LOVE TRICK [REMAKE]
Chapter 7 – Saingan Jaiko
.
.
.
Main Cast : Park Chanyeol, Oh Sehun, Byun Baekhyun, Zhang Yixing.
.
Other Cast : Kris Wu, Kim Jongin, Xi Luhan a.k.a Park Luhan, Jung Daehyun, Kim Jongdae, and others.
.
Rate : T
.
A/N : Ini FF Genderswitch. Kalau gak suka langsung close aja.
.
.
.
LET'S GET STARTED ^^
.
Kelas saat jam pulang Sekolah...
"Bunganya lebih baik di tambah ya?" kata Yixing saat merangkai bunga dari kertas lipat.
"Iya, ya. Cukup waktu tidak ya. Kalau sampai minggu depan harus menghias juga." Sahut Kyungsoo yang juga ikut membantu membuat buga kertas.
"Satu-satunya cara adalah dikerjakan di rumah. Memang merepotkan sich.." celetuk Sehun yang juga ikut membantu membuat hiasan lain.
"Pak Guru akan mencari anak lain untuk membantu.." melihat ketiga muridnya yang kesusahan membuatnya tidak tega.
"Halooo... kalian sedang apa?" teriak Chanyeol saat memasuki ruang kelas.
"Kamu sendiri sedang apa?" Sehun menatap malas kearah Chanyeol yang tiba-tiba datang tidak membantu dan apa yang Sehun lihat lebih memalukan. Chanyeol sedang digendong diatas punggung salah satu cowok dikelasnya.
"Hehehehe... " Chanyeol hanya menampakkan cengirannya.
Tiba-tiba mata Chanyeol melihat sesuatu di atas meja, yaitu sebuah spanduk. "Eh.. apa ada kunjungan klub?" tanya Chanyeol penasaran dengan spanduk tersebut. Pasalnya tulisan yang ada di spanduk tersebut seperti akan menyambut kedatangan seseorang.
Cowok yang menggendong Chanyeol pun penasaran dan ikut melihat spanduk tersebut. Seketika cowok tersebut tercekat sampai melepaskan pegangannya pada Chanyeol. Alhasil Chanyeol pun mendarat dengan tidak cantiknya diatas lantai kelasnya.
BRUK!
"Aduh..." keluh Chanyeol saat merasakan bokongnya yang sakit habis mencium lantai.
"WAH... Minseookkk..!" cowok itu berteriak kemudian berlari keluar dari ruang kelas setelah melihat nama di spanduk tersebut.
"Duh,, siapa sih Minseok itu?" kesal Chanyeol masih terus mengusap-usap bokongnya yang sakit.
"Ah, iya. Chanyeol baru pindah saat musim semi, jadi tidak tahu. Minseok. Nama populernya Jaiko." Jelas Sehun pada Chanyeol.
"Jaiko?!" tanya Chanyeol bingung.
Sehun menganggukkan kepalanya . "Kim Minseok. Dia juara judo nasional. Selama enam bulan kemarin dia bersekolah di Amerika. Hari senin depan dia akan kembali, jadi kita harus menyambut kepulangannya."
"Chanyeol kau juga harus menyapanya.." kata Kyungsoo.
"Menyapa?" tanya Chanyeol lagi masih tetap dengan wajah bingungnya.
"Iya menyapanya. Kalau tidak, kau akan dipelototi olehnya. Matanya itu sungguh meyeramkan." Kyungsoo begidik saat membayangkan tatapan Minseok.
"Ayahnya seorang pegulat profesional. Maka dari itu saat Minseok berada di kelas. Rasanya was-was takut dia berbuat sesuatu. Sebenarnya, para guru juga merasa takut padanya.." kata Pak Guru tia-tiba ikut masuk ke obrolan.
Mendengar apa yang dikatakan sang guru membuat semua yang ada di kelas menghela nafas, kecuali Chanyeol.
"Oh begitu ya..." jawab Chanyeol sambil melihat keluar jendela dan tiba-tiba matanya melihat seseorang sedang melukis di taman sekolah.
"Kris..!" kata Chanyeol dalam hati tanpa berpaling dari Kris.
Sehun yang ikut melihat kearah pandang Chanyeol pun akhirnya mengingat sesuatu. "Oh iya, Kris itu teman masa kecil Jaiko. Sepertinya dia satu-satunya orang yang bisa berbicara dengan Jaiko tanpa rasa takut."
"Eh? Masa sih?!" Chanyeol melihat kearah Sehun tidak percaya.
"Iya. Kris ingin menjadi pelukis. Sepertinya dia juga akan kuliah di luar negeri nanti. Sesama orang yang punya mimpi. Sepertinya cocok, ya?"
Chanyeol terdiam dengan apa yang di katakan Sehun dan dalam hati berkata. "Hmmm, kalau memang begitu. Aku jadi ingin melihatmu. Jaiko.."
.
Hari kedatangan Minseok...
"SELAMAT DATANG KEMBALI, MINSEOK..!" teriak seluruh kelas saat Minseok memasuki ruang kelas.
"Hei, everybody! Thank you sudah menyambutku. Minseok, juara 1 judo sudah kembali...Hahahahaha.." Minseok tertawa angkuh sambil berkacak pinggang.
Seketika ruang kelas menjadi hening mendengar tawa Minseok yang menurut mereka menakutkan. Sehingga semuanya mendudukkan kepala kecuali Chanyeol.
Chanyeol masih terkejut melihat seperti apa sih si Jaiko sampai tidak sadar dengan perubahan kelas dan juga Minseok yang menghampirinya.
"Ini sih bukan manusia tapi gorila... hiiyyy" pikir Chanyeol.
"Kamu anak baru?" kata Minseok yang berhasil menyadarkan Chanyeol dari lamunannya.
Melihat Minseok berada tepat didepan matanya, Chanyeol jadi semakin jelas melihat wajah Xiumin. "Uwaa, kumis!" pikir Chanyeol saat melihat wajah Minseok secara dekat.
Bukannya takut dengan Minseok, Chanyeol malah jijik dengan gadis itu. Pasalnya wajah Minseok dipenuhi dengan bulu yang lumayan lebat dan membuat Chanyeol semakin jijik melihatnya. Chanyeol jadi ragu mana mungkin Kris berteman sejak kecil dengan jelmaan Jaiko ini.
"Ah iya, hari ini aku akan menonton pertunjukan mama. Jadi aku izin pulang dulu, ya. Sampai jumpa.." Chanyeol mengatakan sambil mengedipkan sebelah matanya, membuat semua laki-laki terpesona tapi tidak untuk Minseok.
"Apa sih.. cewek genit begitu.." Minseok menatap tidak suka kearah Chanyeol.
"Dia Chanyeol. Siswa pindahan. Anak artis, sangat terkenal diseluruh sekolah." Kata pengikut Minseok.
Mendengar itu Minseok semakin kesal dan mengangkat tubuh pengikutnya dan membantingnya.
BRUK!
"APA? POPULER APANYA! BERTINGKAH SOK MANIS! CEWEK BUKAN UNTUK DIJUAL TAHU!" teriak Minseok dan membuat seluruh penghuni kelas langsung lari pontang panting untuk menyelamatkan diri dari amukan Jaiko.
.
Keesokan harinya – Home Economics Room
"Hari ini kita akan membuat kue. Buatlah kelompok, tiap kelompok terdiri dari 4 orang. Sekarang mulailah bekerja dan bagi tugas pada tiap anggota.." jelas Bu Guru dan dijawab anggukan oleh semua murid perempuan karena memang tidak ada murid laki-laki dikelas masak ini.
"Aku ingin membuat kue untuk Jongin. Dia pasti lapar setelah latihan.." kata Sehun sambil membayangkan Jongin memakan kuenya dan berhasil membuat pipinya merona.
"Aku juga ingin membuat untuk Suho.." kata Kyungsoo semangat.
"Aku juga... aku akan memberikan kueku pada Kris.." kata Chanyeol dalam hati.
Chanyeol, Sehun dan Kyungsoo mulai menyiapkan bahan-bahan untuk membuat kue. Tiba-tiba Chanyeol sadar anggota kelompoknya kurang satu. Dia menolehkan kepalanya dan melihat satu anggotanya hanya duduk seperti Ratu menunggu pelayannya mengantarkan makanan. Chanyeol langsung melotot kearahnya.
"Hei, Minseok..." panggil Chanyeol dengan kesal. "Kau juga anggota kelompok ini. Jadi membantu sedikit dong."
"Berisik! Di Amerika ada prinsip Ladies First, jadi cowok yang melakukan apapun.."
HUH! Dasar cewek egois, kesal Chanyeol melihat kelakuan Minseok. Tapi dia tidak akan menyerah untuk membuat Jaiko ini ikut membantu.
"Itu, sih karena mereka takut padamu Minseok, iya kan?" cibir Chanyeol.
"Apa maksudmu?" teriak Minseok mulai marah.
"Pokoknya kalau tidak membantu, tidak boleh makan." Kata Chanyeol.
"Diam kamu! Jangan mengeluh! Kalian para cewek yang buat kue!" perintah Minseok.
"GRRRRRR! Kamu..." tunjuk Chanyeol pada Minseok dengan marah. "Kamu itu juga cewek..."
"Lalu kenapa kalau aku cewek?" Minseok balik membentak Chanyeol.
Chanyeol terus melotot ke arah Minseok. Sungguh menyebalkan! Masa sih, teman kecil Kris seperti ini, pikirnya.
"Dari tadi bicara terus! Menyebalkan... hyaaaaa.." Minseok bersiap menyerang Chanyeol dengan judonya.
"Kamu juga sok kuasa. Memangnya siapa kamu?" Chanyeol juga tak mau kalah. Ditangannya sudah ada tepung terigu sebagai senjata.
Dan benar saja sekarang terjadi pergulatan antara Chanyeol dan Minseok yang mengakibatkan kelompok mereka menjadi tontonan seisi ruangan. Tepung terigu bertebaran dimana-dimana.
"Kalian berdua hentikan!" teriak sang guru tapi diabaikan oleh Chanyeol dan Minseok.
Sedangkan Sehun dan Kyungsoo hanya menontonnya dan tidak berniat memisahkan mereka.
"Sepertinya Jaiko menemukan lawan..." bisik Sehun pada Kyungsoo.
.
TENG TENG
Mendengar bel istirahat berbunyi Chanyeol bergegas keluar untuk mencari seseorang tidak lupa membawa kue yang sudah dibuatnya tadi.
"Biarpun sulit, akhirnya selesai juga. Kris adalah orang pertama yang akan aku beri." Kata Chanyeol penuh semangat.
Saat melewati taman sekolah, akhirnya Chanyeol melihat Kris sedang duduk sambil melukis seperti biasa.
Dengan senyum mengembang di wajahnya, perlahan-lahan Chanyeol mendekati Kris. Dan ingin menyapanya. "Kris..."
Belum sempat panggilan Chanyeol sampai ke telinga Kris sudah ada suara yang mendahului suara Chanyeol.
"Hoi, Kris..!"
Kris menolehkan kepalanya dan tersenyum. "EH, Minseok.."
Chanyeol yang terkejut melihat kehadiran Minseok langsung bersembunyi di belakang pohon tidak jauh dari Kris dan Minseok supaya bisa mendengar obrolan mereka.
"Selamat datang kembali. Sepertinya kamu bertambah besar." Kata Kris.
"Iya. Di Amerika aku banyak makan steak, sayuran dan minum cola untuk tambah kekuatan. Hahahahaaha..." kata Minseok bangga.
Kris meringis mendengarnya. "Waahh, liar ya.."
"..." Minseok terdiam dengan perkataan Kris barusan. Tapi kemudian dia ingat dengan kue yang dia bawa tadi.
"Oh, iya Kris. Ini makanlah..!" kata Minseok sambil menyodorkan sebuah cupcake kearah Kris.
"Apa ini kamu yang buat?" tanya Kris sambil menerima kue dari Minseok.
Sedangkan Chanyeol mulutnya sudah membuka lebar saat melihat Minseok memberikan kue pada Kris. Dalam hati Chanyeol berteriak, "Woi... Woi... itu bukan Minseok yang membuat. Lagipula tadi sudah di makan seperempatnya. Kenapa malah diberikan? Menjijikkan! Kumohon Kris jangan dimakan."
Tapi sepertinya Tuhan belum ingin mengabulkan doanya. Karena dari matanya Chanyeol bisa melihat Kris memakan kue tersebut. Seketika Chanyeol membeku tidak bisa bergerak.
"Wah, enak. Setelah dari Aerika kau juga jadi jago buat kue ya." Kris memuji kue buatan Minseok yang menurutnya sangat enak.
"Begitulah..." jawab Minseok singkat.
Chanyeol benar-benar ingin menangis sekarang. Seharusnya dia yang mendapat pujian bukan si Jaiko itu.
Minseok mencoba mengalihkan pembicaraan tentang kue, kemudian melihat lukisan Kris. "Kamu melukis pohon?" tanya Minseok.
"Iya. Aku suka melukis alam. Kuat dan menenangkan. Saat melihatnya perasaanku menjadi cerah." Jawab Kris.
"Seperti aku banget ya! Kuat dan menyenangkan..." kata Minseok penuh percaya diri.
Sedangkan Chanyeol yang mendengarnya hanya mendengus. "Bicara apa sich Jaiko itu.?"
Kris tersenyum. "Iya, ya. Minseok hebat, ya. "
"EH?" Minseok melihat ke arah Kris. Bingung dengan ucapan Kris barusan.
"Iya kamu hebat. Sejak kecil berusaha mencapai apa yang diinginkan. Sampai bisa pergi ke Amerika. Untuk bertindak sepeti itu kamu butuh keberanian luar biasa. Minseok, sungguh hebat. Orang seperti itu sungguh mengagumkan" kata Kris diiringi dengan senyum tampannya.
"Oh..." Minseok tersipu. "Kamu juga bisa kok, pergi kesana.."
Chanyeol terpaku mendengar penjelasan Kris. "Kris menyukai yang kuat dan menenangkan. Itu apa maksudnya. Apa Kris suka cewek seperti Minseok.?" Chanyeol terus berpikir sampai tidak sadar kue yang tadi dibawanya dan bentuknya sama dengan yang diberikan Minseok pada Kris terjatuh dan cukup untuk menyadarkan Kris dan Minseok bahwa ada orang lain selain mereka disana.
"Siapa tuh? Si Little Devil ya?" tanya Minseok dengan nada mengejek.
"Chanyeol..." hanya itu yang bisa Kris ucapkan karena dia masih terkejut dengan kehadiran Chanyeol.
"Ah..." Chanyeol tidak bisa mengatakan apa-apa.
"Sedang apa kau disitu?" tanya Minseok.
"Eh...hehehehe.." bukannya menjawab Chanyeol hanya tertawa kearah Kris dan Minseok.
"Malah ketawa.." kata Minseok.
"..." Chanyeol terdiam. Sebenarnya dia ingin tersenyum dihadapan Kris, tapi tidak bisa. Akhirnya dengan perasaan kalut Chanyeol berlari meninggalkan Kris dan Minseok. "Sa... sampai jumpa..." pamitnya.
"Eh hei..." Minseok berteriak memanggilnya. Tapi tidak Chanyeol pedulikan. Chanyeol butuh menenangkan diri.
Ada yang Chanyeol tidak sadari. Kris terus melihat kearahnya sejak kemunculannya tadi dan Kris juga melihat perubahan sikapnya. Chanyeol yang biasanya ceria mendadak tidak bisa tersenyum. Dan itu membuat Kris khawatir. Kris terus menatap Chanyeol sampai Chanyeol tidak terlihat lagi.
Sedangkan Chanyeol terus berlari dengan perasaan kalut. Dalam pikirannya hanya ada pertanyaan apakah Kris menyukai Minseok. Pertanyaan itu terus bermunculan di kepalanya sampai dia berada di ruang kelas.
Di dalam kelas Chanyeol lansung mendudukkan diri di bangunya dan menangkup wajahnya dengan kedua tangannya.
Tidak lama Sehun dan Kyungsoo datang sambil bercerita.
"Aku sudah memberikan kueku pada Suho. Meskipun agak gosong, Suho tetap memakan semuanya, loh.." Kyungsoo bercerita penuh semangat.
"Jongin juga sangat menyukai kue buatanku...hihihi" Sehun berkata dengan wajah tersipu-sipu.
Kemudian Kyungsoo melihat kearah Chanyeol. "Yeol. Tidak lama lagi kan ada acara wisata Sekolah..."
"Ajari lebih banyak teknik Little Devil, donk.." sambung Sehun.
Keduanya, Sehun dan Kyungsoo memasang wajah penuh harap ke arah Chanyeol. Tapi tidak dihiraukan oleh Chanyeol. Chanyeol masih menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.
"Hei, Chanyeol..." panggil Sehun melihat tingkah aneh Chanyeol yang tidak ceria seperti biasanya.
Chanyeol yang dipanggil pun mengangkat kepalanya dan menampakkan wajah paling suram yang pernah dilihat oleh Sehun dan Kyungsoo.
"Maaf... sekarang bukan waktu yang tepat.." kata Chanyeol memelas.
"Eh...?!" Sehun dan Kyungsoo terkejut, tidak biasanya Chanyeol begini. Biasanya dia paling semangat kalau memberi teknik-teknik Little Devil.
"Hei, Kris..."
BRAK! Mendengar nama Kris disebut Chanyeol langsung berdiri dari bangkunya. Chanyeol melihat kearah bangku Kris dan disana terlihat Kris dan Minseok sedang berbicara. Jadi yang memanggil Kris tadi Minseok, pikir Chanyeol.
Melihat Kris dan Minseok mengobrol dan tertawa bersama membuat Chanyeol kembali muram. Chanyeol duduk kembali dibangkunya dengan lemas. Wajahnya yang tadi suram sekarang lebih suram dengan aura hitam disekelilingnya.
Sehun dan Kyungsoo yang sedari tadi melihat tindakan Chanyeol, kemudian saling menatap dan tersenyum penuh arti. Sepertinya ada hal menarik yang baru saja mereka temukan.
Sehun dan Kyungsoo perlahan-lahan berjalan menjauhi bangku Chanyeol, kemudian saling berbisik.
"Jangan-jangan..." bisik Sehun yang diangguki oleh Kyungsoo.
.
.
.
.
.
TBC...
.
A/N : Bagaimana? Bosenin ya? Maaf deh...hehehe naahhh, endingnya gak enak banget nih chapter...hehehe tuh Kris dan chanyeol udah muncul tapi belum ada interaksi sich...hehehe sabar ya, mau ngenalin si Jaiko atau Minseok dulu... hehehe
Oh ya aku ucapin terima kasih banyak buat yang udah review, follow and favourite, gomawo chingu ^^
Jangan lupa tinggalkan jejak, okey bye...^^
