Sebuah Remake dari novel karya Shanti Agatha dengan judul From The Darkest Side
.
Disclaimer
Ide cerita dan sebagian besar cerita diambil dari novel aslinya dengan penambahan dan pengurangan seperlunya.
.
Title :
From The Darkest Side
Cast :
Cho Kyuhyun as Namja
Lee Sungmin as Yeoja
Marcus Cho as Namja
And other cast
Warning :
GS, Typos, de el el
.
.
Chapter 4
Ruang makan itu kosong. Sarapan hangat sudah di siapkan di meja, dan belum tersentuh sedikitpun.
Sungmin mengernyit, tadi Kyuhyun mengatakan akan menunggunya sarapan, tapi kenapa ruangan ini kosong? Lagipula dimana ibunya?
"Kau cantik sekali."
Sekali lagi, suara itu mengejutkan Sungmin hingga gadis itu langsung memutar badannya, dia behadapan dengan Kyuhyun yang baru memasuki ruangan.
Kyuhyun berhenti dan menatap lekat-lekat ke arah Sungmin, dari ujung kepala sampai ujung kakinya.
"Ah, maaf, sekali lagi aku mengejutkanmu." Kyuhyun tersenyum, "Baju itu cocok untukmu." Sambungnya.
Sungmin menundukan kepalanya. "Te… Terimakasih," gumamnya pelan lalu menengok ke arah pintu. Tidak ada tanda-tanda kehadiran Soonkyu di sana.
"Soonkyu tidak pernah sarapan, dia terbiasa bangun siang, kesibukannya sebagai artis sudah mengubah pola tidurnya," gumam Kyuhyun tenang. Lalu mendahului Sungmin ke meja makan, "Duduklah, kita sarapan, banyak yang ingin ku tanyakan kepadamu."
Dengan patuh Sungmin duduk, aura lelaki ini berubah. Kali ini aura berwibawa dan penuh charisma, bukan aura menakutkan seperti tadi pagi.
Mereka menyantap sarapan dalam diam sampai Kyuhyun membuka percakapan. "Selama ini kau dirawat oleh kakek dan nenekmu?"
Sungmin mengerjab mendengar pertanyaan itu, "Iya.. Soonkyu terlalu muda ketika melahirkan saya. Jadi haraboeji dan halmoeni mengambil alih tugas untuk membesarkan saya," Sungmin tersenyum, membayangkan kakek neneknya. "Saya tidak menyesalinya, mereka pengganti orangtua yang terbaik."
Kyuhyun ikut tersenyum lembut melihat ekspersi Sungmin. "Kau pasti sangat menyayangi mereka."
Sungmin mengangguk. "Tentu saja."
"Kenapa kau memanggil ibumu dengan Soonkyu? Kenapa bukan Eomma atau Mommy? Kyuhyun bertanya cepat, membuat tangan Sungmin yang sedang mengarahkan sendok ke mulutnya membeku, pengalihan topic pembicaraan secara mendadak itu sejenak membuat Sungmin terpaku bingung, tetapi dia segera menemukan jawaban.
"Ah… mungkin karena saya kurang begitu dekat dengannya. Anda tahu, kami jarang bertemu, dan usia kami cukup dekat hingga rasanya aneh kalau saya memanggilnya Eomma," Sungmin berbohong, dan entah kenapa dia merasa kalau Kyuhyun tahu bahwa Sungmin berbohong.
"Anak baik." Gumam Kyuhyun sambil menyesap kopinya, tapi matanya menatap lekat kearah Sungmin, "Kau melindungi ibumu meskipun ibumu sama sekali tidak peduli padamu. Aku tahu kalau Soonkyu tidak mau di panggil Eomma olehmu, dia tak mau terdengar begitu tua karena ada gadis seumurmu memanggilnya dengan sebutan ibu," Kyuhyun langsung melemparkan kebenaran telak itu di hadapan Sungmin. Membuat gadis itu tidak mempu berkata apa-apa.
"Katakan," sambung Kyuhyun sambil meletakkan cangkir kopinya, "Apakah kau menyayangi ibumu?"
Sungmin mengangguk. "Tentu saja, meskipun kami tidak terlalu akrab. Dia tetap ibu saya."
Wajah Kyuhyun tampak datar mendengar jawaban itu, "Lalu, kalau misalnya terjadi sesuatu pada ibumu, akankah kau merasa sedih?"
Sungmin mengernyit. Sekali lagi laki-laki di depannya ini melemparkan pertanyaan yang begitu aneh.
"Tentu saja," jawabnya langsung.
Kyuhyun terdiam, tampak berpikir,lalu menarik napas. "Apapun yang terjadi nanti, kau harus tahu bahwa kesedihanmu adalah hal terakhr yang ku inginkan." Gumamnya pelan. Lalu melanjutkan sarapannya dalam keheningan.
Sementara itu di ujung meja yang satunya Sungmin sibuk berpikir, menelaah semuanya, pertanyaan-pertanyaan Kyuhyun benar-benar membuatnya kebingungan, dan kalimat terakhir Kyuhyun tadi… apa maksudnya?
.
.
Soonkyu terbangun hampir menjelang siang, dia segera mandi dan berdandan secantik mungkin. Hatinya berbunga-bunga. Matanya memandang sekeliling kamarnya, kamar ini mewah, bukan yang terbaik memang, Soonkyu mendengus, tapi kemudian segera tersenyum lagi.
Sebentar lagi. Dia hanya harus bersabar sebentar lagi, lalu dia akan menempati kamar terbaik di rumah ini, kamar Kyuhyun.
Seulas senyum puas tersungging dibibirnya, membayangkan masa depannya nanti. Hidupnya akan di penuhi kemewahan, dan suaminya nanti… Soonkyu menyeringai di cermin, suaminya adalah lelaki yang akan membuat wanita-wanita lain mati karena cemburu pada keberuntungannya.
Kyuhyun adalah calon suami paling potensial untuknya, dia melihat lelaki itu dalam acara amal yang kebetulan mengundang Soonkyu sebagai artis pengisi acara disana. Saat melihat Kyuhyun pertama kalinya, Soonkyu langsung terpesona dan memutuskan untuk mencoba merayu.
Ternyata perasaannya tidak bertepuk sebelah tangan, Kyuhyun juga tertarik kepadanya, dan tiga bulan setelah mereka menjalin hubungan, lelaki itu melamarnya. Tentu saja Soonkyu tidak menolak. Hanya wanita bodoh yang akan menolak lamaran lelaki seperti Kyuhyun.
Well….
Cuma ada satu permasalahan, Kyuhyun selalu menolak tidur dengannya, padahal Soonkyu sudah jelas-jelas memberikan isyarat bersedia lebih dari sekedar bercumbu secara panas. Lagipula, bagi Soonkyu, jika mereka tidur bersama, ikatan mereka bisa lebih kuat.
Soonkyu perlu memastikan bahwa Kyuhun tidak akan meninggalkannya sampai ikatan mereka sah dalam pernikahan nanti. Tapi Kyuhyun benar-benar tak tergoyahkan, lelaki itu hanya mencumbu Soonkyu dengan keahliannya yang membuat Soonkyu hampir gila, tetapi selalu mundur ketika hampir melewati batas.
Malam ini aku harus berhasil mengajaknya tidur deganku.
Soonkyu bukan orang suci, dan dia tidak pernah berpura-pura sebagai orang suci. Reputasinya sebagai aktris penuh dengan skandal dan gossip perselingkuhan, tujuh tahun sejak kebodohannya yang melahirkan seorang anak yang sama sekali tidak diinginkannya, dia menikah lagi dengan seorang pejabat kaya yang kemudian di ceraikannya setelah dua tahun pernikahannya. Perceraian menghebohkan karena marak dengan spekulasi perselingkuhan dan tuduhan-tuduhan lainnya. Soonkyu mengerucutkan bibirnya yang indah, waktu itu dia memang selingkuh. Yah suaminya waktu itu sudah tua sedangkan dia masih muda dan cantik, jadi wajar-wajar saja kan kalau dia selingkuh?
Setelah perceraiannya itu, dia hidup dengan bebas dan bahagia. Sampai dia bertemu Kyuhyun, pria yang akan mewujudkan seluruh impiannya untuk menjadi ratu yang akan membuat iri semua orang.
Setelah mengenakan gaun merahnya yang paling sexy, Soonkyu melangkah keluar kamar dan melalui lorong yang sepi untuk mencari Kyuhyun.
Kyuhyun pasti akan terpesona dengan kecantikanku.
Senyum Soonkyu makin membuncah penuh percaya diri. Dengan langkahnya yang gemulai dia melawati lorong rumah mewah itu menuju ruang kerja Kyuhyun.
"….harus menyiapkan yang terbaik untuk nona Sungmin."
Langkah Soonkyu langsung terhenti mendengar suara itu.
"Itu instruksi langsung dari Kyuhyun Sajangnim, semua harus yang terbaik untuk nona Sungmin. Apakah kiriman sepatu-sepatu dan perhiasan yang di pesan kemarin sudah datang?"
Suara itu… Soonkyu mengernyit, itu suara Yesung, kepala pelayan di rumah ini. Tapi apa Soonkyu tidak salah dengar? Yang terbaik untuk Sungmin? Sungmin? Apa jangan-jangan kepala pelayan ini tertukar nama antara dia dengan Sungmin?
Huh! Kalau begitu kepala pelayan bodoh ini harus menerima ganjarannya. Dia akan melaporkan hal ini pada Kyuhyun dan memastikan Yesung di pecat! Enak saja menyebut dirinya dengan nama Sungmin.
Dan apa yang dia dengar tadi? Sepatu-sepatu dan perhiasan? Soonkyu langsung tersenyum lebar, lupa akan rencananya untuk mengadukan Yesung kepada Kyuhyun, calon suaminya pasti berniat untuk memberinya kejutan! Kyuhyun memang benar-benar mencintainya.
Dengan senyum lebar, otak Soonkyu berputar… Dia punya rencana. Dia harus membuat Kyuhyun lebih mencintainya lagi sehingga tidak bisa hidup tanpanya, malam nanti, dia akan menyusup ke kamar Kyuhyun dengan gaun malam sexy dan menyerahkan dirinya. Kyuhyun pasti tidak akan menolak lagi. Tidak pernah ada yang menolak pesona Soonkyu sebelumnya.
.
.
Soonkyu mematut dirinya di cermin terakhir kali sebelum melangkah keluar kamar, mau tak mau dia mengagumi kecantikannya sendiri, rambutnya yang di warnai kemerahan oleh salon ternama tergerai panjang dan berkilauan indah, kulitnya yang sangat halus bagai sutera –hasil perawatan salon ternama- tampak bercahaya dan lembut.
Wajahnya sangat cantik, semua orang mengakuinya. Di usianya yang ke 36, Soonkyu telah mencapai puncak sebagai wanita matang dan percaya diri. Dia sudah berpengalaman menaklukkan hati lelaki, dan malam ini dia bertekad menaklukkan Kyuhyun.
Setelah mengenakan jubah kamar tipisnya, pelengkap gaun tidurnya yang sexy, Soonkyu melangkah keluar kamar diam-diam. Saat itu tengah malam, lorong itu bercahaya temaram, dan dengan senyum sensual, membayangkan apa yang akan terjadi nanti, soonkyu melangkah menuju kamar Kyuhyun.
Diketuknya kamar itu pelan, tidak ada jawaban. Dengan ragu Soonkyu memegang handle pintu dan mencoba membukanya. Tidak di kunci.
Apakah Kyuhyun masih di ruang kerjanya?
Pikiran itu membuat Soonkyu tersenyum. kalau begitu kejutannya akan berjalan sempurna. Dia akan berbaring di ranjang dengan pose sexy, dan ketika Kyuhyun memasuki kamar lalu melihatnya, pasti akan senang sekali.
Soonkyu masuk ke dalam kamar Kyuhyun, lalu menutup pintu di belakangnya. Kamar itu gelap dan temaram, Soonkyu mengernyit menyadari bahwa ini pertama kalinya dia memasuki kamar calon suaminya.
Diedarkannya pandangannya ke sekeliling ruangan. Kamar ini luas, mewah dan indah. Tetapi terlalu 'laki-laki'.
Soonkyu mencibir, begitu mereka menikah nanti, hal pertama yang harus dilakukannya adalah mendekor ulang kamar ini. Karpet Persia mahal warna emas akan dipasangnya di lantai untuk mengganti karpet bulu warna abu-abu yang sekarang di injaknya. Dia pasti akan mendekor ulang kamar ini hingga tampak seperti kamar raja dan ratu.
Dengan puas soonkyu melangkah mengelilingi ruangan, memikirkan perubahan-perubahan apa yang akan di lakukannya. Sampai ketika dia melangkah ke meja kayu di samping ranjang Kyuhyun. Langkahnya terhenti.
Tumpukan album foto?
Tertarik, soonkyu membuka album foto yang sangat tebal itu. Ada kira-kira delapan album foto disana, dengan sampul kulit yang sangat tebal dan berukuran besar.
Dan foto-foto yang ada di dalamnya membuat soonkyu ternganga.
Album foto itu penuh dengan gambar-gambar Sungmin! Ada Sungmin yang sedang berjalan di trotoar sambil membawa keranjang belanjaan, sungmin yang sedang duduk dan minum teh di sebuah rumah makan, Sungmin yang sedang menyapu di depan rumah, Sungmin yang sedang bercakap-cakap dengan seorang ibu setengah baya di tepi jalan.
Soonkyu membuka semua album foto itu dan wajahnya langsung pucat pasi.
Delapan album foto itu semuanya berisi foto Sungmin sejak dia masih kanak-kanak sampai sekarang!
Ada apa ini? Kenapa Kyuhyun punya album foto seperti ini?
Tangan Soonkyu mulai gemetaran.
Dan tiba-tiba saja suara itu terdengar di belakangnya. "Ada yang bilang, kalau kau lancang memasuki territorial terlarang seseorang karena rasa ingin tahu yang berlebihan, maka keingintahuanmu itu bisa membunuhmu."
TBC
.
.
Chapter 4 selesai…
Terima kasih banyak untuk semua yang bersedia meninggalkan jejak dari chap pertama sampai cap ketiga kemarin. Maaf saya tidak bisa membalasnya satu-satu, tapi semua jejak dari kalian selalu saya baca dan saya hargai itu. Terima kasih.
Saya akan usahakan untuk bisa publish chapter 5 sebelum ramadhan. Benar-benar akan saya usahakan. Tapi mohon maaf jika tidak terpenuhi.
Tetap tinggalkan jejak ya…
Sampai jumpa.
Pay.. Pay..
Kim Ah Reum
