LOVE TRICK [REMAKE]
Chapter 3 – Putri yang Bersedih
.
.
.
Main Cast : Park Chanyeol, Oh Sehun, Byun Baekhyun, Zhang Yixing.
.
Other Cast : Kris Wu, Kim Jongin, Xi Luhan a.k.a Park Luhan, Jung Daehyun, Kim Jongdae, and other.
.
Genre : GS for Uke, Schoollife, Romance, Friendship, Fluff, etc.
.
Rate : T
.
A/N : Ini FF Genderswitch. Kalau gak suka langsung close aja.
.
.
.
LET'S GET STARTED ^^
.
Baekhyun POV
Namaku Byun Baekhyun. Papaku seorang dokter dan profesor, sedangkan mamaku seorang pianis terkenal di dunia. Aku adalah adalah anak tunggal jadi wajar kalau aku diperlakukan seperti seorang putri. Tidak hanya dirumah, di sekolah juga begitu.
Benar, aku adalah putri di SM High School. Setiap hari setelah turun dari mobil aku akan di sambut dengan teriakan siswa laki-laki yang memujaku, tidak hanya sekedar menyapa, mereka juga akan mengantarku sampai ke kelas. Saat aku berlatih piano pun mereka akan setia menunggu dan menontonku dari luar ruang musik.
Tidak hanya itu, ketika aku akan membersihkan kelas atau hanya sekedar menggeser mejaku saja, para laki-laki itu akan berebut untuk membantuku.
Dan semua itu adalah kehidupan sehari-hariku di sekolah.
Tapi….
Semenjak anak itu datang, ada yang berubah.
Seperti sekarang, kami sedang membersihkan kelas. Biasanya mereka akan menghampiriku dan menawarkan bantuan. Tapi apa yang kulihat sekarang mereka lebih asyik bermain dengan anak itu. Namanya Park Chanyeol, dia murid pindahan yang langsung bisa menarik semua perhatian seluruh cowok di sekolah ini.
Selama ini akulah yang dimanjakan oleh mereka tapi melihat perubahan ini aku menjadi kesal.
Sebenarnya dari awal aku tidak ingin bersekolah di sekolah negeri seperti ini karena menurutku cowok-cowok disini banyak yang kekanak-kanakan.
Tapi karena ini sudah perintah papaku, aku tidak bisa menolak. Papa berkata "Di Zaman sekarang, cewek juga harus sedikit lebih kuat. Fisik Baekhyun lemah. Jadi lebih baik bersekolah di sekolah negeri."
"Papa dan mama bodoh…" pikirku saat mendengarkan alasannya mendaftarkan aku di sekolah ini.
Baekhyun POV end
.
"Tentang piknik yang akan diadakan minggu depan. Kita akan berangkat naik bus. Kemudian disana kita akan naik gunung, jadi pakailah baju yang nyaman." Kata pak guru. "Dan juga jangan membawa barang berlebihan, bawa apa yang diperlukan saja."
"Baik, pak guru" jawab semua murid serempak dan bersemangat.
"Fiuuuhh… merepotkan.." Chanyeol berkata sambil memainkan jarinya yang baru selesai dia beri kutek.
"Baekhyun.."
Baekhyun menoleh ke belakang saat merasa ada yang memanggilnya. "Owh, ada apa Yixing?" ternyata Yixing yang memanggilnya. Yixing adalah sahabat Baekhyun.
"Piknik nanti perjalanannya akan berat ya. Tapi kita harus tetap semangat ya Baek." Kata Yixing penuh semangat pada Baekhyun.
Baekhyun tidak menjawab Yixing, pasalnya Seorang putri seperti Baekhyun tidak suka dengan piknik. Biarpun nanti dirinya tetap ikut, pasti disana akan membosankan, pikirnya.
.
Seminggu kemudian….
"Baiklah anak-anak kita sudah sampai. Jangan lupa barang-barang kalian. Jangan ada yang berpisah dari rombongan." Kata Pak guru saat semua murid turun dari bus.
Setelah di periksa dan semuanya lengkap, pak guru mulai memimpin perjalanan yaitu naik gunung. Ini bukan gunung yang besar dengan keadaan yang hanya orang professional yang bisa melewatinya. Ini bisa dibilang bukit daripada gunung, karena kita hanya perlu naik dan jalannya tidak terjal.
Awal perjalanan mereka semua masih semangat, tapi semakin keatas semangat mereka juga menurun. Yang tadinya berisik dengan ocehan, sekarang hanya terdengar suara nafas yang memburu karena kelelahan, salah satunya adalah Jongin.
Sehun yang berjalan di samping Jongin merasa khawatir karena Jongin berjalan sambil menundukkan kepalanya. Entahlah, Sehun tidak mengerti apa yang Jongin lakukan semalam sampai loyo begini.
"Jongin, kau tidak apa-apa?" tanya Sehun cemas.
"Aku tidak apa-apa Hun, aku hanya mengantuk." Jawab jongin sambil menguap.
Sehun merasa lega, dia pikir Jongin akan pingsan tadi. "Semangat Jongin. Sebentar lagi kita akan sampai." Jongin hanya menganggukkan kepalanya.
"Huwaaa capek! Gendong aku, dong.."
Sehun menolehkan kepalanya saat mendengar teriakan Chanyeol. Sehun menghembuskan nafasnya Chanyeol mulai lagi pikirnya. Dengan malas Sehun berjalan kearah Chanyeol dan menariknya dari kerumunan laki-laki yang berebut ingin menggendongnya.
Chanyeol menatap Sehun kesal, tapi diabaikan oleh Sehun.
"Ayo semangat…" teriak pak guru memberikan semangat saat melihat murid-muridnya sudah mulai kelelahan.
Mereka terus melanjutkan perjalanan sampai tiba di atas bukit. Pemandangan disana sangat indah dan udaranya juga segar. Rasa lelah yang tadi dirasakan saat perjalanan langsung hilang terbayar dengan pemandangan indah disini.
"Kita makan siang disini. Jangan lupa, sampahnya di bawa pulang. Setelah itu kalian boleh melakukan apa saja yang kalian mau.." kata pak guru.
Setelah mendengar apa yang dikatakan oleh sang guru murid-murid segera menempatkan tikar ditanah dan mulai mengeluarkan koatak bekalnya.
"Waahhh, bekalmu keren, Baekkie. Pasti yang memasak chef kelas atas ya? Enak ya menunya banyak.." kata Lay sambil menatap takjub bekal Baekhyun.
"Tidak juga, kok.." jawab Baekhyun.
"Aku juga ingin Baekkie. Soalnya mamaku selalu membawakan bekal yang sama…" keluh Lay.
Baekhyun terdiam mendengar perkataan Lay, kemudian melihat semua teman-temannya yang sedang asyik mengobrol membicarakan bekal buatan mamanya masing-masing. Baekhyun berpikir, "Semua teman-temanku dibuatkan bekal oleh mamanya. Sedangkan aku…." Baekhyun hanya bisa menghela nafas.
Baekhyun memang putri orang kaya. Tapi karena kesibukan orang tuanya, Baekhyun selalu ditinggal sendirian. Dia hanya ditemani oleh pelayan-pelayannya. Baekhyun memang dimanjakan tapi dia kekurangan kasih sayang orang tuanya.
Lain dengan Baekhyun yang hanya makan berdua dengan Lay. Chanyeol sekarang sedang makan ditemani beberapa siswa laki-laki.
"Chanyeol ini, aaaaa…" Ucap salah satu cowok sambil mencoba menyuapi Chanyeol.
Menjadi Chanyeol, bukannya menolak. Dia malah membuka mulutnya dan menerima suapan tersebut.
Chanyeol duduk tidak jauh dari Baekhyun dan Lay sehingga dia bisa mendengar apa yang mereka bicarakan.
"Aku sudah kenyang.." kata Baekhyun sambil meletakkan sumpitnya.
"Loh kok sudah Baek. Makananmu masih banyak…" Lay berseru.
Chanyeol melihat kearah Baekhyun. Chanyeol jadi ingat kejadian seminggu yang lalu saat mereka membersihkan kelas. Chanyeol tidak sengaja melihat Baekhyun yang menatap dirinya kesal. Chanyeol juga melihat sikap Baekhyun saat ada siswa cowok yang ingin membantunya, bukannya menjawab Baekhyun malah membuang muka dan pergi. Chanyeol jadi penasaran dengan teman sekelasnya bernama Baekhyun ini.
Chanyeol akhrinya meneruskan acara makannya lagi dan tidak menyadari ada seseorang yang berjalan mendekatinya. Sampai sebuah suara milik seorang cowok menghentikan Chanyeol yang ingin menelan makanannya.
"Maaf. Ini tadi jatuh, ini kan?"
DHEG
Chanyeol langsung memerah saat melihat siapa yang berbicara padanya. Dia adalah satu-satunya cowok dikelasnya yang tidak terpengaruh dengan rayuan Chanyeol.
Cowok itu tersenyum dan menyerahkan lipstick milik Chanyeol yang tadi jatuh.
GLEK. Chanyeol yang tidak sadar langsung menelan makanannya dan membuatnya tersedak.
Uhuk-uhuk…
"Kamu tidak apa-apa Chanyeol?" tanya cowok itu pada Chanyeol.
"A..aku tidak apa-apa. Aku hanya terkejut.." jawab Chanyeol setelah mengambil air dan meminumnya.
"Owh, syukurlah. Ini barangmu." Cowok itu menyerahkan barang Chanyeol lagi.
Dengan muka memerah Chanyeol mengambil lipstiknya dengan menundukkan kepala. "Terima kasih.." ucapnya.
Cowok itu hanya tersenyum pada Chanyeol, kemudian pergi.
"Kenapa aku deg-degan?" kata Chanyeol sambil meletakkan tangannya didada, setelah keprgian cowok itu.
.
Acara piknik sudah selesai. Sekarang semuanya bergegas menuju ke dalam bus karena cuaca tiba-tiba berubah menjadi mendung. Benar saja tidak lama hujan turun dengan derasnya.
"Semuanya cepat masuk bus." Teriak pak guru.
Semua murid kemudian berlari menuju ke bus, begitu juga dengan Baekhyun.
"Mestinya aku tidak ikut. Ini menyebalkan aku ingin cepat pulang." Kata Baekhyun dalam hati.
Baekhyun terus berlari dan tidak melihat genangan air yang ada didepannya. Karena genangan air itu, tanahnya menjadi licin. Baekhyun yang tidak menyadari hanya berlari dan akhirnya terpeleset dan jatuh.
Baekhun terkejut. Dia melihat bajunya dan semuanya kotor. "A…apa ini? Ini menyebalkan." Pikirnya.
Melihat Baekhyun terjatuh, semua temannya berhenti berlari dan melihatnya. Tidak ada yang bergerak mendekati Baekhyun untuk menolongnya. Hanya Yixing yang datang medekati Baekhyun.
Baekhyun melihat teman-temannya, tidak ada yang menolongnya. Hanya Yixing yang peduli padanya. Padahal selama ini mereka selalu mendekati dan memanjakannya.
Baekhyun tidak bisa menahan air matanya, kemudian berteriak. "Menyebalkan.." sambil mengusap airmatanya.
"Aku mohon jangan tatap aku seperti itu.." batin Baekhyun saat melihat teman-temannya melihatnya dengan tatapan menyedihkan.
"Kamu tidak apa-apa?" tiba-tiba salah satu murid cowok mendekati Baekhyun untuk membantunya.
Chanyeol melihat cowok yang membantu Baekhyun. Cowok itu adalah cowok yang sama yang mengembalikan lipstiknya. Kemudian….
CRAK CRAK
Terdengar suara cipratan air dan sebuah teriakan.
"Duuhhh,, aku jatuh nih. Tolong aku dong.." teriak Chanyeol sambil berguling-guling ditanah yang becek. Terlihat kalau dia sengaja menjatuhkan diri. Dasar Chanyeol…ckkckckck
"Chanyeol kamu tidak apa-apa?" tanya teman-teman cowoknya.
Sedangkan para cewek memandang malas pada Chanyeol. "Apa sich yang dia lakukan?"
"Pegang tanganku…" kata salah satu temannya.
Chanyeol memegang tangan temannya, bukannya berdiri CHanyeol malah menarik temannya hingga ikut jatuh di sebelahnya.
"Ehh…."
"Hehehe maaf. Kepleset" jawab Chanyeol dengan cengiran bodohnya.
Chanyeol kemudian berdiri dan melempar Sehun dengan lumpur. "Semuanya. Waktunya peraaaaanngg.!"
Siswa yang lain pun akhirnya mengikuti apa yang dilakukan Chanyeol. Semuanya saling melemparkan lumpur. Kecuali Baekhyun.
Baekhyun merasa kesal pada Chanyeol. Disaat dia mengalami hal menyedihkan seperti ini. Dia malah bersenang-senang. Keterlaluan.
"Baekhyun,, awas!" Baekhyun yang terkejut langsung mendongakkan kepalanya dan….
Pluk! Lemparan lumpur mendarat diwajahnya. Dan siapa lagi pelakunya kalau bukan Chanyeol.
Dengan kesal Baekhyun mengambil lumpur dan melemparkannya ke Chanyeol. "Apa sih yang dia lakukan? Aku yang tadi menangis jadi terlihat seperti orang bodoh." Pikir Baekhyun sambil terus melempar lumpur, melampiaskan amarahnya pada Chanyeol.
"Hei, Baekhyun. Sebelah sini.." goda Chanyeol, karena daritadi lemparan Baekhyun terus meleset.
Karena terlalu asyik menggoda Baekhyun, Chanyeol tidak menyadari kehadiran Sehun dan…
PLUK! Sehun menaruh lumpur tepat diwajah Chanyeol.
"Aduh.. yaaaa. Aku tidak bisa melihat" teriak Chanyeol.
"Gyaaa… ya apa yang kau lakukan?" sekarang giliran Sehun yang berteriak melihat bajunya dijadikan handuk untuk membasuh muka CHanyeol dari lumpur.
Baekhyun terdiam melihat tingkah Chanyeol dan Sehun. Rasanya aneh, perasaan sedihnya tadi entah sejak kapan sudah menghilang.
"Ahahahaha Chanyeol wajahmu jelek sekali.." Sehun tertawa sambil memegang perutnya.
Baekhyun yang mendengar ucapan Sehun pun ikut melihat kearah Chanyeol dan tidak bisa menahan tawanya, "hehehehehehe…"
"Yaaa Oh Sehun. Kau menyebalkan. Lihat Baekhyun juga ikut menertawakan aku.." cerocos Chanyeol pada Sehun yang belum bisa menghentikan tawanya.
"Habisnya Chanyeol kayak panda.." Jawab Baekhyun masih tertawa.
Chanyeol yang melihat Baekhyun tertawa. Kemudian tersenyum, rencananya berhasil. Hehehe…
Sebenarnya Chanyeol tidak hanya iseng melakukan perang tadi. Itu hanya cara yang dia buat untuk membantu Baekhyun. Chanyeol mengerti, cewek seperti Baekhyun akan merasa malu dengan insiden tadi. Maka dari itu Chanyeol membuat peran lumpur agar semua temannya juga kotor dan menghindarkan Baekhyun dari olok-olokan teman-teman sekolahnya. Dan berhasil bukan, Baekhyun sekarang tersenyum dan tidak menangis lagi.
"Ya, apa yang kalian lakukan?" teriakan pak guru menghentikan perang lumpur tersebut.
.
Sepulang piknik. Chanyeol mengajak Sehun dan juga Baekhyun menginap dirumahnya.
Setelah membersihkan diri, mereka memutuskan mengobrol di ruang tamu sambil melihat Zelo berlatih pianika. Chanyeol duduk disebelah Sehun, sedangkan didepannya di seberang meja Baekhyun duduk disebelah Zelo.
"Dengar, ya. Baekhyun." Chanyeol mulai bicara. "Tidak peduli kamu ini putri atau apapun. Kamu tidak boleh terlalu merajuk begitu!" Chanyeol mengingatkan Baekhyun tentang kejadian dia menangis tadi.
"Cowok-cowok suka cewek manis seperti Little Devil yaitu cewek yang bisa diajak main bareng bukan seorang putri manja." Lanjut Chanyeol.
"Meski mungkin kamu tidak percaya, Baek. Tapi kenyataannya begitu.." Sahut Sehun yang dari tadi mencatat ucapan chanyeol.
"Sekarang aku tanya. Kalau kamu disapa cowok. Bagaimana reaksimu?" Chanyeol bertanya pada Baekhyun.
"Kenapa aku?" tanya Baekhyun. Sebenarnya Baekhyun tidak terlalu mendengarkan apa yang Chanyeol dan Sehun ucapkan. Baekhyun lebih suka melihat adik chanyeol bermain pianika yang duduk disebelahnya.
"Iya kenapa noona ini?. Padahal noona ini sedang melihat latihanku!" Zelo membela Baekhyun.
"ZELO. Diam.." teriak Chanyeol sambil melotot pada adik tercintanya itu.
Sekarang Chanyeol beralih lagi pada Baekhyun dan berkata. "Ayo mulai. Baekhyun. Bagaiamana reaksimu saat disapa cowok?"
Baekhyun memalingkan wajahnya. Itulah reaksi yang akan dia berikan saat ada cowok yang menyapanya dan langsung ditolak Chanyeol.
"Tidak boleh. Bukan begitu caranya. Begini nih..!"
Chanyeol menunjukkan pada Baekhyun bagaimana reaksi saat disapa cowok. "Yang perlu kamu lakukan adalah melihat kearah cowok yang menyapamu dan tersenyum. Bukan malah memalingkan wajah seperti itu."
Kemudian chanyeol bertanya pertanyaan lain pada Baekhyun. "Jadi bagaimana kalau kamu mau minta tolong sama cowok?"
"Emm, maukah kamu melakukan ini?" jawab Baekhyun.
"Salah Salah Salah! Begini nih caranya.."
Chanyeol menarik Sehun berdiri dan memutar tubuhnya sehingga Chanyeol hanya bisa melihat punggung Sehun.
"Kenapa aku dijadikan contoh?" tanya Sehun pada Chanyeol dengan malas.
Chanyeol tidak menghiraukan pertanyaan Sehun dan mulai memberi contoh pada Baekhyun. "Pertama Tarik ujung bajunya, kemudian bilang 'Hei Hei'. Saat dia menoleh kearahmu. Kamu melihat keatas tepat ke matanya dengan menggunakan jurus puppy eyes, lalu minta tolong. Mengerti?"
Baekhyun mengerti tapi dia hanya diam. Dia berpikir, "Aku tidak ingin melakuakn hal itu di antara cowok monyet." Dan menurut Baekhyun semua cowok disekolahnya adalah cowok monyet. (A/N : Cowok monyet seperti istilah untuk Cowok yang masih labil/ maaf ya aku tidak tahu harus kasih julukan apa..hehehe)
Tiba-tiba terdengar suara pintu dibuka.
"Aku pulang…"
"Hyung, kau sudah pulang?" tanya Zelo penuh semangat melihat kedatangan hyung kesayangannya.
"Iya Zelo. Oh ada teman Chanyeol. Maaf mengganggu aku Luhan, kakak Chanyeol dan Zelo. Santai saja disini, anggap rumah sendiri." Luhan tersenyum kearah teman-teman Chanyeol.
DEG!
Wajah Baekhyun langsung memerah dan tiba-tiba detak jantungnya semakin cepat. "Tampannya. Kyaa kalau ini bukan cowok monyet." Gumam Baekhyun sambil terus melihat kearah Luhan. Perasaan seperti ini baru kualami. Dan kemudian tanpa sadar Baekhyun berjalan kearah Luhan. Dan…..
"Hei Hei. Oppa." Baekhyun menarik ujung baju Luhan.
"Hmm?" Luhan berbalik dan melihat teman Chanyeol dengan wajah bingung.
Baekhyun menunjukkan puppy eyesnya dan berkata, "Aku… namaku Byun Baekhyun. senang bertemu denganmu oppa."
"Hei lihat itu.." Sehun berkata pada Chanyeol sambil menunjuk kearah Baekhyun.
Tanpa diberitahu Chanyeol juga sudah melihatnya. Dia melihat kearah Sehun dan berkata, "Jangan-jangan itu cinta?!"
Kemudian Chanyeol dan Sehun tertawa melihat kearah Luhan dan Baekhyun.
.
.
.
.
.
TBC….
.
A/N : Oke, bagaimana suka? Sudah ada yang bisa menebak siapa cowok yang nyemperin Chanyeol? Pasti udah tau donk…hehehehe
Owh iya, maaf ya kalau banyak typonya. Nulisnya sambil nahan ngantuk. Kalau enggak diselesaiin sekarang, belum tentu besoknya aku ada niat buat nulis. Jadi maaf kalau banyak typonya nanti.
Ok sekian aku udah ngantuk banget dan gak tau mau ngomong apa lagi. So, terima kasih buat yang udah baca dan review. Ditunggu review selanjutnya! Bye bye ^^
