Kuroko No BasketFujimaki Tadatoshi
Pairing: MidoTaka
Warning! Gaje, OOC, typo, dll
~Selamat membaca~
•
•
•
Sinar mentari pagi mulai menembus tirai-tirai yang menutupi jendela rumah milik Keluarga Midorima. Kazunari yang tengah tertidur pun terbangun saat cahaya tersebut mengenai wajah manisnya. Setelah nyawanya terkumpul, dibukanya sepasanya mata bermanik Onyx tersebut danmenatap dua sosok kesayangannya yang masih tertidur.
Kazunari tersenyum kecil mendapati anak semata wayangnya tertidur sambil ditemani sosok sang ayah. Refleks, Kazunari mengusap surai Raven sang anak. Sesekali diliriknya wajah tampan sang suami yang masih tertidur. Melihat adanya pergerakan dari sang suami, ia kembali fokus kepada anaknya yang masih berusia seminggu itu.
Midorima terbangun. Ia mendapati Kazunari tengah mengusap surai sang anak. 'Sungguh pemandangan yang indah', batinnya. Kemudian Midorima berjalan menuju kamar mandi untuk melakukan hal yang biasa ia lakukan, yaitu menggosok gigi dan mandi.
•
Setelah 10 menit lamanya, ia keluar dari dalam kamar mandi sambil mengusap rambutnya yang basah. Kazunari yang melihat menyapanya dengan antusias. "Ohayou, Shin-chan." Ucapnya riang.
Midorima berjalan mendekati Kazunari dan memberi morning kiss pada sosok yang sudah menjadi ibu tersebut. "Ohayou, Ka-zu-na-ri~." Ucapnya tersenyum. "Mandilah nanodayo. Mukamu jelek kalau belum mandi begitu." Aw~ sungguh suami yang perhatian.
"Baiklah! Kutitipkan Kazu-chan padamu~" ucap kazunari sambil berjalan menuju kamar mandi"
Setelah hilangnya kazunari dari pandangan, ia mendekatkan diri pada sosok mungil yang masih tertidur itu. Diusapnya lembut rambut yang anak, sambil sesekali menyentuh pipi kenyal di bawahnya.
Mengingat bahwa sinar matahari pagi bagus untuk bayi, digendongnya tubuh sang anak dan mendekatkannya ke arah jendela. Ia mengarahkan tubuh anaknya ke arah sinar matahari yang hangat. Merasa ada hangat yang mengenai kulit tipisnya, Kazurou menggerakkan tangan dan kakinya sekilas.
Kazunari yang barusaja keluar dari kamar mandi langsung disuguhi pemandangan yang indah. Melihat Shin-chan tersayangnya sedang menggendong bayi yang dilahirkannya seminggu lalu. Ia berjalan mendekati kedua insan tersebut dan berkata, "Dia sangat lucu kan, Shin-chan?"
"K-kazunari! Jangan mengagetkanku begitu, nanodayo!" Ucap Midorima sambil membetulkan letak kacamatanya. Melihat itu, kazunari hanya terkekeh kecil. Disentuhnya pipi tembem Kazurou sambil tersenyum lembut. Midorima yang curi-curi pandang melihat istrinya itu merona. 'Cantik.', batinnya.
Kazurou yang merasa silau membuka matanya, menampakkan iris Light Green yang diwariskan oleh Midorima. Kazunari tertawa. Ia merasa bahagia. "Nee, Shin-chan. Kau mau makan apa?" Tanya Kazunari.
"Terserah, nanodayo." Jawabnya singkat.
"Hmm, baiklah.. Kutunggu di dapur, oke~" ucapnya, dan mencium pipi anaknya singkat sebelim pergi ke dapur.
"Hhh.." Midorima menghela nafas. Diliriknya sang anak yang masih tertidur. Ia mengecup singkat kening Kazurou, dan menidurkannya lagi di ranjang. Tak lupa, ia menutupi Kazurou dengan selimut sampai akhirnya ia pergi menuju dapur.
•
Sementara itu, di dapur, Kazunari yang masih bergulat dengan tumpukan bahan makanan yang belum dipotong, sesekali bersenandung menyanyikan lagu yang dibuatnya bersama dengan Midorima dulu.
今日の痛み悔しさ明日へ連れて
ただ純粋に勝ちたいと思える自分で
前を向いて進もう不安はないだろう?
確信してるオレ達は
まだまだ強くなれる
"Take all of today's pain and frustration and carry it with you to tomorrow
Reaffirm those feelings of genuinely wanting to win
Let's face forward and advance a step / There's nothing to fear, right?
All of us who hold this conviction
Can become ever stronger"
"Kazunari?"
Karena terkejut namanya dipanggil, tanpa sengaja pisau yang digunaknnya mengenai salah satu jariyna. "e-eh!" Kazunari sontak menghentikan acara memotongnya. Nampak ada noda darah menghiasi salah satu jarinya, cepat-cepat ia sembunyikan tangannya yang terluka itu di balik apron kuning yang dikenakannya.
"hey, ada apa nanodayo?" Midorima yang curiga begegas mendatangi Kazunari.
Suara derap kaki Midorima sontak membuatnya semakin terkejut. Kazunari menoleh, "e-eh, tidak ada apa-apa kok. Hmm, ada apa, Shin-chan?" Tanyanya sambil tersenyum.
Midorima yang sudah tak curiga dengan Kazunari, mendekat dan meletakan bahunya di puncak pemilik surai Raven tersebut. "Souka.. apa yang kau masak, nanodayo?" Ia merangkul pinggang ramping Kazunari sembari menunggu jawaban.
Mendapati pinggangnya tengah dirangkul membuatnya terdiam dan mendongak hingga kedua manik mereka bertemu."Aku sedang membuat sup." Kazunari tersenyum. Ia berbalik dan mengusap pipi sang suami yang lebih tinggi darinya. "Kenapa? Kau tidak mau?" tanya Kazunari sedikit khawatir.
"tidak." Sahutnya singkat. Menyadari bahwa ia menendapat perlakuan romantis seperti ini, Midorima mengalihkan pandangan karena malu. Wajahnya memerah. "B-bukannya aku tidak suka, t-tapi jangan melakukan hal yang memalukan nanodayo!" Ucapnya tergugup. Melihat sisi tsundere Midorima kembali muncul justru membuat Kazunari semakin gemas.
"Baiklah, Shin-chan sayang~" ia mengecup pipi Midorima singkat, dan kembali melanjutkan acara memasaknya. Midorima yang tak tahan akhirnya duduk di meja makan sambil membenarkan balutan perban di jari tangan kirinya.
Oeeek!
"Are?" Kazunari yang mendengar suara tangisan kazurou langsung merlari menuju kamar, tak lupa untuk mematika kompor terlebih dahulu.
Setibanya di kamar, Kazunari langsung menghampiri Kazurou dan mengelus kepalanya, berupaya menghentikan tangisnya. "Ssh... Sshh... Kaa-chan di sini" dibawaya Kazurou ke dalam dekapaya, dan ikut membawanya ke dapur.
•
"Goshisousamadeshita."
Sarapan sudah selesai dilakukan. Kazunari memperhatikan Midorima yang baru saja menghabiskan makannya. Ia tersenyum. Sepertinya Midorima menyukai masakannya. "apa masakanku enak, Shin-chan?" tanyanya. Yang dipanggil pun menoleh. "hmm, enak nanodayo... T-tapi bukan berarti aku menyukainya nanodayo!." Ucapnya sambil memalingkan wajahnya yang terlihat merona.
"hehe~ mau bagaimanapun, Shin-chan tetap tsundere ya?" ucap Kazunari, menggodai suaminya.
"URUSAINODAY—hmph!"perkataannya terputus setelah Kazunari membekap mulutnya dengan telapaknya. "ssh.. " Kazunari meletakan telunjuk didepan mulutnya, "pelankan suaramu, Shin-chan. Nanti Kazu-chan terbangun, bagaimana?" lanjutnya sambil melirik Kazurou yang tertidur di ranjang kecil di dekat Midorima.
"ugh.. baiklah nanodayo." Midorima membenakan letak kacamatanya.
"nee, Kazunari?" ucap Midorima. Yang dipanggil pun menoleh hingga kedua manik berbeda warna itu saling bertemu. "apa yang terjadi dengan... tanganmu nanodayo?" ucanya datar. rupanya, Midorima mengetahui hal itu tanpa sepengetahuan Kazunari.
"a-ah, tanganku baik-baik saja kok, Shin-chan. hehe~" Kazunari tertawa garing.
Melihat ini, alis Midorima betaut. "kau bohong, nanodayo. Aku tau itu." Dengan sigap Midoima meraih Tangan Kazunari yang terluka. "apa ini sakit?" tanyanya. Yang ditanyai pun merona dambil berkata, "sedikit... hanya saja, terasa perih."
Mendengar apa yang dikatakan Kazunari, Midorima mengulum jari yang terluka itu ke dalam mulutnya. "S-Shin-chan..." Kazunari tertegun melihat apa yang dilakukan suaminya itu. Selesai dengan tugasnya, Midorima melepaskan kuluman jari Kazunari dari dalam mulutnya. Tersadar dengan apa yang dilakukannya, Midorima mengalihkan pandangan dari Kazunari sambil berkata, "b-bukannya aku pedullu nanodayo! Tapi, lain kali kau harus hati-hati saat memotong."
"baiklah, Shin-chan~!" jawabnya riang. "nah, sekarang saatnya Kazu-chan untuk mandi~" Kazunari menggendong sang anak dan membawanya menuju kamar mandi. di sana, ia memandikan tubuh mungil Kazurou dengan lembut. Di belakang pintu, Midorima tengah mempehatikan Kazunari dan tak bisa menahan senyum. 'tak salah aku memilihmu nanodayo. Bahkan kau lebih baik dari yang kubayangkan' batinnya.
Seusai mandi, Kazunari membawa Kazurou ke atas kasur dan mengusap badannya menggunakan handuk. Setelahnya, ia memakaikan baju kepada Kazurou, tak lupa untuk memberi minyak penghangat maupun bedak. "yosh, sekarang waktunya untuk tidur lagi, Kazu-chan~" ucap Kazunari riang.
Kazunari menatap Midorima yang sedai tadi memperhatikannya, "nee Shin-chan, ayo temani anakmu tidur~" ajaknya. Bagaimana dengan Midorima? Tentu saja ia tak menolak. Ia ikut merobohkan tubuh jakung tersebut ke sebelah anaknya dan mengusap surainya pelan sambil tersenyum. "tidurlah yang nyenyak, nanodayo." ucapnya pelan. Melihat ini, Kazunari tersenyum melihat perlakuan Midorima pada anak mereka. Sekasar apapun Midorima, ia tetap bisa bersikap lembut kepada seseorang—terutama pada anaknya sendiri. Karena ia yakin, tak semua orang bersikap kasar. Sudah pasti mereka memiliki sisi lembut, walau hanya sesekali.
"huahm.. aku mau tidur, Shin-chan." Kazunari memejamkan matanya. Midorima menatap istrinya dengan tatapan lembut. Ikut diusapnya surai Kazunari, dan diakhiri dengan kecupan singkan di pipi tembem tersebut.
•
•
•
•
Yossh, selesai sudah chapter kedua di fanfic ini.. saya harap, para reader(s) suka dengan cerita saya ini, ya.. jujur, saya belum cek ulang fic ini, jadi, saya minta maaf kalau ada kekeliruan atau sebagainya. Kutipan lagu saya ambil dari character song MidoTaka yang berjudul 'Ashita He Tsurete'. saya tidak tau apa ini akan dilanjut atau tidak. sebelumnya, saya ingin menjawab review kemarin.
Kepada ShizukiArishitacchi: ah, benar :") doakan saja, nee~ ah, syukurlah kalau tidak ada typo.. Terima kasih atas reviewnya, Shizukicchi! Ini chapternya~
Kepada S. Hanabicchi: ah, terima kasih :'') /terharu/ amiin.. kita doakan saja~ akan saya usahakan, Hanabicchi!
Terima kasih, minna.. saya seneng ada yang suka sama fic saya, ARIGATOU! /tunduk hormat/
