(Jatuh cinta dengan Killua)
(Jatuh cinta…)
(dengan Killua)
(Killua…)
BLUSH!
Gon yang saat ini sampai di rumahnya pun hanya bisa blushing parah. Dia itu jatuh cinta dengan Killua, makin lama dia memikirkan Killua, detak jantungnya malah menjadi berdetak semakin cepat.
"Ukh, kenapa aku baru sadar akan hal ini?" Gon bertanya pada dirinya sendiri sambil menyentuh mukanya yang berasa panas.
Gon kemudian memejamkan matanya dan menggumamkan nama Killua. Berkali-kali dia ucapkan, dia merasa- senang.
Bahkan saat ini Gon mulai mengambil boneka kucing dan anjing laut yang diberikan Killua dan memeluknya, seolah-olah boneka itu Killua.
"Arrrghhhhh!" Gon mulai frustasi dan membekap mulutnya dengan boneka tersebut agar tidak kedengaran oleh bibinya. Secara ini pertama kalinya Gon mengenal cinta, dia tidak tahu lagi apa yang harus dia lakukan. Terutama ketika di saat berikutnya dia bertemu dengan Killua.
"Apa yang harus kulakukan?" Gumam Gon dengan pelannya. Merasa benar-benar bingung dan mungkin putus asa.
Akhirnya keesokan harinya, Kurapika hanya bisa cemas melihat sahabatnya yang memiliki kantung mata di sekeliling matanya.
"Gon! Apa yang terjadi!?" Teriak Kurapika dengan suara yang dipelankan, kaget melihat sahabatnya yang biasa secerah mentari, kini malah menjadi seperti awan mendung.
"A-Ah, tidak apa-apa. Hanya kurang tidur saja" ucap Gon dengan sedikit lemas.
"Yakin tidak apa-apa? Mau kuantar ke UKS?" Tawar Kurapika yang benar-benar cemas melihat keadaan mengenaskan (?) sahabatnya ini.
"Tidak apa-apa, aku bisa ke UKS sendiri" Ucap Gon sambil berjalan terhuyung-huyung.
"GON~" Teriak Kurapika dengan panik yang meteran cemasnya sudah melewati batas.
Akhirnya Kurapika pun ngantar Gon ke UKS dan Gon pun dipaksa Kurapika untuk beristirahat. Gon pun hanya bisa diam saja dan sedikit tertawa kecil. Kurapika itu benar-benar mirip seorang ibu daripada sahabatnya sendiri.
Tiba-tiba, Gon pun merasakan hp miliknya bergetar. Dia pun membuka hpnya dan terkejut mendapat sms dari Killua.
K: Gon, sedang sibuk hari ini? Mau pergi bersama lagi sepulang sekolah nanti?
Gon menjadi gugup setelah membaca sms tersebut. Pergi berdua lagi dengan Killua? Emang sih rasanya senang tapiiii…
Dia saat ini merasa tidak bisa menghadap Killua. Memikirkan untuk bertemu dengannya saja sudah membuat jantungnya berdegup kencang dan dia sudah mulai panik. Gon pun menghela nafas dan mengetik sms balasannya, kemudian menggumam saat sms telah dikirim.
"Maaf, Killua"
Di sisi sekolah Phantom, Killua pun menunggu sms balasan dari Gon. Saat hpnya berdering, gak sampai sedetik dia sudah melihat layar hpnya dan membuka sms dari Gon.
G: Maaf, aku harus bantu bibiku jaga toko nanti
Ke-ce-wa. Oke, mood Killua pun hancur rasanya tapi dia pun gak mungkin maksa Gon untuk keluar dengannya.
K: Oh, begitu. Mau kubantu?
Sms singkat itu pun langsung dikirim oleh Killua, beberapa detik kemudian. Sms balasan pun telah datang dan Killua pun membukanya dengan cepat.
G: Tidak usah, tidak perlu. Terima kasih atas tawarannya.
Ke-ce-wa bagian kedua, rasanya gak seperti biasa soal Gon menolak bantuannya. Killua mulai berpikir, apakah Gon menjauhinya? Itu- mustahil kan?
Yah, Killua mencoba meyakinkan dirinya. Mustahil untuk Gon menjauhinya. Sungguh mustahil.
Tapi- saat beberapa hari berikutnya, Killua mulai merasa kalau Gon benar-benar menjauhinya. Apalagi melihat sms yang dibalas Gon.
G: Maaf, mungkin lain kali saja.
G: Tidak apa-apa, hanya sibuk dengan PR saja.
G: Aku sedang sibuk. Maaf
G: Hari ini tidak ada waktu, maaf.
G: Tidak usah, aku bisa sendiri.
Killua pun mulai menghela napas dengan pasrah, sudah sah sekali kalau Gon membencinya. Apa karena insiden dia menciumnya? Sudah pasti lah, si senpainya Gon itu pasti memberi tahu Gon dan meminta Gon agar menjauhi dia. Apakah benar?
Yah, untuk mengetahui kebenarannya, Killua pun mulai pergi ke sekolah Hunter dan menemui Gon. Pas banget, Gon keluar dari gerbang sekolah.
"Oi Gon" sapa Killua dengan senyum, maklumlah udah lama Killua gak melihat Gon. Rindu ama senyumannya yang manis dan-
"Kyaa!" Teriak Gon kaget plus dengan muka yang merah.
Killua pun jadi kaget juga "Eh, apa. Mana, hah?" Killua pun mulai menengok kiri dan kanan, mencari tahu apa yang membuat Gon kaget tapi tak disangka.
Ternyata yang membuat Gon kaget itu dia sendiri.
"G-Gon, kenapa?" Tanya Killua dengan sedikit terkejut.
Pas Killua ambil langkah selangkah ke Gon pun, Gon malah ngambil dua langkah mundur.
Killua pun mencoba melihat belakang, berharap kalo rupanya Gon malah takut ama orang dibelakangnya tapi naasnya cuma ada dia. Kemudian, Gon pun malah lari menjauhinya, gak ada kata selamat tinggal ataupun sampai jumpa. Ini artinya sudah jelas untuk Killua.
Gon itu benar-benar gak mau ketemu sama dia.
Hati patah jadi dua.
Atau malah berkeping-keping.
Killua pun merasa, dunia ini sudah gak berwarna, malah hitam-putih yang ada.
Dengan langkah gontai, Killua pun berjalan pulang ke arah rumahnya. Bagaikan zombie yang membuat semua orang bisik-bisik melihat keadaannya yang lumayan brutal (?)
Sedangkan Gon hanya bisa panik, gak nyangka bisa bertemu Killua. Gak lama ketemu dan kemudian bertemu malah membuat Gon hampir ternganga.
Rasanya Killua malah menjadi semakin tampan dari biasanya.
Gon pun hanya bisa menutup mukanya yang semakin merah dan panas ketika dia memikirkan hal itu. Mungkin dia gak bisa lagi melihat Killua seperti biasa. Selama ini dia selalu melihat Killua sebagai seorang teman-bukan- sahabat tapi sekarang sebagai…
Calon pacar?
Dan muka Gon pun menjadi lebih merah dari sebelumnya. Seneng banget lah dia kalau emang Killua bisa jadi kekasihnya. Tapi, apa Killua benar-benar mau dengannya?
Gon pun mulai nanya soal Killua ke Kurapika. Gak disangka Killua itu rupanya orang kaya (terbukti dengan butik mewah yang dikunjungi waktu itu(chap 4) adalah milik Killua sendiri) bahkan sudah memiliki bisnis saham sendiri dan merupakan jenius juga memiliki banyak talenta.
Gon hanya bisa jawdrop mendengar itu. Jadi Killua itu bukan orang biasa? Bahkan Gon gak menyangka dia bisa jatuh cinta dengan Killua yang rupanya adalah orang yang sangat hebat.
Dibandingkan dengannya, Gon hanya bisa minder karena dia itu bukan seorang jenius seperti Killua. Gak kaya dan bahkan gak memiliki banyak talenta. Gon hanya pandai di bidang olahraga dan sisanya? Uhm, hancur banget yah.
Beberapa hari berlalu dengan Gon tak mempedulikan sms atau telepon dari Killua. Dia pun merasa sangat bingung sekarang. Tidak tahu apa yang harus dia lakukan dan mungkin kalau benar-benar mustahil kalau Killua akan mau bersama dengannya. Bahkan menjadi sahabat itu mungkin sudah merupakan hal yang sudah sangat-sangat luar biasa.
Bahkan Gon pun baru sadar kalau Killua itu murid sekolah Phantom. Iseng-iseng, Gon pun pergi ke sekolah Phantom yang bangunannya benar-benar mewah. Bahkan murid yang baru pulang sekolah, semuanya menaiki mobil mewah dan ada pelayan sendiri. Dunia miliknya dan dunia milik Killua benar-benar jauh berbeda.
Gon pun melihat rambut silvernya Killua dan melihat kalau Killua sekarang memiliki tampang cool dan kalem seperti biasa yang bahkan sukses membuat jantung Gon berdebar kencang dan dia mulai terpesona, rasanya dia bagaikan melihat Killua di dunia lain yang sangat berbeda jauh darinya.
Bahkan tak disangka, ada banyak cewek-cewek dibelakang Killua yang sedikit berteriak kecil dan masing-masing ada yang membawa surat, kue-kue dan bahkan uang? Gon hanya bisa terkejut mengetahui betapa populernya Killua sampai-sampai banyak sekali cewek-cewek yang terpesona tapi Gon menghela nafas lega, karena Killua gak mempedulikan cewek-cewek itu meskipun dirinya merasa sakit juga saat mengetahui betapa populernya Killua itu. Dia merasa dia seperti ikan kecil di sungai yang sekarang berada di lautan dan sedang berenang bersama sekelompok ikan besar-besar.
Kemudian, Gon pun melihat salah satu cewek yang menurutnya manis sekali berlari kecil ke arah Killua. Gadis dengan rambut hitam yang panjang dan mempunyai beberapa ikat rambut dan bando yang seperti emoticon menghiasi kepalanya. Matanya berwarna biru seperti Killua dan senyum manis pun terpasang di wajahnya.
"Alluka!" ucap Killua dengan senang sebelum berlari dan memeluk gadis yang bernama Alluka itu yang membuat gadis itu membalasnya dengan senyum.
Hati Gon pun akhirnya sukses hancur berkeping-keping atau mungkin sudah menjadi abu.
Air matanya pun mengalir saat melihat mereka berdua. Ternyata Killua sudah punya pacar, memang sekarang dia sudah tahu.
Kalau dia dan Killua, berada di dunia yang berbeda.
Dan rasanya sakit sekali.
Tak disangka, usai Killua memeluk Alluka, dia pun memegang tangan Alluka sebelum menoleh untuk pergi dan terkejut melihat Gon di area sekolah Phantom dan menangis.
"G-Gon?" tanya Killua sambil membulatkan matanya, apakah Gon kesini untuk menemuinya? Lalu kenapa dia menangis?.
Gon yang sadar kalau Killua melihatnya pun hanya bisa mengepalkan tangannya erat-erat, melihat Killua dengan mata yang penuh air mata sebelum-
"KILLUA BODOH!" Teriak Gon dengan volume maksimal dan penuh kebencian sebelum berlari jauh dari Killua.
"G-GON!" Teriak Killua dengan bingung, tidak mengerti apa yang sebenarnya telah terjadi.
Gon hanya bisa terus berlari saja sampai ke rumahnya. Mito pun terkejut saat Gon sampai dan masih menangis, berlari ke kamarnya dan mengunci dirinya. Berbaring di atas tempat tidurnya dan menangis sambil memeluk bantalnya.
"Killua dan gadis itu kelihatan cocok. Kenapa- aku harus kesal karena itu, harusnya aku bahagia untuknya, bukan menangis dan berteriak seperti itu!" Gumam Gon sambil terus menangis.
"Gon! Ada apa? Apa yang terjadi?" Bentak Mito sambil mengedor pintu kamar Gon.
Gon hanya diam saja.
"Gon, buka pintunya!" Bentak Mito kembali.
Gon meringis.
"3...2."
Hitung mundur Mito dimulai dan Gon pun cepat-cepat membuka pintunya. Dia tahu betul hal buruk akan terjadi kalau dia sudah melewati batas hitung mundur bibinya itu.
"Bagus" ucap Mito sambil melihat Gon yang masih mempunyai air mata di wajahnya. "Cuci muka dan coba ceritakan apa yang terjadi"
Dengan patuh Gon pun mencuci muka dan kemudian bergabung bersama bibinya yang sudah menunggu dengan duduk di atas tempat tidurnya.
"Ini- soal Killua" ucap Gon dengan pelannya.
"Killua? Kenapa dengannya?" tanya Mito dengan bingung.
Gon mulai diam beberapa saat sebelum akhirnya memberi tahu perasaannya "Aku menyukai Killua"
Mito hanya mengangguk "Sebagai sahabat kan?"
Langsung, Gon menggeleng kepala "Bukan, lebih!"
"Lebih?" Mito mulai membulatkan matanya "Kamu menyukai Killua sebagai ingin menjadikannya pacar?"
Dengan muka merah, Gon pun hanya mengangguk.
Mito mulai tersenyum "Akhirnya! Perasaan Killua terbalas juga!"
"Eh?" Gon mulai bingung, perasaan Killua terbalas?
"Gon, kamu itu buta yah? Killua itu dari pas kamu bawa dia kemari untuk bantu di toko itu sudah ngasih tanda kalau dia itu sudah jatuh cinta dengan mu" ucap Mito.
"Uhuk!" Gon hanya bisa tersedak ludahnya sendiri. Matanya pun membulat tak percaya, Killua itu sudah jatuh cinta dengannya dari saat itu?
"Tapi kamu itu malah kejam banget. Dia sudah ngasih sumpah buat tidak akan meninggalkanmu ataupun membuatmu sedih, berjanji akan selalu bersamamu dan akan selalu menyayangimu tapi kamu malah terus-terusan menganggapnya sahabat. Dia itu malah depresi banget" ucap Mito.
Gon pun mulai terkejut. Dia mulai ingat, selama ini memang dia hanya menganggap Killua sebagai sahabat dan tidak menyangka kalau selama ini dia terus-terusan menyakitinya. Tapi sekarang, dia benar-benar menyukai Killua lebih dari sahabat pastinya.
"Tapi- sekarang sudah berbeda" ucap Gon dengan depresi.
"Hm, kenapa lagi. Kamu menyukai Killua dan Killua juga menyukaimu. Kenapa berbeda?" tanya Mito.
"Sebenarnya" ucap Gon dan akhirnya menceritakan soal dia baru sadar akan perasaannya dan kemudian sampai dia menangis.
Mito hanya bisa bermangut-mangut sebelum tersenyum kecut. "Bukannya itu malah salahmu, Gon?"
"Salahku?" ucap Gon dengan bingung.
Mito menghela nafas "Yah, kamu malah menghindari Killua. Bukannya itu membuat Killua assumsi kalau kamu membenci dia? Killua sudah pasti merasa sakit karena itu"
Gon hanya tertunduk "Tapi"
"Menurutku Killua tidak peduli dengan duniamu dan dunia dia yang berbeda. Dan juga, Killua tidak mungkin bermaksud untuk menyakitimu. Mungkin cewek itu sahabatnya dulu atau tetangga atau sebagainya" ucap Mito.
"Tapi" ucap Gon lagi.
"Ngomong-ngomong selama ini kamu tidak melihat sms Killua kan? Kenapa kamu tidak membacanya? Mungkin ada petunjuk atau semacamnya" ucap Mito sebelum berdiri.
"Eh?" Gon hanya bisa terkejut.
"Yang pasti, kalau kamu terus-terusan bersikap seperti ini, itu tidak akan mengubah apa-pun" ucap Mito sebelum menutup pintu kamar Gon.
Gon tahu tapi tetap saja dia takut, bagaimana kalau gadis itu benar-benar pacar Killua dan bagaimana kalau Killua ingin pertemanan mereka putus karena dia ada pacar baru?
Meski begitu, kalau dia tetap seperti ini, tidak akan ada hal yang berubah. Setelah menarik napas dalam dan menghembuskannya, Gon pun mulai mengambil hp di kantung roknya dan melihat kalau ada sms baru dari Killua yang sudah bertumpuk-tumpuk.
Setelah menatapkan hatinya, Gon pun akhirnya membuka sms Killua satu per satu.
K: Gon? Apakah kamu baik-baik saja? Atau ada masalah? Kalau ada masalah, katakan saja padaku. Kita sahabat kan?
K: Gon, jangan diam saja!
K:Aku tidak tahu apa yang terjadi tapi tolong jangan menghindariku.
K: Apa aku penyebabnya?
K: Aku minta maaf… Maafkan aku. Tolong berhenti menghindariku, Gon!
K: Kita ini, masih teman kan?
K: Aku tidak ingin persahabatan kita hilang begitu saja.
K: Tolong jawab aku, Gon!
Gon terkejut, semua sms ini yang KIllua kirimkan ternyata mengkhawatirkan dirinya. Bahkan dia minta maaf dan tidak ingin kehilangan persahabatan mereka berdua. Gon pun melihat sms itu semua dan membulatkan matanya pada sms terakhir.
K: Kalau kamu memang membenciku, baiklah. Aku tidak akan memaksa kalau kamu tidak ingin memberitahuku apa yang terjadi. Aku tidak akan menemuimu lagi, menelpon ataupun mengirim pesan untukmu lagi. Terima kasih sudah menjadi sahabatku, sampai jumpa.
Air mata kembali menetes, Gon tidak ingin hal itu terjadi! Dengan cepat, dia pun menelpon nomor Killua dan berharap kalau Killua akan menerima panggilannya. Gon mulai memejamkan mata, beberapa detik berlalu seakan-akan seperti berjam-jam, akhirnya kemudian.
"Halo?" suara Killua pun terdengar, membuat Gon akhirnya merasa bisa bernafas kembali.
"Killua, kita perlu bicara" ucap Gon, setelah dia mengambil keputusan.
Dia tidak akan lari dari perasaanya kembali.
Review
mari (chapter 7) Yay, akhirnya ^^. Selamat, Killua. Juga soal fic masa-masa kita pasti bakal author lanjutkan, sayangnya lagi ada wb dan banyak tugas juga. Author akan coba untuk membuatnya, terima kasih reviewnya seperti biasa ^O^
Karin Ashiya (chapter 7) terimakasih sudah menunggu. Update berikutnya sudah tiba, makasih ^^
