LOVE TRICKS [REMAKE]

Chapter 8 – Pertama Kali, Cinta tak Berbalas

.

.

.

Main Cast : Park Chanyeol, Oh Sehun, Byun Baekhyun, Zhang Yixing.

.

Other Cast : Kris Wu, Kim Jongin, Xi Luhan a.k.a Park Luhan, Jung Daehyun, Kim Jongdae, and others.

.

Rate : T

.

A/N : Ini FF Genderswitch. Kalau gak suka langsung close aja.

.

.

.

LET'S GET STARTED ^^

.

Semenjak kejadian dimana Chanyeol mendengarkan percakapan Kris dan Minseok, dia terus saja murung. Seperti hari ini sepanjang hari di kelas hanya digunakan Chanyeol untuk melamun.

Chanyeol bukan tipe pendiam, dia adalah gadis yang tidak bisa diam, dia terlalu hiper. Tapi hanya karena melihat kedekatan Kris dan Minseok bisa membuat seorang Park Chanyeol menjadi diam.

Tidak hanya kedekatan Kris dan Minseok yang membuatnya melamun. Tapi juga perkataan Kris yang sampai saat ini memenuhi isi pikirannya.

"Orang yang berusaha keras demi mimpinya. Itu mengagumkan..."

Kata-kata itu terus dipikirkan Chanyeol sampai membuatnya melamun dan tidak mendengarkan sang Guru dan teman-temannya yang membicarakan darmawisata sekolah ke pulau Jeju yang akan di adakan bulan depan nanti.

Sepulang sekolah chanyeol masih saja melamun. Biasanya dia akan bersemangat berjalan pulang dengan teman-temannya dan menceritakan apa saja yang menyenangkan. Tapi untuk hari ini Chanyeol memilih diam dan hanya mendengarkan apa yang Sehun, Baekhyun dan Yixing katakan. Chanyeol benar-benar tidak mood bicara sekarang.

Tiba-tiba Chanyeol berhenti berjalan saat melewati Imperial Theatre, di depan gedung tersebut terpampang foto mamanya. Seketika itu ia ingat perkataan Kris lagi dan berpikir, "Benar juga.. mama juga selalu berlatih vokal, berlatih akting meskipun sudah terkenal. Setiap hari selalu bekerja keras. Mungkin karena itu papa jatuh cinta pada mama. Sedangkan aku..." Chanyeol menghela nafas.

"Chanyeol... kau sedang apa? Ayo pergi.." kata Sehun saat melihat Chanyeol berhenti berjalan. Tapi tidak di hiraukan oleh Chanyeol.

"Duh, dengar tidak sich? Chanyeol ayo pulang..." sekarang giliran Baekhyun yang berkata pada Chanyeol dan masih tidak ada respon.

Baekhyun, Sehun dan Yixing hanya menghela nafas melihat tingkah aneh temannya itu. Akhirnya mereka memutuskan mendekati Chanyeol untuk menyeretnya pulang. Tapi belum sempat mereka menyeret Chanyeol pulang. Suara teriakan Chanyeol membuat Sehun, Baekhyun dan Yixing yang berada tepat di belakang Chanyeol langsung terjungkal ke belakang karena terkejut mendengar teriakan Chanyeol.

"YAAAAA..." teriak Chanyeol sambil mengepalkan tangannya keatas dengan semangat berapi-api.

Sedangkan ketiga temannya yang terduduk diaspal jalan meringkuk bersama. Mereka takut dengan perubahan suasana Chanyeol yang tiba-tiba. Ada apa dengan Chanyeol sebenarnya, itulah yang ada di pikiran mereka bertiga.

"Chan...Chanyeol...?" Sehun mencoba memanggil Chanyeol lagi siapa tahu dia merespon dan sadar. Tapi, nihil Chanyeol masih tidak merespon dan masih terlarut dalam pikirannya.

Akhirnya mereka bertiga menyerah, biarkan saja Chanyeol mau melakukan apa lagi setelah ini. mereka akan menonton saja, mereka baru bertindak kalau Chanyeol sudah mulai melakukan hal gila.

Sedangkan Chanyeol, setelah berteriak dia bertekad, dia tidak bisa begini terus dia harus berusaha, dia tidak boleh kalah dengan si Jaiko itu. Chanyeol sudah bersemangat untuk berusaha, tapi kemudian lemas lagi saat ingat, bahwa dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan.

Saat itu, tiba-tiba saja seorang paruh baya mendekati Chanyeol dan berkata, "Nona. Tertarik dengan dunia hiburan ?" tawar laki-laki tersebut sambil menyerahkan kartu namanya, yang bertuliskan Lee Soman.

"Kamu ikut rumah produksi mana?" tanya laki-laki itu lagi.

Sehun, Baekhyun dan Yixing yang masih setia disana tiba-tiba penasaran dan melihat kartu nama yang dipegang Chanyeol. Seketika mata mereka bertiga melebar.

"Hei... orang ini pencari bakat ya?" tanya Sehun.

"Waahh.. yang benar nih ?" kata Yixing kagum.

Chanyeol yang sedari tadi diam akhirnya berbicara pada laki-laki paruh baya yersebut sambil tersenyum. "Aku tidak dirumah produksi manapun..."

"Hiyaahhh.. tidak salah lagi! Kamu bisa jadi bintang!" teriak orang tersebut setelah terpesona melihat senyum Chanyeol.

"Eh.. Sungguh?" tanya Chanyeol tidak percaya.

GREP! Laki-laki itu memegang pundak Chanyeol mencoba meyakinkan, "Tentu saja! Kau bisa menjadi seorang bintang..."

Chanyeol tertegun, "Bintang... jangan-jangan dengan ini aku juga bisa masuk kedalam kelompok orang yang punya mimpi seperti Kris dan Jaiko..." pikirnya.

.

"Eh... audisi iklan shampoo?!" kata Chanyeol pada tuan Sooman.

Saat tiba di rumah produksi milik laki-laki paruh baya yang bernama Lee sooman, yang kemarin Chanyeol temui di jalan dengan teman-temannya, tiba-tiba saja dia langsung ditawari ikut audisi iklan shampoo oleh tuan Sooman.

"Tapi ini pertama kali buatku..." kata Chanyeol lagi, dia masih ragu dengan dirinya. Dia masih baru dengan dunia yang digeluti oleh mamanya ini.

"Tidak apa-apa kok! Aku sudah dengar. Kamu ini anaknya Park Jaejoong, kan? Dengan itu saja sudah cukup! Kamu pasti lulus." Kata Sooman meyakinkan.

Medengar nama mamanya disebut membuat Chanyeol cemberut dan berpikir, "Apa-apaan sih? Kalau bukan anak mama, aku tidak bakal lulus begitu..."

"Hei kok dia sih..." tiba-tiba Chanyeol mendengar seorang berbicara dibelakangnya, sepertinya salah satu anak asuh di rumah produksi ini.

"Tidak tahu.. padahal kita disini juga bekerja keras tapi dia dengan mudah mendapat tawaran iklan itu..." timpal anak lain dengan nada sinis.

"Jadi, tolong ya.." Tuan Sooman bertanya lagi pada Chanyeol.

"Emh baiklah..." Chanyeol tersenyum menyetujui permintaan Lee Sooman. Tapi dalam hati Chanyeol gelisah dia merasa ada yang beda.

Setelah mengikuti audisi, benar saja Chanyeol yang terpilih membintangi iklan shampoo tersebut. Chanyeol sudah menandatangi kontrak dan mulai melakukan syuting iklan sampai akhirnya iklannya di tayangkan di televisi dan di majalah.

.

"Aku sudah lihat iklannya..." kata Sehun, Baekhyun, Yixing, Kyungsoo dan Taehyung secara bersama-sama saat berkumpul di meja Chanyeol.

"Bagus banget.." puji Baekhyun.

"Aku bilang pada keluargaku. Kalau kau adalah temanku.." Sehun berkata dengan bangga.

"Aku juga bilang begitu..." kata Yixing.

"Ada di majalah juga! Nich, lihat dech.." kata Kyungsoo sambil menunjukkan majalah tersebut.

"Sungguh! Wah hebat..." kata Taehyung terkagum-kagum.

"Hehehhehehe..." Chanyeol hanya tersenyum mndengar kata-kata tmannya.

"Anak Park Jaejoong memang hebat!" kata teman-temannya serempak.

Seketika Chanyeol merasa seperti tertohok mendengar apa yang di katakan teman-temannya barusan. Tapi dia mencoba tetap tersenyum walau pun terpaksa.

"Terima kasih. Maaf aku mau ke toilet dulu ya..." Chanyeol langsung keluar dari kelas meninggalkan teman-temannya.

Chanyeol tertawa miris, "Ternyata memang beda. Seolah ini memakai kekuatan mama bukan dengan usaha diriku sendiri." Pikir Chanyeol.

Tiba-tiba Chanyeol berhenti berjalan saat melihat Kris dan Minseok duduk berdua lagi di taman. Perasaan sedih Chanyeol semakin bertambah. "Ternyata aku memang tidak bisa masuk kedalam kelompok orang yang punya mimpi..."

.

Darmawisata Sekolah – Hari Pertama Di Pulau Jeju

Setelah sampai di Pulau Jeju. Pak Guru memutuskan untuk beristirahat di penginapan saja hari ini dan mulai tour besok pagi.

Dikamar penginapan yang ditempati oleh para murid cewek, karena kamar cewek dan cowok dipisah.

Chanyeol memberikan pelajaran tentang Little Devil pada semua teman-teman ceweknya.

"Little Devil's Teacher edisi darmawisata.." kata salah satu teman Chanyeol.

"Ajari kami..." kata teman-teman Chanyeol bersama-sama.

"Baiklah karena ini spesial darmawisata. Aku akan mengajari kalian. Kita mulai. Untuk membuat cowok berdebar, akan kuajarkan caranya. Ada tiga jenis cara. Pertama, colek lengan atau bahu cowok tersebut. Buat cowok yang kamu suka berdebar dengan serangan colekan. Kedua, buat dia menengok, lalu minta tolonglah. Tarik dengan manis ujung baju atau tasnya. Ketiga, ini level lebih tinggi, buat hatinya berdebar dengan serangan cium pipi. Besok, coba kalian praktekkan salah satunya!" Chanyeol berkata sambil tersenyum pada teman-temannya.

"Aku mau bertanya..." tiba-tiba Kyungsoo mengangkat tangannya.

"Mau bertanya apa?" tanya Chanyeol.

Kyungsoo dan Sehun bertatapan mengirimkan senyum penuh makna, kemudian bertanya pada Chanyeol.

"Kalau kita semua besok melakukannya..." kata Kyungsoo yang kemudian di lanjut oleh Sehun, "Artinya kamu juga akan melakukannya besok?" dalam hati mereka berdua cekikian melihat ekspresi Chanyeol.

DHEG! Seketika wajah Kris memenuhi pikiran Chanyeol dan membuat pipinya berubah menjadi pink.

"A..aku sih beda.." Chanyeol mengelak.

"Kenapa? Ayo beritahu donk..." desak Kyungsoo.

CKREK

Tiba-tiba pintu kamar terbuka dan munculah Minseok dengan handuk di lehernya, sepertinya dia habis berlatih judo di penginapan.

"Wah pelajaran memikat cowok lagi ?! " kata Minseok mengejek.

"Ah, Minseok sudah selesai latihan ya?" kata Sehun basa-basi, padahal tanpa ditanya juga sudah jelas jawabannya.

"Huwaaaa,, keringatnya bau..." kata Chanyeol pelan sambil menutup hidungnya.

"Cowok itu ya..." kata Minseok. Kemudian melihat kearah pintu dan menemukan dua anak cowok mengintip ke dalam kamar. Langsung saja Minseok melotot kearah mereka berdua.

"Hiiiii... gawat ketahuan. Ayo kabur...!" kata anak cowok tersebut.

Tapi belum sempat kabur, Minseok sudah menangkap bagian belakang bajunya dan menariknya. "Cowok itu harus dibeginikan. Tangkap satu, dan angkat punggungnya!"

"Gyaaaaa..." teriak anak cowok itu saat tubuhnya diangkat oleh Minseok kemudian dibanting ke lantai dengan bunyi yang keras dan pasti sakit.

Melihat itu semua kerumunan bubar dan memilih tidur daripada jadi korban keganasan Minseok selanjutnya.

.

Keesokan harinya...

Saat darmawisata di mulai, pak Guru membebaskan murid-muridnya berjalan-jalan sendiri dan berkumpul lagi saat jam makan siang.

Chanyeol berjalan bersama teman-temannya dan melihat aksi temannya satu persatu mempraktikan apa yang dia ajarkan semalam.

.

Taehyung & Jin

Taehyung berjalan mendekati Jin kemudian menepuk pundaknya.

Jin menoleh kebelakang dan menemukan Taehyung melihatnya dengan malu-malu, manis pikir Jin.

"Hai, Jin..." sapa Taehyung dengan senyum malu-malu.

"Eh..." wajah Jin memerah melihat senyum Taehyung. "Oh... Ha..hai.." balas Jin gugup, pasalnya jantung Jin saat berdebar sangat cepat efek melihat senyum Taehyung.

"Mau jalan bareng?" tawar Taehyung dengan lembut.

"Baiklah..." jawab Jin dan membuat Taehyung tersenyum senang.

.

Suho & Kyungsoo

Kyungsoo sedang berjalan dengan Suho sambil membawa beberapa barang belanjaan yang dia beli untuk oleh-oleh. Tiba-tiba dia berhenti dan menarik-narik ujung baju Suho.

"Ada apa, Soo?" tanya Suho.

Kyungsoo mengerjapkan matanya beberapa kali saat mendengar panggilan Suho untuknya. Suho yang melihat ekspresi Kyungsoo mencoba menahan diri untuk tidak membekap wajah Kyungsoo yang sangat menggemaskan itu.

Setelah mengembalikan kesadarannya Kyungsoo meneruskan niat awalnya memanggil Suho.

Dengan suara lembut Kyungsoo berkata, "Hei Suho. Bisakah kau membantu membawa barang-barangku?" Kyungsoo melihat Suho dengan mata besarnya seperti memohon.

"Oh, iya tentu saja." Kata Suho. Bagaimana dia bisa menolak mata besar menggemaskan itu.

Kyungsoo yang mendengar merasa senang, akhirnya tangannya tidak perlu capek-capek membawa barang belanjaannya yang berat itu. Hehehe...

.

Sehun & Jongin

Selama darmawisata Sehun selalu ditemani dengan Jongin dan itu membuat Sehun sangat senang. Siapa sih yang tidak senang bisa jalan bareng dengan cowok yang disukai.

Sehun ingat perkataan Chanyeol semalam. Cara little devil yang ketiga 'cium pipi cowok yang kamu suka'. Sehun bingung apa akan melakukannya atau tidak.

Dia tidak ada pilihan lain, cara satu dan dua sudah sering ia lakukan pada Jongin. Mungkin sekarang Jongin sudah terbiasa dengan itu. Tapi kalau ciuman Sehun belum pernah mencobanya.

Sehun bimbang dan bolak balik melihat kearah Jongin yang berjalan di sampingnya. Haruskah aku melakukannya batin Sehun. Kalau tidak sekarang kapan lagi aku akan melakukannya pikirnya. Baiklah aku akan melakukannya, sehun memantapkan hatinya.

"Emh... Jongin..." panggil Sehun.

"Hmmm..."

CUP!

Jongin langsung berhenti berjalan dan melihat kearah Sehun yang tertunduk malu dengan wajah yang sangat merah.

"Jongin, terima kasih hari ini sudah menemaniku.." kata Sehun kemudian berjalan meninggalkan Jongin yang masih terpaku akibat ciuman yang diberikan Sehun.

Jongin terus mengelus pipi kanannya yang di cium oleh Sehun, kemudian tersenyum dan melihat kearah Sehun pergi.

"Sehuuunnnn..." panggil Jongin kemudian berlari mengejar Sehun.

.

Baekhyun, Yixing & Jongdae

Baekhyun berjalan dengan Yixing sambil membawa barang belanjaan.

"Berat sekali..." keluh Yixing.

Jongdae yang berada di dekat Yixing pun mendengarkan keluhannya dan menawarkan diri membawakan barang Yixing.

"Yixing biar aku yang bawakan..." kata Jongdae sambil mengabil barang dari tangan Yixing.

"Terima kasih Jongdae..." kata Yixing menampilkan senyum manisnya.

"Tidak masalah Yixing..."

Yixing menarik-narik baju Jongdae dan membuat Jongdae melihat kearahnya.

Yixing melihat Jongdae dengan tatapan memelas, "Bisakah kau juga bawakan barang bawaan Baekhyun?" mohon Yixing.

Bagaimana mungkin Jongdae bisa menolak permintaan Yixing, dengan terpaksa dia membawa kan juga barang belanjaan Baekhyun.

"Sini biar kubawa barangmu Baek..."

"Ini. terima kasih Jongdae..." kata Baekhyun menyerahkan barangnya kearah Jongdae dengan senang hati.

"Sekali lagi terima kasih Jongdae..." kata Yixing tersenyum manis.

Demi senyum itu, aku rela melakukan apapun, pikir Jongdae.

.

"Teman-teman berusaha untuk cintanya, bagaimana denganku..?" pikir Chanyeol sambil melihat Kris yang berjalan di depannya.

"Wah,, ada cowok cakep dan cewek cantik, nih!" Tiba-tiba ada seorang pria yang menghadang jalan Kris dan membuatnya berhenti.

Chanyeol dan teman-teman lain yang berjalan di belakang Kris pun juga ikut berhenti, pensaran dengan pria yang berhenti di depan Kris.

"Disana sedang ada syuting. Kalian mau ikut jadi figuran?" tawar pria tersebut, sepertinya dia seorang sutradara melihat dari gayanya.

Tiba-tiba Minseok yang berada di sebelah Kris maju dan berkata, "Ya, gimana lagi. Aku memang..."

"STOP!" pak sutradara menghentikan Minseok, sepertinya Minseok sudah salah paham, percaya diri sekali jadi orang. "Tidak. Tidak. Bukan kamu. Tapi kamu dan kamu." Pria tersebut ternyata menunjuk kearah Chanyeol dan Kris.

"Hei brengseeeekkkk..." teriak Minseok tidak terima ternyata yang di pilih adalah Chanyeol bukan dia.

Kris dan Chanyeol masih bertatapan dalam diam. Mereka berdua sama-sama terkejut.

"Kumohon soalnya pemainnya kurang..." mohon pria tersebut.

Kris dan Chanyeol meihat kearah orang tersebut dan menganggukkan kepalanya.

10 menit kemudian...

Chanyeol dan Kris sama-sama keluar dari kamar ganti dengan baju jaman Joseon. Ternyata ini adalah film jaman dulu maka dari itu penampilan Chanyeol dan Kris diubah. Chanyeol memakai hanbok yang semakin membuatnya terlihat cantik dan juga Kris yang memakai baju seperti pangeran pada era masa Joseon.

Menurut Chanyeol Kris sangat keren, ini seperti mimpi baginya bisa melihat Kris berpakaian seperti ini.

Pak sutradara menghampiri mereka berdua dan menjelaskan apa saja yang harus kris dan chanyeol lakukan.

Chanyeol dan Kris mempelajari skenario sebentar kemudian siap untuk melakukan aktingnya.

"Tolong kerjakan seperti yang sudah di jelaskan ya." Chanyeol dan Kris menganggukkan kepalanya. Dan bersiap di tempatnya.

"Oke, action!" kata sang sutradara.

"Tunggu aku Yifan jangan pergi sendiri. Tolong bawa aku serta." Chanyeol berlari mengejar Kris dan memegang tangannya..

"Tapi..."

"Kumohon... aku mohon!" teriak Chanyeol sambil menangis.

"CUT!"

Plok Plok Plok Plok

Terdengar tepuk tangan dari Sehun, Baekhyun, Yixing, Kyungsoo dan Taehyung yang menyaksikan langsung bagaimana Chanyeol dan Kris berakting. Mereka benar-benar dibuat kagum oleh akting Chanyeol.

Pak sutradara juga memberikan pujian untuk Chanyeol. " Kamu hebat! Aktingmu tidak seperti pemula.."

"hehehehe terima kasih.." kata Chanyeol sambil menggaruk bagian belakang kepalanya.

"Kita istirahat dulu..." perintah sang sutradara membubarkan para stafnya untuk beristirahat.

"Chanyeol kamu hebat. Aku saja grogi dan gagap rasanya.." kata kris yang menghampiri Chanyeol.

"Eh,, tidak. Biasa saja..." kata Chanyeol salah tingkah.

"Di masa depan kamu mau jadi artis?" tanya Kris.

Chanyeol meremas kedua tangannya "Hmmmm... aku tidak tahu. Aku tidak seperti Kris atau Minseok yang punya keahlian. Mungkin menjadi model atau aktris akan bebas dan menyenangkan tapi rasanya ada yang berbeda. Eh., aku ngomong apa sih..." kata Chanyeol sambil menutupi kedua wajahnya karena malu.

"Chanyeol, semangat...!" batin Sehun, Baekhyun, Yixing, Kyungsoo dan Taehyung yang melihat interaksi antara Kris dan Chanyeol.

"Tapi Chanyeol tidak hanya dikelilingi cowok saja. Tapi juga selalu dikelilingi cewek..." Kris tiba-tiba berkata.

"Eh...?" Chanyeol menatap Kris.

"Apa ya, namanya... seperti bunga besar yang dikelilingi semua orang..."

"Bunga?" tanya Chanyeol.

"Iya bunga. Lagipula sejak kamu pindah kemari, dari yang tidak kenal siapapun, lalu membantu banyak teman cewek, hingga akhirnya kamu diandalkan oleh semua orang..."

Chanyeol menutup mulutnya, Kris selama ini memperhatikannya. Rasanya Chanyeol ingin menangis karena bahagia.

"Kamu bisa membuat suasana menyenangkan untuk semua orang kurasa itu hal hebat darimu. Aku pun ketika melukis. Meski hanya memasukkan satu tangkai bunga, lukisan apapun akan terlihat cerah. Bunga itu harus ada. Keberadaannya sangat penting." Kris berhenti bicara dan tersenyum kearah Chanyeol.

"Kris.." Chanyeol tertegun mendengar semua perkataan Kris tentang dirinya. Kata-kata itu begitu indah dan mampu membuat jantung Chanyeol berdetak dengan cepat seperti ingin melompat keluar dari tubuhnya.

"Ayo Chanyeol..." kata Sehun pelan menyemangati Chanyeol dari jauh.

"Ayo...!" kata Taehyung tidak sabar.

"Semangat Chanyeol..." kata Baekhyun dengan wajah cemas ikut deg-degan juga melihat Chanyeol.

"Kamu pasti bisa..." kali ini Kyungsoo yang berbicara.

Yixing hanya diam dan berdoa saja untuk Chanyeol.

Kembali ke Kris dan Chanyeol.

Chanyeol perlahan-lahan mengulurkan tangannya dan menarik baju Kris sampai sang empunya baju menoleh.

"Eh.. anu.. Kris maukah kamu melukisku kapan-kapan?" tanya Chanyeol dengan suara lembut.

Dheg! Kris terpesona tentu saja tapi dia cepat menutupi ekspresinya agar tidak ketahuan kalau dia sedang tersipu. Kris tersenyum kearah Chanyeol dan berkata. "Iya. Tentu saja.."

Chanyeol melihat Kris dengan mata berbinar-binar mendengar jawaban dari Kris. Chanyeol merasa benar-benar sangat senang hari ini.

"Semoga aku bisa menjadi bunga nomor satu untuk Kris. Sudah kutemukan apa yang ingin kulakukan. Aku harus berusaha!" kata Chanyeol dalam hati sambil terus tersenyum menatap Kris.

"AKHIRNYA SENTUHAN LITTLE DEVIL" teriak Sehun, Baekhyun, Yixing, Kyungsoo dan Taehyung bersama-sama sambil berpelukan melihat Chanyeol berhasil melakukan teknik Little Devil miliknya.

Sedangkan Minseok yang sedari tadi juga melihat Kris dan Chanyeol, merasa patah hati dan mulai menangis sampai melampiaskannya kepada orang yang berada di dekatnya.

"Sialan kau Kris Wu..." teriak Minseok sambil membanting salah satu teman cowoknya.

.

.

.

.

.

TBC/END?

.

A/N : yuhuuu aku update lagi, bagaimana Krisyeolnya suka? maaf ya buat yang nunggu momentnya baek blm ada di chapter ini. mau dilanjut atau selesai sampai disini nih ceritanya? hehehe kalau mau lanjut wajib review dan kalau mau gak lanjut tetep wajib review...hehehehe #peace

please tinggalkan jejak,, aku gak bakal bosen bilang ini terus...hehehe

owh ya,aku ucapin terima kasih banget buat yang udah review, follow n favorite. maaf kalau ada review yang blm aku balas, harap maklum. dan maaf kalau semakin hari makin banyak typo bertebaran di cerita ini..hehehe

sekali lagi ditunggu reviewnya... *muach