Because of You
Kuroko no Basuke milik Tadatoshi Fujimaki
Rate : T
Genre : romance, friendship, hurt(mungkin)
GJ,TYPO,OOC,dsb. DLDR `kay?!
Chapter 2
"Buat apa sih Harumicchi?" tanya Ryota yang menyudahi bermain ayunan karena Harumi yang sudah beranjak pergi. "Nee Harumicchi! Harumicchi!" panggil Ryota.
.
.
.
"Ryota-kun! ayo beli crepes!" ajak Harumi yang langsung menyeret Ryota. Sedangkan Ryota nya hanya tersenyum senyum sendiri. Mereka pun sampai di stan penjual crepes. "Irrashaimasen~ mau pesan yang rasa apa?" tanya mbak-mbak penjaga stannya ramah. "Hm~ Milih yang mana ya? Nee Ryota-kun kamu mau beli yang rasa apa?" tanya Harumi ke Ryota tanpa mengalihkan pandangan nya dari daftar menu. "Kami punya menu spesial buat pasangan lho~" ucap mbak-mbak penjual crepes sambil melirik kearah Ryota.
"Eh?! Bukankah kamu Kise Ryota yang model itu kan?!" tanya mbak-mbaknya langsung heboh." Ahaha. Hai` soudesu! Dakara oneesan, shhi?" ucap Ryota menyuruh diam dengan mengedikkan satu matanya yang membuat mbak-mbak itu melting. "Couple janai! Tada tomodachi desu." Jawab Harumi sambil ngeblush. "Njaa, kami pesen crepes nya yang couple ya neesan?" pesan Ryota sambil tersenyum. "Hai`~" jawab mbak-mbaknya sambil melting. Nggak sampe 5 menit, pesanan mereka pun jadi.(Harumi: ternyata enak ya jalan jalan sama Ryota, antri nya nggak lama. Fufufu.)
"Ah sou! Pertanyaan ku belum dijawab tadi-ssu!" Ryota mewek lagi. "Nggak buat apa-apa kok." Jawab Harumi sambil menghabiskan crepesnya cepat-cepat. Begitu habis.. "Ah! Wasureta! Nee, Ryota-kun boleh ku foto?" pinta Harumi. "Harumicchi mau motret aku? Ureshi-ssu!" jawab Ryota heboh sendiri. "Hm. Hm." Jawab Harumi sambil memotret Ryota. Crepesnya Ryota. "Harumicchi liat! Liat!" rengek Ryota seperti anak kecil. Harumi pun menyodorkan kameranya. "Eh?! Kok yang difoto malah crepe nya-ssu?!" tanya Ryota terkaget kaget. "Un. Soalnya aku cuma butuh crepenya doang." Jawab Harumi enteng. Ryota pundung di pojokan.
Harumi pun mengeluarkan notes putih kecilnya. Set. Dalam sekejap notes itu sudah berpindah tempat di tangan Ryota. Harumi hanya bisa diam tidak berkutik. "Ryota-kun! Kembalikan!" Harumi berusaha menggapainya. Sedangkan Ryota? Dia hanya menikmati pemandangan didepannya, melihat ekspresi dari gadis yang disukainya. "Kembalikan! Ugh. Ungh. Kembali-kan!" ucap Harumi seraya melompat-lompat untuk menggapai notes kecilnya. Meskipun sudah melompat-lompat untuk menggapai notes kecilnya, ia tetap tidak sampai. Memang, tinggi Harumi sama Ryota itu bedanya 30 cm.
Harumi pun diam. "Ryota-kun. Kamu nggak ngejek aku kan?" tanya Harumi dengan aura hitam pekat. "Hm~ Nggak tahu yaa. Salahnya sendiri pendek-ssu!" ucap Ryota sambil nyengir. "Urusai! Urusai! Urusai! Aku masih dalam masa pertumbuhan kok!" ucap Harumi dengan muka memerah dan mulai memukul mukul Ryota. Sedangkan Ryota hanya tertawa. "Hmp!" Harumi pun pergi meninggalkan Ryota. "Harumicchi? Mau kemana-ssu?" tanya Ryota mengekor dari belakang. Harumi pun diam saja dan mulai mendekat ke vending machine. Ternyata Harumi beli 3 buah kotak susu. "Buat apa minum susu sebanyak itu-ssu?" tanya Ryota sambil menahan tawa. Harumi hanya meliriknya.
"Biar tinggi. Biar aku bisa jitak kepalamu." Jawab Harumi pura-pura ngambek. "Hahahahaha. Aku lebih suka kalau Harumi pendek-ssu!" tawa Ryota pun pecah. Yang diejek pun hanya bersungut-sungut. Greb. Ryota tiba-tiba memeluk Harumi. Bukan pelukan maut yang biasanya. Melainkan pelukan yang lembut, seakan akan takut jika di peluk terlalu erat akan hancur. "Karena kalo Harumicchi pendek, akan lebih mudah meluknya. Lebih nyaman." Yang dipeluk cuma bisa ngeblushing ria. "Ba-baka! Apa yang kamu lakuin Ryota?!" kata Harumi sambil memberontak. Minta dilepaskan dari pelukan Ryota. Tapi karena sia-sia saja meronta, akhirnya Harumi pun diam.
"Ryota-kun." panggil Harumi. "Hm?". "Kamu nggak latian?" tanya Harumi enteng. Ryota pun segera melepaskan pelukannya. Kemudian melihat Harumi dengan tatapan horor. "Wasureta." Ryota pun terbang menghilang menjadi butiran debu. Harumi hanya menepuk-nepuk bahunya dengan tatapan `oh`. "Njaa nee Harumicchi! Gomen nggak bisa nganterin kamu pulang! Kapan-kapan ngedate bareng aku lagi ya-ssu?! Bajunya jangan lupa dicoba yaa!" ucap Ryota sembari berlari kearah menuju sekolah. "Un. Itterasshai." Kata Harumi sambil poker face. Drrt. Drrt. 'Eh, ada miss call.' Harumi pun mengambil hp nya. 'Dari siapa ya?'
Miss call : 20 times
From : Yuki-chan
Harumi pun hanya bisa sweat drop.
.
.
.
Harumi`s/ reader`s point of view:
"Akhirnya selesai juga pengumpulan bahan- HAAH?! DIMANA NOTESKU?!" ucap ku. Sewot. "Pasti masih di Ryota-kun. Haaah." Aku hanya bisa menghela nafas panjang. "Ya udah deh kalo gitu." Aku pun sudah sampai di depan apartemenku. "Mungkin hari ini lebih baik aku mencoba baju yang diberikan Ryota saja ya? Buat referensi." Kataku bertanya pada diri sendiri. Aku pun segera mandi dan memasak makanan untuk makan malam. Setelah selesai melakukan semua itu, aku pun segera menyelesaikan prku.(author: lama amat mau nyoba baju nya -_- Reader/harumi: biarin bwek :p). Setelah selesai, aku pun mencoba mengenakan bajunya.
Baju pertama yang kucoba adalah kaos warna ungu gelap belang hitam. Hm. Rasanya nyaman ketika kainnya menyentuh permukaan kulitku. Tapi, roknya terlalu pendek. Akhirnya aku menggunakan stocking hitam. Hm. Good. Kemudian aku mencoba baju yang kedua. Minidress dengan warna pink pastel. Setelah kugunakan. Roknya kependekan. Aku hanya bisa melihatnya dengan tatapan yang tidak bisa diartikan. "Ryota-kun. Hentai." Ucapku dengan poker face. (author: udah bilang aja lu ngeblush!. Oc/ reader: nggak kok!. Author: dasar tsundere. * langsung digampar sandal).
Ting tong. Ada yang memencet bel apartemenku. Siapa ya? Jarang aku kedatangan tamu. Aku kan sudah bayar uang sewa bulan ini, jadi pasti bukan ibu pemilik. Oh mungkin Yuki-chan! Hari ini aku belum bertemu dia sama sekali. "Iya! Sebentar." Jawabku. Begitu aku membuka pintunya...
.
.
.
Ryota's point of view:
Shimatta! Aku lupa kalo ada latihan hari ini. Moga-moga aku gak dibunuh gara-gara telat 5 jam. Akhirnya aku sampai di depan gym. Aku meneguk ludah. Aku pun menetapkan hati untuk masuk. Bersiap menghadapi apa yang bakal terjadi selanjutnya. "Gomenasai Kasamatsu-senpai!" ucapku sambil bersujud di depan pintu gym. Krik krik. "Are? Kok sepi?" tanyaku. "Kau beruntung Kise. Hari ini Kasamatsu senpai tidak masuk. Dia ada acara keluarga." Kata Moriyama. "Souka." Jawabku pendek. Aku pun segera memulai latihan. 'Seharusnya sekarang aku masih bisa berdua dengan Harumicchi-ssu.' Ucapku dalam hati.
Skip time~
Udah jam 5 sore. Ah iya notes nya Harumicchi. Kenapa ya aku gak boleh liat notesnya? Kubaca gak ya enaknya? Aku kepo. Tapi kalo aku baca Harumicchi pasti, pasti, pasti, bakal marah. Mungkin. Ya udah dilihat saja nanti. Sekarang aku mau ke rumahnya Harumicchi aja-ssu!
Skip time (lagi)~
Ting tong. Aku memencet bel apartemen Harumicchi. "Iya! Sebentar." Jawabnya. Begitu dia membuka kan pintu. Aku disuguhi pemandangan yang menyejukkan mata sekaligus membuatku mimisan. Harumicchi memakai satu set minidress yang kubelikan. Ditambah, dia menggerai rambutnya yang masih basah. Sepertinya dia habis mandi. Dengan mata terbelalak dan rona merah diwajahnya, dia menatapku. "A-a-apa yang kau lakukan disini?!" teriaknya yang segera menutup pintu apartemennya kembali. Aku hanya bisa berkedip beberapa kali sambil tetap menyunggingkan senyum kikuk.
Setelah sekian menit menunggu, akhirnya dia membukakan pintu untukku. Kembali dengan kaos lengan panjang dan celana jeans selutut. Dan tidak lupa sebuah topi yang menutup seluruh rambutnya. "Silahkan masuk." Ujarnya mempersilahkan. Aku dipersilahkan duduk di ruang tengah. Dia pun pergi ke dapur yang letaknya berseberangan dengan ruang tengah. "Harumicchi! Apa yang kau lakukan jika aku membaca notes putihmu?" tanyaku dengan senyum jahil terpampang di wajahku. Dia langsung membanting nampan yang ia bawa ke atas meja. Kemudian ia menatapku dengan pandangan 'waduh'. "Ka-kau membacanya?" tanyanya dengan wajah takut-takut. Aku hanya mengangguk dengan senyum jahil.
Ia langsung sujud didepanku. "Tolong jangan di beritahukan siapa pun. Onegaishimasu." Mohonnya padaku. "Nee, Harumicchi kau tidak melepas topimu? Rambumu kan masih basah." Ucapku seraya melepas topinya. Dia tidak melawan. Dia hanya duduk sambil memandang takut-takut ke bawah. "Ano, tentang-" ucapannya terpotong karena aku langsung berdiri untuk menerima panggilan masuk dari manager. Moshi moshi. Oh managercchi! Oo. Hai` hai`. Njaa mata ashita nee managercchi~." Aku lalu mengakhiri panggilan tersebut. "Semua nggak ada yang gratis lho Harumicchi~ apa kamu mau berbuat apa pun untukku?" tanyaku dengan senyum jahil. Dia hanya ngeblush sambil membulatkan matanya. Kaget dengan ucapanku barusan.
.
.
.
TBC
Halo halo~ ada yang kangen sama author? *ngarep
Di kalimat terakhir akhir itu, reader ambigu nggak? Soalnya tujuanku sih emang mau buat para readers sekalian ambigu~ Tapi ntar malah nyerempet ke rate M.. * author lelah..
Author mau ngucapin terima kasih karena telah mau membaca fanfict gaje plus abal-abal ini. Btw abal abal itu apa sih? Sama kayak gj kah? Maaf atas ketidak tahuan author~ te he~ *digampar sandal lagi.
Dan entah kenapa bahasanya agak kaku begitu.. maafkan..
Last, RnR please?
Tertanda,
HikarinRin23
