"Hari ini aku menemukan sebuah dunia baru untukku."

"Dunia yang ku kira tidaklah nyata. Makhluk yang kukira hanya ada dalam buku cerita. Mereka ada.. mereka hidup berdampingan dengan kami."

••• TWO OF ME •••

Character(s): Sehun Oh, Zitao Huang, Shixun Huang

Baixian Bian, Chanli Piao, Fan Wu, Yixing Zhang, Junmian Jim, Han Lu, Xiumin Jim, Chen Jim, Jongin Kim

WARNING!: Werewolf!AU

Rate: T (for now, lmao)

Author: sehun's mother (I'm sehun's mother so better call me Mama. LOLs. JK guys.)

Don't Like? Don't Read!

Chapter 002 – The Pack

"Oh sial! Siapa dia?!"

Shixun memutar bola matanya sesaat setelah salah satu teman sekelompoknya berteriak di depan wajahnya. Ia mengangkat tangan kanannya dan mendorong wajah temannya itu dengan telapak tangannya sebelum berlalu.

"Oh sial! Oh sial! Oh sial! Kita punya dua spesies judes, sombong, manja, pemalas, dan tukang marah sekarang."

"Baixian!"

Shixun berkacak pinggang mendengar rentetan ucapan yang keluar dari bibir teman beta-nya. Ia menatap Baixian dengan matanya 'mengantuk'-nya dan sebelah alis yang terangkat. Kekesalannya bertambah saat melihat beta berbadan mungil itu menatapnya dengan semburat tawa.

"Ucapkan sekali lagi dan aku akan benar-benar memotong kaki pendekmu itu."

"Whoa, aku takut sekali." Baixian tertawa mengejek. "Kau tidak akan melakukannya Shixun, karena kau tau apa?..." Baixian berjalan ke arah Shixun dengan seringai jahil khasnya. "...Karena kau sayang padaku." Lelaki yang lebih tua itu menaik-turunkan alisnya di hadapan Shixun karena Ia tahu hal itu akan membuat Shixun kesal.

"Menjijikkan. Baixian kau sangat menjijikkan."

Baixian tertawa puas sembari memukul pelan bahu Shixun. Suara tawanya itu mengundang beberapa penghuni sarang mereka.

"Baixian berhentilah menggoda Shixun-OH TIDAK SIAPA DIA?!"

Shixun hampir lupa kalau dia pulang bukan hanya bersama kakaknya, namun bersama anak manusia yang sangat mirip dengannya. Ia memijat keningnya.

"Zitao kau tidak pernah bilang kalau Shixun kembar?!"

Lelaki dengan suara yang sangat berat dan bertubuh jangkung yang hanya mengenakan celana yang panjangnya cuma sampai setengah pahanya itu buru-buru berjalan ke arah Zitao dan anak manusia itu –Sehun- yang masih berdiri di depan gua tempat tinggal mereka. Lelaki itu memiliki sepasang mata yang besar dan juga sepasang telinga besar yang terlihat seperti telinga peri. Rambutnya berwarna kecoklatan dan menutupi dahinya. Helaian tebal itu terlihat begitu lembut dan membuat Sehun ingin menyentuhnya. Ups!

"Ge, kau menakutinya." Ucap Zitao saat Sehun melangkah mundur ke belakang punggungnya. "Dia Sehun. Dia-"

"Zitao apa yang kukatakan padamu soal menyebrangi perbatasan?"

Suara yang berasal dari dalam gua itu pun menarik pandangan semua orang yang ada di sana. Dari dalam gua muncul seseorang yang sangat tinggi –lebih tinggi dari Shixun, Zitao, maupun lelaki dengan celana pendek tadi. Raut wajahnya menyeramkan karena ia memiliki tatapan yang dingin dan garis rahang yang begitu tajam.

"Oh, Wu Fan."

"Kembalikan dia, Zitao." Orang yang dipanggil Wu Fan itu berkata tegas. Menyilangkan kedua lengannya di atas dada bidangnya.

"Hey kembalikan dia kemana?" Lelaki bertelinga peri bertanya. Menatap Wu Fan bingung.

"Oh tidak. Dia manusia?!" Baixian menjerit tak percaya. Buru-buru mencengkeram lengan atas Shixun yang berdiri di sampingnya. "Shixun apa kau juga manusia?!" Tanyanya dengan wajah horor.

"Mana mungkin, dasar bodoh!" Shixun buru-buru menjawab. Setengah hati mengatakan kata-kata kasar itu.

"Ge, di saja hujan. Aku tak bisa mengantarkannya jika hujan." Zitao mencoba menjelaskan situasinya. "Ayolah biarkan dia menginap di sini semalam. Besok pagi aku akan mengantarkannya."

"A-aku.. bisa pulang sendiri." Bocah manusia-Sehun- itu berucap, terbata karena dia merasa takut berada di sekitar...werewolf.

"Tidak bisa, kau tidak bisa melewati perbatasan sendiri." Zitao langsung menatapnya. Sebelum kembali bicara pada Wu Fan. "Ayolah ge." Mohonnya.

"Wow Shixun, dia sangat manis, tidak sepertimu." Baixian berbisik pada beta yang lebih muda darinya. "Kurasa tidak apa membiarkannya tinggal semalam." Ucapnya pada Wu Fan.

Wu Fan yang merupakan pemimpin kelompok mereka langsung menatapnya tajam.

"Ayolah ge, dia sangat manis dan tidak terlihat menyeramkan. Lihat, bahkan Shixun lebih menyeramkan daripada dia. Ini seperti melihat versi lain dari beta manja ini." Lanjut Baixian sambil menusuk-nusuk pipi Shixun dengan jarinya.

"Baixian!" Shixun membentak temannya kesal. Sebelum melihat kepada kakaknya dan ketua kelompoknya, ia menghela nafas. "Biar aku yang antarkan."

"Shixun. Kau tidak mendengarkanku? Di sana hujan."

"Aku hanya perlu mengantarnya sampai perbatasan dan dia bisa pulang ke rumahnya sendiri." Dia berjalan ke arah kakaknya dan menarik kasar lengan anak berseragam itu. Membuat anak manusia-Sehun- itu hampir terjatuh lantaran Shixun menariknya tanpa aba-aba. "Ayo."

"Wow, Shixun sangat tidak menyukainya ya?" Lelaki bertelinga peri itu bergumam saat Shixun dan bocah manusia -Sehun- berjalan menjauh dari mereka.

"Chanli kenakan pakaianmu." Wu Fan berkata pada lelaki bertelinga peri itu sebelum masuk ke dalam liang mereka.

"Zitao, ayo." Baixian mengalungkan salah satu lengannya ke bahu alpha muda itu dan mulai berjalan ke dalam gua diikuti oleh Chanli.

Zitao mengacak rambutnya sebelum berlari keluar dan mengejar aroma adiknya.

"Um.. Shixun.. Benar?"

Sehun menatap orang yang sangat mirip dengannya. Ah tunggu. Dia werewolf. Dan sangat mirip dengan dirinya. Jika saya Shixun ini memiliki warna rambut hitam sama seprtinya mungkin mereka akan sulit dibedakan. Yah, walau Shixun beberapa senti lebih tinggi darinya dan tatapannya lebih tajam. Dan Shixun juga memiliki banyak otot, tidak seperti tubuhnya yang kurus, pucat, dan tidak berisi.

Pipi putih Sehun merona saat matanya tak sengaja melihat ke arah perut Shixun.

"Sangat berbeda dengan milikku." Fikirnya dalam hati sebelum kembali mengikuti Shixun.

"H-hey, Shixun!" Panggil Sehun saat ucapan sebelumnya tak digubris sama sekali. "Menurutmu kenapa kita mirip? Ah, mungkin pertemuan kita ini takdir?" tanyanya penuh ketertarikan dan semangat.

"Tidak bisakah kau diam saja?" Tanya Shixun datar. Melipat kedua lengannya di atas dada tanpa memalingkan pandangannya dari jalan setapak di depan mereka.

Shixun mengerucutkan bibir mungilnya dan mengangguk-angguk. Ia terus mengikuti Shixun. "Ah, kakakmu tadi, Zitao kan? Aku menyukainya." Ucapnya senang.

Namun senyumnya langsung hilang saat Shixun berhenti dan menoleh padanya. Ia langsung menghentikan langkahnya.

"Maksudmu?" Selidik Shixun. Matanya menyipit tajam dan kedua alisnya menyatu.

Sehun menarik langkahnya sekali, membalas tatapan tajam Shixun dengan kedua manatanya yang menyiratkan rasa takut. "M-maksudku, aku menyukainya sebagai teman.. kau tahu. Dia sangat baik.. um, dan hangat. Aku ingin berteman dengannya. Ah dan kau juga."

Sehun langsung menunduk saat tatapan Shixun menajam dari sebelumnya.

"Dengar kau!" desis Sehun. "Lebih baik kau tidak berfikir macam-macam apalagi berfikiran untuk berteman dengan kami." ucapnya penuh penekanan. "Dan satu lagi, jangan katakan apapun tentang kamu pada siapapun jika kau ingin hidup lebih lama."

Wajah Sehun memucat mendengar bentakan Shixun. Ia mengangguk lemah.

"Shixun kau pulanglah.."

Sehun mendongak saat mendengar suara yang sudah cukup dikenalnya. Kedua ujung bibirnya terangkat hingga sebuah senyuman manis tercipta disana.

"..aku yang membawanya. Jadi, biar aku yang antarkan dia."

Shixun menatap kakaknya datar. "Cepatlah kembali." ucapnya sebelum berjalan ke arah gua mereka.

Setelah Shixun menghilang dari pandangan mereka, Zitao beralih menatap Sehun dan tersenyum kecil.

"Ma'afkan dia?" Pintanya yang disambut anggukan dari Sehun. "Ayo, aku akan mengantarkanmu pulang."

Keduanya berjalan ke arah mereka datang sebelumnya.

"Shixun hanya memiliki aku sekarang, kakaknya. Mungkin karena itu dia jadi sangat posesif terhadapku." Zitao memulai ceritanya. "Shixun memang terlihat err, galak atau judes, kadang." Zitao tertawa kecil. "Tapi bagiku dia adalah adik kecilku yang sangat manis." Ia menoleh pada manusia yang mendengarkan ceritanya dengan tenang. "Kau mengingatkanku pada Shixun saat dia masih kecil. Dia sangat lugu sepertimu." Ia menghentikan langkahnya.

"Di luar sudah tidak terlalu deras." Ucapnya. Menatap lurus ke depan.

Sehun mengikuti pandangannya namun ia hanya bisa melihat hutan pepohonan yang disinari mentari senja. Ia mengedipkan matanya beberapa kali.

"Aku tidak melihat apapun." Ucapnya polos. Mengundang tawa ringan dari Zitao.

"Ayo!" Zitao meraih pergelangan tangan Sehun dan menariknya untuk kembali berjalan.

Beberapa langkah kemudian Sehun merasakan titik-titik air hujan membasahi puncak kepalanya. Matanya membulat menyadari perbedaan cuaca dari beberapa detik yang lalu. Ia menoleh ke belakang hanya untuk menemukan hutan gelap yang dibasahi hujan. "Huh?"

"Ayo!"

Zitao menarik lengannya dan mereka berlari menuruni hutan di bukit itu.

"Shixun kau kembar? Siapa anak manusia tadi?"

Shixun duduk di sebelah Chanli sesampainya ia di dalam gua. Menyilangkan kedua kakinya sembari menghangatkan diri di depan api unggun. Pandangannya beredar pada anggota kelompoknya yang lain yang menatapnya meminta penjelasan.

"Aku.. juga tidak tahu. Saat Zitao kembali dia sudah bersama anak itu."

"Bersama dengan siapa? Aku tidak mencium aroma asing sedikitpun."

"Yixing benar. Aku juga tidak mencium aroma yang mencurigakan atau apapun."

Shixun menatap dua anggota kelompoknya yang lebih tua, Yixing dan Junmian. Namun segera mengalihkan pandangannya ke tanah yang diselimuti cahaya jingga dari api unggun. Ia melipat kedua kakinya di depan dada dan memeluk keduanya. Mencari kehangatan lebih dari tubuhnya sendiri.

"Aroma anak itu sama dengan Shixun." Baixian membuka suara. Menjawab kebingungan sisa anggota lain yang tak sempat bertemu dengan anak manusia yang datang bersama Zitao.

"Benar, kukira Zitao hanya datang bersama Shixun." Chanli menyahut. Tangannya sibuk membelai rambut tebal dari salah satu anggotanya yang sedang berada dalam wujud serigala. Lu Han lebih tepatnya. Alpha yang lebih tua itu dengan santai menaruh kepalanya di atas kedua paha Chanli yang kini ditutupi celana yang lebih panjang dari yang sebelumnya ia pakai-syukurlah.

"Entahlah, aku tidak mengerti." Ia menoleh kepada Chanli. Menatap kesal pada serigala berambut coklat madu yang dengan santai bersandar di kaki Chanli.

"Lu Han ge pergilah dari sana. Itu tempatku." Ucapnya dengan nada judesnya.

Masalah soal anak manusia itu membuat suasana hati Shixun tidak baik dan semua anggota kelompok tahu bahwa perubahan sikap Shixun -menjadi judes dan galak- menandakan bahwa anggota termuda itu tidak ingin membahas masalah ini lagi untuk sekarang.

Chanli terkekeh mendengar ucapan Shixun. "Ayolah Shixun sejak kapan kakiku menjadi milikmu, huh?" Tangah werewolf yang lebih tua itu terangkat untuk mengacak helaian pirang terang Shixun. Sedangkan serigala berambut coklat madu yang menaruh kepalanya di atas kaki Chanli tidak bergeming dan malah memejamkan matanya.

"Shixun bayi mungilku, kemarilah nak, kau bisa meminjam kakiku." Shixun mengerucutkan bibirnya saat mendengar ucapan Baixian yang duduk tak jauh darinya. Jujur dia sangat kesal karena lagi-lagi Baixian memberikan nama kecil yang aneh untuknya.

"Baixian aku bukan bayimu, apalagi bayi mungilmu dan aku bukan anakmu dan aku tidak mau meminjam kakimu karena kau menyebalkan!" Protes Shixun yang diikuti tawa kecil dari anggota-anggotanya yang lain.

Baixian ikut tertawa karena ia berhasil membuat Shixun kesal-lagi.

"Hm, aku lapar. Apa Xiumin ge dan Wu Fan ge belum kembali?"

"Chen mereka baru pergi 15 menit yang lalu berhentilah mengeluh.." Baixian menumpukan tubuhnya kedua telapak tangannya, memejamkan matanya. "..atau Lu Han ge akan menggigit kakimu." Lanjutnya.

"Lu Han ge menggigit kakimu karena kau berisik, Baixian." Chen menoyor pelan kepala beta yang seusia dengannya itu.

Shixun tersenyum kecil melihat anggota-anggotanya sebelum ia berbaring dan menyandarkan kepalanya di atas paha Baixian.

"Kukira kau bilang aku menyebalkan." Baixian tertawa dengan nada setengah mengejek. Ia mulai menepuk-nepuk kepala Shixun dan mengusap-usap rambut pirangnya.

"Kau yang paling dekat." Shixun menghela nafas.

"Dasar pup."

"Aku bukan pup."

"Shixun kau harus tau walau kau sudah menemukan pasanganmu dan punya pup sendiri, kau akan tetap menjadi pup bagi kami." Tutur Baixian yang diikuti anggukan dari anggota yang lain.

Shixun tersenyum dalam hati. Ia merasa hangat menyelimutinya saat ia memejamkan matanya.

"Ah, kenapa Zitao belum kembali?"

"Um, terima kasih sudah mengantarkanku. Ma'af membuatmu harus hujan-hujanan."

Zitao tersenyum pada Sehun, menepuk kepalanya ringan. "Tidak masalah Sehun. Kau sudah seperti Shixun bagiku. Yah, walau Shixun akan cemburu jika dia tahu ini." Candanya.

"Kau sangat menyayangi Shixun?" tanya Sehun hati-hati.

"Ya, dia segalanya untukku." Jawab Zitao masih dengan senyumnya.

Sehun mengangguk-angguk mengerti. "Kuharap aku juga mempunyai hyung sepertimu." bisiknya, tetapi masih terdengar oleh telinga tajam si werewolf.

"Kau bisa menganggapku sebagai kakakmu juga." Ucapnya membuat Sehun tersenyum senang.

"Sungguh? Kalau begitu apa kita akan bertemu lagi?"

Zitao diam sesaat sebelum mengangguk. "Ya, kurasa. Mulai besok aku akan sering kesini karena aku juga harus mulai bekerja." Jujurnya.

"Ah, jadi kalian juga mencari pekerjaan?" Tanya Sehun penasaran.

Zitao tak dapat menahan senyumnya melihat keluguan Sehun. "Tidak. Hanya aku." Jujurnyan. "Kau harus segera ke kamarmu. Kau bisa sakit. Kau harus sekolah besok, bukan?" Zitao menepuk kedua bahu Sehun sebelum mendorongnya masuk ke dalam elevator.

Sehun tersenyum senang. Senyum manis yang mencapai matanya. "Baiklah.. hyung." Ucapnya sebelum pintu elevator tertutup. Ia menekan tombol berangka tiga di depannya karena ruang apartemennya berada di lantai ketiga. Tak henti-hentinya ia tersenyum selama elevator membawanya ke lantai tempatnya tinggal. Ketika pintu elevator terbuka, ia melenggang keluar dan berjalan menuju ruangannya sendiri. Diambilnya kunci apartemen yang ia beri gantungan berbentuk daun maple dari saku tas sekolahnya -yang masih basah karena hujan- dan memasukkannya ke lubang kunci.

Setelah kunci terbuka ia mendorong pintu itu dan masuk, langsung menutupnya kembali setelah ia menyalakan lampu di koridor ruangannya. "Aku pulang." Ucapnya tidak kepada siapapun.

Ia melepas sepatunya yang masih agak basah setelah meletakkan kunci apartemennya di atas rak sepatu di samping kanannya. Ia langsung berjalan ke kamarnya dan mengeluarkan semua isi tasnya. Memeriksa keadan buku-buku catatannya. Ia bernafas lega melihat buluk-bukunya tidak terlalu basah oleh air hujan. Ia segera membawa tas kosongnya ke kamar mandi dan memasukkannya ke dalam mesin cuci. Ia juga melepas seragamnya dan memasukkannya pula ke dalam mesin yang sama. Setelah memastikan mesin cucinya berputar ia menatap pantulan dirinya di cermin.

Pipinya tiba-tiba merona saat fikirannya mengingat Shixun. Orang-werewolf- yang sangat mirip dengannya namun sangat berbeda dengannya.

"Bagaimana jadinya jika aku juga seperti itu?" Fikirnya sambil memperhatikan tubuhnya di cermin. Rata. Tanpa otot-otot yang berharga. "Aku terlihat sangat lemah jika dibandingkan Shixun." Bisiknya di kesunyian. Ia tertawa kecil sebelum memutuskan untuk mulai membersihkan tubuhnya.

Zitao melangkah masuk ke dalam gua. Ia tak mendengar suara apapun. Mungkinkan semuanya sudah tidur? Ia terus masuk hingga ia berada di dalam gua. Sebuah tanah luas berbentuk lingkaran tak teratur di dalam gua dimana ada sisa-sisa api unggun di tengah dan aroma-aroma anggota kelompoknya.

Di sekitar tempat yang mereka sebut ruang perkumpulan itu ada jalan yang menuntun ke ruangan-ruangan kecil di dalam gua. Kurang lebih terdapat enam jalan.

Zitao segera menuju pintu paling dekat dengannya, obor-obor kecil di dinding gua menerangi pandangannya walau hanya remang-remang. Yah, tapi pandangan matanya cukup tajam dalam keadaan remang sekalipun.

"Oh, Lu-ge." Zitao berkedip melihat salah satu anggotanya duduk di dalam ruangan kecilnya, di sebelah alpha yang lebih tua itu, adiknya tertidur di atas kulit beruang yang tidak terlalu tebal. Meringkuk sambil memeluk tubuh pucatnya.

"Kau lama sekali."

"Uh, ma'af."

Lu Han berdiri dari posisinya dan berjalan ke arah pintu. Ia menepuk pelan bahu Zitao. "Shixun amat cemburu dengan anak manusia itu." Ucapnya diikuti tawa kecil sebelum keluar dari ruangan kakak-beradik itu. "Yosh, giliranku dan Yixing yang berjaga malam ini." lanjut Lu Han sesaat sebelum menghilang dari pandangan Zitao.

Alpha termuda di kelompok itu pun menghela nafas. Ia menatap sosok adiknya dengan senyum kecil sebelum ia melepaskan pakaian yang ia kenakan. Ia menghela nafas lagi sebelum tubuhnya perlahan berubah.

Dalam beberapa detik sosok Zitao menghilang digantikan oleh serigala bersurai hitam dengan mata keemasan yang tajam. Serigala itu berjalan ke arah Shixun sebelum memposisikan dirinya di belakang beta muda itu. Ia ingin mendekap Shixun dengan tubuh besarnya itu, namun ia urungkan niat itu saat tiba-tiba Shixun terbangun. Ia menoleh ke belakang dan mendapati pandangan mata serigala hitam itu kepadanya.

"Gege aku sangat lelah." Shixun merengek sebelum menggeser tubuhnya, memberikan ruang yang lebih lebar untuk kakaknya di atas kulit beruang yang hangat itu.

Zitao mendorong-dorong kepala Shixun dengan kepalanya sendiri, meminta adiknya untuk bangun sejenak.

Shixun mengeluarkan suara rengekan kecil sebelum mengangkat kepalanya dan membiarkan kakaknya berbaring di dekat kepalanya. Menyandarkan kepalanya di kedua kaki depannya. Diam-diam meminta Shixun untuk menggunakan tubuhnya sebagai bantalan.

Masih memejamkan matanya, Shixun tersenyum senang sebelum mendekatkan dirinya kepada sang kakak. Tak lama kemudian ia kembali tertidur.

Zitao memperhatikan wajah tenang adiknya hingga kantuk membuat matanya tertutup.

Chapter 002 – END

Author's Note:

Hoho, I know it's kinda boring but yeah this is only introduction ^^'
The real conflict is awaiting guys.

Dan kalau ada yang bingung tentang ABO (Alpha/Beta/Omega) Role bisa kunjungi itu pake bahasa inggris sih, kalo males ya PM aku aja ya ^^

Dan ada yang mau ngasih saran untuk lawan EXO nantinya? Soalnya bakal ada konflik antar kelompok dan yeah.. aku lupa harusnya aku bagi 2 EXO-nya tapi ya karena udah terlanjur aku harus memikirkan boygroup lain untuk lawan mereka nanti (ok too much spoiler)

Tadinya aku berpikir Seventeen tapi terus aku ketawa karna Seventeen isinya flowerboy semua (well, EXO juga tapi yah~~). Aku gak tega kalo mau bikin Coups jadi jahat atau Mingyu jadi jahat. Apalagi Seungkwan astaga X"D. So, let me hear your advice dear readers ^^~

(ini balasan untuk reviewer yang nggabisa dibalas via PM)

94 x 94

Terima kasih ^^

Di AFF/LJ banyak banget lho ff wolf!au. makasih udah baca, makasih untuk kritiknya juga. I really appreciate it. Tapi bisa kasih tau aku nggak bagian yang mana? Biar bisa aku perbaiki? Ahaha, ma'af ya, author amatiran ya gini. ^^~

YunYuliHun

Well, ini penjelasan untuk yang bertanya-tanya juga. Di sini Sehun dan Shixun Cuma punya 1 kesamaan yaitu wajah. Mereka benar-benar orang asing yang gak punya relation sama sekali. Jadi wajah mereka kembar itu juga sebuah "kebetulan". Sehun di sini umur 18 tahun, jadi bayangin Sehun pas masa debut ya ^^ haha. Golongan darahnya O karena Sehun irl goldarnya juga O. Untuk Shixun, umur 21. Bayangin Sehun beberapa bulan lalu pas dia jadi blonde. Terus golongan darahnya A karena di sini dia adiknya Tao dan goldarnya Tao itu kan AB jadi ya... gitu lah ^^.

Makasih udah baca dan review ^^

Namekaihun

Iya Sehun uke. Kalo Shixun... wah entah ya ^^ liat aja nanti. Untuk KaiHun juga.. liat aja nanti gimana ahahahah. Makasih udah baca dan review. ^^~

TaohunShipper

Jarang banget kah ff TaoHun di ffn? Di aff taohun bahkan lebih populer dari chanhun dan krishun. Wkwk. Duh, kawan sealiran nih ;; but as long as mereka masih suka kodekodean /asek/ aku masih ada di ship yang sama kok. Hwahahahahaa XD

Untuk siapa yang jadi semenya Honey babyku yang manis macam gulali itu sih aku belum memutuskan endingnya. Bisa aja sama Shixun, bisa aja sama Zitao, atau malah ada plottwist nanti dia berakhir sama Chanyeol /loh/? Jk. Intinya aku juga belum tau mau membuat siapa yang berakhir sama siapa.

Makasih udah baca dan review dan makasih untuk semangatnya ;_;)9