Step By Step
Disclaimer : Naruto dan Highschool DxD is not mine!
…
DUAR
"Dasar Lucifer sialan! –mentang-mentang dia yang terkuat di Neraka, bukan berarti dia bisa menghinaku'kan –kalau bukan karna dia adalah anak Venelana-san akan kuledakkan dia dengan bijudama milik Kurama" dengan kesal bocah berusia 7 tahun ini membuat mini bijudama lalu melemparnya sembarang arah, tak masalah karna di Neraka ini semuanya cepat.
'Sabarlah Naru, bukannya kau sendiri yang bilang ; kalau dia tidak mau, kau akan melakukannya secara otodidak'kan?'
"Memang benar Ruto, tapi tetap saja'kan –si merah tomat itu menyebalkan"
"Kau mengabaikankan'ku Naruto, kau lupa kalau [Power of Destruction] tersebut mirip dengan [Bijudama], jadi aku bisa melatihmu"
"Kau memang benar Kurama, Bijudama mirip dengan Power of Destruction, tetapi dalam kasus ini aku harus menukar penggunaan cakra dengan sihir, kau tahu sendiri dua kekuatan tersebut berbeda haluan'kan?" Naruto mengehembuskan nafasnya, lelah. Memang dalam penggunaan cakra dirinya sudah dilatih oleh Kurama dengan baik dan benar selama dua tahun –non-stop.
'Kalau begitu kau bisa membaca buku tentang tentang penggunaan sihir –aku punya buku'nya, jika kau mau' alis Naruto berkedut, kesal. "Kau tahu kalau aku tidak suka membaca, Ruto" Kurama dan Namikaze Naruto mengehela nafas lelah, mereka memang tahu kalau Naruto Bael Uzumaki adalah tipe makhluk yang suka kerja dilapangan daripada duduk santai dan membaca, yah walaupun kadang-kadang dirinya memang membaca buku yang menurutnya menarik sih.
"Lalu siapa yang akan melatihmu dalam mengakses sihir? –si merah tomat itu sudah pasti tidak mau melatihmu, terlalu beresiko"
"Lalu kepada siapa aku bisa berlatih mengakses sihir? –aku masih belum terbiasa dengan sihir, bahkan untuk membuat teleportasi'pun aku meminta bantuan Venelana-san" Naruto mengehempaskan bokongnya dengan kasar.
'Dari buku yang kubaca, guru terbaik dalam belajar sihir adalah Naga, tetapi kaum penyihir memiliki cara mereka sendiri untuk bisa mengakses sihir, jika kau belajar sihir dari Naga, maka kau akan menjadi [Dragon Slayer], sedangakan jika kau berlatih sendiri, kau harus bisa mengakses salah satu arsip dalam sihir'
"Arsip?"
'Ya, ketujuh arsip tersebut dinamkan Nanatsu no Taizai –Luxuria, Gula, Ira, Invidia, Superbia, Avaritia, Acedia –ketujuh arsip tersebut memiliki thema'nya masing-masing, dan biasanya thema'mu adalah sesuatu yang jauh dari'mu' Naruto mangguk-mangguk mengerti.
"Bagaimana caranya mengakses ke tujuh arsip tersebut?"
'Pertama kau harus mengetahui mana Thema'mu, sesuatu yang jauh dari'mu –misalnya aku memiliki thema [faith], karna aku tidak percaya tuhan, thema'ku sendiri berasal dari arsip Gula' kemudian sebuah seringaian tercipta dari mulut Bael muda ini, "Kalau begitu kau sendiri yang mempelajari sihir, aku menyerahkan tubuh ini sementara waktu, dan biar aku yang menjaga pustaka" mulut dari Namikaze Naruto manggap-manggap tidak jelas…
'K-kau…' tetapi terlambat, Naruto Bael terlebih dahulu masuk ke alam bawah sadarnya dan membiarkan Namikaze Naruto menguasai tubuh'nya untuk bisa mengakses sihir.
"Selamat berjuang Ruto!"
'Sial!' dirinya jadi menyesal karna telah memberi tahu'kan Naruto thema'nya.
…
"[Menghubungkan ke arsip Gula! –jalankan Thema!]"
Lingkaran sihir berwarna merah muncul dari permukaan tanah, kemudian perlahan naik melewati tubuh Naruto Uzumaki. Perlahan baju yang tadi dirinya pakai berubah, sebuah jubah berwarna hitam muncul membungkus tubuh mungilnya, lalu di tangannya terdapat sebuah pistol jenis handgun berwarna merah pekat.
"Other Alchemy"
"Akhirnya!"
"Selamat Ruto, akhirnya kau bisa menggunakan Other Alchemy yang jelas-jelas bukan kekuatan dari arsip [Gula], di samping kau juga belajar [Mantra Enchan]"
"Diam kau Naru! –kau tahu sendiri kalau aku lebih suka dengan serangan jarak jauh daripada serangan jarak dekat"
"Ha'I Ha'I Ha'I, yang penting kau telah berhasil mengakses kekuatan dari arsip [Luxuria] walaupun pada kenyataannya [Thema]'mu berasal dari arsip [Gula]…omedeto" Namikaze Naruto mengehela nafas lelah, dirinya memfokuskan pikirannya lebih dalam lagi agar bisa masuk ke ruangan favoritnya dan membaca, serta beristirahat –memang benar dirinya dan Naruto Bael berbagi tubuh, tetapi yang menjadi masalahnya disini adalah ; kendali tubuh tersebut di pegang oleh Naruto Bael, jadi dirinya harus meminta izin terlebih dahulu dari Naruto Bael agar dirinya bisa membaca di ruangan favoritnya.
Membuka matanya kembali, sebuah senyuman kecil tercipta di mulutnya, "Dengan begini, persiapan untuk kembali ke dimensi yang sebelumnya telah siap"
…
…
"Ne, Venelana-san, apa pendapat'mu jika aku kembali ke dimensi sebelumnya?" saat ini Naruto dan Venelana sedang berada di atap kediaman keluarga Bael. Venelana melebarkan matanya saat mendengar pernyataan Naruto sebelumya, tetapi dirinya mencoba untuk tetap tenang.
"Aku memang akan sedih jika kau pergi Naru, tetapi itu sih hak'mu untuk memilih di mana kau akan tinggal, karna pada kenyataannya…aku memang tidak memiliki hak untuk melarang'mu pergi dari ku" Venelana memejamkan matanya, jika Naruto akan pergi maka dirinya tidak akan bisa tertawa seperti biasanya –dirinya akan kembali menjadi sosoknya yang dulu…kosong dan penuh dengan kepalsuan.
"Venelana-san tidak perlu sedih seperti ini –Naru janji akan kembali lagi! –Naru harus mengambil sesuatu dari dimensi sebelumnya jika –dan jika 'benda' tersebut sudah Naru dapatkan, Naru berjanji akan kembali" Naruto berdiri di depan Venelana Bael dengan senyum lebar penuh percaya dirinya.
PELUK
Venelana tiba-tiba membenamkan Naruto ke pelukan khas seorang Ibu, awalnya sih si Naru tu melebarkan matanya karna terkejut dengan gerakan tiba-tiba dari Venelana, tetapi pada akhirnya dirinya memang tidak bisa untuk menahan pelukan dari Venelana, karna bagaimana'pun ….
Darah lebih kental daripada air
…
(Shinobi Dimension)
Mata dari seorang yang dijuluki the professor ini melebar dan matanya sedikit berair. Bayangkan, seorang anak yang telah kau anggap cucu menghilang selama 6 tahun, dan sekarang, cucu tersebut berdiri di depan'mu dengan senyuman lebar yang tidak berubah.
Ah, Naruto telah tiba di tanah Shinobi dengan membawa perubahan besar, terutama pada sifat dan kekuatan, kekuatannya sekarang adalah gabungan dari tiga kekuatan –Cakra Kurama, Sihir miliknya, dan kekuatan yang mata tuhan dan perpustakaan milik Naruto Namikaze, bukankah dirinya telah memasuki fase hyperstrong?
"Na-naruto, ka-kau kah i-itu?" bahkan Hokage sekalipun tidak bisa bicara secara lancar sekarang inim dirinya sangat senang dan takut secara bersamaan, dirinya takut kalau ini adalah mimpi indah yang selama ini ia dambakan –kembalinya sang cucu tercinta ke desa Konoha.
"Hm…Boku wa Naruto Uzumaki, Hissashiburi Jiji" sekarang dirinya telah berusia 10 tahun, dengan dua tahun dibawah bimbingan Kurama dirinya belajar tentang cakra, dan selama 3 tahun doppelnya belajar sihir, karna bagaimana'pun doppelnya belajar secara otodidak, jadi tidak masalah kalau waktu yang dibutuhkan untuk belajar jauh lebih lama dari belajar cakra.
Sedang asik memikirkan kehidupannya selama ini bersama Venelana, tiba-tiba dirinya merasakan pelukan hangat yang penuh kerinduan dari sosok yang sangat dihormati di Desa Konoha ini.
"Ka-kau kemana saja, Naruto-kun?"
"Hm…hanya jalan-jalan biasa saja jiji" sang Hokage tahu kalau Naruto berbohong, sangat bohong –tapi karna adanya Naruto di sini saja sudah cukup untuk membuatnya melepas rindu'nya selama ini.
"Ne jiji, apa kau sedang tidak sibuk sekarang" dengan antusias Naruto bertanya kepada sosok yang sudah ia anggap sebagai kakek'nya sendiri.
"Untuk saat tidak, aku sudah selesai mengerjakan tugas'ku" senyuman bertengger di mulut keriputnya, mata Naruto bersinar, "Temani aku ke Ichiraku, ya jiji, sudah lama aku tidak kesana"
"Baiklah!"
…
Mata warga Konoha menatap bocah yang berjalan dengan riang…
Mata iru…
Rambut itu…
Dan tanda lahir itu…
"Monster, si monster kembali" sang Hokage berhenti mendengar kata-kata salah satu warga Konoha, dirinya sangat marah, terbukti dari urat-urat yang muncul di keningnya, tapi saat melihat ekspresi Naruto yang masih riang, dirinya mencoba untuk tenang, jika anak kecil ini bisa menahan diri, kenapa dirinya tidak?.
"Biarkan saja jiji, aku sekarang tidak bisa membantah kata-kata mereka, karna mereka memang benar…aku adalah monster" walaupun Naruto tengah berbisik, tetapi dirinya mendengar perkataan Naruto.
Dan dirinya terdiam.
…
Academy Ninja, sebuah academy yang telah disiapkan oleh Konoha untuk melatih bibit unggul yang bisa melindungi desa dan mengharumkan nama desa. Sekarang Naruto berdiri di depan gerbang Academy, karna sekarang dirinya akan bersekolah dan menuntut ilmu ninja di sini selama tiga tahun ke depat –walapun dirinya lebih kuat dari anak-anak di Academy dan dirinya tidak berencana untuk menyembunyikan kekuatannya –karna bagaimana'pun nantinya orang-orang akan tahu kalau dirinya ini kuat, sangat kuat.
Dan karna mendengar lonceng yang berbunyi, dirinya segera menuju kelasnya untuk memulai pelajaran dan mendengar ocehan tak jelas dari beberapa siswa nantinya, ah~ masalah rumit lagi deh.
'Yang sabar, Naru'
"Ha'I ha'I –seperti kata'mu Ruto!"
…
"Boku wa Naruto Uzumaki desu" perkenalan singkat yang ditunjukkan oleh Naruto membuat hampir semua siswa di dalam kelas tersebut melebarkan mata, siapa yang tidak tahu Uzumaki Naruto, seorang monster yang telah menghancurkan Desa Konoha 10 tahun yang lalu –setidaknya itulah pendapat para orang bodoh di dalam desa terkuat ini.
"Ka-Kau monster yang menyerang Konoha 10 tahun yang lalu, dan menghilang 5 tahun yang lalu" tunjuk seorang siswa dari kalangan penduduk umum.
"Ya –itu adalah aku, aku adalah Kyuubi yang menyerang Desa Konoha tercinta ini 10 tahun yang lalu dan membunuh banyak ninja hebat, termasuk Yondaime Hokage" Naruto membalas perkataan siswa yang menuduhnya dengan sebuah senyuman merendahkan.
"Jadi, jika kalian ingin membunuhku, kurasa kalian akan mati terlebih dahulu" dan hampir semua siwa dibuat takut karnanya, "Naruto, kurasa kau tak perlu berkata seperti itu" tegur Iruka sembari menghela nafas karna sifat Naruto.
"Ha'I Sensei, aku hanya bercanda loh~" dan senyuman riang nan palsu dikeluarkan oleh Naruto Uzumaki Bael.
Hah~ maaf atas keterlambatan saya dalam mengupdate ini fanfic, jujur mencari ide untuk kelanjutan fic ini sangat sulit -ditambah saya juga berkeinginan mengerjakan fic milik Akira no Rinnengan.
BTW, saat ini saya sedang mengerjakan fic Naruto x One Piece, menurut kalian tu fic pantas di publis atau nggak?
Jadi...Jaa
