Because of You

Kuroko no Basuke milik Tadatoshi Fujimaki

Rate : T

Genre : romance, friendship, hurt(mungkin)

GJ,TYPO,OOC,dsb. DLDR `kay?!

Chapter 3.

"Semua nggak ada yang gratis lho Harumicchi~ apa kamu mau berbuat apa pun untukku?" tanyaku dengan senyum jahil. Dia hanya ngeblush sambil membulatkan matanya. Kaget dengan ucapanku barusan.

.

.

.

Author`s point of view:

"Nggak! Aku nggak mau!" kata Harumi bersikeras. "Ayolah Harumicchi. Kau berjanji akan melakukan apapun untukku kan?" dia berkata begitu sambil tersenyum. "Iya. Tapi yang lain selain ini kan nggak apa apa kan?" timpal Harumi dengan wajah yang sudah sangat memerah. "Hmm? Harumicchi berani menolak ya? Apa yang akan terjadi ya kira-kira?" Ryota pun memenjarakan Harumi diantara kedua tangannya. Ia pun semakin memangkas jarak diantara mereka. Harumi pun tidak bisa mengalihkan pandangannya. Akhirnya ia pun menatap tajam pada Ryota. Ketika jarak antara ujung hidung mereka tinggal 5 cm, Ryota hanya tersenyum meremehkan.

"Oke. Pertahankan posisi itu. Yak. Tinggal beberapa lagi." Kata sang fotografer sembari memotret mereka. "Yosh! Otsukare!" kata sang fotografer dan langsung menghilang, pergi entah kemana. Para staf pun juga sibuk pada kegiatan masing-masing. Managernya Ryota pun mendekati Ryota dan Harumi. "Otsukaresamadesu!" kata managernya Ryota sambil memberikan mereka 2 botol drink sport dingin. "Arigatou manager-san." Ucap Harumi sambil menerima sebotol drink sport dinngin dari managernya Ryota. "Tapi manager-san, bajunya apakah harus sependek ini?" tanya Harumi hati-hati.

"Maa, modelnya memang seperti itu. Tapi kamu pantes kok pake itu Harumi-chan! Jadi jangan ditarik tarik gitu. Soalnya kakinya Harumi-chan bagus sih." Ucap managernya Ryota sambil menggoda Harumi. "Ng-nggak mungkin ah!" Harumi berkata demikian dengan ngeblush –a lot, sambil narik narik dress nya. "Sudahlah Harumi-chan. Meskipun kau menarik nariknya, dress itu nggak akan bertambah panjang kok~" ucap sang manager sambil berlalu pergi.

"Kamu manis kok Harumi." Ucap Ryota sambil menghirup aroma tubuh Harumi. Harumi pun tersentak dan reflek menjauhi Ryota. "Ryota. Hentai." Ucap Harumi dengan poker face.

"Eeehhh? Kok aku dibilangin hentai sih? Aku kan nggak ngelakuin apa-apa-ssu!" tanya Ryota sambil mewek mewek nggak jelas. Sedangkan yang di tanya hanya pergi menjauh.

Sedangkan di lokasi yang sama, hanya 7 langkah dari Harumi, ada sepasang mata yang mengawasi. "Heee. Ada orang baru ya? Siapa ya dia?" tanya nya pada diri nya sendiri.

"Ryota-kun~~" dia langsung melompat dan bergelayutan di leher Ryota. "E-eehh! Avaron-cchi?!" ucap Ryota kaget. Harumi hanya bisa mengedipkan matanya karena terkejut melihat penampakan/? dari seorang perempuan berambut pendek dengan ujung rambut yang melengkung ke dalam. Seperti apel.

"Haaii! Kamu orang baru ya? Atashiwa Avaron desu. Shimizu Avaron. Yoroshiku nee!" katanya sambil memeluk Harumi. "Ng. Ie. Aku cuma membantu Ryota-kun." jawab Harumi kalem.

"Lalu apakah kamu pacarnya Ryota-kun?" tanya Avaron dengan tetap memasang senyum manisnya. "Of course! She is my-". "Friend. Just my friend." Belum sempat Ryota menyelesaikan kalimat, sudah dipotong sama Harumi. Setelah Harumi bilang bahwa mereka hanyalah seorang teman, Ryota tampak patah hati. Pundung di pojokkan, seperti biasa~

"Hontou? Yokatta~~ Ku kira kamu pacarnya. Ah iya! Berarti Harumi-chan cuma bentar dong disini? Bakal cepet pergi kan?" tanya Avaron dengan semangatnya. "Eh? Ehm, i- iya." Jawab Harumi gelagapan. Kaget karena pertanyaan Avaron yang banyak dan suara kerasnya.

"Yokat-" ketika Avaron akan meneriakkan kemenangannya(?), manager Ryota nyerobot Avaron, menghampiri Ryota dan Harumi. "Harumi-chan! Harumi-chan! Omedetou na! Kamu dapat tawaran jadi model kita! Produser-san suka sama tatapan matamu dan ekspresimu yang terlihat natural ketika berada di dekat Ryota!" kata manager nya Ryota menggebu-gebu.

"Eh?" Harumi hanya bisa memasang ekspresi seperti orang bodoh. Ryota tampak tidak suka dengan pemberitahuan dari managernya. Sedangkan Avaron hanya bisa melotot tidak percaya.

"Aku melarang Harumi untuk jadi model!" kata Ryota memecah kebingungan yang terjadi. "Eh?" sedangkan yang bersangkutan pun bertambah bingung dengan ucapan Ryota barusan. "Aku setuju dengan Ryota-kun!" ucap Avaron sambil memeluk lengannya Ryota. Sedangkan Ryota nya bingung harus bagaimana dengan sikap Avaron.

"Jadi, bagaimana Harumi-chan? Apakah kamu mau menjadi model? Dan Ryota. Kenapa kamu melarang dia menjadi model?" tanya managernya Ryota, meminta kejelasan. "Nanti akan ku beritahu managercchi." Ucap Ryota yang sudah berhasil melepaskan diri dari Avaron.

"Maa, aku nggak keberatan sih. Tapi aku bukan orang yang pro." Harumi berhenti sebentar sambil menimang-nimang keputusannya lagi. "Baik manager-san, aku akan menerima tawaran ini." Harumi pun menerima tawaran yang diberikan. "Eehh?! Demo Harumicchi.." ucap Ryota dengan raut wajah yang agak kecewa. "Apa?!" ucap Avaron tidak percaya.

"Kalau begitu ha-ru-mi-chan. Mulai sekarang kita adalah rival. Rival dalam dunia modeling." Seketika tatapan penuh kehangatan berubah menjadi tatapan yang mengintimidasi. "Dan rival dalam memperebutkan Ryota." Kata Avaron dengan sinis. Setelah mengatakan hal itu, ia pun segera melenggang pergi.

Ryota kaget dengan perkataan Avaron barusan .Sedangkan Harumi hanya bisa melihat kepergiannya dengan tatapan poker face. "Haah.. Sudah kuduga." Kata Harumi sambil menghembuskan nafasnya berat. "Eh? Harumicchi sudah tahu bakal jadi seperti ini?" tanya Ryota.

"Yah, bisa dibilang begitu. Dilihat dari pertanyaan yang dia tanyakan padaku serta reaksi-reaksi yang dia tunjukkan terhadap percakapan kita tadi, hal itu sudah menunjukkan dengan jelas bahwa ada maksud tersembunyi dibalik kemauannya itu." Jelas Harumi sambil menghabiskan sport drinknya.

"Hai`hai`! cukup sampe situ aja! Aku mau memberitahu Harumicchi bahwa sekarang aku adalah managermu. Kau bisa memanggilku Fumiko-oneesan. Dan ini nomor telephonku. Sedangkan ini jadwal mu mulai sekarang. Aku sudah menyesuaikan jadwalnya dengan pekerjaanmu yang satunya. Njaa, yoroshiku nee Harumi-chan!" jelas Fumiko-oneesan panjang lebar sambil memberikan berkas-berkas pada Harumi.

"Kalo gitu, aku duluan ya! Aku mau ke kantor pusat untuk bertemu pak produser. Mengurusi berkas-berkas nya Harumi. Njaa nee!" pamit Fumiko-oneesan sambil melesat pergi. Ryota-Harumi hanya bisa sweat drop melihat hal itu. "Njaa, kuantarkan pulang ya Harumicchi. Sudah gelap ini. Kita akan bertemu di lobi setelah berganti pakaian." Kata Ryota sambil pergi diiringi dengan anggukan persetujuan dari Harumi.

Skip~~

Di jalan menuju apartemen Harumi~

"Nee, Ryota-kun." panggil Harumi. "Hm? Kenapa Harumicchi?"

"Kok rasanya aku pernah liat wajahnya Avaron ya?" tanya Harumi dengan watadosnya.

Ryota hanya bisa menepuk jidatnya. "Avaroncchi itu teman satu sekolah kita. Dia di angkatan yang sama dengan kita-ssu." Jelas Ryota dengan sabar. "Oh, pantes. Kayak pernah lihat mukanya." Ucap Harumi, masih dengan ekspresi watadosnya.

"Ryota-kun." panggil Harumi. "Hm?"

"Hari ini kamu nggak berisik seperti biasanya ya?" tanya Harumi, yang masih setia dengan wajah watadosnya. Ryota hanya bisa melihat Harumi dengan ekspresi yang sulit diartikan.

"Maa, pendiam itu nggak apa-apa sih. Tapi, aku lebih suka Ryota-kun yang berisik seperti biasanya." Lanjut Harumi dengan pandangan lurus kedepan. Ryota pun terkejut. Muncul semburat tipis di wajahnya yang charming. "Eehh?! Itu boleh kuanggap pujian kan-ssu?!" tanya Ryota dengan senangnya.

"Yah, itu terserah kamu." Jawab Harumi dengan ekspresi terkejut karena reaksi Ryota yang tidak terduga. Sedangkan Ryota nya hanya bisa senyum-senyum gak jelas sendiri gitu.

"Ah iya! Harumicchi! Katanya manager tadi kamu punya pekerjaan satu lagi ya? Apa-apa?" tanya Ryota dengan heboh.

"Ooh, soal itu.." Harumi mengalihkan pandangannya kearah yang berlawanan dengan Ryota. "Wah sudah sampai! Ryota-kun! Mau mampir buat makan malam dulu?" tawar Harumi. Sengaja mengalihkan arah pembicaraannya. "Un! Aku mau-ssu!" jawab Ryota dengan semangatnya. "Tapi aku masak sesuatu yang biasa aja lho ya?" tanya Harumi dengan nada mengancam. "Apa pun yang dibuat Harumicchi pasti aku makan kok-ssu!" balas Ryota dengan senangnya.

"Njaa, tadaima." Harumi pun memasuki apartemennya.

.

.

.

TBC

Halo~ halo~ maafkan atas keterlambatan author buat update~ author bingung ceritanya mau kayak gimana soalnya~ ehehe~ oke author mau ngucapin makasih buat yang udah ngereview dan ngefav and nge follow fanfict pertama author. * nangis terharu. Thanks to: Lucia Michaelis ShiroiAn Yukino L Julie ey9 WhyEnKey Akeno Hirasawa

Terima kasih udah mau ngefav,review, n' nge follow! *peluk reader sekalian.

Dan terima kasih buat para silent readers(kalo ada) karena udah mau baca fanfict ini~ =^-^=

Then,

See you, in next chapter.

HikarinRin23