Because of You

Kuroko no Basuke milik Tadatoshi Fujimaki

Rate : T

Genre : romance, friendship, hurt(mungkin)

GJ,TYPO,OOC,dsb. DLDR `kay?!

Chapter 6.

"Baiklah jika kamu segitunya pingin dapet coklat dariku." Harumi menatap manik Ryota. "Tapi ada syaratnya." Kata Harumi sambil menyeringai.

.

.

.

Author's point of view:

Saat pulang dari pemotretan~

Avaron harus les, jadi beda jalur.

"Ya ampun, Harumicchi." Kata Ryota sambil sweatdrop. Yang disebut namanya gak peduli.

"Udah, Ryota. Jangan protes. Kamu kan yang minta ngebuatin kamu coklat. Artinya aku cuma membuat, nggak membeli bahannya. Aku cuma keluar tenaga, bukan biaya." Kata Harumi sambil tersenyum sadis. Ryota pun meratapi nasibnya.

"Oh iya. Harumicchi," panggil Ryota. "Kenapa kamu memakai topi sih? Sampe rambut mu nggak keliatan gitu. Kayak disembunyikan gitu-ssu."

Harumi pun tercengang dan tampak berpikir. "Nanti aja ku kasih tahu Ryota-kun."

"Eehh, tapi terakhir kali aku bertanya, Harumicchi mengalihkan pembicaraan-ssu." Rengek Ryota.

Harumi hanya bisa menghela nafas. "Dulu aku pernah diejek gara-gara rambutku. Jadi aku jarang mau menunjukkan rambutku."

"Eh? Kenapa-ssu? Padahal rambut Harumicchi bagus lho-ssu!" Ryota menatap Harumi dengan tatapan penuh rasa sayang. "Dan Harumicchi cantik banget pas rambutnya digerai-ssu."

Yang dipuji malah ngasih tatapan malas, kemudian kembali pada kegiatannya. Mencari bahan yang diperlukan untuk membuat coklat.

"Kau bercanda kan Ryota? Aku tahu kau tidak bersungguh-sungguh mengatakannya. Dan aku tahu itu nggak mungkin." Balas Harumi. Ryota kaget mendengar kata-kata Harumi.

"Aku tidak bercanda-ssu. Aku sungguh-sungguh." Kata Ryota dengan mimik wajah serius. "Dan jangan berkata seperti itu lagi. Aku tidak suka Harumicchi berkata begitu. Mengerti?" Harumi hanya mengangguk dengan wajah kaget.

Selesai berbelanja, mereka pun memutuskan untuk pergi ke rumah Harumi, menaruh barang belanjaan. Sekalian, Ryota mau minta diajarin buat ulangan besok. Sebenernya syarat agar Harumi mau ngebuatin coklat yaitu Ryota yang beli bahannya, Harumi tinggal buat. Dan syarat kedua, lulus ujian besok. Jadi Ryota mau belajar agar dapat coklat dari Harumi.

"Ryota-kun, makan malam di sini?" tawar Harumi. Dia sudah selesai masak sih sebenernya. "Kau makan di sini Ryota-kun. Aku sudah terlanjur membuat untuk 2 orang."

"Ok-ssu!" Ryota pun memakan sampai habis masakan yang dibuat oleh Harumi. Begitu juga Harumi, dalam waktu singkat makanan mereka pun habis. Dan dimulai lah sesi belajar-mengajar.

Setelah 1 jam berlalu, akhirnya mereka sudah mencapai 2 per 3 jalan.

"Niat banget ya, buat dapetin coklat dari ku." Tanya Harumi dengan wajah heran.

"Hm? Tentu aja-ssu!" jawab Ryota sambil tetap fokus mengerjakan latihan soal untuk bahan ulangan besok.

"Coklat.. ya.." Harumi berpikir, sepertinya ada sesuatu yang terlupakan. "Oh iya! Coklat!" Harumi langsung bangkit dari tempat duduknya, melihat kalender terdekat. Di kalender itu ada tanggal yang di beri tanda dengan spidol merah.

"Shimatta!" teriak Harumi frustasi.

"Kenapa Harumicchi?" tanya Ryota. Harumi segera mengambil hand phone nya dan menelfon Yuki-chan, temen masa kecilnya.

"Moshi moshi. Yuki-chan? Aku bisa minta tolong? ..iya, kayak biasanya. ..3 hari lagi. ..hehehe, gomen. Arigatou Yuki-chan! Sukidayo!" setelah selesai menelfon Yuki-chan, dia pun segera menyusun plotnya.

"Siapa Harumicchi? Pake bilang suka segala." Tanya Ryota dengan nada cemburu. "Oh itu. Temen masa kecilku. "Yang ditanya hanya menjawab tanpa melihat wajah orang yang bertanya.

"Ooh."

"Ano, Ryota-kun. mungkin untuk satu minggu kedepan aku bakal sibuk. Jadi, mungkin kita bakal jarang bisa sama-sama. Tapi do'a in aja ya! Biar cepet selesai!" kata Harumi sambil mengoreksi hasil pekerjaannya Ryota. "Salah 1 Ryota-kun, tapi sepertinya kamu sudah paham."

"Eehh?! Pekerjaan apa sih?" Ryota pun mengerucutkan bibirnya. "Bareng sama si Yuki-chan itu?"

"Yap!" jawab Harumi riang. Ryota pun melihat jam.

"Oh! Udah jam segini! Harumicchi, aku pulang dulu ya-ssu?" pamit Ryota. Harumi hanya mengangguk.

"Njaa, matta nee." Ryota pun melambaikan tangan dengan wajah sedih.

"Jangan sedih! Gak bareng selama beberapa hari aja kok! Aku kan bukan nya pergi untuk selama-lamanya!" teriak Harumi dari lantai 2, sedangkan Ryota sudah berada di jalan depan apartemen Harumi.

"Cepet selesaikan ya-ssu?!" Ryota pun berucap setengah berteriak, tidak mau kalah dari Harumi. Harumi hanya mengangguk seraya memberikan senyum simpul padanya.

Harumi masuk apartemennya, Ryota pun melanjutkan perjalanan pulangnya.

'Pokoknya aku bakal tetep ke rumah mu-ssu! Aku tidak akan membiarkan suatu pekerjaan untuk menghalangi ku menghabiskan waktu bersama dirimu-ssu!' tekad Ryota dalam hati dengan efek bling-bling disekitarnya.

.

.

.

Esoknya~

Para gladiator pun sudah bersiap untuk mengahadapi musuh yang sangat sulit.

Ya, hari ini adalah hari pelaksanaan ujian ma-te-ma-ti-ka. Dan juga hari dimana Ryota akan menentukan nasibnya.

Kertas ujian pun dibagikan. Para gladiator sudah bersiap dengan alat tempurnya masing-masing. Ada yang bawa duo-pensil-penghapus, kalkulator, contekan, dsb.

Harumi dan Avaron terlihat mengerjakan dengan santai. Sedangkan Ryota, terlihat bersungguh-sungguh mengerjakannya. Meskipun kadang dia terlihat kesulitan, tapi secara keseluruhan dia mengerjakannya dengan sungguh-sungguh kok. Sungguh-sungguh. Tolong bedakan 'mengerjakan dengan sungguh-sungguh' dengan 'bisa mengerjakannya'.

Akhirnya waktu untuk mengumpulkan lembar ujian. Hanya berselang 15 menit, kertas ulangan pun dibagikan.

"Hmm, rata-rata kelas ini kurang dibanding kelas lain. Belajarlah lebih giat." Perintah sensei. "Dan yang nilainya di bawah 70, tolong datang ke kantor minggu depan di hari yang sama saat istirahat."

Ryota pun melihat nilai ulangannya. Di atas kertas itu terukir angka 80. Di atas rata-rata kelas. Dia pun menoleh ke arah Harumi.

"Harumicchi!" panggil Ryota senang. "Hm?" Harumi sedang sibuk membetulkan 1 nomer yang salah.

Jangan lupa janjimu ya-ssu?" Ryota pun tersenyum penuh kemenangan.

"Hmm." Harumi menjawab sambil mengerjakan pr.

"Harumi, kamu dapat berapa? Aku dapat 96." Kata Avaron dengan bangga.

"Oh, aku dapat 98." Jawab Harumi melirik sekilas kearah Avaron dan melanjutkan mengerjakan pr nya lagi.

"Jiii.. Untuk yang selanjutnya aku nggak akan kalah darimu Harumi! Tunggu aja ya!" kata Avaron dengan api yang berkobar sebagai background.

Harumi hanya tersenyum sambil tetap berkutat mengerjakan pr nya.

"Nee, Harumicchi~ Apakah kamu nggak mau melepas penutup kepalamu itu-ssu?" tanya Ryota sambil merajuk.

"Hmm, mungkin sebentar lagi." Jawab Harumi pendek.

"Sebentar itu kapan-ssu?" tanya Ryota agak sebal. Bagaimanapun dia kan ingin melihat Harumi menggerai rambutnya bukan saat pemotretan atau di rumah saja, tapi juga saat di sekolah.

"Jika sudah waktunya." Dengan ucapan Harumi barusan, maka berakhirlah jam pelajaran berlangsung. Dan bersamaan dengan bel itu, Harumi ikut menghilang.

"Eh? Harumicchi?" Ryota menoleh ke kanan kiri untuk mencari Harumi di kelas tapi hasilnya nihil.

"Oh Harumi-shan. Dia barusan sudah keluar dari kelas dengan terburu buru. Ada urusan mungkin." Jelas Avaron.

Akhirnya ia memutuskan untuk pergi ke studio bersama Avaron.

.

.

.

Di studio~

"Eh?! Hari ini Harumicchi/chan nggak ada sesi hari ini-ssu?!" tanya Ryota dan Avaron bebarengan. Fumiko-oneesan cuma bisa meratapi kupingnya yang error akibat suara dua orang model pro ini.

"Maa nee, begitulah. Dia kan selain sebagai model, juga punya pekerjaan lain." Jawab Fumiko-oneesan.

"Pantas tadi dia langsung pulang." Avaron memilin rambutnya.

"Nee managercchi. Pekerjaan Harumicchi yang satu lagi apa-ssu?" tanya Ryota dengan keponya. 'Lumayanlah buat tambahan info tentang Harumicchi.' Pikirnya.

"Sore wa nee," Fumiko-oneesan menggatungkan kalimatnya.

"Sore wa.." ucap Ryota dan Avaron mengikuti.

"Hi-mit-su." Ucap Fumiko-oneesan sambil mengeja suku katanya.

"Hi-mit-su." Mereka berdua pun mengikuti ucapan Fumiko-oneesan.

"Eeh?! Managercchi!/ Fumiko-oneesan!" keduanya pun mengejar Fumiko-oneesan yang sudah kabur duluan. Akhirnya setelah jogging- lari-lari di dalam studio, Fumiko-oneesan berhasil ditangkap.

"Managercchi?" Ryota meminta penjelasan. Avaron memberikan tatapan mata yang tajam, akibat kepo tingkat dewa.

"Ehehe~ Pokoknya dia orang terkenal, bisa dibilang begitu." Fumiko-oneesan cuma bisa grogi diperlakukan begitu oleh mereka.

"Jadi, Fumiko-oneesan benar-benar tidak mau memberitahu kami ya?" tanya Avaron.

"Rahasia client~" Fumiko-oneesan mengedikkan sebelah matanya, tersenyum seakan menyembunyikan sesuatu.

"Haahhhh." Mereka pun menghela nafas bebarengan karena tidak dapat informasi apapun dari Fumiko-oneesan.

"Sesi hari ini sudah selesai ya-ssu?" tanya Ryota setelah adegan-meng kepo i-manager.

"Un," jawab Avaron pendek. "Isshoni kaerou? Mau pulang bareng?"

"Oh! Makasih tawarannya Avaroncchi, tapi aku mau ke tempatnya Harumicchi. Mau ikut-ssu?" tanya Ryota sambil beres-beres.

Avaron pun melihat jam tangannya. "Hmm, boleh."

"Yosh! Ayo Avaroncchi!"

Mereka pun meninggalkan studio dan bergegas menuju apartemennya Harumi.

.

.

.

Setelah menempuh perjalanan yang bisa dibilang tidak sebentar dan tidak lama itu, akhirnya mereka sampai di depan pintu apartemen Harumi.

Ting Tong~

Ryota menekan bel dan tidak berapa lama kemudian sang empunya rumah sudah membukakan pintu.

Harumi cuma bisa mematung di tempat karena mendapat tamu yang tidak diundang.

"Nyahoo Harumi-chan!" Avaron langsung memeluk erat orang yang sedang berdiri mematung di depan pintu apartemennya. Sedangkan Ryota, dia hanya merasa iri terhadap Avaron karena bisa memeluk Harumi dengan leluasa. 'Kalo aku kan nggak bisa! *srot. Aku belum jadi pacarnya atau suaminya-ssu' kata Ryota dalam hati. Curhat.

"Apa yang kalian lakukan disini?" tanya Harumi setelah sadar dengan apa yang sudah terjadi.

.

.

.

TBC

Nyahooo~~ minna-san, ohisashiburi desu nee? Sudah lama ya? Maaf author telat updatenya.. author terkena wb.. mungkin. Dan quota author habis T^T

Sama sekalian author mau tanya, ini ff kebanyakan berlatar tempat di apartemennya Harumi. Apa ada reader sekalian yang punya pemikiran seperti ini? Kalau begitu mungkin di chap selanjutnya, author bakal meminimalisir adegan di apartemen Harumi. Tapi author lihat dulu ya situasi dan kondisinya~~

Oh! Sama sekalian mau tanya.

Di kurobas, readers sekalian suka sama siapa aja? Soalnya author lagi kebanjiran ide. Ada ff tentang Akashi(udah kepikiran ceritanya kayak apa. Tinggal nulis.) terus ada Midorima(ini juga udah kepikiran idenya, tinggal nulis.) sama ff yang terinspirasi dari lagu(ff tentang Akashi mungkin.)

Jadi, jika para readers sekalian mau comment = ngebantuin author mikirin ff selanjutnya.

Oke, sepertinya ini sudah terlalu panjang. Sekian chapter 6 ini~~

Jangan lupa review sama say hi doang juga boleh kok! Dan follow sama favnya makasih~

Buat yang udah baca, review, say hi, fav & follow, makashi banyak yaa! Arigatou gozaimasu!

Then,

See you in next chapter.

HikarinRin23