"Wah~ Indahnya" ucap Gon sambil berlari kecil sambil menikmati pemandangan yang disajikan untuknya.
"Kamu suka?" Tanya Killua.
"Um" Gon mengangguk dengan semangat dan tersenyum manis.
Melihat senyum manis Gon itu pun tak kuasa membuat Killua tersenyum juga. Saat ini setelah makan, Killua pun membawa Gon ke akuarium. Untung saja Gon menyukainya, Killua bersyukur karena sudah mencari berbagai tempat outing yang bisa mereka nikmati berdua.
"Killua, bisakah kita melihat show lumba-lumba? Aku ingin melihatnya" ucap Gon sambil menunjukkan tatapan memelas.
`Duh, tanpa tampang memelas yang cute itu pun sudah dengan sangat senang hati aku menyanggupi permintaanmu' Pikir Killua yang benar-benar terpesona.
Akhirnya mereka berdua pun pergi untuk melihat show lumba-lumba tersebut.
"Wahh~ Lucunya" ucap Gon saat melihat salah satu lumba-lumba melompati lingkaran di atas air.
`Menurutku kamu malah jauh lebih lucu' Pikir Killua dalam hati saat melihat Gon yang sangat gembira.
"Kamu suka hewan, Gon?" Tanya Killua.
"Suka sekali. Apalagi beruang, aku ingin berteman dengannya" ujar Gon, masih dengan senyum manisnya.
Mendengar itu pun, Killua langsung jadi sweatdrop.
`Sebelum kamu berteman dengan beruangnya, kamu bakal diserang duluan' Pikir Killua memikirkan segala hal-hal buruk bisa terjadi kalau Gon sedang bersama dengan seekor beruang.
`Aku tidak akan pernah mengajaknya ke kebun binatang' lanjut Killua di pikirannya secara dia bisa yakin kalau imajinasi beruang menyerang Gon akan bisa terjadi.
Akhirnya setelah menonton pertunjukkan, keduanya pun pergi ke tempat dimana mereka bisa memegang ikan-ikan di akuarium yang cukup panjang.
"Uwah~ Geli" Gon mulai tertawa kecil, saat ikan-ikan tersebut berenang melewati sela-sela jarinya.
Killua mah, hanya melihat Gon saja. Rasanya malas untuk memegang ikan-ikan tersebut. Oke, dia hanya malas, bukan merasa jijik untuk memegangnya atau merasa kalau ikan itu terlihat sangat aneh dan membuat dirinya menjadi ketakutan. Dia hanya merasa malas memegang saja. Itu saja.
"Lihat Killua" ucap Gon yang mengambil bintang laut dan menunjukkannya tepat di depan wajah Killua.
Three… Two…. One…
"UWAHHHHH!" Langsung secara otomatis Killua berteriak setelah matanya membulat dan berlari mundur dengan cepat dalam jarak beberapa meter dari Gon, merasa bergidik ngeri.
"Kenapa Killua?" ucap Gon yang heran, masih memegang bintang laut yang bergerak-gerak dan mulutnya yang berada di tengah itu terbuka.
"Menjijikkan! Buang itu! Jauh-jauh! Hush, hush" Killua pun mulai mengibas-ngibas tangannya, seolah-olah mengusir kecoa (?)
"Eh? Kan lucu" ucap Gon yan gak ngerti kenapa kelakuan Killua seperti itu, malah mendekat ke arah Killua dan masih memegang bintang lautnya.
"GYAAAAAAA!" Langsunglah Killua berteriak kembali dan mulai kabur jauh-jauh.
"Killua! Tunggu!" Gon pun ikutan ngejar juga.
"WOI! Balikin bintang lautnya!" Teriak salah satu staff akuarium itu dan ikutan mengejar mereka.
Akhirnya Killua pun meminta maaf kepada staff-staff itu karena sudah membuat keributan dan mengambil bintang laut itu. Untung aja bintang laut itu masih bisa terselamatkan secara Gon membawanya keluar dari air dalam waktu yang cukup lama.
Killua mulai merasa, membawa Gon ke akuarium adalah ide yang sangat buruk.
Jadi, sesudah diceramahi oleh staff- staff di akuarium tersebut, Killua pun akhirnya lega saat Gon sudah selesai melihat ikan- ikan (Killua gak tega melihat Gon diceramahi, jadilah dia menyuruh Gon melihat-lihat sementara dia terkena ceramahan staff). Setelah itu, Killua pun membawa Gon ke souvenir shop, untuk membeli oleh-oleh sebagai kenang-kenangan, meskipun dia gak mau Gon mengingat kejadian bintang laut tadi. Harga dirinya jatuh sudah, di hadapan Gon.
"Ah, boneka ini lucu" ucap Gon sambil memeluknya.
Killua melihat, boneka yang dipilih Gon itu boneka singa laut warna putih yang ukurannya sedikit besar.
"Kamu suka? Kalau suka biar kubelikan untukmu. Sebagai sahabat" ucap Killua yang menekankan kata sahabat agar Gon tidak protes, meski sakit juga setiap kali dia mengatakan kata itu.
"Oh, baiklah. Terima kasih Killua" ucap Gon sambil senyum.
Akhirnya keduanya pun keluar dari akuarium.
Killua merasa agak risih, melihat Gon yang terus-terusan memperlihatkan senyum manisnya pada boneka itu dan terus-terusan memeluk boneka itu dengan erat. Pengen banget Gon memperlakukan seperti itu padanya, sayangnya mustahil.
"Kelihatannya kamu senang sekali dengan boneka itu" ujar Killua dengan nada sedikit kesal.
"Um, tentu saja karena ini pemberian darimu Killua" ucap Gon sambil tersenyum ke arah Killua.
Mendengar itu pun membuat Killua tak kuasa menahan rona merah yang mulai merebak di wajahnya. Tak menyangka kalau Gon akan berkata seperti itu. Tak dipungkiri, dia menjadi sangat bahagia mendengarnya.
"Juga boneka singa laut ini kuberi nama Killua. Mirip sekali" ucap Gon dengan sedikit tertawa kecil.
Langsunglah Killua mulai shock. Dirinya disamain ama singa laut!? Apa miripnya? Warna putihnya? Rambut dia itu warnanya silver bukan putih! Juga singa laut itu agak gendut sementara dia itu mah kurus! Bodynya juga fit, karena dia selalu nge-gym di rumah sampai dia itu sixpack.
"Apa miripnya aku sama anjing laut itu sampai-sampai kamu memberikan namaku" ucap Killua sedikit ketus, yah emang senang sih dia kalau Gon memberi namanya. Tapi dia gak bisa menemukan kesamaan antara anjing laut itu dan dia sendiri.
Gon tak menyadari nada ketus di perkataan Killua. Dia hanya tersenyum dan melihat Killua (boneka anjing lautnya) sebelum ke Killua (orangnya)
"Miripnya bagian lucunya, Killua itu menurutku sangat imut" ucap Gon ke arah Killua biar Killua tahu kalau Killua yang dimaksud itu dia.
Oke, meskipun dia sebagai cowok yang gak suka dipuji lucu atau imut. Dia mungkin bisa membuat pengecualian oleh Gon. Dibilang lucu atau imut dari Gon itu malah sukses membuatnya gembira di hati.
Gak lama kemudian, dia pun merasa ada sesuatu yang mengusap rambutnya. Betapa terkejutnya dia, melihat Gon yang saat ini sedang mengusap rambutnya.
"Yup, dugaanku benar. Boneka ini sama dengan rambut Killua, sama-sama halus. Tapi rambut Killua yang asli jauh lebih halus dan lembut" ucap Gon dengan senyum semangat (?)
BLUSH! Muka Killua langsung jadi luar biasa merahnya. Apalagi banyak orang bisik-bisik melihat mereka berdua dan beranggapan kalau mereka berdua itu baru saja pacaran. Killua hanya bisa pasrah, rasanya hari-harinya sekarang sudah mulai berwarna semenjak dia berkenalan dengan Gon.
Akhirnya setelah hari sudah mulai gelap, Killua pun mulai mengantar Gon pulang. Tak lupa menghapus sedikit make up dan juga memberikan kembali baju Gon itu. Yang pasti, Killua pun sudah menelpon untuk mengucapkan terimakasih pada stylist dan make up professional miliknya itu.
Yah, yang pasti. Tak disangka outingnya dengan Gon itu berakhir dengan candaan dan malu. Dia senang ketika Gon setuju kalau lain kali mereka akan pergi lagi berdua. Mendengar hal itu pun sukses membuat Killua tersenyum seharian dan membuat seluruh keluarga dan pelayannya menjadi bingung melihat tuan muda mereka ini.
Ketika hari sekolah pun, Killua menuju sekolah dengan senyum yang membuat fangirls memotretnya untuk mengabdikan moment yang super langka ini. Killua tidak peduli, dia merasa angina sepoi-sepoi menerpa rambutnya secara suasana hatinya itu sedang gembira.
`Hmm, bahagianya diriku setelah outing dengan Gon. Lebih baik hiraukan saja kericuhan fangirls itu, saat ini ada burung-burung berkicau, angin yang sepoi-sepoi, suara derap langkah yang begitu keras dan semakin keras'
Tunggu. Apa?
Killua pun mulai heran mendengar derap langkah kaki yang kemudian semakin keras menuju kearahnya. Ketika dia berbalik, dengan sukses pun dia mendapati gadis blonde yang bernama Kurapika itu berlari kencang ke arahnya sebelum akhirnya bersiap untuk menendangnya.
"Eh?" Ucap Killua terkejut, meski begitu, berkat reflexnya. Dia berhasil menahan tendangan tersebut.
"Cih" Kurapika jadi kesal sebleum akhirnya meluncurkan tendangan kedua.
Akhirnya Killua dan Kurapika ini pun jadi beradu pukulan dan tendangan. Semua murid Phantom pun melihat dengan tatapan kagum. Saking kagumnya, ada orang yang sudah makan popcorn berkualitas dan memakai kacamata 3D berkualitas (?) dalam menonton adengan perkelahian yang sangat menakjubkan itu. Bahkan menonton ini jauh lebih baik daripada menonton adegan action di layar lebar secara ini sudah 7D (?)
"Tunggu! Kurapika-senpai! Berhenti!"
Akhirnya Killua dan Kurapika ini pun menghentikan aksi mereka dan melihat Gon yang ngos-ngosan. Melihat kedatangan Gon di pagi inii pun membuat Killua jadi happy.
"Gon! Kenapa kamu menghentikan kami!?" Bentak Kurapika dengan halus.
"Kurapika-senpai! Killua itu gak ada salah apa-apa!" ucap Gon pada Kurapika.
"Gak ada salah apa-apa!? Cowok ini yang mencari kesempatan saat kamu sedang tidur dan bahkan menciummu juga seenak jidat juga membawamu pergi untuk mencari kesempatan lain itu gak ada salah apa-apa!?" teriak Kurapika histeris dan menunjuk Killua.
Sontak semua murid sekolah Phantom yang berada di luar pun mulai terkejut akan hal itu. Killua sampe hampir mau bergubrak ria akibat dari penuduhan Kurapika. Tapi emang ada benarnya dan ada salahnya juga dengan apa yang Kurapika bilang. Mesti jawab apa dia?
"Duh Kurapika. Gak nyangka kalau pagi-pagi begini sudah membuat keributan"
Sontak, si Kurapika, Killua dan Gon pun menoleh ke arah suara dan mendapati Kuroro yang baru saja keluar dari mobil mewahnya.
"Kuroro! Kenapa kamu ada disini!?" bentak Kurapika.
"Tentu saja aku berhak untuk disini. Aku kan bersekolah disini" ucap Kuroro dengan santainya.
Sekarang Kurapika itu malah adu mulut dengan Kuroro tapi Kuroro jawabnya hanya dengan santai saja sementara Kurapika teriak-teriak.
"Ugh" ucap Kurapika sambil sedikit jalan mundur. Sepertinya Kurapika itu sudah kalah berdebat dengan Kuroro.
"Kuroro-senpai? Kamu kenal dengannya?" tanya Killua.
"Tentu saja Kouhai. Lagipula aku tak mungkin memberikan tantangan padamu kalau aku tidak mengenalnya lebih dalam" Seringai Kuroro.
"Tantangan? Tantangan apa?" Tanya Gon dengan bingung.
"Gak- Gak ada apa-apa" ucap Killua dengan cepat, tidak ingin Gon mengetahui asal usul tantangan itu yang berubah menjadi kisah cintanya.
"Ngomong-ngomong, ada perlu apa dengan kouhaiku?" Tanya Kuroro.
"Ohh, Kouhai-mu" ucap Kurapika dengan nada yang rendah. "Kouhaimu itu benar-benar gak berperasaan! Berani-beraninya dia melakukan hal yang tak wajar pada kouhaiku" Nada Kurapika pun jadi meninggi.
"Kurapika-senpai…" ucap Gon dan berusaha untuk menenangi senpainya itu.
"Baiklah-baiklah, aku akan memperingati dan menghukum kouhaiku. Lebih baik sekarang kamu dan kouhaimu kembali ke sekolahmu, kalau enggak bisa-bisa kamu tambah menyalahkanku karena telat" ucap Kuroro.
Kurapika menunjukkan tatapan death glare pada Killua sebelum memegang tangan Gon pun pergi. Gon pun sempat menunduk dan menunjukkan tatapan maaf untuk Killua sebelum akhirnya dibawa pergi oleh Kurapika.
Kemudian, Kuroro hanya bisa menyeringai pada Killua.
"Jadi kouhai. Apa yang kamu lakukan pada kouhai kesayangannya sampai-sampai dia bela-belain pergi ke sekolah kita hanya untuk marah-marah dan bersiap untuk membunuhmu?" tanya Kuroro dengan rasa pernuh ingin tahu.
Mood baik Killua pun akhirnya menjadi sirna seketika "Anggap saja banyak hal telah terjadi"
Akhirnya dengan langkah sedikit gontai, Killua pun pergi ke kelas sementara Kuroro pergi ke kelasnya dengan langkah santai.
Saat istirahat di sekolah Hunter
"Gon, berhenti menemui cowok itu lagi" ucap Kurapika dan disertai dengan tatapan menakutkan.
Gon pun menjadi ketakutan, akibat tatapan senpainya itu "T- tapi Kurapika-senpai"
"Tak ada tapi-tapian! Aku menyesal pergi dengan keluargaku. Seharusnya aku tidak pergi, dengan begitu. Kamu tidak diapa-apakan olehnya!" Geram Kurapika dengan kesal dan penyesalan.
"Tenang Kurapika-senpai. Killua itu tidak bermaksud apa-apa" ucap Gon, berusaha menenangkan Kurapika.
"Gon, dengar ya. Yang namanya cowok itu serigala dan mereka itu sudah pasti mesum! Tak terkecuali orang yang bernama Killua itu!" ucap Kurapika dengan kasar.
"Terus, bagaimana dengan cowok yang bernama Kuroro ntu?" Tanya Gon.
Sontak Kurapika menjadi kaget sebelum menggeleng-geleng kepala. "Dia itu sudah jauh lebih parah dibandingkan yang lain"
"Hee, benarkah?" ujar Gon, sedikit terkejut.
"Pokoknya ingat! Jangan sekali-sekali keluar lagi dengannya karena bisa-bisa hal buruk terjadi padamu" ucap Kurapika sebelum pergi.
Gon hanya bisa menatap senpainya yang berjalan pergi sebelum akhirnya tidak terlihat lagi.
Bersamaan, hp milik Gon pun bordering, menandakan sms masuk.
Gon membukanya dan melihat sms yang ternyata dikirim oleh Killua.
K: Nanti sepulang sekolah, mau karokean berdua? Kalau lagi sibuk sih tidak apa-apa.
Gon menatap SMS itu selama beberapa saat sebelum tersenyum.
G: Iya, aku mau. Hari ini bebas kok, tapi karokean dimana?
K: ada di dekat kafe yang di sebelah stasiun. Lalu di seberang juga ada game center, nanti setelah karaoke, kita boleh kesana kalau kamu mau.
G: Iya, aku bilang pada bibi Mito dulu y.
K: Oke, nanti aku jemput ya. Kamu tunggu saja di gerbang sekolahmu.
G: Baiklah. Istirahat sudah hampir selesai, aku pergi ke kelas ya.
K: Oke.
Di sisi Killua, dia sangat bahagia saat Gon menerima ajakannya. Dia pun bergumam "Yes" sambil mengepalkan tangannya. Tapi tiba-tiba dia teringat sesuatu.
`Mampus gue. Gw lupa ama senpai nya itu. Gimana kalau dia jadi penghalang cinta gw ama Gon?' Pikir Killua yang lupa akan kehadiran Kurapika.
Di saat yang sama, Kuroro pun terlihat dan sepertinya habis berlari.
"Eh, Kuroro-senpai. Habis larian darimana? Kan gak boleh berlari di koridor" tanya Killua.
"Si Neon ntu ngejar gw, untung saja gw berhasil lolos dari dia dan tidak terlihat oleh pengawas sekolah" ucap Kuroro dengan santainya.
Kuroro dan Killua itu biasanya berbicara dengan bahasa formal seperti yang diajukan di sekolah tapi mereka juga harus menggunakannya di rumah. Hanya saat ada Kuroro dan Killua berdua lah, mereka bisa berbicara dengan bahasa yang biasa saja.
"Eh senpai. Kuroro-senpai itu kenal banget ama Kurapika-senpai kan?" Tanya Killua sambil sedikit berharap.
"Ya begitulah. Memangnya kenapa?" Tanya Kuroro yang sedikit bingung.
Akhirnya Killua pun menceritakan soal dia mengajak Gon sepulang sekolah dan sudah dipastikan kalau Kurapika ntu akan menghalang mereka berdua untuk pergi.
"Hmm begitu. Kalau begitu, aku bisa saja mengalihkan perhatian Kurapika untukmu. Lagipula, mungkin saja si Kurapika itu sudah tahu kalau kamu bermaksud untuk membawa Gon pergi. Si Gon itu kan gak ada rahasia apa-apa sama Kurapika" kata Kuroro.
`Pantesan ntu senpai bisa tahu apa yang terjadi diantara gw ama Gon soal ciuman itu dan outing kita' Pikir Killua dengan pasrah. Gak tahu kalau Gon itu percaya banget sama senpai miliknya atau suka membeberkan rahasianya. Yang pasti, gara-gara senpainya Gon itu yang teriak-teriak tadi pagi. Sekarang pun jadi ada berbagai beragam macam gossip soal dia, bahkan sampai salah. Dia bisa mendengar gossip dia membayar Gon untuk tidur dengannya. Gossip macam apa itu!? Dia kan umurnya hanya 13 tahun doank.
Sementara itu, Kurapika pun menelusuri lorong dengan kesal. Saat ini melihat paras kesal di wajah gadis cantik itu pun sukses membuat semua orang membuka jalan untuknya. Gadis itu pun benar-benar kesal saat mengetahui apa yang terjadi pada sahabatnya itu.
(Lihat saja Kuroro. Aku yang akan memenangkan tantangan kita ini)
Review
mari (chapter 4) Hmm Gon yang polos itu emang daya tarik Gon, menurut author. Mungkin polosnya ini bagaikan anak umur 5 tahun atau malaikat ya. Juga Killua pasti sengsara tapi berkat kekuatan cinta, itu tak jadi masalah (Killua: OWO) Akhirnya updateee!
karin Ashiya (chapter 4) Oke! Sudah dibuat chapter selanjutanya. Selamat menikmati ^^
Ailasca-chan (chapter 4) Wah, chain pair juga pasti muncul kok. Sudah muncul malah di chap ini. Juga mereka akan sering muncul seiring perkembangan yinyang pair ini. Lanjutannya sudah dibuat \^O^/ Yeyyy
