Sebuah Remake dari novel karya Shanti Agatha dengan judul From The Darkest Side

.

Disclaimer

Ide cerita dan sebagian besar cerita diambil dari novel aslinya dengan penambahan dan pengurangan seperlunya.

.

Title :

From The Darkest Side

Cast :

Cho Kyuhyun as Namja

Lee Sungmin as Yeoja

Marcus Cho as Namja

And other cast

Warning :

GS, Typos, de el el

Chapter 5

Delapan album foto itu semuanya berisi foto Sungmin sejak dia masih kanak-kanak sampai sekarang!

Ada apa ini? Kenapa Kyuhyun punya album foto seperti ini?

Tangan Soonkyu mulai gemetaran.

Dan tiba-tiba saja suara itu terdengar di belakangnya. "Ada yang bilang, kalau kau lancang memasuki territorial terlarang seseorang karena rasa ingin tahu yang berlebihan, maka keingintahuanmu itu bisa membunuhmu."

Suara itu begitu dingin, berbisik seperti dihembuskan angin, tapi seperti petir di telinga Soonkyu. Dia begitu terperanjat hingga menjatuhkan salah satu album foto itu ke lantai dengan suara berdebum keras.

Kyuhyun ada disana, muncul begitu saja dari kegelapan, matanya menatap Soonkyu lalu beralih ke album foto yang tergelat di lantai, wajahnya tampak tidak senang.

"Sebelum kita berbicara," suaranya lembut mengalir, "Maukah kau ambil album foto di lantai itu dan meletakkannya kembali di meja, sayang?"

Menakutkan…

Itulah pikiran pertama yang terlintas di pikiran Soonkyu ketika mendengarkan suara Kyuhyun. Suara itu biasa saja, diucapkan dengan sangat lembut, tetapi entah kenapa terasa menakutkan…

Kyuhyun bilang apa tadi? Ah ya! Album foto…

Dengan sedikit gemetar, Soonkyu mengambil album foto itu dan meletakkannya kembali di meja.

Kyuhyun tersenyum puas melihatnya.

"Kyuhyun… Apa maksud semua ini? Kenapa kau…"

"Ssttt…" masih tetap tersenyum Kyuhyun meletakkan telunjuk di bibirnya sendiri, memintanya untuk berhenti bersuara, "Saat aku bilang kita akan berbicara, berarti aku yang akan berbicara, bukan kau sayang."

Bibir Soonkyu gemetar, gelisah dan bulu kuduknya tetap merinding. Kenapa Kyuhyun terasa berbeda? Padahal di matanya penampilan Kyuhyun tampak sama, begitu tampan, tetapi lelaki ini terlalu penuh senyum, senyum yang aneh.. sedikit keji, dan auranya begitu berbeda.

"Bertanya-tanya ya Soonkyu sayang?" Kyuhyun terkekeh pelan.

Soonkyu menggeleng, lalu mengangguk, kebingungan, membelalakkan matanya dan mencoba membuka mulut untuk bersuara.

"SSttt…" Kyuhyun meletakkan telunjuk di bibirnya lagi, "Kita tidak mau membangunkan seisi rumah kan? Ini sudah tengah malam." Suara Kyuhyun berbisik, matanya penuh canda, seperti anak kecil yang mengajak temannya berkompromi melakukan suatu kenakalan rahasia.

Mau tak mau Soonkyu menahan suaranya, menunggu. Suasananya begitu menekan, menakutkan, sementara Kyuhyun terus berdiri di situ menatapnya dengan senyum manisnya yang terlalu manis.

"Sebenarnya ini di luar rencana… Aku tidak ingin melakukan semua secepat ini," lelaki itu melirik album foto di meja kayu itu, "Kyuhyun akan marah, tapi seperti kubilang tadi, ketika rasa ingin tahumu membawamu memasuki territorial terlarang… Kau… bisa… terbunuh," kata-kata terakhir itu diucapkan dengan penuh penekanan.

Soonkyu mengernyit, Kyuhyun akan marah? Apa maksudnya? Bukankah lelaki yang sedang berbicara dengannya ini adalah Kyuhyun? Apa maksud kata-kata Kyuhyun tadi? Soonkyu mencoba mencerna, tetapi otaknya yang gelisah tidak tidak bisa diajak berpikir.

"Kita harus memikirkan sesuatu, jalan keluar dari permasalahn ini," Kyuhyun bersedekap. Pura-pura serius, "Kita bisa memakai pisau… tapi darahnya terlalu banyak, dan aku sedang tidak ingin repot-repot membersihkan darah yang berceceran… Lagipula aku harus menggali lubang untuk mengubur mayat di belakang… hmmm.. tidak, pisau terlalu merepotkan.. Harus memakai cara lain." Dahi Kyuhyun berkerut seolah berpikir, "Harus di buat seperti kecelakaan…" tiba-tiba Kyuhyun menatap tajam ke arah Soonkyu sambil tersenyum, lalu melangkah maju mendekati Soonkyu.

Otomatis Soonkyu melangkah mundur, tapi terhenti karena menabrak meja di belakangnya.

"Bagaimana Soonkyu? Aku mendapat ide yang bagus… kecelakaan dengan tersetrum di dalam bath-tub sepertinya menyenangkan, tidak ada darah, paling cuma sedikit kesakitan… Tapi aku harus merelakan bath-tub di salah satu kamarku tidak dipakai selamanya," dahi Kyuhyun berkerut seperti tidak senang – karena bath-tub nya tidak akan bisa dipakai selamanya? – lalu dia tersenyum lebar seperti mendapatkan ide cemerlang, "Ah… ya… aku tahu, jatuh dari tangga… Rasa sakitnya sedikit, paling hanya kesakitan ketika tangan atau kaki patah… dan ketika kepala menyentuh lantai dengan keras… tidak ada kesakitan lagi karena nyawa langsung melayang, kita harus berharap nyawa langsung melayang karena kalau tidak kesakitannya akan tidak tertahankan. Hmm… banyak darah mungkin, tapi aku bisa mengatasinya…"

"Kyuhyun… kau sedang bicara apa?" suara Soonkyu terdengar berbisik, sedikit tercekik di tenggorokan karena ngeri. Kata-kata Kyuhyun yang panjang dan lebar itu begitu mengerikan, dan tidak ada korelasinya dengan apa yang seharusnya mareka bicarakan!

Kyuhyun menatap langsung ke mata Soonkyu, makin mendekat, senyum tidak pernah hilang dari bibirnya.

"Membicarakan apa katamu? Soonkyu, kau ini bodoh atau apa?" Lelaki itu menggeleng-gelengkan kepalanya, berpura-pura kebingungan, "Aku maklum, semua artis biasanya bodoh."

Kyuhyun sudah berdiri satu langkah tepat di depan Soonkyu, tangannya terulur meraih pipi Soonkyu dan mengusapnya lembut. "Ah… Soonkyu sayang, tentu saja aku sedang membicarkan cara kematianmu."

Wajah Soonkyu pucat pasi, shock…

"Apa?"

"Hmmm," Kyuhyun mengeleng-gelengkan kepalanya dengan dahi berkerut seperti sedang memarahi anak kecil. "Kau sudah mendengarnya dengan jelas tadi, aku tidak mau mengulang lagi sayang."

"Kyuhyun," Soonkyu mulai merengek, kalau saat ini Kyuhyun sedang bercanda, maka candanya sudah keterlaluan. Jantung Soonkyu seperti mau meledak karena ketakutan.

"Kyuhyun," lelaki itu menirukan rengekan Soonkyu dengan nada mengejek. "Panggil saja nama itu terus, tidak akan berhasil, kau sedang tidak beruntung sayang, karena sekarang kau harus berhadapan denganku." Gumam Kyuhyun misterius.

Entah karena tatapan Kyuhyun yang keji, entah karena nada suara Kyuhyun, detik itulah Soonkyu sadar kalau Kyuhyun tidak main-main, lelaki ini benar-benar akan membunuhnya!

Soonkyu berusaha melangkah dan berlari, tapi dengan mudah Kyuhyun menahannya, tiba-tiba Soonkyu menyadari ada sesuatu yang berkilat di tangan kiri Kyuhyun, itu… sebuah pisau!

"Well yah… ini memang pisau, kalau kau bertanya-tanya." Kyuhyun mengangkat pisau yang kelihatan sangat tajam itu kedepan wajah Soonkyu, membuat Soonkyu memejamkan matanya dengan ngeri. "Kalau kau mencoba mengusik kemarahanku, aku terpaksa menggunakan pisau ini… bukan masalah karena pada akhirnya kau akan mati juga… tapi kau tahu tidak," senyum Kyuhyun tampak lambat-lambat dan puas, "Tertusuk dengan pisau rasanya sangat menyakitkan…" mata Kyuhyun berkilat-kilat senang. "Pada awalnya, ketika perutmu tertusuk oleh pisau ini, tidak akan terasa sakit… tapi ketika aku mencabutnya, mungkin sambil membawa sebagian organ dalammu keluar… sakitnya tidak akan tertahankan… tapi tentu saja aku tidak akan berhenti sampai di situ, aku akan menghujamkannya lagi, mencabutnya lagi… terus menghujamkan dan mencabut pisau itu berkali-kali… dan ketika aku selesai, percayalah… kau akan lebih memilih jatuh dari tangga."

Seluruh tubuh Soonkyu gemetar oleh rasa ngeri mendengar penjalasan gila Kyuhyun itu.

"Kau tidak akan berani melakukan itu! Polisi… polisi akan…"

"Oh, apa aku lupa bilang soal mengubur mayat di kebun belakangku yang begitu luas?"

Wajah Soonkyu pucat pasi. "Kalau aku menghilang begitu saja, polisi akan mencariku!" soonkyu mencoba mengancam.

"Aku punya banyak koneksi untuk mencegah hal-hal semacam itu terjadi, sedikit uang disana sini, dan kau akan berakhir dengan cerita, "Artis Lee Soonkyu kabur keluar negeri setelah meninggalkan calon suaminya yang kaya raya sebelum pernikahan mereka, dan membawa kabur koleksi perhiasan yang tak ternilai harganya dari rumah calon suaminya itu," kyuhyun mengernyit. "Meskipun kalau memang harus terjadi seperti itu, nantinya akan sedikit merepotkanku… oleh karena itu demi kebaikan kita, sebaiknya kita lebih memilih 'tangga'" senyum mempesona Kyuhyun muncul lagi, "Bukankah kau harus berterima kasih karena aku begitu baik hati?"

Wajah Soonkyu pucat pasi, "Berterimakasih?" Apa maksud Kyuhyun? Pria ini tersenyum begitu manis tapi tatapannya begitu keji seperti orang gila, dan Soonkyu yakin Kyuhyun tidak segan-segan melakukan apapun tadi itu yang dideskripsikannya dengan begitu mengerikan.

"Kyuhyun," air mata mulai muncul di sudut mata Soonkyu mengalir melewati pipinya, "Aku tidak tahu apa yang terjadi, tapi kau menakutiku… ada apa ini sebenarnya?"

Dengan santai, Kyuhyun mengambil dasinya, lalu mengikatnya di bibir Soonkyu yang lunglai pasrah di bungkam mulutnya. Bagaimana mungkin dia berani berontak kalau pisau tajam yang berkilauan itu teracung-acung di mukanya?

Kyuhyun mengamati hasil ikatannya, tersenyum puas melihat Soonkyu tidak bisa berbicara, kelihatan senang melihat air mata mengalir di pipi Soonkyu.

"Hmm… Karena kau tidak mau berterima kasih, lebih baik aku mengikat mulutmu, dengan begitu kau tidak perlu berbicara, aku muak mendengar suaramu, kau tahu itu? Aksen mendesahmu yang dibuat-buat itu menjijikkan di telingaku, kau pikir kau seksi sekali ya?" Kyuhyun mencibir, dan berbisik di telinga Soonkyu," Lagipula aku tidak suka kau memanggilku dengan nama Kyuhyun… kau bisa memanggilku dengan nama Marcus, sayang…" lelaki itu dengan lembut mengusap air mata yang mengalir di pipi Soonkyu. Mata Soonkyu membelalak, bingung dengan perkataan Kyuhyun barusan, "Aahh kasihan… kau ketakutan sekali ya? Aku tak bermaksud membuatmu begitu ketakutan… tapi kau tahu aku memang terlalu banyak bicara kalau sedang senang, maafkan aku ya?" dengan lembut Kyuhyun mengecup dahi Soonkyu, lalu mendorong Soonkyu pelan-pelan keluar ruangan, menempelkan pisau yang dingin dan keras itu di pinggangnya.

Mereka melewati lorong-lorong remang-remang itu, dan Soonkyu berdoa sepenuh hati, mengedarkan pandangannya ke sekeliling dengan gelisah dan ketakutan.

Kumohon! siapa saja! Selamatkan aku!

Tapi doanya sia-sia, rumah itu begitu sepi dan senyap. Sampai mereka berdua berdiri di ujung tangga yang mengarah turun ke pintu utama di bawah.

"Ada kata terakhir?" kyuhyun terkekeh, "Aah.. aku lupa, mulutmu diikat ya?" dengan lembut Kyuhyun melepas ikatan mulut Soonkyu.

Saat ikatan di mulutnya terlepas, Soonkyu bertekad untuk berteriak sekeras-kerasnya, membangunkan seisi rumah ini, meminta pertolongan.

Tetapi dia baru membuka mulutnya ketika merasakan tubuhnya melayang ke bawah. Kyuhyun sudah mendorongnya!

Tubuhnya terlempar ke bawah melayang-layang sebentar, lalu terjatuh dengan keras. Bunyi tulang-tulang patah berderak terdengar di telinganya di sertai rasa sakit yang amat sangat. Bau anyir darah mulai tercium… terasa hangat dan nyeri menyebar tanpa henti dari belakang kepalanya.

Tapi tidak seperti kata Kyuhyun sebelumnya, rasa sakit itu tidak langsung lenyap, Soonkyu masih sadar! Dan rasa sakit yang menyerangnya sangat luar biasa sungguh tak tertahankan lagi… Soonkyu masih bisa mendengar langkah kaki Kyuhyun yang menuruni tangga pelan-pelan lalu membungkuk di atasnya.

"Ah… masih hidup?" Kyuhyun tersenyum, mengamati posisi Soonkyu yang terlentang dengan aneh, tangan dan kakinya tertekuk dengan posisi berlawan, patah dengan tulang mencuat di kedua sisi. Dan darah segar mengalir dari bagian belakang kepelanya, mulai menggenang membasahi rambutnya, "Soonkyu yang malang, sungguh tidak beruntung, kasihan sekali…" Kyuhyun menggeleng-gelengkan kepalanya pura-pura iba, lalu sekali lagi terkekeh sambil mengamati Soonkyu penuh rasa humor.

Soonkyu mencoba bicara, tapi hanya suara erangan yang terdengar dari tenggorokannya, dia terbatuk dan seketika itu juga darah segar menyembur dari mulutnya, menyembur tanpa henti, menyakitkan sekali… sampai kemudian telinganya berdenging, Soonkyu mencoba menatap Kyuhyun, mempertahankan kesadarannya, lelaki itu masih berdiri di sana, tersenyum manis, mengucapkan "adios" –selamat tinggal- dengan lembut… tetapi kemudian kegelapan itu mulai melingkupinya, menariknya ke dalam pusaran tak tertahankan… dan benar kata Kyuhyun tadi, semuanya hilang… semuanya lenyap…

.

.

Pagi itu di awali dengan teriakan histeris seorang pelayan, dan kemudian semuanya berjalan begitu membingungkan bagi Sungmin.

Dia terbangun karena teriakan itu, dan langsung keluar kamar, mencoba mencari tahu apa yang terjadi. Di pintu, dia berpapasan dengan Kyuhyun yang sepertinya terbangun juga oleh jeritan itu, bersama-sama dengan beberapa pelayan lain mereka melangkah ke arah jeritan dan keributan yang mulai terdengar.

"Apa-apaan ini?" Kyuhyun melangkah di depan Sungmin, jelas sekali jengkel dengan keributan yang mengganggu tidurnya, lalu di ujung tangga langkahnya mendadak terhenti hingga Sungmin menabrak punggungnya. "Oh Tuhan! Tidak…" Kyuhyun berusaha mencegah Sungmin menengok, "Jangan lihat."

Tapi Sungmin sudah terlanjur melihat… di bawah sana, di ujung paling bawah tangga, ibunya terlentang dengan posisi aneh. Tangan dan kakinya patah, mencuat kearah yang berlawanan, darah menggenang di belakang kepalanya, di mulutnya, di wajahnya, di dagunyahingga membasahi gaun tidur putihnya… dan matanya melotot… penuh dengan ketakutan…

Tubuh Sungmin langsung lunglai, hingga Kyuhyun harius menopangnya.

"Telepon polisi." Sungmin lamat-lamat mendengar suara Kyuhyun memberi perintah kepada beberapa pelayan yang mulai berkerumun. "Panggil dokter!" perintah Kyuhyun lagi… lalu kemudian kesadaran Sungmin menghilang.

.

.

Sungmin terbangun di kamarnya, dengan dokter membungkuk di atasnya, memeriksanya, tampak lega ketika melihat dia sadar.

"Dia sudah sadar Sajangnim"

Lalu Kyuhyun mendekat, tampak pucat dan cemas.

"Kau tidak apa-apa?" kecemasan tampak jelas di matanya, emosi pertama yang dilihat Sungmin dari Kyuhyun sejak perkenalan pertama mereka.

"Soonkyu…" suara Sungmin menghilang.

Kyuhyun menggenggam kedua tangan Sungmin, tampak sedih. "Aku menyesal Sungmin, aku sangat menyesal…. Aku tidak tahu mengapa semua ini bisa terjadi, polisi ada di bawah… dan menurut mereka Soonkyu terpeleset di tangga, mungkin dia mengantuk… aku…" suara Kyuhyun tampak tertelan, "Aku menyesal Sungmin."

Sungmin mengamati kesedihan di mata Kyuhyun dan air mata mengalir di matanya. Ibunya telah tiada. Seberapapun buruknya hubungan mereka berdua, Soonkyu tetap ibunya, dan Sungmin masih selalu menyimpan harapan kalau suatu saat nanti ibunya akan mencintainya. Sekarang Soonkyu teah tiada, dam harapan sungmin seolah-olah di padamkan dengan kejam.

Tangis Sungmin muncul, semula hanya isakan pelan, tapi makin lama makin keras tak tertahankan, dan Kyuhyun langsung memeluknya menenangkan. Mereka berdua berpelukan dalam kesedihan.

.

.

Kyuhyun melangkah memasuki kamarnya, letih. Sungmin sudah tidur, dokter terpaksa memberikan obat penenang karena Sungmin tidak henti-hentinya menangis.

Polisi sudah membawa jenazah Soonkyu ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut. Para pelayan langsung bergerak cepat dengan instruksi Yesung, karpet yang penuh darah langsung dig anti dan di simpan bersama barang-barang lain yang diminta untuk diserahkan kepada pihak kepolisian. Selain itu semuanya di bersihkan, barang-barang Soonkyu yang masih tersimpan di kamarnya di bereskan dan di kemas dalam satu kotak. Dalam sekejap rumah itu sudah tampak seperti semula, seolah-olah tidak ada yang mati beberapa saat lalu di sana.

Sedikit masalah dengan wartawan, Kyuhyun mengernyit. Mereka langsung berbondong-bondong mencoba mencari berita, seperti semut merubungi gula. Tapi pengamanan rumahnya yang ketat menyebabkan wartawan-wartawan itu hanya tertahan sampai pintu gerbang. Kyuhyun hanya mengizinkan wartawan yang memperolehkualifikasi dari kepolisian untuk meliput TKP.

Sekarang Kyuhyun berdiri di depan cermin mengamati wajahnya dengan tajam.

Sosok di cermin itu tersenyum kejam, sedikit mengejek, sosok Marcus..

"Bravo… acting yang sangat hebat Kyuhyun." Gumamnya lambat-lambat penuh tawa.

"Brengsek!" Kyuhyun memaki, tidak bisa menahan kemarahannya.

Marcus terkekeh, tidak mau repot-repot menyembunyikan kepuasannya. "Jangan marah-marah padaku, bukankah aku menolongmu? Kau kan tahu sendiri, kemarin Soonkyu melihat album foto yang penuh berisi foto-foto Sungmin sejak dia berusia delapan tahun sampai sekarang."

"Kau tidak perlu membunuhnya!" desis Kyuhyun geram.

Marcus mengangkat bahu, "Lalu apa yang harus kita lakukan untuk membungkam mulutnya? Kalau dia mencari tahu sedikit lebih dalam lagi, dia akan menemukan semuanya… maksudku, semuanya Kyuhyun… termasuk apa yang kita lakukan pada kakek dan nenek Sungmin, dan kau pikir apa yang akan terjadi kalau sampai Sungmin sampai tahu? Aku melepaskanmu dari kesulitan dengan mengambil jalan termudah, kau harusnya berterimakasih padaku." Gumam Marcus sombong.

Kyuhyun menatap geram pada bayangan di depannya, "Ralat kata-katamu! Kau bilang 'apa yang kita lakukan pada kakek dan nenek Sungmin?' kau yang melakukannya! Kau dengan kegilaanmu yang tak berperikemanusiaan, dan jangan seolah-olah kau menyelamatkanku! Kau hanya mencoba menyelamatkan dirimu sendiri!"

Senyum Marcus tak pudar juga meski dibentak seperti itu, malah semakin lebar, "Menyelamatkan kita berdua, ingat itu Kyuhyun, kita berdua." Gumamnya puas, membuat Kyuhyun kehabisan kata-kata. "Aku tidak berniat melakukan itu kepada kakek dan nenek Sungmin, tetapi dia mulai menyadari tentang kita dan hendak membawa Sungmin menjauh. Jadi aku harus menyingkirkannya.. mengenai nenek Sungmin… dia terlalu ingin tahu seperti Soonkyu, mengorek-ngorek informasi mengenai suaminya. Aku harus bertindak. Memangnya kau punya jalan lain?"

Kyuhyun terdiam mendengar pertanyaan Marcus, membuat tawa Marcus makin keras. "Lihat kan? Kau tidak bisa membantah… seharusnya kau berterimakasih padaku." Marcus terdiam menunggu.

Tapi Kyuhyun tak bergeming sehingga Marcus terkekeh lagi. "Ah, percuma mengharapkan terimakasih darimu." Tatapan Marcus berubah tajam ketika dia mulai berpikir. "Sekarang tanpa adanya Soonkyu, segalanya akan lebih mudah untuk mendapatkan gadisku."

"Dia bukan gadismu!" potong Kyuhyun marah.

Marcus menatap Kyuhyun penuh perhitungan, lalu tersenyum. "Cemburu Kyuhyun? Kau juga menginginkannya kan? Aku tahu itu, tak ada yang bisa kau sembunyikan dariku, aku bisa merasakannya, perasaan ingin memiliki ketika kau menatap Sungmin dari kejauhan…" tawa Marcus membahanan di ruangan itu. "Kita lihat saja nanti, akan jatuh cinta kepada siapa Sungmin. Kepadamu dengan kekakuanmu yang membosankan itu, atau kepadaku dengan segala pesonaku."

Ucapan itu bagai sebuah janji, menggema dair sudut yang gelap, janji yang menakutkan…

TBC

.

.

2014 adalah tahun yang tidak menyenangkan untuk saya.

Dimulai dari susahnya saya mencari waktu untuk menulis di sela-sela rutinitas yang menggunung, susahnya saya membuka situs ini, tidak masuk akalnya MAMA dan GDA, kabar kencan Lee Sungmin, sampai kepengakuannya untuk menikahi gadis itu.

Saya tidak akan berkomentar apapun untuk pernikahan mereka. Jadi jangan menulis hal-hal menyangkut gadis itu di kolom komentar.

Cho Kyuhyun dan Lee Sungmin. Itu saja.

Saya tidak akan menunda-nunda untuk update chapter baru jika memang tidak ada halangan.

Tetap tinggalkan jejak..

Pay.. Pay..

Kim Ah Reum