" kenangan terindah bagiku" chap. 6
^^sebelumnya
"Kyu…kenapa tadi kamu berkata pada Dokter itu , bahwa kamu hanya hidup sebatang kara?" pelayan Lee bertanya kepadanya. Tanpa menoleh kepada pelayan Lee, Kyuhyun pun menyahutnya. " Untuk apa aku jujur pada Dokter itu Ajussi, lagipula saat Aku mendengar apa yang Dokter itu katakan pada Ajussi, adalah kenyataan bukan?, bahwa Mereka benar-benar tidak perduli padaku" air mata pelayan Lee menetes saat Kyuhyun menjawab pertanyaannya. Pelayan Lee mengerti bagaimana perasaan Kyuhyun saat ini.
^^selanjutnya
" Ajussi…, apa Ajussi tahu, kenapa para Hyungku membenciku?" tanya Kyuhyun sembari mengalihkan pandangannya dari luar jendela taksi yang Mereka tumpangi dan menatap pelayan Lee serius.
"unnyie…, Ajussi juga tidak mengetahui, kenapa Mereka semua membencimu. Karena menurut Ajussi, kamu tidak pernah melakukan kesalahan" sahut pelayan Lee berbohong pada Kyuhyun
" Apa Ajussi sedang berbohong padaku?" tanya Kyuhyun curiga kepadanya
"Ajussi tidak berbohong padamu Kyu. Jika saja Ajussi tahu kenapa Mereka membencimu, mungkin Ajussi sudah mengatakannya sejak dulu kepadamu"sahut pelayan Lee kembali berbohong demi menjaga perasaan Kyuhyun.
"Aku tahu Ajussi sedang menyembunyikan sesuatu dariku, tapi tidak apa-apa, jika Ajussi tidak ingin mengatakannya kepadaku" ujar Kyuhyun dan sembari mengalihkan kembali pandangannya dari pelayan Lee.
Pelayan Lee hanya bisa mengepalkan tangannya saat mendengar perkataan Kyuhyun. Ia sangat kesal pada dirinya, karena Ia berbohong kepada Kyuhyun.
"Ajussi…, besok Aku ada perlombaan lari di Kampus, dan Ajussi bisakah membangunkanku lebih pagi dari sebelumnya?" ujar Kyuhyun padanya
"Nee, Ajussi akan membangunkanmu lebih pagi" sahut pelayan Lee
"Sebenarnya, Aku ingin sekali para Hyungku datang untuk menyaksikan pertandinganku, tapi itu hanya akan menjadi mimpiku saja Ajussi" ujar Kyuhyun pada pelayan Lee tanpa menatapnya
"…" pelayan Lee lagi-lagi hanya bisa meneteskan air matanya. Ia pun sangat ingin apa yang Kyuhyun inginkan menjadi kenyataan baginya. Namun, Ia berpikir kembali. Tidak mungkin para Hyungnya dapat mengalahkan egonya masing-masing.
Kyuhyun membuka jendela taksi yang Mereka tumpangi, dan Ia pun menatap kelangit-langit yang bertabur bintang di malam hari. Sebuah senyum kesedihan tersungging dari bibirnya yang terlihat pucat.
"Appa…Eomma…dapatkah kalian segera menjemputku?, Aku ingin sekali ikut bersama kalian" batin Kyuhyun.
" Kyu…kita sudah sampai" ucapan pelayan Lee membuyarkan lamunannya.
"Nee…"sahut Kyuhyun. Ia pun membuka pintu Taksi, lalu Kyuhyun segera masuk ke dalam rumahnya. sedangkan pelayan Lee berjalan di belakangnya.
Saat Kyuhyun memasuki Rumahnya, Heechul yang duduk di ruang tamu sembari mempelajari file perusahaannya. Ia pun menatap Kyuhyun, namun Kyuhyun sendiri tidak memperdulikan tatapan Heechul kepadanya. Kyuhyun pun hanya berlalu dari Heechul.
Ketika Kyuhyun tidak menghiraukannya, ada perasaan sakit merasuk didadanya, Heechul meletakkan filenya di atas meja. Ia menundukkan wajahnya, dan buliran-buliran beningpun jatuh dari pelupuk matanya. Ia menangis, karena Ia sedikit mengalahkan egonya.
"Mianhe…Hyung tahu kamu bersikap seperti tadi karena kamu sangat kesal pada Hyung dan yang lainnya. tapi Kyu…hati Hyung sakit sekali. Bahkan…biasanya dulu kamu selalu menyapa Hyung meskipun Hyung tidak menghiraukanmu. Tapi sekarang…kenapa kamu menjadi sangat dingin sekali?" batin Heechul
~ Kamar kyuhyun ~
Kyuhyun yang tiba di depan kamarnya, Ia pun kemudian masuk ke dalam dan seperti yang ia lakukan selama 2 bulan ini, yaitu Ia mengunci pintu kamarnya. Kyuhyun berjalan menuju lemari pakaiannya, Ia membuka lemari tersebut dan mengeluarkan PSP yang pernah diberikan oleh Hangeng melalui pagawainya untuk Kyuhyun.
Kyuhyun membawa PSP itu, dan ia pun kemudian menghampiri kasurnya, lalu Ia duduk di atas kasurnya. Ia pun kemudian memainkan PSP itu, meskipun Ia bermain game, namun hati dan pikirannya tidak tertuju pada game itu. karena setiap ia memainkan game dari PSP itu, Kyuhyun selalu terngiang kembali perkataan hengeng saat itu.
"go hara~ssi, gumawo sudah memberikan hadiah itu pada Kyuhyun. sebagai bonusnya, saya akan menambah gajimu"
Kyuhyun yang menangis setiap memainkan game dari PSP pemberian hangeng tersebut, namun kali ini Kyuhyun menjadi sangat kesal, sehingga Ia pun melempar PSP itu ke dinding kamarnya. kemudian Kyuhyun langsung merebahkan tubuhnya dan menutup tubuhnya dengan selimut miliknya.
" Aku benci kalian yang selalu bersandiwara di depanku…Aku benci dengan sikap kalian yang selalu berpura-pura membenciku…Apa Kalian tahu?, sikap kalian itu adalah sangat pengecut. Apa kalian tidak memikirkan perasaanku?" ujar Kyuhyun kesal dan berbicara seorang diri dalam tangisnya.
Tetapi, Kyuhyun tidak mengetahui bahwa Donghae yang ke luar dari kamarnya, saat Donghae mendengar ada sesuatu benda yang dilempar, dan suara yang Ia dengar berasal dari kamar Kyuhyun. Donghae pun mendengar suara Kyuhyun dari luar kamar Dongsaengnya itu. Hati Donghae saat ini sangat sakit. Ia tidak menyangka, bahwa Dongsaengnya itu sangat terluka akan sikap Mereka pada Kyuhyun selama ini.
" Pengecut?, Nde…Hyung akui, Hyung adalah seorang yang pengecut Saeng. Tetapi…Hyung benar-benar tidak bisa melupakan, apa yang telah kamu lakukan sewaktu kamu kecil pada Appa dan Eomma. Setiap mengingat kejadian itu, Hyung menjadi sangat marah padamu Saeng. Hyunng dan yang lainnya sengaja melakukan ini padamu, karena Kami tidak ingin setiap kali Kami menyapa bahkan bergurau bersamamu, Kami akan semakin teringat pada kejadian itu" batin Donghae
"Mianhe…Hyung dan yang lainnya selalu membuatmu menangis Saeng, mian…mianhe" batin Donghae.
Donghae kembali menuju kamarnya, dan Ia pun mengunci pintu kamarnya, dan Ia duduk bersandar di balik pintu kamarnya. Ia menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Donghae pun menangis sesenggukkan.
~ Keesokkan harinya ~
TOK…TOK…TOK… pintu kamar Kyuhyun diketuk sebanyak 5 kali oleh pelayan Lee, namun Kyuhyun yang masih terlelap dalam tidurnya, Ia pun kemudian langsung terbangun. Ia membuka selimut yang masih menutupi tubuhnya, dan Ia langsung duduk di atas kasurnya.
"Ommo…Apa aku kesiangan bangun?" gumam Kyuhyun dan langsung menoleh kearah jam wekernya yang telah menunjukkan pukul 7.30 pagi. Kyuhyun membelalakkan matanya, karena Ia sangat terkejut bahwa Ia telat bangun. Kyuhyun pun bergegas untuk mandi dan setelah itu, Ia bergegas mengganti pakaiannya. Namun, saat Kyuhyun baru saja menggunakan pakaiannya, tiba-tiba saja Kyuhyun merasakan tubuhnya lemas, perutnya terasa tidak mengenakkan, dan kepalanya terasa pusing. Ia pun tersandar dipintu lemarinya.
"Kyuhyun…, ini sudah siang. Mian, tadi Ajussi telat membangunkanmu" seru pelayan Lee dari luar kamarnya.
" Sa…kit…" ujar Kyuhyun pelan.
" Kyu…Apa kamu sudah bangun?" tanya pelayan Lee lagi
"Nee…"sahut Kyuhyun sembari menahan rasa sakitnya, Ia pun kemudian berjalan sambil memegangi perutnya dan kemudian membuka pintu kamarnya.
Pelayan Lee terkejut, ketika Kyuhyun membuka pintu kamarnya, Ia seperti orang yang sedang kesakitan.
"Kyu…Gwencana?" tanya pelayan Lee cemas
"O..batku…Ajussi" ujar Kyuhyun.
Pelayan Lee pun kemudian membopong Kyuhyun menuju kasurnya, dan mendudukkan Kyuhyun di atas kasurnya. Pelayan Lee mencari obat Kyuhyun di dalam laci mejanya, lalu pelayan Lee memberikan obat itu untuk diminum Kyuhyun. dan Kyuhyun pun kemudian meminum obat itu.
"Sebaiknya kamu tidak ke Kampus saja dulu hari ini Kyu" saran pelayan Lee
" Unnyie…hari ini Aku ada lomba lari tingkat Mahasiswa, dan Aku adalah kandidat dari Universitasku Ajussi" sahut Kyuhyun menolak
"Tapi bagaimana kamu bisa mengikuti lomba itu, sedangkan baru saja penyakitmu kambuh" sahut pelayan Lee mencemaskannya
"Gwencana Ajussi, Aku pasti baik-baik saja" sahut Kyuhyun padanya
"Aku pergi sekarang Ajussi" ujar Kyuhyun sembari beranjak dari kasurnya.
"Tapi…"
"Jangan mencemaskanku, Aku pasti baik-baik saja" sahut Kyuhyun.
Karena Kyuhyun sangat keras kepala, sehingga Ia pun tidak bisa berkeras untuk mencegahnya.
"Geurae, apa Ajussi perlu ikut ke kampusmu?" tanya pelayan Lee padanya
"Andwe, Ajussi di Rumah saja. Jika Ajussi pergi bersamaku ke Kampus, nanti Hyungku yang lain membutuhkanmu" sahut Kyuhyun
"Nee, Ajussi akan mengikuti permintaanmu. O iya, Ajussi sudah menyiapkanmu sarapan" ujar pelayan Lee, sembari Mereka berjalan beriringan dan meninggalkan Kamar Kyuhyun
" Aku tidak bisa sarapan sekarang Ajussi, nanti saja di Kampus" sahut Kyuhyun menolak
"Tapi, Kamukan harus lomba, nanti jika tidak sarapan, Kamu akan lemas" ujar pelayan Lee mencemaskannya
"Aish Ajussi, jangan terlalu mencemaskanku. Aku pasti akan baik-baik saja" sahut Kyuhyun dan terseyum manis kepadanya.
"Arasseo…arasseo…"sahut pelayan Lee
Mereka berdua menuruni anak tangga secara bersamaan. Saat Mereka berjalan, dan melewati ruang makan, tiba-tiba saja ada seseorang yang memanggil nama Kyuhyun, sehingga Kyuhyun pun menghentikan langkah kakinya.
"Kyuhyunnnnnn…"seru seseorang memanggilnya. Kyuhyun menoleh keasal suara, dan Ia terkejut ketika yang memanggil namanya adalah Sung Sie kyung, seorang Dokter yang merawatnya saat di Rumah Sakit. Bukan hanya Kyuhyun yang terkejut, melainkan juga semua para Hyungnya yang berada di ruang makan itu, terlebih lagi Teukie. Sie kyung pun beranjak dari tempat duduknya dan menghampiri Kyuhyun.
" Kyu, kenapa kamu bisa berada di rumah Teukie?, Apa Teukie dan yang lainnya adalah Hyungmu?" tanya Sie kyung.
"Unnyie…Mereka bukan Hyungku. Bukankah Aku pernah mengatakan pada Dokter, bahwa aku hanya hidup sebatang kara dan Aku tidak memiliki satu Hyung pun. Jadi, tidak mungkin Mereka adalah Hyungku" sahut Kyuhyun berbohong.
DEG…seperti disambar petir, hati para Hyung Kyuhyun pun kini sangat sakit, karena Kyuhyun tidak mengakui Mereka sebagai Hyungnya.
"Lalu, kenapa Kamu bisa berada di Rumah ini?" tanya Sie kyung
" Karena, Aku menemui Ajussiku di Rumah ini" sahut Kyuhyun semakin berbohong.
Teukie kali ini tidak bisa menahan air matanya untuk jatuh membasahi pipinya, karena hatinya sangat sakit sekali ketika mendengar kebohongan yang Kyuhyun ucapkan kepada Sie kyung.
" Owh…" sahut Sie kyung
" Kalau begitu saya permisi dulu Dok, annyeong" ujar Kyuhyun pada Sie kyung
"Nee…"sahutnya.
Kyuhyun pun kemudian pergi dan diantar oleh pelayan Lee. Sedangkan Sie kyung kembali duduk bersama Teukie dan yang lainnya.
" Hm…kasihan Kyuhyun" Sie kyung membuka pembicaraan disela sarapan pagi, yang Sie kyung sendiri diundang oleh Teuki untuk makan bersamanya. Semua tampak bingung dengan yang dikatakan Sie kyung
"Wae?" tanya Sungmin penasaran
" Karena Ia tidak memiliki Keluarga, dan apa kamu masih ingat Teuki, dengan pasien yang kuceritakan saat kita bertemu dulu" ujar Sie kyung pada Teukie
"Pasien?" tanya Shindong terkejut
"Nde, sekitar 2 bulan lebih yang lalu, ada seorang pasien korban tabrakan, dan pasien itu dirawat di Rumah Sakit tempatku bekerja. Dan saat Kyuhyun di operasi, Aku menemukan sesuatu yang mencurigakan dalam tubuhnya, sehingga Akupun mengambil sampel darahnya untuk diperiksa. Dan ternyata, dugaanku benar. Kyuhyun menderita penyakit Leukimia dan Ataksia" perkataan Sie kyung kali ini benar-benar membuat mereka tak kuasa meneteskan air mata mereka. bahkan Kibum pun langsung meninggalkan ruang makan, dan tidak melanjutkan sarapannya.
"Ja..jadi…Kyuhyun yang kamu katakan saat itu, adalah Kyuhyun yang tadi?" sahut Teukie terkejut dan tidak percaya dengan apa yang barusan Ia dengar.
"Nde…" sahut Sie kyung, dengan perasaan sedih, dan rasa sakit dihati Mereka, sehingga membuat Mereka pergi meninggalkan ruang makan, kecuali Teukie yang masih menemani Sie kyung.
~Siwon~
"Leukimia? Ataksia?" batin Siwon tidak percaya dengan apa yang barusan Ia dengar
" Andwe…ini tidak mungkin, Dongsaengku tidak mungkin menderita seperti itu. tidak mungkin" Siwon bergumam pada dirinya sendiri.
~Donghae~
"Kejam…sangat kejam…wae?, Kenapa Aku harus begitu kejam pada Dongsaengku sendiri?"
"Karena keegoisan Kami, Ia harus menderita seperti ini" batin Donghae
~Hangeng~
"Aku tidak akan membiarkanmu pergi meninggalkan Kami Kyu. Aku…Aku tidak boleh kalah dengan keegoisanku. Aku harus mengakuinya…Nde…Aku harus mengakuinya di depanmu Saeng" batin hangeng
~Kibum~
"Kenapa harus Kamu Saeng?, Kenapa bukan Kami saja?, Apa ini hukuman bagi Kami yang telah menyakitimu?" Kibum berguman pada dirinya sendiri, sembari mengendarai Mobilnya. Perkataan Kyuhyun kepada Sie kyung kembali menghantui pikirannya saat ini ""Unnyie…Mereka bukan Hyungku. Bukankah Aku pernah mengatakan pada Dokter, bahwa aku hanya hidup sebatang kara dan aku tidak memiliki satu Hyung pun. Jadi, tidak mungkin Mereka adalah Hyungku"
"Dongsaeng~ah…Kenapa Kamu harus mengatakan itu di depan Kami?, Apa Kamu begitu membenci Kami?, Apa Kamu begitu kecewa pada Kami?" Kibum hanya bisa menangis dalam kesendiriannya saat ini. bahkan saat Ia tiba di Kampusnya, Ia melihat Kyuhyun yang juga baru tiba. Kibum pun segera ke luar dari mobilnya, dan Ia berencana ingin menghampiri Kyuhyun, namun langkahnya dicegah oleh Jinki yang menghampirinya.
"Kibum~ah…"panggil Jinki
"ah..Nee"sahut Kibum. Jinki memperhatikan Kibum yang matanya sembab akibat menangis.
"Waeyo?, Kamu menangis?" tanya Jinki padanya
"Unnyie…"sahut Kibum berbohong
"Owh…Ya sudahlah, jika Kamu tidak ingin memceritakannya padaku" ujar Jinki padanya
" Kajja, Kita ke lapangan sekarang. 10 menit lagi perlombaan lari akan segera dimulai" ujar Jinki padanya
"Nee…"sahut Jinki.
Mereka berduapun kemudian menuju lapangan dimana perlombaan akan segera dilakukan. Mereka berdua duduk dikursi deretan ketiga dari bawah. Dan saat Kibum masih terpikir akan kondisi Kyuhyun. Kibum pun melihat Kyuhyun yang telah menggunakan pakaian Olahraga. Dan Kyuhyun berada diantara peseerta lomba yang lain.
"Kyuhyun…" ujar Kibum terkejut
"Nde, Dia Hobae Kita…dan Dia adalah salah satu Mahasiswa yang dipilih oleh Kampus Kita" sahut Jinki
"Semoga saja Dia menang" gumam Kibum
"Nde, semoga saja" sahut Jinki.
Tidak berapa lama mereka duduk untuk menyaksikan perlombaan itu, Peluit pun ditiup, dan perlombaanpun dimulai. Kibum sangat mengkhawatirkan Kyuhyun, karena Ia sangat takut, jika penyakitnya kambuh di tengah lapangan.
Saat hampir tiba digaris finish, tiba-tiba saja Kyuhyun tidak dapat menyeimbangkan tubuhnya, sehingga Ia pun terjatuh tanpa Ia bisa menopang tubuhnya.
"KYUHYUUUUUUUUUUNNNNNNNNNNN….."teriak Kibum panik, dan teriakannya membuat bingung Mahasiswa yang lain, bahkan Jinki teman sekelas Jinki.
TBC
Apakah yang terjadi selanjutnya pada Kyuhyun?
Heheheh, mian kalau jelek ya ^_^
