Disclaimer © Masashi Kishimoto
Rate : T
Genre : Fantasy,Romance
Story of Izca RizcassieYJ
Warning : Miss Typo,Typo(s),Gaje, Shounen-ai,Boys Love,MXM,
OOC, EYD yang tidak sesuai
Cerita ini di buat hanya untuk menghibur semata bukan untuk di komersilkan,
DLDR
©7 Deadly of Sins©
Douzo^^
Minggu adalah salah satu hari libur yang paling di tunggu semua manusia untuk beristirahat sejenak dan biasa di gunakan untuk bermalasan tentu saja, dan Sasuke tidak akan melepaskan kesempatan untuk menaklukan Naruto seorang manusia yang berhati murni layaknya malaikat. Meskipun dua langkah yang ia lakukan tidak bereaksi apapun bukan berarti ia menyerah karena masih beberapa langkah lagi sebelum kata gagal dan seorang Lucifer tidak pernah gagal menarik mangsanya.
3. Sloth
Langkah ketiga Sasuke di mulai dengan menuju ke apartemen atau bisa di sebut flat kecil milik Naruto, ia yakin jika Naruto masih betah berada di kasur hangat miliknya karena cuaca dingin yang amat mendukung. Sasuke menaiki sepeda sport dengan headphone yang melingkar di leher jenjangnya membuat ia semakin memukau membuat para pejalan kaki maupun pengendara sepeda menatapnya tanpa berkedip, sedangkan objek yang di tatap hanya acuh hingga tidak terasa ia telah sampai di tempat tujuannya flat kecil dimana Naruto tinggal. Sebenarnya ia bukanlah iblis yang mau turun langsung untuk menjerat manusia tapi khusus untuk Naruto apapun akan ia lakukan meskipun harus menjadi stalker dadakan dan merendahkan harga dirinya sebagai pangeran iblis.
Baru saja ia ingin melangkah tiba – tiba terdengar teriakan yang terdengar merdu, ah sepertinya ia harus memeriksakan telinganya karena menganggap suara teriakan itu merdu. Tanpa sadar ia langsung menyembunyikan dirinya di belakang salah satu pohon agar Naruto tidak melihatnya.
"Jiraiya-Jichan….. Naru berangkat dulu ne ?"
"Iya… hati – hati ! kalau ada yang berbuat mesum padamu langsung lari !"
"Hahaha…. Tentu saja Ji-chan, lagipula yang mesum itu Ji-chan"
"Aish… kau ini memang cucu kurang ajar"
"Hihihi… Naru hanya bercanda Ji-chan, jangan marah yah ?"
"Hah… iya aku tidak marah, cepat sana kau berangkat nanti bisa terlambat. Jangan lupa pakai mantelmu"
"Ha'i… Naru berangkat dulu Ji-chan, Ittekimasu"
"Itterashai Naru"
Seakan baru sadar sikapnya, Sasuke keluar dari persembunyiannya dan melihat sosok Naruto yang menggunakan pakaian santai sedang menuntun sepeda. Ia mengikuti mangsanya dengan perlahan tanpa di sadari oleh targetnya, ia berhenti begitu sosok yang di ikutinya berhenti di tempat yang menjual berbagai macam majalah. Karena jarak yang cukup jauh ia terpaksa menggunakan kekuatannya untuk mempertajam pendengarannya agar bisa tahu apa yang di bicarakan oleh Naruto dan seseorang yang ia duga adalah pemilik toko itu.
"Ohayou Saso-nii…."
"Ohayou Naru-chan…"
"Bhuu… jangan memanggilku dengan suffix-chan, Nii-san sama saja dengan Kiba"
"Hahaha… gomen Naru, soalnya kamu itu terlalu manis dan menggemaskan"
"Terserah Saso-nii saja, Naru juga sudah bosan untuk menghentikan Saso-nii sama Kiba. Naru langsung berangkat saja Nii-san nanti keburu siang"
"Baiklah… ini yang harus kau antar pagi ini. Jangan sampai pelanggan mengeluh lagi karena koran yang kau antar itu kotor atau basah karena jatuh"
"Ha'i Nii-san…. Ittekimasu"
"Itterashai"
Sasori tidak menyadari jika interaksinya dengan Naruto membuat seseorang mengepalkan tangan menahan emosi, bulu kuduknya meremang apalagi saat ia tidak sengaja bertatapan mata dengan seorang pemuda yang memiliki rambut dan mata berwarna gelap, tapi dengan cepat ia mengalihkan pandangannya dari sosok itu. Ia melambaikan tangan sambil tersenyum ketika Naruto mulai meninggalkannya, dan ketika ia mencari sosok itu lagi hanya udara kosong yang ia dapatkan.
Sedangkan di sisi lain Naruto mulai mengayuh sepedanya, mengantarkan koran para pelanggannya. Memang setiap hari minggu ia tidak seperti teman-temannya yang bisa menghabiskan setiap hari liburan dengan bersantai ataupun bermalasan, tinggal dengan seorang kakek mesum penulis novel dewasa dan penghasilan yang tidak pasti membuat ia harus ikut bekerja mengumpulkan uang untuk biaya hidup mereka termasuk biaya untuk sekolahnya.
Terik matahari yang menggantikan pagi yang dingin tidak mampu menyurutkan semangat Naruto untuk mengayuh sepedanya, ia mengusap peluh yang mengalir di sekitar pelipisnya. Setelah yakin semua koran telah di antar ia melajukan sepedanya ke arah taman ia tidak menyadari jika seseorang mengikutinya, kemudian ia mendudukkan dirinya di bawah pohon yang cukup rindang menikmati sentuhan angin yang membelai lembut hingga sensasi dingin menyapa pipinya mengejutkan Naruto yang hampir memasuki alam mimpi. Naruto terpukau melihat sosok yang berada tepat di depannya dengan kaos tanpa lengan membentuk otot – otot terlatih serta bisep yang tidak berlebihan namun mampu membuat wanita manapun meneteskan air liurnya, termasuk dirinya yang susah menelan ludahnya sendiri. Sedangkan objek yang di tatap Naruto hanya menyeringai terlebih tatapan dan gumaman Naruto.
"Tampan…"
"Aku memang tampan Dobe"
"Hah ?"
"Ck… Dobe, memang Dobe"
"Aku memang bodoh tapi aku bukan Dobe, Sasuke-senpai"
"Hn… jangan panggil aku senpai ketika kita berdua, panggil saja Sasuke"
"Apa tidak apa – apa senpai ?"
"Hn…. Minum itu Dobe, aku tahu pasti kau kepanasan"
"Ah… arigatou senp- Sasuke-san"
"Hn… Sasuke saja"
"Eh, "
"Dobe…. tumben kau di sini, manusia sepertimu biasanya masih bermalasan di hari libur seperti ini"
"Memangnya kenapa ? Aku hanya ingin menikmati hari libur di taman"
"Hn… "
"Maksudnya apa Sasuke ?"
"Hn… temani aku makan"
"Hah ?"
"Cepatlah !"
"Ha'i"
Sasuke langsung menarik tangan Naruto, ia melangkah menuju tempat sepedanya tanpa memikirkan Naruto yang memandang dengan tatapan penuh Tanya. Ia menggerakan tangannya memberikan isyarat agar Naruto duduk, Naruto sendiri tertunduk malu saat Sasuke memintanya duduk di depan ia hanya bisa berharap Sasuke tidak mendengar bunyi detak jantungnya yang kian menggila apalagi saat mencium aroma maskulin bercampur dengan keringat. Naruto menggelengkan kepalanya merutuki pikiran mesum yang hampir merusak otak polosnya, ia tidak tahu jika Sasuke menyeringai senang menyadari jarak yang begitu dekat dengan malaikat pirangnya.
'Heuh, kali ini gagal tapi sekarang aku tahu kelemahanmu. Naru, sayang… hahahaha'
Update…. Chappy ini udah jadi langkah ketiga Sasu njerat Naru, ternyata gagal lagi cz Naru bukan termasuk 'Sloth=Malas' di sini Naru itu bukan yang pemalas seperti biasa yah ?
Semoga kalian suka^^
Gomen gak bisa balesin review kalian semua, tapi sankyu buat yang nyempetin ninggalin jejak, follow, and review juga… Hontou ni Arigatou-gozaimasu#bow
S&N : di tunggu reviewnya yah minna-san^^
RnR, please (ΩΩ)
