Teng... Teng... Teng...

Suara ribut dari jeruji besi yang di pukul membuatku kembali terjaga. Kulihat Kim Jongin lah yang melakukan aksi itu.

"Hei... Sekarang bukan saatnya tidur. Kemari, dan kutunjukan apa yang seharusnya kalian lakukan.." Kim Jongin masuk ke dalam sel.

Aku yang sedang tiduran, dipaksanya untuk bangun. Begitu juga D.O.
Kudengar beberapa erangan keluar dari mulutnya. Tampaknya teman sekamarku cukup terganggu dengan tetangga sebelah yang tiba-tiba datang mengganggu tidurnya.

"Apa sih?" Tanya D.O dengan tatapan tak suka, saat ini ia sudah turun dari ranjangnya.

Kim Jongin berdiri di hadapan kami dengan wajah datarnya. Ia tak terpancing sedikitpun dengan sikap kami yang seakan tak menyukai tindakannya.

"Kalau mau selamat, sebaiknya kalian mengikuti kata-kataku. Aku sangat mengenal tempat ini, dan peraturannya. Jadi, bergegaslah, aku tunggu di luar."

Setelah mengucapkannya, Kim Jongin segera keluar dari sel kami.

Aku dan D.O berpandangan sebentar. Tapi kemudian, kami segera membenarkan baju, memakai sepatu, merapikan rambut, juga membersihkan muka.

Setelah yakin, barulah kami berjalan meninggalkan sel, dan bertemu dengan Kim Jongin dan Byun Baekhyun yang sudah menunggu dengan wajah tak dapat kuartikan.

"Untuk kedepannya, sebaiknya kalian mengerjakan sesuatu dengan cepat." ujar Kim Jongin saat kami menyapanya. "Ayo," iya melambaikan tangan menuju tangga.

"Kita kemana, Kai?" tanya Byun Baekhyun pada... Siapa?

"Kita ke lantai 1. Itulah lantai paling penting di tempat ini." jawab Kim Jongin cepat. Lalu saat ia melihat wajahku yang kebingungan, ia menambahkan. "Aku kurang suka dipanggil Kim Jongin atau Jongin. Jadi panggil saja aku Kai."

"Dan panggil saja aku dengan Baekhyun... Tak usah pakai marga," Baekhyun menambahkan.

"Ah... Kalau begitu, kalian juga panggil saja aku Tao, dan orang di sebelahku dengan D.O," aku kembali memperkenalkan diri. Kali ini tak lupa sambil memperkenalkan si pendiam Kyungsoo pada mereka.

Kai dan Baekhyun mengangguk. "Ayo cepat. Aku tak suka berlama-lama."

kami sampai di lantai 1, dan Kai langsung membawa kami ke seebuah meja paling pojok. Kai lalu menduduki kursi yang sudah tersedia di sana. Aku, D.O, dan Baekhyun segera mengikutinya. dan beginilah posisi kami : aku dan Baekhyun duduk bersampingan, sedangkan D.O dan Kai duduk di hadapan kami.

"Sebenarnya apa yang mau kau tunujukkan?" Tanyaku yang sudah sejak tadi tak kuasa membendung pertanyaan lagi.

Kai tidak langsung menjawab. Tapi ia segera menaruh kedua sikunya di permukaan meja, lalu menyangga kepalanya dengan itu. "Aku bukan mau menunjukkan. Tapi memberi tips agar kalian bisa hidup tenang disini, sampai masa tahanan kalian selesai." ucap Kai.

"Pertama, kalian harus.."

"Apa penjara seburuk itu? sehingga kami butuh saranmu, agar hidup tenang di sini?" potong Baekhyun.

"Untuk orang yang sudah tahu seluk beluk dan peraturannya, sebenarnya penjara tidak terlalu buruk, dan bisa dikatakan menyenangkan. Tapi untuk orang yang buta soal penjara, dan tidak mengikuti aturan, bisa dibilang, hidup di penjara sama buruknya dengan neraka." Jelas Kai.

Ukh... mendengar kalimat terakhir, rasanya bulu kudukku merinding. Aku tak suka berada di penjara. Apalagi penjara berbau neraka. tidak!

"Jadi, apa yang harus kami lakukan untuk hidup di penjara dengan aman dan tenang?" Tanyaku cukup tak sabar. Yah... seperti yang kalian dengar, bukankah orang di hadapanku ini mempunyai tips untuk hidup nyaman di penjara. Tak masalah jika terdengar buru-buru. Yang penting aku segera mendapat tips darinya.

Kai diam sebentar, lalu menjawab. " Aku akan katakan, tapi jangan memotong ucapanku lagi!" tegasnya, seraya mengalihkan pandangannya menuju Baekhyun. Baekhyun yang diperhatikan seperti itu langsung menundukkan kepalanya, dan menjawab dengan anggukan.

"Bagaimana dengan kalian?" Tanya Kai padaku dan D.O.

"Baiklah." jawab kami serempak.

Kai menghembuskan napasnya panjang, lalu mulai berbicara.

"Pertama, kau harus menjaga sikap, terutama saat baru menjadi tahanan disini." Ujar Kai pada kami.

Kami lalu mengangguk paham.

"Hal yang harus kalian lakukan kedua adalah, jangan mencari musuh. Siapapun itu. Karena asal kalian tahu, yang dikatakan Oh Sehun... maksudku kepala sipir sialan tadi hampir seluruhnya benar. Tak ada Hak asasi manusia untuk orang-orang seperti kita. Terbukti dengan jumlah angka kematian akibat pembunuhan di lapas ini yang cukup besar." Kai memulai penjelasannya dengan panjang lebar.

"Kenapa bisa? bukankah ada sipir-sipir di sini?" Tanyaku spontan.

Kai berdeham dan memandangku tajam. "Sudah kubilang, aku tak suka dipotong. Hah... tapi sudahlah, setidaknya pertanyaanmu cukup bagus. Alasannya, karena tidak banyak sipir yang cukup peduli pada tahanan. Sebagian dari mereka bahkan membenci tahanan. Dan karena itulah, kau harus mendengar saran yang kedua. Karena yang kedua inilah, yang paling penting di antara semuanya."

Mendengar bahwa hal ketiga ini adalah hal paling penting, Aku, D.O, dan Baekhyun membenarkan posisi duduk, dan berusaha untuk fokus.

"Hal ketiga adalah, kau tidak boleh berurusan dengan Kris dan Park Chanyeol."

"Hah? siapa mereka?" Tanyaku dan Baekhyun berbarengan.

Kai kembali menghembuskan napas, sebelum menjawab pertanyaan kami. "Mereka berdua bisa dibilang, bos dari dua kelompok tahanan terbesar di sini."

"Jadi?"

"Jadi, jangan pernah berurusan dengan mereka apalagi bermusuhan. Karena terakhir kali kulihat seseorang bermusuhan dengan mereka, esoknya jasad orang itu ditemukan di salah satu sudut penjara." Jelas Kai.

Aku dan Baekhyun semakin meringis adengan ucapan Kai. Jadi ini yang namanya penjara?

Kukira, tempat yang dikelilingi sekumpulan polisi, akan sangat aman dan ketat. Tapi nyatanya, lebih banyak kekerasan, gang-gang kejam, dan banyak hal buruk lainnya.

"Oh ya, sebaiknya kalian menumbuhkan jenggot dan kumis." Kai menambahkan. Dan jujur, aku tak suka idenya. Wajahku berjambang? Bukankah akan terlihat aneh dan tua?

"Kenapa? Itu akan membuat kami terlihat lebih tua dan kotor, bukan?" Tanya D.O akhirnya.

"Maksudku memang begitu. Membuat kalian terlihat tua, dan tak menarik." Jawab Kai cepat.

Aku dan Baekhyun merengut sebal. Apa sih yang ada di otaknya. Di saat banyak orang yang ingin terlihat awet muda dan tampan, kenapa pria ini menyuruh kami melakukan hal sebaliknya?

"Kalau aku tak mau?" Tanyaku dengan nada yang cukup sinis.

Kai tak memperdulikan sikapku, malah ia tersenyum mendengarnya. Pasti ada yang salah dengan otak miliknya.

"Itu pilihanmu. Tapi sebaiknya, ikuti saranku. Asal kalian tahu. Pria dengan wajah muda, menarik, dan bersih, akan diperebutkan sebagai 'wanita', di kalangan semua tahanan. Dan kujamin, hidup kalian akan lebih menderita jika sudah di cap 'wanita' di penjara." Kai menerangkan alasannya dengan cepat.

"Wanita? Bukankah sudah jelas kami lelaki?" Tanyaku, Baekhyun, dan d.O serempak.

Kai kembali tersenyum, namun ada maksud lain dari senyumnya yang agak... misterius.

"Baiklah kalau begitu, akan kujelaskan dengan mudah. Sekarang yang harus kalian lakukan adalah, membayangkan apa yang akan kukatakan." Kai lalu memandang kami satu persatu dengan pandangan meminta persetujuan.

Walau ragu, aku tetap mengangguk. Begitu pula Baekhyun dan D.O.

"Bayangkan jika kalian terkurung selama 5 tahun atau lebih di sebuah tempat yang tak ada perempuan, dan tak bisa melakukan 'pelepasan', Sedangkan hawa nafsu tak mungkin di cegah. Apa yang kalian lakukan?"

Aku tercengang dengan apa yang dikatakan Kai. Tapi tidak lama, karena kurasa aku sudah tahu jawabannya.

"Aku lebih baik menahan diri, atau melakuakan sendiri, daripada melakukannya dengan sesama pria!" Jawabku yakin.

Kulihat Baekhyun dan D.O mengangguk mengiyakan.

"Kalian mungkin bisa berkata seperti itu. Tapi kebanyakan tahanan di sini, memilih mengganti peran wanita mereka di luar sana, menggunakan lelaki 'cantik' di dalam sini. Dan kalian, tahanan baru dengan wajah bersih adalah targeta utama mereka." Terang Kai panjang lebar.

Akhirnya kami semua mengangguk paham, dan setelah itu, kami kembali ke sel tahanan kami, karena sudah waktunya masuk.

Saat hendak tidur, perkataan-perkataan yang tadi di ucapkan Kai mengalir begitu saja di kepalaku. Sepertinya Kai tahu banyak tentang penjara, dan ia yakin dengan semua teorinya. Itu artinya, semua yang dikatakan Kai, benar. Dan jika sudah begitu, kupastikan besok aku akan melaksanakan sarana yang diberikannya. Menumbuhkan jambang (walau tidak akan tumbuh semalam, sih), bersikap sopan, dan sebisa mungkin tak terlihat.

Ah... apa lagi?

Oh iya! Jangan sampai aku bertemu, apalagi berurusan dengan Kris dan Park Chanyeol.

Rasa kantuk mulai terasa, dan aku suasana gelap di sekitar sel tahanan membuatku terlelap seketika. Hah.. siapa yang menyangka, hari pertamaku di penjara, berlalu begitu cepat...