Our Codes
By: Miyucchi sang Cappuccino

.

Disclaimer :

KHR owned by Amano Akira

.

7227 : [Mirror]
"Mereka selalu bertemu walau sebuah 'dinding' menghalagi mereka berdua. Satu sisi sangat menyayangi seseorang di depannya. Satu sisi hanya bisa menunggu datangnya kebenaran."


"Natsu-kun! Heeei, Natsu-kun! Keluarlah!"

Seorang anak berumur sekitar 8 tahun terus mengetuk layar kaca tersebut tanpa henti –berharap seseorang yang dia cari segera muncul. Senyumannya mengembang tatkala seorang brunette berpenampilan sama dengannya–bedanya ia beriris jingga langit, sedangkan Tsuna beriris coklat muda– muncul.

Lelaki itu menghela napas panjang. "Tsuna," Alisnya saling bertaut. "Sudah kubilang, mengetuk berapa kali pun hanya akan membuat tanganmu sakit. Apa kau tahu arti 'bersabar'?"

"Maaf, Natsu-kun," Anak itu, Tsuna, terkekeh malu. "Tsu-kun hanya ingin segera bertemu denganmu. Tidak apa-apa, 'kan?" Ia memberikan puppy eyes andalannya.

Natsu hanya menggaruk kepalanya. "Yah..." Matanya melirik ke arah lain, tidak berani menatap langsung sang empunya. "K-kalau itu maumu..."

Tsuna tersenyum lebar. "Hari ini Tsu-kun ada banyak cerita untukmu! Tadi pagi Mama memasakkan sesuatu, dan itu enak sekali! Namanya Sa–...uh... Sa... ...Saris-ssu... buri... Stik?"

"Maksudmu Salisbury Steak?"

"Ah, iya! Mama juga bilang seperti itu," Iris coklat madu miliknya berbinar-binar. "Mama juga berjanji akan membawakan bekal yang sama khusus untuk Tsu-kun! Tapi..."

Natsu mengerutkan dahinya bingung. "Ada apa, Tsuna?" Tanyanya.

Bibir Tsuna mengerucut sedih. "...Tsu-kun takut nanti bekal Tsu-kun diambil sama Osamu-kun dan teman-temannya..."

Lelaki beriris jingga itu terdiam sebelum tersenyum kecil. "Tidak apa-apa, Tsuna. Kalau kamu makannya di kelas dan bersama teman-temanmu, pasti tidak akan diambil." Hiburnya.

"...Benarkah?"

Senyumannya kembali merekah melihat anggukan dari Natsu. "Terima kasih, Natsu-kun. Tsu-kun saaaaayang Natsu-kun!"

Natsu memberikan senyum terbaiknya. "Sama-sama, Tsuna. Aku juga menyayangimu."

Mereka pun melanjutkan pembicaraan seperti hari-hari sebelumnya. Tsuna dan Natsu bertemu ketika sang brunette manis tersebut sedang menangis sendirian setahun yang lalu. Sejak saat itu Tsuna selalu menceritakan apa yang ia alami seharian, dan Natsu setia menjadi pendengarnya. Tak jarang dia memberikan nasihat kepada sang brunette jika ia di-bully lagi.

Tsuna sangat menyayangi Natsu, dan begitu pula sebaliknya.

Hingga pada saat Tsuna berumur 10 tahun...

Tsuna memiringkan kepalanya menatap Natsu. "Hei, Natsu-kun..."

"Ya?"

Iris coklat madu bertemu iris jingga.

.

.

.

"Mengapa kau selalu terkurung di situ? Kau tidak kesepian?"

Hening.

"..."

"Natsu-kun?"

"Ah–um..." Natsu tergagap. "He-hei, Tsuna. Sepertinya ibumu memanggilmu."

"He?" Tsuna melangkah mendekati pintu kamar. Dia mendengar suara panggilan Ibunya.

"Tsu-kun, makan malam sudah siap~"

"Natsu-kun benar! Mama memanggil Tsu-kun," Tsuna berlari ke arah 'Natsu'. "Natsu-kun, Tsu-kun pergi dulu ya!"

'Natsu' hanya tersenyum kecut seraya melambaikan tangannya, bersamaan dengan berubahnya tampilan cermin kembali menjadi bayangan Tsuna.


"Maaf, Tsuna."


...Intinya sih Tsuna itu penderita mental disorder. Dia mendelusikan tampilannya di cermin sebagai 'Natsu'.

Udah gitu doang /slapped

Well, well. Next chapter is...

Is...

...

Uh... ...Why don't you wait for it? /gaploked

(Miyucchi modus)

(pasti mau nyisipin rare ship, makanya nggak bilang)

(hiks)

7227-nya gatot ya. Sorry, nee-san... (;_;) Sengaja fic yang ini nggak dibikin fictogemino biar lebih nyesek ahay–

(bilang aja nggak punya ide)

(y h a)

Tapi yang penting...

AKHIRNYA TO SELESAI YAY

YAY

Y A Y

Y A Y

Review, plase?