Sebuah Remake dari novel karya Shanti Agatha dengan judul From The Darkest Side

.

Disclaimer

Ide cerita dan sebagian besar cerita diambil dari novel aslinya dengan penambahan dan pengurangan seperlunya.

.

Title :

From The Darkest Side

Cast :

Cho Kyuhyun as Namja

Lee Sungmin as Yeoja

Marcus Cho as Namja

And other cast

Warning :

GS, Typos, de el el

.

.

Chapter 2

"Kau milikku Sungmin, ingat itu."

Bisikan itu begitu lembut sekaligus tegas, seperti dibawa oleh tiupan angin ketelinganya.

Sungmin tergeragap, mengerjapkan matanya dan langsung terdduduk tegak. Matanya memandang sekeliling dengan bingung. Dia mesih sendirian di ruangan ini.

Tapi tadi jelas-jelas ada yang berbisik di telinganya, dan kata-kata itu masih terngiang jelas.

Apakah dia bermimpi?

Sungmin mengernyit. Lalu menyentuh bibirnya. Terasa hangat… seperti ada yang menyentuhnya sebelumnya.

Jantung Sungmin berdetak cepat. Apakah mimpi bisa terasa sejelas itu? Suara bisikan itu begitu nyata. Sentuhan di bibirnya pun masih terasa hangat.

Tapi… Tapi mungkinkah ada orang masuk ke mari dan menciumnya begitu saja? Dengan putus asa Sungmin menatap buku di pangkuannya. Sebuah novel sastra romantis karya pengarang Rusia.

Ah, aku pasti terbawa alur novel ini, gumam Sungmin dalam hati, menarik napas lega. Sekali lagi dia memandang sekeliling, ruangan masih sepi. Tadi dia pasti tertidur cukup lama. Tapi Soonkyu dan Kyuhyun belum juga kembali.

Sungmin mengangkat bahunya. Mereka kan pasangan kekasih yang akan menikah, pasti akan lupa waktu jika sedang berduaan.

Dengan pelan Sungmin berdiri, berusaha melemaskan tangan dan kakinya yang kaku. Lalu dia berjalan mengitari ruangan yang luas itu.

Ruangan ini didesain untuk bersantai. Meskipun di sudut sana terdapat meja kerja yang sangat besar, tapi di sisi lain benar-benar penuh dengan perabotan dan fasilitas yang menunjang kenyamanan.

Dengan tertarik, Sungmin mendekat kearah meja kerja Kyuhyun. Ada sebuah bingkai foto yang di letakkan terbalik begitu saja. Sengaja? Atau memang terjatuh? Sungmin mengambil bingkai foto itu dan menegakkannya lagi, matanya mengamati bingkai foto di dalam sana, foto keluarga. Sepertinya itu gambar kedua orang tua Kyuhyun dan dua orang anak laki-laki berusai sepuluh tahunan. Seorang anak dengan rambut kecoklatan diyakini Sungmin adalah Kyuhyun.

"Itu orang tua angkat dan kakak angkatku, mereka yang mengasuhku ketika kedua orangtuaku tewas karena kecelakaan pesawat."

Suara yang muncul tiba-tiba di belakangnya itu membuat Sungmin terlonjak kaget, membalikkan badan, dan langsung menabrak tubuh kokoh yang berdiri di belakangnya.

Kyuhyun langsung memegang kedua pundak Sungmin, menjaganya agar tidak terjatuh. "Maaf aku mengejutkanmu," gumamnya datar.

Sungmin mengangguk, mundur menjauh, melepaskan diri dari pegangan Kyuhyun. "Maaf.. Saya.. Saya lancang, saya melihat foto ini dan tertarik.."

Kyuhyun mengangkat bahu. "Tidak apa-apa, mereka adalah orang tua dan saudara yang ku sayangi. Meskipun aku tetap menggunakan nama asli keluargaku, mereka sudah seperti orang tua kandungku."

Sungmin tersenyum getir, setidaknya Kyuhyun lebih bahagia darinya. Lelaki itu kehilangan kedua orang tuanya tetapi tetap merasakan kasih sayang dari orang tua barunya. Sedangkan dia? Ibunya masih hidup, tetapi sang ibu sama sekali tidak mau repot-repot mengurusi kehidupannya.

Omong-omong tentang ibunya… Dimana Soonkyu? Sungmin mengedarkan pandangan ke balik punggung Kyuhyun tetapi Kyuhyun memang datang sendirian.

"Soonkyu menunggu di ruang makan, aku memanggilmu untuk makan siang bersama," gumam Kyuhyun, menyadari kebingungan Sungmin, lalu membalikkan tubuh, "Ayo, kita keruang makan."

Mau tak mau Sungmin mengikuti Kyuhyun melangkah ke ruang makan, lelaki itu lalu melambatkan langkahnya sehingga bisa berjalan berjejeran dengan Sungmin.

"Senang tadi?"

"Apa?" Sungmin terlalu kaget mendengar pertanyaan Kyuhyun yang tiba-tiba sehingga tidak mencerna kata-kata lelaki itu.

Kyuhyun tersenyum tipis. "Di antara buku-buku itu…"

"Oh iya," jawab Sungmin buru-buru. "Saya menemukan banyak buku-buku edisi asli yang sekarang sudah sulit di temukan.. Tadi saya terlalu asik membaca dan bahkan sempat ketiduran," pipi Sungmin merona.

Kyuhyun menoleh dan menatap Sungmin. "Tapi tidak ada sesuatu yang aneh terjadi padamu kan?"

Sungmin termangu, pertanyaan macam apa itu? "Aneh?" ulangnya bingung.

Kyuhyun mengalihkan tatapannya.

"Sudahlah, lupakan." Lelaki itu lalu melangkah mendahului Sungmin. Meninggalkan Sungmin termangu kebingungan.

Aneh? Apa maksud Kyuhyun?

.

.

Tengah malam dan ruangan itu gelap gulita. Kyuhyun memasuki ruang kerjanya dan menghempaskan jasnya dikursi dengan jengkel. Rencananya berhasil tentu saja.. dia sudah berhasil membujuk Soonkyu dan Sungmin menginap dirumahnya selama akhir pekan ini.

Yang tidak diduganya adalah sikap pantang menyerah Soonkyu. Begitu Sungmin berpamitan untuk tidur di kamarnya, Soonkyu langsung berusaha mati-matian untuk merayunya. Perempuan itu terang-terangan menunjukkan kalau dia tidak keberatan tidur bersama Kyuhyun sebelum pernikahan mereka.

Tentu saja rayuannya tidak berhasil. Kyuhyun menggunakan alasan kelelahan untuk mengusir Soonkyu agar kembali kekamarnya sendiri. Dia memang lelah, tapi seandainya dia tidak lelahpun, dia tidak pernah berminat tidur dengan Soonkyu.

Bukan Soonkyu yang diinginkannya…

"Sampai kapan kau tahan dengan wanita murahan itu?" suara itu terdengar begitu sinis penuh ejekan. Dan Kyuhyun langsung berhadapan dengan sosok di kegelapan yang menatapnya.

"Bukan urusanmu," balas Kyuhyun dingin, "Lagipula, bukan saatnya membahas tentang Soonkyu, aku meminta penjelasanmu tentang apa yang kau lakukan pada Sungmin siang tadi."

Sosok di kegelapan itu tertawa mengejek, sengaja membuat Kyuhyun marah.

"Kau tidak bisa menyalahkanku, aku sudah menanti begitu lama untuk melihatnya," sanggahnya tidak peduli.

"Kau tidak Cuma melihatnya, kau menciumnya," geram Kyuhyun marah. "Kau benar-benar tidak punya otak ya?"

"Aku memang tidak punya otak. Kau selalu bilang aku lebih mirip binatang," sosok di kegelapan itu mengacuhkan Kyuhyun. "Aku menginginkan Sungmin, jadi aku akan memilikinya, sesederhana itu."

"Kau harus menunggu sampai rencanaku membuahkan hasil!" sela Kyuhyun tak sabar.

Lagi, sebuah tawa mengejek menggema di ruangan yang gelap pekat itu. "Kau bilang itu rencana? Merayu ibu gadis itu untuk kau nikahi? Kau bilang itu rencana? Kau tahu tidak, aku harus menahan jijik ketika melihat kau harus mencium perempuan murahan itu, berpura-pura menikmati cumbuannya,"sosok dikegelapan itu menyeringai marah. "Soonkyu adalah perempuan murahan yang menjijikkan, membayangkan dia ada di rumah ini membuatku muak."

"Kau harus tahan. Rencanaku ini sudah berhasil mengiring Sungmin masuk kerumah ini."

"Lalu bagaimana kau menyingkirkan Soonkyu? Kau harus segera melakukan sesuatu Kyuhyun sebelum aku mulai kehilangan kesabaran, cara Soonkyu meremehkan dan menghina Sungmin secara tersirat seharian ini benar-benar mengusik kemarahanku. Dan kau tahukan bagaimana kalau aku marah?" sosok di kegelapan itu mulai terlihat mengancam.

Kyuhyun mengernyitkan kening. "Takkan ku izinkan kau bertindak semaumu sendiri."

"Kalau begitu sebaiknya rencanamu segera membuahkan hasil! Kau tahu sendiri kan akibatnya kalau aku sampai turun tangan? Aku tidak suka ada yang menyakiti gadisku, aku akan melakukan apapun untuk membalaskannya."

"Sungmin bukan gadismu!"

"Dia akan menjadi gadisku, milikku. Aku sudah mengatakan janji itu. Sungmin adalah milikku," sosok di kegelapan itu berucap penuh keyakinan.

Kyuhyun menggeram marah. "Kau harus menunggu. Aku tidak mau kau berbuat seperti siang tadi, mendatangi Sungmin dan menciumnya, menciumnya! Apa kau sadar semuanya akan berantakan kalau saat itu Sungmin terbangun?"

Sosok di kegelapan itu terkekeh. "Aku hanya mengucapkan selamat datang"

"Kalau begitu jangan sampai kau ulangi lagi. Biarkan aku menangani semuanya dulu. Setiap kau ikut campur hasilnya malah berantakan karena kau mahluk kejam yang tidak pernah memakai perasaan. Aku tidak mau terpaksa menyembunyikan kejahatanmu lagi, mengerti? Jadi tahan dirimu." Geram Kyuhyun mengancam.

Sosok di kegelapan itu mengangkat bahu. "Baik. Aku akan kembali ketempatku, duduk di kegelepan dan mengamati semuanya dalam diam. Tapi kesabaranku ada batasnya Kyuhyun, kau tahu itu kan? Kau pasti tahu apa yang akan terjadi kalau aku kehilangan kesabaran."

Kyuhyun mengernyit mendengar kekejaman yang tidak disembunyikan itu, lalu memegang pangkal hidungnya yang terasa nyeri.

Ini harus segera di selesaikan. Segera! Sebelum dia, makhluk kejam itu turun tangan dan mengacaukan semuanya…

.

.

Meskipun sudah berjanji pada Kyuhyun untuk menahan diri, dia tetap saja mendatangi Sungmin di kamarnya.

Kyuhyun bisa marah, nanti. Tapi dia tidak peduli. Bagaimana mungkin dia tahan berdiam diri begitu saja saat gadis yang sudah ditunggu-tunggunya sekian lama sekarang ada dirumah yang sama dengannya?

Dia berdiri di sudut ranjang, mengamati Sungmin yang tertidur pulas seperti bayi.

Sejenak kemarahan menyelimuti hatinya.

Sampai kapan dia hanya bisa melihat Sungmin di saat gadis itu sedang tertidur?

Kyuhyun harus cepat. Mereka sudah sepakat tentang Sungmin, padahal jarang sekali mereka berdua sepakat. Dia dan Kyuhyun bertolak belakang dalam segala hal.

Kyuhyun cenderung baik hati dan menggunakan cara-cara pintar untuk meraih tujuannya, sedangkan dia selalu menggunakan cara-cara licik. Licik, bukan pintar –untuk mendapatkan apapun yang dia inginkan. Dan seperti yang Kyuhyun katakana tadi, dia sangat kejam.

Tapi Sungmin adalah gadis yang sudah menyentuh perasaannya. Mungkin gadis itu sudah melupakannya, bahkan mungkin gadis itu tidak menyadarinya, tapi kejadian dua belas tahun lalu itu tidak akan pernah dilupakannya. Pertemuan pertamanya dengan Sungmin sekaligus hari di mana dia memutuskan akan memiliki Sungmin.

Kyuhyun harus memaklumi ketidaksabarannya. Dia sudah menunggu selama dua belas tahun. Menunggu dan menunggu sampai Sungmin siap menjadi miliknya.. dan sekarang gadis itu ada di depan matanya.

Dia mendekat, tangannya menyentuh pipi Sungmin lembut. Sungmin bergeming, masih pulas, tidak menyadari ada sosok yang mengamatinya lekat di tepi ranjangnya.

"Kau milikku Sungmin, jangan lupakan itu."

TBC

.

.

Chapter 2 selesai.

Sudah paham kah dengan alur ceritanya?

Next chap saya akan bongkar kejadian dua belas tahun lalu yang menghubungkan Sungmin dengan 'sosok di kegelapan'.

Kalian juga akan mengetahui siapa sebenarnya 'sosok di kegelepan' itu di chapter depan…

Tinggalkan review dan jangan jadi silent rider jika berharap ff ini update kilat..

Pay.. pay..

Kim Ah Reum