" kenangan terindah bagiku" chap. 15
^^sebelumnya
" Inha?, wah….kebetulan sekali, saya juga ingin kesana. Kalau begitu ikut saya saja, nanti biar Mobil Dokter dibawa ke bengkel", sahut Kibum
" Nee, gumawo Kibum~ssi", sahut Sie Kyung
" Gwencana", sahut Kibum dan tersenyum padanya.
^^ Selanjutnya
Sepanjang perjalanan menuju Inha, Kibum dan Sie Kyung banyak mengobrol.
" Apa Kyuhyun ada kabarnya?", Tanya Sie Kyung
Kibum hanya menggeleng, lalu Sie Kyung menghela nafas saja.
" Pasien apa yang Dokter kunjungi di Kampus ku?", Tanya Kibum penasaran
" Molla, hanya saja aku punya kenalan di Kampus mu, dan ia sudah ku anggap seperti keluargaku sendiri", sahut Sie Kyung
" Owh…", sahut Kibum singkat
Tidak berapa lama dalam perjalanan mereka, akhirnya mereka pun tiba di Universitas Inha. Setelah memarkirkan Mobilnya, Kibum dan Sie Kyung pun berpisah untuk mengurus keperluan mereka masing-masing.
" Aku pergi dulu, Gumawo atas tumpangannya", ujar Sie Kyung sembari membungkukkan sedikit badanya di depan Kibum, begitu juga sebaliknya
" Cheonmaneyo Dok", sahut Kibum
Home
Teukie yang sudah bersiap-siap hendak menuju Perusahaan, begitu pula Yesung, Hangeng, Heechul, Kangin, Shindong, Sungmin, Eunhyuk dan Donghae. Kini mereka berkumpul di ruang Makan, tanpa Siwon dan Wookie yang sudah pergi ke Kampus mereka. Sedangkan Taecyeon masih terlelap dalam kamarnya.
" DI mana Kibum?", Tanya Teukie yang sudah duduk di kursinya
" Kibum sudah pergi ke Kampus hyung", sahut Sungmin lalu meminum segelas air putih
" Apa dia tidak sarapan dulu?", Tanya Yesung
" Sepertinya tidak, karena tadi Kibum buru-buru pergi", sahut Sungmin lagi
" Siwon dan Wookie?, apa mereka juga tidak sarapan?", Tanya Teukie yang sangat mencemaskan dongsaeng-dongsaengnya
" Tadi mereka menyampaikan pesan pada Pelayan Lee, kalau mereka sarapan di Kampus saja", sahut Donghae
" Eoh…arasseo, kalau begitu kalian habiskan sarapan kalian sebelum pergi ke Perusahaan", ujar Teukie
" Nee…hyung", sahut mereka serempak
" Hyung…, semalam aku sudah meminta pihak ke polisian untuk mencari Kyuhyun", ujar Hangeng
" Baguslah…, semoga saja, mereka berhasil menemukan Kyuhyun", sahut Teukie sedikit tenang, walaupun hatinya masih cemas karena ia tidak mendengar kabar Kyuhyun sedikitpun.
" Aku takut hyung", ujar Eunhyuk dan mengaduk-aduk bubur di mangkoknya
" Takut kenapa?, Taecyeon ajussi?", Tanya Kangin
Eunhyuk mengangguk, lalu menopang dagunya dengan tangan kirinya
" Apa kamu takut, jika Taecyeon ajussi akan membawa Kyuhyun pergi jauh dari kita?", Tanya Shindong
" Nde…, meskipun Taecyeon ajussi adalah hyung dari appa kita. Tetapi, aku benci dengan semua keputusannya. Karena ia, kita seperti bawahan yang harus terpaku dengan keputusan atasan. Aku merasa jika Taecyeon ajussi berada di rumah ini. Rumah ini seakan-akan seperti neraka bagiku", sahut Eunhyuk dan mengaduk-aduk buburnya tanpa memakannya.
Sorot matanya sangat tajam setiap kali membicarakan Taecyeon. Donghae yang duduk disampingnya, ia memegang pergelangan tangan Eunhyuk, hingga Eunhyuk menghentikan aktifitas mengaduk-aduk buburnya, lalu menatap Donghae.
" Wae?", Tanya Eunhyuk
" Jika appa mendengar apa yang barusan saja kamu katakan ini, appa pasti akan sangat sedih di alam sana", ujar Donghae
" Araa…tetapi…aku tidak suka suasana di rumah ini, sejak kehadirannya. Kibum benar, akupun sama seperti ini. Aku merasa tidak berguna menjadi hyung untuknya", sahut Eunhyuk
" Sudahlah…, jika Tacyeon ajussi mendengarnya. Hanya akan menambah masalah bagi keluarga kita", ujar Teukie sambil menghentakkan gelas yang berada di sisi kiri tangannya. Hingga membuat dongsaengnya terdiam.
" Teukie hyung benar, tidak ada salahnya jika untuk beberapa saat kita bersabar dalam menghadapinya", tambah Yesung
" Aku menyerahkan keputusan ini pada hyung, jika hyung masih ingin melihat Kyuhyun semakin menderita, hyung lakukan saja kemauan Taecyeon ajussi, lalu perintahkan pada kami, agar kami melakukan seperti apa yang hyung perintahkan, begitu pula sebaliknya. Semua keputusan ada di tangan hyung, dan hyung bukankah tahu, seberapa lelahnya kami harus selalu bertahan dalam keadaan seperti ini?, bukankah hyung juga tahu, kita semua sering menangis secara diam-diam, jika kita harus menyakiti Kyuhyun dengan setiap perkataan kita bahkan perlakuan kita padanya?. Jika aku bisa memilih, lebih baik aku pergi dari rumah ini dan membawa Kyuhyun bersamaku", ujar Eunhyuk dan menekan setiap pertanyaan yang ia lontarkan di depan hyung nya. Dan mereka hanya terdiam mendengar kekesalan Eunhyuk yang sudah ia pendam terlalu lama dalam hatinya.
Eunhyuk yang merasa dirinya sudah tidak tahan lagi menahan kekesalan yang ia pendam, iapun beranjak dari kursinya untuk meninggalkan para hyungnya yang masih berada di ruang makan.
" Habiskan dulu makananmu, Hyuk?", Ujar Sungmin
" Aku sudah kenyang", sahut Eunhyuk, kemudian pergi tanpa menghiraukan yang lain.
" Sabarlah hyung…", ujar Heechul
" Nee…", sahut Teukie dan mencoba untuk tersenyum di depan dongsaengnya yang lain.
Dapur
Para pelayan yang berada di dapur, mereka membicarakan masalah yang kini semakin rumit, dan sedang menimpa majikan-majikan mereka. Merekapun sangat kesal, sewaktu Taecyeon berkunjung ke rumah ini, untuk dalam waktu yang tidak sebentar.
" Kasihan majikan kita, semakin bertambah saja masalah mereka", ujar kepala dapur di rumah ini
" Nde, dan yang lebih miris adalah keadaan tuan muda Kyuhyun. Kasihan sekali dia, dari kecil sampai sekarang ini, hidupnya selalu menderita", sahut salah satu pelayan dapur
" Eoh…, kenapa rumah ini semakin sepi tanpa tuan muda Kyuhyun", sahut salah satu pelayan yang lain
" Semoga saja tuan muda Kyuhyun baik-baik saja" ujar kepala dapur kepada pelayan yang lain
" Nde", sahut mereka
Mobil
Siwon dan Wookie hari ini sengaja membolos dari Kampusnya, karena mereka berdua berencana mencari keberadaan Kyuhyun. Bahkan mereka berniat, tidak akan pulang sebelum menemukan Kyuhyun.
" Apa keputusan kita ini tepat hyung?", Tanya Wookie
" Eoh…, kita tidak bisa berdiam diri terus Wookie. Kyuhyun pasti membutuhkan kita", sahut Siwon dan fokus pada jalan di depannya
" Hyung benar, dan semoga saja uang yang kita miliki cukup untuk beberapa hari, dan kita dapat menemukan Kyuhyun", sahut Wookie yang duduk disebelahnya
" Apa Teukie hyung dan yang lainnya tidak curiga dengan kepergian kita ini hyung?", Tanya Wookie polos
" Untuk masalah itu, kamu serahkan saja pada hyung", sahut Siwon
" Eoh…", sahut Wookie setuju
Inha
Sie Kyung menunggu di depan rumah penjaga Kampus Inha, ia duduk di teras depan sembari menyilangkan kedua kakinya, kedua tangannya menopang tubuhnya serta ia mendongakkan wajahnya ke atas. Cukup lama ia menunggu, ia pun mengubah posisi duduknya dengan menyandarkan tubuhnnya ke dinding rumah penjaga yang sudah ia anggap keluarganya itu.
" Kenapa lama sekali?", gumam Sie Kyung sembari menatap jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul 09.00
Karena terlalu lama menunggu, Sie Kyung pun memutuskan untuk berjalan-jalan di sekitar area Kampus Inha, tetapi ia tidak lupa meletakkan sebuah kertas memo yang sudah ia tulis sebuah pesan, kemudian ia selipkan di bawah pintu rumah.
Sedangkan di tempat lain, Kibum yang bosan menunggu Jonghyun yang tidak kunjung datang, iapun berencana pergi ke Perpustakaan seorang diri. Iapun melangkahkan kakinya dengan santai, kedua tangannya ia masukkan ke dalam saku celananya, bahkan ia tidak peduli pada sorot mata para yeoja yang menatapnya dengan terkagum-kagum karena ketampanannya. Ia berlalu begitu saja tanpa menoleh dan menatap para yeoja itu, hingga langkahnya terhenti ketika ia mendengar seseorang membicarakan sesuatu yang menarik perhatiannya.
" Kasihan sekali namja tadi ya"
" Nde, sudah cacat begitu masih saja memaksakan dirinya kuliah di Kampus ini"
" Cacat?", batin Kibum.
Kibum berbalik arah dan menghampiri kedua yeoja yang sedang membicarakan seseorang yang mereka sebut cacat.
" Cacat?, namja cacat?", Tanya Kibum
" Nde..", sahut mereka dan menatap lekat Kibum karena terpesona oleh ketampanannya
" Seperti apa namja itu?", Tanya Kibum penasaran apakah yang mereka maksud adalah Kyuhyun atau bukan.
"…", mereka terdiam dan masih menatap Kibum tanpa berkedip sedikitpun
" Hyaaaa!, aku bertanya pada kalian!", ujar Kibum membentak kedua yeoja itu hingga mereka terkejut
" Mi…mianhe", sahut mereka
" Aku Tanya sekali lagi, seperti apa namja itu?", Tanya Kibum
" Namja itu cukup tinggi, tampan…tetapi kedua kaki dan tangannya terlihat kaku, bahkan saat ia membawa buku menuju meja Perpustakaan, buku itu selalu jatuh dari tangannya", sahut salah satu yeoja menjelaskan kepadanya
" Siapa namanya?", Tanya Kibum dengan mengernyitkan kedua alisnya
" Mm…kalau tidak salah dengar, tadi penjaga Perpustakaan memanggilnya dengan nama Kyu…Kyu…apalah itu, saya juga lupa", sahut yeoja itu yang membuat Kibum tersentak, dan tanpa berterima kasih kepada kedua yeoja itu, Kibum pergi dan berlari menuju Perpustakaan.
" Aish…, tampan-tampan tapi galak sekali", ujar yeoja itu mencibirnya
" Nde", sahut yeoja yang satunya lagi.
Kibum berlari dan menerobos masuk ke dalam Perpustakaan tanpa mengisi buku tamu terlebih dahulu. Ia mencari di setiap lorong Perpustakaan, namun ia tidak menemukan Kyuhyun di tempat itu. Dengan nafas yang ngos-ngosan bahkan membuat para Mahasiswa yang berada di Perpuastakaan di buat heran oleh tingkahnya. Kibum menghampiri penjaga Perpustakaan.
" Apa tadi Kyuhyun kemari?", Tanya Kibum cemas
" Nde, tapi barusan saja dia pergi setelah membaca buku disini", sahut penjaga Perpustakaan Inha.
" Gumawo", sahut Kibum kemudian berlari dan ke luar dari Perpustakaan
Penjaga itu tampak bingung dengan kecemasan yang ditunjukkan Kibum di depannya
" Ada hubungan apa Kibum dengan Kyuhyun?", gumamnya
Setelah meninggalkan Perpustakaan, Kibum berlari dan memasuki setiap kelas kalau-kalau di kelas itu ia menemukan Kyuhyun, tetapi ia masih tetap tidak menemukannya. Kibum hampir putus asa, tetapi ia menghentikan langkah kakinya ketika ia menoleh ke kanan dan melihat seorang namja yang hendak menuruni anak tangga, tetapi langkah kakinya terasa berat untuk ia gunakan, bahkan kedua tangannya berusaha menggenggam kuat gagang tangga itu. Kibum melangkahkan kakinya pelan dan mengikuti namja itu.
" Kyuhyun…", panggil Kibum
Kyuhyun terkejut hingga ia menghentikan langkah kakinya sejenak untuk memastikan apakah ada seseorang yang memanggil namanya, tanpa ia berpaling untuk menatapnya
" Kyuhyun~ah…", panggil Kibum dan kini Kibum memberanikan dirinya untuk memegang pundak Kyuhyun.
Kyuhyun hanya menoleh sedikit dan melihat sebuah tangan yang sedang memegang pundaknya, ada perasaan takut jika ia menoleh ke belakang. Karena Kyuhyun sadar yang memanggilnya saat ini adalah Kibum hyung nya.
" Kyuhyun~ah…kamu benar Kyuhyun kan?", Tanya Kibum, namun Kyuhyun enggan menjawabnya.
Kibum yakin Kyuhyun masih marah padanya, hingga Kibum menuruni dua anak tangga terlebih dahulu, kemudian berbalik menatap Kyuhyun. Kibum tidak sanggup lagi menahan kerinduan pada dongsaeng kesayangannya itu, hingga iapun memegang kedua lengan Kyuhyun.
" Lepaskan tanganmu", ujar Kyuhyun ketus pada Kibum dengan menatap Kibum tajam
" Wae?, kenapa kamu harus pergi Kyu?, apakah kamu tahu, hyung dan yang lainnya mencarimu ke mana-mana?", ujar Kibum tanpa memperdulikan permintaan Kyuhyun
" Jincha?!, kenapa tidak dari dulu saja mencariku sewaktu aku kecelakaan?, kenapa tidak dari dulu saja mencariku saat aku tersesat di Hutan sewaktu mendaki gunung bersama teman Sekolahku?, kenapa tidak dari dulu saja mencariku saat aku sengaja menginap di rumah temanku tanpa mmberi tahu kalian?, kenapa baru sekarang, setelah aku cacat seperti ini?", Tanya Kyuhyun yang kesal kepada Kibum
" Hyung tahu, kami bersalah padamu saeng…hyung…", Kyuhyun memutus penjelasan Kibum
" Saeng?..., baru kali ini, kamu memanggilku saeng?. Hah!..." Kyuhyun menghela nafas berat karena kekesalannya kepada Kibum
"Apa kamu tahu?, berapa lama aku menunggu kalian memanggilku dongsaeng?, apa kamu tahu?, berapa lama aku menyaksikan kedekatan kalian tanpa kalian mengajakku bergabung dengan kalian?, apa kamu tahu?, berapa lama aku cemburu setiap salah satu dari kalian saling mencemaskan satu dengan yang lainnnya, tanpa pernah memperdulikanku?, apa kamu tahu?, betapa sakitnya hatiku mengetahui kalian menyayangiku, tetapi kalian selalu berpura-pura tidak menampakkannya di depanku?, apa kamu tahu perasaanku saat itu?", sahut Kyuhyun yang meluapkan semua kekesalannya di depan Kibum.
" Mian…mianhe…cheongmal mianhe saeng….cheongmal mianhe. Hyung salah…hyung sangat bersalah padamu", sahut Kibum dan kini air mata tidak berhasil ia bendung di depan Kyuhyun
" Aku lelah hyung…, diperlakukan seperti ini terus menerus. Apakah kalian benar-benar sayang padaku?, pertanyaan itu selalu ada dalam benakku hyung, aku merasa kalian hanya berbohong saja padaku. Untuk mempercayai rasa sayang kalian, sepertinya sangat sulit bagiku", sahut Kyuhyun yang menahan air matanya untuk tidak tumpah di depan Kibum, dan ia masih menggenggam kuat gagang tangga tersebut.
" Kyu…hyung benar-benar sangat menyayangimu saeng. Jebbal…, kembalilah pulang bersama hyung", pinta Kibum memelas kepadanya
" Shireo…, jika aku kembali ke rumah, aku hanya akan menjadi beban semua orang", sahut Kyuhyun menolak.
" Jebbal saeng, hyung janji akan menjagamu. Jika yang lain menyakiti perasaanmu lagi, maka hyung akan membawamu pergi dan merawatmu", ujar Kibum yang masih memohon di depannya.
" Kyu….Kibum sangat menyayangimu. Kembalilah pulang bersamanya Kyu", ujar Sie Kyung yang ternyata ia mendengar semua pembicaraan Kibum dan Kyuhyun di anak tangga lantai 2. Sie Kyung berdiri tidak jauh dari Kibum berdiri saat ini, dan Sie Kyung sengaja bersembunyi untuk mendengar pembicaraan mereka berdua.
" Shireo…, Dokter juga sama sepertinya yang juga berbohong kepadaku. Bukankah Dokter tidak boleh membocorkan rahasia pasiennya tanpa persetujuan dari pasien itu sendiri", sahut Kyuhyun yang tetap menolak, dan menatap tajam Sie Kyung
" Mianhe…saat itu aku tidak mengetahui bahwa Kibum adalah hyung mu", sahut Sie Kyung.
Karena Kyuhyun keras kepala menolak permintaan Kibum. Akhirnya Kibum melakukan sesuatu yang membuat Kyuhyun terkejut.
" Jika kamu tetap tidak ingin pulang kembali ke rumah, dan tidak memaafkan kami. Lebih baik hyung mati dihadapanmu Kyu", ujar Kibum
" Mwo?, Kibum~ssi…apa kamu sudah gila?", sahut Sie Kyung yang marah kepadanya
" Aku tetap akan melakukannya Dokter, karena hidupku tidak akan berguna karena selalu menyakiti perasaannya", sahut kibum dan kini ia mengeluarkan sebuah pisau lipat yang selalu ia bawa dalam saku celananya, kemudian ia letakkan di urat nadinya. Tetapi, Kyuhyun menganggap bahwa aksi yang dilakukan oleh Kibum hanyalah bohong belaka, hingga ia hanya diam dan tidak merespon ancaman Kibum.
" Kyuhyun~ah…, kembalilah bersama Kibum. Tolong jangan keras kepala seperti ini", ujar Sie Kyung yang masih membujuk Kyuhyun.
" Jika memang itu yang terbaik untuk Kibum hyung, biarkan saja ia melakukannya di depan mataku", sahut Kyuhyun yang menantang ancamannya.
TBC
Mian kalau jelek lanjutannya. Hehehhehehe ^^
Apakah Kibum akan bunuh diri di depan Kyuhyun?
Apakah yang akan terjadi selanjutnya?
Q kasih sedikit bocoran ya….
