Entah sudah berapa lama fanfic buluk ini Kyo terlantarkan -_- pokoknya jeongmal mianhae sudah membuat readersdeul lumutan nunggunya! langsung aja deeehhh...

Tittle: My Maid is My Love!

Author: KyoKMS26

Main Cast: KyuMin (Cho Kyuhyun & Lee Sungmin)

Pairing: KyuMin & HaeHyuk (untuk saat ini). Dan pairing akan bertambah seiring berjalannya cerita.

Genre: Romance, Humor, Friendship, Family & etc. Silahkan kalian tentukan sendiri.

Desclaimar: Mereka bukan punya Kyo ya?^^ Mereka adalah milik Tuhan mereka masing-masing, orangtua mereka & diri mereka sendiri. Dan saat ini mereka berada dibawah naungan SM Entertainment.

Warning: This is a fanfic GS! Don't like? Don't Read! Bahasa tidak baku dan tidak sesuai dengan EYD, Miss TYPO'S , dan siapkan baskom untuk muntah sebelum membaca fanfic ini.

Summary: Sungmin kabur dari rumah karena menolak perjodohan yang diajukan kedua orangtuanya, Kim Youngwoon dan Kim Leeteuk. Karena semua credit card miliknya sudah dibekukan oleh sang Appa, terpaksa Sungmin harus mencari pekerjaan untuk menghidupi dirinya selama dalam masa 'kabur' dari rumahnya ini. Dan dia pun harus menjadi maid pribadi seorang namja setan bernama Cho Kyuhyun.

Previous Chapter: (Chapter 10)

"Entahlah Hae, dia tidak ada dirumah tadi pagi"jawab Kyuhyun seadanya. Kyuhyun menghela nafas lelah, pusing memikirkan kemana perginya Sungmin. Bahkan tadi pagi saat dirumah, Kyuhyun sudah mencari Sungmin kemana-mana. Mungkin, hampir keseluruh sudut rumahnya yang terbilang –sangat- luas. Tapi hasilnya tetap saja nihil, Kyuhyun sama sekali tidak menemukan sosok yeoja kelinci itu disana.

"Atau, jangan-jangan dia kabur Kyu? Bisa jadi kan. Mungkin, karena dia sudah tidak tahan mempunyai majikan macam dirimu. Menurutku, itulah satu-satunya alasan kemana perginya Sungmin dari rumahmu untuk saat ini"Kyuhyun mendelik kesal kearah Donghae. Kyuhyun benar-benar tidak terima atas pendapat sahabat ikannya itu. 'Apa-apaan perkataan ikan nemo 'yeoja monyet' itu?' Batin Kyuhyun tidak suka.

"Apa maksud ucapanmu ikan amis! Sungmin tidak akan kabur dari rumahku hanya gara-gara dia sudah tidak tahan mempunyai majikan seperti- "ucapan Kyuhyun langsung terhenti begitu retina matanya menangkap sosok yeoja yang tengah tertawa bersama seorang namja disalah satu kursi taman kampus Kyunghee University.

"Sungmin?"

Chapter 11:

"Sungmin?"gumam Kyuhyun pelan, setelah menyadari siapa sosok yeoja yang tadi tertangkap oleh indra penglihatannya.

"Eh? Sungmin? Dimana Kyu?"Tanya Donghae beruntut sambil mengedarkan pandangannya keseluruh arah, mencari-cari sosok yeoja yang berhasil mencuri perhatian sahabat evilnya itu. Kyuhyun sama sekali tidak menggubris pertanyaan yang tadi diajukan Donghae untuknya. Tanpa fikir panjang, Kyuhyun melangkahkan kakinya cepat menghampiri Sungmin dan seorang namja yang identitasnya tidak Kyuhyun ketahui, atau mungkin belum Kyuhyun ketahui.

"Hey?! Kyu! Mau kemana kau?!"teriak Donghae keras begitu menyadari Kyuhyun sudah tidak berada didekatnya lagi.

.

"Kenapa kau ada disini Min?! Kenapa tadi pagi kau tidak membangunkanku?! Bukankah kau tahu kalau hari ini aku akan kembali masuk kuliah"Tanya Kyuhyun sambil menarik paksa sebelah lengan Sungmin, dan otomatis membuat Sungmin berdiri dari duduknya. Sesekali, Kyuhyun melirik tajam kearah namja bermata sipit yang tadi tampak tertawa bersama Sungmin.

"Kyuhyun?!"Sungmin melempar tatapan bingung kearah Kyuhyun yang kini berada dihadapannya. "Seharusnya aku yang bertanya seperti itu padamu pabbo! Kenapa kau ada disini Kyu?"Tanya balik Sungmin tanpa sedikit pun berusaha melepaskan tangannya dari genggaman erat Kyuhyun.

"Aku akan menjawab semua pertanyaanmu nanti. Sekarang, sebaiknya kau ikut aku Min!"tegas Kyuhyun.

"Tap- "Sungmin berusaha menolak, bagaimana pun juga dia merasa tidak enak harus meninggalkan namja yang tadi tertawa bersamanya.

"Dan jangan banyak protes Kim Sungmin!"potong Kyuhyun sebelum Sungmin melanjutkan kalimat protes atau lebih tepatnya kalimat penolakan yang akan dilayangkan untuknya. Sungmin menggembungkan pipinya kesal, dan dengan terpaksa menuruti semua perkataan Kyuhyun. Sungmin tahu, sekeras apapun dia menolak perintah Kyuhyun, namja setan ini akan tetap pada pendiriannya. Sampai Sungmin mau menurutinya.

"Hn. Baiklah"Sungmin menganggukkan kepalanya pasrah. Setelah mendapat persetujuan dari Sungmin, Kyuhyun pun langsung menarik Sungmin menjauh dari taman kampus, lebih tepatnya menjauh dari namja bermata sipit yang tidak Kyuhyun terima kehadirannya didekat Sungmin. Cemburu eoh?

"Aku pergi duluan ya, Jongwoon-sshi?! Mianhae, tidak bisa mengobrol denganmu lama-lama"teriak Sungmin pada namja bermata sipit yang sedari tadi terdiam menyaksikan perdebatan kecil antara dirinya dan Kyuhyun.

"Ne, gwenchana Sungmin-ah!"balas namja itu ikut berteriak pada Sungmin yang telah berjalan menjauh bersama Kyuhyun.

"Mereka seperti sepasang kekasih?"gumam namja bermata sipit itu lalu segera beranjak dari duduknya.

\(^_^)/ My Maid is My Love! \(^_^)/

"Ugh.. ! Kyu, sakit. Lepaskan tanganku!"rintih Sungmin karena genggaman tangan Kyuhyun yang kelewat erat. Kyuhyun menghentikan langkahnya begitu menyadari mereka berdua telah sampai di area lapangan basket indoor Kyunghee University yang tampak sepi. Kyuhyun membalikkan tubuhnya kebelakang, yang otomatis membuat dirinya dan Sungmin saling berdiri berhadapan.

"Siapa namja bermata sipit itu eoh?"Tanya Kyuhyun sambil menatap sepasang mata foxy dihadapannya dengan tatapan mengintimidasi. 'Ada apa dengannya?' Batin Sungmin begitu menyadari ada kilatan berbeda dari kedua manic cokelat milik Kyuhyun yang kini sedang menatapnya.

"Jawab aku Kim Sungmin! Lalu, kenapa tiba-tiba kau bisa berada disini eoh? Bersama namja itu pula. Seharusnya kau berada dirumah dan membangunkanku tadi pagi"Sungmin mendongakkan kepalanya cepat begitu mendengar bentakan Kyuhyun yang dilayangkan untuknya.

"Apa aku harus menjawabnya?! Dan aku yakin orang terbodoh didunia ini pun pasti tahu untuk apa aku berada disini. Tentu saja aku berada disini untuk kuliah. Dan maaf tadi pagi aku tidak sempat pamit pergi dan membangunkanmu, tapi yang terpenting aku sudah meminta izin kepada Nyonya Heechul jadi aku tidak perlu khawatir kau akan mengadukanku kepadanya. Tuan Cho!"jawab Sungmin ketus karena merasa tidak terima dengan bentakan Kyuhyun yang tadi dilayangkan untuknya. Hey! Memangnya siapa yang suka dibentak seperti itu? Tidak ada kan.

"Kau- kuliah? Disini? Di Kyunghee University? Kau tidak sedang bercanda kan Min?"Sungmin mengerutkan kedua alisnya, tidak suka dengan ucapan Kyuhyun yang terdengar seperti meremehkan dirinya. 'Heh? Dia tidak tahu siapa sebenarnya aku!' Batin Sungmin sambil menatap sinis kearah Kyuhyun.

"Kau fikir hanya orang kaya sepertimu saja yang bisa kuliah disini eoh? Dan, lalu.. karena aku hanya seorang maid 'pribadimu' jadi aku tidak pantas kuliah disini. Begitu kan Tuan Cho yang terhormat?!"Sungmin mendorong bahu Kyuhyun cukup keras, hingga membuat Kyuhyun sedikit terdorong kebelakang. Bagaimana pun juga dia adalah seorang yeoja, jadi kekuatannya pun tidak cukup besar untuk membuat Kyuhyun terjengkang(?) kebelakang. Kyuhyun terdiam mendapati sikap Sungmin yang tiba-tiba berubah kepadanya. Sungmin memang selalu berlaku kasar kepadanya, tapi menurut Kyuhyun kali ini sikap Sungmin sedikit berbeda. Entah ini hanya perasaannya saja tau memang benar adanya.

"Tapi tenang saja, aku akan kembali menjadi maid pribadimu setelah pulang kuliah. Jadi anggap saja kita tidak saling mengenal saat berada di kampus. Oke, Tuan Cho?"ujar Sungmin dengan penekanan disetiap katanya. Sungmin pun segera melenggang pergi keluar dari area lapangan basket indoor Kyunghee University, meninggalkan Kyuhyun yang masih terdiam mencerna seluruh ucapan yang tadi Sungmin lontarkan untuknya.

"Kyuhyun pabbo! Kau benar-benar pabbo! Apa yang kau katakan tadi eoh? Bagaimana bisa kau meyakinkan perasaanmu kepadanya kalau sekarang jadinya seperti ini"Kyuhyun mengacak rambutnya frustasi. Sepertinya dia baru menyadari telah membuat Sungmin marah. Menyesali perkataan bodohmu Tuan Cho? Kekeke~~

\(^_^)/ My Maid is My Love! \(^_^)/

Sungmin menghela nafas bosan sambil menumpukan dagunya dengan sebelah telapak tangan miliknya. Matanya menerawang jauh keluar jendela ruang kelas yang kebetulan kosong karena ada dosen yang berhalangan untuk hadir. Sebenarnya Sungmin merasa sangat bosan terus berada didalam kelas seperti saat ini, tapi rasanya dia juga malas untuk mengikuti jejak teman-teman sekelasnya yang lebih memilih untuk berkumpul sambil mengobrol di kantin kampus. Sungmin mengangkat dagunya keatas dan menyapu penglihatannya keseluruh sudut kelas. Hanya ada beberapa mahasiswa disana. Ada yang sibuk dengan tumpukan buku-buku tebal miliknya, ada yang sedang bergossip ria sambil sesekali tertawa cekikikkan tidak jelas, dan yang paling membuat Sungmin iri setengah mati adalah pasangan mahasiswa yang sedang berpacaran disudut kelas.

"Gzzz.. seperti tidak ada tempat lain saja sich! Tidak tahu apa aku sedang sendiri disini"decak kesal Sungmin lalu segera mengalihkan perhatiannya kearah lapangan outdoor Kyunghee University. "Sudah ada sedikit perkembangan rupanya"gumam Sungmin. Sungmin sedikit tersenyum kecil mengamati kegiatan yang sedang dilakukan oleh sepasang namja dan yeoja diluar sana.

"Aku yakin kau bisa mendapatkan hatinya Jongwoon-sshi!"gumam Sungmin sambil terus tersenyum kecil, tanpa menyadari ada sepasang mata yang sedang memperhatikan gerak-geriknya sedari tadi.

\(^_^)/ My Maid is My Love! \(^_^)/

Eunhyuk mengerucutkan bibirnya kesal. Sudah hampir satu jam dia menunggu Donghae di halte bus depan kampusnya, Paichai University. Tapi nyatanya, buntut ikannya saja belum tampak kelihatan sama sekali sejak tadi. Kalau bukan karena ancaman dari Donghae yang akan menciumnya kalau dia tetap nekad pulang sendiri tanpa menunggu ikan nemo itu. Eunhyuk juga tidak akan mau repot-repot berpanas-panas di halte bus hanya untuk menunggu ikan nemo 'kesayangannya' itu menjemput dirinya.

"Aish! Disini panas sekali~~ apa ikan nemo itu sengaja mau menjemurku hingga gosong eoh? Kalau kulitku menjadi hitam bagaimana"dumal Eunhyuk sambil sesekali mengibas-ngibaskan telapak tangannya didepan wajah manis miliknya begitu merasakan sinar matahari menyengat permukaan kulit seputih susu miliknya. "Ayolah, Lee Donghae~ jika saat ini kau cepat datang, aku berjanji akan menerima perjodohan kita tanpa harus menungguku menyukaimu"gumam Eunhyuk tanpa menyadari kalau sudah ada seorang namja ikan yang berdiri disebelahnya sambil tersenyum penuh kemenangan, atau lebih condong seperti seringaian.

"Bernahkah itu Hyukkie? Kau tidak sedang berbohong kan?"Eunhyuk langsung menolehkan kepalanya kesamping dan mendongakkan kepalanya cepat. Dengan segera Eunhyuk langsung menghentikan acara kipas-kipasnya. Sekarang jantungnya benar-benar berdetak sangat cepat seperti habis berlari marathon ratusan kilometer, padahal sejak tadi dia hanya duduk di halte bus sambil mendumal tidak jelas. Bagaimana tidak, sekarang sudah ada seorang Lee Donghae dihadapannya. Apa ucapannya tadi adalah sebuah mantra yang Eunhyuk sendiri tidak tahu ya? Buktinya namja ikan ini langsung muncul dihadapannya.

"A- Apa?"Donghae semakin melebarkan senyumannya –anni- maksudnya seringaiannya saat mendapati reaksi terkejut dari wajah manis milik Eunhyuk yang kini sudah memerah.

"Aku tunggu janjimu Lee Hyukjae~~ !"

\(^_^)/ My Maid is My Love! \(^_^)/

Kyuhyun POV

Huh.. kenapa sejak tadi aku terus memikirkan Sungmin eoh? Jika seperti ini terus, aku semakin merasa bersalah karena perkataanku tadi padanya, pasti dia sangat membenciku sekarang. Ah~ Kyuhyun pabbo! Siapa yang tidak marah jika mendengar perkataan seperti itu, tampak sekali meremehkan. Dan bodohnya aku yang melakukan hal itu.

"Kyuhyun, kau benar-benar pabbo!"ujarku sendiri. Lalu aku memukul keningku sendiri, merasa kesal dengan sikapku tadi pada Sungmin.

Hm.. beruntungnya hari ini Jung seonsaengnim berhalangan untuk hadir, dan aku pun sedang dalam keadaan mood yang jelek jadi sekalipun dia masuk aku tidak akan dapat berkonsentrasi dengan baik dalam belajar.

Eh? Aku baru ingat, Sungminkan kuliah disini juga. Kenapa aku tidak menemuinya saja dan meminta maaf atas perkataanku tadi padanya. Tapi ngomong-ngomong dia anak fakultas apa ya? Kalau fakultasnya saja aku tidak tahu, bagaimana aku mau menemuinya.

"Peduli setan(?) dengan tidak tahu! Yang penting sekarang aku harus menemuinya dan meminta maaf padanya segera, daripada aku akan dibenci selama-lamanya oleh Sungmin"ujarku tegas, lalu segera melangkahkan kakiku keluar kelas.

.

"Ah- Gamshahamnida atas informasinya! Saya benar-benar terbantu karena anda Seohyun-sshi"aku membungkukan tubuhku sopan, sebagai tanda terima kasih pada salah satu mahasiswi yang tadi aku tanyai mengenai Sungmin. Beruntungnya dia satu fakultas dengan Sungmin, hanya saja dia tidak sedang berada didalam kelas karena kebetulan kelasnya juga sedang kosong.

"Ne, cheonma Kyuhyun-sshi. Kalau begitu saya permisi dulu"ujarnya sambil melemparkan senyuman manis kearahku, lalu segera berlalu pergi kearah kantin kampus.

"Aneh? Dia tersenyum tapi nada bicaranya seperti menahan kesal begitu"gumamku pelan sambil memandangi punggung mahasiswa tadi yang perlahan berjalan menjauh.

"Ah! Aku harus segera menemui Sungmin. Hampir saja aku lupa~"aku pun langsung berlari menuju kelas Sungmin yang sudah diberitahukan oleh mahasiswi tadi, siapa namanya? Ah! Aku lupa. Lagipula tidak ada gunanya juga mengingat namanyakan?

.

Ya, ketemu. Sekarang aku sudah berdiri didepan kelasnya, dan aku dapat melihat Sungmin yang sedang termangu sambil menopang dagunya pada sebelah telapak tangannya. Aish! Kenapa jantungku tiba-tiba berdetak tidak karuan seperti ini? Padahal aku hanya memandang wajah –manis- miliknya.

Dan sekarang aku dapat melihatnya tengah tersenyum kecil, dan menambah kesan manis pada dirinya. Walaupun sebenarnya dia termasuk yeoja galak sih.. sama seperti Eommaku -,- #KyuhyundigetokHeechul

"Jika begini aku jadi tidak tega merubah moodnya, jangan-jangan jika aku menghampirinya sekarang dia akan kembali menjadi kesal lagi"aku pun memutuskan untuk menemuinya nanti, saat dirumah. Saat aku dan dirinya berstatus sebagai 'majikan' dan 'maid' dan jangan lupakan juga status kami sebagai 'kekasih pura-pura'.

Kyuhyun POV End

Normal POV

Eunhyuk memandang kesal kearah Donghae serta Eommanya yang tampak akrab berbincang berdua, dan tampak seperti melupakan keberadaannya. Sebenarnya Eunhyuk sich tidak terlalu mempersalahkan keberadaannya yang seperti terlupakan oleh kedua makhluk dihadapannya ini, yang dia permasalahkan itu adalah keputusan Eommanya beberapa waktu lalu. Eunhyuk benar-benar merutuki kebodohannya tadi, bisa-bisanya dia berjanji akan menerima perjodohan mereka –Donghae dan dirinya- hanya dengan gumaman bodohnya tadi siang di halte bus. Dan sialnya, Donghae benar-benar menagih janji Eunhyuk begitu sampai di kediaman keluarga Lee. Dan tentu saja hal itu langsung disambut senang dan penuh suka cita oleh Eomma Eunhyuk yang kebetulan sedang berada dirumah, bahkan Eomma Eunhyuk langsung menelepon suaminya hanya untuk mengabarkan kabar bahasia itu. Sedangkan Eunhyuk hanya dapat meratapi nasibnya sekarang.

"Hm, Hyukkie kenapa wajahmu ditekuk terus seperti itu chagi?"tanya Nyonya Lee seraya mengelus lembut surai kecoklatan milik Eunhyuk. Eunhyuk mempoutkan bibirnya lucu, lalu bergelayut manja dilengan sang Eomma. Merajuk eoh?

"Eomma~ apa acara pertunanganku dan Donghae tidak bisa ditunda eoh? Ini terlalu cepat untuk dilaksanakan. Aku masih belum siap~"adu Eunhyuk sambil memandang wajah Eommanya dengan puppy eyes andalannya. Eunhyuk benar-benar mengerahkan seluruh kemampuannya untuk membujuk sang Eomma agar mau mengundur acara pertunangannya dengan Donghae yang rencananya akan diselenggrakan minggu depan. Sedangkan Donghae hanya memandang Eunhyuk dengan pandangan sulit diartikan.

"Tidak bisa Hyukkie sayang~ ! Bukankah semakin cepat itu semakin baik, hm? Memangnya kau mau membuat Donghae-mu lama menunggu eoh? Kasihan dia"Eomma Eunhyuk sedikit tertawa kecil kearah Donghae, lalu mengacak pelan surai kecoklatan milik Eunhyuk.

'Donghae-ku? Yang benar saja~ bahkan kami 'belum' berpacaran'batin Eunhyuk tidak terima.

"Hm, terserah Eomma sajalah. Kalau begitu aku akan mencoba untuk menerimanya"jawab Eunhyuk akhirnya. Walaupun dengan sedikit terpaksa sich, mengingat dirinya belum bisa memastikan akan perasaannya pada Donghae untuk saat ini.

"Nah! Begitu lebih baik Hyukkie chagi"Nyonya Lee membawa sang buah hati kedalam pelukannya. Eunhyuk tersenyum tipis didalam pelukan Eommanya. Setidaknya dengan begini, dia sudah bisa membuat hati kedua orangtuanya senang karena sudah mau menerima perjodohan ini. Lagipula, Eunhyuk harus mulai belajar mencintai Donghae mulai sekarang bukan. Karena apapun yang terjadi, pasti dia akan tetap menikah dengan namja pecinta ikan itu.

'Maafkan aku Hyukkie, aku melakukan ini karena aku mencintaimu'batin Donghae sambil menatap sendu kearah Eunhyuk, yang masih berada didalam pelukan Nyonya Lee.

\(^_^)/ My Maid is My Love! \(^_^)/

Sungmin membenahi buku-buku serta peralatan kuliah miliknya masuk kedalam tas. Jam kuliahnya hari ini telah selesai, dan Sungmin berniat segera pulang ke kediaman keluarga Cho sebelum Kyuhyun pulang mendahului dirinya. Sekarang mood-nya sudah mulai membaik, walaupun masih ada sedikit rasa kesal sich atas perkataan Kyuhyun tadi pagi padanya. Tapi Sungmin memakluminya kok, lagipula dengan kondisinya sekarang ini memang sulit dipercayakan kalau dia bisa kuliah di Kyunghee University, salah satu kampus elite di kota Seoul.

"Hah! Hari ini benar-benar melelahkan~ sebaiknya aku segera pulang, sebelum namja setan itu tiba terlebih dahulu. Bisa mengamuk lagi dia"ujar Sungmin lalu beranjak berdiri dari kursinya. Kakinya melangkah pelan melewati pintu kelas yang tampak sepi, karena memang hanya tinggal dirinya yang berada disana.

'Sreeettt… '

"Eh?"Sungmin langsung menolehkan kepalanya begitu merasakan ada sebuah tangan yang menahan sebelah pergelangan tangannya.

"Kyuhyun?"Sungmin mengernyitkan alisnya bingung, karena tiba-tiba Kyuhyun muncul dihadapannya. Bukankah mereka sudah sepakat untuk bersikap seolah-olah tidak saling mengenal begitu berada dikampus. Walaupun tadi Kyuhyun belum mengiyakannya sich.

"Ada ap- "

"Kita pulang bersama Min!"jawab Kyuhyun sebelum Sungmin sempat menyelesaikan pertanyaannya.

"Eh? Tidak perlu, aku bisa naik kendaraan umum kok Kyu. Lagipula nanti kalau kita pulang bersama, nanti orang-orang bisa menganggap kita mempunyai sebuah 'hubungan' tertentu lagi. Nantikan kau juga yang repot!"ujar Sungmin sambil menatap Kyuhyun, memberikan pengertian atas penolakannya barusan.

Kyuhyun terdiam sebentar, lalu setelah itu mengembangkan senyumnya. Sungmin yang melihat perubahan raut wajah Kyuhyun yang terbilang tiba-tiba, menaikkan sebelah alisnya bingung. Entah mengapa, namja didepannya ini cepat sekali merubah ekspresi wajah.

"A- ada apa?"tanya Sungmin gugup, begitu menyadari pergerakan tubuh Kyuhyun yang mulai merunduk dan mendekatkan wajahnya kearah wajah Sungmin. Kyuhyun menghentikan wajahnyanya disisi sebelah kiri wajah memerah Sungmin, lalu menghembuskan nafas hangatnya pelan sehingga menerpa permukaan kulit leher jenjang milik Sungmin.

"Bukankah kita memang mempunya sebuah hubungan yang 'special' chagi? Masa kau lupa~ "bisik Kyuhyun seduktif disamping telinga Sungmin. Sungmin langsung merona hebat, lalu dengan gerakan gugup mendorong pundak Kyuhyun agar wajah Kyuhyun segera menjauh dari wajah memerah miliknya.

"Aish~ kau memalukan Cho! Kita inikan hanya pasangan 'pura-pura', jadi jangan berkata macam-macam"dumal Sungmin sambil memandang kesal kearah Kyuhyun. Bibirnya mengerucut imut, pose kesal andalan Sungmin.

"Oke, Min. Aku hanya bercanda tadi, tidak perlu semarah itu kan?"ujar Kyuhyun meminta maaf. Kyuhyun mengarahkan sebelah tangannya kepermukaan wajah Sungmin, mengelusnya lembut. Tatapan matanya berubah teduh saat menatap kedua mata foxy dihadapannya yang tengah menatapnya bingung -lagi. Sedangkan Sungmin benar-benar bingung harus bereaksi seperti apa, antara menolak sentuhan Kyuhyun atau menerimanya. Karena jujur, Sungmin merasa nyaman atas semua sentuhan-sentuhan yang selalu Kyuhyun berikan padanya.

"Mianhae, Min. Aku minta maaf atas perkataanku tadi padamu saat dilapangan basket"Kyuhyun berucap tulus sambil terus menatap, menyelami kedua mata foxy milik Sungmin. "Aku tahu perkataanku tadi sangat salah dan tidak sopan. Jadi, kau maukan memaafkan aku Min? Jeongmal mianhae Kim Sungmin"Kyuhyun menatap Sungmin dengan penuh harap. Sedangkan Sungmin tampak berusaha mencerna ucapan permintaan maaf dari Kyuhyun barusan.

Sekarang Sungmin benar-benar terdiam, semua kelakuan Kyuhyun saat ini benar-benar berbeda dari kelakuannya yang seperti biasanya. Kelakuannya yang evil dan menyebalkannya sekarang tergantikan dengan sikap lembutnya. Kalau disini ada batu besar, mungkin Sungmin sudah melemparnya kekepala Kyuhyun? Takut-takut ada sesuatu yang error didalam fungsi otaknya.

"Kau tidak memaafkanku Min?"tanya Kyuhyun sedikit kecewa. Saat mendapati Sungmin yang tidak memberikan reaksi sama sekali padanya.

"Ah- aku sudah memaafkanmu sejak tadi kok Kyu. Lagipula aku juga memakluminya kok! Tenang saja"jawab Sungmin cepat.

'Sreeettt… '

"Gomawo Minnie-ah! Jeongmal gomawoyo~ "bisik Kyuhyun sambil terus memeluk Sungmin erat. Tanpa memperdulikan raut wajah Sungmin yang memerah dan tampak begitu sesak, entah karena malu atas pelukan Kyuhyun atau karena pelukan Kyuhyun yang terlampau erat.

"Ne, ne. Che- cheonma Kyu- u!"balas Sungmin dengan susah payah.

.

"Awas saja kau Lee Sungmin! Tidak aka nada yang bias merebut Kyuhyun-KU!"geram Seohyun tidak terima dengan apa yang kini tengah dilihatnya. Seohyun melangkahkan kakinya menjauh dari dinding koridor kampus dengan kedua tangan yang terkepal kuat sampai buku-buku jarinya tampak memutih, dan meninggalkan Kyuhyun dan Sungmin yang masih tampak berpelukan -mesra.

\(^_^)/ My Maid is My Love! \(^_^)/

"Kalian sudah pulang?"sambut Hankyung begitu Kyuhyun dan Sungmin memasuki ruang tamu kediaman keluarga Cho.

"Appa? Kapan Appa pulang? Kenapa tidak mengabariku terlebih dahulu?"Tanya Kyuhyun bingung. Lalu segera menghampiri Hankyung, memeluk Appa-nya itu sebagai sambutan selamat datang.

"Tidak penting kau tahu kapan Appa pulang Kyu. Memangnya kalau kau tahu kau mau menjemput Appa dibandara? Tidak bukan"ujar Hankyung dan dibalas kekehan dari Kyuhyun.

"Aku rasa Appa sudah tahu apa jawabannya!"jawab Kyuhyun setengah meledek.

"Dasar kau ini!"Hankyung mengacak pelan rambut brownie milik Kyuhyun. Walaupun sekarang Kyuhyun sudah dewasa, tetap saja dimata Hankyung Kyuhyun masihlah tampak seperti anak kecil. Buktinya putra satu-satunya ini masih merengek untuk dibelikan kaset game terbaru, bulan kemarin.

"Aish~! Appa, aku bukan anak kecil lagi. Lihat! Minnie sampai menatap aneh kearahku"dumal Kyuhyun pada Hankyung, lalu sekilas melirik kearah Sungmin yang kebetulan kini sedang menatapnya -juga.

"Haha.. mianhae Sungmin-ah! Lagipula Kyuhyun memang kekanakkan bukan?"Sungmin menganggukkan kepalanya setuju atas pertanyaan Hankyung. Sedangkan Kyuhyun semakin menekuk wajahnya kesal, karena tidak ada yang berpihak padanya.

"Eh- Kyu?"panggil Hankyung tiba-tiba, begitu teringat sesuatu.

"Ne?"Kyuhyun mengernyitkan alisnya bingung sambil menatap eneh Appa-nya.

"Kenapa kau tadi memanggil Sungmin dengan panggilan 'Minnie'? kalian seperti teman yang 'sangat' akrab saja"Tanya Hankyung dan sukses membuat Kyuhyun maupun Sungmin terdiam. Kyuhyun menggaruk lehernya kikuk, tidak menyangka kalau Appa-nya akan menanyakan hal sepele seperti ini.

"Ah- Tuan, kami hanya- "

"Kami kan berpacaran Appa. Jadi wajar kalau aku memanggil Sungmin dengan panggilan manis seperti tadi. Benarkan Minnie –chagi?"potong Kyuhyun lalu menoleh kearah Sungmin dengan tatapan mata seolah memberi kode kepada Sungmin untuk mengiyakan perkataannya. Sungmin terdiam. Masih terdiam. Bingung harus bagaimana. Apalagi orang yang ada dihadapannya ini, Appa Kyuhyun. Majikannya juga. Jadi, dia benar-benar harus berhati-hati dalam berbicara. Kalau salah, bias-bisa dia langsung dipecat.

"Minnie, chagi?"panggil Kyuhyun lagi, mencoba menyadarkan Sungmin dari lamunannya.

"Ah! N- ne"Sungmin menganggukkan kepalanya pelan, lalu menundukkan kepalanya. Dia masih belum siap akan reaksi yang akan ditunjukkan oleh Hankyung atas pengakuan –pura-pura- mereka.

"Ah? Benarkah?"

"Ne Appa!"jawab Kyuhyun yakin, seyakin-yakinnya. Hey! Kyuhyun benar-benar tidak mau rencananya gagal begitu saja. Jadi sekarang dia dan Sungmin harus beracting sehebat mungkin agar Hankyung ataupun yang lainnya tak curiga.

"Oh.. "

"Tapi- "Hankyung menggantungkan kalimatnya. Lalu melirik kearah Kyuhyun dan Sungmin secara bergantian.

"Tapia apa Appa/Tuan?"Tanya Kyuhyun dan Sungmin bersamaan.

"Tapi- kalian tidak bisa melanjutkan hubungan ini. Karena, apapun yang terjadi, Kyuhyun harus tetap mengikuti perjodohan yang sudah aku atur sejak awal!"jawab Hankyung tanpa nada bercanda sedikitpun. Dan sukses membuat Kyuhyun dan Sungmin terdiam. Ternyata rencana mereka sudah gagal saat baru akan dimulai. #PoorKyuMin

"Dan- kau Cho Kyuhyun! Segera siapkan dirimu. Karena bulan depan acara pertunanganmu dan anak rekan bisnis Appa akan segera dilaksanakan!"ujar Hankyung sambil menunjuk Kyuhyun dengan jari telunjuknya, mencoba member penegasan pada putra satu-satunya itu.

"Dan tidak ada penolakan! Kalau kau menolak, Appa akan benar-benar mengeluarkan namamu dari daftar surat warisan"

JLEEEGEEERRR~~

TBC

Kyo COMEBACK! .)/ #ditimpukreadersdeul

Jeongmal mianhae readersdeul kalau chapter ini –sangat- pendek dan update-nya –sangat- ngaret pula! Bener-bener telat update kali ini -_- Kyo benar-benar minta maaf ya?^^

Ya, taulah.. Kyo kan udah kelas 3 jadi extra super duper sibuk dengan beragam tugas yang menumpuk dan pendalaman materi untuk UN nanti. Doain semoga lancer ya? (^_~)

Sekali lago Kyo minta maaf, kalo chapter ini datar banget kayak papan triplek. Maklum, Kyo lagi mentok ide jadi hasilnya begini. Hancur lebur menjadi satu~ hahaha :D

Udah mulai kecium bakal ada konflik gak nih? Hihihi.. mianhae buat SONE. Kyo pakai Seohyun eonnie buat jadi orangg ketiga didalam 'hubungan' KyuMin. Gak ada maksud apa-apa kok ._.V

Kyo ucapkan terima kasih buat semua yang udah setia nunggu fanfic butut ini -_-" maaf gak bisa sebutin nama kalian satu-satu.

Kalau masih ada yang mau lanjut baca fanfic ini? Jangan lupa 'REVIEW' ya~~ ^^

Review kalian penyemangat tersendiri buat Kyo melanjutan fanfic ini loch~~ ^^

Gak percaya? Coba aja!

.

schifferizka

.