Because of You
Kuroko no Basuke milik Tadatoshi Fujimaki
Rate : T
Genre : romance, friendship, hurt(mungkin)
GJ,TYPO,OOC,dsb. DLDR `kay?!
Chapter 8.
"Eh?" mereka berdua pun melihat satu sama lain dengan raut heran.
.
.
.
Author`s point of view:
"Kasamatsu-senpai? Senpai ngapain di sini-ssu?" tanya Ryota.
"Lah kamu sendiri Kise? Ngapain kamu di sini?" tanya Kasamatsu-senpai balik.
Harumi yang mulai bersin-bersin karena terpaan angin malam yang berhembus dari pintu, menuju tempat kerjanya, akhirnya memutuskan untuk pergi ke arah pintu.
"Yuki-chan, siapa sih tamunya? Haccchhii!" tanya Harumi tanpa melihat tamunya. Terakhirannya bersin lagi. -_-
"Ha-Harumicchi, ke-kenapa ada Kasamatsu senpai di sini-ssu?" tanya Ryota agak shock. Shock mengetahui bahwa dialah si 'Yuki-chan' itu. Dia takut nanti.. nanti dia..
"Hm? Ryota-kun? Ngapain kamu di sini?" tanya Harumi dengan matanya yang agak sayu akibat bersin-bersin tadi. Avaron pun datang, nggak suka ditinggal sendirian.
"Mendingan kita masuk aja dulu." Ajak Avaron, padahal Harumi yang punya rumah.
Setelah mereka masuk, mereka berempat duduk di ruang keluarga, sekaligus tempat kerjanya Harumi tadi. Pekerjaannya Harumi di singkirin dulu.
"Nde, ada yang mau mulai duluan?" Avaron membuka percakapan. Semuanya diam. Kasamatsu-senpai memilih diam. Ryota bingung dengan kedatangan Kasamatsu-senpai dan hal-hal lainnya. Harumi tambah nggak ngerti ada apa. Dia Cuma tahu Ryota ke rumahnya seperti biasa. Dan pekerjaannya yang tertunda tentu saja.
"Mulai duluan apa Avaron?" tanya Harumi dengan polosnya masih tidak mengerti.
Avaron mengerlingkan matanya. Menatap teman kesayangannya itu dengan tatapan dasar-gak-peka.
"Baiklah aku mulai duluan kalau begitu." Kata Avaron. Pandangannya mulai serius.
"Aku mau tahu 1 hal. Apa hubungan dan segala hal yang menyangkut Harumi dengan Kasamatsu-senpai?" Avaron melihat Harumi, kemudian berpindah melihat Kasamatsu-senpai. "Atau bisa dibilang Kasamatsu-senpai dengan Harumi."
"Kami hanya teman sejak kecil kok Avaron." Jawab Harumi polos, masih tidak tahu apa yang terjadi.
"Lalu apakah ada sesuatu yang terjadi diantara kalian?" tanya Avaron dengan nada menyelidik. Ryota terlihat cemas. Bagaimanapun, dia takut akibat kejadian ini, dia kehilangan Harumi.
"Ada," Kasamatsu-senpai sekarang yang angkat bicara. "Aku pernah mengungkapkan perasaanku padanya."
"Tapi langsung ditolak olehnya." Lanjut Kasamatsu-senpai dengan santainya. Harumi tampak kebingungan.
"Emang kamu pernah confess ke aku ya Yuki-chan?" tanya Harumi masih dengan polosnya. Kasamatsu-senpai hanya menghela nafas, Avaron tetap serius mendengarkan, sedangkan Ryota bertambah cemas.
"Dasar nggak peka. Pas itu aku mainin sebuah lagu buat kamu, tapi kamu malah nggak peka. Jadi ku anggap aku udah ditolak mentah-mentah." Jawab Kasamatsu-senpai sambil menjitak kepalanya Harumi. Yang dijitak Cuma bisa meringis kesakitan.
"Ja-jadi,Kasamatsu-senpai su-suka sama Ha-Harumicchi?" katakutan Ryota pun terbukti. Menurutnya.
Kasamatsu-senpai melihat Harumi sebentar, kemudian kembali melihat Ryota.
"Iya. Aku menyukainya." Jawab Kasamatsu-senpai mantap. Ryota pun segera mendekap Harumi ke dalam pelukannya. Harumi tidak terkejut atas perkataannya Kasamatsu-senpai, tetapi ia terkejut saat Ryota memeluknya begitu Kasamatsu-senpai menyelesaikan kalimatnya.
"Aku tidak akan menyerahkan Harumicchi padamu-ssu!" Ryota semakin mengeratkan pelukannya.
Kasamatsu-senpai hanya memandang Ryota dengan tatapan bosan kemudian menghela nafas.
"Itu dulu. Dia juga bilang dengan tsunderenya bahwa dia sedang suka sama orang. Dan itu bukan aku." Lanjut Kasamatsu-senpai. Ryota masih belum melepaskan pelukannya.
Avaron pun tersenyum, meskipun ia masih sedikit penasaran. Apakah Kasamatsu-senpai masih menyukai Harumi apa tidak.
"Harumicchi." bisik Ryota. "Apa kamu masih suka sama orang itu?"
Harumi merasa pipinya panas.
"Ha-harus dijawab ya?" tanya Harumi pelan. Ryota pun mengangguk lemah.
"a-ahahahaha. Haha. Haha." Harumi malah ketawa nggak jelas. Ryota pun menatapnya dengan tatapan yang tidak dapat diartikan. Harumi balas menatapnya dengan wajah yang sudah agak merah.
"Harumi." Panggil Ryota dingin.
'Yabai.' Pikir Harumi. Sekarang dia tidak bisa berbohong lagi.
"Un. Aku masih suka." Wajah Harumi merona sempurna. Ryota merasa hatinya hancur. Dia pun melepaskan dekapannya dari Harumi. Menjauh, kemudian menatap lantai dengan tatapan nanar. Harumi bingung.
"Ryota-kun, dousta?" tanya Harumi. Dia pun berjalan mendekati Ryota dan duduk di sampingnya.
"Kenapa Harumi menerimaku-ssu? Padahal kau masih mempunyai orang yang kau sukai." Ucap Ryota lirih. Harumi tambah bingung.
"Soalnya.." Harumi tampak berpikir sebentar.
"Soalnya?" Ryota tampak tidak sabar menanti jawaban Harumi.
"Soalnya orang yang ku suka, juga menyukai ku." Harumi mengucapkan itu, pelan sekali suaranya. Kasamatsu-senpai dan Avaron merasa menjadi pengganggu couple ini. Ryota langsung memeluk Harumi dengan sangat erat.
"Ryota-kun. aku. Nggak. Bisa. Nafas." Ucpa Harumi tersendat sendat. Ryota pun melepaskannya dengan wajah senang terpampang di wajahnya.
"Ku kira orang itu orang lain-ssu."
Harumi pun teringat akan komiknya yang belum selesai. Dia segera bangkit.
"Avaron, Ryota-kun, Yuki-chan, habis pekerjaan ini selesai, ayo kita makan keluar." Ajak Harumi yang masih fokus mengerjakan komiknya. Mereka bertiga bertatapan, kemudian tertawa bersama. Betapa nggak peka dan tsunderenya teman mereka ini. Harumi yang melihat mereka Cuma bisa bingung melihat mereka bertiga.
Akhirnya jam menunjukkan pukul setengah delapan malam. jatah pekerjaan mereka hari itu pun sudah selesai. Mereka akhirnya memutuskan untuk makan keluar. Makan ramen.
Di kedai ramen~
"Harumicchi." panggil Ryota. Harumi masih asyik dengan makanannya, sehingga tidak melihat ke arah orang yang memanggilnya.
"Nani? Slurp." Harumi membalas panggilannya sambil memakan ramennya.
"Ore, ureshi-ssu!" jawab Ryota sambil senyum-senyum. "Soalnya Harumicchi juga suka sama aku-ssu!"
"Bukannya aku bilangnya udah kemaren ya? Kenapa senangnya baru sekarang." Tanya Harumi bingung.
"Dan tidak hanya itu saja-ssu!" Ryota menambahkan. "Aku senang ternyata kecemasanku tadi tidak terjadi."
"Hah? Kecemasan apa?" tanya Harumi tidak mengerti.
"Tentang Kasamatsu-senpai yang suka sama Harumicchi-ssu." Jawab Ryota sambil memonyongkan bibirnya ke arah Kasamatsu-sepai. Kasamatsu-senpai yang dari tadi diam bersama Avaron, menoleh ke arah Ryota karena merasa namanya disebut-sebut.
"Nanda yo? Kise?" tanya Kasamatsu-senpai.
"Aku tidak akan menyerahkan Harumicchi padamu-ssu!" kata Ryota sambil memonyongkan bibirnya.
Muncul perempatan di kepala sang kapten.
"Oi Kise! Itu kan udah lalu! Nggak usah dibahas-bahas lagi!" balas Kasamatsu-senpai. Dan akhirnya mereka pun bertengkar. Dan syukurlah mereka sudah selesai makan. Mereka mulai menendang satu sama lain. Atau bisa dibilang Kasamatsu-senpai yang menendang Ryota. Sedangkan Avaron dan Harumi Cuma bisa heran melihat mereka.
"Kalian. Jangan bertengkar di meja makan." Kata Avaron yang dari tadi diam, dengan nada yang memerintah. Mereka pun diam, termasuk Harumi.
Setelah selesai membayar mereka pun pulang. Harumi dengan Ryota dan Kasamatsu dengan Avaron.
"See you tomorrow minna!" pamit Harumi. Avaron dan Kasamatsu-senpai membalas lambaian Harumi. Kemudian mereka berbalik, dan berjalan ke arah yang berlawanan arah dengan Harumi-Ryota.
"Kasamatsu-senpai? Apa yang senpai lakukan di sini?" tanya Avaron yang sebenarnya sudah tahu maksud dari perbuatan senpainya ini.
"Yah, kau tahu kan bahwa tidak baik bagi seorang gadis untuk berjalan sendirian di malam hari?" jawab Kasamatsu-senpai dengan semburat merah tipis di wajahnya. Avaron hanya tertawa karena ucapannya itu.
"Senpai." Panggil Avaron. "Aku mau memberi senpai coklat. Pokoknya senpai harus menerimanya!"
Kasamatsu-senpai pun berhasil ngeblush. "Hah?"
"Dasar senpai! Tsundere! Sama aja kayak Harumi." Avaron pun tertawa melihat senpai yang mungkin, disukainya itu. Sedangkan Kasamatsu-senpai mengelak dan itu malah membuat tawa Avaron semakin keras.
Dan disaat bersamaan, Harumi mengajak Ryota untuk mampir sebentar ke toko buku. Dia mau beli komik. Dan Ryota lupa tidak membawa kaca mata serta topi. Sehingga, mereka pun dikejar oleh massa yang menggila(?).
"Ryota no aho. Udah tahu kalo kamu nggak bawa topi, masih aja mau ikut aku." Mereka bersembunyi di gang kecil. Ryota nya malah nyengir. "Aku kan nggak tenang ninggalin kamu sendirian malam-malam begini-ssu."
"Hahhhh" Harumi menghela nafas panjang. Kemudain ia melepaskan topinya dan memberikannya pada Ryota.
"Ini pakai. Biar nggak ketahuan sama mereka." Harumi menggerai rambutnya. "Dan itu nggak baik buat rambutku."
"Arigatou-ssu." Ryota mengecup pipi Harumi. Yang dicium Cuma bisa ngeblush. Harumi kemudian mengelap bekas ciuman Ryota dengan kasar.
"Harumicchi hidoi-ssu~" Ucap Ryota sambil nangis bombay.
"Udahlah cepetan, keburu malem nih." Harumi mendorong Ryota keluar dari gang tersebut dan melanjutkan perjalanan mereka.
Hmm, bisa dibilang sebuah date?
Pertama mereka ke toko buku. Harumi sibuk memilih novel & komik yang ingin dia beli. Kalo Ryota lagi nemenin Harumi, dia bukan orang yang suka membaca buku katanya. Dan Ryota pun teringat bahwa Harumi lagi krisis kantong tipis. Chansu dayo, Ryota!
"Nee nee Harumicchi." panggil Ryota sambil nunjuk-nunjuk pelan bahu Harumi.
"Hn?"
"Harumicchi lagi krisis kan-ssu?" tanya Ryota sambil memupuk harapan.
"Iya, lalu?" Harumi masih tetap membaca sinopsis.
"Gimana kalau aku yang bayarin-ssu?" tawar Ryota. Harumi Cuma melihatnya dengan tatapan bingung.
"Ryota-kun, aku sudah punya anggaran sendiri untuk membeli buku dan komik. So, no thank you." Harumi tersenyum bling bling mode on.
Ryota pun Cuma bisa gigit jari.
Selanjutnya mereka ke, apartemen Harumi. Iya pulang. Ternyata ini bukan date seperti yang dipikirin Ryota. Tapi Cuma mampir ke toko buku doang. Udah gitu doang. Cuma ke toko buku.
"Nee Ryota-kun," panggil Harumi. "Ayo beli takoyaki."
"Eh? Harumi udah laper lagi-ssu?" tanya Ryota dengan polosnya. Dan itu membuatnya menerima pukulan sayang dari Harumi.
Well, yang pada akhirnya mereka juga pergi beli takoyaki. Tapi Harumi doang yang beli.
"Ryota-kun mau?" tawar Harumi sambil.. sambil.. mmm akan menyuapi Ryota? Yah bisa dibilang begitu. Ryota pun memakannya. Maksudnya takoyaki nya. Harumi juga nggak peka, jadi dia bertingkah biasa-biasa aja. Kan kalo yang biasanya mungkin dia udah bisa bluchu-bluchu gichu~ eh, gitu.
Akhirnya mereka sambpai di depan apartemen Harumi.
"Njaa, mata ashita nee! Harumicchi!" Ryota melambaikan tangannya dengan semangat ke arah Harumi, Haruminya Cuma melambaikan tangan secara pelan. Dan Ryota pun pergi.
Di antara jalanan kota yang ramai, dia berjalan dengan perasaan bahagia. "Hmm, kapan ya aku dapat coklat dari Harumicchi ya—ssu?"
.
.
.
TBC
Nyahooo~~ Bertemu lagi dengan Author yang satu ini~~
Gimana chapternya? Membosankan kah? Terlalu cepat alurnya kah? Bahasanya kurang baku kah? Ada yang mau ngasih saran?
Jangan lupa review sama say hi doang juga boleh kok! Dan follow sama favnya makasih~
Buat yang udah baca, review, say hi, fav & follow, makashi banyak yaa! Arigatou gozaimasu!
Then,
See you in next chapter.
HikarinRin23
