Title : Baby Panda Tao
Author : Raichi Lee SangJin ELF
Rated : T
Pairing : KrisTao/TaoRis, and many more *halah*
Genre : Romance and, humor and Drama
DISC : para cast hanyalah milik tuhan YME, orang tua, dan SM Ent. Saya hanya pinjam mereka untuk membuat fantasy saya menjadi terwujud di FF ini.
Summary : Kematian dari seseorang yang kita cintai bukanlah akhir dari segalanya. Tapi justru sebaliknya. Kematian dari seseorang yang kita cintai bisa menjadi sebuah awal kisah cinta yang baru.
Let's check it out, Chingudeul and Yeorebeun~!
Warning : BL/ BoysLove/Shonen Ai. Miss typo(s), alur terlalu dipaksakan, gaje, bikin mual, EYD yang ngasal. I told you before, if you hate YAOI or IF You HATE me, better if you don't read my fanfic, okay?
Author's note : annyeong ^^. Kembali lagi dengan saya, Rai.
Oke~! Mari balas ripiu XD
Guest (Icyng) : yg Vampire d hapus chinguya, cuman aku ad idem au publish ulang dan alurnya aku ubah sedikit :)
In udh d lanjut. Maaf lama XD
Nikyumin : salam kenal jg chinguya :). Khukhukhu, sepertinya akan penuh kejadian konyol XD *TaoRis merinding*. In udh d update :D
Guest : maaf chinguya, habis kemarin sejujurnya aku rada malas lanjut gara2 tau 2 fanficku d hapus lgi. Maaf chingu, chap in aku panjangan dikit, oke?.
Meyminimin : iya, in udh d panjangan dikit XD. Khukhukhu, Kris oppa sm kaya saya, suka godaiin orang XD *plakplak*
Jisaid : in chap 5 :). In udh d panjangin, jgn ngambek lgi, ne? XD
Hanny Couple Lovers : hahaha~ hanya diriku yang tahu~ *plakplak*. Hbis kemrin malas lanut gr2 tau 2 ficku d hpus lgi sm FFn sih =3=. Aku jg suka ngakak bayangin Kris d banting Tao XD.
Yukina Itou Sephiienna Kitami : in udh d lanjut :)
Alrzanti1 : huwee~ mian chingu~ . eh? Typo lgi nih XD. Ok mksih bantuannya chingu XD
Eternal Clouds : di Korea jg ad Fujoshi kok, cuman sebenarnya dikit. Gak kaya di Jepang, chinguya. Di Jepang rata2 cewe pasti suka YAOI. *saksimatatemendariJepang*
Guest ( Finda readersbaik) : huwee~ maaf chingu, in gr2 FFn yg main apus 2 ficku sih. Jd pendek XD. Chingu harus lihat Kris oppa n Tao oppa. Mereka cucok banget XD *kokjdngikutinbancisih?*
Guest (Jaylin Rui) : huwee~~~ maaf chinguya~ DX. Iya, in udh d usahaiin panjang XD.
Noonacomplicated : uhm…sebenarnya..aku kurang bisa main wordpress XD *buka aib*. Bisanya main blogger XD.
Choujiro21 : ne, gpp ^^. Untuk kedepan review terus yah XD *maksa**plak*. Sepertinya banyak yg protes pendek yah U.U. in udh d usahaiin panjang ^^
Syubidubidu : hahaha (?). in udh di lanjut ^^
Brigitta Bukan Brigittiw : KYA~ jangan bawa golok~ bawa kue aj XD. Hahaha~! Aku jg suka bayangin Tao keluarin Wushu tuh XP. In udh d lanjut ^^
Guest (Rizkyeonhae) : maaf chingu, salahin FFn XD *plakk*. Iy sih, d sni seru. Cumn bkin kesel klo tiap aku bikin fic baru, psti d hapus. Kn aku suka bkin org penasaran XD *plakplak*
Eka Kuchiki : klo kepala penuh, di install ulang a jonnie XD *sarangakbener*. Uhm…aku sbnrnya kurng suka d mringin, cumn klo bgtu gpp deh. XD bkal aku usahaiin biar miring XD. Baby di miriingin? Oke XD.
Klo kurng panjang slhin FFn a onnie. Gr2 dia hapus 2 ficku, aku jd g dpt feel buat manjanginnya. Yh, jd sekalian pengen bikin org penasaran jg XD
Guest (Elfpina1004) : hahaha~ kok tahu? XD. Iya, tp nnti klo seandainya fic TaoRisku d hapus lgi. Aku msih suka d sni. D sni seru XD
Hatakehanahungry : KYA~ g ad aku chingu *sembunyiinfto2TaoRis**plakk*. Aku suka bkin Kris beda dari karakter biasanya XD. Ho~ suka baju maid yg seksi d pakeiin ke Tao? Khe..khe…khe..boleh jg tuh XD *authordibantingTao*
Thehunhan : hum, iya btul sekali. Seratus buat chingu XD *plakk*. In udh d usahaiin panjang :)
Dinodeer : -_-. Ok d panjangin deh~ XD
ahSanHyun : khukhukhu, nanti ketahuan kok~ kk~ XD
: hanya aku dan tuhan yg tahu XD *dibakar*.
WindaHeenim : terima kasih sudah menyukai FF ini :)
Nah, mari kita langsung saja mulai FFnya ^^
tolong tetap beri saya review anda *bow*
.
.
.
.
Oke, tanpa banyak bacot, mari kita langsung saja.
.
.
.
.
.
.
DON'T LIKE, DON'T READ!
.
.
.
I TOLD YOU BEFORE!
.
.
.
IF YOU HATE YAOI, BETTER IF U NOT READ MY FIC!
.
.
.
RAICHI
.
"Bagaimana kalau jadi pelayanku?"
"MWOOOOOO?"
Dan dengan teriakan itu menjadi bukti kalau seorang Kris benar-benar licik untuk mendapatkan apa yang membuatnya tertarik.
"Jadi bagaimana? Atau kau lebih memilih aku laporkan ke polisi?. Kau tentu tidak tahu siapa aku, bukan?" tanya Kris dengan seringaian menghiasi wajahnya. namja didepannya itu meneguk liur lalu menggeleng. "Nah, tenang aku janjikan gaji yang lebih besar dari kau bekerja disini." Tawar Kris kembali. Namja didepannya langsung memebelakkan matanya. Gaji lebih besar? Hum…tawaran yang..lumayan menggiurkan.
"A..a..aku..uhm…" ucap namja didepannya ini sedikit menunduk. Aish, kalau saja readers disini bersama saya yang sedang melihat betapa dekat jarak keduanya ini XD.
"Nah..siapa namamu?" tanya Kris yang masih memberikan seringian. Namja didepannya ini sepertinya sulit berkutik.
"H..Huang..Zi Tao imnida..aku dipanggil Tao.." ucap namja ini. Kris sedikit terkejut. Kenapa marganya sama dengan..Edi? ah, di China marga yang sama sudah biasa.
"Nah…Tao Panda, kau terima tawaranku?" tanya Kris yang terlihat mengelus wajah Tao. Namja bernama Tao itu kembali berpikir keras.
Terima tawaran namja mesum ini..dia akan dapat keuntungan. Ah! Terima saja! Kalau dia macam-macam banting saja kencang-kencang! Tao terlihat tersenyum.
"Baik, aku terima!" ucap namja bernama Tao ini. Dan Kris sedikit menyeringai karnanya.
.
.
.
Tao's POV
.
Hey! Namaku Huang Zi Tao! Panggil saja Tao. Aku adalah anak baru di Korea. Aku asli China. Aku lahir dan tumbuh di China. Aku berumur 17 tahun sekarang. Aku baru pindah ke Korea saat berumur 16 tahun. Bahasa Korea sedikit susah aku kuasai karna logat China yang aku miliki begitu kental. Sekarang aku tinggal dirumah sepupuku yang bernama Kim Jong Dae. Aku biasa memanggilnya Chen-gege. Kalian bingung kenapa aku memanggilnya Chen? Karna Chen adalah nama China sepupuku itu. Dan aku terbiasa memanggilnya Chen-gege. Beberapa temannya juga memanggilnya Chen gara-gara aku yang memanggilnya Chen.
Saat aku akan berangkat bekerja di café tempat aku biasa bekerja, aku mendapat kejadian menyebalkan.
Aku menabrak seorang namja bertubuh tinggi dengan wajah yang harus aku akui sangat tampan walau terlihat stoic. Tapi dia mesum!
Ketika aku menabraknya, aku langsung minta maaf dengannya. Tapi saat dia melihatku dia memelukku!
Harus aku perjelas? Dia MEMELUKKU!
Dan dia memanggilku Edi. Apa itu? namaku Tao! Tidak berubah sama sekali!
Dan dia juga bahkan mencium pipiku! DIA MENCIUM PIPIKU!
Terang saja karna kaget dan aku anggap ini sebuah tanda bahaya, aku langsung saja membantingnya dengan keahlian Wushu yang aku miliki.
Dan kali ini, aku dihadapkan dengan takdir kalau aku akan menjadi pelayannya. Ya, dia mengiming-imingiku dengan gaji yang lebih besar dari café tempatku bekerja.
Apa? Kalian bilang aku menyukainya karna menerima tawaranya menjadi pelayan pribadinya? HELL NO!
Maaf saja, tapi aku tidak menyukainya. Dia bukan tipeku! Tipeku adalah orang yang lembut dan berkarisma. Juga berkepribadian dewasa!
Yah, aku bisa dikatakan juga menyukai sesama namja. Tapi aku juga suka yeoja. Tapi hanya sedikit, terkadang yeoja mengerikan. Apalagi kalau marah. Jadi aku sebenarnya lebih suka namja. Mungkin gara-gara teman-teman gegeku dan pengaruh gegeku. Gegeku 'dekat' dengan namja bernama Kim Minseok yang sering aku panggil Xiu Min-gege.
Yah, mungkin kalian bingung karna kata 'dekat' aku beri tanda ''. Baiklah, biar aku perjelas.
Xiu Min gege dan Chen gege BERPACARAN SUDAH 2 TAHUN!
HAH! Kalian kaget, 'kan? Aku juga keget pada awalnya.
Kejadian ketika saat itu, aku pulang dari kerja sambilan dan mendapati Chen gege yang sedang ditindih dengan Xiu Min gege di kamarnya. Pakaian Chen gege sudah berantakan dan aku mendapati wajah Chen gege yang seolah menahan sesuatu yang entah apa itu. Aku sendiri tidak tahu.
Keduanya terkejut. Xiu Min hanya memandang sedikit jenaka lalu menyuruhku keluar. Aku menurut dan akhirnya keluar. Mereka tidak keluar walau sudah aku suruh untuk makan malam.
Aku dan Chen gege sama-sama kerja sambilan dan sama-sama tinggal dirumah pinggiran yang dibelikan kedua orang tua kami. Kedua orang tua kami saling menyokong uang untuk membelikan kami rumah minimalis dan sedikit sederhana namun nyaman berkat Chen-gege yang menambahkan banyak pohon di halaman belakang, beberapa pot bunga di setiap balkon dekat jendela dan menambahkan warna putih dan hijau muda di setiap sudut rumah.
Bedanya pekerjaan kami adalah, Chen gege bekerja sebagai pelayan pribadi Xiu Min-gege. Saat itu Xiu Min gege memutuskan menginap dirumah kami. Hiks, aku jadi ingat ketika aku tidak bisa tidur gara-gara mendengar desahan keduanya. Hiks… menyedihkan. Bangun paginya, mataku benar-benar hitam. Benar-benar seperti panda. Dan setelah itu aku mulai memutuskan kalau seandainya Xiu Min gege kembali menginap, aku akan menyumpal telingaku!
Kalau dipikir, kenapa aku jadi mirip dengan Chen gege yang bekerja sebagai pelayan pribadi?
Tapi jangan sampai aku menjadi namjachingunya. Aku tidak mau bermimpi. Aku harus akui. Dia tampan, tinggi dan lumayan berkarisma. Mendekati tipeku, tapi dia terlalu yadong! Dia bahkan berani mencium pipiku. Aish.
Chen-gege pasti senang karna aku membantu keuangannya lagi!
Kalian jangan bilang dengan Chen-gege, ne?
Sebenarnya aku memiliki 3 pekerjaan berbeda. Dan aku tidak pernah mengatakannya dengan Chen-gege. Aku hanya mengatakan kalau aku bekerja sebagai pelatih Wushu di Sekolah Dasar.
Aku menjadi seorang guru beladiri Wushu disebuah sekolah dasar dengan gaji lumayan, menjadi seorang pembersih jendela di sebuah perusahaan yang entah apa itu namanya aku lupa dan dengan gaji yang juga lumayan, dan menjadi seorang pelayan café. Gaji disini juga lumayan untuk membayar keperluanku. Sekarang menjadi 4. Menjadi pelayan pribadi. Memang melelahkan, tapi aku harus bekerja keras kalau tetap mau sekolah.
Soal nilaiku, kalian tidak usah ragukan aku. Memang aku tidak selalu menjadi si nomor satu atau menjadi langganan 3 besar. Tapi aku selalu masuk rangking 10 besar dan tidak pernah keluar. Yah, para guru mentolelirnya karna nilaiku yang masih aman.
Aku sebenarnya sedikit takut. Apa menjadi pelayan pribadi, nilaiku akan tetap aman? Jujur, aku bekerja dari jam 8 pagi sampai jam 23:00. Aku takut, kalau aku menambahkan kembali pekerjaanku, nilaiku nantinya akan turun dan pihak sekolah akan menelpon orangtuaku, dan Chen-gege dan meminta untuk memberhentikan segala pekerjaan sampinganku.
Aish, aku tidak mau berhenti bekerja. Kalau aku berhenti bekerja sampingan, bagaimana hidupku di Korea? Aku tidak mungkin selalu menyusahkan Chen-gege, bukan?
Aku sudah cukup membuatnya kewalahan karna dia harus mengajariku bahasa Korea dan logatnya. Mengajariku bahasa Korea sangat susah. Logat China dan cara bicaraku harus benar-benar diubah. Syukurlah aku sekarang sudah bisa bahasa Korea walau ada sedikit kata yang aku bingung dan tulisan Hangul yang sedikit aku tidak mengerti.
Dia juga sedikit kewalahan ketika aku pernah sakit gara-gara bekerja terlalu pagi, yaitu jam 6 pagi sampai jam 23:00 PM.
Aku bertekad untuk tidak akan membuatnya repot.
Aku rasa aku sudah cukup menceritakan segalanya tentangku. AH! Itu bosku datang!
END OF TAO POV
.
.
Seorang namja tampan dengan pakaian rapi dengan rambut ikal berwarna coklat menatap Kris dan Tao.
"Maaf, ada apa ini? Apa ada masalah?" tanya namja tampan itu.
"hm, tidak ada masalah. Ah, apa kau bos ditempat ini?" tanya Kris. Namja didepannya tersenyum.
"Ya, kenalkan namaku Kim Joon Myeon. Panggil saja Suho. Aku adalah pemilik sekaligus bos disini. Ada yang bisa aku bantu, tuan?" tanya namja bernama Suho ini. Kris tersenyum.
"Ya, ini tentang pelayanmu yang bernama Tao ini. Panggil saja aku Kris." Ucap Kris sambil tersenyum. Tao sedikit kaget. Hei, kenapa dia memiliki perasaan tidak enak?
"Ah, apa ada masalah? Apa pelayan kami membuat anda tidak nyaman?" tanya Suho lagi. Kris tersenyum.
"Tidak. Ah, ini sepertinya masalah bisnis. Boleh bicara di ruangan anda?" tanya Kris. Suho tersenyum. Tao? Dia hanya diam. Sedikit aneh dengan arah pembicaraan ini.
"Hm, silahkan lewat sini." Ucap Suho.
.
.
.
"Nah, sekarang bisa saya tahu ada apa yang sebenarnya, tuan Kris?" tanya Suho ramah. Ya, Suho terkenal ramah oleh pekerjanya dan seklilingnya. Kris tersenyum.
"Hm…aku ingin kau memberhentikan Tao bekerja disini." Ucap Kris dengan sangat santai. Tao membelak kaget.
Hana…
Dul…
SET….!
"MWOOOOOOO?" pekik Suho , Tao dan tanpa diduga beberapa staf yang ternyata menguping juga ikut berterriak hingga membuat pintu ruangan Suho terbuka. Sepertinya terkaget-kaget. Sementara Kris hanya terlihat biasa saja sambil tersenyum kecil.
"YAH! Aku memang menerima tawaranmu untuk jadi pelayan pribadimu, tapi bukan ini yang aku mau! Apa maumu memberhentikan pekerjaanku disini. AISH!" ucap Tao sengit. Kris hanya memberikan senyumnya yang dapat melelehkan apapun (?).
"Aish, apa yang kalian lakukan disana? Ayo cepat kembali bekerja." Desak Suho kepada Staff yang terjatuh hingga berada dimulut pintu. Karna didesak Suho, semua staff langsung kembali bekerja dan langsung menutup pintu. Suho menormalkan nafasnya.
"Maksud anda apa, tuan? Tanya Suho lagi.
"Begini, aku memutuskan agar Tao menjadi pelayan pribadiku. Hm..pelayan pribadiku harus terus bersamaku. Dan aku tidak ingin dia memiliki pekerjaan lain." Ucap Kris. Suho terdiam. Tao mulai akan berkomentar lagi tapi mulutnya sudah ditutup dengan tangan Kris. "Anda mengerti, bukan?" tanya Kris lagi.
"Hm….baiklah. Nah Baby Panda, ini gajimu bulan ini." Ucap Suho yang seakan mengambil amplop dari laci mejanya sambil terus memberikan senyum tampan dan ramahnya. Kris mengernyit mendengar panggilang 'Baby Panda'.
"Ah…khamsahamnida.." ucap Tao sambil menerima amplop gajinya yang dia terima lebih cepat. Setelah berbicara begitu, Kris menarik tangan Tao keluar dari ruangan itu.
.
.
.
.
"Nah, sekarang kau sudah menjadi pelayan pribadiku. Seorang pelayan pribadi harus menghormati tuannya, arra?" tanya Kris yang berjalan penuh elegan. Tao hanya manyun. "Kalau aku tebak, sepertinya kau memiliki banyak pekerjaan sampingan. Nah aku ingin kau berhenti. Aku bisa menggajimu lebih banyak. Kau ikut kerumahku sekarang. Aku akan memberikanmu tugasmu-tugasmu, dan kau akan bekerja denganku mulai besok." Ucap Kris. Tao hanya cemberut. Kris menoleh dan menemukan Tao yang melipat tangannya didada sambil memanyunkan bibirnya. Ugh…So Cute~
"Hey, ada apa lagi?" tanya Kris.
"Aku tidak suka begini. Kenapa kau menyuruhku untuk berhenti dari seluruh pekerjaanku? Kau tahu betapa berharganya semua pekerjaanku. Lihat sekarang? Aku tidak bisa memiliki uang tambahan lagi untuk sekolahku dan untuk keperluanku bersama gege-ku." ucap Tao yang masih manyun. Kris menghela nafas.
"Apa harus aku perjelas lagi? Kau itu akan menjadi pelayan pribadiku yang artinya akan terus bersamaku. Memang tidak 24 jam, tapi itu sudah bagus, bukan? Atau kau memilih aku laporkan polisi atas tindak kekerasan?" tanya Kris. Tao diam dan menggeleng kuat.
"Tentu saja aku tidak mau!" ucap Tao sambil manyun.
"Good Boy. Sekarang, ayo ikut aku." Ucap Kris yang menepuk kepala Tao kecil lalu berlalu pergi, dan Tao kembali mengikuti Kris berjalan melewati kerumunan manusia yang memenuhi kota menuju rumah yang lebih mirip istana itu.
.
.
.
TAO POV
.
.
Sekarang aku sudah berada di rumah namja bernama Kris ini. Rekasiku melihat rumahnya adalah…WAW!
Rumahnya begitu mewah, besar dan megah! Maid langsung menunduk hormat ketika aku dan si namja ini lewat. Sekarang, aku sedang berada diruang tamunya.
Ruang tamunya begitu mewah! Elegan dan terlihat berkelas. Lebih bergaya ala Eropa.
Aku duduk disebuah sofa single yang berhadapan dengannya yang juga duduk nyaman disofa yang juga ukuran single.
"Hei, aku berubah pikiran." Ucap Kris sambil memperhatikan selembar kertas. Matanya tetap focus ke kertas itu dan dia berbiacara tanpa melihatku. Aku harus akui. Namja ini terlihat elegan dan dewasa ketika dia menggunakan kacamata berbingkai hitam mengkilap. Dia juga bahkan terlihat begitu tenang dan berkarisma. Omo! Kalau tidak menggunakan kacamata, maka yang terlihat adalah kebalikannya. Dia terlihat seperti remaja berumur awal 20-an, terlihat fashion, dan terlihat berkarisma juga.
"Berubah pikiran? Berarti aku tidak jadi pelayan pribadimu?" tanyaku senang. Namja didepanku hanya menaikan sebelah alisnya lalu menatapku dengan tenang.
"Siapa yang mengatakan kalau kau tidak jadi pelayan pribadiku?" tanyanya lagi.
"Eh?" responku.
"Aku merubah pikiranku soal jam kerjamu. Aku memutuskan untuk menjadikan jam kerjamu menjadi 24 jam. Yang artinya, kau akan terus bersamaku."
.
.
END OF TAO POV
.
.
"Aku merubah pikiranku soal jam kerjamu. Aku memutuskan untuk menjadikan jam kerjamu menjadi 24 jam. Yang artinya, kau akan terus bersamaku."
"EHHHH? Tidak bisa! Kau tidak bisa begitu. Kau pikir, aku tidak punya kehidupan? Bagaimana nasib gege-ku? Bagaimana juga dengan sekolahku?" tanya Tao sedikit marah. Kris mulai berpikir.
"Hm…baik. Aku akan atur jadwalmu. Kau akan bekerja full 24 jam denganku ketika hari sabtu dan minggu. Senin sampai Jum'at, kau bekerja ketika sudah sekolah." Ucap Kris yang mencatat sesuatu di kertas. Tao hanya diam. Sepertinya…tidak apa-apa. "Dan tidak usah marah apalagi melotot ke arahku, mengerti?" tambah Kris lagi.
"Baik. Aku terima jadwal itu." ucap Tao lalu mulai tenang. Kris hanya tersenyum tampan. Tao yang melihatnya hanya membuang wajahnya.
"Nah, karna sudah jadi pelayan pribadiku maka kau harus menemaniku berbelanja. Aku juga akan mendandanimu." Ucap Kris sedikit aneh. Tao sedikit bingung.
"He?" respon Tao. Kris sedikit tersenyum. Dia berdiri lalu menarik tangan Tao dan membawanya keluar. Tao yang ditariknya hanya kaget dan tubuhnya juga ikut terbawa.
.
.
.
"Ugh…sial. Dasar menyebalkan." Bisik Tao. Sekarang, keduanya berada di pusat perbelanjaan. Kris membeli banyak sekali pakaian, aksesories atau apapun yang dia sukai. Dan kantong belanjanya Tao yang membawa. Kris berjalan didepan Tao. Sebenarnya, Kris geli juga dengan anak ini. Anak ini lucu, polos dan dia jadi ingin mengerjainya.
Kris berjalan hingga matanya tertuju pada sebuah etalase toko. Disana, terlihat patung yang memperlihatkan pakaian untuk namja yang desainnya lumayan..manis dengan warna putih dan sedikit hitam.
"Hm..sepertinya cocok. Ukurannya juga terlihat cocok." Bisik Kris. Kris mendekati etalase toko itu dan memperhatikannya lebih jelas. Sementara Tao dibelakang mengikuti sambil membawa 5 kantong belanjaan dimasing-masing tangan. Tao menatap horror ketika Kris lagi-lagi masuk ke dalam toko pakaian. Ya ampun, apa namja ini sangat fashionholic? Kenapa suka sekali berbelanja pakaian? Aish. Tao saja harus menghemat uangnya. Kalau ingin membeli pakaian, dia akan memilih yang harganya murah dan biasa. Chen pernah berniat membelikannya pakaian, tapi Tao menolak.
"Hei, ayo coba pakaian ini." Ucap Kris. Tao menatap sebuah kemeja berwarna putih yang terlihat elegan, dan terlihat manis namun juga terlihat tegas. Warna putih dengan garis hitam di kedua lengannya dan kerahnya.
"Aku?" tanya Tao. Kris mengangguk. Tao menerima pakaian itu dan mulai membawanya ke bilik kecil untuk berganti pakaian.
5 menit, dan Tao keluar dengan pakaian itu.
"Hei, ini pas sekali. Apa ini juga akan kau beli?" tanya Tao yang memperhatikan dirinya. Kris hanya menatap sedikit terkejut ke namja ini.
"Edi…" bisiknya. Tao menoleh ke arah Kris.
"Heh? Edi?" tanya Tao. Kris menggeleng cepat.
"Ah, tidak. Itu pakaian untukmu. Cepat berganti pakaianmu yang tadi. Aku sudah minta dengan nona itu untuk memilihkanmu pakaian yang bagus dan dengan ukuran yang sama. Cepat berikan dengan nona itu agar aku bisa langsung membayarnya." Ucap Kris yang membuang wajahnya dari Tao.
Kalian bertanya kenapa Kris kembali menyebut Edi?
Karna, Tao terlihat benar-benar mirip Edi ketika menggunakan kemeja tadi.
.
.
.
KOREA, 20:40 PM.
Kris dan Tao terlihat sedang menikmati makan malam disebuah restoran mewah ala China-Korea.
Tao terlihat lahap menikmati Jajangmyeonnya. Sedangkan Kris hanya tersenyum kecil menatap Tao yang sedang makan. Keduanya memutuskan untuk menikmati makanan China dan Korea. Kris hanya menikmati Bulgogi yaitu masakan Korea yang berupa daging Tenderloin dan dimasak dengan Lada hitam. Sedangkan Tao Jajangmyeon. Jajangmyeon sendiri sering dibilang spaghetti ala China.
Dan dari tadi, Kris terus tersenyum menatap Tao walau terus melahap makanannnya.
Bagaimana tidak tersenyum?
Tao makan dengan kedua pipinya berwarna pink, matanya berbinar, senyum polos dan dengan pipi chibynya!
Kris menatapi kembali sosok didepannya. Dia memang memiliki wajha mirip Edi, tapi sifatnya tidak mirip Edi!
Edi lembut, baik, dan sangat lemah lembut. Sedangkan namja didepannya ini?
Dia polos, ceria, hyper active, sedikit grasa grusu dan terlihat bersahabat.
"Kau tidak melanjutkan makanmu lagi?" tanya Tao yang masih sibuk melahap makanannnya. Kris kembali menikmati Bulgoginya.
"Ah…kalau makan Jajangmyeon..aku jadi ingat Chen-gege. Hei, aku ingin memesan Jajangmyeon lagi untuk Chen-gegeku!." Ucap Tao polos. Kris hanya tersenyum kecil.
"Ya, nanti aku yang bayar. Sekarang habiskan, lalu aku antar. Dan panggil aku dengan sebutan gege atau hyung. Aku lebih tua darimu, Tao." Ucap Kris. Tao manyun.
"Entahlah, aku malas memanggilmu gege." ucap Tao yang santai menikmati jajangmyeonnya yang sudah habis setengah.
"Hei, itu artinya tidak sopan, eoh." Ucap Kris. Tao terkikik.
"Ne~ Kris-gege." ucap Tao.
Setelah menghabiskan makan malamnya, keduanya berjalan menuju parkiran dan mulai pergi menuju rumah Tao. Tentu saja dengan Tao yang membawa satu kotak Jajangmyeon untuk gegenya. Dia dan gegenya sangat suka Jajangmyeon, jadi Chen akan sangat suka.
.
.
.
TAO POV
.
.
Ah~ kenyang~! Aku tidak menyangka kalau sebenarnya Kris-gege itu sangat baik. Dia bahkan membiarkanku tambah Jajangmyeon sampai 3 porsi. Dia hanya tersenyum kecil melihatku makan dengan lahapnya.
Dia juga bahkan membiarkanku membawa satu untuk Chen gege. Padahal, tadinya aku berpikir untuk yang satu ini, biar aku yang membayar dengan gajiku, tapi akhirnya tetap saja Kris-gege yang membayarnya.
Dia juga membelikanku 5 stel pakaian yang menurutku tidak terlalu berkesan manly, tapi tetap saja bagus.
Saat membelikanku pakaian, dia kembali memanggilku Edi.
CK~! Siapa sebenarnya Edi? Aku ini Tao, bukan Edi. Namaku belum berubah! Dasar menyebalkan.
END OF TAO POV
.
.
"Ne, terima kasih tumpangannya, Kris-gege." ucap Tao. Kris hanya tersenyum kecil sambil mengangguk.
"Ingat, karna besok hari rabu, dan kau pergi sekolah aku akan menjemputmu. Aku sudah mengambil nomor ponselmu."ucap Kris santai. Tao sedikit kaget. Sejak kapan Kris sudah tahu nomor ponselnya? Aih~
"Hm, ne~!" ucap Tao. Kris tersenyum ekcil lalu kembali melajukan mobilnya menuju rumahnya. Tao segera berjalan cepat untuk masuk ke rumahnya.
"Aku pulang…~!" ucap Tao yang sambil membuka sepatunya. Tao melihat rumahnya. Hei, sepi? Tao berjalan menelusuri rumah.
"Selamat datang, Tao." Ucap Chen.
"Gege~ aku bawakan Jajangmyeon~" ucap Tao riang. Chen terlihat riang.
"Wuah~! Kau tahu apa yang aku suka. Kau beli?" tanya Chen. Tao menggeleng.
"Ani, aku dibelikan dengan temanku. Ah, aku mau istirahat. Aku lelah. Jalja, ge~" ucap Tao lalu berjalan menuju kamarnya.
.
.
.
TBC
.
.
Gimana? Udah panjang, kan? Hehehe XD
Last, min to review?
No flame please ^^
