"Killua, kamu tidak apa-apa?" Tanya Gon setelah sedikit mengucek matanya dan terkejut melihat Killua yang saat ini sedang bergetar dengan muka merah dan sedikit menitikkan air mata.

"Ti- Tidak apa-apa" ucap Killua sambil menahan kesemutannya.

Tak disangka Gon malah tertidur dengan pulasnya di pelukannya selama 3 jam dan selama itulah Killua gak tega bergerak karena pas dia ada sedikit bergerak, kelihatannya mengganggu Gon yang membuat dia hampir saja bangun. Jadilah dia hanya diam sama sekali, sambil mencoba untuk menguatkan imannya dalam melihat wajah manis Gon yang tertidur.

"Sudah hampir malam. Orangtuamu tidak khawatir Killua?" ucap Gon yang merasa bersalah.

"Ti- tidak apa- apa. A- aku telepon nanti" Killua pun sedikit menahan kesemutan lagi.

"Maaf" Gon pun mulai menjadi sangat bersalah.

"J- jangan dipikirkan. Aku baik-baik saja- Whoa" ucap Killua yang kehilangan keseimbangan.

Yeah, biar Gon gak bersalah lagi. Killua pun mencoba untuk membuktikan dirinya baik-baik saja dengan berdiri, tapi ternyata kesemutan itu membuat kakinya lemas. Jadilah dia kehilangan keseimbangan dan- jatuh kearah Gon dengan menindihnya dan-

Chu~

`#$^# $% #%$# %$ ' Pikir Killua dengan bahasa alien yang kemudian sadar akan posisi mereka, mulai error dan overheat saat melihat dirinya sekarang tanpa sengaja sedang berciuman dengan Gon. Tepat di bibir pula!

Akhirnya, dengan gerakan cepat pun Killua memisahkan dirinya dengan Gon. Sekarang, saking pikirannya melayang jauh, kesemutan dia pun sudah gak bisa dia rasakan.

`Mampus gue! Gw malah mencium dia pula, meski gak sengaja. First kiss gw juga ini. Gimana kalo Gon jadi benci ama aku gara-gara ini! Gimana kalau gw dimutilasi (?) ama bibi Mito kalau dia tahu. Gimana kalau kejadian ini tersebar dan gw malah dikira orang mesum pula! Gimana kalau-'

"Killua?" ucapan singkat Gon itu pun berhasil membuat Killua sadar dari pikirannya.

"Y- ya?" ucap Killua mulai takut-takut ketika melihat Gon. Dalam hati benar-benar mempersiapkan dirinya untuk menerima hukuman dari Gon. Kalo perlu, dia bakal melakukan seppuku untuk menebus kesalahannya (artinya membelah perut dengan pedang sebagai permintaan maaf yang dalam)

"Kamu tidak apa-apa?" Tanya Gon dengan khawatir.

"Eh!?" Killua mulai kaget "Y- ya tidak apa-apa"

"Baguslah dan satu hal lagi soal tadi" ucap Gon dengan nada dan muka serius.

`Glek!' Killua mulai menelan ludah susah payah. Here it comes! Pukulan, Tamparan, Hinaan atau Ejekan bakal dia ambil!

"Aku kan tidak tenggelam. Kenapa kamu memberiku nafas buatan?" tanya Gon dengan sedikit memiringkan kepalanya.

"HEH!?" Killua mulai melotot dengan anehnya.

"Apa kamu sedang mempraktekkannya?" tanya Gon lagi.

Pikiran Killua pun sudah mulai kacau. Rasanya seperti ada hujan dan badai dengan matahari bersinar. Ciuman tadi itu malah dikira Gon sebagai nafas buatan atau CPR!? Anak ini begitu polosnya sampai gak tau ciuman!?

Killua jadi lemas kembali. Gak tahu apa yang harus dia katakan atau lakukan sekarang. Kepalanya pun mulai sakit sekarang, mungkin dia perlu obat sakit kepala ketika dia pulang nanti.

"A- aku tidak sengaja tadi. Maaf dan hujannya sudah reda. Aku pulang dulu ya" ucap Killua yang saat ini merasa pikirannya saat ini sedang berkecamuk.

"Oh, baiklah Killua. Terima kasih sudah membantuku ya, sampai besok" ucap Gon sambil tersenyum.

Killua pun tersenyum kecil dengan pahitnya "Ya, sampai besok" sebelum keluar rumah Gon dengan sedikit lunglai.

Dalam perjalanan pulang pun Killua hanya bisa diam dan otaknya hanya bisa memikirkan kejadian ciuman tadi yang menurut Gon tidak ada artinya. Hanya praktek nafas buatan saja, rasanya miris sekali.

Jemari Killua pun mulai merasakan bibirnya, dia seperti masih bisa merasa bibirnya Gon di miliknya.

"Bibirnya, lembut sekali" Gumam Killua dengan muka merah.

Akhirnya hari sabtu jam 10.00 di Taman York Shin

Killua saat ini memakai kaus putih dengan jaket hitam dan celana ketat abu kegelapan juga sepatu putih. Seperti biasa mengundang cewek-cewek yang terpesona dengannya. Killua masih saja memikirkan kejadian ciuman tak disengaja yang dikira nafas buatan oleh Gon itu, akhirnya dia pun mulai menggeleng gelengkan kepalanya, mencoba untuk fokus saja dalam outing mereka kali ini. Bukan kencan, seperti Gon mengira ciuman gak sengaja itu nafas buatan. Rasanya terpukul sekali.

"Ah, Killua~"

Suasana suram Killua pun langsung jadi suram lagi, melihat Gon yang mendatanginya dengan memakai baju pink dengan corak penuh bunga kuning yang sepertinya terbalik dan celana pendek selutut dengan sandal. Yah, mungkin Gon emang gak ada fashion sense yah. Apa Gon gak tahu kalau hotel Luprika itu lumayan mewah dan kalau mereka masuk, sudah dipastikan Gon yang bakal ditendang keluar secara penampilannya itu sangat gak elit.

"Gon, tolong katakan kalau kamu gak bermaksud untuk memakai pakaian ini seharian dan kamu hanya bercanda" ucap Killua, masih degan suramnya.

"Eh? Memang bakal pakai baju ini kok. Kenapa memangnya?" ucap Gon dengan bingung.

Langsunglah Killua nepok jidat yang menambah bingungnya Gon. Bahkan beberapa orang yang lewat pun mulai bisik-bisik saat melihat Gon.

Dengan emosi, Killua pun langsung menarik Gon yang membuatnya kaget, pergi jauh jauh dari keramaian orang dan akhirnya sampailah mereka ke butik yang sangat mewah dan high class.

"Ah, Tuan Muda Killua. Ada perlu apa?" tanya salah satu pegawai itu.

"Tolong carikan dress terbaik untuk dia" ucap Killua sambil melihat Gon saat perkataan dia.

"Tentu saja. Mohon tunggu sebentar" Pegawai itu membungkuk sebelum pergi.

"Eh!? Tunggu Killua. Ada apa ini?" tanya Gon dengan bingungnya apalagi baru pertama kali dia ke tempat seperti ini.

"Kamu perlu ganti baju. Bajumu itu gak cocok" Ucap Killua.

"Eh masa? Kukira bagus saat aku memilih baju pertama kalinya" ucap Gon.

Langsunglah Killua terkejut "Ha? Pertama kali?"

"Iya, kalau bukan bibi Mito, biasanya Kurapika senpai yang milihin tapi mereka berdua sedang pergi liburan" ucap Gon.

"Argh, pantesan" ucap Killua dengan geram sebelum mengambil hpnya dan mengetik sms dengan cepat. Dia benar-benar gak menyangka kalau Gon rupanya emang gak ada fashion sense.

"Ngomong-ngomong Killua, semua baju ini mahal sekali ya. Juga, kenapa pegawai tadi bilang kamu Tuan Muda?"tanya Gon dengan bingung dan juga benar-benar gugup melihat interior dan desain baju yang sangat high class.

"Wajar saja. Toko butik ini milikku sebenarnya" ucap Killua dengan tenangnya setelah menaruh hpnya di kantong celananya.

Hening~

"Ah, tuan muda. Dress terbaik sudah disiapkan" ucap pegawai tadi yang datang kembali.

"Bagus. Bawa dia ke VIP room" ucap Killua sambil menyerahkan Gon.

Gon yang masih shock pun hanya bisa diam saja dan diajak di VIP room. Sementara Killua kemudian menyambut beberapa orang yang muncul beberapa saat kemudian.

"Aku serahkan dia pada kalian" ucap Killua yang membuat seluruhnya mengangguk.

Dua jam kemudian

"Killua?"

Killua yang lagi duduk di ruang tunggu dan melihat perkembangan saham miliknya di hp pun mulai melihat ke arah suara dan-

Prak, Klak

Hp Killua pun tak sengaja dijatuhkan ama Killua secara dia mulai ternganga melihat kecantikan gadis itu mulai bersinar yang menurutnya tiada bandingannya.

Gon saat ini memakai one piece dress selutut dengan warna hitam dan high heels warna putih. Leontin warna perak dengan batu sapphire beserta berlian kecil diantaranya pun menghias lehernya. Rambut panjang Gon pun dibuat bergelombang dan jepitan kupu-kupu emas bermanik berlian pun dipasangkan di sisi kanan kepalanya. Mukanya pun diberi make-up yang natural dan memakai lipstick. Penampilan seperti itu membuat Gon seakan-akan, merupakan dewi yang turun dari langit.

"Ca- Can- Cantiknya" Gumam Killua dengan pelannya. Killua pun menjadi sangat terpesona melihat Gon yang didandani dengan penampilan baru ini. Dia nanti harus berterima kasih kepada grup make-up dan stylist professional yang dia minta datang tadi.

Gon hanya bisa blushing malu. Saat ini pun dia agak kesusahan berjalan dengan high heels.

"Killua, apa ini tidak berlebihan? Kita seperti mau ke pesta saja" ucap Gon yang kesusahan dalam berjalan.

"Tentu saja tidak. Lagipula kamu terlihat manis sekali" ucap Killua sambil berdiri dan mengambil hpnya yang untungnya tidak rusak.

"Eh?" Muka Gon pun langsung memerah.

"Ah" Muka Killua pun ikut memerah juga. Tak disangka kalau dia tiba-tiba langsung saja bisa memuji Gon, padahal selama ini dia hanya bisa mengatakannya dalam hati saja.

Suasananya pun menjadi canggung. Killua pun gak tahu lagi mesti bilang apa sementara Gon yang gak biasa dipuji pun hanya bisa mencoba untuk menyembunyikan wajahnya yang memerah karena malu.

"Etto, mungkin kita lebih baik pergi sekarang" ucap Killua dengan gugup.

"Y- ya, kyaa~" ucap Gon yang ketika melangkah, mulai kehilangan keseimbangan.

Dengan reflexnya, Killua pun menahan Gon agar tidak terjatuh. Dengan tangan kanannya memeluk pinggang Gon dan tangan kirnya menahan punggungnya. Muka merah mereka berdua pun mulai menjadi lebih memerah lagi.

"Gon, kamu- tidak apa-apa?" Tanya Killua dengan khawatir.

"A- iya. Baik-baik saja" ucap Gon sambil sedikit mengangguk. Dia masih merasa malu karena memakai pakaian yang tidak biasa padanya.

Masih di posisi sama, Killua bisa merasakan mukanya mulai menjadi lebih panas saat melihat Gon lebih dekat, dengan rona merah yang menurutnya menambah kemanisan Gon. Killua mulai diam dan menangkap wangi parfum produk miliknya yang sepertinya dipakaikan kepada Gon. Sesaat untuk Killua, waktu seperti terdiam dan tidak bergerak atau mereka berada di dunia mereka berdua saja.

"Aih, mesra banget mereka berdua" ucap salah satu pengunjung yang melihat Killua dan Gon.

Keduanya pun mulai terkejut dan mendapati seluruh pengunjung yang melihat mereka dengan pandangan sayang bahkan ada juga hela nafas bahagia.

"Romantis sekali anak muda jaman sekarang"

"Jadi ingat masa dulu. Indahnya masa muda"

"Ah, mereka berdua terlihat sebagai pasangan yang cocok"

Dengan malu yang tak tertahankan, Killua pun menarik Gon keluar dari butiknya dengan muka yang sangat memerah. Killua tahu kalau Gon bakal tidak mengerti dengan apa yang mereka bicarakan tapi berlama-lama disitu dan terus-terusan mendengarkan komentar-komentar seperti itu tentu saja akan membuatnya dirinya jauh lebih malu lagi.

"Killua? Apa maksud perkataan mereka tadi?" Tanya Gon dengan bingung.

`Sudah kuduga' pikir Killua dan karena sudah tahu maka dia pun sudah mempersiapkan mental dan batin untuk ini tapi tetap saja hatinya sakit.

"Tidak apa-apa. Lebih baik kita pergi makan siang di hotel Luprika seperti yang kamu inginkan. Aku sudah buat reservasi di waktu sebelumnya" ucap Killua.

"Ah, iya" ucap Gon sambil mengikuti Killua.

Meski sempat berkali-kali hampir jatuh tapi untunglah reflex Killua itu begitu tajam hingga bisa menahan Gon terus-terusan. Tapi kali ini setiap selesai menahannya, langsunglah dia lepasin cepat-cepat dan berjalan kembali. Gak mau dikomentari ama orang-orang sekitar seperti di butik tadi.

Dengan susah payah Killua harus menahan diri agar tidak memeluk dan mencium Gon kembali saat menahan Gon yang hampir jatuh berkali-kali. Akhirnya mereka berdua pun sampai di hotel Luprika dan restorannya.

"Selamat datang. Anda punya reservasi?" tanya salah seorang pelayan.

"Ya, reservasi buat Zaoldyeck" ucap Killua.

"Silahkan, akan aku tunjukkan meja anda" ucap pelayan itu sebelum membungkuk dan pergi sementara mereka berdua mengikutinya menuju ke meja mereka.

"Ini menunya. Harap panggil kami jika anda sudah ingin memesan" ucap pelayan itu memberikan menu sebelum pergi dan membungkuk.

Killua pun melihat menunya dengan santai sementara Gon melihat menunya dengan tatapan horror.

"Gon? Ada apa? Tidak suka?" Tanya Killua dengan bingung. Bukannya dia sendiri yang mau makan disini? Kenapa malah pasang tampang horror seperti itu?

"Ma- mahal sekali meski pun masih ada diskonnya" ucap Gon dengan takutnya.

`Dia baru sadar sekarang?' pikir Killua dengan kagetnya. Mengira kalau setidaknya Gon bakal mengecek harga makanan dari hotel Luprika yang lumayan mewah ini. Bahkan gak buat reservasi juga, untung saja dia sudah buat untuk jaga-jaga.

"Pesan saja yang kamu mau . Aku yang traktir" ucap Killua dengan santainya.

"Tapi-" Gon mencoba untuk protes.

"Kita sahabat kan?" ucap Killua dengan nada tegas sambil melihat menu, tanpa melihat Gon.

Gon pun menjadi hening sebentar sebelum akhirnya mengangguk dan memilih makanan yang dia mau dan memesannya. Kemudian, keduanya pun menunggu makanan dengan suasana yang sangat hening diantara mereka.

"Maaf Killua" ucap Gon tiba-tiba yang memecahkan keheningan.

"Huh? Maaf kenapa?" Tanya Killua dengan bingung.

"Aku- tidak tahu apa-apa. Mungkin aku tahunya hanya menyusahkanmu saja" ucap Gon dengan bersalah.

Killua hanya bisa diam sejenak sebelum akhirnya sedikit tertawa kecil yang membuat Gon jadi heran.

"Bodoh" ucap Killua akhirnya dengan senyum.

"Hah!?" Gon mulai kaget.

"Semua orang itu pasti belajar. Lagipula, hal seperti ini malah jadi pengalaman untukmu dan untukku kan? Hal seperti itu malah bukan masalah untukku" ucap Killua dengan santainya.

"U- uhh, tapi" Gon mulai malu, mukanya sedikit memerah.

"Daripada menyesal, lebih baik enjoy aja. Kita niatnya bersenang-senang kan? Bukan untuk bersedih hanya karena kesalahan kecil" ujar Killua, sedikit menyeringai.

Gon yang mendengar itu pun jadi tersenyum, merasa ucapan Killua itu benar. Akhirnya saat makanan datang, keduanya pun mulai makan beserta bercakap-cakap kecil buat mengenal lebih satu sama lain. Suasana yang awalnya canggung pun malah menjadi suasana yang cukup menyenangkan di antara mereka. Killua pun hanya bisa tersenyum, melihat expresi lucu Gon saat bercerita soal Kurapika senpainya itu dan dibalas dengan Killua menceritakan Kuroro-senpainya itu.

Killua harus mengakui, dia itu cemburu mendengar nama Kurapika itu terus-terusan. Untung saja Kurapika-senpai itu cewek, kalo enggak ya bakal patah hati dia. Saat ini Killua hanya bisa berpikir.

Setelah ini enaknya pergi kemana yah?

Review

Karin Ashiya (chapter 3) Haha, terima kasih banyak ^^. Terus baca ficnya yah ^O^

mari (chapter 3) Sekali lagi, penderitaan Killua malah ditertawakan. Juga maaf kalau romancenya kurang terasa. Karena author mau menyiksa Killua (wkwkwwk) XD (Killua: (O_O;) ) Bercanda kok, hanya pengen memperpanjang alur cerita dengan banyak drama. Tentu saja gak menyinggung dan akhirnya update juga! Yeyy!

Ailasca-chan (chapter 3) Wah, thanks. Author sangat senang mendengarnya. Author akan terus berjuang, Terima kasih sudah terus-terusan membaca dan mereview fic saya, ^v^