"Hari ini aku menemukan sebuah dunia baru untukku."

"Dunia yang ku kira tidaklah nyata. Makhluk yang kukira hanya ada dalam buku cerita. Mereka ada.. mereka hidup berdampingan dengan kami."

"Apa yang akan kau lakukan untuk orang yang kau sayangi? Kau akan melakukan segalanya, bukan? Begitu juga denganku."

"Kekuatan muncul bersama keinginan dan tekad."

••• TWO OF ME •••

Character(s): Sehun Oh, Zitao Huang, Shixun Huang

Baixian Bian, Chanli Piao, Fan Wu, Yixing Zhang, Junmian Jim, Han Lu, Xiumin Jim, Chen Jim, Jongin Kim, Kyungsoo Do.

WARNING!: Werewolf!AU. Typo...I guess. (4618 words. Flashback time. Present time. CHANHUN scene (Don't say I don't warn you)

Rate: T

Author: sehun's mother (ig| mamahnyathehun)

Don't Like? Don't Read!

Chapter 004 – The Pup

"Apa adikku akan baik-baik saja?" Zitao yang saat itu masih remaja bertanya khawatir pada beberapa anggota serigala yang ia temui itu. Ia memeluk kedua kakinya dan sesekali menengok ke ruangan dimana adiknya sedang dirawat. Sayang sekali dia tidak diijinkan masuk.

"Tidak apa-apa. Yixing sangat hebat." Zitao menoleh pada anak dengan rambut coklat gelap di sampingnya. Matanya bulat seperti burung hantu dan bibirnya memiliki bentuk yang sangat unik. Ucapan anak itu mebuat Zitao tersenyum lega.

"Nak, di mana kelompokmu?" tanya seorang yang duduk di sebelahnya. Pria dengan pipi tembam itu memangku seekor serigala berambut coklat madu yang sudah Zitao lihat sebelumnya, Lu Han atau siapa lah itu.

Mendengar pertanyaan itu Zitao langsung menunduk. Menatap perapian di depannya. "Kami tidak berada dalam sebuah pack. Kedua orang tuaku adalah rogue dan kami biasa tinggal di dunia manusia."

"Tapi saat Shixun lahir kami bolak-balik dari sini ke dunia manusia karena orang tuaku punya pekerjaan. Dan kami juga punya sebuah apartemen kecil di sana."

"Sampai orang tuaku meninggal tiga bulan yang lalu."

"Karena Shixun belum juga bisa berubah ke wujud manusia, aku harus selalu di sini bersamanya. Aku harus menjaganya."

"Tapi aku gagal. Shixun sakit sejak dua minggu yang lalu. Dan aku tidak bisa mendapat bantuan dari kelompok-kelompok yang kutemui. Aku juga tidak bisa membawanya ke rumah sakit."

Tanpa sadar Zitao menitikkan air matanya lagi sesaat setelah menyelesaikan ceritanya. Ia masih menatap cahaya oranye yang dipancarkan api unggun di depannya. Panas yang menyebar membuat tubuhnya perlahan hangat. Tapi ia masih memeluk kedua lututnya erat.

"Oh, anak yang malang."

Zitao terhenyak mendapati ada dua orang yang memeluknya.

"Tinggallah bersama kami. Kami akan menjaga kalian. Kita akan mejaga satu sama lain." Ucap salah seorang yang memeluknya. Pria berpipi tembam yang tadi bertanya soal kelompoknya.

"Ya. Tinggallah bersama kami. Pasti sangat menyenangkan." Ucap beta muda yang sebelumnya juga sudah Zitao lihat. Baixian namanya, kalau Zitao tidak salah dengar.

Zitao menangis lagi.

Zitao memutuskan ia dan Shixun akan tinggal di kelompok yang telah menyelamatkan mereka itu. Total semua anggotanya menjadi sebelas orang.

Wu Fan, dia adalah pemimpin kelompok ini. Usianya dua puluh tahun. Dia memiliki rambut pirang dan memiiki postur tubuh yang sangat tinggi. Paling tinggi di antara anggota yang lain. Saat berubah ke wujud serigalanya pun tubuhnnya yang paling besar. Ditambah bulu abu-abu tebal yang menyelimuti hampir semua bagian tubuhnya. Wu Fan akan terlihat sangat mengintimidasi saat berada dalam wujud wolfnya. Pasalnya mata coklatnya akan berubah menjadi merah. Semerah darah. Tapi di balik rupa fisiknya itu, dia bisa menjadi sangat konyol dan kekanakan.

Xiumin. Pria berpipi tembam yang menawari Zitao untuk tinggal bersama mereka. Dia adalah serigala merah. Karena itu, tubuhnya juga kecil. Namun dia adalah seorang alpha. Usianya juga dua puluh tahun. Xiumin selalu terlihat imut saat ada dalam wujud manusia maupun wujud serigalanya. Matanya coklat gelap dan tidak pernah berubah. Kadang Zitao tidak percaya bahwa Xiumin itu empat tahun lebih tua darinya.

Lu Han. Alpha manis dengan rambut coklat madu (baik di wujud manusia atau wujud serigalanya) yang sangat keren. Lu Han begitu tegas dalam semua hal tapi memiliki hati yang baik. Dia seumuran dengan Wu Fan dan Xiumin. Lu Han tidak terlalu banyak bicara. Tapi saat dia kesal pada seseorang di dalam kelompok, dia akan menggigit kaki pembuat onar itu-tidak benar-benar menggigitnya kok. Lu Han juga adalah yang paling sering berada dalam wujud serigalanya. Menurutnya saat menjadi serigala ia tidak perlu melakukan hal-hal yang kurang penting, misalnya, berpakaian..atau mandi.

Junmian. Beta dengan wajah yang tenang seperti malaikat. Usianya baru 19 tahun tapi dia sangat pintar mengelola semua hal-hal yang mereka butuhkan. Wu Fan bilang jika saja Junmian adalah alpha, dia akan menjadi pemimpin kelompok yang sangat bijaksana. Walau termasuk jenis serigala abu-abu, tubuhnya tidak terlalu besar. Rambutnya hitam. Bulunya berwarna abu-abu terang keperakan. Dan kedua matanya berwarna coklat terang.

Yixing. Pria dengan lesung pipit yang mengobati Shixun. Dia sangat pintar berurusan dengan tumbuhan-tumbuhan herbal. Dan dia juga sangat baik hati. Dia juga dari jenis serigala merah. Yixing dan Junmian memiliki kesamaan dalam masalah kepedulian. Ia sangat sabar dan emosinya stabil. Ia selalu melihat sisi positif dari sebuah masalah. Jika sebuah pack adalah kerajaan, mungkin Yixing sudah menjadi penasihat raja. Hahaha.

Baixian. Beta berusia 18 tahun. Dia baru menemukan jati dirinya sebagai beta dua hari sebelum kedatanga Zitao dan Shixun. Dia sangat cerewet tapi sangat menyenangkan. Suaranya keras dan dapat membangunkan semua orang di pagi hari. Dialah yang selalu meramaikan makan malam dengan lelucon-lelucon dan tingkahnya. Sebagai serigala merah, tubuhnya tidak terlalu besar, namun cukup berisi karena dia makan dalam porsi yang banyak. Oh, dan dia adalah orang yang paling sering mendapat gigitan dari Lu Han. Karena.. dia berisik.

Chen. Walau usianya juga 18 tahun, ia sudah menemukan jati dirinya sebagai Alpha jauh sebelum Baixian. Dia memiliki rambut coklat gelap dan tulang pipinya sangat menonjol. Jika Junmian adalah sosok alpha dari seorang beta, maka Chen adalah sosok beta dari seorang Alpha. Walaupun tidak sedewasa Junmian dan Yixing, Chen selalu mengedepankan kepentingan orang lain dari kepentingan pribadi. Dia selalu menolak sekamar dengan Baixian, karena Baixian membuatnya tidak bisa tidur.

Chanli. Dia masih pup tapi mungkin dalam beberapa bulan berikutnya dia akan menemukan jati dirinya. Entah alpha atau beta. Atau mungkin omega? Tapi menurut Wu Fan, Chanli akan menjadi alpha karena dia tinggi-tentu saja itu teori yang tidak dapat dibuktikan keakuratannya. Tapi, sebagai pup Chanli memang sudah menunjukkan aura seorang Alpha. Dia kuat dan lincah. Tubuhnya juga hampir sebesar Wu Fan. Yah, walaupun kadang dia akan bertingkah seperti idiot dengan cengiran lebar khas miliknya.

Jing Xuo. Dia juga pup. Dan juga dari jenis serigala merah. Jing Xuo seumuran dengan Zitao. Hanya terpaut beberapa bulan. Saat berada dalam wujud wolf, dia terlihat begitu kecil. Ah, dalam wujud wolf ataupun manusia dia juga terlihat kecil. Ahaha. Jing Xuo sangat manis tapi saat dia marah dia terlihat menyeramkan.

Lalu ada Zitao dan Shixun. Dua anggota termuda di kelompok itu.

Zitao berusia 16 tahun. Warna rambutnya hitam. Saat di wujud serigalanya pun rambutnya juga berwarna hitam. Matanya coklat gelap tapi akan berubah menjadi keemasan saat berubah.

Shixun baru berusia 10 tahun. Bulunya putih bersih tanpa sedikit coretan warna lain pun. Seperti serigala arctic. Matanya biru laut. Walaupun sudah berusia 10 tahun, Shixun belum pernah sekalipun berubah ke wujud manusianya. Almarhum orang tuanya juga tidak mengerti kenapa pertumbuhan Shixun bisa terlambat seperti itu. Tapi bagi Zitao, selama Shixun baik-baik saja, di tidak perlu mengkhawatirkan adiknya.

"Zitao, ayo ikut berburu!" Ajak Lu Han beberapa hari setelahnya.

Zitao mengalihkan pandangannya dari Shixun yang masih tertidur. Shixun belum juga bangun sejak mereka datang kemari. Zitao sangat khawatir tapi Yixing bilang bahwa Shixun baik-baik saja. Dia hanya kelelahan dan butuh banyak istirahat.

"Tapi aku belum pernah benar-benar berburu sebelumnya."

"Karena itu kau harus mulai belajar. Ayolah. Chanli juga ikut."

Petang itu pun ia ikut bersama Lu Han, Xiumin, dan Chanli untuk berburu. Zitao hanya pernah berburu beberapa ekor kelinci. Tapi malam itu ia dihadapkan dengan sekelompok rusa.

"Zitao, kau bisa mengurus rusa itu?" Xiumin menunjuk seekor rusa betina berukuran sedang yang tengah terduduk di tepi kawanannya.

Lu Han sudah berhasil mendapatkan seekor rusa jantan besar dan seekor babi rusa yang mereka temukan di perjalanan. Chanli kini duduk di atas rusa betina besar tangkapannya sambil memainkan ranting-ranting kering yang berserakan di tanah. Pup itu.

"Entahlah. Aku tidak yakin." jawabnya ragu. Ia merasa tidak cukup kuat untuk rusa-rusa itu. Ia merasa belum kuat seperti Chanli.

"Ayolah kau sudah melihat caraku tadi menangkapnya. Kau pasti bisa." Lu Han memberinya dorongan. "Lagipula, kau tidak akan bisa melindungi Shixun kalau kau tidak bisa menaklukan makanan kita itu."

Zitao diam. Wajah lemah Shixun membayang di kepalanya.

"Kau ingin melindungi adikmu, kan?"

Yah, singkatnya, Zitao berhasil menaklukkan rusa jantan berukuran cukup besar dengan sangat cepat.

Chanli membulatkan matanya saat melihat Zitao secepat kilat menjatuhkan rusa jantan itu dan membuat kawanan rusa itu berlarian dari sana. Ia menoleh pada Lu Han dan Xiumin yang juga tercengang melihat hal yang baru saja terjadi di depan mata mereka.

"Dia... akan jadi kuat."

"Zitao! Zitao!"

Baixian berlari ke arah empat orang yang baru saja kembali dari acara berburu mereka. Senyumnya sangat lebar saat ia berlari-lari menghampirinya.

"Zitao, kau tidak akan percaya ini." Ujarnya bersemangat. Dia benar-benar menahan keinginannya untuk menjerit senang atas apa yang terjadi di dalam gua mereka.

Zitao hanya menatap Baixian penasaran, masih membantu Lu Han membawa hasil buruan mereka.

"Ada apa Baixian?" Tanya Chanli penasaran. Dia membulatkan matanya yang besar sambil melihat ke arah beta yang seumuran dengannya itu.

"Shixun!" Baixian melompat-lompat sambil berjalan beriringan dengan empat orang di dekatnya.

Sedangkan Zitao, mendengar nama adiknya disebut dia langsung berhenti. Namun Lu Han menendang pelan kakinya agar Zitao kembali berjalan.

"K-kenapa dengan adikku?!"

Lu Han, Xiumin, dan Chanli turut memasang telinga mereka untuk jawaban Baixian. Beta itu masih saja melonjak-lonjak kegirangan karena alasan yang tidak mereka ketahui.

"Kau harus meihatnya sendiri!" Ujar Baixian membuat mereka penasaran.

"Shixun sudah bangun?" Tanya Chanli yang dijawab dengan anggukan oleh Baixian.

Mereka sampai di dalam gua dan segera menyerahka hasil buruan mereka pada Junmian, Jongdae, dan Jingxuo untuk dikuliti. Kali ini mereka bertiga bertugas untuk mengurusi makanan-makanan hasil buruan itu.

Semua anggota duduk di sekitar api unggun saat mereka masuk ke dalam. Semuanya.

Zitao segera mengedarkan pandangannya mencari serigala putih kecil yang tak lain adalah adiknya. Baixian bilang Shixun sudah bangun. Apa Shixun belum keluar dari ruangannya dirawat? Atau...

Zitao memperhatikan sosok bertubuh mungil yang duduk di antara Wu Fan dan Yixing. Sosok itu duduk membelakanginya. Rambutnya hitam legam seperti miliknya. Tapi kulitnya begitu putih dan bersih. Seperti salju yang selalu turun di bulan Desember. Terlihat begitu halus seperti sutera. Namun, terlihat begitu rapuh.

Saat sosok itu menoleh, pandangan mereka bertemu. Zitao membulatkan matanya mendapati manik coklat yang beradu pandangan dengannya. Nafasnya tertahan saat memperhatikan wajah sosok itu. Hidungnya yang mancung. Bibirnya kecil dan berwarna kemerahan. Dia memiliki sedikit lemak di pipi-pipinya. Rambut hitamnya berjuntai menutpi dahinya.

Dia.. sangat manis.

"Shixun?"

Sosok itu tersenyum lebar ke arahnya. Langsung berdiri dari duduknya dan berlari ke arah Zitao.

"Gege!" Serunya sebelum menghamburkan diri ke pelukan Zitao. Sang kakak segera melingkarkan lengannya ke tubuh kurus Shixun. Merengkuhnya erat di dadanya seakan tak mau kehilangan dia dalam waktu singkat. Shixun masih juga tersenyum, mendengar detak jantung Zitao yang terdengar di telinganya.

Tanpa sadar Zitao menitikkan air mata. Air mata itu mengalir di pipinya dan jatuh di helaian hitam Shixun. Ia merasa sangat lega melihat Shixun baik-baik saja. Melihat adiknya sudah sehat.

Dan lebih lagi, Shixun sudah bisa berubah ke wujud manusianya. Wujud manusia yang begitu manis. Akhirnya, setelah sepuluh tahun, ia bisa melihat sisi lain dari Shixun, ia bisa mendengar Shixun memanggilnya, ia bisa melihat Shixun tersenyum padanya. Ia bisa memeluknya.

Zitao tidak pernah merasa sebahagia ini selama hidupnya.

"Oh tidak aku ingin menangis." Baixian berseru, mengundang tatapan tajam dari Lu Han, juga dari Jing Xuo yang saat itu masih sibuk menusuki potongan besar daging rusa ke stik kayu.

Pasangan kakak-beradik itu seakan tersadar dari dunia mereka dan melepas pelukannya. Keduanya langsung menatap kepada Baixian. Shixun masih melingkarkan kedua lengannya di perut Zitao, tidak ingin melepaskannya. Ia tertawa kecil melihat Baixian. Menarik perhatian Zitao.

Zitao menunduk memperhatikan ekspresi Shixun. Kedua matanya membentuk bulan sabit yang indah ketika ia tertawa. Sungguh adiknya ini begitu manis. Begitu...cantik. Seperti bunga pertama yang muncul di musim semi setelah musim dingin yang beku.

"Baiklah baiklah. Ayo kita makan dulu." Junmian menyela setelah melempar kulit-kulit rusa ke entah kemana. Ia dan Jongdae serta Jingxuo sudah menusuk-nusuk potongan daging rusa dengan tongkat kayu dan mendistribusikannya ke semua anggota kelompok.

Zitao dan Shixun duduk bersebelahan. Zitao sudah mulai memanggang dagingya di dekat perapian dan Shixun dengan semangat memanggang dagingnya langsung di atas api. Mereka duduk begitu dekat seakan ada magnet yang membuat mereka menempel dengan begitu erat. Sesekali Zitao akan memperhatikan adiknya. Memperhatikan mimik wajahnya, senyumnya, bahkan ekspresinya ketika daging yang ia kunyah tidak juga hancur. Shixun begitu lucu dan manis. Anggota kelompok yang masih sangat muda.

Shixun pun dengan santainya menyandarkan kepalanya ke bahu Zitao. Sesekali menggerutu saat ia harus menunggu daging yang ia panggang di perapian di depannya matang. Sepertinya Shixun belum terbiasa makan dengan gigi manusianya. Rahangnya pun tak sekuat saat ia masih berada di wujud serigalanya.

Zitao tersenyum lebar menahan tawa melihat daging Shixun yang dipenuhi bercak hitam.

"Ah~" Shixun merengek melihat dagingnya yang permukaannya hangus, mengundang tawa kecil anggota kelompoknya. Anak termuda itu pun mencuatkan bibir bawahnya.

Melihat adiknya yang merajuk, Zitao meraih daging milik Shixun. Menggenggam kayu yang menancap di sana.

"Ini terjadi karena kau membakarnya, bukan memanggangnya." Ucap Zitao dengan suara lirih. Ia menunjuk bagian-bagian daging yang hangus dengan jarinya. Perlahan membersihkan bagian yang hangus itu dengan punggung kuku jarinya.

Shixun memperhatikan hal yang dilakukan Zitao dengan bibir terbuka. Ia mulai membantu Zitao untuk mengerik permukaan hangus itu.

Pemandangan itu sukses menarik pandangan sembilang orang lain di sekitarnya. Mereka tersenyum senang melihat keakraban kakak-beradik yang belum lama menjadi anggota mereka itu. Bahkan Baixian sampai mencengkeram lengan Lu Han yang duduk di sampingnya. Menahan diri untuk tidak memekik haru. Baginya interaksi Zitao dengan Shixun saat itu adalah hal termanis yang pernah ia lihat dan ia merasakan kebahagiaan di hatinya. Membuatnya ingin menangis.

Shixun tersenyum lebar saat daging miliknya sudah terlihat kemerahan lagi-tidak berwarna hitam karena hangus. Ia menatap Zitao senang, mengucapkan terima kasih lewat tatapan matanya.

Zitao balas tersenyum sebelum memberikan Shixun dagingnya yang baru saja dibersihkan. Dengan senang hati Shixun mengambil kembali daging miliknya. Ia hampir saja membakar dagingnya lagi sebelum Zitao menahan pergelangan tangannya.

"Jika kau membakarnya, maka akan hangus lagi." Ucapnya, masih dengan suara lirih. Ia menggenggam tangan Shixun yang memegang stik kayunya. Menuntun adiknya itu untuk menancapkan stik kayu itu ke tanah di dekat perapian. Cukup dekat agar dagingnya terkena panas dari api unggun. Namun cukup jauh untuk menghindari jilatan-jilatan api. "Kau harus bersabar dan menunggunya sampai matang, mengerti?" Zitao menatap kepada Shixun yang dengan cepat mengangguk-angguk mengerti.

Keduanya kembali melempar senyum satu sama lain.

"Pintar." Zitao mencolek hidung Shixun sebelum mengambil daging miliknya yang sudah matang. Ia memberikan dagingnya yang sudah berwarna merah-kecoklatan itu pada adiknya. "Makanlah dulu. Kau pasti sangat lapar, bukan?"

Mereka berdua seakan lupa kalau di sekitar mereka ada beberapa orang yang dengan khidmat menyaksikan kedekatan mereka.

"My life is so beauty~" Baixian menghela nafas, masih melekatkan pandangannya ke dua anggota termuda di kelompoknya. Tanpa sadar dia masih memeluk lengan Lu Han dan menyandarkan kepalanya di bahu alpha manis itu.

Selesai makan malam, Zitao membantu Yixing dan Wu Fan membersihkan tulang-tulang yang berserakan dan mengumpulkannya menjadi satu. Wu Fan bilang saat musim dingin tiba, tulang-tulang itu akan berguna sebagai pengganti kayu bakar. Setelah 'ruang perkumpulan' itu bersih seperti sedia kala, semua anggota kembali duduk berkumpul di sekitar api unggun.

"Yah, sebenarnya ini tidak terlalu penting." Wu Fan memulai. Menarik perhatian anggotanya. "Karena mereka sudah bersama kita sejak hampir dua minggu yang lalu." Ia menatap pasangan kakak-beradik di sebelahnya. Lalu pandangannya terfokus pada Shixun.

"Tapi karena sekarang Shixun sudah sehat, aku hanya akan mempertegas bahwa.. Zitao Huang dan Shixun Huang sudah menjadi anggota kelompok kita." Ucapan Wu Fan mengundang anggukan dan senyuman dari seluruh anggotanya. "Jika ada yang keberatan, kau bisa langsung bilang sekarang."

"Kau bercanda?" Baixian langsung menyela. Ia berdiri dari duduknya. "Aku menjamin semuanya setuju dengan kehadiran mereka berdua..maksudku.." Baixian memusatkan pandangannya kepada Shixun. "Lihatlah putri salju itu." Ia memekik tertahan. "Dia sangat manis bukan?"

Tawa mulai mengisi udara di sekitar mereka karena ucapan dan tingkah Baixian. Walaupun Baixian agak sedikit berlebihan, tapi mereka setuju dengan ucapannya. Bahkan Zitao tertawa kecil mendengarnya. Hanya Shixun seorang yang terlihat kesal karena ucapan Baixian.

"Aku bukan putri salju, dasar Baixian gendut!" ucap Shixun dengan nada kesal.

Baixian langsung berkacak pinggang. "Aku tidak gendut, puppy manja!" Ia menjulurkan lidahnya untuk mengejek Shixun.

"Baixian jangan menjahili adik kecil kita." Ucap Yixing diiringi senyuman khasnya. Anggota lain hanya tertawa kecil.

Begitulah mereka menghabiskan malam sebelum mereka masuk ke ruangan masing-masing untuk tidur. Ah, terkecuali untuk mereka yang bertugas untuk berjaga malam itu.

Tiga tahun berlalu. Keadaan masih sama di dalam kelompok di mana Zitao tinggal. Yang berbeda adalah, kini mereka hanya tinggal memiliki satu pup, yaitu Shixun. Setahun setelah kedatangan mereka, Chanli tumbuh menjadi Alpha. Di tahun berikutnya Jingxuo beruba menjadi beta dan Zitao sendiri menjadi Alpha.

Zitao tidak menyadarinya. Sampai di pagi hari ia terbangun, semua anggota kelompoknya mengatakan aromanya berbeda. Ia juga tidak merasakan perbedaan pada aroma tubuhnya tapi pada malam hari Wu Fan dan Lu Han mengadakan pesta atas status barunya sebagai alpha.

Zitao tidak pernah membayangkan dirinya sebagai alpha. Tapi dia sangat senang karena dengan statusnya itu, dia bisa lebih melindungi Shixun. Yah, bagi orang lain yang tidak memiliki status itu, alpha bisa sangat menakutkan dan mengintimidasi.

Dalam tiga tahun Zitao mengajari Shixun banyak hal. Mengajarinya untuk menyesuaikan diri dengan tubuh manusianya. Dan mengajarinya untuk bertahan dengan kedua kakinya. Zitao juga mengajarinya bagaimana untuk mengendalikan emosinya saat berada dalam wujud serigalanya.

Pernah suatu malam Shixun memberikan luka cakaran di lengan atas Zitao saat ia berada dalam wujud serigalanya. Saat itu dia begitu marah dan tanpa sadar melukai Zitao dengan cakarnya yang tajam. Dan saat melihat darah mengalir deras dari bagian tubuh Zitao yang terkoyak, Shixun baru tersadar akan apa yang dia lakukan.

Shixun menangis semalaman meminta maaf pada kakaknya. Walaupun Zitao mengatakan bahwa ia tidak apa-apa sepanjang waktu. Zitao bilang hal itu adalah wajar. Yah, mereka harus bersyukur karena mereka memiliki Yixing dan keajaiban obat-obatan herbalnya.

Sejak saat itu Shixun berubah lebih pendiam dari biasanya.

"Hey pup yang akan menjadi omega, bisa kau bantu aku mencari tanaman herbal untuk Yixing?"

Yah, Baixian masih tetap menjahilinya tanpa ampun.

Shixun memicingkan matanya pada beta yang tengah menyodorkan sebuah keranjang padanya. Pup berusia tiga belas tahun itu kesal melihat ekspresi mengejek yang selalu Baixian tunjukkan untuknya. "Aku bukan omega! Aku akan menjadi Alpha!" Seru Shixun kesal sebelum menyambar keranjang dari tangan Baixian dan berjalan ke arah mulut gua.

Baixian mengikutinya dengan senyuman puas.

"Kau tidak dengar Wu Fan ge semalam? Dia bilang kau akan menjadi omega. Oh astaga akhirnya kami punya omega yang akan mengandung." Baixian berseru riang. Mensejajarkan langkahnya dengan Shixun.

Shixun menatapnya tajam sebelum mengalihkan pandangan. Ia sungguh mendengar ucapan Wu Fan di malam sebelumnya. Soal statusnya sebagai werewolf.

"Walau begitu bukan berarti akan benar-benar terjadi kan?" Lirihnya dengan sedikit kekecewaan di nadanya.

Baixian makin gencar menjahilinya. "Tapi Wu Fan belum pernah salah sebelumnya. Dia memperkirakan aku sebagai beta, dan benar terjadi. Chen, Chanli, dan Zitao juga. Mereka benar-benar menjadi Alpha."

"Aish diamlah Baixian!" Shixun menghentakkan kakinya ke tanah. Mengundang tawa beta di sebelahnya.

"Baiklah baiklah aku minta maaf."

"Aku tidak memaafkanmu!" Shixun melipat kedua lengannya di depan dada. Merajuk.

"Aw kau sungguh manis Shixun. Kau benar-benar omega yang manis."

Shixun merajuk lagi. Kali ini ia mengeluarkan suara rengekan khas miliknya. Yang lagi-lagi membuat Baixian tertawa terpingkal-pingkal karena.. Oh lihatlah, Shixun Huang begitu lucu dengan tingkah kekanakannya.

"Tapi sungguh. Kenapa kau tidak ingin menjadi omega?"

Shixun menghela nafas. "Karena jika aku menjadi omega, aku tidak akan bisa melindungi kakakku."

"Jongin, tenanglah! Bukankah kau hanya perlu mengajaknya ke bioskop?" Sehun akhirnya tidak tahan melihat Jongin yang hanya mondar-mandir di depan kasir tempatnya berjaga. Pemuda berkulit putih itu pun menumpukan tubuhnya pada meja kasir sambil menatap kesal pada sahabatnya yang terlihat resah. "Kenapa kau sangat gugup, sih?"

Jongin akhirnya menghela nafas dan menatap temannya, ekspresinya begitu kacau, sama seperti penampilannya. Rambut hitamnya acak-acakan dan jaket yang ia kenakan juga tidak berbentuk.

Sudah sekitar satu jam Jongin datang ke toko 24 jam tempat Sehun bekerja paruh waktu, membeli sebungkus permen jeli dan memakannya sembari mondar-mandir di depan Sehun. Saat ada pembeli lain, dia akan pindah dari depan kasir, berpura-pura mencari sesuatu dan kembali dengan sebungkus permen jeli yang lain. Saat pembeli lain itu pergi dia akan membayar permen jeli yang diambilnya dan mulai memakannya sambil mondar-mandir lagi.

"Kau sudah menghabiskan enam bungkus permen jeli, Jongin. Jangan sampai kau sakit gigi besok saat kencan dengan Kyungsoo hyung."

Jongin mengerang pelan. Kembali mengacak rambutnya dan menatap pada Sehun. "Bagaimana kalau aku mengacau? Bagaimana kalau Kyungsoo hyung tidak suka film aksi? Bagaimana kalau Kyungsoo hyung bahkan tidak suka menonton di bioskop?"

Sehun tertawa kecil melihat kegelisahan sahabatnya. "Dia pasti menyukainya. Jangan berfikiran yang aneh-aneh."

"Bagaimana kau tahu?"

Memutar bola matanya malas, Sehun menghela nafas. "Aku menebaknya. Sekarang kau berhenti mondar-mandir dan bersiap untuk besok. Atau kau bisa belajar untuk ujian akhir. Astaga, sebentar lagi kita akan lulus."

"Aku tidak ingin memikirkan itu sekarang."

Sehun menghela nafas lagi. "Baiklah baiklah terserah kau saja." Ujar Sehun sebelum beranjak dari kasir. Dia menuju ke lemari pendingin di sudut toko yang tidak terlalu besar itu dan mengambil dua kotak susu dan sekotak jus jeruk. Ia membawanya kembali ke kasir dan melakukan transaksi sendiri. "Shiftku sebentar lagi selesai, kau mau tetap di sini atau...?" Tanya Sehun setelah memasukkan minuman yang dibelinya ke dalam plastik.

Jongin mengerang lagi. Akhirnya mengikuti sahabatnya itu setelah shiftnya berakhir dan penggantinya datang. Keduanya berjalan ke arah apartemen Sehun.

"Serius Sehun, bagaimana kalau dia tidak menyukainya? Bagaimana kalau dia tidak menyukaiku?" Tanya pemuda berkulit tan itu.

"Sudah kukatakan bukan, dia akan menyukainya. Berhenti berfikiran negatif atau itu akan benar-benar terjadi." Memeluk plastik berisi susu dan jus jeruknya, Sehun terus menatap ke trotoar di depannya. Tidak banyak orang di jalan sore ini. Di barat Sehun sudah dapat melihat semburat kemerahan. Syukurlah tidak ada mendung kali ini.

"Jongin?"

Sehun dan Jongin buru-buru menoleh saat mereka mendengar suara seseorang. Keduanya langsung mengenali wajah orang yang memanggil Jongin itu. Dia adalah Kyungsoo Do.

"O-oh.. H-hai Kyungsoo hyung." Sapa Jongin gugup. Keringat dingin menitip di pelipisnya. "Uh.. Ini temanku, Sehun." Ia menepuk lengan Sehun pelan.

Kyungsoo menatap kedua anak SMA itu dengan mata bulatnya dan tertawa kecil. Ia beralih pada Sehun dan tersenyum. Memperhatikan wajah pemuda manis di depannya. "Halo, aku Kyungsoo Do."

Sehun membalas senyuman Kyungsoo. Setelah menundukkan kepalanya sebentar, ia memperkenalkan diri. " Sehun Oh. Jongin sangat menyukaimu, hyungnim."

"Sehun Oh!" Jongin mendelik ke arahnya. Dengan wajahnya yang tersipu karena sahabatnya baru saja mengatakan hal 'itu' di depan orang yang disukainya. Tak hanya itu, Jongin langsung memukul lengan Sehun karena dia begitu berterus terang.

Kyungsoo tertawa melihat Sehun meringis karena pukulan Jongin di lengannya. Sedangkan Sehun dengan cepat memberikan balasan pukulan untuk Jongin.

"Uh, Jongin-ah." Kyungsoo memanggil. Menarik perhatian dua sahabat di depannya. "Untuk besok, sepertinya aku baru bisa keluar sore hari. Apa tidak apa-apa?"

"Ya?"

"Shixun kau mau mandi?"

Chanli menengok ke dalam ruangan Shixun dan mendapati serigala putih yang sedang membersihkan dirinya sendiri. Serigala putih yang tak lain adalah Shixun itu mendongakkan kepala. Mata seterang langit itu beradu pandang dengan mata bulatnya.

"Aku belum mandi sejak seminggu yang lalu." Ungkap Chanli jujur. Ia tersenyum lebar seraya menampakka gigi-giginya. Senyumnya mengembang saat akhirya Shixun merubah sosoknya.

Terduduk di atas karpet bulu beruang, Shixun duduk membelakangi Chanli. Membuat alpha itu menatap punggungnya. Shixun masih duduk di sana, melipat kedua kakinya dan mengusap lengannya. "Aku sudah mandi."

"Oh? Beberapa hari yang lalu saat kau pulang hujan-hujanan bersama Zitao itu ya?"

Shixun mengangguk.

"Baikah kalau begitu temani aku mandi."

Shixun hampir dapat mendengar cengiran Chanli di suaranya. Dan dia tahu benar kalau Chanli tidak akan menyerah sampai ia megiyakan ajakannya. Jadi ia menghela nafas dan berdiri sembari mengambil mantel bulu panjang di dekatnya. Ia berbalik menghadap ke Chanli setelah meletakkan mantel bulu itu ke tubuhnya.

"Chanli kenapa kau tidak berpakaian?" Shixun menghela nafas. Sedikit canggung melihat salah satu anggota kelompoknya bertelanjang.

Chanli kembali tersenyum lebar, menunjukkan gigi-giginya. Ia tahu kalau Shixun adalah anggota paling pemalu di kelompok mereka. Dia sangat anti bertelanjang. Paling jauh yang dia lakukan adalah bertelanjang dada.

"Aku ingin mandi Shixun, aku tidak mau repot-repot membawa pakaian."

Shixun menghela nafas, berusaha untuk tidak melihat ke arah Chanli sampai akhirnya Chanli merubah wujudnya. Sebagai serigala abu-abu dewasa, ukurannya sangat besar. Tinggi Chanli saat berada di wujud serigalanya hampir setinggi pusar Shixun (Wu Fan bahkan hampir setinggi dadanya).

Shixun segera menghampi Chanli dan naik ke punggungnya. "Aku sedang tidak ingin berubah." Gumamnya, ia mulai berpegangan pada bulu-bulu panjang Chanli saat serigala itu berlari keluar.

Angin berebut menerpa wajahnya saat Chanli berlari tanpa ampun. Menuju air terjun tak jauh dari gua mereka. Air terjun yang menjadi sumber air mereka. Air terjun yang sudah di klaim sebagai daerah kekuasaan mereka.

Chanli sangat lincah menghindari pohon-pohon dan ranting saat ia berlari. Ia bahkan tidak tersandung satupun akar-akar yang melintang. Tidak seperti Shixun yang kadang melukai kakinya sendiri saat berlari.

Hingga suara derasnya air sampai di telinganya dan hawa sejuk menerpa kulit wajahnya.

Chanli menghentikan langkahnya saat mereka sampai di dekat air terjun. Air terjunnya tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu besar. Bahkan aliran sungai yang di disebabkannya pun tak terlalu besar. Tempat yang sempurna untuk kelompok beranggotakan sepuluh orang.

Shixun segera turun dari punggung Chanli. Ia membenahi letak mantelnya dan berjalan ke tepian air. Kakinya yang tak beralaskan apapun menyentuh air itu dan bibirnya menyunggingkan senyum.

Chanli masih berdiri di sana, sudah kembali berubah ke wujud manusianya. Ia memperhatikan Shixun yang perlahan melepaskan mantel bulunya. Mantel bulu itu ia letakkan begitu saja di atas batu besar di dekatnya. Dan tak lama kemudian Shixun berjalan ke arah air. Semakin lama sampai setengah tubuhnya terendam dalam air.

Shixun. Beta muda yang semula mereka kira akan menjadi omega karena parasnya. Sosok Shixun terlihat begitu rapuh. Dengan kulit seputih susunya. Dengan segala ketakutan dan kekhawatiran di matanya.

Saat dia tumbuh menjadi beta, semua orang di kelompok mereka kaget. Pup kecil itu tumbuh di luar prediksi mereka. Ini bukan hal yang mengecewakan tentu saja. Mejadi beta ataupun omega, Shixun tetaplah adik kecil mereka. Rasa sayang itu tidak pernah berkurang sedikitpun.

Chanli tersenyum kecil sebelum berjalan ke air. Menyusul Shixun yang masih di sana, hanya berdiri menghadap ke air terjun yang mengalir pelan. Aroma Shixun memenuhi indera penciumannya. Sedikit vanila, kopi, dan tanaman herbal. Shixun sangat senang berada di ruangan Yixing. Mungkin dari sana dia mendapat aroma tanaman itu.

"Kukira kau bilang kalau kau sudah mandi, Shixun." Ujar Chanli setelah ia berdiri di dekat Shixun. Ia mulai membersihkan tubuhnya dengan air yang begitu segar itu.

Mendengar ucapan Chanli, Shixun memutar tubuhnya. Melihat alpha itu sedikit berjongkok agar tubuhnya terendam sampai bahunya. Ia tertawa kecil. "Tiba-tiba saja aku ingin berendam." Ia mencipratkan sedikit air ke wajah Chanli, lalu tertawa lagi.

Chanli langsung kembali berdiri dan mengusap wajahnya. Tangannya yang basah mengusap helaian rambutnya ke belakang hingga dahinya terlihat.

"Kau yang memulai, Shixun Huang."

Ujar Chanli sebelum keduanya bermain air di sana. Mencipratkan air ke arah satu sama lain. Menghalau air yang datang ke wajah mereka dengan telapak tangan. Tertawa lebar sampai akhirnya Shixun berjalan menjauh.

"Cukup, Chanli cukup, kumohon." Pinta Shixun di sela tawanya. Ia masih menutupi wajahnya karena Chanli belum mau berhenti menyerangnya dengan air.

Melihah Shixun menyerah, Chanli berhenti. Ia turut tertawa sebelum menghampiri Shixun. Ia mengambil sedikit air dengan kedua tangannya sebelum menuangkan air itu ke atas rambut pirang Shixun.

"Kita lupa untuk meminta ramuan rambut Yixing. Rambutmu kasar sekali." Ucap Chanli saat ia mencuci rambut Shixun, hanya dengan air. "Jangan warnai rambutmu lagi. Kau lebih cocok dengan rambut hitam."

Shixun membuka matanya dan berbalik, menghadap Chanli. "Hentikan. Kau akan membuatnya kusut." Kedua tangannya meraih masing-masing pergelangan tangan Chanli dan menjauhkannya dari rambutnya.

"Kenapa?" Tanya Chanli, ia menatap Shixun dengan mata besarnya. Keduanya beradu pandang. Tidak mengatakan apapun karena Shixun tidak menjawab pertanyaannya.

"Aku sangat lelah." Ungkap Shixun setelah beberapa saat. Ia melepaskan genggamannya pada pergelangan tangan Chanli dan berganti menyandarkan kepalanya di bahu Alpha di depannya. "Dan takut."

"Apa yang kau takutkan, beta?"

"Aku takut.." Shixun memulai. "Belakangan ada yang aneh dengan tubuhku." Nafasnya mulai tak teratur. Kepalanya mulai pening dan jantungnya berdetak cepat.

"Shixun?" Chanli panik. Ia memegang bahu Shixun dan sedikit mendorongnya. Memperhatikan wajah Shixun yang mulai memerah. Matanya terpejam dan nafasnya semakin memburu. Chanli menyentuhkan punggung tangannya ke dahi Shixun dan ia dapat merasakan bahwa Shixun berkeringat. Walau ia baru saja bermain-main di air, kulitnya terasa panas.

Saat sebuah aroma yang begitu manis tercium olehnya, Chanli membulatkan mata.

"Shixun..k-kau?"

Chapter 004 – END

Author's Note:

Hoho, halo pembaca tersayangku sekalian ^^')a

Aku memutuskan untuk menjadi manusia beradab dan meng-update cerita ini. Ahaha ahaha. Hey aku punya alasan okay =0=

Baiklah orang ini sangat sibuk bahkan gak sempet megang laptop. Apalah daya seorang anak kelas 12 yang mau UN dan mau masuk kuliah. /dor/ Iya masih bocah saya masih bocah -0-

So, kurasa ini yang terbaik yang bisa kukasih. Belum bisa menembus 5000 words. I'll work harder on the next chapter ^^)9 well, not as harder as before because yeah...univ entrance exam keep budging on me. Pfft. Makanya rajin-rajin review biar aku semangat nulisnya. Haahahahaha.

Terserah lah mau bilang saya ngemis review. Lah memang kenyataan XD

Itu bayaran buat author tau.

So, see ya.

Oya itu ada ChanHun scene because ChanHun is so asdfghjkl these days and I have no time to write any ChanHun (yet).

Eh ada yang suka iKON? I'm new to iKONIC. Lolalala. Kim Jinhwan itu anakku juga. Hahhahahh (srsly, he's so smoollll like a mochi). And Gu Ju-ne manly-19-years-old-daddy (he's so sassy and derp but so hawt and manly dan anjir dia mirip mantan /dor/. I can't!)

ChanHun shipper / TaoHun shipper / Yeri-biased / JunHwan shipper ayolah polow polow-an di IG. wkwk

Oya ada yang main rp? Di twitter / di facebook / di kakaotalk? Tulis username / id-nya di kolom review ya ntar ku follow/add:V

sedikit tentang ABO ROLE dan istilah dalam WEREWOLF!AU—

Ini rikues salah satu reader. Sebenernya ini sedikit beda dari pengertian ABO ROLEs yang ada di web. Yah di setiap ff punya pengertian ABO ROLE sendiri2 sih biasanya. Nah ini aku akan jelaskan ABO ROLE menurut TWO OF ME. ABO itu Alpha, Beta, Omega, kalo lu kaga tau yes:V ini juga ABO role itu gay-fict alias yaoi. Jadi nggak aku tulis untuk female ABO-nya.

Alpha: Alpha di sini enak ngomongnya ultimate seme:v pasti seme sih. Alpha itu statusnya paling tinggi di werewolf!au. dan dia juga paling kuat dan manly lah pokoknya. Dia juga memegang kuasa atas semua werewolf yang statusnya ada di bawah dia. Nah di cerita ini Wu Fan atau Kris Wu itu bertindak sebagai head-alpha atau kepala alpha. Yaitu dia jadi pemimpin dari semuanya. Termasuk alpha-alpha yang lain.

Beta: Gampang ngomongnya dia bisa jadi uke bisa jadi seme. Tergantung siapa mate (pasangan hidup)nya. Tapi beta ini gak bisa hamil:v beta di sini biasanya orang yang pikirannya tenang dan emosinya stabil. Beda sama alpha yang siap menerjang musuh kapan aja. Beta suka kedamaian. (Oke jangan hitung Baixian di sini /canda) Baixian itu entah kenapa jadi Beta nggak ngerti juga gua:v. Beta juga memegang kuasa atas omega tapi dia masih di bawah alpha.

Omega: Uri ultimate uke. Omega itu treasure alias harta. Karena omega keberadaanya itu langka. Langka banget jadi kalau suatu pack/kelompok punya omega pasti omega itu bakal dilindungi terus. Bahkan kadang di isolasi dari dunia luar. Jadi karena di cerita ini gak ada omega yah gak perlu/?. Dan male!omega itu kayak perempuan alias bisa hamil ohohoho. Dan kalo di cerita ini omega pasti bisa hamil dan punya rahim (asik). Aih geli sebenernya ngebayangin:'v dan omega itu akan mengalami masa yang kalo di ff-ff bule itu disebut HEAT. Alias masa subur. Masa subur itu hal yang paling gak bisa dihindari alpha. Karena saat masa subur itu omega bakal mengeluarkan bau harum /ntah kek apa baunya, yang jelas baunya itu memabukkan buat alpha/ dan yah you know what will happen.

Tapi maaf ini cerita rate T :'v maaf tidak bisa menghilangan haus rateM kalian /plak/ eh aku udah nyoba bikin adegan rateM tapi gagal :'v kan daripada malu2in mending gak usah. Bleheheh.

Pup: Pup ini werewolf anakan:v usia pup itu 0-18 tahun (kalo di cerita ini loh ya). Diambil dari kata Puppy/anakan anjing (wolf kan se-family sama anjing). Pup sama berharganya sama omega. Di sini juga aku mendeskripsikan bahwa werewolf itu lahir dalam wujud wolf. Lalu akan mulai bisa berubah ke wujud manusia di usia minimal 5 tahun. Nah di atas Shixun umur 10 tahun baru bisa berubah kan? Hayo kenapa coba? :v

Pack: alias kelompok werewolf. Pack ada yang besar ada yang kecil. Biasanya pack besar lebih complicated dan jelas anggotanya lebih banyak. Nah pack-nya EXO ini cuma pack kecil dan mereka cuma tinggal di den kecil alias gua itu loh. Rada susah ternyata nulis ww!au pake bahasa:'v

Territorial: alias daerah kekuasaan. Tau lah ya gimana hewan menandai daerah kekuasaannya? :'v jangan tanya pake apa /?/ Jadi mereka bakal menandai suatu daerah dan dengan penciuman yang tajam mereka bakal tau siapa-siapa orang luar yang masuk ke daerah mereka. Setiap pack punya daerah kekuasaan masing-masing. Makin besar pack makin besar kesempatan buat menandai suatu daerah.

Oya, ChanHun shipper yang suka baca ff di asianfanfic coba baca ff "Love Me Tenderly (Or Simply Love Me at All)" itu keren sumpah. Werewolf!au juga. Tapi pengertian werewolf!au author itu sama werewolf!au-ku beda:v

Oke sekian.

special thanks—

Pantatsehunsemok; HUNNIEKAIKIM; Byuneelia6894; Oh Yuugi; ; ohunie; RiRi639; taohunshipper; Lyla Angelica; HilmaExotics; hanhyewon357; MinnieWW.

Regards,

Mamahnyathehun – mamahnyayeribei – mamahnyajinanney LOL XD

Gue ngebacot 1000words sendiri buset XD