"Mungkin ini ide yang buruk"

Killua hanya bisa menggumamkan kata itu sendiri ketika melihat toko sayur yang tak lain adalah toko dimana tempat Gon tinggal. Bisa Killua lihat, saat ini Gon dengan senyum bisnisnya menarik perhatian pelanggan untuk membeli sayur-sayurnya.

"Apa aku pergi saja?"

Oke, dia mulai bisa merasa jantungnya bakal meledak meski hanya melihat Gon dari jauh saja. Melihat Gon lebih dekat malah bakal bisa membuat dia sakit jantung mendadak.

"Mungkin lebih baik mengunjungi dia lain kali saja"

Killua pun mulai menoleh kebelakang dan bersiap untuk pergi. Dalam hati mengatai dirinya sendiri pengecut untuk tidak berani mendekati Gon.

"Killua? Sedang apa kamu disini?"

ALAPAAKKKK(?) Napa gadis manis ini harus muncul!? Bukannya dia lagi jaga toko!? Oh, ada bibinya. Tunggu! Bukan itu maksudku!

Killua hanya bisa salting dan diem saja, kaget melihat Gon yang saat ini tepat didepannya dan melihat dirinya dengan expresi binggung sambil sedikit memiringkan kepalanya. Oh Tuhan, kenapa gadis ini benar-benar manis sekali!? Aku bisa meleleh dalam cuteness overload ini!

"Killua? Kenapa kamu terlihat takut begitu!? Apa aku terlihat akan memakanmu!?" ucap Gon sambil memperlihatkan puppy eyes miliknya.

`Gw meleleh. Gw beneran meleleh' Pikir Killua yang benar-benar gemas sekali melihat Gon. Akhirnya setelah berdiam diri beberapa detik, Killua mulai sadar.

"Err, maaf. Aku hanya kebetulan lewat saja Gon. Aku tidak tahu kalau kamu ada disini" bohong Killua yang bener-bener lancar, selancar bisnisnya.

"Bibiku membuka toko sayur disini dan biasanya aku selalu membantunya" kata Gon sebelum membungkuk. "Kalau begitu, aku kembali membantu dulu. Sampai jumpa lagi Killua"

"A-ah tunggu!" ucap Killlua sambil memegang tangannya Gon.

"Ya?" Gon pun mulai bingung.

`Aduh, gimana nih. Aku spontan aja mencegah dia pergi. Apa yang harus kulakukan sekarang!?' Pikir Killua yang bener-bener panik. Otaknya pun mulai mencari alasan dalam kecepatan yang sangat super.

"Boleh aku membantumu?" Tanya Killua.

"Eh?" Gon mulai kaget

"Ti-Tidak bisa ya?" Yah, Killua tahu kalau itu mustahil tapi dia menjadi kaget saat melihat Gon tersenyum.

"Benarkah? Ayo!" ucap Gon sebelum menggandeng tangan Killua dan membawanya ke toko.

`U-Uwahhh. T-tunggu! Jantung gw! Debaran jantung gw udah mulai berdetak kelewat batas!' Pikir Killua yang bener-bener sudah super panik ketika digandeng juga dibawa oleh Gon.

"Ara? Gon? Siapa cowok tampan itu? Pacarmu!?" ucap bibinya Gon.

"Eh? Pacar?" Gon pun jadi bingung.

"Err- itu-uhm" Killua bener-bener gak bisa ngomong apa-apa. Mau membantah, gak niat. Mau mengaku, bukan kenyataan. Musti jawab apa dia?

"Bibi Mito, Killua itu temanku" ucap Gon tanpa ada maksud apa-apa.

JLEB!

Kata teman itu serasa menusuk Killua dengan tajamnya. Oh, inikah rasanya di friend-zoned? Sungguh sebuah pengalaman yang tak akan pernah terlupakan. Moment paling sesak dan paling sakit yang pernah exist di kehidupan Killua. Intinya, sakit sekali.

"Wah, begitu. Sayang sekali Gon, padahal dia benar-benar tampan" ucap Mito.

`Heh!? Gw dapat restu dari bibinya!?' Pikir Killua dengan mood yang sedikit baikan.

"Eh? Menurutku Killua itu biasa saja kok" ucap Gon lagi tanpa ada maksud apa-apa.

JLEB! JLEB!

Tampang gw yang selalu ngebuat gw dikejar-kejar ama fangirls itu biasa saja!? Gw yang selalu dibilang paling populer, cakep, keren, tampan ini rupanya hanya tampang biasa saja untuk Gon!? Tampang seperti apa yang keren ato cakep buat Gon?! Apa gw mesti operasi plastik!? Wah, otak Killua sudah mulai error.

"Gon, Gon. Kukira kamu membawa pacarmu sebagai cowok seganteng ini. Rupanya aku salah, kamu mungkin bakal susah dapat pacar" ucap Mito dengan sedikit menggeleng geleng kepalanya.

"Yah, aku kan belum pengen punya pacar" ucap Gon kembali tanpa maksud apa-apa.

JLEB! JLEB! JLEB!

Dia belum pengen punya pacar!? Kenapa?! Kenapa!? Aku janji akan selalu melindungimu! Aku janji akan membahagiakanmu! Aku janji kalau aku akan selalu bersamamu! Aku bersumpah! Kenapa kamu tidak memberikan secercah harapan padaku! Yup, Killua mulai merana.

"Sudahlah, jadi kamu bawa dia buat apa?" Tanya Mito.

"Ah! Killua bilang kalau dia berniat membantu toko. Boleh kan?" ucap Gon sambil senyum.

"Hmm. Begitu ya. Baiklah, coba bantu angkat kardus-kardus isi sayuran ini ya" ucap Mito sambil menunjuk beberapa kardus-kardus.

Yeah, hari pertama dia bekerja di toko sayuran pun dimulai.

Dengan mudahnya, Killua mengangkat kardus-kardus isi sayuran itu keluar dan memindah isi sayuran ke meja, juga dengan mudahnya dia menarik pelanggan cewek-cewek juga tante- yang terpesona dengannya hingga mereka membeli sayuran berkardus-kardus.

"Wahh, Killua hebat" ucap Gon yang melihat banyak sekali sayuran mereka yang terjual.

"Hm, mungkin dia boleh jadi pegawai tetap ya" ucap Mito yang terkesima juga.

Akhirnya, toko sayur milik Mito pun mengalami kehabisan stok dalam waktu yang singkat, berkat Killua tentunya.

"Wahh~ Terima kasih Killua, tak disangka semua sayurnya terjual habis juga" ucap Mito sambil menepuk tangannya. Saat ini mereka bertiga berkumpul di dalam. Untuk menunjukkan rasa terimakasih, Mito mengundang Killua untuk minum teh.

"A-Ah, tidak masalah" ucap Killua, sedikit malu-malu.

"Killua, mau makan cake?" Tawar Gon yang saat ini membawa cake coklat dengan strawberry sebagai topping. Killua yang sangat menyukai makanan manis pun mulai mengangguk dengan senang.

"Baiklah, selamat makan" ujar Killua sebelum memakan kuenya.

"Bagaimana rasanya?" Tanya Gon.

"E-Enak sekali! Benar-benar lezat!" ucap Killua sebelum memakan kuenya kembali tanpa sisa.

"Benarkah? Baguslah. Aku tidak sempat membeli kue di toko, jadi aku membuatnya sendiri" ujar Gon.

`Dia bisa buat cake sendiri? Calon pacar atau istri gw ini benar-benar TOP! Ahh~ Beruntungnya gw' Pikir Killua sebelum meminum tehnya.

"Gon. Bisa tolong bantu angkat jemuran di belakang?" tanya Mito pada Gon.

"Ah, baik" ucap Gon singkat sebelum pergi, tak lupa permisi pada Killua.

Killua pun jadi diam. Tidak tahu mau ngomong apa di depan bibi calonnya itu.

"Jadi Killua" ucap Mito, memulai percakapan.

"Y-ya?" Tanya Killua

"Kamu suka pada Gon kan?" tanya Mito.

JLEB! Tepat sasaran!

"Ah-it, itu-anu" Muka Killua pun mulai memerah dan gak bisa ngomong apa-apa. Benar-benar shock dia.

"Sudah kuduga" Ucap Mito dengan senyum.

Killua pun jadi berkeringat dingin. "Err, apa anda marah?"

"Marah? Kenapa aku harus marah hanya karena kamu menyukai keponakanku?" ucap Mito dengan santainya.

Oke, Killua tahu kalau mungkina ada benarnya juga tapi apa bibinya ini tidak merasa sedikit protektif dengan keponakannya?

"Lagipula, kamu terlihat seperti seseorang yang akan menjaga Gon dengan baik" lanjut Mito dengan senyum.

Killua mulai terharu, tak disangka dia mendapat restu dari bibinya itu.

"Tapi.."

"Tapi?" Tanya Killua

"Kalau ada sesuatu yang buruk terjadi pada Gon, jangan harap kamu akan selamat ya" ucap Mito, masih tersenyum tapi mematahkan garpu.

"Ti-Tidak akan! Itu tidak akan pernah terjadi!" Langsunglah Killua ngomong itu dengan spontan.

"Tidak akan apa?" ujar Gon tiba-tiba muncul.

"Eh!?" Killua mulai kaget.

"Ah,, maksudnya Killua tidak akan meninggalkanmu dan membuatmu sedih" ujar Mito.

"HAA!?" Langsunglah Killua mulai jawdrop dengan muka yang merah sekali. Napa bibinya itu mesti bilang itu ke Gon? Yah, meski emang dia tidak akan meninggalkan Gon ato membuat dia nangis.

"Benarkah itu?" Gon pun langsung ngeliat Killua.

"I-Itu" ucapan Killua terputus. Dia mulai menghela napas sebelum diam beberapa detik dan melihat Gon dengan serius.

"Aku bersumpah tidak akan pernah meninggalkanmu atau pun membuat kamu sedih. Aku berjanji akan selalu bersamamu dan akan selalu menyayangimu"

Hening

"Waii~"

Tak disangka Gon mulai meluk Killua, sukses membuat dirinya jadi overheat.

`T-Tunggu dulu! Sekarang malah dipeluk!? Ja-Jantung gw, Oh Tuhan. Wangi banget gadis ini, wangi mawar dan dia juga hangat. Eh!? TUNGGU!' Oke, Killua mulai error lagi.

"Terima kasih Killua! Kamu memang sahabat baikku!"

CTAAARRRR!

Sahabat…

Sahabat…!

Sahabat…!?

SAHABAT!?

Kata sahabat itu benar-benar meruntuhkan hati Killua. Terpukul sekali, awalnya teman, sekarang malah sahabat. Sakit sekali hati dia ini sekarang. Polos juga ada batasnya lah! Tega banget kagak merasa sudah menyakitiku dengan kata itu. Killua pun sudah bisa merasakan hatinya mulai retak dan mungkin bakal pecah tiba-tiba.

Mito hanya bisa menggeleng-geleng kepala dan menghela nafasnya. Diam-diam, dia benar-benar bersimpati sama Killua yang kelihatannya benar-benar depresi sekali.

Akhirnya, Killua pun pulang ke rumahnya dengan gontai. Hanya sebatas teman dan sahabat, sungguh dia masih memikirkan hal itu. Apa yang harus dia lakukan agar Gon benar-benar jatuh cinta padanya? Pantas saja Kuroro-senpai bilang padanya kalau ini bukan hal yang mudah. Dia pun sudah tidak peduli lagi dengan pabrik chocorobo-kun beserta dengan pekerjanya. Yang dia inginkan sekarang hanyalah Gon yang membalas perasaannya. Kapan itu akan terjadi?

Pada akhirnya, dia hanya bisa berbaring dengan depresi di tempat tidurnya, membuat orang tuanya dan pelayan-pelayannya khawatir melihat Killua seperti itu. Yah, meski gitu, Killua hanya cuek saja. Di pikirannya hanya ada Gon saja yang hanya mengganggapnya sahabat. Semakin diingat, semakin sakit yang dia rasakan.

Tiba-tiba, hp milik Killua pun bergetar, menandakan sms masuk. Masih depresi, dia pun membuka sms tersebut, tak disangka kalau sms itu berasal dari Gon.

`Terimakasih untuk hari ini ya Killua. Sampai sabtu ya, semoga kita bisa bersenang-senang'

Membaca sms itu pun membuat Killua jadi ingat kalau di hari pertama dia bertemu Gon, mereka berjanji untuk keluar bersama-sama di hari sabtu yang yah, seperti kencan bukan?!

Akhirnya dengan mood yang agak baikan Killua pun meng-sms Gon balik.

`Ya tentu saja. Ada tempat yang ingin kamu kunjungi sabtu nanti?'

Seperti inilah sms mereka. K itu dari Killua dan G itu dari Gon.

G: Hmm, aku sih tidak tahu mau kemana. Kemana saja, tidak masalah sih. Bagaimana denganmu Killua?

K: Hmm yah. Kemana saja emang gak masalah.

`Asalkan bisa terus bersama denganmu sih' pikir Killua saat mengetik sms ini.

G: Ah, bagaimana kalau kita pergi ke kolam renang?

BRUGH!

Killua pun terjatuh dari tempat tidurnya.

`KOLAM RENANG!? GW BAKAL NGELIAT DIA PAKAI BAJU RENANG!? Tapi bukan hanya aku saja kan yang melihatnya? Ada belasan orang juga disana' Pikir Killua awalnya semangat sebelum berubah jadi tatapan membunuh di akhir.

G: Ah, sepertinya lebih baik tidak usah pergi ke kolam renang.

`Kecewa. Batal deh ngeliat Gon dalam baju renang' Pikir Killua sebelum akhirnya naik kembali naik ke tempat tidurnya.

G: Karena aku baru ingat, baju renangku sudah kekecilan. Agak sesak di area dada, jadi mesti beli baju renang yang baru. Sayang sekali, padahal baru beberapa hari yang lalu aku beli.

DUAK!

Killua terjatuh kembali.

`WHATS! SERIUSAN!? Gak nyangka' Pikir KIllua sebelum mukanya memerah. Mending gak usah intip apa yang dia pikirkan sekarang.

K: Oh gitu. Kalau gitu, ada tempat lain yang kamu mau pergi?

G: Gimana kalau pergi ke Hotel Luprika?

GABRAK!

Sekarang Killua mulai terjatuh dengan tidak elit.

`Haaahhh!? Tunggu! Bukannya dia ini polos!? Tapi dia ngapain mau ke hotel!? G-Gw belum siap untuk-

G: Temanku pernah kesana buat ke restorannya dan katanya lezat sekali makananya. Apalagi ada grand opening diskon, aku tertarik setelah melihat foto-foto yang dia ambil. Sabtu ini masih ada grand opening diskonnya, mau pergi?

`Oh. Oke, dia emang polos' Pikir Killua dan tidak tahu kalau dia mesti lega atau kecewa.

K: Boleh-boleh saja. Tidak masalah kok.

G: Benarkah? Kamu tidak merasa kalau aku memaksa kan?

K: Tentu tidak, aku juga tidak tahu mau kemana jadi bolehlah kita pergi kesana, sabtu ini

G: Baiklah tapi, setelah itu, kita pergi kemana?

K: Err- kemana saja?

G:Yah, kita pikirkan saja dulu ya. Maaf Killua, aku harus pergi. Bibi Mito sekarang memanggilku.

K: Oke tidak apa-apa. Sampai sabtu ya.

G: Baiklah, sampai sabtu juga Killua. Bye-bye.

Percakapan sms itu pun telah berakhir.

"Yah, sukses juga dia membuatku merasa agak baikan" ujar Killua sambil menatap layar hpnya dengan senyum.

"Hmm, setelah pergi makan, enaknya pergi kemana ya?" Killua pun mulai bingung, secara meskipun dia selalu dikejar cewek-cewek, dia tidak pernah berkencan sekalipun.

"Juga, aku harus pakai baju apa ya pas kita pergi nanti?" Killua pun mulai bingung.

Killua pun sadar kalau dia sepertinya harus extra mempelajari apa yang harus dia lakukan atau katakan pada Gon dalam dating mereka berdua ini. Dia ingin agar hari sabtu ini bakal perfect dan membuat Gon senang.

Ketika Killua sedang memikirkan rencana dalam planning untuk sabtu ini, Killua mulai sadar akan satu hal.

Hal ini tidak akan mudah.

Review

Ailasca-chan (chapter 1): Akhirnya bisa update juga. Terimakasih reviewnya XD

Shimizu Aya (chapter 1): Sekarang update. Maaf atas kesingkatan kata-katanya. Berkat itu, sekarang sudah mulai jarang buat nambah angka 2 dia kata-kata yang berulangan. Yah gpp, terima kasih atas saran dan review anda ^^

R-chan (chapter 1) Maaf, padahal aku uda baca dari awal ampe akhir juga. Tak disangka masih ada typo. Yah maaf dan terima kasih buat reviewnya.

Mari (Chapter 1) Gak perfect lah, Gon itu polos amat sampe-sampe mesti ada pelindungnya. Haha, maaf buat update yang telat. Selamat menikmati chapter selanjutnya.