Disclaimer © Masashi Kishimoto

Rate : T

Genre : Fantasy,Romance

Story of Izca RizcassieYJ

Warning : Miss Typo,Typo(s),Gaje, Shounen-ai,Boys Love,MXM,

OOC, EYD yang tidak sesuai

Cerita ini di buat hanya untuk menghibur semata bukan untuk di komersilkan,

DLDR

©7 Deadly of Sins©

Douzo^^

'Jika langkah keempat gagal lagi, maka jangan salahkan aku memanfaatkan kelemahanmu Naru'

4. Gluttony

Setelah yakin Naruto bisa duduk dengan nyaman, Sasuke mulai mengayuh sepedanya dengan pelan karena khawatir jika ia menambah kecepatan mereka berdua akan jatuh. Mereka mulai meninggalkan taman tanpa memperdulikan nasib sepeda Naruto menuju sebuah coffe shop yang tidak jauh dari tempat mereka berada.

Sasuke yang menghentikan laju sepedanya tiba – tiba membuat Naruto tersentak kaget hingga hampir terjatuh namun Sasuke dengan sigap menahannya. Detak jantung Naruto semakin cepat terlebih tangan kekar Sasuke melingkar erat di pinggang rampingnya, sampai suara bass menyapa telinganya.

"Dobe, sampai kapan kau memelukku ? sekarang kita sudah sampai"

"?"

"Hah… Kita sudah sampai Dobe, jadi cepat turun !"

"Ah.. gomennasai Sasuke"

"Aku tahu kau Dobe, tapi jangan terlalu sering melamun. Kau mau ayam tetangga mati (?)"

"Bhuahaha… aku tidak tahu kalau Sasuke bisa membuat lelucon juga"

"Kau menghinaku, heh ?"

"Iiee.. hanya saja lucu Sasuke membawa saudara sendiri"

"Hoo.. kau mengejekku, atau masih ingin menikmati posisi ini ?"

"Eh ?"

Setelah sadar jika posisi mereka yang terlihat –ehm, akhirnya Naruto turun dari sepeda Sasuke dengan wajah merona malu sedangkan Sasuke hanya mengernyitkan alisnya heran akan sikap Naruto. Tanpa membuang waktu Sasuke menaruh sepeda di tempat parkir dan menarik tangan Naruto yang masih berdiri di tempat ia semula, Sasuke menarik salah satu kursi untuk Naruto kemudian ia sendiri menduduki kursi yang tepat berhadapan dengan Naruto. Melihat pelanggan yang datang seorang pelayan langsung mendekati meja mereka.

"Kau mau pesan apa Dobe ?"

"Hah ? maksud Sasuke apa ? Bukankah aku hanya menemani saja ?"

"Hn… tentu saja tidak Dobe, cepat pesan apapun yang kau mau"

"Benarkah aku boleh pesan apapun ?"

"Hn"

'Kena kau Dobe, ternyata kau sama saja jika di hadapkan dengan makanan menjadi rakus seperti manusia yang lain'

Sasuke menyeringai melihat binar di wajah malaikat pirangnya terlebih pesanan yang di minta oleh Naruto beruntung ia Uchiha jika bukan bisa di pastikan kantongnya langsung menipis, tetapi ia mengernyit bingung ketika makanan yang di pesan oleh mereka datang Naruto tidak ikut memakannya meskipun lima bungkus penuh berbagai roti beraroma lezat itu terlihat menggoda.

"Dobe, kenapa kau tidak memakan sarapanmu ?"

"Betsuni, nanti saja jika sudah lapar"

"Hn"

Tanpa bertanya lagi Sasuke menghabiskan sarapannya dengan cepat melihat Naruto yang terlihat gelisah, setelah makanan di depannya tandas ia lalu beranjak menuju meja kasir untuk membayar meninggalkan Naruto. Usai membayar ia membantu Naruto yang terlihat kesusahan menuju tempat parkir sepedanya, sementara ia mengambil sepeda Naruto di biarkan menunggu. Tepat saat Sasuke berhadapan dengan Naruto ia langsung di hujani tatapan puppy eyes milik malaikat pirangnya.

"Sasuke tolong antarkan aku ke taman yang tadi"

"Memangnya kenapa, Dobe ?"

"Aku mau mengambil sepeda yang tadi kita tinggalkan"

"Hn"

Tanpa banyak bicara Sasuke mengayuh sepedanya ke tempat dimana sepeda milik Naruto di tinggalkan, saat tiba di taman Naruto langsung beranjak dari sepeda Sasuke ke arah sepedanya sendiri sedangkan Sasuke hanya memperhatikan dari jauh namun melihat Naruto kerepotan membawa bungkusan besar yang di dapat dari hasil merampok dompetnya membuat ia mengayuh sepedanya mendekati Naruto. Ia langsung menarik salah satu bungkusan yang paling besar dan menaruhnya di stang sepeda miliknya, Naruto sendiri hanya terkejut ketika senpainya itu menarik salah satu bungkusan yang sedang ia pegang.

"Eh, Sasuke-san maksudku Sasuke kenapa mengambil plastik milikku ?"

"Hn… Dobe, semua orang juga tahu kalau badanmu itu kecil. Bagaimana mungkin aku tega membiarkanmu membawa semua bungkusan itu sendiri ?"

"Ah… arigatou sudah membantuku, tapi apa tidak merepotkanmu ne 'Suke ?"

"Hn… kau memanggilku apa tadi Dobe ?"

"Aku tadi memanggilmu 'Su- eh Sasuke maksudku"

"Hn… panggil saja seperti yang kau suka, Dobe"

"Ha'i"

"Ini mau di bawa kemana ?"

"Ikuti saja, aku yakin nanti kau pasti menyukainya"

Dan Naruto mulai mengayuh sepedanya dengan di ikuti Sasuke tepat di belakangnya, namun karena risih dengan pandangan memuja dari para gadis yang melihatnya Sasuke mengayuh sepedanya agar berjalan beriringan dengan Naruto serta sesekali melakukan skinship membuat yang di sentuh merunduk malu dan para gadis mendesah kecewa.

Setelah beberapa menit mengayuh sepedanya tiba – tiba salah satu dari kedua pemuda itu berhenti mendadak membuat pemuda berambut gelap juga ikut berhenti, ia mengernyitkan dahinya bingung melihat pemuda berambut pirang yang berhenti tepat di depan sebuah tempat yang ia yakini sebagai tempat menampung manusia tanpa orang tua.

"Ah…. 'Suke kita masuk dulu ne ?"

"Hn"

Belum sempat mereka memasuki panti asuhan itu, suara teriakan dari anak – anak memanggil nama sang pemuda pirang.

"Naruto-nii, hari ini membawa apa ?"

"Hahaha… sabar ne ? kita masuk dulu, nanti Nii-san bagikan dengan rata jadi jangan berebutan"

"Nii-san, dia siapa ?"

"Ah… dia senpai nii-san, tapi tolong jangan mengganggunya ne ?"

Tanpa memperdulikan ucapan Naruto anak kecil itu berjalan menghampiri Sasuke yang berdiri tidak jauh dari tempatnya berada, ia mulai memperhatikan sosok pemuda di hadapannya dengan mata yang memicing tajam membuat pemuda yang di perhatikan mulai tidak nyaman.

"Ne, nii-san ! nama nii-san siapa ? apakah nama nii-san Sasuke ?"

"Hn…"

"Wah… ternyata benar Sasuke-nii sangat tampan, pantas saja Naru-nii….."

"Yaakk… hentikan Konohamaru, bukankah itu rahasia ? jadi jangan bilang-bilang"

"Hahaha Naru-nii, wajahmu merah sekali seperti tomat busuk"

"Kau….."

Naruto langsung berlari mengejar Konohamaru menutupi rasa malunya meninggalkan pemuda tampan bermarga Uchiha itu sendirian, tanpa menyadari jika pemuda itu menatapnya dengan seringai andalannya membuat anak-anak di sekitarnya mundur teratur.

'Ho ? begitukah ? manis sekali malaikat pirangku. Dan aku pastikan kau akan dengan mudah ku hancurkan'

End, or Tbc ?

Yuhu… rencana 'Suke GATOT a.k.a Gagal Total, sayang banget tuh salah perkiraan Naruto itu gak Gluttony=Rakus sama makanan… tumben ? HOHOHO

Gomen kalo lumayan lama pake banget lanjutin nih epep, padahal hasilnya jelek gini ?#nunjukkeatas

Smoga gak ngecewain yang udah follow and fav, Maaf gak bisa balesin review kalian smua..

Thank's yang udah dukung juga termasuk Siders,, di tunggu reviewnya ne ?#bow

RnR