Maaf jika terdapat banyak typo's atau keanehan didalam fanfic ini, dan tolong dimaklumi jika banyak kekurangan dan kesalahan. Karena Kyo masih belajar untuk menjadi penulis yang baik, dan Kyo masih sangat baru didunia tulis menulis ini. Jadi, kalau kalian mau mengkritik dimana letak kesalahan yang Kyo buat? bisa langsung DM, ataupun tulis dikolom review. Kyo akan menerimanya dengan senang hati~ \(^_^)/
Tittle: My Maid is My Love!
Author: KyoKMS26 a.k.a Seok Kyo Sung
Main Cast:
Cho Kyuhyun
Lee Sungmin
Pairing: KyuMin, and other couple. Pairing akan bertambah seiring berjalannya cerita.
Genre: Romance, Humor, Friendship, and etc. Silahkan tentukan sendiri.
Desclaimar: Mereka adalah milik Tuhan mereka masing-masing, orangtua mereka dan diri mereka sendiri. Disini Kyo hanya meminjam nama mereka sebagai tokoh dalam fanfic ini.
Warning: This is a fanfic GS! Don't like? Don't read! Bahasa tidak baku dan tidak sesuai dengan EYD. Sediakan kantung muntah sebelum membaca fanfic ini, karena dijamin membuat perut anda mual-mual :P
Summary:
Sungmin kabur dari rumah karena menolak perjodohan yang diajukan oleh kedua orangtuanya, Kim Youngwoon dan Kim Leeteuk. Karena semua credit card miliknya sudah dibekukan oleh sang Appa, terpaksa Sungmin harus mencari pekerjaan untuk menghidupi dirinya selama dalam masa 'kabur' dari rumahnya ini. Dan dia pun harus menjadi maid pribadi seorang namja setan bernama Cho Kyuhyun.
'Deg!'
"Siwonnie.. "
"Ne, Kibummie.. "
Mata Kibum membulat sempurna, terpaku pada sesosok namja tampan berbadan atletis yang kini ada dihadapannya. Sesekali matanya mengerjab-ngerjab bingung, mencoba memperjelas penglihatannya dan memastikan bahwa sesosok namja dihadapannya ini bukanlah halusinasi belaka. Siwon melangkahkan kakinya mendekat kearah yeojachingunya yang tampak masih kebingungan dengan kehadirannya yang terbilang tiba-tiba, ani- mungkin tepatnya mantan yeojachingunya. "Ini aku Kibummie.. Siwon, Choi Siwon. Kau tidak langsung melupakanku begitu mengakhiri hubungan kita bukan?"Kibum terperangah mendengar ucapan Siwon barusan. Melupakannya? melupakan seorang Choi Siwon? yang benar saja.. mungkin butuh waktu bertahun-tahun atau mungkin lebih untuk melupakan sosok namja tampan itu dari kehidupan serta hati seorang Cho Kibum.
Kibum menundukkan kepalanya dalam, menghindari tatapan mata Siwon yang kini menatapn intens kedua manik hitam miliknya. "Ani, bukan begitu Siwon-ah. A- aku hanya kaget kenapa tiba-tiba kau ada disini? lalu, bagaimana dengan kuliahmu di New York?"tanya Kibum sambil sesekali mendongak melihat wajah tampan Siwon yang masih setia menatapnya. Siwon menghela nafas panjang mendengar ucapan Kibum yang terdengar terlalu kaku dan formal dipendengarannya, bahkan Kibum tidak menyebut namanya dengan panggilan sayng 'Siwonnie' lagi seperti biasanya. "Aku datang kesini karena dirimu Kibummie.. "jawab Siwon pelan, tapi masih bisa tertangkap oleh indra pendengaran Kibum. Siwon pun lalu meraih kedua jemari tangan Kibum dan membawanya kedalam genggamannya. Kibum mendongakkan kepalanya keatas, balas menatap Siwon, "Hubungan kita sudah berakhir Siwon-ah, anggap saja kita tidak saling kenal satu sama lain sebelumnya!"Siwon semakin memperkuat genggamannya pada jemari tangan Kibum, tanpa memperdulikan Kibum yang sedikit meringis karena genggaman tangannya terlalu kuat. Sedangkan Kibum sekuat tenaga menahan tangisnya yang bisa pecah kapan saja, terbukti dari genangan air mata yang mulai menggenang di kedua pelupuk matanya. "Sebenarnya ada apa Kibummie? kenapa tiba-tiba kau meminta mengakhiri hubungan kita? apa kau sudah lelah menungguku, begitu?"Kibum menggigit bibirnya bawahnya bingung. Dia hanya ingin yang terbaik untuk Siwon, itu saja. Dia hanyalah yeoja kekanakkan yang jauh dari kata dewasa, dan pasti akan menyulitkan Siwon nantinya. "A- aku.. hiks.. "satu isakkan lolos dari bibir mungil Kibum, tubuhnya sedikit bergetar menahan tangis serta rasa sesak yang semakin bergejolak didalam lubuk hatinya.
Tanpa fikir panjang Siwon pun membawa tubuh bergetar Kibum kedalam pelukkannya, memeluk tubuh Kibum erat mencoba menghentikan isakkan yang terus keluar dari bibir mungil Kibum. "Sssttt~ uljima.. aku mohon jangan menangis seperti ini Kibummie.. "bisik Siwon tepat disamping telinga Kibum, ia letakkan kepalanya diceruk kepala Kibum menghirup aroma khas yang keluar dari tubuh mantan yeojachingunya itu. "Hiks.. aku- mianhae.. hiks.. "Siwon mengangguk paham didalam pelukkan mereka berdua, lalu mengelus surai hitam milik Kibum dengan lembut. "Katakan, sebenarnya apa yang terjadi? apa kau benar-benar sudah lelah menungguku kembali Kibummie?"tanya Siwon lagi, sambil sesekali mengecup lembut surai hitam milik Kibum. Kibum menggelengkan kepalanya kuat-kuat. Tidak, dia sama sekali belum lelah menunggu Siwon menyelesaikan kuliahnya di New York. Karena Kibum yakin Siwon pasti akan kembali kepadanya. "Lalu, ada apa? kenapa tiba-tiba seperti ini, kau tahu aku sangat menderita karenanya"tanya Siwon lagi setelah mendapat respon berupa gelengan dari Kibum. Kibum mencengkram kuat kemeja depan milik Siwon, mencoba manahan isakkannya yang kembali lolos. "A- aku hanya ingin yang terbaik untukmu Siwonnie~ aku hanya yeoja kekanakkan yang pasti akan menyulitkanmu nantinya, dan aku bukan yeoja dewasa seperti apa yang kau inginkan.. hiks.. "jawab Kibum dengan suara sedikit serak karena habis menangis, kini tangisnya sudah sedikit mereda. Siwon terdiam beberapa saat setelah mendengar alasan kenapa Kibum tiba-tiba meminta mengakhiri hubungan mereka. Dirinya benar-benar tidak habis fikir kenapa gara-gara hal sepele dan sekecil itu sekarang dia dan Kibum mengalami masalah serumit ini. Seharusnya hal ini masih bisa dibicarakan dengan baik-baik bukan? bukan dengan mengambil langkah spontan seperti ini.
"Kau salah Cho Kibum!"Kibum langsung terdiam begitu mendengar ucapan Siwon yang lebih terdengar seperti bentakkan yang ditujukan untuknya. Sebelumnya Siwon tidak pernah membentaknya sama sekali, sekalipun saat mereka bertengkar karena suatu masalah. "Dengarkan aku Kibummie! aku mencintaimu apa adanya, karena kau menjadi dirimu sendiri. Bukan karena kau menjadi diri orang lain, dan bukan karena kau menjadi sosok yang aku inginkan padahal kau bukan sosok yang seperti itu. Apapun keadaanmu aku tetap mencintaimu, karena kau menjadi dirimu sendiri.. bukan menjadi diri orang lain! dan satu lagi, aku tidak masalah jika akan disulitkan nantinya.. asal orang yang menyulitkanku adalah dirimu, aku akan dengan senang hati menerimanya"Siwon menghela nafas panjang setelah mengakhiri rentetan kalimat panjangnya. Sedangkan Kibum, dirinya tengah terdiam mencerna seluruh ucapan yang baru saja Siwon lontarkan padanya. Kibum merasa hatinya sedikit menghangat setelah mendengar ucapan Siwon barusan dan itu menjawab semua keresahan hatinya beberapa hari belakangan ini. "Mianhae, ini memang salahku Siwonnie.. hiks.. mianhae.. aku benar-benar bodoh!"tanpa sadar tangan Kibum bergerak membalas pelukkan Siwon yang masih setia menyelimuti tubuhnya. Siwon terdiam sesaat karena kaget begitu merasakan ada sepasang tangan yang memeluk punggungnya erat, lalu tak lama kemudian sebuah senyum bahagia tercetak jelas diwajah tampannya.
"Saranghae Kibummie.. jeongmal saranghae.. "
"Nado, jeongmal saranghae Siwonnie.. "
~(^_^)~ My Maid is My Love! ~(^_^)~
"Dan aku bersikap seperti ini karena aku ingin membuat kita menjadi pasangan sungguhan!"
"MWO?!"
Sungmin membulatkan matanya kaget mendengar ucapan Kyuhyun barusan. Mata kelincinya mengerjab-ngerjab tidak percaya akan apa yang baru saja diucapkan namja evil dihadapannya itu. Sungmin mengarahkan tangannya ke kedua pipi chubby miliknya lalu mengusapnya kasar, mencoba menghilangkan rona merah yang mulai bermunculan disana. "Ka- kau hanya tidak sedang bercanda bukan Kyu?"tanya Sungmin gugup, lalu menggigit bibir bawahnya pelan. Kyuhyun terkekeh kecil lalu tersenyum tipis kearah Sungmin. "Menurutmu bagaimana Min? hm.. "tanya Kyuhyun dengan nada menggoda. Kyuhyun bangkit bangun dari pangkuan Sungmin lalu mendekatkan tubuhnya pada Sungmin yang tengah menggelengkan kepalanya pelan. "Pasti kau sedang bercanda!"jawab Sungmin pelan sambil menatap wajah Kyuhyun yang kini sudah ada dihadapannya.
"Puk!"
Kyuhyun menempelkan keningnya sendiri pada kening Sungmin, membuat hidung mereka berdua sedikit bersentuhan karena jarak mereka yang terbilang sangat dekat. Sungmin terdiam kaku mendapati wajah Kyuhyun yang sudah terpampang jelas dihadapan wajahnya, apalagi kedua mata itu menatapnya dalam. Sungmin sedikit menundukkan kepalanya, mencoba memutus kontak mata dengan Kyuhyun. "Kenapa menunduk? kau malu, kalau begitu berarti kau menyukai bukan"goda Kyuhyun sambil mengangkat dagu Sungmin agar bertatapan dengan wajahnya. Sungmin mendengus pelan, "Menurutmu bagaimana Kyu? hm.. "tanya Sungmin balik, ikut meniru ucapan Kyuhyun sebelumnya saat menjawab pertanyaan darinya. "Sudah berani menggodaku eoh? kalau menurutku sich iya, kau pasti menyukaiku. Lagipula mana ada yeoja yang bisa menolak pesona dari seorang Cho Kyuhyun yang tampan ini"kekeh Kyuhyun lalu mencubit pipi Sungmin gemas. "Tapi tidak untukku! kau itu menyebalkan"Sungmin menggembungkan pipinya kesal lalu menatap tajam kearah Kyuhyun. "Hey! sudahlah jangan bahas hal tidak penting seperti ini, kau merusak suasana romantis(?) kita saja Min"Sungmin memutar bola matanya bosan. 'Sebenarnya yang membahas hal tidak penting itu siapa eoh?'batin Sungmin.
"Min.. "
"Hm.. "
"Soal ucapanku yang tadi itu- lupakan saja ya Min? aku hanya bercanda tadi, seperti biasa mencoba menggodamu"ujar Kyuhyun dengan nada suara yang kurang yakin. Sungmin terdiam lalu menganggukkan kepalanya paham. Sungmin sadar, mana mungkin juga Kyuhyun benar-benar memintanya menjadi yeojachingu- sungguhannya. Kyuhyun adalah majikannya dan dia hanya maid pribadinya, Kyuhyun adalah orang kaya dan dia juga orang kaya walaupun Kyuhyun tidak mengetahuinya, Kyuhyun evil dan Sungmin angel. Oke, lupakan yang terakhir-_-
"Ne, aku tahu!"respon Sungmin lalu tersenyum lembut kearah Kyuhyun. "Kita inikan hanya terlibat kontrak kerja (baca: rencana) gilamu itu Kyu! kita hanya sepasang pasangan bohongan sampai rencana ini berakhir dan setelahnya kita tidak akan memiliki hubungan apapun lagi. Aku betul bukan?"Kyuhyun terdiam mendengar ucapan Sungmin lalu menganggukkan kepalanya dengan ragu. "Ne, kau tahu itu!"balas Kyuhyun.
"Dan aku akan menggunakan kesempatan yang ada dengan sebaik mungkin.. "sambung Kyuhyun, dan dibalas tatapan penuh tanda tanya dari Sungmin.
"Apa maksud- "
"Chup!"
"Klik!"
~(^_^)~ My Maid is My Love! ~(^_^)~
Donghae mengibaskan tangannya pelan didepan wajah manis Eunhyuk yang tengah terlamun didalam mobilnya. "Tidak mau turun Hyukkie? Eommaku pasti sudah menunggu kita didalam"tanya Donghae sambil terus mengibas-ngibaskan tangannya pelan. Eunhyuk mengerjabkan matanya kaget karena tiba-tiba tersadar dari lamunannya saat mendengar suara Donghae menyapu pendengarannya. Eunhyuk menoleh kearah Donghae lalu tersenyum kikuk, "Ne, aku akan turuh Hae"jawab Eunhyuk lalu segera membuka kenop pintu mobil disampingnya, lalu diikuti Donghae yang juga membuka kenop pintu mobilnya dan segera berjalan keluar menyusul Eunhyuk yang sudah lebih dulu turun.
Donghae meraih jemari tangan Eunhyuk agar terpaut dengan jemari tangannya sendiri, lalu tersenyum manis seolah meminta izin pada Eunhyuk yang kini tengah menatapnya meminta penjelasan akan tindakannya. "Biarkan seperti ini sampai kita masuk! Eommaku pasti sangat senang kau datang kerumah untuk membantunya membuat kue"ujar Donghae lalu dibalas anggukkan kepala dari Eunhyuk. "Ne! aku akan membantunya semampuku"jawab Eunhyuk lalu melangkah lebih dulu dan diikuti Donghae dari belakang yang mencoba mensejajarkan langkah kakinya dengan langkah kaki Eunhyuk yang telah melangkah lebih dulu kearah pintu rumahnya.
Eunhyuk POV
Aku keluar lebih dulu dari dalam mobil milik ikan nemo itu. Sekarang kami berdua sudah sampai didepan kediaman keluarga Lee, bukan keluarga Lee-ku ya? tapi keluarga Lee ikan nemo itu. Hari ini aku memang punya janji membantu Eomma ikan nemo itu untuk membuat kue. Sebenarnya sich aku juga tidak mau, tapi mau bagaimana lagi? Eommaku selalu menceramahiku dengan alasan yang benar-benar membuatku kesal. 'Hyukkie~ ini kesempatan yang bagus untuk menarik perhatian calon mertua!'Ck, mengingat kalimat itu saja sudah membuat kepalaku pusing tujuh keliling. Oke, ini memang terdengar terlalu berlebihan. Aku saja belum menerima perjodohan itu, bagaimana bisa Eomma mengklaim Eomma ikan nemo itu sebagai calon mertuaku.
Aku melangkahkan kakiku memasuki kepekarangan keluarga Lee yang yang tampak hijau ditumbuhi dengan berbagai macam tanaman hijau dan juga bunga-bunga dengan beraneka jenis dan warna. Aku akui, rumahnya memang sedikit lebih mewah dari rumahku. Rumahnya memiliki pekarangan yang cukup luas dan asri, dan model bangunannya juga klasik namun tetap terlihat mewah dan juga megah.
Tiba-tiba aku merasa jemari tanganku tertarik oleh tangan seseorang, dan sudah bisa kupastikan siapa orang itu. Ya, dia Lee Donghae. Ikan nemo yang keberadaannya belum sepenuhnya bisa kuterima, walaupun sekarang aku sudah merasa cukup nyaman berada didekatnya. Aku menatanya meminta penjelasan, seenaknya saja dia menggenggam tanganku. Dia tampak menunjukkan senyum manisnya seolah meminta izin kepadaku agar jangan melepaskan genggamannya.
"Biarkan seperti ini sampai kita masuk! Eommaku pasti sangat senang kau datang kerumah untuk membantunya membuat kue"aku menganggukkan kepalaku dengan sedikit ragu, entah kenapa tiba-tiba terbersit perasaan tersendiri untuk membuat ikan nemo itu senang. Mungkin memberikan kesempatan untuknya, lagipula tidak ada salahnya jugakan? dan belum tentu aku jatuh cinta padanya dalam kurung waktu seminggu ini. Itu benar-benar mustahil.
"Ne! aku akan membantunya semampuku"aku pun melangkah lebih dulu kearah pintu rumahnya, sedangkan Donghae berjalan dibelakangku dan mencoba mensejajarkan langkah kakinya dengan langkah kakiku.
Eunhyuk POV End
~(^_^)~ My Maid is My Love! ~(^_^)~
"Oh Tuhan~ jeongmal gomawo atas karunia yang kau berikan kepadaku hari ini!"seru Heechul bahagia, namun sedikit menahan seruannya agar tidak terlalu keras sehingga tidak terdengar oleh orang lain- lebih tepatnya Kibum, Siwon, Kyuhyun, dan Sungmin. Heechul tampak senyum-senyum sendiri sambil sesekali menatap layar touchscreen smartphone miliknya itu. Sepertinya Nyonya besar keluarga Cho ini sudah mulai gila eoh?-_- #KyoditendangHeechul
"Pertama aku sangat senang karena Kibummie dan Siwon sudah berbaikkan! dan sekarang.. ah~ ini benar-benar membuatku senang! sekali lagi, jeongmal gomawo Tuhan"Heechul tampak bermonolog sendiri sambil sesekali berguling-guling diatas tempat tidurnya, layaknya seorang gadis yang baru saja jatuh cinta. #plak
"Hannie, Kangin-ah, dan Teuki pasti sangat senang kalau melihat foto ini! aku langsung kirim ke mereka saja ah~ "Heechul tampak menyentuh beberapa tombol dilayar ponselnya dan mengirimkan sebuah foto ke kontak ponsel sang suami dan juga calon besannya.
"Untung tadi mereka tidak menyadari keberadaanku! Kekeke~ "kekeh Heechul lalu memasukkan ponselnya kedalam saku dress rumahnya.
Flashback
Heechul mengusap pipinya pelan saat merasakan airmatanya meleleh menuruni pipinya. Dia benar-benar lega karena akhirnya hubungan Kibum dan Siwon kembali membaik. Heechul memang sengaja mengintip dan menguping pembicaraan mereka, dan pada akhirnya Heechul melihat Kibum balas memeluk Siwon dan mengakui kesalahannya. Walaupun pada dasarnya awal permasalahannya berasal dari Heechul sendiri. "Huh.. kenapa tiba-tiba kerongkonganku terasa haus ya? ehm.. ini pasti gara-gara aku habis menangis"gumam Heechul pada dirinya sendiri lalu melangkahkan kakinya keluar dari balik gorden jendela kamarnya, tempat persembunyiannya saat mengintip SiBum moment tadi.
"Ah~ leganya!"Heechul berniat untuk kembali kekamarnya setelah selesai menghilangkan dahaga didapur. Tapi, saat melewati ruang santai kediamannya ada hal yang membuatnya tertarik untuk berdiam lebih lama disana. Dan disinilah dia sekarang, berada dibalik tembok mencoba kembali mengintip dua sosok manusia yang tengah duduk berhadapan dan saling menempelkan kening maing-masing. "Aish! kalau begini sich aku jadi semakin yakin kalu diantara mereka berdua ada apa-apanya"ujar Heechul dengan volume suara yang terbilang kecil namun tidak menghilangkan nada penasaran disetiap ucapannya, agar tidak membuat target yang diperhatikannya tidak curiga dengan keberadaannya.
"MWO! Mereka berciuman? Astaga! ponsel, ponsel, mana ponselku~ "Heechul langsung mengarahkan ponselnya kearah objek setelah berhasil menemukannya didalam saku dress rumahnya. "Ini moment langka! jadi harus cepat-cepat aku abadikan!"masih sempat-sempatnya Heechul mengoceh ditengah-tengah kesulitannya dalam mengambil foto karena terhalang tembok tempat persembunyiannya.
"Klik!"
"Hahahahaha.. aku dapat! mungkin sekarang aku bisa tampak begitu senang melihat kedekatan kalian berdua, tapi lihat saja nanti. Mungkin kalian berdua akan kembali melihat tampang dinginku saat melihat kedekatan kalian berdua, Kyuhyun chagi, Sungminnie~ kita ikuti saja permainannya"Heechul segera meninggalkan tempat persembunyiannya dan berlalu pergi kembali ke kamarnya.
Flashback End
~(^_^)~ My Maid is My Love! ~(^_^)~
"Eomma, Hyukkie sudah datang!"Donghae segera menarik pergelangan tangan Eunhyuk memasuki dapur keluarga Lee. Tidak memperdulikan ringisan kecil Eunhyuk karena tarikan yang diterimanya terlalu kuat. Donghae menghentikan langkahnya lalu menoleh kearah Eunhyuk yang masih meringis sakit. "Ah- mianhae Hyukkie! apa sakit?"Eunhyuk menoleh sekilas kearah Donghae lalu menggeleng-gelengkan kepalanya sebagai jawaban. "Tidak sakit Hae, tapi sangat sakit!"jawab Eunhyuk dengan penekanan disetiap katanya. Donghae menunjukkan cengirannya seperti biasa, lalu dengan kilat mengecup punggung tangn Eunhyuk yang tadi digenggamnya. "Mianhae, apa sekarang sudah tidak sakit lagi?"tanya Donghae sambil menatap wajah Eunhyuk yang tampak mengeluarkan semburat kemerahan. "Ka- kau!"
"Ada ribut-ribut apa ini? Ah! Eunhyuk sudah datang"Eomma Donghae langsung melepas apron memasak yang tengah dikenakannya lalu segera berjalan mendekat kearah Eunhyuk dan Donghae yang tampak masih berpegangan tangan.
"Hae chagi, bisa kau lepaskan genggaman tanganmu dari tangan Eunhyuk? kau bisa melakukannya lagi nanti, sekarang Eomma mau menghabiskan waktu berdua dengannya"Donghae segera melepaskan tautan tangannya dan tangan Eunhyuk, lalu mengerucutkan bibirnya kesal. "Harusnya aku yang menghabiskan waktu berdua dengan Hyukkie, kenapa jadi Eomma?"Nyonya Lee mengacak rambut anaknya gemas. Kelakuan anaknya benar-benar kekanakkan mengingat umurnya sudah menginjak 21 tahun, tapi terkadang Donghae bisa bersikap dewasa disuatu kondisi. "Sudah sana cepat pergi! anggap saja ini tahap pendekatan antara calon menantu dengan calon mertua"ujar Nyonya Lee sambil mengibaskan tangannya mendorong tubuh Donghae agar segera meninggalkan dapur. "Iya, iya, aku keluar!"Donghae melenggang keluar dengan sedikit tidak rela. Baru juga beberapa jam dia bersama Eunhyuk, tapi sekarang Eunhyuknya sudah diambil alih oleh Eommanya sendiri.
'Heh? calon menantu dengan calon mertua?'batin Eunhyuk.
"Eunhyukkie, sudah siap membantu Ajjhuma membuat kue?"Eunhyuk langsung tersadar dari lamunannya begitu mendengar suara Nyonya Lee, lalu menganggukkan kepalanya kikuk.
"Ne, Hyukkie sudah siap Ajjhuma!"
~(^_^)~ My Maid is My Love! ~(^_^)~
"Hanadoolset geudaega wootjyo soomi muhjeul guhtman gatjyo
Geudae misoreul damasuh maeil sarangiran yorihajyo yuhngwuhnhi
I love you Love you Love you
Love you Love you Love you yeah"
Kyuhyun menggeliat tak nyaman dalam tidurnya, tangannya terangkat mencoba meraba-raba meja nakas disamping tempat tidur king size miliknya. Kyuhyun mengumpat kesal karena tiba-tiba tidurnya terganggu dengan suara ponselnya yang terus berdering berulang-ulang sejak beberapa menit yang lalu.
"Klik!"
"Yeoboso~ "Kyuhyun menguap lebar sambil bangkit dari tidurnya, dan mengambil posisi duduk dipinggir tempat tidurnya. Sesekali Kyuhyun mengucek-ngucek matanya mencoba menghilangkan rasa kantuk yang masih menghinggapainya. Kyuhyun melirik sekilas jam dinding yang bertengger didinding kamarnya. 'Jam 07.00, tumben sekali Sungmin tidak membangunkanku'batin Kyuhyun.
"Hey! kenapa baru diangkat sekarang evil?!"Kyuhyun langsung tersadar dari lamunanya begitu mendengar suara namja ikan diseberang line teleponnya. Kyuhyun berdecak kesal begitu mengetahui siapa orang yang berhasil mengganggu tidur nyenyaknya itu.
"Ck! ternyata kau ikan kurang kerjaan. Kau menganggu tidurku tahu!"
"Hah! kau masih tidur Kyu? kau tidak berniat untuk bolos kuliah bukan, kau belum puas libur selama seminggu ini eoh?!"Kyuhyun tersentak kaget begitu teringat kalau hari ini dia harus sudah kembali masuk kuliah. Tapi, harusnyakan Sungmin membangunkannya. Bukankah Kyuhyun sudah bilang kalau dia akan kembali kuliah besok pada Sungmin kemarin? apa yeoja itu tiba-tiba terkena amnesia sehingga lupa untuk membangunkan Kyuhyun.
"Ah! Ne, gomawo sahabat ikanku karena kau sudah mengingatkanku. Kalau begitu aku mandi dulu!"
"Klik!"Kyuhyun langsung memutus sambungan teleponnya dengan Donghae dan segera berlari masuk kedalam kamar mandi.
~(^_^)~ My Maid is My Love! ~(^_^)~
Kyuhyun langsung keluar dari dalam mobil miliknya begitu selesai memarkirkannya di parkiran kampus. Kacamata hitam bertengger manis menutupi manik indah miliknya, sedangkan sebelah pundaknya membopong sebuah tas ransel hitam. Kyuhyun berjalan santai memasuki koridor kampusnya, Kyunghee University. Tanpa memperdulikan tatapan lapar dari yeoja-yeoja yang berada disana. Matanya menyusuri seluruh sudut kampus Kyunghee University, bermaksud mencari keberadaan Donghae sang sahabat ikannya.
"Ck! dimana ikan amis itu eoh?!"
"Mencariku bocah setan?"
"YAK! kau Lee Donghae!"Donghae menunjukkan cengiran lebarnya lalu menepuk pelan bahu Kyuhyun.
"Hahaha.. aku kira kau benar-benar akan membolos Kyu?"Kyuhyun memutar bola matanya bosan. Lagipula Kyuhyunkan termasuk anak rajin, jadi mana mungkin dia membolos. Walaupun kegiatannya didalam kelas lebih sering bermain PSP sich, daripada memperhatikan dosen yang sedang menerangkan materi.
"Kalau tadi pagi kau tidak meneleponku mungkin aku sudah benar-benar bolos sekarang Hae!"jawab Kyuhyun. "Memangnya kemana Sungmin? memangnya dia tidak membangunkanmu? bukankah dia maid pribadimu Kyu?"tanya Donghae tanpa jeda sedikitpun. "Hey! kau bertanya atau apa eoh? kalau tanya itu satu-satu dong"protes Kyuhyun yang kesulitan untuk menjawab pertanyaan dari Donghae. "Ne, mianhae. Cho Kyuhyun~ ".
"Jadi kemana yeoja kelinci itu eoh? melihat tampangmu yang kusut sepertinya terjadi sesuatu"tanya Donghae sambil memajukan wajahnya kearah wajah Kyuhyun, mencoba melihat raut wajah Kyuhyun lebih teliti.
"Entahlah, dia tidak ada dirumah tadi pagi"jawab Kyuhyun seadanya. Tadi saat dirumah dia memang sudah mencari Sungmin kemana-mana, tapi hasilnya tetap saja.. dia tidak menemukan sosok yeoja itu. Bahkan Kyuhyun sudah bertanya pada Eommanya, Kibum, pelayan-pelayan dirumahnya, serta Siwon yang kebetulan menginap dirumahnya kemarin.
"Apa jangan-jangan dia kabur ya? gara-gara tidak tahan mempunyai majikan sepertimu ya Kyu?"Kyuhyun mendelik kesal kearah Donghae, apa-apaan perkataan namja itu. "Apa maksudmu ikan amis! Sungmin tidak akan kabur dari rumah hanya gara-gara tidak tahan mempunyai majikan seperti- "ucapan Kyuhyun terpotong begitu retina matanya menangkap sosok yeoja yang tengah tertawa bersama seorang namja disalah satu kursi taman kampus.
"Sungmin?"
TBC
Kyaaa~~ bisa update juga akhirnya! Kyo gak mau banyak" ngebacot kali ini, soalnya takut dikeroyok readersdeul karena kelamaan update dan pendek pula. Mianhae gak tahu kenapa tiba-tiba gak dapat feel buat lanjutin ini fanfic-_-
Oh iya, next chap mungkin updatenya kembali 'lama' karena Kyo UTS'nya baru mulai hari senin besok^^ doain ya semoga lancar?!
Gomawo buat semuanya yang udah review dichap kemarin, mianhae gak bisa sebutin satu-satu.
Berkenan buat 'REVIEW' lagikah? Kyo sich berharap tetep ada yang review^^ *bow
