" kenangan terindah bagiku" chap. 8

^^sebelumnya

" Kyuhyun…Bagaimana keadaannya?, Katakan padaku" seru Kibum padanya. Saat melihat reaksi Kibum yang begitu mencemaskan Kyuhyun, Ia pun menjadi semakin curiga akan apa yang dikatakan Kyuhyun sebelum penyakitnya kambuh tadi.

"Bukankah Kamu Dongsaengnya Teukie?, Apa yang Kamu lakukan disini?, Bukankah Kamu bukan Keluarganya Kyuhyun?, lalu kenapa Kamu begitu mencemaskannya?, Apa jangan-jangan Kamu adalah salah satu Hyungnya Kyuhyun?" tanya Sie kyung yang langsung membuat Kibum terdiam.

" Katakan, apa benar Kamu adalah salah satu Hyungnya Kyuhyun yang begitu tega menyakiti hatinya, bahkan tidak perduli padanya?" tanya Sie kyung. Kibum hanya bisa terdiam, dan Ia tidak dapat menjawab pertanyaan Sie kyung.

^^selanjutnya

"Kenapa Kamu diam saja?, Aku jadi semakin curiga padamu. Jangan-jangan, selama ini Kamu dan yang lainnya menyembunyikan sesuatu" ujar Sie Kyung semakin curiga padanya

"U..Unyie…, Aku mencemaskan Kyuhyun, karena Ia keponakan dari Lee Ajussi yang sudah lama bekerja di Rumah Kami" sahut Kibum kembali berbohong

"Jincha?" tanya Sie kyung yang masih tetap tidak percaya padanya

"Nde…Dok, katakan padaku, bagaimana keadaannya saat ini?" tanya Kibum kepadanya

" Apa benar Kamu tidak memiliki hubungan apa-apa dengan Kyuhyun?" Sie kyung kembali bertanya kepadanya

"Nde" sahut Kibum singkat

Sie Kyung dan Kibum tidak menyadari bahwa Kyuhyun mendengar pembicaraan Mereka dari dalam kamar UGD. Kyuhyun mengepalkan kedua tangannya, dan Ia menahan air matanya. karena Ia berpikir, Ia terlalu lelah dengan hati yang selalu disakiti para Hyungnya.

" Apa benar Aku tidak memiliki hubungan apa-apa denganmu Hyung?" batin Kyuhyun perih

" Apa benar, sama sekali tidak ada perasaan sayangmu kepadaku?" batinnya lagi. Kyuhyun kembali menguping pembicaraan Sie kyung bersama Kibum di luar kamar UGD, dimana saat ini ia berada.

" Dok, apa Kyuhyun bisa disembuhkan?, katakan padaku Dok, jebbal" pinta Kibum memohon kepadanya.

" Begini Kibum~ssi, Saya harap Kamu dapat memberitahukan kondisi Kyuhyun saat ini kepada Ajussinya"

"Nde, Saya pasti akan mengatakannya kepada Lee Ajussi" sahut Kibum

"Geuraeyo, saat ini kondisi Kyuhyun mengalami penurunan. Saat ini kondisi Sel kanker yang dideritanya sudah semakin menyebar, begitu juga Ataksia yang dideritanya. Semakin hari Ataksia yang dideritanya akan membuat otot-ototnya semakin kaku, secara perlahan-lahan hal itu akan berpengaruh kepada kedua tangannya. Saat ini Ataksia sudah menyerang kedua kakinya, sehingga Ia mengalami kesulitan ketika berjalan. Bukan hanya kedua kaki dan tangannya yang akan mengalami kelumpuhan, tetapi Kyuhyun juga akan mengalami kemunduran dalam berbicara. Iapun juga akan semakin sering tersedak, baik ketika minum ataupun makan. Jika semua terjadi kepadanya, maka hal itu akan semakin memperburuk keadaannya, karena Ia akan mengalami lumpuh total. Bahkan dengan melakukan terapi, tidak akan ada gunanya lagi. bukan hanya itu saja, jika Kyuhyun melakukan kemoterapi untuk memperlambat penyebaran sel kankernya. Maka kondisinya tidak akan memungkikannya untuk dapat bertahan menghadapi reaksi obat kemoterapi tersebut, karena efek dari obat tersebut akan membuat kondisinya semakin lemah, dan hal itu juga akan berdampak pada Ataksia yang dideritanya" ujar Sie kyung panjang lebar kepada Kibum.

Ketika mendengar penjelasan Sie kyung barusan, bagaikan tersambar petir. Kibum hanya terdiam seperti patung, bahkan tanpa berkata apa-apa kepada Sie kyung, Kibum pun pergi meninggalkan Sie kyung sendirian di depan Ruang UGD. Ia berjalan dalam keadaan lunglai, bahkan Ia tidak perduli, jika Ia menabrak orang yang lewat di depannya.

Sedangkan Kyuhyun yang mendengar semua yang dikatakan Sie kyung pada Kibum. Hal itu membuatnya sangat shock. Ia berdiri di belakang pintu UGD dan menatap kedua kakinya. Kemudian Ia kembali menatap kedua tangannya, yang kini masih bisa Ia gunakan dengan baik.

" A..Aku…akan lumpuh total?" gumamnya tidak percaya

" A..Aku…WAE?...WAE?...WAEEEEEEEEEEEEEEEEEEE?" PRANGGGGGG…Ia berteriak kesal dan mendorong meja sorong yang di atasnya terdapat beberapa peralatan kedoteran, sehingga peralatan itu terjatuh bahkan ada yang pecah. Sie kyung yang masih berada di luar Ruang UGD, Ia terkejut, ketika mendengar suara Kyuhyun yang berteriak, bahkan terdengar suara barang yang pecah. Sie kyung pun segera masuk ke dalam, dan ketika Ia membuka pintu Ruang UGD. Ia sangat terkejut dengan beberapa barang yang berantakan di lantai.

"Kyuhyun…Waeyo?" tanyanya dan menghampiri Kyuhyun yang kini menatap tajam kearah Sie kyung.

"Kyu..Gwencanayo?" tanyanya cemas. Saat Sie kyung meletakkan kedua tangannya kepundak Kyuhyun. Ia pun langsung menepisnya. Sie kyung bingung kenapa Kyuhyun bersikap dingin seperti itu kepadanya.

"Waeyo, Kyuhyun~ah?" tanyanya lagi

" Bukankah sudah kukatakan pada Anda, bahwa Mereka bukanlah Hyungku…Hyungku telah tiada…Mereka bukanlah Hyungku…MEREKA BUKAN HYUNGKUUUUUUU…."teriaknya kepada Sie kyung. Sie kyung terhenyak, spontan Iapun bingung, bagaimana bisa Kyuhyun berteriak seperti itu kepadanya.

"Kyu..Ada apa denganmu?, Kenapa Kamu berteriak kepadaku?" sahut Sie kyung

" Anda bukanlah Tuhan, yang dengan seenaknya dapat memvonis hidupku. Aku tidak akan lumpuh total…Aku tidak akan lumpuh…dan kenapa Anda harus mengatakan kondisiku kepada Namja itu…Ia tidak berhak mengetahui keadaanku…Aku benci Anda…Aku benci Mereka…AKU BENCI KALIAAAAANNNNNNNNNN" bentak Kyuhyun kepadanya.

Sie kyung terdiam dan mematung, Iapun merasa bersalah kepada Kyuhyun. karena tanpa Izin darinya, Ia telah berani memberitahukan kondisi sebenarnya kepada Kibum. Karena kecewa dan kesal kepada Sie kyung, Kyuhyun pun kemudian pergi meninggalkan Sie kyung yang masih terdiam di dalam Ruang UGD. Kyuhyun pun berjalan untuk ke luar dari Rumah Sakit tersebut.

~ Kampus Siwon dan Wookie ~

Siwon

" Siwon~ah…, ada apa denganmu?, kenapa Kamu dari tadi melamun saja?" tanya Soo young yang duduk disebelah tempat duduknya.

" Owh..unnyieyo" sahut Siwon berbohong. Sebenarnya saat ini Siwon masih terngiang akan perkataan Sie kyung tadi pagi, ketika Ia diundang sarapan pagi oleh Teukie.

" Soo young~ah…ada yang ingin kutanyakan padamu?, apa Kamu dapat menjawab dengan jujur pertanyaanku ini?" tanya Siwon serius kepadanya. Soo young yang sudah lama mengenal Siwon semenjak Mereka masih berada pada satu kelas saat Mereka masih SMA. Soo young pun sangat mengenali watak Siwon.

" Apa ada sesuatu yang sedang mengganggu pikiranmu saat ini?" tanya Soo young padanya

" Unnyie…hanya saja, Aku ingin Kamu menjawab pertanyaanku saja" pinta Siwon padanya

"Geurae..Apa yang ingin Kamu tanyakan kepadaku?" tanya Soo young padanya

Wookie

" Ataksia?, Leukimia?" gumam Wookie sembari mencari info detail dari kedua penyakit itu disitus Internet dari layanan gratis yang memang tersedia khusus untuk para Mahasiswanya.

" Ataksia?, Leukimia?...Kamu sakitya Wookie?" seorang Namja telah membuyarkan konsentrasinya saat Namja itu membaca apa yang sedang dicari oleh Wookie dari situs Google.

" Aish..Seung rie~ah, Kamu mengejutkanku saja" sahut Wookie sambil mengelus-elus dadanya, saat Ia terkejut dengan pertanyaan Seung rie tadi.

" Apa Kamu sakit Wookie?" tanya Seung rie cemas

"Unnyie…Aku Cuma penasaran saja dengan penyakit Ataksia dan Leukimia ini, apa kedua penyakit ini memang benar-benar mematikan?" sahut Wookie yang kembali menatap ke layar Komputer milik Kampus.

" Pabo…, ya jelaslah kedua penyakit itu mematikan. Bahkan yang Aku tahu, hingga saat ini penyakit Ataksia tidak ada obatnya. Apa kamu tahu Wookie, penyakit Ataksia itu dapat menyebabkan penderitanya lumpuh total, bahkan Penderitanya tidak akan bisa melakukan aktifitas seperti biasanya, si Penderita hanya bisa merepotkan orang disekelilingnya saja." Sahut Seung rie

" Merepotkan?, apa benar penyakit ini hanya akan merepotkan orang disekelilingnya saja?" batin Wookie

"Hyaaa…Wookie~ah, ada apa denganmu sebenarnya?" tanya seung rie kembali bertanya kepadanya

" Seung rie~ah…apa benar penyakit itu tidak bisa disembuhkan?, apa benar-benar tidak ada obatnya?, apa benar penyakit itu dapat membunuh si Penderita secara perlahan-lahan?" tanya Wookie bertubi-tubi padanya

" Jika Kamu tidak percaya, Aku akan mencarikan infonya untukmu" sahut Seung rie, dan langsung mengambil alih Mouse yang saat ini dipegang oleh Wookie. Lalu, tidak sampai 1 menit, Seung rie pun berhasil menemukan Info mengenai penyakit tersebut secara detail. Karena Ia mengambil info itu melalui Blog milik Ajussinya yang bekerja di Rumah Sakit Amerika.

" Ini, bacalah" ujar Seung rie pada Wookie. Dengan tatapan serius, Wookie pun langsung membaca semua artikel itu. Kini, air matanya jatuh mengalir membasahi pipinya. Tangannya yang saat ini memegang Mouse pun bergetar, Ia merasa tidak percaya dengan artikel yang Ia baca itu. Seung rie yang berdiri di sebelah Wookie pun bingung, kenapa Wookie menangis ketika membaca artikel itu.

"Wookie~ah…" ujar Seung rie sembari menggoyangkan pundak Wookie

" Ini tidak mungkin…ini tidak mungkin" gumam Wookie. Karena shock ketika membaca artikel itu, Wookie pun langsung meninggalkan tempat duduknya dan Ia berlari ke luar dari Ruang Internet milik Kampus yang Ia tempati saat ini.

" Hyaaa…Park Wookieeeeeeee….." teriak Seung rie padanya, namun Wookie tidak perduli akan panggilan Seung rie kepadanya. Kini, Wookie terus berlari dan Ia menangis.

Siwon

Kini Siwon melangkahkan kakinya dengan lunglai, Ia kembali teringat akan perkataan Soo young kepadanya.

~Flashback~

" Soo young~ah…apa benar penyakit Ataksia tidak ada obatnya?, lalu jika seseorang menderita Ataksia dan juga Leukimia, apa Ia masih bisa bertahan hidup lebih lama?, atau Ia tidak dapat bertahan hidup lebih lama lagi?" tanya Siwon pada Soo young

" Kenapa Kamu bertanya seperti itu?, Apa Kamu sakit?" tanya Soo young cemas

" Unnyie…bukan Aku, tetapi ada seorang sahabatku yang menderita penyakit itu" sahut Siwon padanya

" Jebbal..jujurlah padaku" pinta Siwon padanya

"Nde…yang Aku tahu, jika seseorang menderita Ataksia, maka secara perlahan-lahan Ia tidak akan bisa menggerakkan otot-otot kaki dan tangannya dengan sempurna, bahkan Ia juga akan mengalami kesulitan dalam berbicara. Si Penderita juga akan mengalami kesulitan dalam menulis, bahkan tulisan yang dulunya dapat dibaca oleh orang lain, bahkan jika penyakitnya sudah parah, untuk menulis satu huruf pun, Ia akan sangat kesulitan. Terlebih lagi, jika Penderita mengidap penyakit Leukimia, maka kemungkinan besar, nyawanya bisa sangat terancam, karena Penderita Ataksia akan sering mengalami tersedak saat menelan sesuatu. " ujar Soo young menjelaskan kepadanya

" Apa si Penderita masih bisa ditolong?" tanya Siwon padanya. Soo young hanya menggeleng-gelengkan saja kepalanya

" Bukankah Appamu seorang Dokter, Apakah Appamu tidak bisa mengobati sahabatku itu?" tanya Siwon kepadanya

" Appaku memang seorang Dokter penyakit dalam, tetapi… Appaku juga sering bercerita kepadaku tentang para pasiennya, dan salah satu pasien yang Kamu ceritakan barusan kepadaku, sama persis dengan Pasien Appaku 3 tahun yang lalu, bahkan pasien itu hanya dapat bertahan hidup selama 3 bulan saja, karena sel kankernya lebih cepat berkembang dan mempengaruhi penyakit Ataksia yang dideritanya saat itu"

~Flashback End~

" Kyu…Mianhe…ini semua adalah salahku…ini salah Kami..Kami telah membuatmu menderita seperti ini Saeng" gumamnya, sembari berjalan dan menundukkan wajahnya. Langkah kaki Siwon terhenti ketika Ia melihat sepasang kaki yang berhenti di depannya.

"Hyung…" saat mendengar suara parau Wookie, Siwon pun mendongakkan kepalanya dan menatap Wookie yang matanya sembab akibat menangis.

" Aku tidak bisa bertahan seperti ini lagi Hyung, sudah cukup sandiwara keegoisan Kita selama ini bertahan. Sudah cukup Kita menyakitinya seperti ini. Aku tidak bisa melihatnya menderita seperti ini Hyung….Aku tidak bisa" ujar Wookie sesenggukkan di depannya

" Nde…Kamu benar Saeng, Kita sudah terlalu lama menyakitinya seperti ini. Hyung sudah memutuskan untuk tidak bersikap dingin lagi kepadanya. Hyung sangat menyayanginya Saeng, Hyung tidak ingin kehilangan salah satu saudara yang Hyung sayangi. Hyung tidak ingin itu terjadi" sahut Siwon yang kini Air matanya telah berurai dan membasahi pelupuk matanya.

~ Kibum ~

Setelah pergi meninggalkan Rumah Sakit, Kibum yang saat ini mengendarai Mobilnya. Ia pun mengirim pesan kepada para Hyungnya untuk berkumpul di Restaurant Namsan Tower. Kibum hanya menghubungi Teukie, Heechul, Hangeng, Yesung, Kangin, Shindong, Sungmin, Eunhyuk dan Donghae. Karena Ia tahu saat ini Siwon dan Wookie pasti sedang sibuk di Kampusnya. Setibanya di Restaurant Namsan Tower, Kibum tiba terlebih dahulu. dan Ia pun menunggu seorang diri. Sembari menunggu para Hyungnya tiba, Kibum suka sekali menonton rekaman Video, yang saat pertama kali kegiatan Kampus kembali berjalan, Kibum merekam Video Kyuhyun dari balik Pohon, ketika Kyuhyun begitu bersemangat pada kegiatan Kuliah perdananya saat itu. dan saat itu Kyuhyun sedang dikerjai oleh Mahasiswa yang lebih jauh tingkatannya darinya.

" Siapa namamu?"

" Namaku Park Kyuhyun"

" Berapa umurmu?"

" 17 Tahun"

"Mwo?, umurmu baru 17 tahun?, Waw…sepertinya Kamu jenius"

"unnyie…" sahut Kyuhyun merendah

" Mm…jika didengar dari suaramu, sepertinya suaramu sangat merdu. Bagaimana jika Kamu menyanyi di depan Kami semua?" pinta Sunbaenya

"Nunmuri da mareugi juhne ddo heullyuhya haessuhdduhn geu nare
Uhdoom sogesuh nae soneul jabajwuhsuh
Amu maruhbshi jikyuh bwajwuhsuh gomawuhyo"

" Wah…benar-benar indah" tampak para Mahasiswa yang lainpun terkesima mendengar suaranya.

" Suaramu sangat merdu Kyu, sama persis seperti Appa…" gumam Kibum saat menonton rekaman Video dari Ponselnya itu.

" Kibum~ah, kenapa Kamu memanggil Hyung kemari?" tanya seorang Namja tampan dengan setelan jas berwarna Hitam miliknya. Yang kemudian mengambil tempat duduk tepat di depannya.

" Dimana yang lain?" tanya Kibum dan langsung memasukkan Ponsel miliknya ke dalam saku celananya

" Mereka sebentar lagi da…Itu Mereka" sahut Yesung yang duduk di depannya dan Ia menunjuk kearah yang lain, yang baru saja tiba setelah dirinya. Kemudian Merekapun duduk di tempat yang telah disediakan.

" Sepertinya dari pesan yang Kamu kirim, Kamu sangat serius. Ada apa sebenarnya?" tanya Kangin membuka pertanyaan yang sedari tadi berkecamuk didadanya, karena Ia sangat penasaran kenapa Kibum meminta Mereka untuk berkumpul.

" Hyung…Aku lelah Hyung…Aku bosan setiap hari harus bersandiwara di depan Kyuhyun. Aku lelah karena terlalu lama telah menyakiti perasaannya. Aku lelah…karena Kita selalu membuatnya menangis… Aku tidak sanggup lagi Hyung" ujar Kibum dengan nada suara yang terdengar bergetar, karena Ia berusaha menahan air matanya di depan para Hyungnya. sedangkan para Hyung yang mendengar keluhannya hanya terdiam

" Bukankah Hyung mendengar apa yang dikatakan teman Teukie Hyung tadi pagi kepada Kita mengenai kondisi Kyuhyun?, Apa Hyung tahu?, saat ini Kondisinya semakin memburuk?, Apa Hyung tahu?, saat ini Kyuhyun tidak dapat berjalan dengan normal lagi?, Apa Hyung tahu?, Kyuhyun kesakitan karena penyakitnya?, Apa Hyung tahu apa yang Ia katakan di depan Sie kyung adalah bentuk kekecewaannya pada Kita?, Apa Hyung ingin Kita tetap egois seperti ini?"

" Mungkin kejadian 12 tahun yang lalu sangat membekas dihati Kita Hyung, tapi tidak ada salahnya kan, jika Kita buang jauh-jauh luka lama itu?, Kyuhyun adalah Dongsaeng Kita Hyung, Aku sangat menyayanginya. Aku terlalu bodoh, sehingga membiarkannya menderita seorang diri seperti ini. Aku yakin, Kalian juga memiliki perasaan yang sama sepertiku" ujar Kibum yang kini air matanya tumpah, karena Ia tidak dapat membendung lagi kesedihannya di depan para Hyungnya.

" Kamu memang benar Saeng, tapi…bagaimanapun juga Kyuhyun yang telah membunuh Appa dan Eomma di depan mata Kita. Apa Kita masih bisa memaafkan kesalahannya?" kini Donghae yang angkat bicara

" Hyung benar, tapi…Kita adalah Hyungnya…tidak sepantasnya Kita memperlakukannya seperti ini" balas Kibum yang kini mulai emosi, karena keegoisan Donghae lebih besar dari dirinya

" Donghae benar…mungkin Kamu masih bisa memaafkannya, tetapi luka itu telah membekas cukup dalam Saeng. Hyung sama sekali tidak bisa melupakan kejadian itu" tambah Kangin

" Kenapa keegoisan Kalian lebih besar dari pada kasih sayang Kalian pada Kyuhyun?" sahut Kibum dengan nada tinggi

" Karena Kami belum bisa melupakan kejadian itu, arachi!" bentak Heechul padanya

" TERSERAH KALIAN…DAN AKU SAMA SEKALI TIDAK INGIN MENYAKITI PERASAANNYA LAGI…DAN AKU LELAH DENGAN SANDIWARA INI. JIKA KALIANPUN INGIN MEMPERLAKUKANKU SAMA SEPERTINYA, SILAHKAN SAJA…" sahut Kibum kesal, dan kemudian beranjak dari tempat duduknya dan meninggalkan para Hyungnya yang masih berada di Restaurant tersebut.

TBC

Apakah yang akan terjadi selanjutnya?

Hehehhe, mian lama baru ku lanjutkan ya ^_^, jangan lupa RCLnya ya