" kenangan terindah bagiku" chap. 10

^^sebelumnya

" Kamu salah Kyu…, Hyung tidak bohong padamu. Hyung sadar…selama 12 tahun ini, Hyung berpura-pura untuk membencimu…tapi apa Kamu tahu Kyu…Hyung juga tidak suka melakukan ini. hati Hyung sakit, jika melihatmu menangis…Hyung ingin sekali memelukmu sejak dulu…tapi…Hyung sadar, ego Hyung lebih besar saat itu. tapi sekarang…Hyung tidak ingin egois lagi Saeng…Hyung tidak ingin kehilanganmu…Hyung tidak ingin Kamu pergi meninggalkan Hyung" sahut Sungmin meyakinkannya.

" HAHAHAHA…SEMUA ITU SUDAH TERLAMBAT…HATIKU SANGAT SAKIT DENGAN PERLAKUAN KALIAN SELAMA INI…AKU MEMBENCIMU DAN JUGA YANG LAINNYA…AKU..A.." Brukkk…, tiba-tiba saja Kyuhyun jatuh pingsan.

Sungmin sangat terkejut ketika melihat Dongsaengnya yang tiba-tiba pingsan di depannya. Sungminpun langsung menggendong Kyuhyun, dan Ia membawanya menuju Mobilnya.

"Mianhe saeng…Hyun janji tidak akan menyakitimu lagi…Hyung mohon bertahanlah" gumam Sungmin sembari menggendongnya.

^^ selanjutnya

Sungmin merebahkan Kyuhyun di kursi belakang, lalu ia bergegas segera mengendarai mobilnya. Sembari mengendarai mobil, Sungmin memberi pesan kepada semua saudaranya. dan tak lupa, ia menghubungi pelayan Lee untuk segera menghubungi dokter Sie Kyung.

" Yeobseyo…ajussi…tolong hubungi dokter Sie Kyung sekarang juga…unnyie…Kyuhyun pingsan, aku takut terjadi sesuatu padanya…nanti saja aku jelaskan, tolong hubungi sekarang…" Tut…Sungminpun langsung menutup ponselnya.

Sepanjang perjalanan menuju Rumah, Sungmin teringat kembali apa yang terjadi di Makam itu.

~Flashback~

Sungmin membayar barang belanjaannya, beserta permen Lolipop yang ia berikan pada anak kecil yang bertemu dengannya tadi.

" Semuanya 80.500 Won" ujar pegawai itu padanya

"Nee…"Sungmin memberikan uang kepada kasir tersebut.

Sungmin meletakkan barang belanjaannya di kursi sebelahnya, kemudian Sungmin duduk di kursi sebelah kanan, Sungmin mengendarai mobil miliknya menuju Makam kedua orangtuanya. Setibanya di Makam, Sungmin bergegas keluar dari mobilnya, dan tak lupa ia membawa soju yang ia beli tadi. Kini, ia melangkahkan kakinya menuju nisan kedua orangtuanya, semilir angin menyapa dedaunan yang berguguran dari tangkainya hingga mengiringi langkah kakinya. Awalnya ia melangkah cukup cepat, karena khawatir cuaca yang tiba-tiba saja berubah menjadi awan kelam. Namun, langkah kakinya terhenti tidak jauh dari tempat Kyuhyun berdiri dan mabuk di depan nisan kedua orangtuanya.

" Kyuhyun…", gumamnya pelan

Sungmin terkejut saat Kyuhyun meluapkan isi kekesalan dari hatinya yang telah lama ia pendam seorang diri.

" Aku benci mereka…mereka selalu menyalahkanku…apa salahku sebenarnya pada mereka?"

" 12 tahun mereka membuat hatiku sakit eomma…appa…"

" bahkan aku sakitpun mereka masih berpura-pura tidak memperhatikanku…aku tahu mereka sayang padaku…aku tahu mereka perduli padaku"

"tapi…apakah dengan cara seperti ini mereka menunjukkannya padaku?"

" apakah dengan menyakiti perasaanku seperti ini, bukti mereka sayang padaku?"

" bahkan, kibum hyungpun tidak mengakuiku di depan orang lain bahwa aku dongsaengnya"

" apakah kesalahanku sangat besar, eomma…appa?"

" aku selalu iri pada semua teman-temanku ,yang bisa melakukan sesuatu bersama saudara mereka. Aku selalu iri, melihat teman-temanku yang selalu diantar jemput oleh saudara mereka"

Soju yang Sungmin pegang terlepas dari tangannya, kini buliran-buliran air mata jatuh dari pelupuk matanya. Sungmin membekap mulutnya dengan tangan kanannya, ia tidak kuasa menahan air matanya saat mendengar isi hati Kyuhyun.

" aku selalu iri, setiap kali pembagian hasil ujian, saudara teman-temanku datang hanya untuk menyenangkan hati saudaranya"

" aku selalu iri, setiap melihat teman-temanku yang berhasil mengikuti lomba lari, dan mereka dipeluk oleh saudara mereka"

" sedangkan aku….aku hanya dapat menyaksikan kebahagiaan teman-temanku itu seorang diri"

" disaat wookie hyung sakit, mereka sering memperhatikannya"

"disaat kibum hyung kecelakaan motor, mereka selalu menjenguk dan merawatnya"

" tapi aku…saat aku kecelakaan, tidak ada satupun yang menjengukku, bahkan mengkhawatirkanku saja tidak"

" Mian Kyu…cheongmal…hyung tidak tahu, bahwa saat itu kamu mengalami kecelakaan", batin Sungmin.

" apakah dengan membentakku dan menamparku, itu tanda sayang mereka padaku?"

" eomma…appa…kenapa tidak membawaku bersama kalian?"

"kenapa kalian membuatku menderita seperti ini?"

" WAE…WAEEEEEEEEEEE…?" teriak Kyuhyun di depan Nisan.

Sungmin tidak sanggup saat melihat dongsaeng tersayangnya merasa putus asa, dan ia hanya bisa meluapkannya seorang diri, tanpa ia bisa mengatakan di depan para hyungnya. Kini, Sungmin melangkahkan kakinya dan mendekati Kyuhyun. Saat ia tepat berada di belakang punggung Kyuhyun, Sungmin berjongkok dan langsung memeluk Kyuhyun dari belakang. Dengan suara yang parau akibat menangis, Sungmin mengatakan rasa penyesalannya kepada Kyuhyun.

" Mianhe…mianhe Saeng…Hyung salah…selama ini Hyung sangat menyayangimu Saeng, Hyung tidak tahu, jika jadinya seperti ini. Mianhe…" Kyuhyun yang mendengar Sungmin meminta maaf kepadanya, Kyuhyun merasa bahwa Sungmin hanya berpura-pura saja. Iapun langsung melepaskan pelukan Sungmin darinya. Dan Kyuhyun menatap Sungmin tajam

"Kyu…" ujar Sungmin dengan suara serak

" Sayang?, HAH…AKU TIDAK PERCAYA…HYUNG PASTI HANYA KASIHAN PADAKU YANG CACAT SEPERTI INI" sahut Kyuhyun ketus kepadanya,

" Kyu…Hyung tahu Kamu marah pada Hyung, tapi…Hyung tidak berbohong Saeng…Hyung benar-benar menyayangimu" sahut Sungmin meyakinkannya.

Kyuhyun beranjak dari posisi duduknya, dengan tubuh yang sempoyongan Kyuhyun berbalik dan mendorong Sungmin, hingga Sungmin hampir terjatuh.

" BOHONG…KAMU HANYA KASIHAN PADAKU…KAMU TIDAK MENYAYANGIKU SAMA SEPERTI YANG LAINNYA…KALIAN HANYA INGIN MELIHATKU SEMAKIN MENDERITA DENGAN PENYAKITKU INIKAN?" Kyuhyun berteriak kepadanya disela-sela hujan deras yang membasahi Mereka.

" Kamu salah Kyu…, Hyung tidak bohong padamu. Hyung sadar…selama 12 tahun ini, Hyung berpura-pura untuk membencimu…tapi apa Kamu tahu Kyu…Hyung juga tidak suka melakukan ini. hati Hyung sakit, jika melihatmu menangis…Hyung ingin sekali memelukmu sejak dulu…tapi…Hyung sadar, ego Hyung lebih besar saat itu. tapi sekarang…Hyung tidak ingin egois lagi Saeng…Hyung tidak ingin kehilanganmu…Hyung tidak ingin Kamu pergi meninggalkan Hyung" sahut Sungmin meyakinkannya.

" HAHAHAHA…SEMUA ITU SUDAH TERLAMBAT…HATIKU SANGAT SAKIT DENGAN PERLAKUAN KALIAN SELAMA INI…AKU MEMBENCIMU DAN JUGA YANG LAINNYA…AKU..A.." Sungmin terkejut saat Kyuhyun yang tiba-tiba saja pingsan di depannya.

~Flashback End~

Sungmin menangis sembari menatap wajah pucat dongsaeng tersayangnya saat ini. Sungmin memegang tangan Kyuhyun dengan tangan kirinya, " Hyung janji tidak akan menyakitimu lagi saeng" gumam Sungmin kepadanya.

Sungmin mempercepat laju kendaraannya, untuk segera tiba di rumah mereka. Ponsel Sungmin berdering, karena beberapa saudaranya menghubunginya untuk mengetahui kondisi Kyuhyun. Tetapi, Sungmin sengaja tidak menjawabnya.

Setibanya Sungmin di depan rumah mereka, Sungmin segera ke luar dari mobil dan seorang pelayan mereka membuka pintu mobil sebelah kiri, ketika pelayan itu hendak membopong Kyuhyun, dicegah oleh Sungmin.

"Biar aku saja yang menggendongnya, kamu tolong siapkan pakaian ganti Kyuhyun", perintah Sungmin pada pelayannya

"Nee", sahut pelayan itu.

Beberapa pelayan tampak panik saat melihat Sungmin menggendong Kyuhyun, terlebih lagi pelayan Lee. Pelayan Lee segera menghampiri Sungmin, dan iapun berkata " Bagaimana Kyuhyun bisa pingsan dan basah kuyup seperti ini?"

" Ini semua salah kami ajussi", sahut Sungmin menyesal

" Wae?", tanyanya lagi.

Mereka mempercepat langkah kaki mereka menuju kamar atas, dimana kamar Kyuhyun berada. Saat tiba di depan kamar, beberapa pelayan membantu Sungmin merebahkan Kyuhyun di kasurnya. Sungmin sengaja meminta para pelayan yang berada di dalam kamar Kyuhyun untuk ke luar, karena Sungmin dan pelayan Lee ingin mengganti pakaian Kyuhyun yang basah kuyup.

" Sebaiknya kalian ke luar, dan tolong bawakan obat penurun demam untuk Kyuhyun", perintah Sungmin

" Arasseo…", sahut beberapa pelayan serentak.

Setelah para pelayan ke luar dari dalam kamar Kyuhyun, kini hanya tinggal Sungmin dan juga pelayan Lee, dan saat pakaian Kyuhyun telah diganti. Kini Sungmin duduk di tepi kasur Kyuhyun sembari ia memegang tangan Kyuhyun dengan erat. Karena rasa cemas yang berlebihan terhadap Kyuhyun, pelayan Lee bertanya pada Sungmin.

" Ada apa sebenarnya?, kenapa Kyuhyun bisa menjadi seperti ini?"

" Ini semua adalah salah kami ajussi. Karena kami Kyuhyun menjadi seperti ini", sahut Sungmin dan kini air mata kembali jatuh dari pelupuk matanya, saat menatap pelayan Lee

" Saya masih tidak mengerti tuan muda", sahut pelayan Lee bingung

" Tadi…, saat saya pergi ke Makam eomma dan appa. Saya melihat Kyuhyun tiba di depan Makam appa dan eomma terlebih dahulu. Apa ajussi tahu…", Sungmin terdiam sejenak, lalu ia melanjutkan kembali penjelasannya

" Kami terlalu egois, sehingga kami tidak menyadari bahwa kami semua akan melukai perasaannya hingga dalam seperti ini", lanjut Sungmin.

Pelayan Lee hanya diam, dan ia mengerti bagaimana rasa penyesalan yang dialami Sungmin saat ini.

" Ajussi tahu….", Sungmin kembali terdiam sejenak dan memandangi wajah pucat Kyuhyun

" Kyuhyun membenci kami ajussi…bahkan Kyuhyun mabuk…karena ia meluapkan rasa kesalnya kepada appa dan eomma, karena Kyuhyun kesal pada kami"

"Bahkan…Kyuhyun marah pada appa dan eomma karena tidak membawanya pergi bersama mereka" ujar Sungmin dengan suara parau karena menangis

" Ajussi tahu…, aku takut jika Kyuhyun harus pergi meninggalkan kami"

" Aku takut…, jika Kyuhyun mengetahui kenapa kami bersandiwara untuk membencinya"

" Aku takut, jika ingatan Kyuhyun kembali"

" Aku takut, jika Kyuhyun menyalahkan dirinya dan melakukan hal yang di luar batas"

" Aku takut ajussi…, aku sangat takut", ujar Sungmin sesenggukkan.

" Anda tahu tuan muda…", Sungmin menatap pelayan Lee

" Tuan muda Kyuhyun lebih kuat daripada kalian, karena apa…" Pelayan Lee berhenti sesaat, lalu melanjutkan kembali perkataannya," Karena tuan muda Kyuhyun sangat menyayangi kalian. Tuan muda Kyuhyun, bahkan tidak peduli kalian tidak menghiraukannya, tetapi karena rasa sayangnya, tuan muda Kyuhyun rela bertahan dari rasa sakit hati karena sikap kalian kepadanya"

" Dan saya yakin, tuan muda Kyuhyun bukanlah anak yang mudah menyerah. Mungkin tuan muda Kyuhyun akan merasa bersalah atas ketidak sengajaannya yang pernah ia lakukan sewaktu kecil, tetapi…untuk melakukan hal yang di luar batas, saya tidak yakin. Karena, tuan muda Kyuhyun adalah anak yang kuat", ujar pelayan Lee kepada Sungmin

"Ajussi benar. Kyuhyun lebih kuat dari kami…", sahut Sungmin

BRUAKKK…

Sungmin dan pelayan Lee tampak terkejut saat tiba-tiba ada yang langsung membuka pintu kamar Kyuhyun dengan keras. Terdengar, suara nafas seorang namja yang tampak ngos-ngosan, karena berlari. Dan namja itupun segera menghampiri Sungmin dan juga pelayan Lee. Namja itu memegang pundak Sungmin sembari bertanya kepadanya.

" Kyu…", ujarnya terputus oleh nafasnya yang ngos-ngosan.

" Apa yang terjadi?", tanyanya sembari mengatur nafasnya

" Hyung…Kyuhyun…", sahut Sungmin dan memmutus apa yang ingin ia sampaikan pada Hangeng

" Ada apa dengan Kyuhyun?", tanya Hangeng cemas

" Kyuhyun mabuk dan pingsan", sahut Sungmin dan menatap Hangeng dengan matanya yang sembab

" Lalu…, kenapa kamu menangis?", tanya Hangeng

Tampak raut wajah cemas yang terlihat dari wajah Hangeng saat menatap Sungmin. Dalam hatinya memiliki rasa takut, jika terjadi sesuatu pada Kyuhyun.

" Hyung…, Kyuhyun membenci kita hyung", sahut Sungmin

Hangeng terdiam dan pegangan tangannya terlepas dari pundak Sungmin. Rasa penyesalan kini menyelimuti Hangeng, seperti apa yang disesalkan oleh Sungmin. Buliran-buliran air matapun kini jatuh membasahi wajahnya. Hangeng menundukkan wajahnya. Pundaknya bergetar, dan yang terdengar hanyalah suara isak tangisnya. Hangeng tidak dapat berkata apa-apa, karena ia menyadari bahwa ia dan yang lainnya sangat bersalah pada Kyuhyun.

Tidak berapa lama kemudian, Dokter Sie Kyung datang untuk memeriksa keadaan Kyuhyun. Sie Kyung bingung kenapa Kyuhyun bisa pingsan lagi. Saat Sie Kyung memeriksa keadaan Lee, Sungmin, dan Hangeng berdiri ditepi kasur Kyuhyun.

Sie Kyung memeriksa Kyuhyun dengan raut wajah cemas. Setelah memeriksanya, Sie Kyung menyarankan kepada mereka, agar Kyuhyun segera dirawat di Rumah Sakit.

" Sebaiknya Kyuhyun segera dirawat di Rumah Sakit", saran Sie Kyung pada mereka

" Mwo?"

" Apa kondisi Kyuhyun parah?", tanya Sungmin

" Setelah saya memeriksa keadaannya, jawaban saya hanya di Rumah Sakitlah Kyuhyun akan mendapatkan perawatan dan menjalankan pengobatannya. Karena, saya takut jika kondisinya semakin menurun", sahut Sie Kyung

" Nee, jika itu adalah yang terbaik, sebaiknya Kyuhyun segera dirawat ke Rumah Sakit", sahut Hangeng

" Dok, tolong sembuhkan dongsaeng kami", pinta Sungmin padanya

Sie Kyung spontan terkejut saat Sungmin menyebut Kyuhyun sebagai dongsaengnya. Namun, ia mengurungkan niatnya untuk bertanya, karena yang ia khawatirkan saat ini adalah pasiennya. Sie Kyung, Sungmin, Hangeng dan pelayan Lee segera membawa Kyuhyun ke Rumah Sakit.

Teukie

Kenapa Sungmin tidak menjawab teleponku?, apa ia tidak tahu aku sangat mengkhawatirkan Kyuhyun?, bagaimana keadaannya saat ini?

Saat ini Teukie sedang dalam perjalanan kembali ke rumahnya. Teukie memegangi dadanya, tangannya bergetar saat ini. Pikirannya selalu tertuju oleh dongsaeng terakhirnya. Setetes demi setetes air mata jatuh membasahi pipinya. Ia mengelus dadanya dan meyakinkan dirinya bahwa Kyuhyun baik-baik saja.

" Kyuhyun pasti baik-baik saja. Nde, Kyuhyun pasti baik-baik saja" gumamnya.

Sopir yang mengendarai mobilyna, menatap Teukie dari kaca Spion. Sopir itu menatap Teukie dengan tatapan lirih. Ia tahu pasti, bahwa saat ini Teukie merasa sangat bersalah pada dongsaengnya.

Drtttt…Drtt…

Ponsel Teukie bergetar, Teukie segera merogoh ponselnya dari dalam saku jasnya. Ia menatap sebuah nama yang tertera.

" Sie Kyung?", batinnya.

Tanpa banyak berpikir, Teukie langsung menjawab panggilan masuk dari Sie Kyung.

"Yeobseyo…"

" Teukie~ssi…, sebaiknya kamu ke Rumah Sakit saat ini, kamu tidak perlu bertanya ada apa. Karena, aku yakin kamu sudah mengetahuinya", ujar Sie Kyung dengan nada yang terdengar sinis.

"Nee", jawab Teukie singkat.

Dan tanpa harus berbasa basi Sie Kyung langsung memutuskan pembicaraannya. Tut…

Teukie merasa semakin bersalah saat mendengar ucapan Sie Kyung.

" Kyu…, jebbal…jangan tinggalkan hyung. Mianhe…cheongmal mianhe saeng. Hyung salah…hyung sangat bersalah padamu saeng", batin Teukie

Kini air matanya mengalir semakin deras, dengan nada suara yang terdengar parau, Teukie meminta kepada Sopirnya untuk mengantarnya ke Rumah Sakit.

" Kita tidak jadi pulang, tolong segera antar saya ke Rumah Sakit", pinta Teukie

" Nee", sahut Sopir itu mengikuti perintah dari majikannya.

~ Rumah Sakit Busan ~

Saat ini Kyuhyun dirawat di ruang UGD dengan seorang Dokter yang juga adalah teman baik Sie Kyung. Di saat Dokter itu memeriksa kondisi Kyuhyun. Sie Kyung ke luar ruang UGD untuk menghubungi Teukie. Saat Sie Kyung menghubungi Teukie yang terdengar oleh Sungmin, Hangeng dan juga pelayan Lee. Mereka dapat melihat betapa marahnya Sie Kyung kepada Teukie. Pertanyaan yang ingin ia tanyakan tadi kembai bergelayut dalam pikirannya. Lalu, Sie Kyung bertanya kepada mereka.

" Kenapa Kyuhyun bisa pingsan lagi?", tanya Sie Kyung

" Pingsan lagi?", tanya Sungmin dan Hangeng terkejut saat mendengar pertanyaan Sie Kyung

"Nde", sahut Sie Kyung

"Apa salah satu dari kalian bisa menjelaskan kepada saya, kenapa keadaan Kyuhyun bisa menjadi seperti ini?", tanya Sie Kyung lagi

" Mianhe…", jawab Sungmin

" Mian?", tanya Sie Kyung dan menaikkan alis kirinya

Sie Kyung dapat menerka apa yang Sungmin pikirkan. Sie Kyung dapat melihat dari tatapan mata Sungmin yang mengisyaratkan sebuah rasa penyesalan yang amat dalam.

" Ini…", ujar Sungmin yang perkatannya langsung diputus oleh Sie Kyung

" Tidak perlu dijelaskan. Saya tahu kejadian ini adalah kesalahan dari kalian semua", Skak Sie Kyung

DEG…

Bagaikan ditimpa batu besar, Sungmin dan Hangeng tidak dapat mengelak dari perkataan yang dilontarkan oleh Sie Kyung.

" Nde…, ini salah ka…", baru saja Hangeng ingin menjawab tetapi terputus, karena terdengar derap langkah kaki yang sedang berlari.

Kini, semua pandangan mereka beralih pada Yesung, Heechul, Kangin, Shindong, Donghae, Eunhyuk, Siwon, Wookie dan juga Kibum yang datang bersamaan. Tampak raut kecemasan yang terpancar dari wajah mereka. Buliran-buliran keringat mengalir membasahi tubuh mereka. Karena mereka berlari menuju ruang UGD yang terletak di lantai 3, karena mereka tidak menaiki Lift, tetapi mereka menaiki tangga darurat.

Dengan nafas yang ngos-ngosan, Heechul langsung meraih tangan Sie Kyung.

" Otokke?, Kyuhyun otokke?", tanya Heechul sembari mengatur nafasnya

" …", Sie Kyung tidak menjawab pertanyaan Heechul.

Sie Kyung hanya menatap mereka dengan tatapan penuh kekesalan.

" Dok, marebwa…, Kyuhyun otokke?", tanya Heechul kembali

Sie Kyung kembali menatap Heechul dengan tatapan sinis, lalu dengan nada penuh kemarahan, Sie Kyung menjawabnya, " Kenapa disaat seperti ini kalian baru mencemaskannya?, apa kalian tidak punya hati?, apa kalian tidak pernah memikirkan perasaan Kyuhyun?, bahkan kalian tidak berbuat apa-apa saat aku bertanya pada Kyuhyun, apakah kalian adalah saudaranya?, dan jawaban Kyuhyun saat itu adalah jawaban bagaimana rasa sakit hatinya Kyuhyun atas sikap kalian padanya selama ini. Aku tidak mengerti hyung seperti apa kalian ini. Tapi, aku dapat menilai…Kyuhyun tidak pantas memiliki hyung seperti kalian"

Heechul dan yang lainnya hanya dapat terdiam, karena semua yang dikatakan oleh Sie Kyung semua ada benarnya. Patung…, seperti itulah mereka saat ini. Diam…dan hanya diam yang bisa mereka lakukan, tanpa bisa mennyahut setiap perkataan dari Sie Kyung.

Sie Kyung melepaskan pegangan tangan Heechul padanya, dan Sie Kyung berkata kembali kepadanya, " Semoga kejadian ini membuat kalian sadar, betapa berharganya sebuah kasih sayang, yang tidak dapat dibeli dengan apapun juga".

" DONGSAENG~AH…", terdengar suara seseorang yang tidak asing lagi terdengar di telinga mereka.

Sie Kyung semakin geram saat melihat Teukie berlari menghampiri para dongsaengnya. Sie Kyung melangkahkan kakinya menghampiri Teukie, dan tanpa berbasa-basi lagi, Sie Kyung langsung melayangkan tinjunya kepada Teukie.

BUG….

Teukie tersungkur ke lantai.

" HYUNG…", teriak para dongsaengnya yang terkejut saat melihat reaksi Sie Kyung saat Teukie datang

" …", Teukie diam dan hanya menatap Sie Kyung

" Aku mungkin tidak tahu apa kesalahan yang pernah Kyuhyun lakukan pada kalian, tapi setidaknya aku masih memiliki hati", ujar Sie Kyung dan menekan setiap perkataannya.

" Cu…kup", terdengar suara lemah yang berasal dari arah ruang UGD, dan semua menatap kearah tersebut.

Betapa terkejutnya mereka saat melihat Kyuhyun yang berdiri sembari memegang kuat pada sisi pintu.

" Kyuhyun…", ujar mereka terkejut

Kyuhyun tidak mengindahkan sahutan dari para hyungnya. Kyuhyun melangkahkan kakinya yang sudah tidak dapat berjalan normal menuju Dokter Sie Kyung. Saat melihat Kyuhyun yang berjalan tidak seimbang bahkan terlihat sangat berat untuk melangkahkan kakinya. Hati mereka seperti ditusuk oleh ribuan jarum. Sakit…, yah…itulah yang mereka rasakan saat ini.

Siwon yang melihat Kyuhyun berjalan seperti robot, ia memapah Kyuhyun untuk berjalan, namun Kyuhyun langsung menepis tangan Siwon tanpa menatapnya. Kyuhyun melanjutkan langkahnya menuju Dokter Sie Kyung, dan juga Teukie.

" Kyu…, kenapa kamu beranjak dari tempat tidur", ujar Dokter Sie Kyung padanya

" Dokter tidak berhak berkata seperti itu kepada para hyungku. Meskipun aku tidak tahu salahku apa pada mereka?, tetapi…, hatiku akan lebih sakit jika ada yang orang yang melukai hati mereka", sahut Kyuhyun dengan nada lemah.

Air mata kembali jatuh dari pelupuk mata mereka. Rasa bersalah mereka kini semakin besar kepada Kyuhyun.

" Mianhe…", terdengar kata maaf yang ke luar dari mulut Teukie

" Mian?, seharusnya aku yang meminta maaf pada kalian hyung" meskipun tubuhnya sangat lemas saat ini, selain itu pula darah segar mengalir dari hidungnya. Hal ini membuat para hyungnya semakin khawatir, begitu pula Dokter Sie Kyung

" Kyu…", Dokter Sie Kyung memegang pundak Kyuhyun, namun ditepis kembali oleh Kyuhyun.

Kyuhyun menatap dalam pada Teukie, lalu ia melanjutkan kembali ucapannya," Aku yang bersalah pada kalian, dan mungkin Tuhan menghukumku karena aku telah membuat appa dan eomma pergi meninggalkan dunia ini…", Kyuhyun tidak sanggup lagi melanjutkan kata-katanya karena kondisinya yang semakin lemah, sehingga Kyuhyun pingsan, dan Sie Kyung berhasil menopang tubuhnya.

" KYUHYUN…", teriak Teukie dan juga yang lainnya panik.

TBC

Hehehe, mian kalau udah lama nunggu lanjutannya ya ^_^

Bocoran dikit ya…, di part. 11 nanti Kyuhyun mau kubuat pergi meninggalkan para hyungnya, lalu bagaimanakah dengan para hyungnya saat itu?

Jawabannya : tunggu aja lanjutannya. Hehehehe….

O iya, minta do'anya ya…, semoga apa yang q baca di email beberapa hari yang lalu, semoga saja diterbitkan. Amin… ^^