" kenangan terindah bagiku" chap. 13
^^sebelumnya
" Hyung…, apakah terjadi sesuatu pada kalian?", gumam Kyuhyun khawatir.
Kyuhyun yang khawatir pada salah satu hyungnya, iapun beranjak dari tempat tidur dan ke luar dari rumah sederhana milik penjaga itu. Kyuhyun melangkahkan kakinya untuk mencari telepon umum yang memang sengaja terdapat di area Kampus tersebut. Dengan kondisi kakinya yang berat untuk dibawa melangkah, Kyuhyun tidak putus asa untuk mencari telepon umum tersebut. Usaha Kyuhyun berhasil, ia menemukan telepon umum yang jaraknya cukup jauh dari rumah penjaga Kampus Inha. Namun, saat ia mencoba mendekati telepon tersebut, Kyuhyun lagi-lagi terjatuh tanpa ia bisa menopang tubuhnya sendiri. Akibat terjatuh itu, kedua tangan Kyuhyun mengalami perubahan. Kedua tangannya mengalami kekakuan, sama seperti kekakuan yang dialami kedua kakinya. Kyuhyun berusaha bangun, namun Kyuhyun menyadari bahwa kedua tangannya kini mulai sulit untuk digerakkan. Kini, ia hanya bisa menangis seorang diri dalam suasana Kampus yang sangat sepi dan juga gelap, dan hanya sinar Bulan yang menerangi halaman Kampus itu.
" Hyung…" panggil Kyuhyun dalam tangisnya.
^^Selanjutnya
Kantor Polisi
Kibum yang berada dalam Tahanan sementara, ia menyandarkan tubuhnya disisi jeruji Tahanan.
" Kyu…eodiesseoyo Kyu?", pandangannya menerawang karena kondisinya yang masih setengah mabuk. Ia tersenyum kepada beberapa orang yang menghampiri Tahanan dimana dirinya berada saat ini. Samar-samar ia memandang orang tersebut yang menatapnya dengan raut wajah kemarahan.
" Hyung…", panggilnya
" Apa yang kamu lakukan Kibum!, kenapa kamu bisa di Penjara seperti ini?", ujar Heechul membentaknya
" HAH…!, untuk apa hyung menanyakannya?, bukankah, hyung dan yang lainnya hanya perduli pada pekerjaan kalian saja?, dan pada Taecyeon ajussi!", sahut Kibum sembari berdiri dengan tubuhnya yang sempoyongan dan menghampiri para hyung yang datang karena ingin menjamin kebebasannya.
" Kami perduli padamu saeng", sahut Eunhyuk padanya dan memegang pundak Kibum, namun Kibum menepisnya
" HAH!, PERDULI?, apa hanya padaku kalian perduli?, lalu bagaimana dengan Kyuhyun…HAH!, bagaimana dengannya?!, apa kalian tidak perduli?, apa kalian hanya bisa berdiam diri dan tidak mencemaskannya?, apa ini yang dinamakan saudara?, dimana hati kalian?!, DIMANA?!", teriak Kibum kepada para hyungnya.
" KIBUM!", bentak Sungmin
" Aku benci dengan kehidupan ini hyung?, aku benci pada diriku sendiri yang tidak bisa melakukan apa-apa untuk Kyuhyun. Aku benci pada semuanya, aku benci kalian. Kenapa hukuman ini harus terjadi pada kita?, kenapa harus Kyuhyun yang menerima kenyataan pahit seperti ini?, kenapa bukan salah satu dari kita saja, hyung?", ujar Kibum di depan para hyungnya, dan ia terduduk di lantai Tahanan, Kibum menangis-dan menangis.
Sedangkan para hyung yang mendengar semua yang dikatakannya, mereka menahan air matanya, agar tidak jatuh. Eunhyuk berjongkok dan meraih tangan Kibum.
" Mianhe saeng, mianhe…", ujar Eunhyuk padanya
Tidak berapa lama, Polisi datang dan membebaskan Kibum dari Tahanan. Karena mabuk, Kibum pun akhirnya tidak sadarkan diri, dan ia di gendong Heechul di punggungnya. Kemudian, mereka segera pulang dengan menggunakan kendaraan mereka.
Inha
Kyuhyun berusaha beranjak bangun, namun ia merasa sangat sulit untuk menggerakkan kedua tangannya. Bukan hanya Ataksia yang menggerogotinya saat ini, tetapi penyakit Leukemia nya pun juga kambuh disaat yang bersamaan. Nafas Kyuhyun terengah-engah, bahkan pandangannya pun semakin kabur, darah hitam dan kental mengalir ke luar dari hidungnya. Sayup-sayup ia mendengar suara seseorang yang memanggilnya dengan nada panik.
" KYUHYUN…"
Penjaga yang menemukan Kyuhyun, sangat panic ketika ia membalikkan tubuh Kyuhyun, dan melihat darah dari hidungnya serta wajah Kyuhyun yang sangat pucat.
" Kyu.., apa yang terjadi padamu?, kenapa kamu bisa berada disini?, disini sangat dingin Kyu", ujar penjaga itu sembari mengangkat tubuh Kyuhyun di atas punggungnya.
" Hyung…ku…", ujar Kyuhyun lemah.
" Seharusnya, kamu meminta tolong pada ajussi, jika kamu ingin menghubungi hyungmu", sahut penjaga itu cemas
" Mianhe…", sahut Kyuhyun lemah
Penjaga itu berlari dan segera membawa Kyuhyun kembali ke Rumahnya. Setibanya di Rumah, Kyuhyun segera direbahkan di atas kasur, dan menyelimutinya. Kemudian, penjaga itu ke luar dari kamar dan menuju dapur untuk mengambil baskom dan handuk kecil untuk membersihkan darah Kyuhyun.
Penjaga itu kembali ke dalam kamar, ia menghampiri tempat tidur Kyuhyun, dan duduk di tepi kasurnya. Dengan lembut dan hangat, penjaga itu membersihkan noda darah dari hidung Kyuhyun. Samar-samar Kyuhyun memandang penjaga itu seperti ia merasa appa nya yang berada bersamanya saat ini.
" Appa…", panggil Kyuhyun pelan kepada penjaga itu
Penjaga itu tersenyum padanya, lalu penjaga itupun berkata pada Kyuhyun, " Bertahanlah Kyu"
" Appa…bogoshiptago", ujar Kyuhyun pelan
Penjaga itu sengaja membelai puncak kepala Kyuhyun dengan lembut, karena ia tahu, bahwa Kyuhyun begitu merindukan sosok appa nya.
" Istirahatlah Kyu, ajussi akan menunggumu disini", ujar penjaga itu kepadanya, sembari ia memegang tangan Kyuhyun.
Kyuhyun tersenyum, lalu iapun mulai memejamkan kedua matanya. Di saat Kyuhyun terlelap, penjaga itu mengeluarkan ponsel dari saku celananya. Lalu, iapun mengirim pesan kepada seorang Dokter, yang sudah ia anggap sebagai anaknya sendiri.
~SEND:
" Sie Kyung~ah…, bisakah besok kamu ke rumah ajussi?, ajussi ingin kamu memeriksa keadaan seseorang disini. Ajussi takut, jika kondisinya semakin parah"
Tidak berapa lama, Dokter itupun membalas pesannya.
" Nee, ajussi. Besok pagi, aku akan ke rumah ajussi"
" Gumawo…"
" Nee, ajussi"
Home
Setibanya di rumah, Teukie dan Taecyeon yang sengaja menunggu kepulangan Kibum. Mereka sangat terkejut, ketika Heechul menggendong Kibum dalam keadaan tidak sadarkan diri, dan mereka melihat wajah Kibum yang memar akibat berkelahi.
" Apa yang terjadi padanya?", Tanya Teukie cemas
" Anak ini, pasti dia mabuk berat dan berkelahi. Jadi wajahnya memar begini", ujar Taecyeon remeh dan tidak memperdulikan Kibum serta yang lainnya. Iapun kemudian pergi ke lantai 2 menuju tempat kamarnya.
Teukie, Sungmin, Heechul dan Eunhyuk hanya memandangi kepergian Taecyeon dari mereka.
" Seandainya saja, ia bukan ajussi kita. Aku pasti sudah mengusirnya dari sini", ujar Heechul geram atas tingkah Taecyeon.
" Bersabarlah… Taecyeon ajussi juga tidak akan tinggal lama disini", sahut Teukie
" Jincha hyung?", sahut mereka bersamaan
" Nde…, sebaiknya Kibum kita bawa ke kamarnya", ujar Teukie pada Heechul
" Nee hyung", sahut Heechul
TBC
Mian, dikit banget. Sangat dikit ya?
Nanti akan ku lanjutkan lagi kok.
