Because of You

Kuroko no Basuke milik Tadatoshi Fujimaki

Rate : T

Genre : romance, friendship, hurt(mungkin)

GJ,TYPO,OOC,dsb. DLDR `kay?!

Chapter 7.

"Apa yang kalian lakukan disini?" tanya Harumi setelah sadar dengan apa yang sudah terjadi.

.

.

.

Author`s point of view:

"Eh?! Jadi pekerjaanmu yang selama ini kamu sembunyikan itu, mangaka?" tanya Avaron dengan hebohnya.

"Maa, begitulah." Jawab Harumi dengan tenang. Sedangkan Ryota sedang sibuk melihat plot yang dibuat oleh Harumi.

'"Aku menyukai mu bukan karena rambutmu." Hayato berjalan mendekati Yuka. "Bukan karena matamu,"' ia menyeka air mata pada pelupuk mata gadis itu. "Bukan juga karena bibirmu," Hayato melingkarkan tangannya pada pinggang gadis itu. "Its because of you." Hayato kemudian mengecup lembut bibir mungil Yuka.'

Sret

Kertas itu berpindah tangan kepada Harumi. Ryota Cuma bisa senyum-senyum bak orang mesum.

"Jangan senyum-senyum kayak orang mesum gitu." Kata Harumi sambil poker face.

Avaron melihat jam tangannya. "Ah! Minna, aku les dulu ya? Njaa, mata ashita." Harumi pun mengantarkan Avaron keluar dari apartemennya.

Setelah Harumi menutup pintunya, tiba-tiba ia dipeluk dari belakang.

"Nani Ryota-kun?" Tanya Harumi agak memerah.

"Aku pingin honmei choco darimu-ssu."

"Hah?" harumi melepaskan pelukannya dan menatap mata Ryota. "Kenapa?"

Ryota kembali memeluk Harumi. "Yah, itu wajar kan kalo aku mau dapat honmei choco dari cewek yang kusukai."

Harumi tidak menampakkan ekspresi apa-apa. 'Nggak, itu nggak mungkin.' Pikir harumi dalam hati. Tapi, dia tampak terlihat sedih.

"Kamu suka padaku?" tanya Harumi. "Ryota. Itu. Nggak. Mungkin." Harumi menatap Ryota datar.

"Mana mungkin ada orang yang suka sam cewek jelek kayak aku? Are you kidding me?" Harumi berkata seakan meremehkan Ryota.

"Harumi, bukankah aku sudah bilang, aku nggak suka mengatai dirimu jelek." Ryota pun mengambil ciuman dari bibir Harumi. Yang dicium pun terkejut. Dia meronta, tetapi dekapan Ryota meluluhkan usahanya. Akhirnya dia pun berhenti meronta.

Ryota pun melepaskan ciuman panjang mereka. Saling bertatapan, Ryota melihat cewek di di depannya ini wajahnya memerah semerah tomat, dan mengeluarkan sedikit bulir air mata.

"Aku suka Harumi. Aku pingin Harumi jadi kekasih ku-ssu." Ryota mendekapnya lagi.

"Suki dayo, zutto. Sejak 4 tahun lalu, cinta ku terhadapmu selalu tak terbalas." Bisik Ryota di telinga Harumi. Tapi bisikan itu masih bisa terdengar dari luar, meskipun sayup-sayup.

"Ta-tapi, i-itu nggak mungkin!" kata Harumi gugup.

"Benarkah-ssu? Aku rasa saat SMP dulu ada yang menyebar gosip tentangku yang menyukai dirimu." Ryota menatap Harumi dengan seringai licik menghias wajahnya. "Bukankah itu membuatmu berharap?"

"a-a-aku nggak berharap!" jawab Harumi yang mulai terlihat panik. Dan entah kenapa itu terlihat sangat manis di mata Ryota.

"Benarkah itu?" masih dengan seringai liciknya, Ryota membisikkan dengan nada seduktif. "Aku tahu kamu nggak bisa bohong Harumi."

Crap! Nggak ada pilhan lain selain Harumi untuk berkata jujur pada dirinya sendiri.

"Jadi harumi, katakan perasaanmu terhadapku." Ryota melepaskan dekapannya dan memasang wajah jahilnya.

"Suki.." ucap Harumi sangat pelan.

"Hmm?"

"Suki.." kali ini dia berkata agak keras dari sebelumnya.

"Hmm?"

Harumi sudah tidak tahan lagi.

"Suka! Puas?!" Wajah Harumi pun sangat merah. Sedangkan Ryota tersenyum puas.

Ryota pun mencium kedua pipi Harumi, lanjut ke dahi, dagu, hidung, dan yang terakhir bibir.

Dan sejak Harumi menutup pintu tadi, Avaron belum beranjak dari tempatnya. Dia mendengarkan semuanya. Kokuhaku nya aja mungkin yang bener ya?

'Aku suka Harumi. Aku pingin Harumi jadi kekasih ku-ssu.' Avaron tidak merasa sedih. Dia bingung, seharusnya kan dia merasa sedih dan patah hati, kenapa dia tidak merasakan apa-apa ya? Dia Cuma merasa dia kalah bersaing dengan Harumi seperti biasa. Dan saat Ryota selesai mengucapkan kokuhakunya, seseorang datang.

"Sumimasen, apa yang sedang kau lakukan di depan apartemen sahabatku?" tanya seorang laki-laki berambut hitam. Avaron pun segera membekap mulutnya, meyuruhnya diam.

'Suki dayo, zutto. Sejak 4 tahun lalu, cinta ku terhadapmu selalu tak terbalas.' Dua orang itu pun mendengarkan percakapan mereka.

Si laki-laki pun menarik dirinya. "Masih banyak laki-laki lain. Jangan terlihat 'kosong' begitu." Kata laki-laki. Ia pun menaruh kresek putih di sebelah pintu apartemen Harumi. Kemudian ia melenggang pergi.

Mendengar perkataan itu, Avaron segera menarik lengan lelaki tersebut.

"Aku juga harusnya sedih! Tapi entah kenapa aku nggak sedih!" ucap Avaron dengan berbisik kepada pemuda itu. Lelaki itu tampak berfikir sebentar.

"Mungkin kamu hanya kagum padanya." Jawab lelaki itu akhirnya. Avaron tercengang.

'Iya juga ya. Aku nggak pernah merasa doki doki waktu ketemu sama Ryota-kun.' pikir Avaron dalam hati.

Ketika lelaki itu beranjak pergi..

"Chotto kimi!" yang dipanggil pun menoleh. "Namae wa?"

"Ha? Buat apa?" tanya pemuda itu.

"Udah jawab aja!" kata Avaron sambil keluar semburat tipis di wajahnya.

"Kasamatsu. Kasamatsu Yukio." Jawabnya sambil beranjak pergi.

"Kasamatsu Yukio kah.. waruku nai." Akhirnya Avaron memutuskan untuk segera pergi ke tempat lesnya.

"Eh? Chotto matte. Kasamatsu, Kasamatsu, Kasamat-" Avaron pun teringat salah satu senpai yang ikut main basket di sekolahnya.

Sambil tersenyum jahil Avaron berkata dalam hati. "Jadi apa hubungan Harumi dengan Kasamatsu-senpai ini. Apakah diantara mereka ada hubungan khusus? Atau ada sesuatu yang terjadi diantara mereka ya?" Avaron pun tersenyum semakin lebar. Menampakkan deretan gigi putihnya.

"Karena laki-laki dan perempuan tidak akan bertahan lama memiliki hubungan hanya sebagai sahabat."

Dan dengan kalimat terakhir itu, Avaron pun melenggang masuk kedalam tempat lesnya.

.

.

.

Hari ini, baik Harumi, Avaron, maupun Ryota, tidak ada sesi pemotretan. Sehingga Avaron memutuskan untuk pergi membeli beberapa bahan untuk membuat coklat. Dia ingin memberi coklat balas budi untuk Kasamatsu-senpai.

Harumi juga sudah pulang, dia harus ngebut mengerjakan komiknya.

Sedangkan Ryota, sedang dihukum karena kelamaan cuti.

Skip~ Setelah mereka selesai latihan~

"Are? Kasamatsu-senpai kok pulangnya cepet banget hari ini-ssu?" tanya Ryota.

"Oh, suman. Aku ada janji sama sahabatku. Njaa nee." Kasamatsu-senpai pun pergi meninggalkan gym dengan terburu buru, sedangkan Ryota dan yang lainnya melanjutkan latihannya.

Ketika Kasamatsu-senpai berada di dekat gerbang, di sana ia sudah ditunggu oleh seorang gadis cantik berambut pendek, tersenyum pada Kasamatsu-senpai. Tersenyum menggoda padanya.

"Konnichiwa, Kasamatsu-senpai." Avaron menyapa senpainya itu dengan senyum yang.. yah mencurigakan. Yang ditanya malah menaikkan sebelah alisnya.

"Kimi wa.. dare?" Avaron serasa ketiban batu besar. Kena critical hit. Tapi dia berusaha untuk tetap menampilkan senyumnya tadi.

"Ki-kita kemarin ketemu. Di depan apartemennya Harumi-chan."

"Oh! Kamu! " 'aneh, kenapa aku gak merasa gugup ya saat berada didepannya?' pikir Kasamatsu-senpai dalam hati.

"Kasamatsu-senpai, mau kemana?" tanya Avaron lagi. "Ayo pulang bareng."

Belum sempat Kasamatsu-senpai menjawab, dia sudah ditarik oleh Avaron.

"O-oi!" Avaron mengenggam tangan Kasamatsu-senpai.

'Aku tahu aku nggak gugup di depan anak ini,' Kasamatsu-senpai melihat tangannya. 'Tapi kenapa aku berdebar saat bersama anak ini?!'

'Tapi, aku tidak pernah merasakan rasa seperti ini. Meskipun aku bersama dengan orang yang kusukai.' Kata mereka berdua dalam hati.

"Hoi! Namae?" Kasamatsu-senpai ingat bahwa dia belum tahu nama gadis yang sedang menggenggam tangannya. Avaron tersenyum, senyum tulus, yang sangat manis.

Dan seketika debaran jantung sang senpai pun berdegub lebih kencang.

"Avaron desu. Yoroshiku." Mereka berdua pun bejalan berdampingan.

"Hei apa yang kau bawa itu?" tanya Kasamatsu-senpai. Avaron pun kembali tersenyum. "Senpai akan tahu jika sudah saatnya tahu."

Kasamatsu pun hanya mengangguk. Kemudian dia terdiam.

"Jadi kenapa sekarang aku ikut bersama mu?!" Kasamatsu-senpai baru tersadar, bahwa selama ia berjalan, ia memang tahu ini jalan yang dilewatinya untuk ke rumah Harumi, tapi kenapa cewek ini bisa tahu?

"Senpai mau ke tempatnya Harumi kan?"

"Kok kamu bisa tahu?" Avaron hanya tersenyum.

Mereka pun sudah sampai di depan apartemennya Harumi.

TING TONG

"Ojamashimasu." Ucap mereka berdua berbarengan.

"Un, irrashai-" Harumi memandang Avaron dengan bingung.

"Hai~" sapa Avaron.

Krik krik

"Nande koko ni iru?!"

Avaron Cuma senyum-senyum sendiri.

"Aku ada urusan yang harus diselesaikan~"

Harumi pun mempersilahkan mereka berdua untuk masuk. Begitu mereka sudah masuk, Harumi langsung memberi pekerjaan untuk senpai kita tersayang. Harumi dan Kasamatsu-senpai sangat serius saat mengerjakan komiknya. Hingga mereka melupakan Avaron. Tapi, Avaron tidak masalah dengan hal itu. Karena dia sedang merencanakan sesuatu.

30 menit kemudian~

TING TONG

2 menit..

TING TONG

4 menit..

"Are? Harumicchi kok nggak ngebukain pintunya ya-ssu?"

Karena Harumi terlalu sibuk dengan komiknya, akhirnya Kasamatsu-senpai yang membukakan pintunya. Sedangkan Avaron, setelah selesai merencanakan rencananya, dia sedang baca komik BL milik Harumi. Nggak nyangka 2 cewek kita ini fujoshi..

Klek. Pintu pun terbuka.

"Eh?" mereka berdua pun melihat satu sama lain dengan raut heran.

.

.

.

TBC

Nyahooo~ bertemu lagi dengan author~~

Akhirnya chapter 7 update juga~~

Mungkin tinggal beberapa chapter lagi tamat~~

Mungkin..

Jangan lupa review sama say hi doang juga boleh kok! Dan follow sama favnya makasih~

Buat yang udah baca, review, say hi, fav & follow, makashi banyak yaa! Arigatou gozaimasu!

Then,

See you in next chapter.

HikarinRin23