" kenangan terindah bagiku" chap. 9
^^sebelumnya
" Karena Kami belum bisa melupakan kejadian itu, arachi!" bentak Heechul padanya
" TERSERAH KALIAN…DAN AKU SAMA SEKALI TIDAK INGIN MENYAKITI PERASAANNYA LAGI…DAN AKU LELAH DENGAN SANDIWARA INI. JIKA KALIANPUN INGIN MEMPERLAKUKANKU SAMA SEPERTINYA, SILAHKAN SAJA…" sahut Kibum kesal, dan kemudian beranjak dari tempat duduknya dan meninggalkan para Hyungnya yang masih berada di Restaurant tersebut.
^^selanjutnya
~ Kyuhyun ~
Kyuhyun pergi seorang diri dengan menggunakan Taksi, menuju ke Pemakaman kedua orangtuanya. Di dalam Taksi, sesekali sang Sopir memperhatikan Kyuhyun yang menangis dari kaca spionnya.
" Sepertinya Kamu sedang ada masalah ya?" tanya Sopir itu kepada Kyuhyun.
Sebuah pertanyaan yang membuatnya semakin bungkam, dan tidak menyahut pertanyaan dari sang Sopir kepadanya.
" Mmmm…, mian jika Saya ikut campur dengan bertanya seperti tadi. Anak muda, apapun yang Kamu pendam di dalam hatimu, tidak baik jika disimpan sendiri" ujar sang Sopir yang prihatin saat melihat Kyuhyun menangis.
Kyuhyun masih saja diam dan tidak menggubris apa yang diucapkan Sopir itu kepadanya. Karena sang Sopir ingin menghibur Kyuhyun, Iapun memutar musik Mp3 miliknya, dan lagu yang Sopir itu putar adalah lagu Super Junior " Memories". Saat lagu itu terdendang, Kyuhyun mengalihkan pandangannya dari luar jendela.
" Anak muda, apa Kamu tahu lagu ini?" tanya Sopir itu padanya
"Nde…"sahut Kyuhyun menjawabnya singkat, sembari menyeka air matanya.
" Judul dari lagu ini, selalu mengingatkan Saya akan kenangan indah bersama Almarhum anak Saya yang meninggal 3 bulan yang lalu" ujar Sopir itu yang mencoba tersenyum kepada Kyuhyun dari kaca spionnya.
"Lagu ini sangat indah, tetapi bagi Saya…tidak ada satupun kenangan indah yang terjadi dalam hidup Saya selama 12 tahun ini" sahut Kyuhyun, dan Ia kembali mengalihkan pandangannya kearah luar sembari memperhatikan setiap bangunan yang dilewati Taksi yang ditumpanginya.
" Wae?, menurut Saya, semua orang pernah memiliki kenangan terindah terhadap orang yang disayanginya" sahut Sopir itu
" Apa Ajussi tahu?, 12 tahun lamanya Saya selalu mencoba untuk bersabar dan bersabar hanya karena Saya begitu menyayangi ke 12 Hyung Saya. Tapi…satu kenanganpun tidak ada yang membuat Saya bahagia saat berada dalam 1 Rumah bersama Mereka. Apa Ajussi tahu?, selama 12 tahun, Saya memendam rasa sakit hati ini hanya seorang diri, karena Saya berpikir, bawa suatu saat Mereka akan berubah dan menyayangi Saya. Tapi…pada kenyataannya berbeda Ajussi, tidak ada satupun dari Mereka yang menyayangi Saya. Lelah Ajussi…sangat lelah Saya bersabar seperti ini. lagipula…umur Saya juga tidak akan bertahan lama. dan Mereka akan sangat bahagia ketika Saya tidak ada diantara Mereka lagi. dan mungkin itu yang Mereka inginkan" ujar Kyuhyun menceritakan keluh kesahnya kepada Sopir itu.
Sang Sopir menatap Kyuhyun dengan mata yang berkaca-kaca, karena Ia merasa kasihan pada Kyuhyun.
" Lalu bagaimana dengan kedua orangtuamu?, Mereka tidak mungkin tidak menyayangimu" ujar Sopir itu kepadanya
" Orangtuaku…Mereka telah meninggalkanku untuk selama-lamanya Ajussi. Mereka tidak menyayangiku…jika Mereka menyayangiku, kenapa Mereka pergi meninggalkanku seperti ini?, kenapa Mereka tidak mengajakku pergi bersama Mereka?" sahut Kyuhyun yang kesal pada dirinya sendiri.
" Mian…anak muda, bukan maksud Ajussi mengingatkanmu pada orangtuamu" sahut Sopir itu menyesal.
"Gwencana Ajussi…lagipula tidak akan lama lagi, Aku juga akan menyusul Mereka" sahut Kyuhyun yang terdengar putus asa karena penyakit yang kini mulai menggerogoti tubuhnnya.
" Maksudmu anak muda?" tanya Sopit itu
" Gwencana…, Ajussi Saya berhenti disini saja" ujar Kyuhyun yang kemudian memberikan ongkos kepada Sopir itu.
" Tapi…bukannya tempat yang ingin Kamu tuju, agak sedikit jauh dari sini" sahut Sopir itu
" Ada yang ingin Saya beli Ajussi" sahut Kyuhyun dan kemudian membuka pintu Taksi itu
"Nee, mian jika Saya terlalu banyak bertanya padamu" sahut Sopir itu menyesal
"Gwencana Ajussi, gumawo karena pertanyaan Ajussi, Saya bisa meluapkan sedikit rasa sakit dihati ini" sahut Kyuhyun dan menyuunggingkan senyumnya pada Sopir itu.
" Nee, cheonmaneyo" sahut Sopir itu.
Saat ini Kyuhyun berada ditepi jalan, yang dipenuhi oleh pedagang kaki lima yang menjual berbagai macam makanan ringan dan juga soju. Kyuhyun membeli 10 botol soju, untuk Ia bawa ke Pemakaman kedua orangtuanya. Setelah membeli apa yang Ia inginkan, Kyuhyunpun kembali melangkahkan kakinya dan berjalan seorang diri menuju Taman Pemakaman kedua orangtuanya. Banyak mata yang menatap Kyuhyun dengan tatapan kasihan. Selentingan Kyuhyun mendengar banyak orang yang membicarakannya.
" Kasihan sekali anak itu"
" Sepertinya penyakit anak itu parah"
" Jalannya saja tidak normal seperti Kita"
Kyuhyun yang mendengar semua itu, hanya bisa menundukkan wajahnya. dan Ia berusaha menahan air matanya agar tidak jatuh, dan Ia menggenggam kuat plastik yang berisi Soju tersebut. Kyuhyun terus berjalan dan berjalan tanpa memperdulikan tatapan orang-orang yang menyorot kepadanya.
" Kamu tidak boleh putus asa Kyu, meskipun perkataan Mereka menyakitkan, tapi Kamu tidak boleh menangis di depan orang-orang itu" batin Kyuhyun menyemangati dirinya sendiri.
~ Teukie ~
Teukie yang kembali ke Perusahaan miliknya, dan Ia menyendiri di dalam Ruangannya, kali ini Teukie tidak ingin diganggu oleh siapapun juga. Ia duduk di kursi miliknya, dan Ia mengeluarkan sebuah foto dari dalam laci meja kerjanya. Ia menatap foto itu dengan tangan yang bergetar, kini tanpa bisa menahan lagi, Iapun menangis seorang diri di dalam Ruangannya.
" Eomma…Appa…Aku mohon, jangan Kalian jemput Kyuhyun dari Kami. Aku sangat menyayanginya…Aku tahu yang dikatakan oleh Kibum semuanya itu benar. Aku tahu…sandiwara Kami untuk membencinya dan selalu membentaknya telah membuatnya sakit hati. Aku juga tahu, bagaimana penderita Leukimia dan Ataksia akan sangat menderita. Eomma…Appa…kenapa harus Kyuhyun yang menderita seperti ini?, kenapa tidak Aku saja?, Aku yang telah memberi peringatan pada yang lain untuk bersandiwara agar tidak menampakkan sayang Kami di depannya, Aku yang selalu dingin kepadanya, bahkan disaat Aku membentaknya, Ia hanya memelukku Eomma…Appa…" gumamnya sembari menatap foto keluarga, dan menatap lekat kedua orangtuanya dan juga Kyuhyun kecil yang digendong oleh Appanya.
~ Heechul ~
Kini Heechul tidak kembali ke Perusahaan, melainkan Ia saat ini duduk menyendiri disebuah Taman Kota, dimana di Taman ini, sangat penuh dengan kenangan manis, saat Ia selalu mengajak Kyuhyun bermain sepeda di Taman ini. Saat itu Kyuhyun, baru berumur 3 tahun.
" Kyu…dulu Hyung sering sekali mengajakmu kemari, dan bermain bersama. Tapi…sekarang sangat berbeda Saeng, bukannya Hyung membuatmu bahagia melainkan Hyung dan yang lainnya hanya bisa membuatmu menangis dan menangis dalam kesendirianmu. Hyung sadar, Hyung memiliki kesalahan lebih besar darimu. Hyung sadar, Hyung terlalu egois. Tapi…Hyung masih belum bisa melupakan kejadian 12 tahun yang lalu. Hyung cukup tenang, ketika Kamu sama sekali tidak mengingat kejadian itu, karena Kamu mengalami Amnesia. dan Hyung sangat takut, jika Kamu mengingat kejadian itu. Hyung takut, jika Kamu akan menyalahkan dirimu sendiri Saeng. Hyung takut…sangat takut sekali" batin Heechul.
~ Sungmin ~
Saat ini Sungmin berada di dalam Mobilnya yang Ia kendarai. Sungmin berencana ke Pemakaman kedua orangtuanya. Namun, belum tiba ditujuan, Sungmin memarkirkan mobilnya ditepi jalan, tepat di depan sebuah Mini Market. Saat Ia mencari Bunga, dan Soju. Langkah kakinya terhenti ketika Ia melihat sebuah Lolipop. Sungminpun mengambil Lolipop itu, tetapi saat Ia memegang Lolipop itu, seorang anak laki-laki yang berdiri di sebelahnya menyapanya dengan suara cadelnya
" Ajuci…Lolipop itu untuttu ya…" pinta anak kecil yang berumur sekitar 3,5 tahun kepada Sungmin.
Saat Sungmin menatap anak kecil itu, Ia jadi teringat akan Kyuhyun. dan anak yang berada di depannya saat ini, sama persis dengan Kyuhyun kecil dulu. Sungminpun berjongkok di depan anak kecil itu.
" Kamu menginginkan Lolipop ini?" tanya Sungmin lembut
"Nde, Atu mau…" sahut anak kecil itu dan mengangguk pasti.
" Kyu jong…" Sungmin menoleh saat seseorang memanggil nama anak kecil yang berada di depannya saat ini.
" iung…" sahut anak kecil itu kegirangan saat Hyungnya menemuinya
" Kamu ini, Hyung mencarimu…Hyung pikir Kamu hilang, Hyung takut sekali Saeng" sahut namja yang berumur sekitar 13 tahun itu.
Sungmin yang melihat kedua kakak beradik itu, membuatnya tidak sadar telah meneteskan air matanya, karena melihat seorang Hyung yang sangat menyayangi Dongsaengnya itu.
" Hehehehe…Iung tatut ya…" anak kecil itu meledek Hyungnya
" Aish…Kamu ini berani ya meledek Hyung" sahut Namja itu sembari mengacak-acak rambut Dongsaengnya.
Sungmin masih menatap keakraban kedua kakak beradik itu, sembari tersenyum. Anak kecil yang bernama Kyu jong itupun langsung merebut Lolipop dari tangan Sungmin, hingga Sungminpun terkejut dari lamunannya.
" Kyu jong, tidak boleh merebut seperti itu" ujar Hyungnya yang kini mengambil Lolipop itu darinya
" Gwencana…Lolipop itu untuk Dongsaengmu, biar Aku yang membayar Lolipop itu untuknya" sahut Sungmin dan berdiri. Sungmin tersenyum kepada kedua anak itu, lalu Iapun mengelus-elus lembut kepala kedua anak itu.
" Jaga Dongsaengmu dengan baik, jangan sakiti perasaannya…Arasseo" ujar Sungmin menasehati Namja itu
"Nee…gumawo, mian jika Dongsaeng Saya merepotkan Hyung" sahut Namja itu sopan
"Gwencana…" sahut Sungmin
" Saya yakin, Hyung pasti juga sangat menyayangi Dongsaeng Hyung. karena Hyung sangat baik, dan Dongsaeng Hyung pasti bangga memiliki Hyung sepertimu" sahut Namja itu.
Sungmin hanya tersenyum saja. Ketika kedua anak itu pergi meninggalkannya yang masih berdiri di depan jejeran Lolipop. Sungmin kembali menatap Lolipop itu, yang sewaktu kecil Lolipop adalah permen kesukaan Kyuhyun.
Perkataan anak itu kembali terngiang di telinganya. " Saya yakin, Hyung pasti juga sangat menyayangi Dongsaeng Hyung. karena Hyung sangat baik, dan Dongsaeng Hyung pasti bangga memiliki Hyung sepertimu"
" Bangga?, apa yang patut dibanggakan dariku?,apakah Aku pantas dikatakan sebagai Hyung yang baik?, Kenapa Aku justru menyakiti hatinya?" gumam Sungmin sembari menggenggam erat Lolipop itu.
~ Kyuhyun ~
Kini Kyuhyun tiba di Pemakaman kedua orangtuanya. Ia duduk dan meletakkan Soju itu di depan Makam Appanya.
" Appa…Eomma…apa kabar?, sudah lama Aku tidak kemari menjenguk Kalian"
" Eomma…Appa…cheongmal bogoshipda…" Kyuhyun berbicara seorang diri di depan Makam kedua orangtuanya, Ia mulai menangis dalam kesendiriannya sembari Ia meneguk sebotol Soju.
Cuaca berubah menjadi sangat mendung, angin menyapa semua rerumputan dan dedaunan yang ada di Pemakaman itu. Bahkan daun-daunpun berguguran, seiring turunnya air hujan yang mulai turun setetes demi setetes dan kemudian menjadi deras ,membasahi kota Seoul.
Kyuhyun masih saja meneguk Soju hingga menyisakan 2 botol yang masih penuh. Kini tubuhnya mulai sempoyongan, dan Ia bergumam tidak karuan, bahkan Ia berteriak di depan Makam kedua orangtuanya.
" Aku benci mereka…mereka selalu menyalahkanku…apa salahku sebenarnya pada mereka?"
" 12 tahun mereka membuat hatiku sakit eomma…appa…"
" bahkan aku sakitpun mereka masih berpura-pura tidak memperhatikanku…aku tahu mereka sayang padaku…aku tahu mereka perduli padaku"
"tapi…apakah dengan cara seperti ini mereka menunjukkannya padaku?"
" apakah dengan menyakiti perasaanku seperti ini, bukti mereka sayang padaku?"
" bahkan, kibum hyungpun tidak mengakuiku di depan orang lain bahwa aku dongsaengnya"
" apakah kesalahanku sangat besar, eomma…appa?"
" aku selalu iri pada semua teman-temanku ,yang bisa melakukan sesuatu bersama saudara mereka. Aku selalu iri, melihat teman-temanku yang selalu diantar jemput oleh saudara mereka"
" aku selalu iri, setiap kali pembagian hasil ujian, saudara teman-temanku datang hanya untuk menyenangkan hati saudaranya"
" aku selalu iri, setiap melihat teman-temanku yang berhasil mengikuti lomba lari, dan mereka dipeluk oleh saudara mereka"
" sedangkan aku….aku hanya dapat menyaksikan kebahagiaan teman-temanku itu seorang diri"
" disaat wookie hyung sakit, mereka sering memperhatikannya"
"disaat kibum hyung kecelakaan motor, mereka selalu menjenguk dan merawatnya"
" tapi aku…saat aku kecelakaan, tidak ada satupun yang menjengukku, bahkan mengkhawatirkanku saja tidak"
" apakah dengan membentakku dan menamparku, itu tanda sayang mereka padaku?"
" eomma…appa…kenapa tidak membawaku bersama kalian?"
"kenapa kalian membuatku menderita seperti ini?"
" WAE…WAEEEEEEEEEEE…?" teriaknya.
Kyuhyun tidak mengetahui, bahwa apa yang Ia katakan di depan Makam kedua orangtuanya, telah didengar oleh Sungmin. Sungmin menatapnya dengan berderai air mata. Ia memegang dadanya yang sakit karena Ia dapat merasakan apa yang dirasakan Kyuhyun saat ini. Kini, ego yang sedari dulu terbangun karena sandiwara kebenciannya pada Kyuhyun, mulai luluh. Sungminpun mendekati Kyuhyun yang masih menangis. tanpa memperdulikan egonya, Sungmin memeluknya dari belakang. Kyuhyun terkejut karena tiba-tiba ada seseorang yang memeluknya.
" Mianhe…mianhe Saeng…Hyung salah…selama ini Hyung sangat menyayangimu Saeng, Hyung tidak tahu, jika jadinya seperti ini. Mianhe…" Kyuhyun yang mendengar Sungmin meminta maaf kepadanya, Kyuhyun merasa bahwa Sungmin hanya berpura-pura saja. Iapun langsung melepaskan pelukan Sungmin darinya.
"Kyu…" ujar Sungmin dengan suara serak
" Sayang?, HAH…AKU TIDAK PERCAYA…HYUNG PASTI HANYA KASIHAN PADAKU YANG CACAT SEPERTI INI" sahut Kyuhyun ketus kepadanya
" Kyu…Hyung tahu Kamu marah pada Hyung, tapi…Hyung tidak berbohong Saeng…Hyung benar-benar menyayangimu" sahut Sungmin meyakinkannya.
Kyuhyun beranjak dari posisi duduknya, dengan tubuh yang sempoyongan Kyuhyun mendorong Sungmin, hingga Sungmin hampir terjatuh.
" BOHONG…KAMU HANYA KASIHAN PADAKU…KAMU TIDAK MENYAYANGIKU SAMA SEPERTI YANG LAINNYA…KALIAN HANYA INGIN MELIHATKU SEMAKIN MENDERITA DENGAN PENYAKITKU INIKAN?" Kyuhyun berteriak kepadanya disela-sela hujan deras yang membasahi Mereka.
" Kamu salah Kyu…, Hyung tidak bohong padamu. Hyung sadar…selama 12 tahun ini, Hyung berpura-pura untuk membencimu…tapi apa Kamu tahu Kyu…Hyung juga tidak suka melakukan ini. hati Hyung sakit, jika melihatmu menangis…Hyung ingin sekali memelukmu sejak dulu…tapi…Hyung sadar, ego Hyung lebih besar saat itu. tapi sekarang…Hyung tidak ingin egois lagi Saeng…Hyung tidak ingin kehilanganmu…Hyung tidak ingin Kamu pergi meninggalkan Hyung" sahut Sungmin meyakinkannya.
" HAHAHAHA…SEMUA ITU SUDAH TERLAMBAT…HATIKU SANGAT SAKIT DENGAN PERLAKUAN KALIAN SELAMA INI…AKU MEMBENCIMU DAN JUGA YANG LAINNYA…AKU..A.." Brukkk…, tiba-tiba saja Kyuhyun jatuh pingsan.
Sungmin sangat terkejut ketika melihat Dongsaengnya yang tiba-tiba pingsan di depannya. Sungminpun langsung menggendong Kyuhyun, dan Ia membawanya menuju Mobilnya.
"Mianhe saeng…Hyun janji tidak akan menyakitimu lagi…Hyung mohon bertahanlah" gumam Sungmin sembari menggendongnya.
TBC
Mian, sebenarnya ku lagi bad mood untuk lanjutin FF ini. dan karena teringat kenangan masa kecilku yang membuatku bikin status yang galau seperti itu. yah…jadinya kulanjutin deh ff ini.
Semoga tidak membosankan ya ^_^
