Gon mencoba untuk menenagkan diri dengan menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya, kemudian melakukan ini berulang kali sampai akhirnya.

Dia tetap tidak bisa tenang.

"Awawawawa…. Gimana ini?" Gon langsung panik, di telepon tadi, dia menyuruh Killua untuk langsung menemuinya di taman meskipun saat ini sudah jam 7 malam. Killua sempat menolak karena sudah malam tapi Gon memaksa yang akhirnya membuat Killua setuju.

Detik-detik berlalu sampai Gon pun merasa semakin tidak tenang. Kemudian, dia pun melihat Killua datang yang membuatnya langsung tersenyum lega.

"Hai, Gon" ucap Killua dengan nada yang tidak teridentifikasi emosinya.

Mendengar itu pun membuat Gon menelan ludahnya dengan susah payah. Biasanya Killua akan memanggilnya dengan nada yang ramah atau senang tapi yang ini sama sekali berbeda.

"Killua, aku-" Sebelum Gon menghabiskan perkataannya, Killua mengangkat tangan kanannya tepat di muka Gon, menandakan kalau dia tidak ingin Gon melanjutkan perkataannya.

"Aku tidak mengerti" ucap Killua langsung.

Gon hanya bisa diam dan memandang Killua dengan tatapan khawatir.

"Sebenarnya apa maumu!? Menghindariku dan kemudian memaksaku untuk menemuimu sekarang bahkan sudah malam begini! Apa kamu tidak tahu bahaya!?" ucap Killua dengan sedikit kasar.

Gon mulai merasa sakit di dadanya dan matanya hampir mengeluarkan air mata.

"Selalu… Selalu saja kamu membuatku pusing" ucap Killua dengan nada rendah sambil menghindari tatapan Gon.

"Maaf" ucap Gon sambil menunduk and sedikit terisak.

"Huh?" ucap Killua dengan heran mendengar isakan Gon sebelum matanya sedikit membesar, terkejut melihat Gon menangis.

"Maaf… Maafkan aku" Gon mencoba menghapus air matanya tapi air matanya malah mengalir lebih deras.

"Tunggu.. ukh, Jangan menangis. Aku tidak bermaksud membuatmu menangis" ucap Killua sambil membantu Gon menghapus air matanya.

"Tapi.. ini semua memang salahku" ucap Gon yang akhirnya berhenti menangis meski air matanya membasahi wajahnya.

"Sudah, jangan dipikirkan. Aku minta maaf, tidak seharusnya aku memotong ucapanmu sebelum aku mendengarnya. Maaf Gon" ucap Killua dengan lembut.

Gon sedikit tersenyum, mendengar Killua memanggil namanya dengan sebutan seperti biasa.

"Maaf Killua, aku tahu kamu sudah punya pacar tapi-" Ucapan Gon pun terpotong lagi.

"Hah? Pacar!? Apa maksudmu!? Bukannya waktu itu sudah kubilang kalau gadis yang waktu itu (Neon) hanya teman satu sekolah saja" ucap Killua dengan bingung.

"Bukan! Bukan gadis itu!" ucap Gon sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

Killua jadi semakin bingung lagi "Lha? Terus siapa yang kamu maksud?"

"Tentu saja gadis manis yang kamu peluk pas di sekolah kamu tadi!" ucap Gon dengan kesal, nada cemburu nampak jelas terdengar tapi tak dideteksi oleh Killua secara dia lagi shock.

"Tunggu, maksudmu Alluka? Kamu kira Alluka itu pacarku?" tanya Killua yang nampak memiliki pandangan tak percaya.

"Iya kan? Gadis itu benar-benar manis dan bahkan kamu terlihat sangat menyayanginya" ucap Gon sekarang dengan sedikit ketus.

Mendengar itu pun akhirnya membuat Killua tak kuasa lagi menahan tawanya yang akhirnya dia pun tertawa dengan keras dan terbahak-bahak yang 100% membuat Gon melongo akan hal ini.

"A- apa yang lucu!?" ucap Gon dengan kagetnya.

"Haduuh! Gon, udah dong. Hahahahaha! Perutku udah sakit sekarang" ucap Killua masih tertawa sambil memegang perutnya yang kesakitan karena terus-terusan tertawa.

"Cukup Killua! Apa yang lucu sebenarnya!?" teriak Gon yang tidak menyangka kalau Killua akan menertawakannya.

Killua pun akhirnya berhenti tertawa. Perlahan-lahan, dia pun mencoba untuk mengatur nafasnya sebelum menjawab "Habisnya kamu salah paham"

"Ha? Salah paham gimana?" ucap Gon dengan sangat bingung.

"Tentu saja aku sangat menyayangi Alluka. Dia itu benar-benar orang yang penting untukku" ucap Killua yang membuat Gon merasakan sakit kembali di hatinya.

`Ternyata, Killua benar-benar menyukai gadis yang bernama Alluka itu' Batin Gon dengan sedih.

"Karena dia adikku" lanjut Killua dengan entengnya.

Tunggu, apa!?

"Eh?" ucap Gon dengan muka melongo. Tunggu, apa Killua baru saja bilang adik!?

Killua menyeringai "Dia adik perempuanku yang bersekolah di London. Hari ini dia pulang dan berniat menjemputku pulang dari sekolah. Jadi begitulah"

Muka Gon serasa panas karena malu. Killua punya adik perempuan toh? Yah, udah kakaknya ganteng, pastilah adik perempuannya manis sekali. Lupakan, Gon pun gak bisa melihat Killua yang saat ini tertawa kembali sementara dia masih menunduk malu.

"Oke, stop. Aku jadi benar-benar malu sekarang" ucap Gon dengan pelan dan mukanya bertambah merah.

Killua pun akhirnya berhenti tertawa dan menatap Gon dengan serius "Baiklah tapi kamu bertemu Alluka baru hari ini kan? Dan apa hubungannya dengan kamu selama ini selalu menghindariku!?"

"I- Itu.. anu" Gon mulai terbata-bata , melihat Killua yang memandanginya dengan serius.

"Ya?" Killua pun menunggu dengan sabar

"Karena aku" ucapan Gon pun terputus kembali.

"Iya?" ucap Killua agar Gon melanjutkan ucapannya.

"Sebenarnya aku"

"Yaa?"

"Aku- aku ini"

"Hm?"

"Sebenarnya"

"Sebenarnya?"

"Itu"

"Apa?"

"Anu.."

Akhirnya, Killua pun meledak.

"APA!? APA MAUMU!?" Teriak Killua yang batas kesabarannya sudah habis.

"AKU MENYUKAIMU!" Teriak Gon dengan volume tak kalah besar dari Killua.

Hening…

Killua mencoba untuk stay cool, mengetahui kalau Gon hanya menyukainya sebagai seorang sahabat saja.

"Iya, aku tahu, sebagai sahabat kan?" ucap Killua dengan nada yang dipaksa sebagai biasa saja.

"B-Bukan" Gon menggeleng kepalanya dengan keras sambil meremas roknya "aku.. mencintaimu" lanjut Gon di suara kecil di akhir.

"Tunggu apa? Aku tidak dengar?" ucap Killua sedikit mendekat ke Gon dan memasang telinga.

"Ukh" Geram Gon yang saat ini malah teringat usul dari bibinya.

Flashbacks

"Gon, kalau kesusahan menyatakan perasaanmu. Gunakan saja cara ini" Ucap Mito dengan seringai.

Bulu kuduk Gon pun berdiri" Eh? Cara apa?"

"Tentu saja. Cium saja dia" ucap Mito dengan biasa seakan-akan apa yang ia katakan adalah hal yang sangat biasa.

BRUSH!

Dan Gon pun dengan suksesnya menyemburkan minumannya.

"Jangan bercanda!" Teriak Gon dengan kecil dan malu.

"Yah pakai saja cara itu kalau kesusahan. Ufufufufu~" Tawa Mito dengan sadis (?)

End of Flashbacks

`Emang sih aku sudah pernah ciuman ama Killua bahkan tiga kali tapi kan itu saat aku belum sadar ama perasaanku!' Pikir Gon dengan kesal.

"Gon?" Panggil Killua dengan nada khawatir.

Gon mengatupkan bibirnya, mengetahui kalau dia harus melakukannya.

Dan dia pun benar-benar melakukannya.

Killua hanya bisa melebarkan matanya dengan shock, mendapati bibir halus Gon saat ini bertemu dengan bibir miliknya. Detak jantungnya berdetak cepat dan dia pun mulai tidak mengetahui apa penyebab Gon melakukan ini tiba – tiba.

Beberapa detik yang menurut Killua ialah berjam-berjam, Gon pun hanya bisa memalingkan wajahnya dengan malu sementara Killua masih di posisi sama dan bengong.

Akhirnya suasana menjadi hening…

"Gon" Killua pun akhirnya bersuara.

"Y-ya" ucap Gon dengan gugup, tanpa melihat Killua.

"Sedang praktek nafas buatan?"tanya Killua sambil berharap blushingnya hilang.

Dunia Gon pun seakan jadi ambruk seketika. Nafas buatan? Ciuman itu dikira nafas buatan!? Déjà vu, Gon pun akhirnya mengerti perasaan Killua saat Gon mengatakan ciuman pertama mereka itu nafas buatan.

"Bukan! Tentu saja bukan! Jelas-jelas itu ciuman!" Teriak Gon yang sudah pasrah.

Hening kedua kali.

"He!?" ucap Killua spontan sambil menutup mulutnya dengan shock. Tunggu, sejak kapan Gon tahu soal ciuman!?

"Itu-anu, ini" Gon pun langsung jadi gugup dengan muka merah, gak tahu musti bilang apa.

Hening ketiga kali

"Jadi, kenapa tiba-tiba menciumku?" Tanya Killua yang sebenarnya punya teori kalau Gon menyukainya. Soalnya menurut Killua, Gon itu bukan tipe gadis yang bakal nyium orang sembarangan tapi tetap saja, mengingat kepolosan Gon membuat Killua mencoba untuk mengubur harapan perasaannya terbalas itu.

Gon mencoba mengatur nafasnya yang masih terengah – engah. Sebentar melihat Killua dan sebentar lagi melihat sepatunya, kemudian melihat Killua dan kemudian sepatunya kembali berulang kali sampai akhirnya Gon menarik nafas dalam dan membuangnya kemudian melihat Killua dengan serius yang membuat Killua sedikit terkejut.

"Killua, aku menyukaimu. Bisakah aku jadi pacarmu?" ucap Gon dengan muka yang merah yang membuat Killua sekan meleleh akan kemanisan Gon ditambah lagi ama pengakuan cintanya.

`SERIUSAN! Jadi cinta gw ama dia gak bertepuk sebelah tangan!? Bahkan Gon mau jadi pacarku, apa ini mimpi!? Oh Tuhan, terimakasih sudah membuat perasaanku dengannya terbalas dan aku memilih pilihan tepat untuk menemuinya' Pikir Killua dengan bahagia, mungkin dia bisa melayang atas pengakuan cinta ini.

Yang bisa Killua lakukan saat ini hanyalah tersenyum. Moment ini adalah saat-saat yang paling dia tunggu-tunggu. Dimana Gon menyukainya kembali dan bukan sebagai sahabat.

"Aku pun sama" ucap Killua dengan singkat sebelum memalingkan mukanya yang merah dari Gon.

Gon merasa gembira tapi entah kenapa jawaban Killua itu tidak memuaskan untuknya.

"Tunggu! Jawaban seperti apa itu!?" Protes Gon karena jawabannya tak begitu menjawab pernyataannya.

"Ya, perasaanku itu sama denganmu. Ya begitulah" ucap Killua dengna nada jawabanku-itu-sudah-cukup.

"Gak terima" ucap Gon sambil mengembungkan pipinaya.

"Terima saja" ucap Killua.

"Gak mau" Balas Gon.

"Terima"

"Gak mau!"

"Itu sudah jawabanku, titik!"

"Enggak! Tidak diterima"

"Argh!"

Akhirnya Killua pun dengan cepat memeluk Gon yang membuatnya sedikit berteriak kecil. Gon awalnya ingin meronta tapi merasa nyaman jadilah dia hanya membalas pelukan Killua saja dengan muka merah.

"Dengar, aku hanya akan mengucapkan ini sekali saja. Jangan harap ada siaran ulang" Bisik Killua tepat di telinga Gon yang membuatnya sedikit geli.

"Aku sudah menyukaimu sejak pertama kali melihatmu. Kepolosanmu, kebaikanmu, kemanisanmu dan terutama senyummu itu sudah memikat hatiku. Bahkan setiap kali melihatmu, aku merasa jatuh cinta kembali denganmu .Kamu selalu membuatku pusing, terkadang membuatku senang dan kemudian bisa membuatku depresi, benar-benar aneh tapi menurutku tidak buruk juga. Yang pasti sudah lama aku ingin kamu jadi milikku dan aku milikmu" ucap Killua dengan muka blushing yang sangat parah, seperti terbakar.

Mendengar pengakuan Killua yang lumayan panjang itu membuat Gon jadi blushing dengan level yang sama dengan Killua juga. Gon ingin melihat Killua tapi Killua malah memeluknya lebih erat.

"Killua, itu-" Dan ucapan Gon pun terputus.

"Ah, Diamlah!" Teriak Killua dengan medium dan masih blushing parah.

Akhirnya kedua pasangan ini pun jadi official juga. Setelah lama berpelukan, Killua pun akhirnya mengantar Gon pulang sambil bergandengan tangan.

"Ngomong-ngomong aku belum tahu alasan kenapa kamu menghindariku" ucap Killua sambil melihat ke Gon.

Langsung, Gon pun blushing akan hal itu "S- Soalnya baru pertama kali aku menyukai seseorang seperti ini dan aku tidak mengerti"

"Hanya karena itu!?" ucap Killua dengan shock.

"Terserahlah" Gon pun jadi bad mood seketika.

Killua pun hanya bisa tertawa kecil sebelum akhirnya tersenyum dan menarik Gon hingga kemudian menciumnya.

Spontan Gon hanya bisa kaku, secara dia terkejut dan tak sengaja membuka mulutnya saat ingin mengatakan sesuatu tapi malah dimasuki oleh lidahnya Killua yang kemudian menjelajahi mulutnya itu.

Setelah Killua melepas ciumannya pun, Gon hanya bisa diam saja.

"Kita impas, oke?" ucap Killua dengan blushing sambil sedikit menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal.

Gon yang sudah sadar pun mulai tersenyum dan memeluk lengan Killua, sukses membuatnya kaku sebentar sebelum ia kembali tersenyum dan mereka kembali berjalan.

Yay! Happy Ending buat KilluGon ini.

Dan sekarang…. *Drumroll*

Omake

Tiga hari kemudian…

Kurapika dan Kuroro saat ini bertemu di café yang berada di lantai atas, duduk berhadapan di dekat jendela sementara di bawah lantai, Killua dan Gon sedang minum teh tepat dibawah satu lantai dari Kuroro dan Kurapika.

"Seperti yang kita lihat, tantangannya dimenangkan olehku" ucap Kuroro dengan senyum.

Kurapika hanya mengangguk kesal sebelum melihat kebawah jendela dan melihat Gon yang saat ini sedang tertawa bersama Killua.

"Tak kusangka, sepertinya kamu sengaja" ucap Kuroro kembali.

"Apa maksudmu?" tanya Kurapika dengan sinis.

Kuroro hanya tersenyum "Ingat tantangan kita? kalau aku bisa membuat kouhaimu bersama dengan orang lain sebelum lulus maka kamu harus jadi pacarku tapi kalau aku tidak berhasil, aku akan mundur. Alasan aku membuat tantangan ini karena ketika aku menyatakan cintaku padamu, kamu menolaknya dengan alasan kalau kamu mau menjaga kouhaimu"

Kurapika mengangguk "Ya, karena itulah kamu menyuruh kouhaimu untuk PDKT dengan kouhaiku sehingga ketika kouhaiku sudah pacaran, dia tidak akan meminta pertolonganku lagi dan juga kamu tidak mengetahui kalau Gon itu polos jadi menurutku aku yang punya kemungkinan terbesar untuk menang yang membuat aku menerima tantangan ini"

Kuroro menyeringai " Karena alasan Gon polos itulah aku meminta Killua untuk melakukan tantanganku yang kuberikan untuknya yaitu membuat Gon jatuh cinta dengannya. Lagipula aku tahu kouhaiku dengan baik dan aku bisa melihat kalau Gon itu adalah tipenya Killua, karena itulah aku memberikan tantangan ini kepadanya. Aku harus memberikan pabrik dan pekerja chocorobo-kun itu padanya karena dia menang"

Kurapika mendengus "Tak kusangka kalau kamu itu benar-benar licik"

"Memang tapi sebenarnya kamu ada kesempatan menang tapi kamu tidak melakukannya" Ujar Kuroro "Kalau kamu tidak memberi tahu kouhaimu kalau dia itu sedang jatuh cinta, bisa saja kamu yang menang"

Kurapika menghela nafas, matanya memandang kembali ke pemandangan Gon yang memeluk Killua yang sedikit blushing akan hal itu dan kemudian dia pun melihat Kuroro "Aku akui aku sedikit menyesal akan hal itu. Selama ini Gon sudah seperti adik perempuanku sendiri dan aku selalu mengharapkan Gon selalu meminta bantuanku dan selalu bersamaku. Tapi mengetahui dia menyukai Killua itu dengan tulus, aku hanya bisa melepaskannya. Kalau Gon bahagia ya aku juga bahagia"

"Meskipun itu artinya kamu kalah?" Tanya Kuroro

"Ya" ujar Kurapika tanpa ragu – ragu.

"Calon istri gw ini emang baik hati" ucap Kuroro dengan berpura-pura menyekat air mata.

"Heh, siapa yang calon istrimu?" bentak Kurapika dengan kecil secara mereka di tempat umum.

"Ya jelas kamu. Emang siapa lagi?" Tanya Kuroro dengan nada iseng.

"Kita hanya pacaran bukan nikah" ucap Kurapika dengan sedikit blushing.

"Oh, jadi ngaku kalau kita sekarang pacaran?" ucap Kuroro dengan seringai.

Kurapika membalasnya dengan hampir menumpahkan juice miliknya yang membuat Kuroro tertawa kecil membuat Kurapika blushing tapi tersenyum.

"Kita dating ke planetarium yah" ujar Kuroro.

"Terserah" ucap Kurapika, sedikit tersenyum.

"Gon, mau ke planetarium nanti?" Tanya Killua.

"Boleh" ucap Gon dengan senyum.

Kedua pasangan ini pun tak disangka bakal pergi ke tujuan yang sama. Yang pasti Tantangan Cinta ini pun menjadi awal dari pertemuan dan kisah cinta mereka. Tantangan yang dimenangi oleh Kuroro dan Killua sehinga mereka memenangkan hati pasangan mereka masing-masing.

TAMAT

Review

Ailasca-chan (chapter 8) Terima kasih atas review dan dukungan anda selama ini Ailasca-chan ^^. Tantangan Cinta sudah resmi tamat. Terima kasih sudah terus membaca fic ini yang update selalu lama. Terima kasih… Terima kasih. Author sangat senang dan sedih juga akhirnya tamat. Mungkin kedepannya bakal ada cerita baru dan terima kasih dan sampai jumpa di cerita baru atau cerita yang masih bersambung Ailasca-chan