" kenangan terindah bagiku" chap. 5

^^sebelumnya

" jika kalian menyayangiku, kenapa kalian tidak mau mengakuinya?, jika kalian menyayangiku, kenapa kalian memperlakukanku seperti ini?, jika kalian menyayangiku, apa kalian harus selalu bersikap dingin dan ketus padaku?, aku ingin sekali mendengar kata sayang yang kalian katakan langsung padaku, meskipun hanya 1 kali aku mendengarnya, tetapi hal itulah yang sangat ku inginkan Hyung….cheongmal saranghae…, aku sangat butuh perhatian dan kasih sayang kalian. aku hanya membutuhkan kalian" Kyuhyun bergumam dalam isak tangisnya.

^^selanjutnya

Cukup lama Kyuhyun berdiam diri dan menangis di tepi jalan, bahkan para pejalan kaki yang melintas di depannya merasa bingung, namun Mereka tidak begitu perduli. Ketika Kyuhyun cukup puas menangis, ia pun kemudian beranjak dan melangkahkan kakinya untuk menyebrang, karena lampu tanda pejalan kaki menyala berwarna hijau. Kyuhyun tidak menyadari, bahwa salah satu Hyungnya melihatnya berjalan kaki. Karena khawatir saat melihat wajah Kyuhyun yang sedih, Hyungnya itupun mengikuti kemana Kyuhyun pergi.

"bukankah heechul Hyung mengatakan bahwa Kyuhyun sudah kembali ke rumah?, lalu…kenapa saat ini Kyuhyun ke luar dari rumah?" gumam sungmin di dalam mobilnya.

"kenapa Kyuhyun terlihat sedih?" tanyanya seorang diri di dalam mobil.

Sungmin masih mengikuti Kyuhyun hingga Kyuhyun hampir tiba di rumahnya. karena merasa tenang, melihat Kyuhyun berjalan menuju pulang. Sungmin pun langsung memperlaju mobilnya hingga melintas melewati Kyuhyun tanpa mengajaknya bersamanya. Ketika mobil Sungmin melintas di depannya, Kyuhyun menghentikan langkah kakinya, dan ia menatap mobil sungmin yang masuk ke area rumah Mereka. Kyuhyun hanya bisa menahan rasa sakit dihatinya karena perlakuan para Hyungnya kepadanya.

Dengan langkah gontai, Kyuhyun pun melanjutkan langkah kakinya menuju rumahnya. saat berada di depan rumahnya, Kyuhyun hanya berdiri dan memandangi rumah yang begitu mewah bagi orang yang menilainya, namun bagi Kyuhyun sendiri, rumah itu sangat kecil dan miskin. Kyuhyun menilai demikian, karena menurutnya rumah itu miskin akan kehangatan dan kasih sayang baginya. Namun Kyuhyun pun mau tidak mau, ia tetap harus kembali ke rumahnya. ketika Kyuhyun melangkahkan kakinya untuk masuk ke rumah, kali ini teukie yang menghadangnya, sehingga Kyuhyun pun terdiam. Dan ia hanya menatap wajah teukie dengan penuh kasih sayang.

" DARI MANA SAJA KAMU?, BUKANKAH SUDAH KUKATAKAN, JANGAN PERNAH KE LUAR DARI RUMAH TANPA IZIN DARIKU?, KENAPA KAMU TIDAK MAU MENDENGAR?" bentak teukie padanya. Kyuhyun tidak menyahut, dan ia hanya diam saja.

"DASAR TIDAK TAHU DIRI…SUSAH SEKALI DIBERI TAHU!, APA KAMU PIKIR AKU DAN YANG LAINNYA HANYA PATUNG BAGIMU?" Kyuhyun hanya bisa diam tanpa melawan perkataan teukie yang masih terus membentaknya

" KENAPA KAMU TIDAK MENJAWAB PERTANYAANKU?" tanya teukie keras kepadanya, sedangkan Kyuhyun yang bukannya ia menjawab pertanyaan teukie. Kyuhyun pun langsung memeluk teukie erat.

Teukie terkejut dengan apa yang dilakukan Kyuhyun kepadanya. Pundak Kyuhyun bergetar, suara parau Kyuhyun pun terlontar melalui perkataannya" Gumawo…meskipun Hyung memarahiku karena kesalahan yang aku lakukan, tetapi…aku sangat bahagia Hyung. Apa Hyung tahu?, 12 tahun lamanya, Hyung dan yang lainnya tidak pernah menganggapku ada diantara kalian. Tetapi…hari ini aku benar-benar bahagia. Aku tidak mengerti apa salahku sebenarnya, sehingga kalian membenciku. Aku tahu…kalian melukai perasaanku, karena kalian menyayangiku. Tapi…apakah Hyung dan yang lainnya tidak bisa mengatakan "sarang" kepadaku?. 12 tahun Hyung…12 tahun lamanya aku selalu menunggu dan menunggu kalian mengatakan kata-kata itu kepadaku, tetapi…hingga saat ini pun kata-kata itu tidak pernah terlontar dari mulut kalian" teukie tidak dapat membendung air matanya, bahkan kedua tangannya ingin membalas pelukan Kyuhyun, namun lagi-lagi gengsi yang sangat tinggi mengurungkan niatnya. Bukan hanya teukie yang mendengar apa yang dikatakan Kyuhyun kepadanya, tetapi Sungmin, Siwon, Wookie, Donghae, Shindong dan juga eunhyuk yang sudah tiba di rumah sedari tadi hanya bisa diam mendengar semua yang dikatakan Kyuhyun.

" Aku tidak tahu, sampai kapan aku akan menunggu kalian berubah padaku. aku juga tidak tahu, sampai kapan aku bisa hidup seperti ini lagi. jika tiba waktunya, aku tidak akan pernah membebani kalian lagi. jika tiba waktunya, rasa sayangku kepada kalian, hanya akan kusimpan sendiri. Kalian tidak perlu repot lagi untuk memarahiku" perkataan Kyuhyun kali ini benar-benar membuat shock para Hyungnya.

Kyuhyun melepaskan pelukannya kepada teukie, dan Kyuhyun pun hanya menyunggingkan senyumnya kepada teukie, dan ia pun berkata "Gumawo Hyung, saranghamnida". Kemudian Kyuhyun pun pergi menuju kamarnya yang berada di lantai 2. Teukie dan juga yang lainnya, hanya terdiam mematung, dan Mereka mencerna apa yang dimaksud dari perkataan Kyuhyun barusan.

Sejak kejadian itu, Kyuhyun menjadi seorang yang sangat pendiam. Bahkan ia tidak pernah melakukan kesalahan lagi, Kyuhyun hanya diam di rumah setiap kali ia pulang dari kampus. Kyuhyun juga selalu mengunci pintu kamarnya. para Hyungnya tidak menyadari, bahwa penyakit Kyuhyun saat ini mulai menyerang Kyuhyun secara perlahan-lahan. 2 Bulan telah berlalu, dan kondisi Fisik Kyuhyun mulai menurun. Saat ini Kyuhyun merebahkan dirinya di atas kasurnya, dan ketika pelayan Lee mengetuk pintu kamarnya. Kyuhyun pun beranjak dari kasurnya. Ia menuju pintu dan kemudian membukanya.

"ajussi…" ujar Kyuhyun padanya

"sudah malam kyu…sejak tadi siang kamu belum makan sama sekali. Ini …ajussi memasakkan jjajangmyun kesukaanmu" ujar pelayan Lee kepadanya

" nee…gumawo ajussi" sahut Kyuhyun. Pelayan Lee pun kemudian masuk ke kamar Kyuhyun, dan ia meletakkan nampan berisi makanan di atas meja Kyuhyun.

"makanlah yang banyak, ajussi perhatikan belakangan ini, kamu terlihat tampak kurusan" ujar pelayan Lee padanya.

"nee…"sahut Kyuhyun. ia pun kemudian menyantap makanannya, dan baru 5 suap ia makan, tiba-tiba saja ia tersedak makanan. Kyuhyun merasa susah bernapas. Sehingga ia mencengkram lengan pelayan Lee.

"kyu waeyo?, gwencanayo?" tanya pelayan Lee panik

"a..a..ak…" Kyuhyun tidak melanjutkan perkataannya, karena ia benar-benar sulit bernapas, sehingga dengan seketika, ia pun tidak sadarkan diri.

Pelayan Lee sangat cemas dan panik, sehingga dengan sigap ia pun langsung menggendong Kyuhyun dan segera membawa Kyuhyun ke rumah sakit tanpa sepengetahuan para Hyung Kyuhyun yang masih sibuk dengan urusan Mereka masing-masing.

Pelayan Lee hanya menggunakan taksi untuk membawa Kyuhyun. sepanjang perjalanan menuju rumah sakit, kedua tangan Kyuhyun mulai terasa dingin. Hal ini benar-benar membuat pelayan Lee shock. Ia sangat takut, jika terjadi sesuatu yang tidak ia inginkan pada Kyuhyun.

"Bertahanlah kyu…jebbal…"

~ kamar kibum ~

Kibum yang sedang asik mengerjakan tugas kampusnya, ia pun menghentikan aktifitasnya menulis, karena konsentrasinya terganggu saat seseorang menghubunginya.

"yeobseyo…, owh jinki…wae geudae?...menonton pertandingan Lari?...odieya? owh…nee boleh-boleh saja, nee…sampai bertemu besok di kampus" kibum meletakkan kembali ponselnya di sampingnya.

"Lari?...bukankah Kyuhyun juga ikut ekstrakurikuler itu di kampus?, apa mungkin Kyuhyun juga mengikuti lomba itu?, jika memang benar…semoga Kyuhyun memenangkan perlombaan itu" kibum berbicara seorang diri di kamarnya

~ rumah ~

Siwon yang keluar dari kamarnya, ia pun berencana untuk turun ke bawah, karena ia merasa haus. Namun, ketika ia berada di depan kamar Kyuhyun, ia pun menghentikan langkahnya. Ia memegang gagang pintu kamar Kyuhyun. Siwon tidak menyadari bahwa perasaannya saat ini sedang tidak nyaman. Bahkan tanpa terasa air matanya pun jatuh.

"kyu…, Hyung merasa 2 bulan ini kamu tampak sangat berbeda. Apa mungkin kamu marah pada Kami yang sangat keterlaluan kepadamu?" batin Siwon.

"Hyung benar-benar menyayangimu saeng, tapi…mian, jika Hyung mengatakan perasaan Hyung kepadamu, Hyung yang lain pasti akan sangat marah kepada Hyung" batinnya.

Siwon menundukkan kepalanya, dan ia membiarkan air matanya terjatuh bahkan mengenai tangannya.

~Rumah Sakit~

Setibanya di Rumah Sakit, Kyuhyun pun segera dilarikan ke ruang UGD. Dokter Sie kyung yang bertugas di malam hari, ia pun menangani kondisi Kyuhyun. sedangkan pelayan Lee mondar mandir di depan ruang UGD.

" Ya Tuhan, Jebbal…jangan Kau renggut Kyuhyun dari Kami. Ia terlalu baik…aku tidak ingin kehilangannya"

Sedangkan Sie kyung yang berada di dalam ruang UGD, Ia pun berusaha menyelamatkan Kyuhyun. Ia memasukkan selang ke dalam mulut Kyuhyun untuk menyedot semua yang menyebabkan Kyuhyun tersedak. Setelah Sie kyung menyelamatkan nyawa Kyuhyun, Sie kyung cukup tenang, karena kini detak jantung Kyuhyun kembali normal.

"Kyu…, kamu membuatku sangat khawatir. aku berharap, kejadian seperti ini tidak akan terjadi lagi padamu. Karena, jika kamu sering tersedak, maka itu menyebabkan kondisimu semakin memburuk" Sie kyung berbicara di depan Kyuhyun yang belum sadarkan diri.

Setelah, Sie kyung merasa tenang dengan kondisi Kyuhyun yang kembali normal. Sie kyung pun kemudian ke luar dari ruang UGD untuk menemui pelayan Lee.

"Apa Anda keluarga Kyuhyun?"tanya Sie kyung padanya

"Nde, Saya Ajussi Kyuhyun" sahut pelayan Lee

"Bagaimana keadaan Kyuhyun?, kenapa Ia bisa sampai pingsan seperti ini?, Kyuhyun baik-baik sajakan?" tanya pelayan Lee pada Sie kyung

"begini ajussi, sebenarnya…Kyuhyun memiliki penyakit Leukimia dan Ataksia" pelayan Lee sangat terkejut, bahkan ia pun tersandar didinding Rumah Sakit, karena ia merasa tidak percaya dengan yang dikatakan Sie kyung padanya

" Anda pasti bohong, tidak mungkin Kyuhyun menderita dua penyakit mematikan itu. ini tidak mungkin…"sahut pelayan Lee, air mata pelayan Lee jatuh membasahi pipinya.

"mian, tapi…yang kukatakan barusan adalah kenyataan. Saya mengerti bagaimana perasaan Anda saat mendengar berita ini. tapi…beberapa bulan yang lalu, saat Kyuhyun berada di Rumah Sakit ini, tidak ada satupun kerabatnya yang datang untuk menjenguknya. Bahkan saya bertanya padanya, apakah ia memiliki nomor keluarganya yang bisa dihubungi. Kyuhyun bahkan tidak mau menyebutkannya, dan saat itu, Ia hanya ingin pulang. namun saya tidak mengizinkannya. Tapi, saat itu Ia melarikan diri dari Rumah Sakit, sehingga saya tidak tahu bagaimana kondisinya saat itu." Sie kyung menjelaskan kepada pelayan Lee

" Apakah Kyuhyun masih dapat disembuhkan Dok?" tanya pelayan Lee

"Saya tidak dapat memprediksikan apakah Kyuhyun masih dapat disembuhkan atau tidak, tetapi dari yang saya ketahui, bahwa penyakit Ataksia, hingga saat ini pun tidak ada obatnya" sahut pelayan Lee

"Kenapa Kyuhyun yang harus menderita seperti ini?, Kyuhyun anak yang sangat baik, kenapa bukan Hyung-hyungnya saja yang menderita, kenapa harus Ia…" dokter Sie kyung terkejut dengan perkataan pelayan Lee

"Apa Kyuhyun memiliki Hyung?" tanya pelayan Lee

Ketika pelayan Lee hendak menjawab, tiba-tiba saja Kyuhyun langsung menyahut perkataan Sie kyung

" Saya tidak memiliki Hyung, saya hanya sebatangkara di dunia ini" pelayan Lee dan Sie kyung menoleh kearah Kyuhyun

"Kyuhyun…"sahut Mereka bersamaan, Mereka terkejut karena melihat Kyuhyun yang ke luar dari ruang UGD.

"kamu sudah sadar?, kenapa kamu turun dari tempat tidur?, kamu masih harus beristirahat, saya harus memeriksa kondisimu lagi" ujar Sie kyung padanya dan menghampirinya

"nde, tapi sekarang saya merasa lebih baik. Anda tidak perlu khawatir…,Ajussi…kita pulang sekarang" pinta Kyuhyun pada pelayan Lee

"tapi…"pelayan Lee ingin menolak permintaan Kyuhyun, namun saat menatap mata Kyuhyun, pelayan Lee pun mengikuti permintaannya

"nee, kita pulang sekarang Kyu.."sahut pelayan Lee

"tapi kamu masih harus beristirahat di Rumah Sakit Kyu" ujar dokter Sie kyung kepadanya

" Saya akan beristirahat di Rumah saja Dok, lagipula…ada Ajussi yang menjagaku" sahut Kyuhyun.

Mendengar apa yang Kyuhyun katakan, Dokter Sie kyung pun tidak dapat mencegahnya. Karena Ia tidak mau menahan seorang pasien jika pasien itu berkeras ingin pulang.

"arasseo, saya mengizinkanmu pulang sekarang, tetapi…saya sarankan kamu harus sering memeriksakan kondisimu secara rutin, karena saya khawatir jika kondisi penyakitmu akan memburuk. Dan untuk antisipasi, jika penyakitmu kambuh. Saya akan memberikan resep obat untukmu"

"nee dok, gumawo"

"cheonmaneyo…"sahut Sie kyung.

Setelah menerima resep obat dari Sie kyung, Kyuhyun dan pelayan Lee pun menuju perjalanan pulang. sepanjang perjalanan, pelayan Lee sesekali menatap Kyuhyun yang hanya diam dan memandang kearah luar jendela taksi yang Mereka tumpangi.

"Kyu…kenapa tadi kamu berkata pada Dokter itu , bahwa kamu hanya hidup sebatang kara?" pelayan Lee bertanya kepadanya. Tanpa menoleh kepada pelayan Lee, Kyuhyun pun menyahutnya. " Untuk apa aku jujur pada Dokter itu Ajussi, lagipula saat Aku mendengar apa yang Dokter itu katakan pada Ajussi, adalah kenyataan bukan?, bahwa Mereka benar-benar tidak perduli padaku" air mata pelayan Lee menetes saat Kyuhyun menjawab pertanyaannya. Pelayan Lee mengerti bagaimana perasaan Kyuhyun saat ini.

TBC

Bagaimanakah kisah selanjutnya?, mian yo…q lagi gak ada mood sebenarnya untuk buat FF, dan mian kalau jelek =_='

Rclnya di tunggu ^_^