" kenangan terindah bagiku" chap. 16

^^sebelumnya

" Mwo?, Kibum~ssi…apa kamu sudah gila?", sahut Sie Kyung yang marah kepadanya

" Aku tetap akan melakukannya Dokter, karena hidupku tidak akan berguna karena selalu menyakiti perasaannya", sahut Kibum dan kini ia mengeluarkan sebuah pisau lipat yang selalu ia bawa dalam saku celananya, kemudian ia letakkan di urat nadinya. Tetapi, Kyuhyun menganggap bahwa aksi yang dilakukan oleh Kibum hanyalah bohong belaka, hingga ia hanya diam dan tidak merespon ancaman Kibum.

" Kyuhyun~ah…, kembalilah bersama Kibum. Tolong jangan keras kepala seperti ini", ujar Sie Kyung yang masih membujuk Kyuhyun.

" Jika memang itu yang terbaik untuk Kibum hyung, biarkan saja ia melakukannya di depan mataku", sahut Kyuhyun yang menantang ancamannya.

^^ Selanjutnya

" Mworago!, kamu keterlaluan Kyu", sahut Sie Kyung marah kepadanya

" KETERLALUAN?, apa benar aku keterlaluan Dok?, lalu bagaimana dengan Kibum hyung dan juga yang lainnya?, apa mereka tidak keterlaluan padaku?", Tanya Kyuhyun pada Sie Kyung

" Kyu, hyung tahu kami sangat keterlaluan padamu. Arasseo…, jika hatimu lebih baik, maka hyung akan melakukannya di depanmu saeng", sahut Kibum dan kini ia mengarahkan ujung pisau lipat itu tepat di urat nadinya. Dag dig dug, saat ini yang dirasakan oleh Kyuhyun, ia bahkan tampak sangat takut jika Kibum benar-benar melakukan tindakan bodoh itu di depannya. Dan, ketakutan Kyuhyun menjadi nyata tatkala ujung pergelangan tangan Kibum sedikit mengeluarkan darah.

" Andwae…" teriak Kyuhyun

Kibum menghentikan tindakan konyolnya kemudian ia menatap kedua bola mata Kyuhyun yang kini berkaca-kaca saat Kyuhyun menatapnya.

" Jangan lakukan itu hyung, aku…aku akan kembali pulang bersama hyung, keundae, jangan ulangi tindakan bodoh itu lagi hyung", pinta Kyuhyun yang kini air mata tidak bisa lagi ia tahan agar tidak tampak di depan Kibum

Ketika mendengar perkataan Kyuhyun, Kibum segera membuang pisau lipat tersebut, kemudian ia menaiki 1 anak tangga untuk merengkuh Kyuhyun dalam pelukannya.

" Gumawo saeng, gumawo", ujar Kibum bahagia

Sie Kyung tersenyum melihat kedua saudara itu kembali rukun.

" Kita pulang sekarang ya", ajak Kibum

" Nee", sahut Kyuhyun menyetujuinya

" Chamkanman Kibum~ssi", ujar Sie Kyung, hingga membuat Kibum melepaskan pelukanya pada Kyuhyun kemudian berbalik dan menatap Sie Kyung

" Ada apa Dok?", Tanya Kibum

" Lukamu harus diberi perban terlebih dahulu, setelah itu ajak Kyuhyun kembali ke rumah kalian", sahut Sie Kyung

" Nde, Dokter Sie benar hyung", ujar Kyuhyun

" Arasseo", sahut Kibum menyetujuinya.

Sebelum Kibum dan Kyuhyun berencana pulang, Sie Kyung mengajak mereka ke rumah penjaga Kampus Inha untuk mengobati luka Kibum. Kibum meminta Kyuhyun untuk naik ke punggungnya

" Naiklah saeng, hyung akan menggendongmu", pinta Kibum

" Keundae hyung, pergelangan tangan hyung terluka karenaku, lebih baik aku jalan sendiri saja hyung", sahut Kyuhyun menolak

" Jebbal saeng, sejak dulu hyung ingin sekali melakukan ini untukmu. Tetapi karena ego hyung, yang hyung lakukan hanya bisa menyakiti perasaanmu saja", sahut Kibum dan masih berbalik tanpa menatap Kyuhyun

" Arasseoyo hyung", ujar Kyuhyun

Kyuhyun menaiki punggung Kibum, kemudian Kibum menggendong Kyuhyun dan menuruni anak tangga bersama. Ketika Kibum yang menggendong Kyuhyun di punggungnya, dan Sie Kyung yang berjalan disisi kiri Kibum, tampak sorot mata para Mahasiswa dan Mahasiswi baru itu menatap Kibum dan Kyuhyun.

Kyuhyun menyadari bahwa karena dirinya Kibum harus menahan rasa malu di depan banyak Mahasiswa yang kini mencibir pada Kibum.

" Ternyata Kibum hyungnya Kyuhyun"

" Cih!, kenapa baru sekarang Kibum mengakuinya",

" Hyung mana yang begitu tega membiarkan dongsaengnya dulu dihina di depan banyak orang"

Kyuhyun hanya menundukkan wajahnya, air mata kini kembali mengalir dari pelupuk matanya yang sudah sangat sembab akibat menangis, ditambah lagi dengan cibiran yang ditujukan oleh banyak Mahasiswa kepada Kibum, namun Kibum yang menyadari bahwa semua yang dikatakan itu adalah benar, tetapi Kibum tidak marah pada Mahasiswa itu.

Kyuhyun berbicara pelan pada Kibum dengan suaranya yang serak

" Mianhe hyung, karena aku…, hyung mendapat cibiran tidak mengenakkan seperti ini"

" Gwencana saeng, lagipula yang dikatakan mereka itu benar. Sudahlah, jangan diambil hati perkataan mereka, lagipula hyung juga tidak marah pada mereka", sahut Kibum acuh

"…", Kyuhyun tidak menyahut perkataan Kibum, karena ia hanya dapat menangis dan menyesali atas apa yang terjadi pada dirinya saat ini. Kondisi kedua kaki dan tangan yang sudah tidak dapat bergerak bebas seperti layaknya orang lain, membuat hatinya semakin sakit karena kondisinya hanya akan menambah beban untuk para hyungnya.

" Hyung, apakah kepulanganku ke rumah, tidak akan membuat hyung yang lain terganggu karenaku?", Tanya Kyuhyun

Kibum menghentikan langkah kakinya ketika mendengar pertanyaan Kyuhyun. Kini mereka bertiga berada di Taman Kampus, mereka berhenti di bawah Pohon Blossom. Semilir angin berhembus hingga membuat bunga-bunga berjatuhan dari tangkainya. Disela jawaban Kibum, Kyuhyun merasakan sel kanker itu kembali menyerang tubuhnya, namun ia mencoba untuk menutupinya dari Kibum dan juga Sie Kyung.

" Justru kepulanganmu ke rumah sangat dinantikan oleh semua hyung kita, Kyu", sahut Kibum

" Seandainya suatu hari nanti kondisiku semakin parah, atau bahkan aku tidak dapat berbuat apa-apa lagi, apakah hyung dan yang lainnya akan pergi meninggalkanku yang cacat ini?", Tanya Kyuhyun lagi

" Kamu bicara apa sih Kyu!, hyung tidak suka mendengar pertanyaanmu itu", sahut Kibum yang mulai kesal karena pertanyaan Kyuhyun yang terlalu jauh untuk dipikirkannya.

" Kyuhyun~ssi, kamu tidak boleh pesimis seperti itu. Kamu harus yakin, bahwa kondisimu akan semakin membaik", sahut Sie Kyung kepada Kyuhyun

" Cheongmal?, lalu, bagaimana dengan ini Dok?", Tanya Kyuhyun dengan mengelus kepalanya yang ternyata kini rambutnya rontok semakin banyak, bukan hanya sehelai dua helai melainkan setengah dari telapak tangannya.

Sie Kyung dan Kibum tampak sangat terkejut saat Kyuhyun memperlihatkan rambutnya yang rontok kepada mereka. Sie Kyung mengambil rambut Kyuhyun yang rontok itu dari tangan Kyuhyun.

" Saeng…", ujar Kibum dengan nada suaranya yang mulai bergetar saat ia memanggil Kyuhyun

" Apa kejadian ini sudah sering terjadi Kyu?, maksudku apakah rambutmu sudah semakin sering rontok seperti ini?', Tanya Sie Kyung yang semakin cemas akan keadaan Kyuhyun

" Eoh…, aku sudah sering menemukan rambutku yang rontok ketika bangun dari tidur atau ketika aku mengelus kepalaku, Dok", sahut Kyuhyun

" Dok, apakah ini pertanda yang tidak baik?", Tanya Kibum yang sangat mencemaskan keadaan Kyuhyun

" Kibum~ssi, sebaiknya kita bawa Kyuhyun segera ke Rumah Sakit untuk memeriksa kondisinya lebih lanjut, dan lukamu sebaiknya di obati di Rumah Sakit juga", saran Sie Kyung

" Nee, Dok", sahut Kibum menyetujuinya

Sie Kyung dan Kibum kini mempercepat langkah kaki mereka menuju Mobil Kibum. Dan rencana awal Sie Kyung untuk menemui si penjaga Kampus, ia tunda karena menurutnya kondisi Kyuhyun ini sangat mengkhawatirkannya.

Setiba di area parkiran, Kibum segera memasukkan Kyuhyun ke dalam Mobil bagian belakang, sedangkan Sie Kyung mengambil alih untuk mengendarai Mobil Kibum, dan Kibum duduk di belakang menemani Kyuhyun.

" Mian saeng, hyung bahkan tidak tahu jika kondisimu sudah seburuk ini", ujar Kibum yang menyesal di depan Kyuhyun

" Gwencana hyung. Dengan adanya hyung disisiku, maka itu akan memberiku kekuatan untuk bertahan dengan kondisiku yang seperti ini" sahutnya.

Kyuhyun segera di bawa ke Rumah Sakit oleh Sie Kyung. Sepanjang perjalanan menuju Rumah Sakit, rasa sakit yang dialami Kyuhyun semakin menjadi, bahkan kini darah hitam dan kental ke luar dari hidungnya, Kibum yang duduk disamping Kyuhyun begitu mencemaskannya. Begitu pula Sie Kyung yang mempercepat laju kendaraannya bahkan ia tidak memperdulikan rambu-rambu lalu lintas, hingga beberapa kendaraan Polisi mengejarnya, namun Sie Kyung tetap tidak perduli.

Kibum yang begitu mengkhawatirkan Kyuhyun, ia merasa bahwa para hyung nya harus mengetahui kondisi yang dialami Kyuhyun saat ini, hingga iapun menghubungi salah satu hyungnya yaitu Sungmin.

Kia Motors

Sungmin yang memiliki perusahaan Kia Motors, dan saat ini ia sedang berada di dalam ruangannya sembari ia menandatangani beberapa file penting yang diberikan oleh Sekretarisnya. Kini aktifitasnya terhenti ketika Ponselnya berbunyi, dan ia menatap nama yang tertera dari ponselnya yaitu salah satu dongsaeng kesayangannya yaitu Kibum.

Tanpa menundanya, Sungmin segera menjawab panggilan masuk dari Kibum.

" Yeobseyo…"

" Hyung, gawat. Hyung harus ke Rumah Sakit Kyunghee, saat ini aku sedang bersama Kyuhyun, dan kondisinya memburuk hyung", terdengar suara Kibum yang parau saat menyampaikan berita buruk ini kepada Sungmin.

Tanpa menyahut perkataan Kibum, Sungmin pun beranjak dari tempat duduknya, bahkan beberapa file penting itu terjatuh dari atas meja dan berserakan di lantai ruangannya. Dan Sungmin tidak perduli, ia segera ke luar dari ruanganya, dan berlari tanpa memperdulikan pegawai bahkan rekan kerja yang berteriak memanggil namanya.

" Sungmin~ssi…."

Sungmin terus berlari dan menuruni setiap anak tangga, bahkan ia tidak masuk ke dalam Lift, karena ia sudah tidak dapat berpikir jernih ketika ia mendengar berita buruk mengenai kondisi Kyuhyun. Peluh keringat mengalir deras hingga membasahi tubuhnya, ia tidak dapat menangis, karena hatinya yang begitu mencemaskan dongsaeng bungsu kesayangannya itu. Bahkan dalam hati ia selalu bergerutu kesal pada dirinya sendiri.

" Ini salahku…ini adalah salahku"

Para pegawai yang bekerja di Perusahaan milik Sungmin, bahkan merasa aneh pada sikap Sungmin yang berlari terburu-buru bahkan ia menabrak beberapa pegawai yang berjalan di depannya, bahkan tanpa meminta maaf pada pegawai tersebut. Kejadian ini baru pertama kali mereka saksikan, setelah sekian lama para pegawai Sungmin bekerja bersamanya. Karena para Pegawainya sangat mengenal watak Bos mereka yang sangat sopan, ramah, bahkan sering kali meminta maaf jika ia melakukan kesalahan pada orang lain.

" Bos kita kenapa?", Tanya salah satu pegawai kepada temannya

" Molla, tidak seperti biasanya, Bos seperti ini", sahut pegawai yang satunya lagi

" Nde"

Sungmin yang kini sudah berada di lantai dasar Perusahaannya, ia segera ke luar dan menuju parkiran Mobil, area parkiran itu sangat sepi dan Mobilnya di parkir Khusus di mana hanya Mobil Sungmin yang terparkir di parkiran VIP tersebut.

Sungmin segera masuk ke dalam Mobil, kemudian ia memasukkan kunci dan mengendarai Mobilnya dengan kecepatan diatas rata-rata, yang ada dipikirannya saat ini hanyalah Kyuhyun, tetapi sepanjang jalan menuju Rumah Sakit yang disebutkan oleh Kibum, Sungmin tidak lupa mengirim pesan kepada Teukie serta yang lainnya.

Mobil Kibum

" Bertahanlah Kyu", ujar Kibum sembari ia menyeka darah yang mengalir dari hidung Kyuhyun dengan saputangan miliknya.

Kyuhyun tidak dapat berkata apa-apa, dan ia hanya mengangguk mengiyakan perkataan Kibum. Samar-samar Kyuhyun menatap Kibum yang sedang menangis karenanya, hingga Kyuhyun memegang wajah Kibum dan menyeka air mata Kibum dengan tangannya.

" Uljima…hyung", sahut Kyuhyun yang begitu lemah untuk berkata-kata

Kibum meraih tangan Kyuhyun yang menyeka air matanya, kemudian Kibum memegang erat tangan Kyuhyun, lalu Kibum mendekap Kyuhyun erat dalam pelukannya.

" Dulu, jika salah satu dari kita ada yang sakit. Appa akan memeluk kita seperti ini. Tetapi, meskipun appa tidak ada lagi bersama kita, hyung akan selalu memelukmu seperti ini saeng. Hyung janji tidak akan pernah membuatmu menangis dan menderita lagi", ujar Kibum dengan suaranya yang serak seraya memeluk tubuh Kyuhyun yang kini Kyuhyun bahkan tidak dapat mendengar apa yang dikatakan oleh Kibum, karena Kyuhyun sendiri sudah tidak sadarkan diri ketika Kibum memeluknya.

Makam Keluarga Park

Saat ini Teukie sengaja mampir ke Makam kedua orangtua nya, Teukie yang duduk dan berbicara seorang diri di depan makam appa dan juga eommanya, kini ia dikejutkan oleh berita mengenai Kyuhyun yang dikirim oleh Sungmin.

Bagai tertusuk ribuan jarum yang menancap langsung ke hatinya, Teukie terduduk lemas dari posisinya yang sebelumnya sedang berlutut di depan kedua orangtua nya. Teukie menjatuhkan Ponselnya kemudian ia memegang dada kirinya. Ia merasakan sakit yang tidak seberapa dibandingkan rasa sakit yang ia lakukan pada Kyuhyun. Teukie menangis seorang diri dalam kesendiriannya. Ia menundukkan wajahnya. Cuaca yang tadinya cerah kini berubah menjadi cuaca mendung, dan kini setetes demi setetes air hujan jatuh ke Bumi dan mengguyur kota Seoul.

Teukie menyesali perbuatan yang selama ini ia lakukan pada Kyuhyun, hujan semakin deras hingga membuat tubuh Teukie tidak kuat karena hujan yang menderanya, hingga Teukie pun akhirnya rebah di depan makam kedua orangtua nya.

oOo

Teukie terbangun dari tidurnya yang kini ia berada di dalam ruangan kerjanya. Teukie terbangun karena ia merasa bahwa ada yang sedang mencaci Kyuhyun. Entah perasaan itu benar atau tidaknya, kini Teukie ke luar dari ruang kantor, dan menuju asal suara tersebut. Teukie berdiri di lantai 2 dan memegang pagar pembatas. Teukie menatap ke bawah, dan ia menemukan Kyuhyun yang kini berada di tengah-tengah para pegawainya, Taecyeon, klien dari Jepang dan AS.

" Kalian lihat namja cacat ini…, dia tidak punya malu sama sekali untuk datang ke Perusahaan besar seperti ini…, berani-beraninya ia melamar pekerjaan di Perusahaan besar seperti ini…", ujar Taecyeon yang mempermalukan Kyuhyun di depan semua pegawai bahkan Klien yang sedang bersamanya saat ini.

" Memangnya dia siapa?", Tanya Klien yang sedang berdiri di sisi kanannya

" Dia pegawai baru?", Tanya salah satu Klien yang penasaran pada Kyuhyun yang kini ia berdiri di tengah-tengah pegawai, Taecyeon serta Klien yang lain.

" Aniyo…DIA HANYALAH PENGEMIS CACAT YANG TIDAK TAHU MALU", sahut Taecyeon dan menatap Kyuhyun dengan penuh kebencian.

Kyuhyun hanya bisa diam tanpa bisa membela dirinya di depan banyak orang, bahkan dadanya sangat sesak untuk menahan rasa sakit hati yang ia pendam saat ini. Teukie yang berdiri di lantai 2, hatinya sangat terpukul saat mendengar semua yang dikatakan Taecyeon mengenai Kyuhyun di depan banyak orang.

" SAMCHON KETERLALUAN!", Teukie berteriak dari lantai 2

Namun Taecyeon tidak memperdulikan teriakan dari Teukie yang sangat marah padanya. Dan dengan seenaknya Taecyeon mengusir Kyuhyun dengan cara mendorong Kyuhyun hingga terjatuh ke lantai, kemudian menarik tangan Kyuhyun lalu menyeretnya ke luar dari Perusahaan milik Teukie.

" ANDWAE!",

oOo

" Hosh…hosh..hosh…", Teukie terbangun dari mimpi buruknya, lalu terduduk diatas kasur. Teukie memandangi sebuah ruangan yang serba hijau, sebuah penghangat terletak di atas meja sisi kiri, lengannya yang tertusuk selang infuse, serta ia menatap salah satu dongsaeng yang sedang terlelap di kursi karena sibuk menunggu dirinya yang pingsan ketika berada di Makam.

" Chullie~ah…", panggil Teukie

" Ngg…", Chullie menggeliat ketika ia terbangu dari tidurnya

" Hyung sudah sadar", ujarnya sembari membenarkan posisi duduknya

" Bagaimana hyung ada disini?', Tanya Teukie bingung

" Tadi aku dan Hangeng mencari hyung, karena hyung tidak ada di Rumah Sakit, aku pikir hyung ada di makam appa dan eomma, ternyata aku benar. Aku dan Hangeng menemukan hyung sudah tidak sadarkan diri disana", sahut Heechul

" Kyuhyun…, bagaimana keadaannya?", Tanya Teukie cemas

" Huft…", helaan nafas berat ke luar dari mulutnya

Teukie dapat menangkap ada yang tidak beres sedang terjadi pada Kyuhyun.

" Katakan pada hyung, bagaimana keadaan Kyuhyun?", Tanya Teukie lagi

" Kyuhyun masih belum sadarkan diri hyung, Dokter Sie Kyung menyarankan bahwa Kyuhyun harus menjalani cuci darah dan melakukan kemoterapi, karena Cuma jalan ini yang dapat memperlambat perkembangan sel kanker nya", sahut Heechul

" Hyung ingin bertemu dengan Kyuhyun, tolong antarkan hyung ke sana", pinta Teukie

" Nee, hyung", sahut Heechul

Heechul membantu Teukie dengan membawa alat infuse Teukie, dan mengantar Teukie menuju ruangan Kyuhyun. Di depan kamar inap Kyuhyun, tampak beberapa dongsaengnya dengan raut wajah cemas, masih menunggu dengan setia di depan kamar inap Kyuhyun. Ketika salah satu dari mereka melihat Teukie yang dipapah oleh Heechul, iapun beranjak dari tempat duduknya, dan apa yang ia lakukan tadi membuat Kibum melakukan hal yang sama seperti apa yang Yesung lakukan.

Tetapi bukannya Kibum membantu Teukie yang sedang dipapah oleh Heechul, bahkan Yesung pun dilaluinya dengan mempercepat langkah kakiya. Kibum tidak dapat mengontrol emosinya ketika ia melihat Teukie, hingga tidak memperdulikan kondisi Teukie yang saat ini sedang sakit, Kibum mendorong Teukie hingga papahan Heechul terlepas dan Teukie tersungkur ke lantai.

" KIBUM!", bentak Heechul dan Yesung bersamaan.

" WAE?!", sahut Kibum kesal dan menatap dingin Heechul, Yesung dan juga Teukie

" Teukie hyung sedang sakit, kenapa kamu mendorongnya seperti itu?", Tanya Heechul sembari ia membantu Teukie untuk berdiri.

" KALIAN SEMUA KETERLALUAN!, APA YANG TERJADI PADA KYUHYUN, JUGA KARENA KALIAN!", ujar Kibum berteriak pada mereka

Sungmin dan Eunhyuk menghampiri Kibum dan mengajaknya untuk duduk.

" Hentikan Kibum~ah, jika Kyuhyun mendengarnya, maka hatinya akan semakin sakit mendengar pertengkaran ini", ujar Sungmin sembari memegang pundak Kibum, kemudian mengajaknya untuk duduk.

" Sabarlah hyung, Kibum hanya marah sesaat saja", ujar Yesung pada Teukie

" Arasseo", sahut Teukie yang mengerti watak Kibum jika ia sudah marah.

" Apa Taecyeon ajussi mengetahui Kyuhyun ada di Rumah Sakit ini?", Tanya Teukie

" Aniyo hyung, kami semua sengaja tidak ada yang memberitahukan hal ini kepada Taecyeon ajussi", sahut Heechul

" Syukurlah kalau begitu", sahut Teukie lega

" Wae hyung?", Tanya Yesung

" Gwencana", sahutnya berbohong

Teukie menyembunyikan rasa takut atas mimpi yang dialaminya barusan. Dan ia tidak menyampaikan mimpi tersebut kepada para dongsaengnya.

TBC

Saksikan terus ya chapt demi chaptnya ^^