yang merasa senang melhat sepupunya akan bekerja sama dengannya "apakah kau akan ikut dengan kami?" Tanya Jin pada Asuka.

"Heh, tentu saja orang yang membawa energy ibumu akan datang…." Kata Asuka.

Dia memegang dada Jin dan segel Jin terbuka dan dia mempunyai kemampuan untuk mengendalikan kekuatanya karena segelnya terbuka "akhirnya waktunya datang juga…" Asuka berkata "ayo kita menggetarkan Mishima Zaibatsu dan memukul Heihachi tepat diwajahnya!" Asuka mengatakanya dan matanya berubah biru dan menggenggamkan tangannya dan api biru keluar dari tangannya yang menggenggam marah "kau akan merasakan in kakek…." Jin berubah menjadi bentuk Devil dan mengembangkan sayapnya dan dia mengeluarkan petir dari tubuhnya dan mereka bertiga pergi menuju ke Tokyo untuk melawan Heihachi dengan langkah yang berani.