Cast :

Shim Changmin

Jung (Cho) Kyuhyun

Lee Yeon Hee

Choi Siwon

Other Cast :

Jung Yunho-Jung (Kim) Jaejoong

Shim (Tan) Hangeng-Shim (Kim) Heechul

Shim Soo Yeon

Shim Ji Yeon

Genre : Romance, Friendship, Family

NB : setting lokasi FF ini ada di Busan, Korea Selatan.


.

.

Fanfic ini saya persembahkan untuk Pangeran Shim yang akan enlist military sebentar lagi.

This is for you Prince Shim.

"I see my future in an instant and there it goes. I think I've found my best friend. I see the missing pieces. I think I found my way home. I know that it might sound more than a little crazy but I believe…" (Savage Garden-I Knew I Loved You)

.

.

Selamat membaca!

.

.

Chapter 4

.

.

Selama beberapa saat, Kyuhyun memandangi Siwon yang masih sibuk membaca beberapa berkas laporan dari para manajer di Hyundai Department Store. Saat ini dia ada di ruangan kerja Siwon. Dia memang sengaja datang mengunjungi kekasihnya itu. Dia merasa tidak enak hati, selama beberapa minggu seperti melupakan Siwon dan justru asyik mencari kesenangan sendiri. Lalu hebatnya lagi adalah Siwon seperti tak mempersalahkan hal itu. Kekasihnya itu memang benar-benar dewasa dalam bersikap. Dia jadi semakin bersalah.

Siwon yang telah mengecek semua berkas-berkas di tangannya, mengalihkan perhatiaannya pada Kyuhyun yang masih melihatnya dengan raut wajah berpikir.

"Wajahmu serius sekali sayang. Apa yang sedang kau pikirkan?" tanya Siwon yang segera beranjak dari kursinya menghampiri Kyuhyun.

Namja manis itu sedikit berjengit dengan pertanyaan tiba-tiba Siwon. Dia tak menjawab, hanya matanya mengikuti pergerakan Siwon. Sekarang namja dengan sepasang dimple itu berlutut di hadapan Kyuhyun, lalu memegang kedua tangan namja manis itu.

"Kenapa tidak menjawab pertanyaanku, hmm? Melihat raut wajahmu, sepertinya ada hal berat yang sedang kau pikirkan,"

Kyuhyun berusaha memberikan senyuman agar Siwon tidak mengkhawatirkannya.

"Tidak apa-apa, hyung. Mungkin aku sedang merasa sangat bosan,"

Siwon menganggukkan kepalanya. "Maaf, ya, membuatmu menunggu. Jika tahu kau ke sini siang ini, aku akan menyelesaikan pekerjaan lebih cepat. Lain kali berilah kabar jika kau ke sini,"

"Iya," jawab namja manis itu masih dengan senyuman.

"Oh, ya. Mumpung besok jadwalku tidak terlalu padat, bagaimana kalau kita pergi kencan? Sepertinya sudah sangat lama kita tidak pergi berdua. Maafkan aku yang terlalu sibuk, ya?"

Kyuhyun menganggukkan kepalanya. Dia berpikir mungkin dengan begini dia bisa melupakan perasaannya pada Changmin. Siwon yang tersenyum hangat di depannya itu menyadarkannya bahwa dia sudah memiliki seseorang yang mencintainya. Tidak seharusnya dia bermain api dengan menaruh hati pada orang lain. Apalagi orang itu pun ternyata juga telah memiliki kekasih. Namja manis itu merutuki dirinya yang bisa-bisanya mempunyai perasaan secepat itu pada orang lain. Mulai detik ini, dia bertekad untuk hanya melihat Siwon. Dia harus bisa melakukannya.

.

.

ChangKyu

.

.

Kyuhyun mengamati pemandangan sepanjang perjalanan pulang ke rumahnya dengan pandangan bosan. Di sebelahnya Siwon sedang fokus menyetir. Memorinya mengulang setiap moment saat dia dan Siwon melakukan apa yang disebut kencan itu. Seperti biasa yang mereka lakukan, Siwon akan mengajaknya makan malam romantis di salah satu restoran mahal yang sudah direservasinya. Setelah itu mengajaknya berjalan-berjalan menyusuri jalanan kota Busan yang ramai.

Namja manis itu mendesah sekilas. Dia merasakan perasaannya biasa saja. Sungguh. Bukannya Siwon tak romantis atau tidak memperlakukannya dengan baik. Justru Siwon melakukan segalanya dengan baik dan bisa dikatakan sempurna. Siapapun jika diperlakukan dengan sangat romantis seperti apa yang dilakukan Siwon, pastilah dirinya akan meleleh dan berbunga-bunga. Tapi dia sama sekali tidak merasakan perasaan semacam itu. Dia merasa senang, hanya tidak ada perasaan di mana dia merasa menggebu-nggebu dengan jantung yang berdetak tidak karuan, lalu merasa sangat bahagia dan antusias untuk melakukan kencannya dengan Siwon. Dia seperti menjalaninya seperti air mengalir saja. Terasa sangat biasa. Tidak berkesan.

Kemudian, tiba-tiba otaknya memproses kebersamaannya ketika bersama Changmin. Namja tampan yang mempunyai mata sekelam malam itu, meskipun sangat menyebalkan, tapi nyatanya ketika bersamanya, Kyuhyun akan sangat mudah tertawa lepas. Perasaannya dipenuhi dengan kebahagiaan dan antusiasme berlebihan. Emosinya dapat dengan cepat diaduk-aduk oleh kepribadian Changmin yang banyak kejutan. Banyak hal baru yang dia rasakan atau dia ketahui saat bersama Changmin. Seolah saat bersama namja tampan itu, Kyuhyun akan selalu membuka berlembar-lembar halaman baru yang penuh kejutan. Itu adalah hal yang tak pernah dia rasakan sebelumnya.

Seketika, Kyuhyun menegakkan tubuhnya saat dia menyadari sesuatu. Hal-hal yang dia pikirkan dan rasakan tentang Changmin, adalah hal yang ternyata selama ini tak pernah dia rasakan ketika bersama Siwon. Selama beberapa tahun menjalin hubungan sebagai kekasih, ternyata dia stagnan. Ibarat buku, dia diam pada halaman yang sama. Tak ada hal baru yang dia rasakan atau ketahui. Hubungan macam apa ini? Apakah hubungan macam air mengalir seperti yang dia pikirkan tadi? Lalu setelah ini apa yang akan dia lakukan? Ternyata sedatar ini hubungannya dengan Siwon? Tapi kenapa? Apa yang kurang? Apa yang belum dia lakukan atau apa yang belum Siwon lakukan? Lalu bagaimana bisa Changmin masuk dalam pikiran dan perasaannya dengan mudah?

Kyuhyun merasakan kepalanya tiba-tiba pusing memikirkan semua itu. Dia sama sekali tidak menemukan jawaban atas segala pertanyaan yang berotasi di otaknya.

"Kyu-ie, kita sudah sampai, sayang," kata Siwon sembari menyentuh bahu Kyuhyun.

Namja manis itu tersentak dengan sentuhan ringan di bahunya. Kepalanya bergerak melihat Siwon yang memandangnya khawatir.

"Kau kenapa, sayang? Kau sakit?" tanya Siwon lalu tangannya bergerak menyentuh dahi Kyuhyun untuk mengecek suhu tubuh namja manis itu.

Kyuhyun berusaha tersenyum lalu menggeleng cepat. Tangannya bergerak untuk melepas seat-beltnya. Setelah itu, dia melihat Siwon kembali yang masih memandanginya dengan raut penasaran.

"Aku baik-baik saja, hyung. Aku sedikit lelah. Mungkin aku butuh tidur lebih cepat," kata Kyuhyun untuk menyakinkan Siwon.

Meskipun tidak yakin dengan perkataan Kyuhyun, Siwon tetap menganggukkan kepalanya.

"Terima kasih untuk malam ini. Aku turun dulu," kata Kyuhyun sembari tersenyum lalu segera membuka pintu mobil.

Tangan Siwon bergerak cepat memegang tangan Kyuhyun yang akan meraih handle pintu. Namja manis itu melihat tangan Siwon lalu menolehkan kepalanya pada Siwon.

"Ada apa, hyung?" tanya Kyuhyun tak mengerti.

Siwon tak menjawabnya, tapi wajahnya mendekat pada wajah Kyuhyun. Namja manis itu cukup terkejut dengan pergerakan Siwon. Secara refleks, Kyuhyun membuang mukanya ke arah lain. Siwon yang akan mencium bibirnya, hanya mengenai pipinya.

Mata Kyuhyun melebar kaget dengan reaksinya sendiri. Apakah dia baru saja menolak ciuman yang akan diberikan Siwon?

Siwon memundurkan wajahnya untuk melihat wajah kekasihnya. Dahinya mengerut dalam atas reaksi Kyuhyun.

"Kyu-"

"Maaf, hyung. Aku hanya terlalu kaget dengan apa yang akan kau lakukan. Maafkan aku," potong Kyuhyun cepat saat Siwon akan bertanya.

Siwon menghela nafas entah untuk apa. Perasaannya mendadak tak nyaman dengan reaksi Kyuhyun yang refleks seperti menolak ciuman yang akan diberikannya.

"Emm, sekarang aku siap jika kau mau menciumku," lanjut Kyuhyun untuk meredam perasaan bersalahnya pada Siwon.

Namja manis itu segera menutup matanya yang disambut dengan senyuman Siwon. Namja berdimple itu mendekatkan wajahnya kembali pada wajah kekasihnya. Tapi, tinggal sedikit lagi bibirnya menyentuh bibir Kyuhyun, namja manis itu kembali mengalihkan perhatiannya saat dia merasakan ada getaran di saku coat-nya. Matanya melihat ID di layar ponsel pintarnya, lalu dengan cepat matanya berbinar-binar saat mengetahui siapa yang meneleponnya.

"Hyung, maaf ada telepon yang harus ku angkat. Emm, aku sekalian turun, ya?" kata namja manis itu lalu mencium pipi Siwon cepat. Dia segera membuka pintu mobil dan melambai singkat pada Siwon. Dia bahkan tak menunggu respon Siwon yang sekarang melihatnya dengan perasaan tak terdefinisikan. Entah mengapa, kali ini Siwon merasakan ada sesuatu yang berbeda dengan kekasihnya. Apakah dia harus curiga?

.

.

ChangKyu

.

.

"Halo?" sapa Kyuhyun pada Changmin, orang yang meneleponnya. Beberapa waktu lalu, saat dia menginap di rumah Changmin, dia memang sempat bertukar nomer telepon dengan namja tampan itu. Tanpa bisa dicegah bibir merah mudanya tertarik membentuk sebuah senyuman.

"Halo. Bagaimana kabarmu?"

Kyuhyun menyipitkan matanya untuk bereaksi atas pertanyaan Changmin yang terdengar tak biasa.

"Tumben sekali kau bertanya hal-hal semacam itu. Mencurigakan…" balasnya.

"Oh, baiklah. Jika otakmu bisa berpikir pertanyaanku mencurigakan, berarti kau sehat lahir batin,"

Kyuhyun mendengar tawa dari line seberang. Namja manis itu mengerucutkan bibirnya dengan kalimat Changmin. Namja tampan itu memang selalu menyebalkan bagaimanapun kondisinya.

"Lupakan! Ada apa kau meneleponku?" tanya Kyuhyun sengaja terdengar ketus.

"Hahahaha, kau memang mudah dibuat kesal, ya? Dasar sensitif!"

Lalu terdengar helaan nafas. Kyuhyun menunggu Changmin menjawab pertanyaannya.

"Kau pasti ingat, kan, besok hari terakhir festival. Lalu tentu saja untuk grand closing akan ada pertunjukan kembang api. Kau mau datang?"

Kyuhyun melebarkan matanya terkejut dengan tawaran Changmin. Apakah namja tampan itu mengajaknya melihat kembang api bersama? Atau apa? Kyuhyun segera menggelengkan kepalanya cepat sebelum pikirannya memproses pertanyaan-pertanyaan aneh lagi.

"Kau mengundangku? Aku jadi tamu undangan?" tanya Kyuhyun berusaha menetralkan suaranya yang seperti akan berteriak kegirangan.

"Bukan. Tidak ada istilah undangan saat pertunjukkan kembang api. Siapapun boleh datang melihatnya. Entahlah, tiba-tiba saja aku mengingatmu yang sering kurang kerjaan. Mungkin kau bisa mengisi waktu luangmu besok,"

Kyuhyun memejamkan matanya sembari menggigiti bibir bawahnya gemas. Dia sungguh ingin berteriak girang karena jawaban Changmin. Ya, meskipun tadi Changmin sempat sedikit mengoloknya yang kurang kerjaan, tapi ajakan melihat pertunjukkan kembang api itu, sungguh membuatnya senang sekali. Justru sekarang dia merasakan kembang api sudah menyala-nyala di sekitarnya. Namja manis itu menggelengkan kepalanya lagi untuk meredam perasaan bahagianya. Dia ingat Changmin masih meneleponnya.

Namja manis itu menarik nafas sejenak lalu menghembuskan nafas sepelan mungkin.

"Baiklah. Aku mau. Tapi, aku tidak akan jadi kacang, kan di sana?" tanyanya saat otaknya mengingat Yeon Hee, kekasih Changmin itu. Mendadak kembang api yang menyala di sekitarnya padam saat mengingat yeoja itu. Dia tak suka.

"Kacang? Maksudmu?" tanya Changmin tak mengerti.

Kyuhyun berdecak, "Maksudku, kau kan pasti dengan kekasihmu itu. Lalu aku menikmati kembang apinya sendirian begitu? Atau maksudmu kau ingin kita menikmati kembang apinya bertiga? Haa?"

Changmin justru tertawa keras saat mendengar penjelasan Kyuhyun. Namja manis itu mengernyitkan dahinya bingung.

"Hahahaha, kau bisa saja… Tidak. Yeon Hee tidak bisa datang. Dia sudah ada acara sendiri. Kenapa? Kau seperti istri kedua yang tak ingin akur dengan istri pertama. Hahahahahaha…." Changmin kembali tertawa keras.

Seketika, Kyuhyun merasakan seluruh wajahnya panas. Namja manis itu melihat cermin di kamarnya yang memantulkan tubuhnya. Dia melihat wajahnya bahkan sampai telinganya memerah parah. Kyuhyun tidak tahan merasakan gejolak dalam perasaannya karena kalimat Changmin. Ya Tuhan… bisakah Changmin tidak menggodanya begini? Lama-lama dia tak akan bisa menahan perasaannya. Namja manis itu berguling-guling tidak jelas di ranjangnya.

"Enak saja kau bilang! Kau tidak pernah merasakan menjadi kacang, kan? Makanya kau seenaknya bilang begitu!" pekik Kyuhyun heboh untuk menutupi kegugupannya.

"Maaf, ya. Aku memang tidak pernah menjadi kacang. Justru aku selalu menjadikan orang lain sebagi kacang. Ya, sudahlah. Daripada kau marah-marah karena teleponku, lebih baik aku menutupnya. Sampai jumpa besok,"

"Sebentar!" sahut Kyuhyun cepat saat Changmin hampir memutuskan panggilannya.

"Ada apa?"

"Kau itu memang tidak bisa bersikap manis!" balas Kyuhyun.

"Maksudmu apa?"

Namja manis itu mengulum bibirnya terlihat malu-malu.

"Emm, selamat malam,"

"Hahahahaha, baiklah, selamat malam juga," balas Changmin lalu menutup teleponnya.

Kyuhyun menatapi ponselnya dengan pandangan berbinar-binar. Dia kembali berguling-guling di ranjangnya lalu berteriak-teriak tidak jelas untuk mengekspresikan rasa bahagianya.

"Kyu, ini sudah malam! Jangan berteriak-teriak!" teriak Ummanya dari kamar di lantai bawah.

"Iyaaa! Umaaa!" balasnya lalu terkikik geli.

Kyuhyun memandangi langit-langit kamarnya masih dengan senyuman lebar yang tidak luntur. Tetapi, tiba-tiba dia memikirkan Siwon. Astaga… bukankah dia sudah memutuskan untuk melupakan perasaannya pada Changmin. Kenapa begini lagi? Kenapa keputusannya bisa berantakan dengan cepat? Tapi, perasaan bahagia yang dirasakannya karena Changmin juga susah untuk ditolak. Ini terasa sangat nyaman dan melenakan. Terlalu luar biasa untuk diabaikan. Dia serasa tak ingin melepaskannya. Namja manis itu lama-lama merasakan candu atas perasaannya pada Changmin. Tapi, Siwon bagaimana? Namja manis itu kembali merutuki dirinya sendiri.

"Apa yang harus aku lakukan?"

.

.

ChangKyu

.

.

Keesokan malamnya, Kyuhyun benar-benar menuruti perasaannya. Dia datang ke pertunjukkan kembang api sesuai undangan Changmin. Namja manis itu secara otomatis tersenyum saat melihat Changmin telah menunggunya di pintu masuk menuju tempat festival diadakan.

"Paman Shin, nanti tak perlu menjemputku. Changmin yang akan mengantarkanku pulang. Okay, paman?" kata Kyuhyun pada Paman Shin yang sedikit menaikkan alisnya merasa aneh. Tapi, dia segera menganggukan kepalanya pada perintah tuan mudanya. Kyuhyun terkikik geli melihat ekspresi Paman Shin. Mengenai Changmin yang mengantarnya, dia nanti yang akan memaksa namja tampan itu melakukannya. Mungkin ini yang disebut memanfaatkan kesempatan.

Setelah menutup pintu mobil, Kyuhyun segera berjalan cepat menghampiri Changmin yang tersenyum melihatnya. Namja tampan itu mengedikkan bahunya sekilas bermaksud mengajaknya untuk segera menuju tempat pertunjukkan kembang api. Changmin berjalan di depan Kyuhyun di antara padatnya pengunjung yang datang. Namja manis itu beberapa kali tertabrak atau terdorong oleh pergerakan para pengunjung.

Kyuhyun menghentikan langkahnya saat dia menyadari Changmin tidak ada dalam jarak jangkauan pandangnya. Kepalanya berkali-kali menoleh ke berbagai arah tapi tak mendapati Changmin. Dia mulai panik karena keadaannya saat ini.

"Changmin," panggilnya pelan.

Matanya caramelnya masih bergerak mencari-cari keberadaan Changmin. Ini sungguh tidak lucu saat dia terpisah dari Changmin padahal baru beberapa menit mereka berjalan bersama. Dia tidak berani melangkahkan kakinya karena khawatir akan terpisah semakin jauh jika Changmin mencarinya. Tapi, apakah Changmin mencarinya?

"Changmin," panggilnya lagi agak lebih keras. Apakah dia harus berteriak? Apa Changmin akan mendengarnya di antara riuhnya suara-suara para pengunjung ini?

"Kyu! Ya, Tuhan!" pekik seseorang tiba-tiba. Seseorang itu segera memegang kedua bahunya.

"Changmin…." gumam Kyuhyun terdengar seperti bisikan saat melihat Changmin telah ada di depannya dengan nafas tersengal-sengal.

"Apa kau mencariku?" tanya Kyuhyun dengan wajah khawatir takut jika dugaannya salah.

"Dasar bodoh! Tentu saja aku mencarimu! Kau tidak lihat aku panik begini?" jawab Changmin jengkel. Dia tadi sangat terkejut saat menoleh ke belakang dan tidak mendapati Kyuhyun mengikutinya. Dia segera berbalik menyusuri kembali jalan yang telah dilaluinya dengan sedikit berlari. Dia khawatir tentu saja. Bagaimana jika namja manis itu tiba-tiba hilang atau diculik atau kemungkinan-kemungkinan buruk lainnya? Memikirkannya saja dia sangat takut. Tapi, untunglah namja manis itu baik-baik saja. Dia hanya tertinggal oleh langkahnya.

Kyuhyun menundukkan kepalanya malu-malu. Namja manis itu sangat senang dengan jawaban Changmin. Bukankah itu berarti Changmin memikirkannya?

"Terima kasih. Aku minta maaf. Jalannya sangat padat. Tentu saja aku akan tertinggal jika kau berjalan begitu saja tanpa melihatku," katanya untuk membela diri.

Changmin mendesah agak kesal tapi dia membenarkan alasan namja manis itu. Lalu tanpa banyak bicara, namja tampan itu menggenggam tangan Kyuhyun dan segera mengajak namja manis itu berjalan kembali.

Kyuhyun mendongakkan kepalanya melihat wajah Changmin lalu melihat tangannya yang digenggam Changmin. Dia melihat tangannya yang tenggelam oleh tangan besar Changmin. Lewat genggaman tangan mereka, Kyuhyun dapat merasakan getaran seperti listrik menjalar dengan cepat ke tubuhnya. Tidak terasa sakit, justru terasa hangat dan sangat nyaman. Namja manis itu tersenyum sangat cerah dan pipinya merona terlihat manis.

'Ya, Tuhan… jika ini mimpi, tolong jangan bangunkan aku,'

.

.

ChangKyu

.

.

Kyuhyun mengernyitkan dahinya saat Changmin berbelok menuju arah berbeda dengan arah yang dituju para pengunjung lainnya. Dia ingin bertanya, tapi takut jika Changmin tiba-tiba melepaskan genggaman tangannya. Dia tidak mau hal itu terjadi, jadi dia hanya diam saja saat Changmin mengajaknya menaiki sebuah tangga buatan dari tanah.

"Kita sampai. Beberapa menit lagi pertunjukkan kembang api akan dimulai," kata Changmin lalu berjalan beberapa langkah ke depan. Dia menghirup nafas dalam-dalam sambil merentangkan tangannya.

"Lebih nyaman di sini, kan? Jika kita melihatnya di lapangan bawah itu, tidak akan seleluasa ini menghirup nafas dan melihat pemandangan terbaik saat kembang api menyala di langit,"

"Iya," jawab Kyuhyun dengan matanya masih melihat tempat mereka saat ini.

Changmin mengajaknya menuju sebuah bukit yang terletak agak tersembunyi di belakang tempat festival diadakan. Bagaimana bisa Changmin mengetahui ada bukit di sini? Namja tampan itu memang selalu tak terduga.

Kyuhyun melihat Changmin duduk begitu saja di rerumputan.

"Hei, jangan diam saja. Duduklah," ajak Changmin sembari menepuk tempat di sebelahnya.

Kyuhyun tersenyum senang dengan ajakan Changmin. Namja manis itu lalu segera duduk di sebelah namja tampan itu.

Changmin masih memandangi langit yang terlihat cerah malam ini. Namja tampan itu sepertinya tidak menyadari, jika Kyuhyun terus menatapinya tanpa putus. Namja manis itu begitu bahagia dengan moment mereka berdua saat ini. Di mana hanya ada dia dan Changmin. Di mana dia tak perlu memikirkan apapun dan hanya merasakan rasa bahagia saat bersama namja tampan itu.

"Ah, sepertinya sebentar lagi pertunjukkan kembang apinya dimulai," kata Changmin sembari melihat jam tangannya.

Namja tampan itu mengalihkan pandangannya pada Kyuhyun.

"Kau siap melihat pertunjukkannya?" tanya Changmin dengan senyum lebar dan mata berbinar.

Kyuhyun seolah terhanyut oleh binar mata kelam Changmin. Dia merasakan keterpesonaan dengan senyuman cerah itu. Senyuman sederhana yang seolah menjanjikan kebahagiaan tiada putus. Perasaan ini sungguh membuatnya mabuk. Dia seperti tak bisa menahan dirinya untuk tidak jatuh semakin dalam pada perasaan cintanya untuk Changmin.

"Kyu?" panggil Changmin saat melihat namja manis itu hanya melihatnya.

"Ah, iya. Maaf, aku melamun,"

Namja manis itu tersenyum canggung ketika menyadari dirinya terhanyut hingga tak memperhatikan pertanyaan Changmin.

"Kau siap dengan pertunjukkan kembang apinya?" tanya Changmin sekali lagi.

Kyuhyun tersenyum lalu mengangguk cepat. Kemudian Changmin melihat lagi jam tangannya.

"Sekarang, lihat ke langit!" teriaknya bersemangat.

Mereka berdua segera mendongakkan kepala melihat banyak sekali kembang api meluncur mulus ke langit lalu menyala bersahut-sahutan. Pemandangan yang sangat indah.

Kyuhyun mengalihkan perhatiannya pada Changmin yang terlihat sangat menyukai pemandangan kembang api di langit. Baginya melihat Changmin dengan senyuman bahagia itulah pemandangan terbaik. Kyuhyun sepenuhnya menyadari, perasaannya semakin dalam dan dia tak bisa berpaling lagi.

.

.

ChangKyu

.

.

Setelah malam pertunjukkan kembang api, Kyuhyun merasa ada di mana dia selalu ingin bertemu Changmin. Melihat wajah namja tampan itu tersenyum padanya atau mendengarkan omongan-omongan pedasnya. Bahkan hanya melihat Changmin diam saja, pun tak masalah. Asalkan bisa melihat namja tampan itu terasa cukup.

Memikirkan Changmin membuatnya mengingat anak-anak lucu dan manis di panti asuhan. Apalagi pada gadis kecil yang bernama Eunsoo. Maka dia memutuskan hari Minggunya yang tenang untuk berkunjung ke sana. Pasti akan menyenangkan.

Saat namja manis itu tiba di panti asuhan dan membuka pintu gedung sederhana itu, anak-anak seketika berhamburan menyambutnya. Dia terpekik senang, sangat tidak menyangka dengan sambutan ramah nan polos mereka. Namja manis itu tertawa senang menerima pelukan anak-anak panti. Hah, jika dia tahu semenyenangkan ini berkumpul bersama anak-anak panti, dia serasa ingin bertemu mereka setiap hari.

"Ah, iya. Aku membawakan kalian hadiah yang sangat banyak! Kalian mau anak-anak?" tanya Kyuhyun dengan memasang ekspresi serius tapi berbinar-binar.

Anak-anak di sekelilingnya saling pandang lalu serentak menjawab, "MAUUU!"

Kyuhyun meringis geli mendengar teriakan mereka yang sangat bersemangat. Namja manis itu memanggil Paman Shin yang di kedua tangannya telah penuh dengan berbagai hadiah untuk anak-anak panti. Itu baru sebagian kecil, Kyuhyun masih menyiapkan banyak lagi hadiah di bagasi mobilnya. Paman Shin bertugas mengambil hadiah-hadiah itu.

Melihat banyak hadiah yang dibawa Kyuhyun, anak-anak berseru-seru kegirangan dan segera memilih hadiah-hadiah yang mereka sukai. Kyuhyun tersenyum senang melihat kegembiraan yang tergambar dari raut wajah anak-anak di sekelilingnya. Ah, dia merasakannya lagi, perasaan hangat yang menyebar ke tubuhnya dan terasa menentramkan jiwanya. Kebahagiaan yang dirasakan anak-anak, kembali menular padanya.

Kyuhyun berpikir, selama ini kemana saja dia? Kenapa dia baru bisa memahami dan merasakan kebahagiaan sederhana ini? Satu hal yang dia pelajari hari ini adalah bahwa kebahagiaan itu bukan mutlak karena materi yang dia punyai, tapi kebahagiaan bisa juga dia rasakan saat memberi dengan tulus pada orang lain. Mungkin baginya, hadiah-hadiah itu tidak terlalu berharga. Tapi bagi anak-anak panti, hadiah-hadiah itu nilainya sangat besar. Namja manis itu teringat pada Changmin. Dia sangat bersyukur Tuhan mempertemukannya dengan Changmin. Namja tampan itulah yang telah mengenalkannya pada kebahagian ini.

"Kyuhyun-ah,"

Namja manis itu mengalihkan pandangannya dari anak-anak panti ke Bibi Hyobin yang berjalan ke arahnya dengan senyuman hangat. Dia segera menundukkan sedikit tubuhnya memberi salam.

"Bagaimana kabar Bibi?" tanya Kyuhyun setelah Bibi Hyobin berdiri di hadapannya.

"Baik. Bagaimana denganmu?"

"Kabarku sangat baik,"

"Ya, aku bisa melihatnya tergambar jelas pada wajahmu, Kyuhyun-ah," gurau Bibi Hyobin. Tapi yeoja paruh baya itu tidak berbohong. Senyuman cerah di wajah Kyuhyun menunjukkannya, bahwa namja manis itu memang terlihat bahagia.

"Oh, ya. Kenapa tidak bersama Changmin? Dia juga akan ke sini,"

Kyuhyun melebarkan matanya terkejut, tak menyangka namja tampan itu akan ke panti asuhan juga.

"Benarkah, Bibi? Aku tidak tahu dia akan ke sini," jawab Kyuhyun sembari menggelengkan kepalanya pelan.

"Selamat pagi!" sapa seseorang dari pintu depan.

Kyuhyun dan Bibi Hyobin segera melihat siapa yang datang. Kyuhyun tersenyum lebar melihat Changmin membuka pintu depan. Tetapi, senyumannya luntur seketika saat melihat seseorang yang berjalan di belakang Changmin. Siapa lagi jika bukan kekasih namja tampan itu, Lee Yeon Hee.

"Selamat pagi juga, Changmin-ah!" balas Bibi Hyobin.

"Selamat pagi, Bibi," sapa Yeon Hee lalu memeluk singkat Bibi Hyobin.

"Rasanya lama sekali kau tak ke sini, Yeon Hee," kata Bibi Hyobin setelah melepas pelukannya pada yeoja cantik itu.

"Maaf, Bibi. Toko bungaku sedang sangat sibuk. Aku bersyukur hari ini bisa ke sini lagi bertemu denganmu dan anak-anak,"

Changmin melihat sekilas Yeon Hee dan Bibi Hyobin yang sepertinya sedang berbincang akrab. Dia mengalihkan pandangan matanya ke anak-anak dan saat itulah dia baru menyadari ada Kyuhyun di antara anak-anak. Namja manis itu ternyata telah melihatnya lebih dulu.

"Hai," sapa Kyuhyun saat Changmin telah melihatnya.

"Aku tak mengira kau akan ke sini,"

"Begitu pula aku,"

"Apa ini sebuah kebetulan?" tanya Changmin sembari menarik sudut bibirnya mulai tersenyum.

"Hahahaha, mungkin," balas namja manis itu lalu membalas senyuman Changmin.

Yeon Hee mengernyitkan dahinya saat melihat Kyuhyun ada di panti asuhan juga. Bagaimana bisa Kyuhyun tahu mengenai panti asuhan ini? Lalu jika melihat interaksinya dengan anak-anak, sepertinya Kyuhyun pernah datang ke sini? Apakah ada hubungannya dengan Changmin? Apa saja yang telah dia lewatkan selama tidak berkunjung ke sini?

"Changmin-ah, apa yang kau bawa itu?" tanya Bibi Hyobin sambil menunjuk plastik ukuran sedang di kedua tangan Changmin.

"Ah, ini bahan makanan, Bibi. Yeon Hee ingin memasak makan siang untuk anak-anak," jawab Changmin lalu mengangkat sedikit salah satu plastik di tangan kanannya.

"Aku merasa merepotkan kalian," Bibi Hyobin menghela nafas tidak enak hati.

"Tidak apa-apa, Bibi. Emm, bagaimana jika kita mulai memasak sekarang, Bibi? Sepertinya kita akan masak banyak. Jadi perlu waktu yang lumayan lama untuk memasak," sahut Yeon Hee.

"Baiklah. Aku senang kau membantuku Yeon Hee,"

Changmin segera memberikan kedua plastik di tangannya pada Bibi Hyobin dan Yeon Hee. Kedua yeoja berbeda generasi itu segera menuju dapur untuk mengolah bahan-bahan masakan.

Kyuhyun melihatnya dengan wajah muram. Tiba-tiba dia ingin merutuki dirinya yang tak bisa memasak sama sekali. Seketika dia ingat omelan Ummanya karena tidak bisa bersahabat dengan dapur. Dia serasa ingin pulang lalu meminta pada Ummanya untuk mengajarinya memasak. Dia mendesah jengkel karena ketidakmampuannya dalam memasak itu.

"Hei, kenapa wajahmu seperti itu?" tanya Changmin yang membuat namja manis itu semakin mengerucutkan bibirnya.

"Aku juga ingin memasak. Tapi aku tak bisa memasak," jawab Kyuhyun jujur.

Changmin tertawa mendengar jawaban Kyuhyun. Namja manis itu makin merengut karena tawa Changmin.

"Jika kau tidak bisa memasak, itu bukan masalah besar. Tidak ada yang memintamu memasak. Kau masih bisa melakukan hal lain,"

Kyuhyun memiringkan kepalanya berusaha memikirkan kalimat Changmin.

"Tidak usah banyak berpikir. Ayo ikut aku! Kita lakukan hal-hal menyenangkan dengan anak-anak sembari menunggu makan siang siap," lanjut namja tampan itu lalu segera mengumpulkan anak-anak panti untuk bermain bersamanya.

Kyuhyun tersenyum senang mendengarnya. Ah, benar juga. Dia hampir tidak memikirkannya. Dengan begini, bukankah dia mempunyai waktu lebih banyak bersama Changmin? Namja manis itu tersenyum-senyum senang lalu segera mengikuti Changmin.

Selama beberapa lama, Changmin dan Kyuhyun bermain bersama anak-anak panti. Mereka bermain game out door bersama di halaman belakang dan melakukan perlombaan kecil-kecilan lalu ada hadiah untuk pemenangnya.

Sekarang adalah 'story time'. Jadwal yang tak akan terlewat jika Changmin berkunjung dan Kyuhyun sangat antusias dengan ini. Anak-anak telah membentuk setengah lingkaran di sekitar Changmin. Kali ini, Eunsoo yang duduk di pangkuan Changmin. Sedangkan Kyuhyun sengaja duduk di samping namja tampan itu. Tentu saja namja manis itu ingin dekat-dekat dengan Changmin. Dia juga memangku seorang namja kecil dengan wajah imut berusia sekitar empat tahun.

"Kalian siap untuk 'story time'?" tanya Changmin pada anak-anak.

"SIAAAP!" jawab anak-anak serempak. Kyuhyun terdengar ikut menjawabnya.

"Dengarkan baik-baik. Ssstt…" mulai Changmin dengan menaruh telunjukknya di depan bibir seolah menciptakan suasana hening di sekitarnya. Kyuhyun tersenyum merasakan perubahan suasana yang diciptakan Changmin.

Namja tampan itu mulai bercerita. Kyuhyun melihat Changmin dengan sangat antusias sama seperti anak-anak lain. Dia ikut tertawa jika ceritanya lucu dan ikut bergidik ketakutan saat ceritanya berubah seram. Dia juga ikut berseru-seru heboh bersama anak-anak untuk menanggapi cerita Changmin. Namja manis itu tanpa sadar terbawa suasana di sekelilingnya.

Sekarang cerita yang diceritakan Changmin terdengar santai. Hal itu membuat suasana jadi lebih tenang. Di saat inilah, Kyuhyun kembali melihat Changmin dengan pandangan memuja. Dia kembali terhanyut oleh perasaannya pada namja tampan itu. Dia seolah tak memperdulikan sekitarnya. Dia terlalu menikmati saat bisa sedekat ini dengan Changmin. Kyuhyun tidak menyadari, Yeon Hee yang telah selesai memasak, dapat merasakan arti pandangannya untuk Changmin. Yeoja cantik itu terlihat sangat tidak menyukai pemandangan di depannya dan berencana akan memastikan sendiri bagaimana hubungan Changmin dengan Kyuhyun.

.

.

ChangKyu

.

.

Eunhyuk berguling-guling di ranjang Kyuhyun dengan sesekali memindah channel televisi yang ditontonnya. Dia menolehkan kepalanya melihat Kibum yang masih sibuk menerima telepon dari orang tuanya. Sedangkan si tuan rumah, yaitu Kyuhyun, masih mengambilkan cemilan dan minuman ringan untuk tamunya.

Eunhyuk dan Kibum serempak mengalihkan perhatian mereka saat melihat Kyuhyun membuka pintu kamarnya lalu menaruh cemilan dan minuman untuk keduanya di nakas. Kibum segera mengakhiri teleponnya. Namja manis itu langsung menghempaskan tubuhnya begitu saja di samping Eunhyuk yang mengaduh kesakitan karena Kyuhyun menendang kakinya.

"Argh! Sakit, Kyu!"

Kyuhyun hanya mengedikkan bahunya tak peduli yang membuat Eunhyuk jengkel. Kibum mengacuhkan pemandangan di depannya, lalu meminum minuman yang dibawakan Kyuhyun.

"Kibummie aku juga mau! Jangan kau makan sendiri cemilannya!" teriak Eunhyuk saat melihat Kibum memakan cemilan tanpa memperdulikannya.

"Kau itu jangan seperti orang yang tak pernah makan bisa tidak, sih? Kelakuanmu itu sungguh kekanak-kanakkan!"

Bukan Kibum yang menanggapi teriakan Eunhyuk, tapi Kyuhyun.

"Hah… kau itu kapan, sih, membiarkan hidupku tenang?" balas Eunhyuk sambil merebut cemilan di tangan Kibum.

"Aku tak akan pernah membiarkan hidupmu tenang! Bahkan jika kau mati pun aku akan mengikutimu…"

Kyuhyun mengatakannya sembari terkikik geli. Eunhyuk mendengus jengkel dengan perkataan Kyuhyun. Dia memang selalu menjadi obyek pem-bully-an sahabatnya itu.

"Hei, Kyu. Beberapa waktu ini kau tak pernah merecoki kami. Kau punya kesibukan baru, ya?" tanya Kibum tiba-tiba yang langsung membuat namja manis itu terdiam.

"Atau selingkuhan baru?" lanjut Eunhyuk yang mendapat pukulan dengan bantal dari Kyuhyun. Eunhyuk kembali mengaduh kesakitan.

Namja manis itu diam dengan matanya melihat wajah kedua sahabatnya. Kibum dan Eunhyuk melihatnya menunggu jawaban.

"Kalian….aku ingin bilang sesuatu. Tapi, kalian jangan kaget,"

Kibum dan Eunhyuk menganggukkan kepalanya bersamaan.

Kyuhyun menarik nafas dalam lalu menghembuskan nafasnya panjang.

"Aku jatuh cinta…"

Kibum dan Eunhyum mengernyitkan dahi lalu saling berpandangan.

"Bukankah kau itu memang sedang jatuh cinta, ya?" tanya Eunhyuk tak mengerti.

"Hah? Maksudnya?" Kyuhyun balik bertanya.

"Perasaanmu pada Siwon itu apa namanya kalau bukan cinta? Tentu saja kau jatuh cinta pada kekasihmu. Kau itu bagaimana, sih, Kyu?" jelas Eunhyuk sembari memutar bola matanya tak habis pikir. Kibum di sebelahnya menganggukkan kepalanya.

"Haduh…. Bukan! Aku tidak jatuh cinta pada Siwon Hyung! Aku jatuh cinta pada orang lain!"

"APA?"

Kibum dan Eunhyuk memekik bersamaan. Sekarang ganti Kyuhyun yang mengernyitkan dahinya. Kenapa reaksi kedua sahabatnya bisa selalu serempak?

"Hei, jelaskan maksud perkataanmu dengan sejelas-jelasnya, Jung Kyuhyun," lanjut Eunhyuk dengan raut wajah serius.

"Tanpa kau suruh aku juga akan bercerita!"

Eunhyuk dan Kibum membenarkan posisi duduk mereka lalu mulai mendengarkan cerita Kyuhyun tentang perasaannya pada seorang pemuda yang menolongnya di suatu malamnya yang sial. Bagaimana pertemuan-pertemuan mereka yang selalu terjadi kebetulan tanpa rencana. Lalu bagaimana pemuda itu mengenalkannya pada hal-hal baru yang tak pernah diketahuinya. Tentang perasaan bahagia yang selalu dirasakannya dan tentang reaksi tubuhnya ketika bersama pemuda itu.

Kyuhyun menghela nafas panjang setelah menyelesaikan ceritanya. Sedangkan Eunhyuk menganggukkan kepalanya. Eunhyuk melihat Kibum lalu menyenggolnya pelan.

"Bagaimana menurutmu, Bummie?"

"Tentu saja, Kyuhyun memang jatuh cinta pada pemuda itu," jawab Kibum ringan.

"Secepat itu kau menyimpulkannya?"

Kibum melihat Eunhyuk yang tampak menyangsikan kesimpulannya.

"Kau itu payah! Kau yang punya kekasih. Seharusnya kau bisa merasakan apa yang Kyuhyun rasakan,"

Eunhyuk mengingat-ingat tentang perasaannya pada Donghae lalu menganggukkan kepalanya sekali lagi menyetujui kalimat Kibum.

"Kau benar-benar bermain api, Kyu!" kata Eunhyuk setelah keterdiaman cukup lama di antara mereka.

"Jika aku bisa memutuskan memilih, tentu saja aku tidak mau jatuh cinta pada orang lain! Aku akan memilih Siwon Hyung untuk aku cintai!" balas Kyuhyun kesal.

"Lalu bagaimana perasaan pemuda itu padamu, Kyu?" tanya Kibum.

Namja manis itu mendesah muram.

"Setahuku dia biasa saja. Lalu bagian terburuknya, dia juga punya kekasih…." jawab Kyuhyun lalu menenggelamkan wajahnya pada bantal di pelukannya seolah ingin meredam kekalutan pikiran dan perasaanya.

"Astaga, kau sungguh tidak beruntung. Seseorang yang mencintai kekasih orang lain, padahal dia juga punya kekasih. Hmm…"

Eunhyuk mengetuk-ngetuk jarinya di dagu untuk berpikir. Dia mendadak ikut pusing memikirkan kisah cinta sahabatnya itu.

Kyuhyun mendongak, "Apa yang harus aku lakukan? Aku sudah terlalu mencintainya. Dia terlalu luar biasa untuk dilepaskan begitu saja,"

"Aku jadi penasaran pemuda macam apa dia bisa mengalahkan pesona Siwon," gumam Eunhyuk lebih kepada dirinya sendiri.

"Itu tidak bisa dijelaskan, Hyuk-ie! Hanya perasaanku yang bisa menjelaskan dan kau tak akan paham!" sahut Kyuhyun tak terima. Eunhyuk hanya mengedikkan bahunya.

Eunhyuk menepuk bahu Kyuhyun pelan, "Kyu, mungkin saat aku mengatakan ini akan terdengar sangat mudah, tapi kau harus melakukannya. Kau pasti bingung, tapi kau harus segera memutuskannya. Kau tidak mungkin membagi cintamu, kan?"

"Membagi cinta?" sahut Kibum. "Kyu, apakah kau pernah merasakan semua hal yang kau rasakan saat bersama dengan pemuda itu ketika bersama Siwon Hyung?"

Kyuhyun melihat Kibum menanti jawabannya dengan serius. Namja manis itu menggelengkan kepalanya.

"Aku sudah memikirkannya baik-baik, Bummie. Aku sudah mendapatkan jawabannya. Aku tak pernah merasakan perasaan yang sama saat bersama Siwon Hyung,"

"Berarti selama ini kau tidak mencintai Siwon Hyung," kata Kibum lebih seperti pernyataan daripada pertanyaan. Namja manis itu menganggukkan kepalanya sekali lagi.

"Apa? Yang benar saja, Kyu! Kalian sudah menjalin hubungan hampir tiga tahun, kan? Selama itu dan kau tak punya perasaan apapun pada Siwon? Ini sungguh tak bisa dipercaya!" sahut Eunhyuk sembari memegangi kepalanya yang berdenyut-denyut pusing.

"Aku tak tahu. Mungkin karena aku terbiasa saja dengan kehadiran Siwon Hyung. Jadi ketika dia memintaku menjadi kekasihnya, aku berpikir perasaanku akan berubah. Tapi kenyataannya tidak. Hubungan kami tidak berubah. Justru lebih seperti kakak dengan adiknya,"

Kibum menepuk pelan bahu Kyuhyun untuk memberikan dukungan. Sedangkan Eunhyuk segera merangkul bahu sahabatnya itu.

"Kyu, ikutilah kata hatimu. Kau tahu sekarang apa yang membuatmu bahagia. Kau pasti tahu, mana yang harus kau kejar atau mana yang harus kau lepaskan," kata Kibum yang disambut dengan anggukan Eunhyuk.

Namja manis itu memandang dua sahabatnya, lalu segera memeluk mereka erat.

"Terima kasih. Aku pasti akan mengejar kebahagiaanku,"

.

.

ChangKyu

.

.

Siwon melihat Kyuhyun yang masih diam sejak beberapa saat mereka bertemu. Entah mengapa, Siwon merasakan perasaannya tidak nyaman seolah ada firasat yang tidak menyenangkan saat kekasihnya itu meminya bertemu. Kyuhyun bilang ingin membicarakan beberapa hal serius. Siwon tahu, itu bukanlah gaya Kyuhyun yang berbicara serius. Namja manis itu lebih suka bicara santai dengan sesekali melakukan kejahilan.

"Emm, Siwon Hyung,"

Namja manis itu memberanikan diri melihat mata Siwon. Mata Siwon yang melihat matanya lurus seolah ingin meruntuhkan keputusan yang telah dia buat. Ya, Kyuhyun memang telah memutuskannya setelah berpikir sangat panjang. Dia ingin berjuang untuk kebahagiaannya. Sesuatu yang tak pernah dia rasakan secara nyata, dan kini hadir dalam hidupnya, seolah menunggu untuk dia raih atau dia abaikan. Baginya kebahagiaan itu adalah meraih Changmin. Maka dari itu, di sinilah dia sekarang, bersama Siwon. Mungkin dia akan terlihat kejam. Tapi, dia juga tak bisa menjalani hubungan yang seperti air mengalir ini. Itu tak membuatnya bahagia.

"Ada apa, sayang? Tumben sekali kau mengajakku berbicara. Apa jangan-jangan kau mulai berencana membawa hubungan kita ke tahap serius?" gurau Siwon yang sebenarnya itu memang diharapkan namja berdimple itu. Tapi sayangnya, Kyuhyun tak pernah memberikannya lampu hijau untuk itu. Akhirnya, dia memilih menunggu.

Kyuhyun memaksakan senyuman untuk menanggapi pertanyaan Siwon. Dia merasakan perasaan tidak nyaman karena itu. Melihat Siwon yang sepertinya tak pernah menaruh curiga padanya, itu justru membuatnya makin merasa bersalah. Apakah dia akan setega itu menyakiti perasaan Siwon? Namja itu terlalu baik. Tapi, dia sudah memilih. Namja manis itu memejamkan matanya sejenak untuk memantapkan keputusannya.

Saat membuka matanya, dia melihat Siwon masih menunggu jawabannya. Sekarang Kyuhyun dapat melihat raut cemas pada wajah Siwon.

"Hyung, mengenai hubungan kita, bagaimana menurutmu?" tanya Kyuhyun untuk memulai pembicaraan serius mereka.

Siwon mengernyitkan dahinya tak mengerti.

"Hubungan kita? Apa yang kau maksud, sayang?"

"Apa yang kau rasakan?" jelas Kyuhyun.

Siwon memikirkan sejenak jawaban untuk pertanyaan Kyuhyun.

"Hubungan kita baik-baik saja dan aku mencintaimu,"

Kyuhyun menghela nafas dengan jawaban Siwon.

"Apakah ketika hubungan kita baik-baik saja itu cukup menurutmu, hyung?" tanya Kyuhyun lagi.

Siwon merasakan firasatnya semakin kuat. Tapi dia mencoba menekan perasaan tak nyamannya itu. Dia ingin tetap berpikir positif.

"Menurutku cukup, Kyu. Memangnya kenapa? Apa kau merasa tidak cukup?" tanya Siwon balik.

Pertanyaan Siwon terdengar agak tajam di telinga Kyuhyun. Namja manis itu meremas tangannya yang berada di pangkuannya. Dia merasakan kekhawatiran serta ketakutan untuk mengungkapkan pikirannya.

Kyuhyun menegakkan tubuhnya, "Aku merasa belum cukup, hyung," balasnya kemudian.

Siwon terkejut dengan jawaban kekasihnya itu. Jawaban itu di luar prediksinya.

"Apa yang membuatmu merasa itu belum cukup, Kyu-ie?" tanya Siwon kali ini terdengar lebih lembut.

"Hyung, aku merasakan hubungan kita stagnan. Tidak ada perubahan apapun semenjak kita menjalin hubungan sampai sekarang. Aku merasakan hubungan kita berjalan begitu saja dan aku tidak merasakan apapun. Maafkan aku, tapi sampai detik ini, aku tidak bisa mencintaimu sebagai seorang kekasih yang nantinya akan menjadi pendamping hidupku,"

Jawaban Kyuhyun kali ini membuat Siwon membelalakkan kedua matanya. Rahangnya mengeras dan tangannya mengepal erat. Dia merasakan emosi meluap-luap dan kepalanya yang terasa panas. Terlebih hatinya. Rasanya sangat sakit mendengar orang yang dicintainya dan telah menjadi kekasihnya hampir tiga tahun lamanya, ternyata selama ini tidak mencintainya.

"Katakan sekali lagi, jika kau tidak mencintaiku, Kyu!"

Namja manis itu melihat sorot mata Siwon mengeras. Dia telah memperkirakan akan seperti ini.

"Aku tidak bisa mencintaimu, hyung," ulang Kyuhyun dengan suara lebih pelan dan itu membuat Siwon ingin meluapkan amarahnya.

"KAU! BAGAIMANA BISA KAU MEMPERLAKUKANKU SEPERTI INI, KYU?!" teriak Siwon marah. Dia tak memperdulikan orang-orang di sekitarnya yang mulai melihatnya.

Kyuhyun memejamkan matanya erat-erat mendengar amarah Siwon. Dia tak tahu harus mengatakan apa lagi. Kata-kata yang ingin diucapkannya terasa hilang begitu saja.

"JAWAB PERTANYAANKU!" teriak Siwon lagi. Namja itu tak bisa mengontrol emosinya lagi. Perasaannya yang ternyata tak pernah terbalas membuatnya sakit dan hancur seketika.

"Kau boleh memakiku! Aku tahu aku memang keterlaluan! Tapi aku tak bisa melakukan apapun!" pekik Kyuhyun akhirnya setelah menemukan kembali suaranya.

"KAU HARUSNYA BERUSAHA LAGI!"

"AKU AKAN BERUSAHA LAGI JIKA AKU TAK MENCINTAI ORANG LAIN!"

Siwon semakin melebarkan matanya yang mulai memerah. Kata-kata yang diteriakkan Kyuhyun itu tak bisa dipercayainya begitu saja.

"Kyu-"

"Aku mencintai orang lain, hyung. Aku minta maaf, maafkan aku…"

Kini Kyuhyun telah terisak. Namja manis itu menutup wajahnya yang telah dialiri liquid bening dengan kedua tangannya. Dia tak memperdulikan lagi pertengkarannya dengan Siwon telah menjadi pusat perhatian.

Sedangkan Siwon terdiam dengan kalimat yang diucapkan Kyuhyun. Kekasihnya yang dia cintai selama bertahun-tahun tidak bisa membalas perasaanya, tapi justru mencintai orang lain? Lelucon macam apa ini? Siwon tidak bisa menerimanya. Ini bukan akhir kisah cinta yang dia inginkan. Dia sangat mencintai namja manis di depannya ini. Tidak, Siwon tidak bisa melepaskannya.

"Apa kau meminta putus, Kyu?" tanya Siwon tajam. Dia tak bisa bersikap lembut lagi dengan keadaan seperti ini.

Namja manis yang masih terisak itu mendongak dengan wajah memerah yang dipenuhi air mata. Siwon merasakan dirinya tak tega melihat keadaan Kyuhyun. Tapi dia pun tak bisa menekan egonya untuk menuruti keinginan namja manis itu jika akan merugikannya.

Kyuhyun menganggukkan kepalanya untuk menjawab pertanyaan Siwon.

Siwon beranjak dari tempat duduknya lalu mendekatkan wajahnya pada Kyuhyun.

"Aku tak akan mau mengakhiri hubungan kita, karena aku tidak mau melepasmu,"

Tanpa menunggu respon Kyuhyun, Siwon segera pergi meninggalkannya. Sedangkan namja manis itu hanya bisa diam dan kembali terisak. Keputusannya tidak semudah itu untuk dijalani.

.

.

TBC


Ternyata perasaan Changmin belum bisa terungkap di sini. Mungkin chapter depan. Hahahaha.

Lalu kali ini saya membalas semua review yang masuk^^

Yong Do Jin316. Iya, Kyuie udah sadar dia cinta sama abang Changmin. Iya, kasihan, ya Kyuie. Dipukpuk, ya, wkwkwkwkw. cuttiekyu. Rumit, ya? Maafkan saya yang jago nyinetron. Kyunihae. Iyaa, terima kasih juga saya bisa memuaskan(?). Ini chapternya yang ditunggu udah update. SNCKS. Waow, saya sangat tersanjung bisa membuat kamu sampai menghayati apa yang saya ketik dan imajinasikan. Terima kasih banyak. Oke, fighting buat Kyuie! Juma Park. Kasihan semuanya, ya? -_-a Awaelfkyu13. Ini sudah update, ya. Emm, kok tega sih nyakitin babyKyuie. Ini dia udah dibentak-bentak Siwon, loh. Coba nanti dilihat chapter selanjutnya, makin ngenes apa gak usaha Kyuie buat dapetin hatinya abang Changmin. Eka Elf. Jangan sebel sama Yeon Hee, ya. Itu sudah peran dia. Ini sudah update chapter barunya. Minhyun Ichigo Macchiato. Masak sih, Unn? Saya bahagia bisa menghibur Unnie. Eunsoo itu peka, gak kayak Changmin. wkwkwkwk. Terima kasih semangatnya, Unnie. cho loekyu07. Iya, Kyuie terjatuh dalam pesonanya abang Changmin makanya sampai ngelupain Siwon. Kok, pada gak suka Yeon Hee, ya? -_-a. mifta cinya. Iya, Kyuie suka Changmin. Heem, mari kita pukpuk Kyuie bareng2. Readlight. Jangan-jangan ff ini jadi kisah pengantar tidurmu? Sesi menguras air mata itu yang bagaimana? Konflik hatinya Kyuie udah banyak, kok. Jangan ditambahin terus, kasihan dia. Keluarganya Kyuie juga keluarga bahagia, cuman dia gak bahagia sama Siwon(eh?). ini gak lama, kan, ya updatenya? Macchiato Chwang. Itu sebenernya Changmin yang mau ngenalin Kyuie. Iya, ini udah update, ya… GaemGyu92. Kyuie deg2-an karena abang Changmin yang membuatnya sakit/sakit rindu dan cinta/hahahahaha. Kim Eun Seob. Saya jadi berpikir, apa saya kelamaan buat mengungkap perasaannya Changmin? tapi chapter depan akan terjawab, kok. Ini udah kilat, kan? Desviana407. Pertanyaan kamu udah terjawab, ya… Shin Ririn1013. Itu sudah peran Yeon Hee, fungsinya buat Kyuie cepet sadar sama perasaannya. Untuk menjawab semua rasa penasaran kamu, jangan bosen buat baca kelanjutan ff ini, ya…/modusauthor/ meiwaa. Terima kasih banyak/hug/ Songkyurina. Ini belum putus wonkyunya. Gak tau ntar sedih apa tidak, tergantung mood saya buatnya gimana/peace^^v/ Changmin nyadar kapan, ya?/ditabok/ Caramel Macchiato. Semoga update ini beneran seru sesuai dugaanmu, ya. Iya…terima kasih. Xenzia. Changmin jangan dijambak, kasihan. Udah update, ya… elferani. Reaksimu adalah reaksi yang saya inginkan saat reader membaca update chapter 3. Senyuman yang berakhir dengan kekesalan. Yes, saya berhasil. Jangan bosen baca ff terlalu drama ini, ya… . Aaaak! Terima kasih! Saya suka jika reader bisa merasakan feel yang saya jelaskan dalam ff. Ini gak lama, kan? Guest(hei siapa kamu?). Big thanks for you! Saya ingin memelukmu untuk mengungkapkan rasa bahagia saya atas apresiasimu! Ini udah update cepet, kan?

Terima kasih review-nya^^

Thanks so much for all of you who red, rev, fav, and foll my fic/deepbow/