" kenangan terindah bagiku" chap. 14

^^sebelumnya

" Seandainya saja, ia bukan ajussi kita. Aku pasti sudah mengusirnya dari sini", ujar Heechul geram atas tingkah Taecyeon.

" Bersabarlah… Taecyeon ajussi juga tidak akan tinggal lama disini", sahut Teukie

" Jincha hyung?", sahut mereka bersamaan

" Nde…, sebaiknya Kibum kita bawa ke kamarnya", ujar Teukie pada Heechul

" Nee hyung", sahut Heechul

^^ Selanjutnya

Mereka ber~4 pun segera membawa Kibum menuju kamarnya. Menyadari bahwa Kibum sudah kembali ke rumah, beberapa saudara Kibum yang berada di dalam kamar mereka, akhirnya ke luar dan mereka segera menemui Kibum di kamarnya.

" Bagaimana Kibum, hyung?", Tanya Wookie yang berdiri di belakang punggung Heechul

" Dia hanya mabuk, karena terlalu banyak minum. Mungkin besok dia akan sadar", sahut Heechul

" Huft…, sebelumnya Kibum tidak pernah mabuk seperti ini", ujar Siwon

" Nde, aku mengerti Kibum seperti ini karena ia sangat mengkhawatirkan Kyuhyun", sahut Eunhyuk

" Bagaimana kabar Kyuhyun saat ini?, kenapa dia tidak kembali ke rumah?", ujar Donghae yang menundukkan wajahnya

" Aku ingin Kyuhyun kembali di tengah-tengah kita lagi. Apa kalian juga memiliki pikiran sepertiku?", ujar Teukie dan menatap para dongsaengnya yang berkumpul di dalam kamar Kibum.

" Nde, hyung", sahut mereka serempak

" Kalau begitu, kita akan memulai pencarian kita", sahut Teukie

" Hyung…, bagaimana dengan Taecyeon ajussi?, bukankah ia sangat membenci Kyuhyun sejak appa dan eomma meninggal?", ujar Kangin bertanya kepada Teukie

Semua saudara Kangin menatapnya, mereka berpikir Kangin sangat benar. Sejak kematian kedua orangtua mereka, Taecyeon menjadi sangat membenci Kyuhyun, bahkan dulu Taecyeon yang berkeinginan untuk mengirim Kyuhyun pergi jauh dari Seoul, namun saat itu Teukie menolaknya.

" Apa hyung ingat, dulu Taecyeon ajussi pernah memberikan syarat pada kita, karena ia ingin Kyuhyun tidak menginjak rumah ini lagi dan pergi jauh dari Seoul?", ujar Shindong yang mengingatkannya pada kejadian 12 tahun yang lalu.

12 tahun yang lalu

Kyuhyun saat itu baru berumur 5 tahun, ia bermain bersama ke-12 hyungnya di dalam kamar Teukie, karena Kyuhyun suka sekali jika bermain bersama dengan ke-12 hyungnya. Saat itu Kyuhyun melihat di kamar Teukie sebuah bola kecil yang terletak di atas meja belajarnya.

" Hyung, bola ini untukku ya?", pinta Kyuhyun dan mengambil bola itu

" Nee, ambil saja Kyu", sahut Teukie mengiyakan.

Setelah Kyuhyun mengambil bola itu, iapun mulai menantulkannya ke lantai, tetapi para hyungnya yang sangat usil kepadanya, salah satu dari mereka merebut bola itu dari tangan Kyuhyun.

" HAHAHAHA…, hyung mendapatkannya", ujar Kangin yang memegang bola tersebut.

" Hyung…, berikan padaku", pinta Kyuhyun merengek padanya

" Hahahaha…, kalau mau bola ini, ayo kejar hyung", sahutnya yang kemudian berlari disekitar kamar Teukie.

" Hyu~ng…", pintanya merengek

" Hahahaha…", tawa yang lain, karena mereka sangat senang melihat ekspresi wajah Kyuhyun kalau sedang menangis, menurut mereka sangat lucu dan menggemaskan.

Kyuhyun yang kesal pada Kangin, akhirnya iapun balik mengerjai hyungnya. Ia berpura-pura pingsan dengan seketika.

" Kyuhyun~ah…", panggil para hyungnya menghampiri Kyuhyun yang tergeletak di lantai. Kyuhyun yang membuka sedikit matanya dan ia melihat bola kecil itu diletakkan Kangin di depan wajahnya, iapun langsung membuka matanya dan merebut bola itu. Spontan, yang lain terkejut karena ulahnya.

" HAHAHAHA…., aku berhasil mendapatkannya. ", ujar Kyuhyun kegirangan dan segera beranjak bangun, lalu ia berlari dari para hyungnya.

Para hyungnya mengejar Kyuhyun, gelak tawa menyertai mereka saat itu, hingga sesuatupun terjadi pada Kyuhyun. Ia berlari hingga dekat dengan tangga dan Kyuhyun tidak menyadari bahwa di depannya ada sisa air bekas pel yang belum diselesaikan oleh pelayan di rumah itu, hingga Kyuhyun terpeleset dan kepalanya terbentur lantai dengan keras dan menyebabkan ia pingsan, sedangkan bola kecil yang ia pegang tadi terlepas dari tangannya.

" KYUHYUUUUUUUUUUUNNNNNNN…..", teriak panik para hyungnya dan menghampiri tubuh Kyuhyun yang tergeletak dengan darah yang mengalir dari kepalanya.

" Kyuhyun…., ap…", perkataan appanya terputus ketika Bola kecil yang terlepas dari tangan Kyuhyun menggelinding menuju tangga dan ketika appa mereka berada di tangga dan secara tidak sengaja menginjak bola kecil itu, ia beserta istrinya yang menggandeng tangannya pun jatuh secara bersamaan dari tangga.

" APPAAAAAAAAAAAAAA….",

' EOMMAAAAAAAAAAAAA…..", teriak Teukie histeris yang beranjak dan berlari menuju tangga begitu juga Donghae, Eunhyuk, Sungmin, Heechul dan Kangin.

Mereka berlari menuruni anak tangga, dan mereka menangis ketika menemukan appa dan eomma mereka tewas seketika dan bersimbah darah, karena selain kepala mereka terbentur setiap anak tangga, tetapi sebuah guci besar jatuh dan menimpa kepala mereka.

Kejadian itu terjadi sangat cepat bagi Teukie dan yang lainnya. Appa, eomma serta Kyuhyun pun dilarikan ke Rumah Sakit. Setibanya di Rumah Sakit, kedua orangtua mereka segera dipindahkan ke ruang jenazah, sedangkan Kyuhyun masih berada di ruang ICU.

Kejadian itu membuat mereka tidak terima akan kepergian kedua orangtua mereka, hingga mereka menjadi sangat membenci Kyuhyun. Saat itu Kyuhyun yang masih tidak sadarkan diri, ia tidak tahu menahu bahwa kedua orangtuanya telah tiada.

Semua para hyungnya saat ini tidak ada satupun yang berada di ruang ICU untuk menunggu Kyuhyun sadar, dan yang menemani Kyuhyun hanya pelayan Lee. Sedangkan yang lain berada di rumah pemakaman. Ketika mereka berkabung, Taecyeon yang mendengar kabar ini, segera menemui mereka di rumah pemakaman.

" Ajussi dengar, ini semua terjadi karena Kyuhyun?!", Tanya Taecyeon pelan pada Teukie dan memegang lengannya.

" Nde, keundae kecelakaan ini bukan sepenuhnya salah Kyuhyun", sahut Teukie pada Taecyeon.

Taecyeon melepaskan lengan Teukie dan menghembuskan nafas beratnya.

" Apa kamu pikir ajussi bodoh?, Hah…!, semua pelayan membicarakan kejadian ini. Apa kamu masih ingin membela Kyuhyun?!", Taecyeon membentaknya pelan, karena tidak enak jika didengar oleh pelayat yang datang.

Teukie hanya terdiam dan tidak bisa membela diri.

" HAH…, anak itu benar-benar membawa sial. Sebaiknya kita kirim saja Kyuhyun pergi jauh dari Seoul agar ia tidak bisa menginjak rumah kalian lagi, jika tidak dia akan terus membawa kesialan dalam keluarga kalian", sahut Taecyeon yang kini perkataannya terdengar oleh saudara Teukie dan juga pelayat di Rumah Duka itu.

" Shireo, ajussi tidak boleh melakukan itu", sahut Teukie menolaknya

" WAE?!", sahut Taecyeon kesal

" Aku tidak bisa melakukannya ajussi, aku tidak bisa. Walau bagaimanapun juga Kyuhyun tetap dongsaeng kami. Aku tidak bisa melakukan itu", sahut Teukie

" OK…, kalau kamu tidak bisa, maka ajussi yang akan melakukannya", sahut Taecyeon dan berencana pergi dari rumah duka itu, namun Teukie meraih tangan Taecyeon dan ia berlutut di depannya.

" Jebbal ajussi, tolong jangan lakukan itu. Jebbal ", pinta Teukie memohon kepadanya.

" Ara…, keundae ada syaratnya", sahut Taecyeon dan berbalik untuk menatap Teukie yang masih berlutut di depannya.

" Syarat?", Tanya Teukie dan yang lainnya terkejut

" Nde, kalian harus menjauhi Kyuhyun, kalian semua tidak boleh satupun bertindak untuk memberikan perhatian kalian kepadanya. Jika, salah satu dari kalian ada yang tidak menepati syarat ini. Maka, ajussi akan mengirim Kyuhyun jauh dari Seoul, aratta!", ujar Taecyeon yang tegas dalam memberikan keputusan itu kepada mereka.

Teukie dan para dongsaengnya terdiam, mereka tidak bisa membantah keputusan yang telah dibuat oleh Taecyeon, karena Taecyeon adalah orang yang selalu menepati janjinya. Karena syarat ini, merekapun terpaksa untuk bersandiwara membenci Kyuhyun. Ketika Kyuhyun sadar, mereka tidak ada disana. Teukie serta para dongsaengnya hanya diberitahu oleh pelayan Lee bahwa Kyuhyun mengalami Amnesia pada kejadian yang terjadi saat itu. Kabar itu membuat Teukie juga yang lainnya cukup tenang, walaupun mereka harus terpaksa untuk menyakiti hati Kyuhyun.

" Hyung sangat mengingat kejadian saat itu Shindong. Kita telah salah saeng, kita sangat bersalah pada Kyuhyun", ujar Teukie dan ia mendongakkan kepalanya ke atas agar air matanya tidak jatuh saat membicarakan hal itu di depan dongsaeng-dongsaengnya.

" Nde…, aku tidak ingin jika Kyuhyun harus pergi jauh dari kita hyung, terlebih lagi dia dalam kondisi yang seperti itu", sahut Sungmin yang suaranya terdengar bergetar.

Mereka kembali hening, dan memikirkan keadaan Kyuhyun.

Keesokkan harinya

Inha

Kyuhyun yang sudah sadar dan terbangun dari tidurnya. Kyuhyun beranjak dari tempat tidur, dan ia pergi ke menuju Perpustakaan karena ada yang harus ia lakukan disana. Kyuhyun berpikir bahwa aktifitas Kuliah masih dalam suasana libur, tetapi ia lupa bahwa saat ini adalah saat dimana Mahasiswa baru mulai daftar ulang.

Saat Kyuhyun berjalan, banyak sekali Mahasiswa baru yang memandangnya risih, mencelanya bahkan membicarakan keadaannya. Perkataan-perkataan menyakitkan itu berusaha Kyuhyun pendam. Karena ia berjanji pada dirinya sendiri, ia harus kuat menghadapi keadaan seperti ini. Karena, ia akan mengalami hinaan yang lebih dariyang ia hadapi sekarang.

Home

Kibum bangun pagi-pagi sekali, ia berencana segera pergi ke Kampus, karena ia merasa risih di rumah, bukan hanya ia tidak suka dengan suasana di rumahnya, melainkan juga karena ada Taecyeon. Ponsel Kibum bergetar, dan ia membaca pesan dari Jonghyun sahabatnya.

" Kibum~ah…, kamu duluan saja ke Kampus, nanti aku menyusul. Karena ada sesuatu yang harus kulakukan di rumah"

" Arasseo…", sahut Kibum membalas pesannya.

Kibum bergegas mengambil kunci Mobil dan juga jaketnya. Ia mempercepat langkah kakinya, ketika ia melihat Sungmin baru membuka pintu kamarnya.

" Kibum~ah, kamu mau kemana?", Tanya Sungmin

" Kampus", jawabnya singkat bahkan tanpa menoleh pada Sungmin.

Drap….drap….drap…., Kibum berlari menuruni anak tangga, dan segera berlari ke luar. Ia bahkan tidak menyapa Taecyeon yang sedang memberi perintah pada pelayan di rumahnya.

" Kibum~ah…", panggil Taecyeon, tetapi Kibum tidak menggubrisnya.

Kibum segera masuk ke dalam Mobil, lalu tancap gas menuju Kampus Inha. Sepanjang jalan, Kibum mendengarkan musik. Hingga, ia memberhentikan Mobilnya ketika Kibum mengenali seseorang yang sedang berdiri di tepi jalan dan melihat ban mobilnyaa yang bocor. Kibum memberhentikan Mobilnya untuk menemui namja itu. Kibum ke luar, lalu menyapa namja tersebut.

" Dokter, ada apa dengan mobil Anda?", Tanya Kibum

" Eoh… Kibum~ah…, aku pikir siapa. Ini, ban Mobilku bocor, aku tidak membawa dongkrak dan ban cadangan.", sahut Sie Kyung

" Anda mau kemana?, biar saya antar", sahut Kibum menawarkan tumpangan kepada Sie Kyung

" Aku ingin ke Universitas Inha, karena ada pasien yang harus saya temui disana", sahut Sie Kyung

" Inha?, wah….kebetulan sekali, saya juga ingin kesana. Kalau begitu ikut saya saja, nanti biar Mobil Dokter dibawa ke bengkel", sahut Kibum

" Nee, gumawo Kibum~ssi", sahut Sie Kyung

" Gwencana", sahut Kibum dan tersenyum padanya.

TBC

Apakah yang akan terjadi di Universitas Inha selanjutnya?

Apakah Kibum akan bertemu dengan Kyuhyun?

Jangan lupa coment kalian ya